Papuanewsonline.com
BERITA TAG Budaya
Homepage
Gubernur Papua Siap Kawal Pembangunan Embarkasi Haji dan Kurangi Biaya Perjalanan Jemaah
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Rencana pembangunan Embarkasi Haji di wilayah Papua Raya mendapat dukungan
penuh dari Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri. Langkah ini diharapkan menjadi
momentum penting bagi peningkatan pelayanan bagi calon jemaah haji asal Papua
sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dukungan tersebut disampaikan
dalam pertemuan antara Gubernur Papua dan jajaran pengurus Ikatan Persaudaraan
Haji Indonesia (IPHI) Korwil Papua, yang dipimpin langsung oleh Ketua Korwil
IPHI, Sarminanto, di Kantor Gubernur Papua, Rabu (5/11/2025). Sarminanto menjelaskan, pertemuan
itu berlangsung produktif dan penuh semangat kolaborasi. Ia menyebut bahwa Gubernur
menyambut positif rencana pembangunan Embarkasi Haji yang selama ini menjadi
aspirasi masyarakat Muslim di Tanah Papua. “Alhamdulillah, Bapak Gubernur
merespons dengan sangat baik. Beliau bahkan memiliki wacana yang sejalan dengan
program IPHI untuk menindaklanjuti pembangunan Embarkasi Haji di Papua. Gayung
bersambut, visi kami sama,” ujar Sarminanto usai pertemuan. Sarminanto menuturkan bahwa
keberadaan Embarkasi Haji di Papua akan memberikan dampak besar dari berbagai
sisi, baik sosial, ekonomi, maupun pelayanan publik. Selama ini, jemaah haji asal
Papua harus berangkat melalui Makassar, Sulawesi Selatan, yang membutuhkan
biaya tambahan besar dan waktu perjalanan panjang. Dengan adanya Embarkasi di
Papua, semua proses — mulai dari pemberangkatan, administrasi, hingga asrama
haji — dapat dilakukan di dalam wilayah sendiri. “Jika Embarkasi ini terwujud,
biaya perjalanan haji bisa berkurang signifikan karena jemaah tidak perlu lagi
ke Makassar. Ini bukan hanya efisiensi, tapi juga keadilan pelayanan bagi
masyarakat Papua,” jelasnya. Selain itu, Sarminanto menyebut
ada lima manfaat utama yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Papua: Pertama, Pengurangan biaya
keberangkatan haji, karena tidak lagi perlu transit ke provinsi lain. Kedua, Peningkatan ekonomi lokal,
terutama di sekitar wilayah pembangunan Embarkasi. Ketiga, Peningkatan okupansi
hotel dan penginapan lokal, karena meningkatnya aktivitas jemaah dan keluarga. Keempat, Kenaikan Pendapatan Asli
Daerah (PAD) dari sektor jasa dan perdagangan. Kelima, Penciptaan lapangan kerja
baru di sektor transportasi, perhotelan, kuliner, dan pelayanan haji. Lebih jauh, program yang digagas
IPHI Korwil Papua ini tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan ibadah haji,
tetapi juga berpotensi membuka peluang wisata rohani internasional. Sarminanto menyebut, ke depan IPHI
akan mengembangkan program perjalanan umroh rutin setiap bulan serta membuka
paket wisata rohani ke Tanah Perjanjian (Israel) yang dikelola secara
profesional dan transparan. “Kami berharap Papua bisa menjadi
pusat kegiatan keagamaan dan wisata rohani di kawasan timur Indonesia. Dengan
dukungan pemerintah provinsi, ini sangat mungkin diwujudkan,” imbuhnya. Untuk merealisasikan rencana
strategis ini, Gubernur Papua bersama IPHI akan segera melakukan koordinasi ke
tingkat nasional, termasuk ke Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama,
guna membahas kebijakan dan regulasi terkait pembangunan Embarkasi Haji. “Bapak Gubernur sudah menyatakan
kesiapannya untuk mendampingi kami ke kementerian terkait agar wacana ini dapat
masuk dalam rencana pembangunan nasional,” kata Sarminanto optimistis. Langkah ini menunjukkan
keseriusan Pemerintah Provinsi Papua dalam memperkuat infrastruktur keagamaan
sekaligus menumbuhkan ekonomi berbasis masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai
pihak, pembangunan Embarkasi Haji Papua bukan hanya menjadi simbol kemajuan
umat, tetapi juga tonggak baru kemandirian ekonomi di Tanah Papua — tempat
keberagaman, semangat, dan gotong royong terus tumbuh bersama. Penulis: Jid Editor: GF
06 Nov 2025, 10:18 WIT
Sholat Subuh di Masjid Nurul Mujahidin, Kapolda Maluku Ajak Warga Perkuat Toleransi dan Keamanan
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Nurul Mujahidin, Lorong Permi, Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa, (04/11). Sholat subuh keliling ini merupakan salah satu program Polda Maluku dalam upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku.Saat menjalankan sholat subuh berjamaah dengan masyarakat, Kapolda didampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H. Turut hadir Direktur Polairud, dan Dansat Brimob Polda Maluku, Kapolsek Nusaniwe dan sejumlah personel.Imam Masjid Nurul Mujahidin, serta para jamaah yang memenuhi masjid dengan penuh kekhusyukan.Sholat subuh berjamaah diimami Imam Masjid Nurul Mujahidin yang menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Polda Maluku dalam mempererat silaturahmi dengan masyarakat, sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas menjaga kamtibmas.Kapolda Maluku mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman, tenteram, dan harmonis di Maluku.“Mari kita jaga bersama kenyamanan dan ketentraman wilayah Maluku ini. Toleransi yang terjaga merupakan cerminan hidup orang basudara di Maluku yang menjadi identitas dan kekuatan kita. Laeng sayang laeng, laeng jaga laeng. Mari katong terus bikin bae, berbuat baik par sesama, dengan semua yang ada di Maluku ini. Maluku maju, Maluku aman,” ajak Kapolda.Pesan tersebut disampaikan dengan penuh kehangatan dan menggunakan bahasa lokal, yang mencerminkan kedekatan serta kepedulian Kapolda terhadap masyarakat Maluku. Beliau menegaskan pentingnya merawat semangat persaudaraan dan kasih sayang dalam keberagaman. Sebab, hal ini merupakan fondasi utama terciptanya perdamaian di daerah Para Raja-raja ini.Dalam kesempatan yang sama, Kapolda juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi tindakan main hakim sendiri. Ia menegaskan setiap persoalan, sekecil apa pun, hendaknya diselesaikan secara baik dan bermusyawarah, bukan dengan kekerasan.“Sikap main hakim sendiri harus kita tinggalkan. Kalau ada permasalahan sekecil apa pun, mari katong duduk sama-sama, bicara bae-bae. Kalau memang butuh polisi, katong Polri siap, dan 1 x 24 jam ada untuk masyarakat Maluku,” tegas Kapolda.Lebih lanjut dikatakan Kapolda, Polri akan selalu hadir dan siap membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan. Ia juga mengajak seluruh warga untuk meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW, dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman hidup untuk menciptakan kehidupan yang damai, tenteram, dan sejahtera.“Apa yang sudah diajarkan oleh Nabi kita, mari kita pancarkan dan buktikan itu dalam kehidupan sehari-hari. Supaya hidup katong semua jadi damai, tentram, dan sejahtera,” pungkasnya.Sholat Subuh Berjamaah bersama Kapolda Maluku tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara Polri dan masyarakat, tetapi juga momentum spiritual yang memperkuat rasa persaudaraan serta komitmen bersama untuk menjaga kedamaian di provinsi Kepulauan.Para jamaah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolda Maluku dan jajaran Polda Maluku yang menunjukkan kedekatan serta kepedulian nyata terhadap masyarakat.Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat terus terjalin kuat, sehingga visi Maluku yang aman, damai, dan maju dapat terwujud bersama. PNO-12
05 Nov 2025, 14:33 WIT
Kapolda Maluku Tinjau Ekowisata Sagu Negeri Rutong
Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam upaya memperkuat sinergi antara pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi masyarakat, Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke Ekowisata Sagu Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Senin (3/11/2025).Kunjungan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Polda Maluku dalam mendukung pelestarian kearifan lokal sekaligus penguatan potensi ekonomi berbasis masyarakat adat.Kapolda Maluku hadir bersama Wakapolda Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., Ketua Bhayangkari Daerah Maluku beserta Wakil Ketua dan Pengurus Bhayangkari, serta jajaran Pejabat Utama Polda Maluku, antara lain Dir Intelkam, Dir Binmas, Dir Lantas, Dir Reskrimsus, Dir Resnarkoba, dan Kabid Humas Polda Maluku.Turut mendampingi pula Wakapolresta Ambon dan Kapolsek Leitimur Selatan.Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Maluku bersama rombongan secara langsung meninjau seluruh proses pengolahan sagu mulai dari pengambilan bahan baku mentah di hutan sagu hingga pengolahan menjadi tepung sagu siap konsumsi.Irjen Pol Dadang Hartanto juga berinteraksi dengan masyarakat dan pengelola ekowisata, mendengarkan langsung pengalaman mereka dalam menjaga hutan adat serta mengembangkan potensi wisata berbasis sagu. Serta pak kapolda dan wakapolda langsung melakukan praktek bagaimana proses nani sagu menggunakan alat nani, dimana proses ini merupakan cara pukul sagu guna penghancuran empelur/ isi batang sagu dari kulit batang sagu diiringi ukulele dan nyanyian lagu anak-anak SD rutong.“Sagu bukan hanya sumber pangan, tetapi juga simbol budaya, ketahanan pangan, dan identitas masyarakat Maluku. Pelestariannya berarti menjaga masa depan generasi mendatang,” ujar Kapolda di sela kegiatan peninjauan.Sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal, Kapolda Maluku juga mencicipi berbagai kuliner khas Maluku yang diolah dari bahan dasar sagu, mulai dari mie sagu, sinole, hingga olahan minuman hasil inovasi masyarakat Rutong seperti jus tomi-tomi, teh kelor..Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan bahwa kunjungan Kapolda Maluku ke Negeri Rutong merupakan bagian dari sinergi POLRI dengan pemerintah daerah dalam upaya mendukung program pelestarian budaya dan pengembangan ekowisata berbasis komunitas.“Kunjungan Bapak Kapolda ini adalah bagian dari sinergi Polri dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam melestarikan budaya dan memajukan sektor ekowisata berbasis komunitas. Diharapkan Ekowisata Sagu Rutong dapat menjadi pilot project yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujar Kabid Humas.Selain menjadi objek wisata alam dan budaya, Ekowisata Sagu Rutong juga berperan sebagai ruang edukasi tentang pentingnya kelestarian lingkungan dan nilai ekonomi produk lokal.Kunjungan kerja ini juga mempertegas bahwa pendekatan keamanan berbasis budaya menjadi salah satu strategi prioritas Polda Maluku dalam menjaga Kamtibmas yang berkelanjutan.Melalui kemitraan dengan masyarakat adat, POLRI berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keamanan dan kesejahteraan harus dibangun bersama.“Kami ingin masyarakat merasa aman sekaligus berdaya. Dengan menjaga budaya dan potensi lokal seperti sagu, maka keamanan sosial juga akan tumbuh dari masyarakat itu sendiri,” ungkap Kapolda Maluku.Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban, mencerminkan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan daerah.Kunjungan Kapolda Maluku ke Ekowisata Sagu Negeri Rutong menandai babak baru pendekatan humanis Polri di daerah, yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif mendukung pemberdayaan ekonomi dan pelestarian budaya lokal.Langkah ini sejalan dengan semangat “Polri Presisi”, yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam menciptakan keamanan dan kesejahteraan sosial.Pendekatan berbasis komunitas seperti Ekowisata Sagu Rutong membuktikan bahwa keamanan dan pembangunan dapat berjalan beriringan ketika aparat hadir sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar pengawas.Inisiatif ini diharapkan menjadi model kemitraan Polri–masyarakat adat di Indonesia Timur, di mana pelestarian budaya menjadi pilar penting dalam membangun stabilitas, ekonomi, dan harmoni sosial di bumi Maluku. PNO-12
04 Nov 2025, 14:03 WIT
Kapolda Maluku Canangkan Rutong Sebagai Negeri Binaan
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku terus menunjukkan komitmennya dalam membangun keamanan yang inklusif dan berbasis kearifan lokal. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., ke Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Senin (3/11/2025).Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara POLRI dan masyarakat adat dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), sekaligus mendorong terwujudnya model pembangunan berkelanjutan di tingkat negeri (desa adat).Kapolda Maluku hadir bersama Wakapolda Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku, serta Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku. Rombongan disambut hangat secara adat oleh Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, para tetua adat, dan masyarakat setempat.Dalam momentum bersejarah itu, dilaksanakan penyerahan draf Nota Kesepahaman (MoU) antara Polda Maluku dan Pemerintah Negeri Rutong oleh raja negeri rutong, dengan semangat Masohi (gotong royong). MoU tersebut menjadi dasar pelaksanaan delapan program kolaborasi strategis yang menjadikan Negeri Rutong sebagai Negeri Binaan Polda Maluku, sekaligus model percontohan pengembangan keamanan berbasis budaya di Indonesia Timur.Delapan program dimaksud mencakup:1. Negeri Berintegritas – Mendorong tata kelola pemerintahan adat yang bersih dan transparan.2. Negeri Bebas Miras dan Narkoba – Pembinaan generasi muda untuk menjauhi kriminalitas.3. Police Cadet Camp & Pembinaan Generasi Muda – Menyiapkan calon pemimpin berkarakter.4. Kamtibmas Semesta dan Polmas Negeri – Mengembangkan keamanan berbasis budaya kolektif.5. Ketahanan Pangan Adat – Pemanfaatan potensi lokal seperti sagu dan tanaman endemik.6. Ekowisata dan Spiritual Tourism – Pengembangan potensi hutan sagu adat Rutong.7. Restorative Justice Adat - Harmonisasi hukum positif dan hukum adat.8. Pembinaan UMKM dan Produk Kreatif - Pemberdayaan ekonomi keluarga dan pemuda adat.Dalam sambutannya, Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kehadiran Kapolda dan jajaran Polda Maluku di tanah adat mereka.“Kehadiran Kapolda Maluku menandakan bahwa negara benar-benar hadir di tengah masyarakat adat. Kami berkomitmen bahwa keamanan bukan hanya tugas POLRI, tetapi tanggung jawab bersama seluruh warga negeri,” ujar Raja Reza.Ia juga menegaskan bahwa pengembangan Negeri Rutong akan diarahkan pada pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal, dengan mengintegrasikan aspek keamanan, ketahanan pangan, ekonomi hijau, dan pelestarian budaya.Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menekankan bahwa kemitraan dengan masyarakat adat merupakan wujud nyata pendekatan keamanan modern yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama.“Saya hadir di sini agar Negeri Rutong dapat membangun kehidupan yang harmonis di Maluku ini, dan menjadi contoh bagi negeri-negeri lainnya. Kita harus memutus hidup dalam kekerasan dan membangun hidup yang penuh dengan kedamaian,” tegas Kapolda.Kapolda juga mengapresiasi inisiatif Pemerintah Negeri Rutong yang berorientasi pada pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal melalui pengolahan sagu. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan visi POLRI untuk menciptakan keamanan yang berkelanjutan dan tumbuh dari masyarakat sendiri.Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan peninjauan langsung ke lokasi pengolahan sagu adat, simbol penting ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat adat Maluku.Melalui kemitraan ini, Polda Maluku berkomitmen untuk terus hadir mendukung pembangunan negeri yang aman, mandiri, dan berintegritas , dimulai dari akar budaya masyarakat adat yang menjadi sumber harmoni di bumi seribu pulau.Langkah Polda Maluku menjalin kolaborasi strategis dengan Negeri Rutong menunjukkan transformasi nyata wajah POLRI di daerah, dari institusi penegak hukum menjadi mitra sosial yang aktif membangun kehidupan masyarakat.Pendekatan berbasis kearifan lokal seperti yang diinisiasi di Negeri Rutong menjadi contoh bagaimana keamanan dapat dibangun dari bawah, berakar pada budaya, solidaritas, dan nilai gotong royong.Program ini tidak hanya memperkuat keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan sosial-ekonomi berkelanjutan yang menempatkan masyarakat adat sebagai pelaku utama.Inisiatif seperti ini diharapkan dapat menjadi model sinergi POLRI dan masyarakat adat di wilayah lain di Indonesia Timur, menuju Maluku yang damai, berdaya, dan berkeadilan. PNO-12
04 Nov 2025, 13:52 WIT
Kapolda Maluku Jalin Silaturahmi Bersama Forkopimca dan Tokoh Masyarakat Taniwel Timur
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, menegaskan pentingnya menjaga budaya "Pela Gandong" dan "Hidup Orang Basudara" sebagai fondasi utama dalam menjaga kedamaian, toleransi, dan persatuan.Usai mengakhiri kunjungan kerja di wilayah hukum Polres Maluku Tengah, Kapolda Maluku Irjen Prof. Dr. Dadang Hartanto, dan Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H, kembali melaksanakan silaturahmi dan makan siang bersama Forkopimca serta seluruh elemen masyarakat di Taniwel Timur, Sabtu (1/11/2025).Dalam lawatannya, Kapolda dan Wakapolda yang didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku dan Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) menyapa seluruh elemen masyarakat termasuk Pemerintah setempat di Gedung Serbaguna Kantor Camat Taniwel Timur.Pertemuan dengan seluruh stakeholder di kecamatan Taniwel Timur menjadi agenda lanjutan dalam rangkaian kunjungan kerja Kapolda di wilayah Polres SBB. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat serta sarana mempererat hubungan antara jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.Kedatangan Kapolda yang didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Maluku beserta rombongan disambut secara adat oleh masyarakat Taniwel Timur yang dipimpin Plt. Camat Taniwel Timur, Thomas A. Mawene, S.Sos, didampingi Ketua PKK, Kapolsek Taniwel Timur IPTU Mika Pesiwarissa beserta Ketua Bhayangkari Ranting.Penyambutan ditandai dengan pengalungan syal kepada Kapolda dan Wakapolda Maluku, serta penyerahan bunga kepada Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku.Selain itu, anak-anak perempuan Desa Waraloin menyerahkan dua ekor ayam jantan sebagai simbol adat penerimaan tamu kehormatan, disertai tarian adat Cakalele dan Maru-Maru yang menggambarkan semangat persaudaraan dan kebanggaan masyarakat Taniwel Timur.Usai prosesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan makan siang bersama seluruh unsur Muspika dan masyarakat Taniwel Timur.Plt. Camat Taniwel Timur Thomas A. Mawene, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kunjungan Kapolda Maluku. Ia menilai kehadiran Kapolda dan rombongan merupakan bentuk nyata perhatian pimpinan Polri terhadap masyarakat di wilayah pelosok Maluku.Sementara itu, Kapolda Maluku Prof. Dr. Dadang Hartanto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat Taniwel Timur. Ia mengaku kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.“Kunjungan ini bukan sekadar agenda dinas, tetapi merupakan kesempatan bagi kami untuk menyapa, berdialog, dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Karena menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa,” ungkapnya.Kapolda menegaskan pentingnya menjaga budaya Pela Gandong dan semangat Hidup Orang Basudara yang menjadi ciri khas masyarakat Maluku sebagai fondasi utama menjaga kedamaian, toleransi, dan persatuan.“Mari kita rawat nilai-nilai basudara dan pela gandong ini. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah. Keamanan daerah bukan hanya tanggung jawab TNI-Polri, tetapi hasil kerja bersama seluruh masyarakat,” tegasnya.Lebih lanjut, Kapolda menyampaikan pembangunan Polsek Taniwel Timur merupakan salah satu program strategis Polda Maluku dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Seram Bagian Barat.Kapolda berharap dukungan seluruh pihak agar proses pembangunan dapat berjalan bertahap sesuai perencanaan. “Mohon doa dan dukungan agar rencana pembangunan Polsek Taniwel Timur dapat terwujud. Dengan kehadiran Polsek di sini, masyarakat akan semakin mudah mendapatkan pelayanan kepolisian yang cepat, dekat, dan humanis,” ucapnya.Pada kesemlatan itu Kapolda mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari pengaruh negatif. Ia menekankan pentingnya pendidikan, budi pekerti, serta pengawasan penggunaan teknologi dan media sosial bagi anak-anak.“Dorong anak-anak kita untuk belajar, membaca, dan memanfaatkan teknologi dengan bijak. Jangan biarkan mereka mewarisi tradisi kekerasan atau perilaku yang tidak baik. Jadikan media sosial sebagai sarana belajar dan menambah wawasan,” pesan Kapolda.Menutup arahannya, Kapolda mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan mendukung program pemerintah dalam membangun daerah.“Mari kita bergandengan tangan membangun Maluku yang damai, aman, dan sejahtera. Saya dan jajaran Polda Maluku akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya. PNO-12
04 Nov 2025, 08:02 WIT
Siswa Diktuk Bintara Polri Gelar Baksos Bersama Siswa SMP Xaverius di Gereja Santo Yosep Passo
Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam semangat menjadikan Polisi yang Humanis, dekat dan bersahabat dengan masyarakat, siswa Diktuk Bintara Polri Angkatan 53 SPN Polda Maluku melaksanakan kegiatan bhakti sosial, berbaur dengan siswa SMP Xaverius di Gereja Katolik Santo Yosep, Passo, Kota Ambon, Jumat (31/10/2025).Bhakti sosial (baksos) yang dilaksanakan tersebut juga merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sejak masa pendidikan.Selain baksos di Gereja Santo Yosep, kegiatan yang dihelat tersebut juga dirangkai dengan program Police Goes To School di SMP Xaverius, untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para pelajar.Aksi sosial yang dilaksanakan dipimpin oleh Komandan Kompi Pengasuh SPN Polda Maluku, IPTU Romeo Pentury, S.H. Dalam kegiatan di SMP Xaverius, para siswa bintara berbaur dengan pelajar sekolah, bercerita, bercanda, dan bersenda gurau. "Kami berbaur bersama anak-anak sekolah dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Interaksi yang hangat ini mencerminkan kedekatan antara calon anggota Polri dengan masyarakat, khususnya generasi muda," kata Iptu Romeo.Kegiatan yang dilaksanakan tersebut, lanjut Romeo, menjadi pengalaman berharga bagi siswa Diktuk Bintara Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sejak dini.“Kami belajar menjadi sahabat bagi masyarakat, berinteraksi dengan adik-adik sekolah, dan menumbuhkan rasa empati serta semangat kebersamaan,” ujarnya.Kegiatan baksos dan police goes to school diapresiasi oleh Kepala SMP Xaverius Passo, Henrika Ohoiwirin. Ia juga menyampaika terima kasih atas kunjungan para siswa bintara. "Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan, karena memberikan dampak positif dan menumbuhkan citra Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat," jelasnya.Usai kegiatan di sekolah, para siswa Diktuk Bintara melanjutkan aksi sosial di Gereja Katolik Santo Yosep Paso. Dalam kegiatan Polisi Sahabat Masyarakat ini, mereka melaksanakan pembersihan lingkungan gereja bersama pihak pengurus dan jemaat setempat. Kegiatan dilakukan dengan semangat gotong royong dan kebersamaan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan tempat ibadah dan lingkungan masyarakat.Kepala SPN Polda Maluku Kombes Pol Romi Agusriansyah,S.I.K, menegaskan kegiatan ini merupakan wujud pembinaan karakter bagi para siswa agar menjadi anggota Polri yang humanis dan peduli terhadap masyarakat.“Polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi juga sahabat bagi masyarakat. Melalui kegiatan sosial seperti ini, para siswa belajar menanamkan nilai empati, gotong royong, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.Program ini menjadi bagian dari komitmen SPN Polda Maluku dalam membentuk personel Polri yang berintegritas, profesional, serta selalu hadir sebagai sahabat dan pelindung masyarakat. PNO-12
01 Nov 2025, 18:36 WIT
Kapolda Maluku Sholat Jumat Berjamaah di Masjid Ar-Rahman, Maluku Tengah
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H, S.I.K, M.Si, bersama Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H melaksanakan Sholat Jumat Berjamaah dengan masyarakat di Masjid Ar-Rahman, Desa Soahuku, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (31/10).Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Karo Log, Direktur Binmas, dan Direktur Pamobvit Polda Maluku, Kapolres Maluku Tengah, Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Maluku, serta para jamaah sholat jumat.Usai sholat, Kapolda Maluku berkesempatan menyapa dan bersilaturahmi dengan masyarakat, sekaligus mengajak jamaah untuk memperkuat persaudaraan, menjaga keamanan, dan menjadikan hidup lebih bermakna melalui kebaikan.“Kita tidak bisa memilih lahir sebagai apa, suku apa, atau dari bangsa mana. Tetapi kita bisa memilih untuk berbuat kebaikan. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain,” ajak Kapolda.1Kapolda mengingatkan makna "Rahmatan lil alamin", yaitu mencakup manusia, alam, serta lingkungan hidup. Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan bangsa di Indonesia, termasuk di Maluku, adalah anugerah yang harus dijaga.Menurutnya, keamanan adalah nikmat besar yang sering kali tidak terasa sampai hilang. Keamanan tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari usaha, doa, serta tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Keamanan bukan hanya tugas TNI-Polri atau pemerintah daerah, tapi tanggungjawab semua elemen masyarakat.“Keamanan ini amanah kita bersama. Jangan mudah terprovokasi, terutama melalui media sosial. Hidup pasti ada masalah, tetapi mari kita selesaikan dengan introspeksi dan kebersamaan,” harap Kapolda.Polri, lanjut Kapolda, dalam menjalankan tugasnya tidak luput dari kekurangan. Olehnya itu Polri selalu terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat demi perbaikan ke depan.Kapolda meyakini Maluku akan semakin dikenal sebagai daerah yang indah, damai, dan penuh kedamaian bila masyarakat terus hidup berdampingan dengan prinsip saling menghargai.“Tugas dan tanggung jawab saya adalah amanah, yang suatu saat harus saya pertanggungjawabkan kepada Allah, bukan kepada manusia. Karena itu mari kita jadikan Maluku sebagai tanah yang damai, tempat di mana umat muslim maupun non-muslim, dari berbagai suku, bisa hidup berdampingan dengan rukun,” jelasnya. PNO-12
01 Nov 2025, 18:04 WIT
7 Wilayah Adat Bersatu Menyambut Gubernur Papua Baru: Momen Sakral Penuh Makna
Papuanewsonline.com, Jayapura — Tanah
Papua kembali menorehkan kisah kebersamaan yang sarat makna. Ribuan masyarakat
dari berbagai penjuru Papua tumpah ruah di Kota Jayapura untuk menyambut
kedatangan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, dan Wakil Gubernur, Aryoko
Rumaropen, dalam Ibadah Syukur dan Pesta Rakyat, Jumat (31/10/2025).
Kehadiran keduanya disambut dengan prosesi adat dari tujuh wilayah adat di
Tanah Papua, menjadikan momentum ini bukan sekadar seremoni politik, tetapi
juga manifestasi nyata persatuan, penghormatan, dan harapan baru bagi masa
depan Papua. Penyambutan dimulai dari kediaman
pribadi Gubernur di Jayapura. Di sana, perwakilan masyarakat Awyu dan Inanwatan
mengawali rangkaian penjemputan secara adat, lengkap dengan tarian tradisional,
nyanyian pengiring, dan pengalungan noken sebagai simbol kasih dan
penghormatan. Rombongan kemudian bergerak
melintasi beberapa titik penting di kota, mulai dari Ruko Dok 2, eks Venue
Selam Kupang Dok II, hingga akhirnya tiba di halaman Kantor Gubernur Papua yang
telah dipenuhi ribuan masyarakat. Sorak-sorai, tabuhan tifa, dan
gemuruh nyanyian adat menyertai langkah Gubernur dan Wakil Gubernur baru
tersebut. Momen ini menggambarkan bagaimana keragaman budaya justru menjadi
kekuatan utama Papua dalam melangkah bersama menuju babak baru pemerintahan. “Penyambutan ini mencerminkan
semangat kebersamaan seluruh wilayah adat di Tanah Papua,” ujar Asisten I
Sekretariat Daerah Papua, Yohanes Walilo, yang turut mengatur jalannya prosesi
adat tersebut. Usai prosesi adat, kegiatan
dilanjutkan dengan Ibadah Syukur dan Pesta Rakyat yang terbuka untuk umum. Acara ini bukan sekadar pesta
kemenangan, melainkan perayaan spiritual dan budaya untuk mengawali masa
kepemimpinan baru yang diharapkan membawa kedamaian, kemajuan, dan
kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Papua. Suasana penuh kehangatan terasa
di sepanjang area perayaan. Sekitar 80 pelaku UMKM, termasuk mama-mama Papua,
turut meramaikan acara dengan menjajakan aneka kuliner khas seperti papeda,
ikan kuah kuning, dan sagu bakar. Tak hanya itu, panggung hiburan
rakyat turut dimeriahkan oleh penampilan artis ibu kota dan musisi lokal Papua,
menambah semarak pesta yang dipadati lebih dari 5.000 hingga 10.000 pengunjung. Penyambutan adat yang melibatkan
tujuh wilayah adat — dari Mamta, Meepago, La Pago, Anim Ha, Domberai, Bomberai
hingga Saireri — menjadi simbol nyata dari harmoni dan tekad bersama membangun
Papua yang damai dan sejahtera.
Setiap wilayah adat turut menampilkan simbol budayanya masing-masing, mulai
dari tarian penyambutan, nyanyian adat, hingga pengalungan manik-manik khas
daerah. Bagi masyarakat Papua,
penjemputan ini memiliki makna yang dalam: pemimpin tidak hanya dilantik secara
politik, tetapi juga diterima secara adat dan spiritual oleh seluruh anak
negeri. “Kita berharap dengan semangat
adat ini, Gubernur dan Wakil Gubernur dapat memimpin Papua dengan hati yang
tulus, menghormati nilai-nilai budaya, dan membawa kemajuan yang berpihak pada
rakyat kecil,” ujar salah satu tokoh adat dari wilayah La Pago. Dengan dilantiknya Matius Fakhiri
dan Aryoko Rumaropen, serta dukungan penuh dari masyarakat adat dan pemerintah
daerah, Papua menatap masa depan dengan optimisme baru.
Pemerintahan yang berpihak pada masyarakat, menghargai budaya lokal, dan
menumbuhkan kolaborasi lintas wilayah diharapkan menjadi tonggak pembangunan
yang lebih inklusif. “Momentum ini bukan hanya
perayaan, tetapi juga doa bersama agar Papua menjadi tanah yang diberkati,
aman, dan sejahtera,” tutur Walilo menutup rangkaian kegiatan. Penulis: Jid Editor: GF
01 Nov 2025, 15:22 WIT
Sambut HUT ke-63, SPN Polda Maluku Anjangsana ke Purnawirawan Polri
Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Sekolah Polisi Negara (SPN), jajaran SPN Polda Maluku melaksanakan kegiatan Anjangsana, mengunjungi para purnawirawan yang pernah mengabdi di SPN Polda Maluku, Jumat (31/10/2025).Kegiatan Anjangsana dengan mengunjungi kediaman rumah para pensiunan Polri ini di pimpin langsung oleh Kepala SPN Polda Maluku, Kombes Pol Romi Agusriansyah, S.I.K.Sejumlah rumah purnawirawan SPN Polda Maluku dikunjungi personel SPN untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan bingkisan dan tali asih. Penyerahan tali asih dilakukan sebagai bentuk kepedulian serta penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka selama bertugas di lembaga pendidikan Polri tersebut.Suasana haru dan kekeluargaan tampak dalam pertemuan tersebut. Para pensiunan menyambut hangat kehadiran rombongan SPN Polda Maluku dan menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan.“Kami merasa bangga dan terharu karena masih diingat dan dikunjungi oleh rekan-rekan di SPN. Semoga SPN Polda Maluku semakin maju dan tetap menjadi lembaga pembentuk insan Polri yang berintegritas,” ujar salah satu pensiunan AKP (Purn) Jacob Walalyo, dengan penuh rasa syukur.Sementara itu, Kepala SPN Polda Maluku dalam keterangannya menyampaikan, kegiatan anjangsana ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi wujud nyata dari nilai silaturahmi, rasa hormat, dan penghargaan terhadap para senior yang telah memberikan kontribusi besar bagi SPN Polda Maluku.“Kami ingin meneladani semangat, dedikasi, dan loyalitas para senior yang telah lebih dulu berjuang membangun SPN ini. Melalui momentum HUT ke-63, kami berkomitmen untuk terus melanjutkan pengabdian dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.Selain menyerahkan bingkisan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan antar generasi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan rasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar SPN Polda Maluku. PNO-12
01 Nov 2025, 08:15 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru