Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Wakapolda Maluku Tinjau Pelaksanaan Tes Kesamaptaan Jasmani Seleksi SBP
Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 108 personel Tamtama Polda Maluku menjalani tes Kesamaptaan Jasmani, seleksi Sekolah Bintara Polisi (SBP) Tahun Anggaran 2025.Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan Letkol Pol. Chr. Tahapary, Kota Ambon, Kamis (2/10/25), ini ditinjau langsung oleh Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H.Tes kesamaptaan jasmani yang digelar Biro Sumberdaya Manusia (SDM) Polda Maluku ini dipimpin Kabag Watpers Biro SDM Polda Maluku AKBP. Akhmad Kadar Ginting S.H dan Kasubag Seleksi Bag Dalpers Biro SDM Polda Maluku Kompol Fredy Jamal S.Sos., M.Si.108 personel yang mengikuti seleksi SBP Tahun 2025 terdiri dari anggota Satuan Brimob dan Direktorat Polairud Polda Maluku berpangkat Bharaka dan Abripda.Wakapolda Maluku saat melakukan pemantauan mengingatkan para peserta untuk mengikuti tes dengan serius dan sungguh-sungguh. "Kalian harus bersaing dengan sehat dan tetap percaya pada kemampuan masing-masing," pintanya.Untuk diketahui, tes kesamaptaan jasmani yang dijalani ratusan peserta meliputi lari mengelilingi lapangan selama 12 menit, Pul Up selama 1 menit, Pus Up selama 1 menit, Sit Up selama 1 menit dan Shuttlerun. PNO-12
02 Okt 2025, 18:07 WIT
Polres Buru Tangkap Dua Pengguna dan Kurir Narkoba
Papuanewsonline.com, Buru - Dua pelaku narkoba berhasil ditangkap aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Buru. Mereka berinisial BS, 47 tahun, sebagai pengguna, dan AS, 39 tahun selaku kurir narkoba.BS dan AS diamankan di waktu dan tempat berbeda. Keduanya kini telah ditetapkan sebagai Tersangka dan diamankan di rumah tahanan Polres Buru, Rabu (1/10/2025).Kapolres Buru, AKBP. Sulastri Sukidjang S.I.K menjelaskan, Tersangka BS ditangkap di Pelabuhan Merah Putih Desa Namlea Kecamatan Namlea pada Selasa, 30 September 2025, sekitar pukul 23.30 WIT.Dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti berupa 1 paket diduga narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu. Zat adiktif ini dikemas dalam plastik klip bening kecil. Tim penyidik juga mengamankan 1 set bong (alat hisab sabu), 1 unit smartphone vivo V50 lite 4G warna purple, 1 buah korek api gas warna biru, 1 buah kantong pelastik warna hijau, 1 lembar kertas alumunium foil rokok, 1 buah botol permen happydent cool white, dan 1 buah kantong bodybag warna merah bertuliskan safety tools.Tersangka dikenakan Pasal 112 Ayat (1) dan atau Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun."Tersangka melakukan hal tersebut dikarenakan biar kuat bekerja, karena tersangka bekerja di tromol sendirian," kata Kapolres mengungkapkan motif tersangka.Berselang beberapa jam kemudian, tim Satresnarkoba Polres Buru juga berhasil mengungkap pelaku lainnya, yakni AS. Pria 39 tahun ini ditangkap di lorong rumah dinas Kesehatan Kabupaten Buru Desa Namlea pada Rabu, 1 Oktober 2025 sekitar pukul 01.00 WIT."Barang bukti yang diamankan berupa 2 paket diduga narkotika jenis sabu-sabu yang dikemas dalam plastik klip bening kecil dimasukan ke dalam plastik bening besar. Tim juga mengamankan 1 unit smartphone realme note 70 warna hitam," ujarnya.Tersangka kini telah diamankan dan dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika."Tersangka melakukan hal tersebut di karena biar mendapatkan keuntungan, tersangka terancam hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun," pungkasnya. PNO-12
02 Okt 2025, 17:57 WIT
Kepala BNN RI Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila Bersama Presiden di Monumen Lubang Buaya
Papuanewsonline.com, Jakarta –
Suasana penuh khidmat menyelimuti Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya,
Jakarta Timur, saat upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila digelar pada
Rabu (1/10/2025). Upacara ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik
Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir mendampingi Presiden,
antara lain Wakil Presiden RI, pimpinan lembaga tinggi negara, para menteri
kabinet, serta pejabat TNI-Polri. Salah satu yang hadir adalah Kepala Badan
Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, yang ikut memberikan
penghormatan dalam momen bersejarah tersebut. Dalam upacara itu, Ketua DPR RI,
Puan Maharani, membacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila. Isi ikrar tersebut
menegaskan komitmen bangsa Indonesia untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan
nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan, baik ancaman dari dalam
negeri maupun pengaruh global yang dapat melemahkan persatuan. “Atas nama Bangsa Indonesia, Kami
membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai
Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam menggalang kebersamaan, menegakkan
kebenaran dan keadilan demi keutuhan NKRI,” demikian bunyi ikrar yang dibacakan
Puan. Kehadiran Kepala BNN RI, Suyudi
Ario Seto, dalam upacara ini memiliki makna strategis. Ia menegaskan bahwa BNN
RI menjadikan Pancasila sebagai dasar dan semangat dalam melaksanakan tugas
negara, khususnya dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan
Peredaran Gelap Narkotika (P4GN0). Menurutnya, ancaman narkotika
bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga ancaman terhadap ketahanan nasional,
kesehatan masyarakat, serta generasi muda Indonesia. Oleh karena itu,
nilai-nilai Pancasila – seperti persatuan, keadilan sosial, dan gotong royong –
harus menjadi pegangan dalam melawan bahaya narkotika yang dapat merusak
persatuan bangsa. Upacara ini tidak hanya menjadi
seremoni, tetapi juga refleksi mendalam akan perjalanan bangsa Indonesia.
Pancasila kembali ditekankan sebagai ideologi pemersatu yang mampu menjaga
keutuhan NKRI di tengah dinamika global, mulai dari konflik geopolitik hingga
ancaman non-tradisional seperti narkotika, radikalisme, dan terorisme. Momentum peringatan Hari
Kesaktian Pancasila diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa bangsa Indonesia
harus terus membumikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan,
termasuk dalam kebijakan pembangunan nasional dan pemberantasan narkoba.(GF)
02 Okt 2025, 14:48 WIT
Indonesia – Rusia Perkuat Kemitraan Strategis Lewat Forum Konsultasi Bidang Hukum di Bali
Papuanewsonline.com, Denpasar –
Indonesia dan Federasi Rusia resmi menggelar Forum Konsultasi Bilateral (FKB)
Bidang Hukum yang berlangsung pada 29–30 September 2025 di Denpasar, Bali.
Forum ini diinisiasi oleh Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko
Polkam bersama Direktorat Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar
Negeri, sebagai tindak lanjut dari Deklarasi Kemitraan Strategis RI–Rusia yang
ditandatangani Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden
Federasi Rusia, Vladimir Putin, pada 19 Juni 2025 di St. Petersburg. Forum ini menjadi tonggak penting
dalam memperkuat dialog hukum internasional, sekaligus mengawali langkah nyata
untuk memperluas cakupan kerja sama bilateral Indonesia–Rusia di bidang hukum
dan keamanan. Deputi Bidang Koordinasi Politik
Luar Negeri Kemenko Polkam, Duta Besar Mohammad K. Koba, dalam sambutannya
menekankan bahwa forum ini tidak hanya sebatas pertukaran pandangan, melainkan
harus menghasilkan langkah konkret yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat
luas. “Kerja sama ini harus
menghasilkan sesuatu yang merefleksikan kepentingan kedua negara dan memberikan
dampak nyata,” ujar Dubes Koba. Pernyataan tersebut sejalan
dengan semangat peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Rusia, yang
terus berkembang dari kerja sama ekonomi, pertahanan, hingga hukum
internasional. Diskusi dalam FKB menyoroti
perkembangan hukum internasional di tengah situasi geopolitik global yang kian
kompleks. Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kemlu RI
menegaskan, meski hukum internasional menunjukkan kemajuan signifikan,
ketegangan di kawasan seperti Palestina, Sudan, Laut Cina Selatan, Selat
Taiwan, dan Semenanjung Korea terus menjadi tantangan. Dari pihak Rusia, Direktur
Jenderal Departemen Hukum Kemlu Rusia menyoroti peran Mahkamah Internasional
(ICJ) yang telah menyelesaikan lebih dari 30 kasus terkait kedaulatan negara.
Ia menilai hal itu sebagai bukti bahwa jalur yudisial tetap menjadi sarana
penting dalam penyelesaian sengketa internasional. Kedua negara sepakat untuk
menegaskan dukungan terhadap independensi ICJ dari segala bentuk tekanan
politik maupun intervensi pihak ketiga, sekaligus menekankan pentingnya
supremasi hukum internasional yang adil dan setara. FKB ini diharapkan tidak berhenti
pada satu kali pertemuan. Baik Indonesia maupun Rusia berkomitmen untuk
menjadikan forum ini sebagai wadah berkelanjutan yang memperkuat koordinasi,
pertukaran pandangan, dan kerja sama konkret dalam bidang hukum dan keamanan. “Indonesia dan Rusia sama-sama
memandang pentingnya penerapan hukum internasional yang responsif terhadap
dinamika global, sekaligus menjaga kedaulatan negara dari intervensi asing,”
demikian salah satu kesimpulan forum. Acara ini dihadiri oleh delegasi
Indonesia yang terdiri atas pejabat tinggi Kemenko Polkam dan Kemlu, di
antaranya Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional Kemlu, Deputi Bidang
Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Plt. Asisten Deputi Kerja Sama
Amerika dan Eropa Kemenko Polkam, Direktur Hukum dan Perjanjian Polkam Kemlu,
serta perwakilan Direktorat Eropa II Kemlu. Sementara itu, dari pihak Rusia
hadir Dirjen Departemen Hukum Kemlu Rusia, Duta Besar Rusia untuk Indonesia,
serta Konselor Politik Kedubes Rusia di Jakarta. Forum ini tidak hanya memperkuat
kemitraan strategis kedua negara, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam
membangun kepercayaan dan kolaborasi di bidang hukum internasional. Dalam
jangka panjang, FKB diharapkan menjadi platform penting bagi kedua negara untuk
merumuskan kebijakan bersama menghadapi tantangan hukum global sekaligus
memperkokoh hubungan diplomatik RI–Rusia.(GF)
02 Okt 2025, 14:39 WIT
KPK dan PPATK Resmi Perkuat Sinergi dalam Pencegahan Korupsi dan Pencucian Uang
Papuanewsonline.com, Jakarta — Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
(PPATK) kembali meneguhkan kolaborasi mereka melalui penandatanganan nota
kesepahaman (MoU) terkait kerja sama dalam upaya pencegahan serta pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Movenpick, Jakarta, Selasa (30/9/2025). Langkah ini memperkuat sinergi
yang telah dibangun kedua lembaga selama lebih dari satu dekade. MoU mencakup
berbagai poin strategis, mulai dari pertukaran informasi dan data, perumusan
produk hukum, penanganan perkara, analisis strategis, sosialisasi, hingga
pengembangan sistem teknologi informasi yang terintegrasi. Dalam sambutannya, Ketua KPK Setyo
Budiyanto menegaskan bahwa kerja sama dengan PPATK merupakan salah satu kunci
keberhasilan dalam membongkar berbagai kasus korupsi besar di Indonesia. “Kesepahaman ini diperlukan guna
meningkatkan dan mengupayakan kolaborasi dalam pencegahan serta pemberantasan
Tipikor dan TPPU agar berjalan maksimal,” tegas Setyo. Ia menambahkan, penandatanganan
MoU ini sekaligus menjadi pintu masuk bagi penyelenggaraan lokakarya dan
kegiatan lanjutan yang diharapkan dapat menghasilkan terobosan positif. “Tidak
hanya KPK dan PPATK, tapi semua pihak harus terlibat agar implementasi
kesepahaman ini benar-benar berdampak,” tambahnya. Sementara itu, Kepala PPATK Ivan
Yustiavandana menyoroti pentingnya pengawasan badan hukum dan perusahaan
sebagai salah satu celah utama yang sering dimanfaatkan dalam praktik korupsi
maupun pencucian uang. Berdasarkan data terbaru PPATK,
korupsi masih menduduki peringkat pertama dalam kategori analisis faktor risiko
TPPU dengan skor 9,00 (kategori tinggi), disusul tindak pidana narkotika dan
perpajakan. “Karena itu, kolaborasi dan
keterlibatan bersama harus dimaksimalkan untuk memperkuat berbagai upaya
pencegahan dan pemberantasan korupsi, termasuk aspek national risk assessment,”
jelas Ivan. Setelah penandatanganan, acara
dilanjutkan dengan workshop bersama yang membahas sejumlah isu krusial, seperti
harmonisasi regulasi berdasarkan kerangka Financial Action Task Force (FATF),
penguatan basis data Politically Exposed Person (PEP), hingga praktik baik
dalam pengelolaan data PEP untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan oleh
pejabat publik. Hadir dalam kegiatan tersebut
jajaran pimpinan KPK dan PPATK, perwakilan Stranas PK, lembaga keuangan seperti
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan nasional, hingga aparat penegak hukum. Momentum ini menjadi bukti nyata
bahwa Indonesia semakin serius membangun sistem keuangan yang berintegritas.
Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan tidak hanya memperkuat penindakan,
tetapi juga meningkatkan pencegahan sejak dini terhadap praktik korupsi dan
pencucian uang. “Tujuan akhirnya adalah menjaga
akuntabilitas, meningkatkan integritas sistem keuangan, dan mewujudkan
Indonesia yang bebas dari korupsi,” tutup Ketua KPK Setyo Budiyanto.(GF)
02 Okt 2025, 14:21 WIT
Kepala DPMK Nduga Tekankan Pentingnya Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Desa di Kabupaten Nduga
Papuanewsonline.com, Nduga — Kepala
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Nduga, Machla Gwijangge,
menegaskan pentingnya pelaksanaan kegiatan fasilitasi pengelolaan keuangan desa
yang baru-baru ini digelar di Kabupaten Nduga. Dalam keterangannya kepada awak
media, Machla menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan
kebutuhan mendesak untuk memastikan tata kelola dana desa berjalan sesuai
aturan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Menurut Machla, dana desa yang
digelontorkan pemerintah pusat melalui transfer langsung ke rekening desa
merupakan dana yang sangat besar dan strategis. Karena itu, pemerintah desa
dituntut untuk mengelolanya secara hati-hati, terukur, dan transparan. “Kami merasa kegiatan ini sangat
perlu dan harus dilakukan. Tujuannya agar informasi penting mengenai
pengelolaan keuangan desa benar-benar sampai ke pemerintah kampung. Dana desa
ini besar nilainya, sehingga kewenangan penuh ada di tangan kepala desa. Jika
tidak dikelola dengan baik, dampaknya bisa luas, terutama bagi masyarakat desa
itu sendiri,” ungkapnya. Machla merinci bahwa kewenangan
kepala desa dalam mengelola dana desa mencakup empat hal pokok yaitu, perencanaan
dana desa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pengelolaan dan penyaluran
dana desa secara transparan dan akuntabel, evaluasi terhadap penggunaan
anggaran yang telah berjalan dan keberlanjutan program, yakni melanjutkan
program tahun sebelumnya agar manfaatnya dirasakan secara berkesinambungan. Ia menegaskan, dengan mematuhi
keempat pilar tersebut, pembangunan desa akan lebih terarah dan hasilnya bisa
dirasakan langsung oleh masyarakat. Machla mengingatkan seluruh
aparat kampung agar tidak memandang enteng persoalan pengelolaan dana desa.
Setiap rupiah yang masuk dan keluar harus tercatat dan dipertanggungjawabkan
sesuai dengan aturan yang berlaku. “Intinya, pengelolaan keuangan
desa harus profesional, sesuai regulasi, dan berorientasi pada kepentingan
masyarakat. Dengan begitu, pembangunan desa akan berjalan efektif, tepat
sasaran, dan membawa kesejahteraan bagi warga,” tegasnya. Ia juga berharap kegiatan
fasilitasi ini menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas aparatur kampung.
Melalui pembekalan dan sosialisasi yang berkelanjutan, desa-desa di Kabupaten Nduga
diharapkan bisa menjadi contoh pengelolaan dana desa yang baik di Papua. Machla menambahkan, kolaborasi
dan komitmen bersama adalah kunci. “Tidak ada pembangunan yang berhasil tanpa
pengelolaan keuangan yang benar. Oleh karena itu, mari kita jaga dana desa ini
agar benar-benar bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.(GF)
02 Okt 2025, 14:05 WIT
Gudang Mebel di Jalan Bougenville Ludes Dilalap Api, Warga Timika Panik Saat Kobaran Membesar
Papuanewsonline.com, Timika — Kepanikan
melanda warga Jalan Bougenville, Distrik Mimika Baru, Timika, Papua Tengah,
pada Kamis (2/10/2025) dini hari. Tepat pukul 02.20 WIT, gudang mebel dua
lantai milik Ahmat Abidol terbakar hebat. Api berkobar cepat, melalap lantai
dua bangunan ruko, disertai kepulan asap tebal yang membumbung ke udara. Sejumlah warga yang tinggal di
sekitar lokasi berhamburan keluar rumah saat mendengar suara letupan dan
melihat cahaya api yang membesar. Beberapa di antaranya mencoba membantu
memindahkan barang-barang, namun kobaran yang kian membesar membuat upaya itu
sulit dilakukan. Plt Kepala Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Mimika, Agustina Rahaded, membenarkan peristiwa kebakaran
tersebut. Menurutnya, pihaknya langsung mengerahkan tujuh armada pemadam
kebakaran untuk memadamkan api. “Kebakaran di Jalan Bougenville
itu menimpa ruko milik Ahmat Abidol, yang difungsikan sebagai gudang mebel. Api
melalap lantai dua bangunan. Korban jiwa nihil, hanya kerugian materil yang
masih dalam pendataan,” ungkap Agustina saat dikonfirmasi, Kamis pagi. Proses pemadaman berlangsung
cukup lama karena api sempat menyebar dengan cepat dan dikhawatirkan merembet
ke bangunan sekitar. Berkat kesigapan petugas damkar dan bantuan warga, api
berhasil dijinakkan menjelang pagi. Hingga berita ini diturunkan,
penyebab kebakaran masih belum diketahui. Aparat kepolisian bersama tim BPBD
masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Dugaan sementara, api berasal
dari korsleting listrik, namun hal itu belum dapat dipastikan. Agustina menambahkan bahwa
pihaknya terus berkoordinasi dengan pemilik ruko dan aparat setempat untuk
mendata total kerugian yang ditimbulkan. “Jumlah kerugian belum bisa dipastikan
karena proses pendataan masih berjalan,” katanya. Peristiwa ini menambah daftar
panjang kebakaran ruko di wilayah Timika. Sejumlah warga berharap pemerintah
daerah bisa meningkatkan kesiapsiagaan dan menambah fasilitas pencegahan
kebakaran, mengingat banyak bangunan di kawasan tersebut difungsikan sebagai
gudang maupun tempat usaha. “Api kalau sudah besar begini
sangat berbahaya. Kami harap ada sistem peringatan dini atau alat pemadam
ringan yang bisa tersedia di setiap ruko,” ujar salah satu warga setempat. Meski tidak ada korban jiwa,
insiden ini tetap menyisakan duka mendalam bagi pemilik ruko karena seluruh isi
gudang mebel dilaporkan ludes terbakar. Penulis: JidEditor: GF
02 Okt 2025, 12:41 WIT
Ratusan Pencaker Papua Pegunungan Temui Wakil Gubernur, Suarakan Harapan akan Lapangan Kerja
Papuanewsonline.com, Jayapura — Ratusan
pencari kerja (pencaker) dari delapan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan
memadati ruang pertemuan di Jayapura pada Kamis (2/10/2025). Mereka datang
dengan satu tujuan: menyampaikan aspirasi dan harapan masa depan kepada
pemerintah daerah. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Papua,
Dr. Ones Pahabol, bersama Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua
Pegunungan, Matias Wenda. Dalam dialog yang berlangsung
penuh antusias, para pencaker menyampaikan beragam persoalan yang mereka
hadapi. Mulai dari keterbatasan lapangan kerja, minimnya akses pendidikan dan
pelatihan vokasi, hingga pentingnya perhatian lebih terhadap masyarakat adat
dan lokal dalam kebijakan pembangunan. Menanggapi aspirasi tersebut,
Wakil Gubernur Dr. Ones Pahabol menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan
menutup mata. Menurutnya, masa depan Papua sangat bergantung pada generasi muda
yang hari ini sedang berjuang mencari peluang. “Pemerintah daerah berkomitmen
mendengarkan dan menanggapi aspirasi masyarakat. Kami akan terus berupaya
meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua melalui kebijakan yang tepat dan
efektif, terutama dalam membuka peluang kerja dan meningkatkan kualitas sumber
daya manusia,” ujar Ones Pahabol. Ia juga menekankan bahwa dialog
seperti ini penting untuk membangun kepercayaan antara rakyat dan pemerintah,
sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan lahir dari kebutuhan nyata
masyarakat. Dalam pertemuan tersebut,
sejumlah perwakilan pencaker secara bergantian menyampaikan tuntutan mereka.
Salah satunya adalah kebutuhan akan pendidikan dan pelatihan kerja yang relevan
dengan kebutuhan pasar. “Kami berharap ada kebijakan yang
membuka jalan lebih luas bagi anak-anak Papua untuk mendapat pendidikan dan
pelatihan keterampilan, agar bisa bersaing dengan tenaga kerja dari luar,”
ungkap salah satu peserta pertemuan. Selain itu, para pencaker juga
menyoroti kurangnya transparansi dalam rekrutmen tenaga kerja di beberapa
sektor strategis. Mereka meminta pemerintah lebih tegas memastikan keterlibatan
masyarakat lokal, terutama pemuda Papua, dalam setiap peluang kerja yang
tersedia. Wakil Gubernur Ones Pahabol
menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan segera melakukan evaluasi dan
pengkajian untuk merumuskan langkah konkret menindaklanjuti aspirasi ini. “Pemerintah daerah akan bekerja
sama dengan berbagai pihak, baik lembaga pendidikan, sektor swasta, maupun
pemerintah pusat, untuk memastikan bahwa masyarakat Papua, khususnya generasi
muda, memiliki akses lebih luas terhadap lapangan kerja,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan
masyarakat Papua Pegunungan adalah prioritas utama, dan pemerintah siap
merumuskan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat adat. Pertemuan ini dinilai sebagai
momentum penting yang membuka ruang komunikasi antara pencaker dan pemerintah.
Banyak pihak berharap bahwa dialog ini tidak hanya berakhir di meja pertemuan,
tetapi benar-benar menghasilkan kebijakan nyata yang mampu mengurangi angka
pengangguran dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua. Penulis: Hend Editor: GF
02 Okt 2025, 12:24 WIT
STIE Jambatan Bulan Resmi Bertransformasi Jadi Institut, Alumni Sambut dengan Apresiasi dan Dukungan
Papuanewsonline.com, Timika – Kabar
menggembirakan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Mimika. Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi (STIE) Jambatan Bulan Timika kini resmi naik status menjadi Institut
Jambatan Bulan, sebuah langkah besar yang diyakini akan membawa dampak
signifikan bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di
daerah ini. Transformasi ini disambut hangat
oleh berbagai pihak, tak terkecuali oleh para alumni yang tergabung dalam Ikatan
Alumni (IKA) STIE Jambatan Bulan. Mereka menilai perubahan ini bukan hanya
sekadar pergantian nama, melainkan tonggak sejarah yang menandai babak baru
perjalanan almamater tercinta. Ketua IKA STIE Jambatan Bulan, Markus
Ubro, S.E., menyampaikan apresiasinya atas pencapaian monumental tersebut.
Dalam pesannya, Markus menyebut bahwa transformasi ini merupakan hasil kerja
keras seluruh sivitas akademika yang patut dibanggakan. “Perubahan status ini bukan hanya
soal nama, tetapi mencerminkan visi besar untuk membawa institusi kita ke arah
yang lebih maju, progresif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Atas nama
Ikatan Alumni STIE Jambatan Bulan, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada
seluruh sivitas akademika atas pencapaian luar biasa ini,” ujarnya pada Rabu
(1/10/2025). Lebih jauh, Markus menekankan
bahwa status institut membuka peluang lebih luas untuk pengembangan lembaga,
baik melalui penambahan program studi baru, peningkatan kapasitas penelitian,
maupun peningkatan mutu tenaga pengajar. “Kami yakin Institut Jambatan
Bulan akan menjadi motor penggerak dalam mencetak lulusan yang tidak hanya
unggul secara akademik, tetapi juga memiliki etika, integritas, dan semangat
pengabdian yang kuat bagi masyarakat Mimika dan Papua pada umumnya,” tegasnya. Tak hanya memberikan apresiasi,
IKA STIE Jambatan Bulan juga menegaskan komitmennya untuk terlibat langsung
dalam mendukung transformasi ini. Sinergi alumni dinilai menjadi faktor penting
dalam memperkuat jejaring, memberikan kontribusi nyata di lapangan kerja, serta
mendukung pengembangan kelembagaan di masa depan. “Kami mengajak seluruh alumni
untuk tetap terhubung, bergandengan tangan, dan berkontribusi nyata. Institut
Jambatan Bulan adalah rumah besar kita bersama. Mari kita jaga, kembangkan, dan
banggakan almamater ini, karena dari sinilah fondasi awal kita semua dibangun,”
pungkas Markus. Perubahan status STIE Jambatan
Bulan menjadi institut dipandang sebagai lompatan besar dalam dunia pendidikan
Mimika, sekaligus menjadi harapan baru bagi generasi muda untuk meraih
pendidikan tinggi yang lebih berkualitas dan kompetitif. Penulis: Abim Editor: GF
02 Okt 2025, 00:39 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru