logo-website
Rabu, 11 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Hadiri Puncak Haul Buntet Pesantren, Kapolri: Peran Strategis Pesantren Bentuk Karakter Bangsa Papuanewsonline.com, Cirebon - Pondok Buntet Pesantren kembali meneguhkan dirinya sebagai salah satu pilar ketahanan moral dan pendidikan nasional melalui peringatan Puncak Haul Al-Marhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon 1447 H / 2025 M, yang digelar Sabtu malam (2/8).Kegiatan tahunan yang telah menjadi tradisi lintas generasi ini dihadiri oleh ribuan santri, alumni, tokoh ulama, serta pejabat negara, termasuk Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Kehadiran pucuk pimpinan kepolisian negara tersebut menjadi simbol penghormatan institusi negara terhadap warisan keilmuan, spiritualitas, dan peran sosial pesantren.Pondok Buntet Pesantren, yang berdiri sejak abad ke-18 oleh tokoh ulama Keraton Kanoman Cirebon, Kyai Muqoyim, dikenal sebagai pesantren yang mengintegrasikan pendidikan salaf dan modern. Lebih dari 65 pondok dan lembaga pendidikan formal berada di bawah naungan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet, menjadikannya salah satu lembaga pendidikan Islam paling komprehensif di Indonesia.Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, dan Ketua MPR RI H. A. Muzani turut hadir memberikan sambutan dalam acara yang sarat nilai spiritual dan nasionalisme ini. Dalam pengajiannya, KH. Marzuqi Mustamar menyampaikan pentingnya menjaga warisan keilmuan pesantren dan terus membumikan Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi.Lebih dari sekadar lembaga pendidikan, Pondok Buntet Pesantren hadir sebagai institusi penjaga nilai, pembentuk karakter bangsa, dan penyeimbang dalam kehidupan masyarakat. Kurikulum yang mengajarkan tafsir, hadits, fiqih, tasawuf, serta pendidikan umum dari TK hingga perguruan tinggi, menjadi bukti komitmen pesantren dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya alim, tetapi juga unggul dan kritis dalam menjawab tantangan zaman.Dalam sambutannya, Ketua YLPI Buntet Pesantren KH. Adib Rofiuddin Izza menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian dan dukungan nyata dari berbagai pihak, terutama Kapolri. “Terima kasih Pak Kapolri seluruh bantuannya, terima kasih, beliau berbaik hati,” ungkapnya disambut haru para hadirin. Ia juga menegaskan bahwa pesantren tidak mengharap apa pun selain keutuhan bangsa dan negara. “Kami di sini hanya menitipkan bangsa dan negara saja, tidak lebih dari itu,” ucapnya, menggetarkan suasana malam haul yang penuh kehangatan.Kehadiran Kapolri dalam puncak haul ini juga menjadi pengingat bahwa kolaborasi ulama dan umara (pemimpin) adalah kunci dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial. Pesantren menjadi mitra strategis negara dalam membina umat dan menangkal berbagai bentuk radikalisme serta disintegrasi moral.Dengan mengusung semangat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah, haul Pondok Buntet Pesantren 2025 bukan hanya menjadi refleksi masa lalu, tetapi juga proyeksi masa depan, tentang bagaimana pesantren tetap relevan, adaptif, dan menjadi pusat pencerahan di tengah perubahan zaman. PNO-12 05 Agu 2025, 10:28 WIT
Logistik PSU Papua Didistribusikan, Wamendagri Harap Berjalan Damai Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, secara resmi melepas distribusi logistik Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua di eks Terminal Entrop, Kota Jayapura. PSU ini merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menjadi bagian dari proses demokrasi di Papua. Dalam sambutannya, Wamendagri Ribka Haluk menekankan pentingnya pelaksanaan PSU yang penuh integritas dan tanggung jawab. "Pelaksanaan PSU di Papua memiliki arti strategis sebagai barometer demokrasi di wilayah timur Indonesia," ujarnya. Ribka Haluk mengapresiasi kolaborasi antara KPU, Bawaslu, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mempersiapkan PSU. "Dengan semangat gotong royong dan koordinasi lintas sektor, kita dapat menjadikan PSU ini bukan sekadar pengulangan, tetapi pembuktian bahwa Papua mampu menjadi teladan dalam menjaga martabat demokrasi," tegasnya. Wamendagri Ribka Haluk juga berpesan kepada KPU dan Bawaslu untuk menjalankan tugas dengan integritas, profesionalisme, dan keberanian moral, serta memastikan netralitas ASN. "Mari kita jaga proses ini dengan sebaik-baiknya. Jangan ada ruang bagi kesalahan, pelanggaran, manipulasi, maupun intimidasi selama pelaksanaan PSU," kata Wamendagri. Ia mengajak masyarakat Papua untuk berpartisipasi aktif dalam PSU dengan menggunakan hak pilih dengan bijak. "Mari kita datang ke TPS, gunakan hak pilih dengan bijak, dan tunjukkan bahwa masyarakat Provinsi Papua adalah masyarakat yang cerdas, cinta damai, dan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat," ucapnya. Wamendagri Ribka Haluk menyadari bahwa pelaksanaan PSU membutuhkan biaya dan waktu yang besar. "Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk PSU seharusnya bisa digunakan untuk membangun jalan, menyediakan air bersih, memperbaiki sekolah, dan meningkatkan layanan kesehatan. Ini soal tanggung jawab moral kita kepada masyarakat," tegasnya. (jidan)   05 Agu 2025, 01:43 WIT
ASN Papua Diminta Sukseskan PSU, Kobarkan Nasionalisme, dan Percepat Realisasi Anggaran Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berperan aktif dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan segera dilaksanakan. Hal ini disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, saat memimpin Apel Gabungan di halaman Kantor Gubernur Papua, Senin (4/8/25). Dalam amanatnya, Pj. Sekda menekankan bahwa partisipasi ASN dalam PSU adalah wujud tanggung jawab konstitusional sebagai warga Papua untuk memilih pemimpin yang akan memimpin provinsi ini selama lima tahun ke depan. "Partisipasi ASN adalah wujud tanggung jawab konstitusional sebagai warga Papua untuk memilih Pemimpin kita 5 Tahun ke depan," tegas Suzana Wanggai. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pj. Sekda juga mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengibarkan bendera merah putih dan umbul-umbul sebagai simbol semangat nasionalisme. "Walau terdapat keterbatasan anggaran, semangat nasionalisme harus tetap dinyatakan secara simbolik dan nyata," ungkapnya. Selain itu, Pj. Sekda mengingatkan pentingnya percepatan realisasi anggaran yang masih rendah, baru mencapai 43%. Dia meminta agar belanja dipercepat dan program disesuaikan dengan dinamika yang ada. "Jangan memaksakan kegiatan yang tidak memungkinkan. Fokus pada efisiensi dan efektivitas," jelasnya. Pj. Sekda juga menyoroti pengelolaan media sosial yang bijak. Dia menekankan bahwa ASN perlu mengelola akun media sosial secara profesional untuk mendukung citra positif pemerintah. Pj. Sekda meminta Dinas Komunikasi dan Informatika untuk terus melakukan pendampingan kepada seluruh SKPD terkait pengelolaan media sosial mereka. "Sebagai instansi teknis, Dinas Komunikasi dan Informatika diminta untuk terus melakukan pendampingan terhadap pengelola media sosial di seluruh SKPD," ujarnya. Di akhir amanatnya, Pj. Sekda mengajak ASN untuk menjaga kekompakan dan kolaborasi antar OPD, mengingat kerja kolaboratif adalah kunci kemajuan Papua. "Kerja kolaboratif adalah kunci kemajuan Papua," tutup Suzana Wanggai. Pj. Sekda juga menyampaikan rasa empati atas insiden kecelakaan yang dialami seorang ASN saat menuju apel dan menekankan pentingnya keselamatan berkendara. Sebagai bentuk perhatian, pagar halaman kantor sementara tidak ditutup. "Disiplin penting, tapi keselamatan jauh lebih utama," pungkasnya. (jidan)   05 Agu 2025, 01:38 WIT
Pj Gubernur Papua Tekankan Pentingnya Efisiensi Anggaran Papuanewsonline.com, Jayapura – Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan efisiensi anggaran melalui apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, yang digelar pada 4 Agustus 2025. Dalam arahannya, Pj Gubernur meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk memotong anggaran yang tidak esensial dan memfokuskan dana pada program-program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. “Kita harus melakukan efisiensi anggaran yang ketat. Banyak anggaran yang sebenarnya tidak begitu penting dan bisa dikurangi,” tegas Pj Gubernur dalam sambutannya. Fatoni mengungkapkan bahwa kondisi keterbatasan anggaran Pemerintah Provinsi Papua membuat efisiensi menjadi langkah yang sangat diperlukan. Dengan memangkas anggaran yang tidak prioritas, dana tersebut dapat dialihkan untuk membiayai program-program pembangunan yang lebih mendesak, seperti peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan infrastruktur, dan pengentasan kemiskinan. “Kita harus lebih fokus pada program-program yang berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Dalam kesempatan ini, Pj Gubernur juga menekankan pentingnya perencanaan anggaran yang lebih detail dan terukur. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan tidak akan ada pembengkakan anggaran dan pengalokasian dana akan lebih tepat sasaran. “Perencanaan anggaran harus lebih detail dan terukur sehingga tidak terjadi pembengkakan anggaran,” ujarnya. Pj Gubernur Fatoni juga menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah. Semua langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan akan digunakan secara efektif dan efisien demi kesejahteraan masyarakat Papua. Fatoni berharap seluruh ASN di Pemerintah Provinsi Papua dapat mendukung upaya efisiensi dan refocusing anggaran ini, agar pelayanan publik bisa meningkat, serta kesejahteraan masyarakat Papua dapat tercapai. “Saya berharap seluruh ASN dapat mendukung penuh upaya efisiensi anggaran ini demi kemajuan Papua,” pungkasnya. Dengan langkah efisiensi yang ketat, Pemerintah Provinsi Papua berharap dapat mengoptimalkan anggaran untuk pembangunan yang lebih berdampak nyata bagi masyarakat. (jidan)   05 Agu 2025, 01:31 WIT
Generasi Baru Penegak Hukum: 9 Bintara Muda Bergabung di Polres Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Polres Mimika resmi menerima sembilan personel Bintara Remaja (Bantara) Angkatan 52, yang seluruhnya merupakan putra daerah Timika. Mereka telah ditugaskan di Polres Mimika berdasarkan surat penugasan dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat kinerja Polres Mimika dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta menjalin hubungan yang lebih baik dengan warga lokal. Penyambutan para Bintara Remaja ini dilakukan dengan upacara tradisi yang berlangsung di Markas Polres Mile 32 pada Senin (04/08/2025). Upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menandai awal perjalanan mereka sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). "Hari ini kita laksanakan tradisi penyambutan untuk sembilan Bintara Remaja yang ditugaskan di Mimika," ungkap Kapolres Mimika dalam sambutannya. Prosesi penyambutan ini turut dihadiri oleh sejumlah anggota Polres Mimika dan masyarakat setempat. Kapolres Mimika menjelaskan bahwa setelah upacara penyambutan, para Bintara Remaja ini akan menjalani masa orientasi dan evaluasi awal di Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polres Mimika. Selama masa orientasi ini, para Bintara akan disesuaikan dengan tugas-tugas kepolisian serta lingkungan kerja di wilayah Mimika. "Penempatan nantinya tetap berada di wilayah hukum Polres Mimika. Saat ini mereka masih mengikuti orientasi terlebih dahulu, dan setelah itu penempatan definitif di berbagai unit kerja Polres Mimika akan diputuskan," jelas Kapolres. Masa orientasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tantangan dan kondisi kerja di wilayah hukum Polres Mimika, serta mempersiapkan para Bintara dalam menghadapi tugas-tugas mereka sebagai aparat penegak hukum. Kapolres juga menyampaikan harapannya agar sembilan Bintara Remaja Angkatan 52 ini bisa menjadi teladan bagi generasi muda Timika. Dengan semangat untuk mengabdi kepada negara melalui Polri, diharapkan mereka bisa memberikan contoh positif dalam menjalankan tugas kepolisian serta menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat. "Saya berharap para Bintara ini bisa menjadi contoh dan teladan bagi generasi muda Timika yang bercita-cita mengabdi kepada negara. Penugasan mereka juga menunjukkan komitmen Polri untuk memberdayakan sumber daya manusia lokal," tambah Kapolres. Polres Mimika sendiri menilai bahwa penugasan putra daerah ini sangat penting, karena mereka memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi dan budaya setempat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas tugas kepolisian serta mempererat hubungan antara aparat penegak hukum dan masyarakat Mimika. Kehadiran sembilan Bintara Remaja ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kepolisian di Kabupaten Mimika, yang kini memiliki berbagai tantangan dalam hal keamanan dan ketertiban. Dengan tambahan personel yang memiliki pemahaman lebih dalam tentang daerah mereka, diharapkan Polres Mimika dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Para Bintara Remaja ini juga menjadi simbol harapan baru bagi Polres Mimika dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga Kabupaten Mimika. Dengan semangat baru yang dibawa oleh para Bintara Remaja Angkatan 52, Polres Mimika terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat. (jidan)   05 Agu 2025, 01:24 WIT
Jabatan Tak Sesuai Pangkat? Bupati Mimika Minta ASN Segera Mundur Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob, memberikan peringatan tegas kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menduduki jabatan struktural di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) namun tidak sesuai dengan pangkatnya. Pernyataan ini disampaikan dalam apel gabungan yang berlangsung di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika pada Senin, 4 Agustus 2025. “Ini kami lagi coba ubah, coba tatakan setengah mati karena begitu banyak pejabat yang pangkatnya tidak memenuhi syarat tetapi menduduki jabatan sesuai dengan pangkatnya,” ujar Bupati Rettob, menegaskan pentingnya penyesuaian jabatan dan pangkat bagi kelancaran karier ASN. Menurut Bupati, ketidaksesuaian antara jabatan dan pangkat tidak hanya menghambat karier ASN yang bersangkutan, tetapi juga mempengaruhi sistem kepegawaian di Kabupaten Mimika secara keseluruhan. "Jabatan dan pangkat yang tidak sesuai akan menghambat perjalanan karir serta kepangkatan," tambahnya. Bupati Rettob juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya mengalami kesulitan dalam melakukan perombakan jabatan akibat adanya aturan baru dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengenai tata cara pelaksanaan mutasi pegawai. “Sesuai peraturan terbaru dari BKN, perombakan jabatan tidak bisa dilakukan dengan sembarangan karena dapat berisiko mengganggu sistem kepegawaian,” jelasnya. Untuk itu, Bupati memberikan pilihan tegas kepada ASN yang bersangkutan: mundur secara sukarela atau menghadapi dampak yang lebih buruk terhadap karier mereka di masa depan. "Jika tidak ada pengunduran diri, kami tidak bisa berbuat banyak, namun ini akan merugikan bapak ibu sendiri dan juga teman-teman lainnya," ungkapnya. Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan bahwa keputusan yang diambil sekarang akan menentukan masa depan karier ASN tersebut. "Mungkin ada yang tidak mau mundur karena mempertimbangkan tunjangan. Tapi, masa depan lebih penting dari tunjangan sesaat," tutupnya. (jidan) 04 Agu 2025, 16:56 WIT
Mimika Buka Lelang Jabatan Pratama: Kesempatan Emas untuk ASN Berkompeten Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika resmi membuka seleksi terbuka untuk mengisi 12 jabatan pimpinan tinggi pratama yang kosong. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam apel gabungan yang berlangsung di Kantor Pusat Pemerintahan SP 3 pada Senin (04/08/2025). Bupati Rettob mengungkapkan, "Kami telah membuka lelang jabatan pratama. Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki pangkat dan kualifikasi yang sesuai, kami mengundang Anda untuk mengikuti seleksi ini." Ini menjadi kesempatan emas bagi ASN yang memenuhi syarat untuk mendaftar dan berpartisipasi dalam seleksi terbuka yang sangat penting ini. Proses seleksi ini bertujuan untuk memilih pejabat yang tidak hanya kompeten tetapi juga mampu menjalankan tugas dengan efektif. Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan bahwa seleksi akan dilakukan dengan transparansi dan profesionalisme tinggi, memberikan keadilan bagi semua peserta. Bupati Rettob juga menambahkan bahwa evaluasi berkala akan dilakukan terhadap seluruh pejabat, baik yang terpilih melalui seleksi terbuka maupun yang ditunjuk langsung. "Kami akan terus melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas kinerja birokrasi di Kabupaten Mimika," tegasnya. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Rettob mengumumkan penunjukan pejabat sementara untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) yang kosong setelah pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun. Penunjukan serupa juga dilakukan untuk Kepala Inspektorat dan Kepala Dinas Sosial yang mengalami kekosongan jabatan. "Karena Sekda telah pensiun, hari ini saya tunjuk Pejabat (Pj) Sekda. Demikian juga untuk Inspektorat dan Dinas Sosial," ungkap Bupati Rettob, menjelaskan alasan di balik penunjukan pejabat sementara tersebut. Langkah ini diambil untuk mengisi kekosongan jabatan-jabatan strategis dan memperkuat struktur birokrasi Kabupaten Mimika. Dengan seleksi terbuka, diharapkan dapat terjaring calon-calon terbaik yang mampu memimpin dan mengembangkan Kabupaten Mimika ke arah yang lebih baik. (jidan) 04 Agu 2025, 16:47 WIT
Kapolres Mimika Perkuat Keamanan dengan Peresmian Dua Pos Peka Papuanewsonline.com, Timika – Dalam suasana malam yang penuh semangat kebersamaan, Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, S.I.K., M.H., meresmikan dua Pos Pelayanan Keamanan (Pos Peka) baru di Kelurahan Pasar Sentral, Kabupaten Mimika, Sabtu malam (2/8/25). Peresmian ini memperkuat komitmen Polres Mimika dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. “Dalam dua bulan terakhir, kami sudah meresmikan tujuh Pos Peka. Dua di antaranya malam ini: Pos Peka Gang Flora dan Pos Peka Sepakat,” ujar AKBP Billy dalam sambutannya. Pos Peka menjadi wujud nyata kemitraan strategis antara masyarakat dan aparat kepolisian untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Kapolres Mimika mengungkapkan bahwa luasnya wilayah Mimika dan keterbatasan jumlah personel menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu, Pos Peka hadir sebagai solusi partisipatif yang melibatkan peran aktif warga dalam pengawasan dan pengamanan lingkungan. “Pos Peka ini sangat membantu kami, karena Mimika ini wilayahnya luas, dan personel kami terbatas. Tapi dengan gotong-royong warga, kita bisa menjaga keamanan bersama,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Pos Peka tidak boleh hanya seremonial, tapi harus benar-benar diaktifkan, dirawat, dan dijaga oleh masyarakat. Pendirian Pos Peka juga dinilai strategis untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia. “Kita menginginkan perayaan HUT RI yang aman, nyaman, dan damai. Dengan Pos Peka ini, pengawasan lingkungan bisa lebih optimal,” lanjut Kapolres. Peresmian Pos Peka malam itu disambut antusias warga. Perwakilan masyarakat Gang Flora, Alif, mengaku bangga dan terharu atas perhatian Kapolres dan jajarannya. “Kami berterima kasih kepada Pak Kapolres dan semua yang terlibat. Pos Peka ini milik kita bersama, dan akan kami jaga,” ungkap Alif. Dengan kehadiran tujuh Pos Peka yang tersebar di berbagai titik strategis, Polres Mimika berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. (jidan)   03 Agu 2025, 17:39 WIT
Pj Gubernur Papua Ajak Masyarakat Supiori Jaga Kondusifitas Jelang PSU Papuanewsonline.com, Supiori – Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Supiori dalam rangka menyampaikan pesan penting jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang akan digelar pada 6 Agustus 2025. Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Bupati Supiori, Sabtu (2/8/25), Fatoni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi yang damai, aman, dan kondusif demi suksesnya PSU. "Mari kita jaga bersama iklim yang kondusif ini. Jangan biarkan perbedaan politik merusak tali persaudaraan. Kita jaga kedamaian, dan pilih pemimpin terbaik untuk Papua," ujar Agus Fatoni di hadapan jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Pj Gubernur juga memberikan apresiasi tinggi terhadap Kabupaten Supiori yang dinilai mampu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika politik yang sedang berlangsung. Dalam arahannya, Fatoni menekankan bahwa pemilihan umum merupakan hak demokratis rakyat yang hanya datang lima tahun sekali. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat tidak golput dan memanfaatkan hak suara sebaik-baiknya. "Jangan sia-siakan kesempatan ini. Tanggal 6 Agustus sudah ditetapkan sebagai hari libur. Gunakan waktu itu untuk datang ke TPS dan berpartisipasi aktif dalam menentukan masa depan Papua," tegasnya. Ia juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan – mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, tokoh agama, adat, dan masyarakat umum – untuk bersinergi menyukseskan PSU agar berjalan lancar, jujur, dan adil. Selain menyerukan stabilitas, Agus Fatoni juga mengingatkan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak. Ia meminta masyarakat untuk membanjiri media sosial dengan narasi positif tentang Papua, agar semangat persatuan tetap terjaga dan tidak mudah dipecah belah oleh informasi palsu atau hoaks. "Mari kita jadikan media sosial sebagai sarana menyampaikan pesan damai, semangat persatuan, dan informasi yang membangun," pungkasnya. Fatoni berharap PSU di Papua, khususnya di Supiori, bisa menjadi contoh demokrasi yang sehat dan bermartabat. (jidan)   03 Agu 2025, 17:35 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT