logo-website
Rabu, 29 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Tim Macan Gunung Polres Teluk Bintuni Bongkar Sindikat Pencurian Alat Berat Lintas Provinsi Papuanewsonline.com, Teluk Bintuni – Polres Teluk Bintuni kembali menorehkan prestasi gemilang dalam penegakan hukum. Melalui Tim Macan Gunung, satuan reserse kriminal Polres Teluk Bintuni berhasil membongkar sindikat pencurian alat berat lintas provinsi yang telah merugikan sejumlah perusahaan konstruksi dan proyek industri di wilayah Papua Barat. Pelaku utama berinisial RSN (41) diringkus di Manokwari setelah dilakukan penyelidikan intensif selama beberapa pekan. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa kunci master ekskavator, sepeda motor yang digunakan saat beraksi, serta dokumen pengiriman alat berat yang diduga hasil curian. Kerugian akibat aksi pelaku ini ditaksir mencapai Rp360 juta. Berdasarkan hasil pemeriksaan, RSN diketahui merupakan pelaku spesialis pencurian alat berat yang telah beroperasi di tiga lokasi proyek besar, dan menjual hasil curiannya ke luar Papua melalui jasa ekspedisi Lion Parcel menuju Pekanbaru, Riau. Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Hari Sutanto, mengungkapkan bahwa penangkapan RSN merupakan hasil kerja keras tim yang dilakukan secara terukur dan penuh kehati-hatian. Polisi menduga aksi ini tidak dilakukan seorang diri. Menurut Kapolres, pelaku memiliki jaringan yang cukup rapi dalam menjalankan kejahatan, termasuk menggunakan jalur ekspedisi resmi untuk mengirim hasil curian agar tidak terdeteksi. “Pelaku ini termasuk profesional. Ia memahami sistem pengamanan alat berat dan mampu membuka kunci mesin menggunakan kunci master. Kami menduga ada pihak lain yang membantu memfasilitasi penjualan alat berat hasil curian ini,” ujar AKBP Hari Sutanto. Tim penyidik kini tengah mengembangkan kasus tersebut dengan menelusuri aliran dana dan potensi keterlibatan pihak pembeli maupun jaringan pengiriman barang. Langkah ini menjadi bukti komitmen Polres Teluk Bintuni dalam memberantas kejahatan yang merugikan sektor ekonomi dan pembangunan daerah. Keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari kerja cepat dan responsif Tim Macan Gunung Polres Teluk Bintuni, unit khusus yang dibentuk untuk menangani tindak kejahatan menonjol. Tim ini dikenal memiliki keahlian dalam investigasi lapangan dan pelacakan lintas wilayah, serta didukung sistem koordinasi dengan jajaran Polda Papua Barat. “Kami akan terus menindak tegas setiap bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat. Tidak ada tempat bagi pelaku kriminal di Teluk Bintuni,” tegas Kapolres Hari Sutanto. Selain memburu pelaku lainnya, pihak kepolisian juga mengimbau seluruh kontraktor, operator alat berat, dan perusahaan industri di wilayah Teluk Bintuni agar memperketat sistem keamanan alat dan lokasi proyek. Penangkapan RSN mendapat apresiasi dari masyarakat dan pelaku usaha di Teluk Bintuni. Para kontraktor menyambut baik langkah cepat polisi karena kasus pencurian alat berat selama ini menjadi ancaman serius bagi kelancaran proyek pembangunan. “Aksi cepat Polres Teluk Bintuni memberikan rasa aman bagi kami yang bekerja di proyek lapangan. Semoga upaya ini terus berlanjut agar tidak ada lagi kerugian besar akibat pencurian,” ujar salah satu perwakilan kontraktor lokal. Dengan terbongkarnya jaringan ini, Polres Teluk Bintuni berharap dapat memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan serupa dan memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya kolaborasi menjaga keamanan wilayah. Penulis: Hendrik Editor: GF  02 Nov 2025, 03:20 WIT
Empat ASN Mimika Ditahan Terkait Korupsi Proyek Aerosport Rp79 Miliar: DPR Papua Tengah Apresiasi Papuanewsonline.com, Timika – Empat Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Mimika resmi ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua terkait dugaan korupsi proyek pembangunan sarana dan prasarana aerosport pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2021. Kasus ini mencuat setelah penyidik Kejati Papua menemukan bukti kuat adanya penyalahgunaan anggaran yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp31,302 miliar dari nilai kontrak proyek sebesar Rp79,13 miliar. Keempat ASN tersebut masing-masing berinisial DM, HW, RJW, dan M. Mereka kini resmi berstatus tersangka dan ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. Penahanan dilakukan setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi, mengaudit dokumen kontrak, serta menelusuri aliran dana proyek. Menanggapi langkah tegas Kejati Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR Papua Tengah, Yohanes Kemong, menyampaikan apresiasi atas kerja profesional aparat penegak hukum yang dinilai berani dan transparan dalam mengusut kasus korupsi yang melibatkan aparatur pemerintah daerah. “Kami mengapresiasi komitmen Kejati Papua dalam memberantas korupsi. Langkah ini membuktikan bahwa penegakan hukum di Papua berjalan dan tidak tebang pilih. Semoga kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tidak bermain-main dengan uang rakyat,” tegas Yohanes Kemong. Ia menambahkan, korupsi tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga menghambat pembangunan dan mencoreng kepercayaan publik terhadap pemerintah. Karena itu, DPR Papua Tengah akan terus mendukung upaya pemberantasan korupsi dan memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran di daerah. Kasus korupsi proyek aerosport di Mimika menjadi refleksi penting bagi pemerintah daerah di seluruh wilayah Papua Tengah untuk memperbaiki sistem pengawasan internal dan manajemen proyek pembangunan. Yohanes Kemong menegaskan bahwa ke depan, setiap proyek yang bersumber dari APBD maupun APBN harus disertai laporan keuangan yang terbuka dan dapat diakses publik. “Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban. Masyarakat berhak tahu ke mana anggaran digunakan, dan hasilnya harus dirasakan langsung,” ujarnya. Menurut Kemong, DPR Papua Tengah juga akan mendorong adanya kolaborasi antara Inspektorat Daerah, BPKP, dan aparat penegak hukum untuk memastikan setiap kegiatan pembangunan berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. Dengan penahanan empat ASN ini, publik berharap akan muncul efek jera yang kuat terhadap para pelaku korupsi, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam membangun tata kelola keuangan yang bersih dan berintegritas. Kasus ini juga menjadi momentum bagi seluruh ASN di Papua Tengah untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menunjukkan bahwa pelayanan masyarakat adalah prioritas utama. “Kami berharap Kejati terus konsisten menegakkan hukum dengan tegas, sekaligus memberikan efek jera agar ke depan tidak ada lagi penyalahgunaan anggaran pembangunan,” tutup Kemong. Penegakan hukum terhadap kasus ini menandai era baru transparansi dan akuntabilitas di Papua Tengah — sebuah langkah menuju pemerintahan daerah yang bersih, jujur, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Penulis: Hendrik Editor: GF 02 Nov 2025, 03:17 WIT
Pemerintah Papua Perketat Pengawasan Dana Desa dan Dana Koperasi Merah Putih Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pengelolaan Dana Desa dan Dana Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah provinsi. Langkah ini diambil guna memastikan setiap rupiah yang digelontorkan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan di tingkat akar rumput. Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Gubernur Papua, Sabtu (1/11/2025), Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Michael Manufandu, menekankan pentingnya tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. “Pengawasan dan pengawalan dana ini sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan bahwa dana tersebut digunakan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan,” ujar Manufandu dalam keterangannya. Langkah pengawasan ini merupakan bagian dari upaya transformasi sistem keuangan daerah yang tengah digalakkan oleh Pemprov Papua, sejalan dengan tema “Transformasi Peran APIP dalam Mendorong Akuntabilitas dan Kinerja Pemerintah Daerah.” Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Papua bekerja sama dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Inspektorat Jenderal, serta sejumlah lembaga pengawasan pusat untuk memperkuat kontrol terhadap penyaluran dana publik. Manufandu menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek administrasi, tetapi juga memastikan efektivitas program di lapangan. Artinya, setiap program yang dibiayai Dana Desa dan Dana Koperasi Merah Putih akan dievaluasi secara berkala, baik dari sisi kemanfaatan sosial maupun dampak ekonominya bagi masyarakat. “Kita ingin memastikan bahwa dana-dana ini tidak berhenti di laporan, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan — memperbaiki pelayanan publik, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa,” tambahnya. Selain pengawasan formal, Pemprov Papua juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mengawasi penggunaan dana publik. Menurut Manufandu, masyarakat memiliki peran penting sebagai kontrol sosial dalam memastikan transparansi, terutama melalui mekanisme pelaporan partisipatif. Pemerintah daerah membuka ruang bagi masyarakat, lembaga adat, dan tokoh masyarakat untuk melaporkan apabila ditemukan indikasi penyimpangan atau penyalahgunaan dana. Langkah ini dianggap sebagai bentuk demokratisasi pengawasan publik, di mana pembangunan tidak hanya menjadi urusan pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Provinsi Papua berharap penguatan sistem pengawasan ini dapat mempercepat tercapainya pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah. Melalui Dana Desa dan Dana Koperasi Merah Putih, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat perekonomian lokal, memberdayakan masyarakat, dan mengurangi kesenjangan sosial antarwilayah. Dengan sistem pengawasan yang ketat dan akuntabel, Pemprov Papua optimistis setiap program yang dijalankan akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah. “Transparansi adalah kunci kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat Papua,” tutup Sekda Papua. Penulis: Hendrik Editor: GF 01 Nov 2025, 23:54 WIT
Komisi V DPR RI Melakukan Kunjungan Kerja Untuk Dorong Akselerasi Infrastruktur di Maluku Papuanewsonline.com, Maluku – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Maluku pada Sabtu (1/11/2025), dengan fokus utama membahas isu strategis pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah di daerah kepulauan. Dalam kunjungan yang berlangsung penuh makna ini, para anggota Komisi V melakukan perjalanan menggunakan kapal navigasi dari Tawiri menuju Pelabuhan Yos Sudarso, sebagai bagian dari peninjauan langsung kondisi geografis dan akses transportasi di wilayah kepulauan yang menjadi jantung aktivitas ekonomi masyarakat Maluku. Kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum penting bagi Komisi V untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dalam perjalanan laut tersebut, para anggota Komisi V mendengarkan presentasi dari pemerintah daerah dan instansi terkait yang memaparkan tantangan serta potensi besar yang dimiliki Maluku sebagai provinsi kepulauan. Paparan itu menyoroti bagaimana Maluku membutuhkan perhatian lebih dalam pembangunan sarana transportasi laut, pelabuhan perintis, jalan penghubung antar-pulau, serta akses energi dan telekomunikasi. Infrastruktur tersebut dinilai vital untuk membuka isolasi wilayah dan memperkuat perekonomian berbasis kelautan. “Kami sangat terkesan dengan keindahan alam Maluku, namun di balik pesona itu terdapat tantangan besar dalam konektivitas dan pelayanan publik. Pemerintah pusat dan DPR perlu memastikan infrastruktur di sini benar-benar menjangkau masyarakat hingga ke pulau-pulau kecil,” ujar salah satu Anggota Komisi V DPR RI dalam kesempatan tersebut. Anggota Komisi V menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Maluku tidak boleh hanya berfokus pada pusat-pusat kota besar, tetapi harus menjangkau daerah pesisir, terpencil, dan pulau-pulau kecil yang selama ini masih kesulitan mengakses layanan dasar. Menurut mereka, konektivitas antarpulau bukan sekadar persoalan fisik, melainkan fondasi pemerataan ekonomi dan sosial masyarakat kepulauan. Melalui peningkatan sarana transportasi laut, perbaikan pelabuhan rakyat, dan pengembangan bandara perintis, masyarakat Maluku diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari pembangunan nasional. “Pembangunan infrastruktur bukan hanya soal membangun jalan atau jembatan, tapi membangun harapan dan memperpendek jarak antara masyarakat dan kesejahteraan,” ujar salah satu anggota rombongan Komisi V. Kunker ini juga menjadi wadah koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan stakeholder sektor transportasi dan pekerjaan umum. Komisi V DPR RI menilai, keberhasilan pembangunan di wilayah kepulauan seperti Maluku sangat bergantung pada sinergi lintas sektor — mulai dari perencanaan tata ruang, pengadaan sarana transportasi laut, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal. Dalam diskusi bersama perwakilan Balai Wilayah Sungai, Dinas Perhubungan, dan Balai Pelaksana Jalan Nasional, Komisi V menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat lokal dan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. “Kami akan memperjuangkan dukungan anggaran dan kebijakan afirmatif untuk wilayah kepulauan seperti Maluku. Daerah ini memiliki potensi besar, dan kita harus hadir dengan kebijakan yang berpihak,” tegas salah satu anggota Komisi V DPR RI. Kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Maluku diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong akselerasi pembangunan di wilayah kepulauan Indonesia bagian timur. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, pembangunan infrastruktur diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir dan kepulauan. Dengan potensi perikanan, pariwisata, dan sumber daya alam yang melimpah, Maluku memiliki peluang besar untuk menjadi pusat ekonomi maritim nasional jika didukung dengan infrastruktur yang memadai. Penulis: Hendrik Editor: GF 01 Nov 2025, 19:42 WIT
Optimisme dari Tanah Papua: Gubernur Matius Fakhiri Serukan Persatuan dan Pembangunan Papuanewsonline.com, Jayapura — Suasana penuh sukacita dan harapan menyelimuti halaman Kantor Gubernur Papua, Jumat (31/10/2025), ketika ribuan masyarakat menghadiri Ibadah Syukur dan Pesta Rakyat menyambut Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri dan Aryoko Rumaropen. Acara ini menjadi simbol dimulainya babak baru kepemimpinan di Bumi Cenderawasih yang diwarnai dengan semangat persatuan, pembangunan, dan transformasi Papua yang lebih maju dan harmonis. Dengan senyum lebar dan sapaan hangat, Gubernur Fakhiri mengajak seluruh masyarakat Papua untuk meninggalkan perbedaan dan bersatu membangun tanah ini sebagai berkat bagi Indonesia. “Papua bukan beban, melainkan berkat bagi bangsa ini. Mari kita jaga persaudaraan, satukan langkah, dan wujudkan Papua yang damai, adil, dan sejahtera,” tegas Fakhiri disambut tepuk tangan meriah ribuan warga. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Fakhiri menyampaikan penghargaan tinggi kepada mantan Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, atas dedikasi dan keberhasilannya dalam menata pemerintahan serta menjaga stabilitas daerah selama masa transisi. Iamenilai, keberhasilan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2025 yang aman dan lancar menjadi fondasi kuat bagi pemerintahan baru untuk melangkah dengan percaya diri. “Kami berterima kasih kepada Pak Agus Fatoni dan seluruh jajaran pemerintah yang telah bekerja dengan hati. Apa yang telah dibangun akan kami lanjutkan dengan semangat baru,” ujarnya. Fakhiri menegaskan bahwa pemerintahannya akan berfokus pada lima pilar utama pembangunan Papua, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pendidikan yang merata, pemerataan layanan kesehatan hingga pelosok, penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal, pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah, serta pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Gubernur Fakhiri menggambarkan visinya tentang Papua yang bercahaya dalam berbagai aspek kehidupan. “Papua harus terang dalam listrik, terang dalam hati, dan terang dalam masa depan,” serunya penuh semangat. Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Fakhiri telah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Langkah ini menjadi bagian dari program percepatan transformasi Papua Baru, yang menekankan pada kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat adat. Salah satu capaian awal yang menjadi perhatian publik adalah peresmian 250 titik layanan internet berbasis satelit Starlink di wilayah pedalaman Papua. Program ini diharapkan membuka akses digital bagi masyarakat terpencil agar dapat menikmati layanan pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan secara daring. “Inisiatif ini merupakan langkah strategis menuju Papua yang terkoneksi dan inklusif. Internet bukan hanya soal teknologi, tapi tentang kesetaraan kesempatan bagi seluruh warga,” kata Fakhiri. Dengan kehadiran layanan internet ini, pemerintah optimistis akan lahir generasi muda Papua yang lebih inovatif, mampu bersaing, dan berkontribusi pada pembangunan daerah. Acara Pesta Rakyat berlangsung meriah dengan penampilan musik tradisional, tari-tarian adat tujuh wilayah, serta partisipasi ratusan pelaku UMKM dan mama-mama Papua. Ribuan warga tumpah ruah di halaman Kantor Gubernur Papua untuk menyambut kepemimpinan baru yang diharapkan membawa perubahan nyata. Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen dalam sambutannya menegaskan pentingnya kebersamaan dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Kita adalah satu keluarga besar di tanah Papua. Tidak ada lagi sekat. Yang ada hanyalah kerja sama dan semangat membangun masa depan yang lebih baik,” ucap Aryoko. Momen ini sekaligus menjadi perayaan keberagaman dan simbol harmoni yang menyatukan seluruh elemen masyarakat di Tanah Papua. Penulis: JidEditor: GF   01 Nov 2025, 19:38 WIT
Agus Fatoni Ajak Warga Papua Jaga Citra dan Martabat Daerah: Pesan Haru dalam Perpisahan Papuanewsonline.com, Jayapura — Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti halaman apel Kantor Gubernur Papua pada Jumat (31/10/2025), ketika ribuan masyarakat dan pejabat pemerintah menghadiri Pesta Rakyat sebagai momen perpisahan Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni. Acara ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin Papua dalam masa transisi pemerintahan, sebelum resmi dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur Papua definitif, Matius D. Fakhiri dan Aryoko Rumaropen. Dalam sambutannya, Agus Fatoni menekankan pentingnya menjaga citra positif dan martabat Papua, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus membangun semangat persatuan, kedamaian, dan kebersamaan sebagai landasan utama kemajuan Papua ke depan. “Mari kita jaga citra Papua di mata nasional dan internasional. Jadikan Papua dikenal karena kedamaiannya, semangat gotong royongnya, dan kemajuan masyarakatnya,” ujar Fatoni dengan nada penuh haru. Dalam kesempatan tersebut, Fatoni mengapresiasi suksesnya Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua pada 6 Agustus 2025, yang berjalan aman, tertib, dan lancar. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa masyarakat Papua semakin matang dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai demokrasi. “Keberhasilan PSU ini membuktikan bahwa Papua telah dewasa dalam berdemokrasi dan patut dibanggakan,” tegasnya. Fatoni juga menegaskan bahwa pelaksanaan demokrasi yang damai di Papua adalah hasil kerja keras semua pihak—baik penyelenggara, aparat keamanan, tokoh adat, hingga masyarakat sipil yang memilih untuk menolak konflik dan menjunjung persatuan. Selain keberhasilan politik, Fatoni menyoroti pertumbuhan ekonomi Papua yang semakin positif dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyampaikan bahwa selama masa kepemimpinannya, telah tumbuh lebih dari 7.000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai kabupaten/kota di Papua. Pertumbuhan ini mencerminkan semangat kemandirian ekonomi masyarakat serta meningkatnya partisipasi perempuan dan pemuda dalam sektor wirausaha. “Ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat Papua mampu berdiri di atas kaki sendiri. Kita bisa mandiri secara ekonomi, dengan tetap berakar pada budaya dan nilai-nilai lokal,” ujar Fatoni. Menutup sambutannya, Fatoni menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama bertugas, serta ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, dan masyarakat yang telah bekerja sama menjaga Papua tetap kondusif. “Saya mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelayanan dan kepemimpinan saya. Terima kasih atas dukungan dan kerja sama selama ini. Yakinlah, walaupun kami tidak di Papua, kami akan tetap berbuat untuk Papua,” tutupnya disambut tepuk tangan meriah hadirin. Suasana menjadi penuh haru ketika masyarakat menyerahkan cenderamata adat dan tarian penghormatan sebagai bentuk terima kasih atas pengabdiannya. Banyak yang menilai, kepemimpinan Fatoni meninggalkan kesan mendalam karena mengedepankan pendekatan humanis, kolaboratif, dan transparan. Acara Pesta Rakyat ini dihadiri oleh ribuan warga Papua, pejabat pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, perwakilan organisasi masyarakat, serta unsur Forkopimda. Mereka datang tidak hanya untuk merayakan momentum pelantikan pemimpin baru, tetapi juga memberikan penghargaan kepada Agus Fatoni atas dedikasinya menjaga stabilitas politik dan sosial di Papua selama masa jabatannya. Banyak pihak berharap semangat yang ditinggalkan Fatoni dapat menjadi inspirasi bagi kepemimpinan berikutnya. “Pak Fatoni memberi contoh bahwa memimpin Papua harus dengan hati, dengan pendekatan budaya, dan dengan ketulusan,” ujar salah satu tokoh adat dari wilayah Meepago. Penulis: JidEditor: GF 01 Nov 2025, 19:29 WIT
Gelar Simulasi Quick Response Call Center 110, Polresta Ambon: Jamin Pelayanan Cepat dan Tepat Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Ambon dan Pulau-Pulau Lease terus memperkuat kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satu upaya nyata diwujudkan melalui kegiatan simulasi Quick Response Call Center 110, yang digelar di lapangan apel Mapolresta Ambon, Sabtu (1/11/2025).Simulasi tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan personel kepolisian dalam merespons cepat setiap laporan masyarakat terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh para pejabat utama Polresta Ambon dan melibatkan berbagai satuan fungsi, mulai dari SPKT, Samapta, Reskrim, Lalu Lintas, Intelkam, hingga perwakilan Polsek jajaran.Dalam latihan tersebut, personel melaksanakan tiga skenario penanganan, masing-masing menggambarkan kejadian kecelakaan lalu lintas tunggal, tindak pidana pencurian dengan kekerasan (begal), dan situasi kontijensi berupa kerusuhan massa.Pada skenario pertama, diceritakan terjadinya kecelakaan tunggal di salah satu ruas jalan Kota Ambon. Warga yang menyaksikan peristiwa itu segera melapor melalui layanan darurat Call Center 110. Operator kemudian meneruskan informasi ke perwira siaga dan Pamapta untuk menyiagakan personel dan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti ambulans dan petugas medis.Setibanya di lokasi, petugas gabungan dari Satlantas, Samapta, Polsek, dan Bhabinkamtibmas melakukan olah TKP, pengamanan area, hingga evakuasi korban ke rumah sakit.Skenario kedua memperagakan aksi pembegalan di kawasan padat penduduk. Setelah laporan masuk ke Call Center 110, petugas segera mengoordinasikan langkah cepat dengan mengerahkan tim gabungan dari Polsek, Samapta, Reskrim, Intelkam, dan Lantas. Tim melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan mengevakuasi korban untuk mendapatkan pertolongan medis.Sementara skenario ketiga menggambarkan situasi rusuh massa antar dua kelompok warga. Laporan masyarakat yang diterima 110 langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan Bhabinkamtibmas dan Satsamapta ke lokasi untuk melerai dan mengendalikan massa. Di waktu bersamaan, Intelkam melakukan pengumpulan informasi dan membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat guna mencegah eskalasi, sementara Satreskrim melakukan olah TKP dibantu satuan fungsi lainnya.Kapolresta Ambon menegaskan bahwa kegiatan simulasi ini merupakan bagian penting dari komitmen Polresta Ambon dalam memastikan pelayanan publik berbasis teknologi berjalan optimal.“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kesiapan Polresta Ambon dalam memberikan pelayanan cepat, profesional, dan humanis kepada masyarakat. Simulasi ini juga menjadi bagian dari evaluasi internal untuk memastikan seluruh personel mampu bergerak cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi setiap kejadian darurat di lapangan,” ujar Kapolresta.Melalui kegiatan simulasi ini, Polresta Ambon juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya Call Center 110 sebagai saluran resmi laporan darurat kepolisian. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu kamtibmas di wilayahnya.“Kami berharap masyarakat semakin memahami fungsi layanan darurat 110, sekaligus mendukung peran kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kota Ambon dan sekitarnya,” pungkas Kapolresta.Simulasi layanan Call Center 110 yang dilaksanakan Polresta Ambon menjadi bukti nyata transformasi digital di tubuh Polri. Dengan sistem pelaporan cepat, koordinasi lintas fungsi yang solid, serta keterlibatan aktif masyarakat, sinergi keamanan publik di Maluku terus mengarah pada pelayanan kepolisian yang lebih modern, responsif, dan terpercaya. PNO-12 01 Nov 2025, 18:44 WIT
Siswa Diktuk Bintara Polri Gelar Baksos Bersama Siswa SMP Xaverius di Gereja Santo Yosep Passo Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam semangat menjadikan Polisi yang Humanis, dekat dan bersahabat dengan masyarakat, siswa Diktuk Bintara Polri Angkatan 53 SPN Polda Maluku melaksanakan kegiatan bhakti sosial, berbaur dengan siswa SMP Xaverius di Gereja Katolik Santo Yosep, Passo, Kota Ambon, Jumat (31/10/2025).Bhakti sosial (baksos) yang dilaksanakan tersebut juga merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sejak masa pendidikan.Selain baksos di Gereja Santo Yosep, kegiatan yang dihelat tersebut juga dirangkai dengan program Police Goes To School di SMP Xaverius, untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para pelajar.Aksi sosial yang dilaksanakan dipimpin oleh Komandan Kompi Pengasuh SPN Polda Maluku, IPTU Romeo Pentury, S.H. Dalam kegiatan di SMP Xaverius, para siswa bintara berbaur dengan pelajar sekolah, bercerita, bercanda, dan bersenda gurau. "Kami berbaur bersama anak-anak sekolah dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Interaksi yang hangat ini mencerminkan kedekatan antara calon anggota Polri dengan masyarakat, khususnya generasi muda," kata Iptu Romeo.Kegiatan yang dilaksanakan tersebut, lanjut Romeo, menjadi pengalaman berharga bagi siswa Diktuk Bintara Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sejak dini.“Kami belajar menjadi sahabat bagi masyarakat, berinteraksi dengan adik-adik sekolah, dan menumbuhkan rasa empati serta semangat kebersamaan,” ujarnya.Kegiatan baksos dan police goes to school diapresiasi oleh Kepala SMP Xaverius Passo, Henrika Ohoiwirin. Ia juga menyampaika terima kasih atas kunjungan para siswa bintara. "Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan, karena memberikan dampak positif dan menumbuhkan citra Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat," jelasnya.Usai kegiatan di sekolah, para siswa Diktuk Bintara melanjutkan aksi sosial di Gereja Katolik Santo Yosep Paso. Dalam kegiatan Polisi Sahabat Masyarakat ini, mereka melaksanakan pembersihan lingkungan gereja bersama pihak pengurus dan jemaat setempat. Kegiatan dilakukan dengan semangat gotong royong dan kebersamaan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan tempat ibadah dan lingkungan masyarakat.Kepala SPN Polda Maluku Kombes Pol Romi Agusriansyah,S.I.K, menegaskan kegiatan ini merupakan wujud pembinaan karakter bagi para siswa agar menjadi anggota Polri yang humanis dan peduli terhadap masyarakat.“Polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi juga sahabat bagi masyarakat. Melalui kegiatan sosial seperti ini, para siswa belajar menanamkan nilai empati, gotong royong, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.Program ini menjadi bagian dari komitmen SPN Polda Maluku dalam membentuk personel Polri yang berintegritas, profesional, serta selalu hadir sebagai sahabat dan pelindung masyarakat. PNO-12 01 Nov 2025, 18:36 WIT
Kapolda Maluku Tinjau Pembangunan Gedung SPPG Polres Maluku Tengah Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si melaksanakan peninjauan pembangunan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Polres Maluku Tengah, Jumat (31/10/2025) pukul 16.10 WIT.Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kapolda Maluku di wilayah hukum Polres Maluku Tengah, sekaligus bentuk nyata dukungan Polri terhadap program prioritas pemerintah pusat dalam bidang kesehatan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) anak bangsa.Dalam peninjauan tersebut Kapolda didampingi langsung oleh Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H. Turut hadir Karo Log, Dir Intelkam, Dir Binmas, Dir Pamobvit, Dir Lantas, Korspripim, Kapolres Maluku Tengah, Wakapolres Maluku Tengah, Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Maluku, serta Pejabat Utama Polres Maluku Tengah.Dalam arahannya, Kapolda Maluku menyampaikan, pembangunan Gedung SPPG merupakan langkah konkret Polri dalam mendukung Program Asta Cita Pemerintah Pusat, khususnya pada sektor peningkatan kesehatan masyarakat dan kualitas SDM anak bangsa.Kapolda menegaskan, Polri bukan hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.“SPPG ini merupakan langkah nyata Polri dalam mendukung penuh program prioritas pemerintah pusat dalam menciptakan kesehatan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia anak bangsa. Pembangunan ini adalah bagian dari pengabdian kita untuk masa depan generasi muda Indonesia,” ungkap Kapolda.Lebih lanjut, Kapolda menjelaskan, pembangunan SPPG dilaksanakan secara bertahap pada seluruh jajaran Polres di wilayah Polda Maluku, sebagai bentuk keseriusan institusi dalam memastikan pelayanan Polri tidak hanya menyentuh aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan dan sosial masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Maluku meninjau langsung progres pembangunan di lapangan. Ia memberikan arahan agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai dengan standar teknis, kualitas mutu, dan perencanaan yang telah ditetapkan.“Saya minta agar pembangunan Gedung SPPG ini benar-benar diperhatikan dengan baik. Pembangunan harus mengikuti standar mutu, sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. Jangan terburu-buru menyelesaikan pekerjaan yang justru menurunkan kualitas bangunan,” tegasnya.Kapolda juga menekankan kepada Kapolres Maluku Tengah untuk melakukan pengawasan melekat terhadap setiap tahapan pembangunan, mulai dari proses awal hingga penyelesaian akhir. Hal ini penting agar hasil yang dicapai dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.“Pastikan setiap tahap pembangunan berjalan sesuai standar dan terkontrol dengan baik. Kapolres agar terus memantau progresnya. Kita ingin SPPG ini bukan hanya selesai dibangun, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan layak digunakan dalam jangka panjang,” pesan Kapolda.Kapolda juga menegaskan, Polri berkomitmen penuh mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan kesehatan anak bangsa melalui pembangunan SPPG. Ia menyebutkan SPPG Polres merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap tumbuh kembang generasi penerus, agar menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.“SPPG ini bukan untuk anggota Polri, tetapi untuk masyarakat, khususnya bagi anak-anak kita, generasi penerus bangsa. Polri ingin hadir dan berkontribusi langsung terhadap masa depan mereka, melalui peningkatan kesehatan dan pemenuhan gizi yang memadai,” ujar Kapolda.Lebih jauh, Kapolda menjelaskan, keberadaan SPPG di jajaran Polres akan menjadi sarana edukatif dan sosial, di mana masyarakat dapat memperoleh layanan dan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang serta pola hidup sehat. Hal ini diharapkan mampu mendukung program pemerintah menuju Indonesia Sehat 2045.“SPPG adalah wujud nyata Polri yang peduli dan hadir untuk masyarakat. Melalui program ini, kita berkontribusi aktif dalam menyiapkan generasi emas Indonesia yang sehat, tangguh, dan berkarakter,” tutup Kapolda. PNO-12 01 Nov 2025, 18:28 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT