logo-website
Senin, 13 Apr 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
TPNPB Klaim Tembak Dua Aparat Militer Indonesia di Intan Jaya Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Ketegangan di wilayah Papua kembali memuncak setelah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap VIII Intan Jaya mengklaim berhasil menembak dua aparat militer Indonesia dalam kontak senjata yang terjadi di wilayah Intan Jaya, Papua. Dalam pernyataan yang dirilis oleh kelompok tersebut, disebutkan satu aparat dilaporkan tewas, sementara seorang lainnya mengalami luka-luka. Pernyataan resmi disampaikan langsung oleh Brigjen Undius Kogoya, Panglima TPNPB Kodap VIII Intan Jaya. Ia menegaskan pihaknya akan terus melancarkan perlawanan terhadap operasi militer yang disebutnya telah menyebabkan penderitaan bagi masyarakat sipil. “Kami meminta aparat militer Indonesia segera menghentikan operasi militer di daerah Intan Jaya. Operasi ini hanya membuat masyarakat mengungsi ke hutan untuk mencari perlindungan,” ujar Undius Kogoya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/9/2025). TPNPB juga menegaskan bahwa pihaknya akan melanjutkan perlawanan bersenjata di Kota Sugapa, pusat pemerintahan Kabupaten Intan Jaya. Mereka menuntut aparat Indonesia untuk meninggalkan pemukiman warga dan menarik pasukan ke kota-kota besar di luar daerah konflik. “TPNPB siap perang di Kota Sugapa bila operasi militer tidak dihentikan. Kami akan terus melawan,” tambah Undius Kogoya. Wilayah Intan Jaya sejak lama dikenal sebagai salah satu titik panas konflik bersenjata antara TPNPB dan aparat keamanan Indonesia. Bentrokan kerap terjadi, menimbulkan korban jiwa baik dari aparat, anggota TPNPB, maupun warga sipil. Kelompok bersenjata tersebut berulang kali menuduh aparat Indonesia melakukan penembakan terhadap warga sipil. TPNPB mendesak agar konflik Papua diselesaikan melalui mekanisme dialog internasional, bukan dengan pendekatan militer. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, aparat TNI maupun Polri belum memberikan keterangan resmi terkait klaim yang disampaikan oleh TPNPB Kodap VIII Intan Jaya. Pertempuran yang terus berulang di Intan Jaya telah menimbulkan dampak serius terhadap warga sipil. Banyak keluarga harus mengungsi ke hutan atau daerah yang dianggap lebih aman untuk menghindari baku tembak. Kondisi ini juga memperburuk akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, serta kebutuhan hidup sehari-hari. Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik berkepanjangan di Intan Jaya tidak hanya menjadi persoalan keamanan, tetapi juga krisis kemanusiaan yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.     Penulis: Hend Editor: GF 28 Sep 2025, 13:11 WIT
Kerusuhan di Agats, Pos Satgas Yonif 123/Rajawali Dibakar Massa Papuanewsonline.com, Agats  – Suasana mencekam melanda Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, usai terjadinya kerusuhan yang berujung pada pembakaran Pos Satgas Kewilayahan Yonif 123/Rajawali di Jalan Pemda. Pos yang menjadi salah satu titik pengamanan strategis itu luluh lantak dilalap api setelah diserang massa, Sabtu (27/9/2025). Menurut laporan awal, kerusuhan ini dipicu oleh kemarahan warga terkait insiden penembakan yang menewaskan seorang warga sipil, Indra Guruwardana, di Kampung Ulakin, Distrik Kolf Braza. Kabar tersebut menyulut emosi sejumlah warga yang kemudian melancarkan aksi penyerangan terhadap pos aparat. Kerusuhan dilaporkan mulai memanas sejak pagi hari ketika massa berkumpul di sekitar kawasan Jalan Pemda. Sekitar pukul 11.00 WIT, situasi berubah ricuh setelah massa melempari pos dengan batu dan benda tumpul. Tidak lama kemudian, api mulai menyala dan dengan cepat melahap bangunan Pos Satgas Kewilayahan Yonif 123/Rajawali. Seorang pejabat kepolisian yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa saat ini aparat masih mendalami penyebab pasti dari kerusuhan tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan terkait insiden ini dan memastikan semua pihak menahan diri,” ujarnya singkat. Selain kerugian material akibat hangusnya pos, korban jiwa kembali jatuh. Indra Guruwardana, warga sipil yang sebelumnya tewas tertembak di Kampung Ulakin, disebut menjadi pemicu awal eskalasi. Hingga kini, aparat gabungan TNI-Polri terus melakukan penyelidikan untuk memastikan pelaku penembakan dan pihak-pihak yang memicu kerusuhan. Kerusuhan juga membuat warga sekitar panik dan memilih mengungsi sementara demi menghindari kemungkinan bentrokan susulan. Sejumlah fasilitas umum di sekitar lokasi kejadian sempat lumpuh, dan aktivitas warga terganggu. Aparat keamanan yang terdiri dari Polres Asmat, Brimob, dan Satgas TNI langsung dikerahkan untuk mengendalikan keadaan. Penjagaan ketat dilakukan di beberapa titik rawan guna mencegah meluasnya kerusuhan ke wilayah lain. Kapolres Asmat, AKBP Wahyu Basuki, menyatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat untuk menenangkan situasi. “Kami berupaya semaksimal mungkin agar keamanan bisa segera dipulihkan. Kami juga meminta semua pihak untuk tidak terprovokasi,” tegasnya. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan kini fokus pada dua hal: memastikan stabilitas keamanan serta memberikan perlindungan bagi warga sipil. Tokoh masyarakat juga mulai dilibatkan untuk membuka ruang dialog sebagai jalan keluar agar ketegangan tidak terus berlanjut. Peristiwa di Agats ini menambah daftar panjang konflik dan kerusuhan yang melibatkan kelompok bersenjata maupun aksi massa di Papua. Masyarakat berharap agar tragedi ini bisa segera teratasi dan tidak lagi memakan korban jiwa maupun menghancurkan fasilitas umum.     Penulis: Hend Editor: GF  28 Sep 2025, 13:06 WIT
Dua Jenazah Pendulang Emas Korban KKB Berhasil Dievakuasi ke Dekai Papuanewsonline.com, Yahukimo – Awan duka kembali menyelimuti tanah Papua. Jumat (26/9/2025), dua jenazah pendulang emas tradisional yang menjadi korban kebrutalan kelompok kriminal bersenjata (KKB) akhirnya berhasil dievakuasi dari Kampung Bingki, Distrik Serdala, Kabupaten Yahukimo. Proses evakuasi dipimpin aparat gabungan Satgas Damai Cartenz bersama Satuan Brimob Polda Papua dan Polres Yahukimo. Tim harus menempuh perjalanan panjang menyusuri jalur yang sulit dan penuh risiko untuk tiba di lokasi pada pukul 06.00 WIT. Setibanya di sana, mereka langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum mengevakuasi kedua korban. Dua jenazah yang ditemukan di lokasi pembantaian diketahui bernama Desen Dominggus, warga asal Ambon, dan Marselinus Manek, warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Keduanya bekerja sebagai pendulang emas tradisional di area tersebut. Jenazah korban segera dibawa menuju RSUD Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, untuk menjalani otopsi. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, membenarkan proses evakuasi tersebut. “Sekitar pukul 08.30 WIT, tim gabungan berhasil sampai di lokasi, melakukan olah TKP, serta mengevakuasi kedua korban ke RSUD Dekai,” ungkapnya. Peristiwa ini menambah daftar panjang kekerasan yang dilakukan KKB terhadap masyarakat sipil di Papua. Korban yang hanya bekerja untuk menghidupi keluarga harus meregang nyawa akibat aksi tak berperikemanusiaan. Aparat menilai, serangan terhadap pendulang emas ini bertujuan menciptakan teror dan rasa takut di tengah warga yang mencari nafkah di kawasan pedalaman. Kabid Humas menegaskan bahwa Polri bersama TNI tidak akan tinggal diam. “Aparat gabungan akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku, demi menjamin keamanan masyarakat di Yahukimo dan wilayah Papua lainnya,” tegasnya. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan apabila melihat aktivitas mencurigakan di wilayah rawan. Kematian tragis Desen Dominggus dan Marselinus Manek meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga mereka yang jauh di tanah kelahiran, tetapi juga bagi masyarakat Yahukimo yang kini hidup dalam ketakutan akibat aksi-aksi teror bersenjata. Masyarakat berharap pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah serius untuk menghadirkan rasa aman, agar tragedi serupa tidak kembali terulang.   Penulis: Hend Editor: GF 28 Sep 2025, 13:01 WIT
Tragedi Asmat: Jenazah Korban Penembakan KKB Ditemukan Mengambang di Sungai Papuanewsonline.com, Asmat – Suasana duka kembali menyelimuti Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Jumat pagi (26/9/2025), tim gabungan TNI-Polri akhirnya menemukan jenazah Indra Guru Wardana, korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Ulakin, Distrik Kolof Braza. Penemuan jenazah ini mengakhiri pencarian dramatis yang dilakukan sejak sehari sebelumnya. Kapolres Asmat, AKBP Wahyu Basuki, S.I.K., memimpin langsung jalannya pencarian yang melibatkan lebih dari 20 personel gabungan Polres Asmat dan Koramil Agats. “Kami berangkat sekitar pukul 09.15 WIT dari Kampung Binam, Distrik Suator. Setelah menyusuri sungai dan area hutan sekitar, akhirnya pada pukul 10.36 WIT jenazah korban ditemukan,” ujar Kapolres. Jenazah Indra ditemukan mengambang di sungai, tak jauh dari lokasi kejadian penembakan. Kondisinya membuat tim pencari terkejut: tubuh korban terikat erat dengan mesin ketinting di bagian perut dan dada. Aparat menduga, pelaku sengaja mengikat korban dengan beban berat agar jasadnya tenggelam dan sulit ditemukan. “Cara ini menunjukkan betapa kejamnya aksi KKB. Mereka bukan hanya menembak korban, tetapi juga berusaha menghilangkan jejak dengan mengikat tubuh korban ke mesin perahu,” jelas salah satu anggota tim pencarian. Jenazah kemudian segera dievakuasi menuju Puskesmas Suator untuk proses visum dan penanganan lebih lanjut. Kapolres Asmat menegaskan, pencarian dan evakuasi ini merupakan bagian dari komitmen TNI-Polri untuk mengusut tuntas kasus penembakan yang merenggut nyawa warga sipil. “Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku. Kejadian ini tidak akan dibiarkan begitu saja,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa kehadiran aparat di lapangan bukan hanya untuk mengamankan wilayah, tetapi juga memastikan rasa aman bagi masyarakat yang selama ini menjadi target teror KKB. Kasus penembakan ini menambah panjang daftar korban jiwa akibat ulah KKB di Papua. Indra Guru Wardana, yang dikenal warga sebagai sosok pekerja keras, kini pulang tinggal nama. Kepergiannya menorehkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Asmat. Masyarakat berharap aparat dapat segera menangkap para pelaku, sehingga tidak ada lagi korban-korban baru yang jatuh akibat aksi kekerasan bersenjata.   Penulis: Hend Editor: GF  28 Sep 2025, 12:54 WIT
Sejarah Baru Pemberantasan Narkotika: Ditresnarkoba Polda Sumut Sita 1,4 Ton Sabu Papuanewsonline.com, Medan – Langkah besar dicatatkan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dalam perang melawan narkotika. Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut berhasil menyita barang bukti sabu seberat 1,4 ton sepanjang Januari hingga September 2025. Capaian ini dinilai sebagai pengungkapan terbesar dalam kurun 23 tahun terakhir. Tak hanya itu, dari 4.749 kasus yang berhasil diungkap, sebanyak 6.004 orang tersangka diamankan, termasuk kurir, pengedar, hingga bandar besar yang terafiliasi dengan jaringan internasional. Total keseluruhan barang bukti narkotika yang disita, termasuk jenis lain, mencapai 1,7 ton. Data mengejutkan ini diungkap dalam konferensi pers bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Suyudi Aryo Seto, bersama jajaran Polda Sumut, yang digelar di Aula Tri Brata Mapolda Sumut, Jumat (26/9/2025). Dirresnarkoba Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Jean Calvjin Simanjuntak, menegaskan bahwa capaian tersebut tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari kerja keras, sinergi, dan strategi matang. “Jumlah barang bukti sabu yang berhasil disita tahun ini merupakan yang tertinggi sejak 23 tahun terakhir di Ditresnarkoba Polda Sumut. Pengungkapan ini bukan hanya soal jumlah, tetapi juga menandakan keberhasilan dalam memutus mata rantai peredaran narkotika lintas negara,” ungkap Calvjin. Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak hanya menyasar kurir jalanan. Beberapa bandar besar yang memasok sabu dari luar negeri berhasil diamankan. “Kami tegaskan, perang melawan narkotika ini tidak akan berhenti di sini. Aparat penegak hukum tidak bisa bekerja sendiri, kolaborasi lintas sektor mutlak diperlukan,” tandasnya. Sementara itu, Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Aryo Seto, dalam konferensi pers tersebut mengingatkan bahwa keberhasilan pengungkapan ini harus dimaknai lebih dari sekadar angka. “Di balik setiap kasus narkoba, ada keluarga yang hancur dan anak muda yang kehilangan masa depan. Karena itu, data ini bukan hanya statistik, melainkan alarm bagi kita semua. Setiap gram sabu yang berhasil disita adalah wujud perjuangan kita untuk melindungi masa depan bangsa,” tegasnya Komjen Suyudi menekankan pentingnya kerja sama antara BNN, Polri, TNI, serta seluruh elemen masyarakat. “Saya sangat bangga dengan langkah Polda Sumut. Hasil kerja keras ini berarti jutaan jiwa anak bangsa berhasil diselamatkan dari jerat narkotika,” ujarnya dengan nada optimis. Sejarah baru ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan semangat pemberantasan narkotika di seluruh wilayah Indonesia. Dengan keberhasilan pengungkapan besar ini, Polda Sumut dan BNN RI menegaskan bahwa mereka tidak hanya berperang melawan barang haram, tetapi juga berjuang menyelamatkan generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.(GF) 28 Sep 2025, 12:42 WIT
Narapidana Kasus Senjata Api Ilegal Kabur dari Lapas Merauke Papuanewsonline, Merauke – Suasana di Merauke mendadak tegang setelah kabar kaburnya seorang narapidana bernama Edowardus Supusepa alias Nus dari pengawasan petugas saat menjalani pengobatan di RSUD Merauke. Edowardus, yang sedang menjalani vonis delapan bulan penjara atas kepemilikan senjata api ilegal, nekat melarikan diri meski hanya tersisa dua bulan lagi masa hukumannya. Kejadian ini sontak mengundang kekhawatiran luas. Pasalnya, Papua Selatan belakangan tengah diguncang isu meningkatnya aktivitas kelompok kriminal bersenjata (KKB). Lepasnya seorang napi kasus senjata api ilegal menambah ketegangan, seolah menjadi celah baru bagi jaringan peredaran senjata di tanah Papua. Kepala Lapas Kelas IIB Merauke, Dewanto, mengakui pelarian tersebut terjadi karena kelalaian petugas pengawal. Situasi lapas yang sangat overkapasitas turut memperburuk keadaan. “Lapas Merauke berkapasitas hanya 319 orang, namun saat ini dihuni 521 napi. Jumlah petugas aktif hanya 71 orang, bahkan Kepala Pengamanan sedang sakit sehingga tidak ada pejabat definitif yang mengisi posisi strategis itu,” ungkap Dewanto. Kondisi tersebut membuat pengawasan napi rawan kebobolan. “Kami akui ini kelemahan sistem yang sedang kami benahi. Saat ini fokus kami adalah melakukan pencarian bersama kepolisian,” tambahnya. Tim gabungan lapas dan aparat kepolisian kini tengah melakukan pencarian intensif terhadap Edowardus. Setiap pintu keluar kota Merauke dijaga ketat, termasuk akses menuju wilayah perbatasan. Di sisi lain, keresahan warga semakin menjadi-jadi setelah muncul gambar Bintang Kejora secara misterius di sekitar Monumen Kapsul Waktu, ikon kebanggaan masyarakat Papua Selatan. Banyak pihak menilai peristiwa ini memperlihatkan adanya gerakan terorganisir yang berusaha menguji kelengahan aparat keamanan. Kaburnya Edowardus, meski “hanya” napi dengan sisa masa tahanan singkat, tetap dipandang sebagai ancaman serius. Dengan latar belakang kasus kepemilikan senjata api ilegal, dikhawatirkan ia dapat kembali bergabung dengan jaringan atau memasok senjata ke kelompok-kelompok tertentu. “Ini bukan sekadar pelarian napi biasa. Dalam konteks Papua yang rentan dengan isu senjata api ilegal dan aksi KKB, kaburnya Edowardus bisa memantik masalah besar,” ujar seorang pengamat keamanan di Merauke.     Penulis: Hend Editor: GF 27 Sep 2025, 01:26 WIT
Bos Pinjol Investree Akhirnya Ditangkap: OJK Pulangkan Buronan Interpol Rp 2,75 Triliun ke Indonesia Papuanewsinline, Jakarta – Drama panjang pengejaran bos Pinjol Investree, Adrian Gunadi, akhirnya berakhir. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Polri dan Interpol berhasil meringkus sang buronan kelas kakap yang sejak Februari 2025 masuk dalam daftar Red Notice Interpol. Adrian ditangkap di Qatar dan resmi dipulangkan ke Indonesia pada Jumat (26/9). Kasus ini menjadi sorotan publik karena kerugian yang ditimbulkan sangat fantastis, mencapai Rp 2,75 triliun. Uang investor yang seharusnya diputar untuk bisnis legal justru lenyap, meninggalkan ribuan korban yang menuntut keadilan. “Ini bukti keseriusan kami dalam mengawal sektor jasa keuangan agar tetap bersih dan terlindungi dari praktik curang yang merugikan masyarakat,” tegas perwakilan OJK dalam konferensi pers di Jakarta. Adrian Gunadi bukan buronan sembarangan. Ia sempat berpindah-pindah negara untuk menghindari jeratan hukum. Namun titik balik terjadi saat Konferensi Interpol Asia Regional di Singapura, di mana Polri mengirimkan Sekretaris NCB Interpol Divhubinter, Brigjen Untung Widyatmoko, untuk melakukan lobi dan kerja sama dengan pihak Qatar. Hasilnya, jalan pemulangan Adrian ke Indonesia pun terbuka. “Koordinasi lintas negara menjadi kunci utama. Kerja sama ini menegaskan bahwa pelaku kejahatan keuangan tidak bisa bersembunyi di luar negeri,” ungkap Brigjen Untung. Setelah dipulangkan, Adrian langsung digiring ke Rutan Bareskrim Polri untuk menjalani proses hukum. OJK memastikan akan mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk upaya pemulihan dana investor. Penangkapan ini bukan hanya kabar gembira bagi para korban, tetapi juga menjadi pesan keras bagi para pelaku kejahatan keuangan lainnya: tidak ada tempat aman untuk bersembunyi. “Adrian Gunadi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Kami ingin memastikan keadilan ditegakkan,” pungkas pernyataan resmi OJK. Penulis: Hend Editor: GF   26 Sep 2025, 22:30 WIT
Razia Gabungan Polres Malra dan Kodim 1503 Tual di Jembatan Watdek Papuanewsonline.com, Maluku Tenggara – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Maluku Tenggara kembali digelorakan. Polres Malra bersama Kodim 1503 Tual melaksanakan razia gabungan di Jembatan Watdek pada Rabu malam (24/9/2025). Operasi yang berlangsung selama dua jam, mulai pukul 21.00 hingga 23.00 WIT ini menyasar kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas di jalur utama tersebut. Kegiatan ini melibatkan 40 personel Polres Malra dan 30 personel Kodim 1503 Tual, dipimpin langsung oleh Kasi Humas Polres Malra, IPDA Wandi Puasa. Dengan pengawasan ketat, setiap kendaraan diperiksa untuk memastikan tidak ada senjata tajam maupun senjata rakitan ilegal yang beredar di masyarakat. “Razia ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat Malra dalam beraktivitas sehari-hari, baik siang maupun malam. Kami ingin memastikan bahwa wilayah ini tetap aman dari potensi gangguan kriminal,” tegas IPDA Wandi Puasa. Dalam operasi tersebut, personel TNI-Polri menaruh perhatian khusus terhadap peredaran senjata tajam seperti parang, panah wayer, serta senjata rakitan berupa tabung dan senapan angin. Senjata-senjata ini dinilai rawan digunakan untuk tindak kejahatan maupun konflik sosial, sehingga peredarannya harus ditertibkan. Selain itu, razia juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat. Warga yang terjaring razia diberikan pemahaman agar tidak menyimpan atau membawa senjata berbahaya tanpa alasan yang jelas. Razia gabungan ini tidak hanya sebatas penertiban, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata TNI-Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sinergi antara Polres Malra dan Kodim 1503 Tual diharapkan mampu menekan angka kriminalitas sekaligus mencegah potensi keributan yang dipicu kepemilikan senjata tajam maupun rakitan ilegal. “Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala hingga wilayah hukum Polres Malra benar-benar menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat,” tambah IPDA Wandi. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar mendukung upaya penertiban ini dengan cara tidak menyimpan atau memperjualbelikan senjata ilegal, serta melapor bila mengetahui adanya potensi ancaman kamtibmas di lingkungannya. Dengan keberhasilan razia gabungan ini, Polres Malra dan Kodim 1503 Tual menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.   Penulis: Hend Editor: GF   26 Sep 2025, 22:06 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT