Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Festival UMKM Meriahkan HUT Mimika ke-29: Hadirkan Ratusan Pelaku Usaha
Papuanewsonline.com, Mimika –
Kabupaten Mimika bersiap merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 dengan cara
berbeda dan penuh makna. Tahun ini, Festival UMKM dan Pameran Produk Lokal akan
menjadi daya tarik utama perayaan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga
hari, mulai 6 hingga 8 Oktober 2025, dengan menghadirkan ratusan pelaku usaha
dari berbagai sektor. Acara yang digagas oleh Dinas
Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika bekerja sama dengan TIFA Creative ini tidak
hanya sekadar pesta perayaan, melainkan juga menjadi wadah strategis dalam
memperkuat ekonomi kerakyatan, mengembangkan potensi lokal, serta memperkokoh
semangat kebersamaan di bawah tagline “Mimika Rumah Kita” dan semboyan “Eme
Neme Yauware”. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM
Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, menegaskan bahwa festival ini merupakan bagian
dari visi dan misi Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong dalam
memperkuat peran UMKM. “Kegiatan ini bukan sekadar
pameran, melainkan ruang promosi, pengembangan, sekaligus wadah pertemuan
antara pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas. Kami ingin UMKM Mimika naik
kelas,” ujar Samuel saat konferensi pers di Pasar Sentral Mimika, Selasa
(23/9/2025). Festival ini akan melibatkan sekitar
400 pelaku UMKM dari berbagai bidang, mulai dari kuliner, kerajinan tangan,
fashion, hingga industri kreatif. Tak ketinggalan, pengusaha lokal Amungme dan
Kamoro serta perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UMKM turut
berpartisipasi, menandai skala besar dan luasnya jangkauan acara ini. Salah satu momen istimewa yang
akan mewarnai festival adalah penyerahan 500 sertifikat UNESCO kepada mama-mama
Papua pengrajin noken. Noken, yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia,
menjadi simbol ketahanan dan kreativitas perempuan Papua dalam menopang ekonomi
keluarga. “Ini bukan sekadar seremoni,
tetapi bentuk penghargaan internasional yang dihadirkan langsung untuk
masyarakat Mimika, khususnya mama-mama Papua yang selama ini menjadi tulang
punggung ekonomi keluarga,” tambah Samuel. Founder TIFA Creative, Alfo Smith,
menyebut festival ini sebagai pesta rakyat yang benar-benar inklusif. Tidak
hanya menampilkan produk UMKM, tetapi juga menghadirkan hiburan yang kaya akan
nuansa seni dan budaya lokal. “Seniman Mimika akan menjadi
pengisi utama, dari musik tradisional hingga seni kontemporer. Kami ingin
memastikan festival ini tidak hanya memberi ruang usaha, tetapi juga ruang
ekspresi budaya,” jelasnya. Pemerintah daerah berharap
festival ini dapat menjadi titik balik bagi UMKM Mimika agar mampu berkembang
lebih jauh, menembus pasar nasional hingga internasional, sembari tetap
mengakar pada identitas budaya lokal. Penulis: Jid Editor: GF
24 Sep 2025, 04:19 WIT
Pemkab Mimika Perkuat TP3S Lewat Kolaborasi Multi Pihak: Upaya Konkret Turunkan Stunting Menuju Gene
Papuanewsonline.com, Mimika –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika kembali menunjukkan keseriusannya dalam
mengatasi persoalan stunting yang masih menjadi tantangan pembangunan sumber
daya manusia (SDM). Melalui penguatan Tim Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan
Stunting (TP3S), Pemkab Mimika menggelar rapat koordinasi sekaligus peningkatan
kapasitas terkait simulasi analisa data bina bangda, yang berlangsung di Hotel
Horison Diana, Selasa (24/9/2025). Acara ini dibuka langsung oleh Wakil
Bupati Mimika, Emanuel Kemong, dan dihadiri berbagai pihak penting, antara lain
pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan PT Freeport Indonesia
(PTFI), YPMAK, Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI), serta project PASTI-Papua. Rapat koordinasi ini tidak hanya
menjadi ajang diskusi, tetapi juga bertujuan meningkatkan kemampuan TP3S dalam
menganalisis data hingga ke tingkat distrik. Dengan data yang akurat dan
terukur, intervensi penurunan stunting dapat lebih tepat sasaran. Selain itu,
kegiatan ini memperkuat koordinasi lintas sektor dan mendorong kolaborasi yang
lebih erat antar stakeholder. “Kabupaten Mimika telah membentuk
TP3S untuk memastikan keterpaduan intervensi yang dilaksanakan lintas sektor.
Tim ini bertugas menyusun rencana aksi, memantau pelaksanaan, hingga memastikan
setiap langkah benar-benar memberikan dampak nyata,” ungkap Emanuel Kemong
dalam sambutannya. Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan
angka stunting hingga 14,4 persen pada tahun 2029 dan menekan angka tersebut
sampai 5 persen pada 2045 untuk menyongsong Generasi Emas Indonesia. Kabupaten
Mimika turut berkomitmen menjadi bagian dari pencapaian target tersebut. Emanuel mengakui bahwa tantangan
di lapangan masih banyak, mulai dari keterbatasan akses layanan kesehatan,
rendahnya kesadaran gizi, hingga masalah sanitasi. Namun, ia optimis bahwa semangat
kebersamaan dan gotong royong akan menjadi modal penting untuk menekan angka
stunting di Mimika. Kehadiran berbagai mitra
pembangunan seperti WVI, PTFI, dan YPMAK dinilai menjadi kekuatan besar dalam
mempercepat pencapaian target penurunan stunting. Dengan dukungan dana,
pendampingan teknis, serta penguatan kapasitas, sinergi lintas pihak ini
diharapkan mampu memperluas jangkauan program hingga pelosok Mimika. “Kerjasama multi pihak ini harus
terus dijaga. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dan kehadiran mitra
pembangunan menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap masa depan anak-anak Mimika
adalah tanggung jawab bersama,” tambah Emanuel. Penulis: Abim Editor: GF
24 Sep 2025, 04:16 WIT
Pemkab Mimika Bentuk Bank Sampah di Kelurahan: Warga Bisa Jual Langsung dan Dapat Uang Tunai
Papuanewsonline.com, Mimika –
Sampah kini bukan lagi sekadar masalah lingkungan, melainkan bisa menjadi
sumber penghasilan baru bagi warga Mimika. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika
di bawah kepemimpinan Bupati Johannes Rettob resmi meluncurkan program Bank
Sampah, yang dalam tahap awal akan dibentuk di 11 kelurahan di Distrik Mimika
Baru. Program ini menghadirkan
paradigma baru: masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi bisa menjualnya
dan memperoleh uang tunai. “Pemkab mulai melakukan perubahan
pemikiran terhadap sampah. Kita harus buat sampah jadi uang,” tegas Bupati
Johannes Rettob saat memberikan keterangan di Mimika, Selasa (23/9/2025). Untuk merealisasikan program ini,
Pemkab Mimika telah menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI) dan para lurah di
Distrik Mimika Baru. Pertemuan resmi dilakukan untuk menyepakati mekanisme
pembelian sampah dari masyarakat. “Kita sudah rapatkan bersama, dan
diputuskan berapa harga beli sampah dari masyarakat. Semua sudah disepakati,
sehingga ke depan warga tidak bingung lagi bagaimana sistemnya,” jelas Bupati. Bank sampah di 11 kelurahan
nantinya akan dibantu oleh agen-agen bank sampah di tingkat lingkungan yang
lebih kecil. Para agen ini berperan aktif menjemput sampah langsung dari
rumah-rumah warga, sehingga masyarakat tidak kesulitan menyalurkan sampah yang
masih memiliki nilai ekonomi. Selain itu, program bank sampah
ini juga akan disosialisasikan secara luas, termasuk ke sekolah-sekolah. Dengan
begitu, generasi muda Mimika dapat memahami sejak dini pentingnya mengelola
sampah secara bijak sekaligus mendapatkan manfaat ekonominya. “Melalui bank sampah, kami ingin
masyarakat sadar bahwa sampah memiliki nilai. Ini juga salah satu cara kita
mendidik warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan,” tambah Bupati
Rettob. Program bank sampah diproyeksikan
memberi manfaat ganda. Dari sisi lingkungan, tumpukan sampah di jalan-jalan dan
pemukiman bisa berkurang drastis. Dari sisi ekonomi, warga dapat memperoleh
penghasilan tambahan dari hasil penjualan sampah anorganik seperti plastik,
botol, atau kardus. Langkah ini diharapkan mampu
menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih, sekaligus mendukung gerakan
nasional pengurangan sampah. Penulis: Abim Editor: GF
24 Sep 2025, 04:04 WIT
Kopi Papua Semakin Mendunia: Pj Gubernur Dorong Optimalisasi Potensi Ekonomi
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Aroma kopi khas Papua menyeruak memenuhi udara Jayapura saat Festival Kopi
(Feskop) Papua ke-8 resmi dibuka, Sabtu (20/9/2025). Acara yang digelar oleh
Bank Indonesia ini bukan sekadar perayaan cita rasa, melainkan momentum penting
untuk menjadikan kopi Papua sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus
duta budaya di kancah global. Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus
Fatoni, hadir langsung dalam festival yang berlangsung hingga 22 September
tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa kopi Papua memiliki potensi
besar untuk terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas, produksi, maupun
pemasaran internasional. “Kopi Papua semakin diminati,
bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Ciri khasnya yang ditanam di
dataran tinggi tanpa bahan kimia menjadikan cita rasanya unik dan digemari
banyak kalangan. Ini potensi ekonomi yang tidak boleh kita sia-siakan,” ujar
Agus Fatoni sambil menikmati secangkir kopi hasil olahan petani lokal. Feskop Papua tahun ini membidik penjualan
hingga Rp1,2 miliar dengan target 33.000 pengunjung. Transaksi digital
menggunakan QRIS diproyeksikan mencapai Rp800 juta, sebuah capaian yang
mencerminkan modernisasi sistem pembayaran di sektor UMKM kopi. Lebih jauh, acara ini juga
membuka peluang kerjasama bisnis internasional dengan tiga negara besar: Tiongkok,
Amerika Serikat, dan Arab Saudi. Jika berhasil, langkah ini akan memperluas
pasar kopi Papua, sekaligus meningkatkan devisa dan kesejahteraan petani lokal. Meski permintaan terus meningkat,
Pj Gubernur Agus Fatoni mengingatkan bahwa ada tantangan besar yang harus
segera dijawab, terutama terkait ketersediaan produksi yang masih terbatas. “Permintaan kopi Papua tinggi,
bahkan rata-rata konsumsi di Papua sendiri mencapai 18.000 gelas per hari. Ini
tantangan besar bagi kita: bagaimana meningkatkan produktivitas tanpa
mengorbankan kualitas dan keaslian cita rasa kopi Papua,” tambahnya. Kepala Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Papua, Faturachman, turut menekankan pentingnya strategi pengembangan
kopi secara menyeluruh. Menurutnya, perlu ada sinergi dalam aspek peningkatan
produktivitas, kualitas, penguatan SDM petani, hingga dukungan pembiayaan yang
berkelanjutan. “Kami mendorong agar kopi Papua
tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga benar-benar menjadi
penggerak ekonomi yang berkesinambungan bagi masyarakat, khususnya para petani
kopi di dataran tinggi,” jelas Faturachman. Festival kopi yang sarat edukasi,
hiburan, dan transaksi ini diharapkan mampu menciptakan multiplier effect, dari
peningkatan daya saing produk hingga pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Kopi
Papua bukan sekadar komoditas, melainkan identitas dan kebanggaan yang harus
dijaga bersama. Penulis: Jid Editor: GF
24 Sep 2025, 04:01 WIT
Pemkab Mimika Salurkan Bantuan Sembako Rp7,9 Miliar untuk 5.600 KK di Pesisir dan Pinggiran Kota
Papuanewsonline.com, Mimika –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus memperkuat komitmen dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terbaru, Pemkab Mimika menyalurkan bantuan
sembako senilai Rp7,9 miliar yang diperuntukkan bagi 5.600 kepala keluarga (KK)
di 10 distrik wilayah pesisir dan pinggiran kota. Penyerahan bantuan secara
simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, di halaman
Kantor Distrik Kuala Kencana, Selasa (23/9/25). Ratusan warga tampak hadir
menyaksikan prosesi penyerahan yang penuh keakraban tersebut. Bantuan yang bersumber dari Dana
Otonomi Khusus (Otsus) itu terdiri dari kebutuhan pokok masyarakat, yakni
beras, gula pasir, susu, minyak goreng, hingga telur. Pendistribusian sembako
dilakukan secara bertahap oleh dinas terkait bersama aparat distrik agar tepat
sasaran. Distrik penerima bantuan meliputi
Wania, Kuala Kencana, Kwamki Narama, Iwaka, Mimika Timur, Mimika Tengah, Mimika
Barat, Amar, Mimika Barat Tengah, dan Jita. “Bantuan ini kami prioritaskan
bagi warga di sekitar pesisir dan pinggiran kota. Tahun depan, masyarakat di
wilayah pegunungan juga akan mendapat giliran, sehingga pemerataan bantuan bisa
lebih menyeluruh,” jelas Bupati Johannes. Bupati menambahkan, angka
kemiskinan di Mimika berhasil ditekan hingga 50 persen dalam beberapa tahun
terakhir, salah satunya berkat program bantuan sosial seperti ini. “Sebenarnya, target kita sama
seperti tahun lalu, yaitu menyentuh 21 ribu kepala keluarga. Namun karena
keterbatasan anggaran, tahun ini kita salurkan untuk 10 ribu KK sesuai data.
Meski begitu, angka kemiskinan sudah turun drastis,” ungkap Johannes. Ia juga menyoroti fenomena
menarik di tengah masyarakat, di mana sebagian warga enggan disebut miskin saat
pendataan resmi, tetapi mengaku miskin ketika pembagian bantuan berlangsung.
“Hal ini menjadi tantangan kita bersama untuk memperbaiki sistem pendataan agar
lebih valid,” tambahnya. Sebelum program bantuan sembako
berbasis Otsus ini, Pemkab Mimika juga telah menyalurkan bantuan sosial untuk
18 distrik lainnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun
2025. Dengan demikian, hampir seluruh wilayah Mimika mendapatkan perhatian dan
dukungan dari pemerintah daerah. Bupati berharap bantuan ini
benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, bukan dijual kembali. Ia
juga mengimbau warga agar terus mendukung program pembangunan pemerintah dalam
bidang sosial, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Penulis: Jid Editor: GF
24 Sep 2025, 03:58 WIT
Skandal Perselingkuhan Oknum Dokter ASN di Ambon Gegerkan Publik
Papuanewsonline.com, Ambon –
Dunia Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Ambon kembali diguncang isu tak
sedap. Seorang dokter umum berinisial SS (33) yang bertugas di Puskesmas
Waihoka, terlibat perselingkuhan dengan pria lain hingga akhirnya dipergoki
oleh suaminya sendiri, AT (33). Kasus ini sontak menjadi
perhatian publik lantaran SS adalah seorang ASN yang seharusnya menjaga
integritas dan profesionalisme, baik di ranah pekerjaan maupun kehidupan
pribadi. AT, suami sah dari SS,
mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap tindakan istrinya. Ia menyebut
perselingkuhan ini bukan hanya aib rumah tangga, tetapi juga telah mencoreng
nama baik keluarga serta institusi tempat SS mengabdi. “Saya sangat geram. Ini tidak
bisa dianggap persoalan pribadi semata, karena istri saya adalah seorang ASN
yang wajib menjaga nama baik institusi. Saya minta ada proses disiplin tegas
sesuai aturan yang berlaku,” tegas AT. Kemarahan AT memuncak ketika ia
mengetahui SS dan pria selingkuhannya terlihat mesra di sebuah rumah makan
kawasan Wayame. Tak hanya itu, SS bahkan melakukan siaran langsung (live
streaming) di media sosial Facebook hingga larut malam bersama pria tersebut,
tanpa kembali ke rumah. Merasa dipermalukan, AT langsung
mendatangi kediaman orang tua SS pada dini hari, menuntut pertanggungjawaban
sekaligus meminta proses hukum dan disiplin ASN segera dijalankan. Dalam aturan disiplin ASN,
pelanggaran kode etik, terutama yang menyangkut perbuatan tercela, bisa
berakibat fatal. Sanksinya tidak main-main, mulai dari penundaan kenaikan
pangkat hingga pemecatan dan larangan menduduki jabatan publik. Pihak terkait menyatakan bahwa
kasus ini akan dibawa ke proses investigasi dan sidang kepegawaian untuk
menentukan hukuman yang sesuai. Proses ini diharapkan tidak hanya memberi
keadilan bagi suami SS, tetapi juga menjadi pelajaran bagi ASN lain agar tidak
melakukan tindakan serupa. Kasus perselingkuhan ini langsung
menyita perhatian masyarakat Kota Ambon. Banyak pihak menilai bahwa seorang
ASN, terlebih dokter yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seharusnya
memberi contoh teladan, bukan sebaliknya. “ASN itu abdi negara. Kalau
moralnya bermasalah, bagaimana bisa dipercaya publik?” ujar salah satu warga
yang enggan disebutkan namanya. Kasus SS menjadi cermin bahwa
pembinaan moral dan etika ASN perlu diperkuat. Aparatur Sipil Negara bukan
hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga menjaga
martabat dan kepercayaan publik di luar jam kerja.(GF)
24 Sep 2025, 03:46 WIT
Eks Mantri BRI Ambon Ditahan Kejati Maluku Usai Terseret Kasus Korupsi Kredit Fiktif
Papuanewsonline.com, Ambon –
Kasus korupsi kembali mencoreng dunia perbankan di Maluku. Fitria Juniarty,
mantan Mantri Kupedes pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Ambon, resmi
ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku dalam dugaan
tindak pidana korupsi pengelolaan fasilitas kredit. Tersangka langsung ditahan di Lapas
Perempuan Kelas III Ambon untuk masa penahanan 20 hari, terhitung sejak 22
September hingga 11 Oktober 2025. Penetapan status tersangka dilakukan setelah
penyidik Kejati Maluku melakukan pemeriksaan intensif selama kurang lebih lima
jam. Menurut keterangan resmi Kejati
Maluku, Fitria menggunakan dua modus operandi dalam aksinya, yakni “Kredit
Topengan” dan “Kredit Tampilan”. Dalam modus “Kredit Topengan”,
tersangka memanfaatkan identitas nasabah tanpa sepengetahuan mereka untuk
mengajukan kredit KUR, KUPRA, maupun Kupedes. Sementara dalam modus “Kredit
Tampilan”, tersangka menggelembungkan nilai plafon kredit KUR dan KUPRA jauh di
atas kebutuhan sebenarnya yang diajukan 11 calon debitur. “Dari hasil pencairan kredit,
sebagian dana senilai Rp 271.730.180 dipergunakan tersangka untuk kepentingan
pribadi. Total kerugian keuangan negara akibat perbuatan ini mencapai Rp
1.975.257.330, berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI
Perwakilan Maluku,” ungkap sumber Kejati Maluku. Kepala Kejati Maluku menegaskan
bahwa penahanan ini dilakukan demi kepentingan penyidikan serta untuk mencegah
tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, maupun mengulangi
perbuatannya. “Kami akan terus mendalami perkara ini, termasuk kemungkinan
adanya pihak lain yang ikut terlibat,” tegasnya. Kasus ini menjadi sorotan publik,
mengingat perbankan adalah sektor vital yang dipercaya masyarakat dalam
mengelola dana. Penahanan Fitria diharapkan menjadi efek jera bagi aparat atau
pihak lain yang berniat melakukan penyalahgunaan fasilitas kredit serupa. Pihak Kejati juga berkomitmen
untuk menuntaskan kasus ini secara transparan, sekaligus memperkuat upaya
pemberantasan korupsi di Maluku.(GF)
23 Sep 2025, 23:40 WIT
KKB Pimpinan Elkius Kobak Beraksi di Asmat: Warga Ditembak Mati, Rumah Dibakar
Papuanewsonline.com, Asmat – Aksi
kekerasan kembali dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua
Selatan. Kali ini, kelompok yang diduga dipimpin Elkius Kobak menyerang Kampung
Ulakin, Distrik Kolf Braza, Kabupaten Asmat, pada Minggu (21/9/2025) sekitar
pukul 06.30 WIT. Berdasarkan laporan lapangan,
enam orang anggota KKB mendatangi kampung tersebut menggunakan perahu katinting.
Tanpa banyak bicara, mereka langsung melepaskan tembakan ke arah warga hingga
menewaskan Indra Guru Wardana (22). Tak berhenti di situ, KKB juga membakar
salah satu rumah warga, menimbulkan asap hitam pekat yang membuat kepanikan
semakin meluas. Kapendam XXIV/Mandala Trikora,
Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, membenarkan peristiwa ini. Ia menyebutkan bahwa
aparat keamanan telah bergerak cepat dengan mengerahkan Satgas Damai Cartenz
untuk mengusut tuntas penembakan dan pembakaran rumah tersebut. “Benar, telah terjadi penembakan
yang dilakukan KKB pimpinan Elkius Kobak hingga menewaskan seorang warga serta
pembakaran rumah di Kampung Ulakin. Saat ini aparat gabungan sedang melakukan
pengejaran terhadap para pelaku,” tegas Letkol Iwan. Menurut informasi, kejadian
tersebut membuat masyarakat sekitar trauma dan memilih mengungsi ke tempat yang
lebih aman. Pihak keamanan kini fokus pada pengamanan warga sipil, sekaligus
mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata. Hingga saat ini, aparat masih
melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif, mengidentifikasi
seluruh pelaku, serta memastikan jaringan KKB yang terlibat dalam aksi brutal
tersebut. “Kasus ini masih dalam proses
penyelidikan. Kami imbau masyarakat tetap waspada, jangan terprovokasi, dan
segera melapor apabila mengetahui pergerakan mencurigakan di sekitar lingkungan
mereka,” tambah Kapendam. Aksi kekerasan ini menambah
catatan panjang rentetan serangan KKB di Papua. Pemerintah bersama aparat
keamanan menegaskan tidak akan tinggal diam, dan akan terus melakukan
langkah-langkah strategis demi terciptanya keamanan serta kenyamanan bagi
seluruh masyarakat Papua.(GF)
23 Sep 2025, 23:19 WIT
Polda Sumut Bongkar Jaringan Sabu Internasional Kendali WNA, Dua Nelayan Ditangkap Bawa 13 Kg Sabu
Papuanewsonline.com, Labuhan Batu–
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Utara berhasil
membongkar jaringan narkoba antarnegara yang dikendalikan dari luar negeri.
Sebanyak 13 kilogram sabu diamankan dari tangan dua kurir yang berprofesi
sebagai nelayan asal Tanjungbalai. Kedua pelaku, berinisial TE (41)
dan AY (39), ditangkap saat melintas di Jalan Lintas Sumatera, Desa Siamporik,
Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara, pada 25 Agustus 2025.
Mereka dihentikan aparat setelah adanya informasi masyarakat yang melaporkan
adanya upaya penyelundupan sabu dari Tanjungbalai menuju Palembang. Direktur Reserse Narkoba Polda
Sumut, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan bahwa aksi penyelundupan
ini merupakan bagian dari jaringan besar yang dikendalikan seorang Warga Negara
Asing (WNA) berinisial RUD (DPO). Dalam operasinya, RUD memerintahkan IC (DPO
lain) untuk merekrut para nelayan lokal sebagai kurir. “Jadi, kedua DPO IC dan RUD
memiliki peran masing-masing. Mereka yang mengatur jalur dan merekrut kurir,
sementara barang masuk dari Malaysia. Untuk saat ini keduanya masih kita buru,”
tegas Calvijn, Selasa (23/9/2025). Lebih lanjut, Calvijn
mengungkapkan bahwa kedua nelayan tersebut dijanjikan upah sebesar Rp104 juta
bila berhasil mengantar sabu ke Palembang. Dari jumlah itu, mereka baru
menerima Rp10 juta sebagai biaya operasional. “Upah besar ini yang membuat para
kurir nekat mengambil risiko, meski taruhannya adalah hukum dan nyawa,”
tambahnya. Keberhasilan pengungkapan kasus
ini menurut Calvijn merupakan hasil dari join operation Ditresnarkoba Polda
Sumut bersama Polres Labuhan Batu. Polda Sumut berkomitmen terus melakukan
pemantauan ketat terhadap jalur darat, laut, maupun udara yang kerap
dimanfaatkan jaringan narkoba internasional untuk menyelundupkan barang haram
ke Indonesia. “Kami tidak akan memberi ruang
bagi para bandar maupun jaringan internasional. Pengungkapan ini menjadi bukti
komitmen kami dalam melindungi masyarakat Sumatera Utara dari bahaya narkoba,”
tandasnya. (GF)
23 Sep 2025, 16:56 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru