logo-website
Kamis, 16 Jul 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
Konflik Kwamki Narama Kembali Memakan Korban, Tiga Warga Tewas dalam Sehari Papuanewsonline.com, Mimika – Konflik antarkelompok warga di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menelan korban jiwa. Pada Senin (29/12/2025), dua orang dilaporkan meninggal dunia, sehingga total korban tewas dalam satu hari mencapai tiga orang.Dengan penambahan tersebut, jumlah korban jiwa akibat konflik yang telah berlangsung sejak Oktober 2025 kini meningkat menjadi sembilan orang. Aparat keamanan menyatakan situasi semakin memprihatinkan karena bentrokan kembali terjadi meski berbagai upaya penanganan telah dilakukan.“Kita sangat prihatin dengan pertambahan korban — situasi terus memburuk meskipun upaya sudah dilakukan,” ujar Kapolsek Kwamki Narama Ipda Yusak Sawaki saat dikonfirmasi.Bentrok terbaru dipicu kembali setelah prosesi pembakaran jenazah korban yang meninggal sebelumnya. Dalam situasi duka tersebut, kedua kelompok warga kembali terlibat saling serang, memicu jatuhnya korban tambahan di lokasi konflik.Dua korban terbaru diketahui berasal dari kubu Dang. Dengan demikian, total korban jiwa hingga saat ini terdiri atas lima orang dari kubu Dang dan empat orang dari kubu Newegalen, menjadikan konflik ini sebagai salah satu yang paling mematikan di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.Kabag Ops Polres Mimika AKP Henri Korwa menyampaikan bahwa aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di lokasi konflik. “Anggota masih siaga, barusan kami pisahkan mereka,” ujarnya, menjelaskan langkah cepat yang dilakukan untuk mencegah bentrokan lanjutan.Sebelumnya, aparat gabungan telah membongkar tenda perang, menyita sejumlah alat perang tradisional, serta mengamankan beberapa oknum yang diduga menjadi provokator. Namun demikian, upaya tersebut belum sepenuhnya mampu menghentikan rangkaian kekerasan yang terus berulang.Di sisi lain, langkah perdamaian juga terus diupayakan oleh pemerintah daerah. Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dilaporkan telah memanggil keluarga dari kedua kubu yang bertikai guna mendorong penyelesaian konflik secara damai dan menghentikan kekerasan.“Kami berharap kedua pihak bisa mendengar panggilan damai dan berhenti dari kekerasan,” pungkas Ipda Yusak. Aparat keamanan menegaskan akan terus meningkatkan pengamanan demi mencegah jatuhnya korban tambahan dan menjaga stabilitas keamanan di Kwamki Narama.  Penulis: JidEditor: GF 29 Des 2025, 18:20 WIT
Konflik Antarwarga Kwamki Narama Terus Memakan Korban Jiwa Papuanewsonline.com, Mimika – Konflik antarwarga yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, kembali menelan korban jiwa. Hingga akhir Desember 2025, total korban meninggal dunia akibat bentrokan tersebut tercatat sebanyak tujuh orang sejak konflik mulai pecah pada Oktober lalu.Korban terbaru diketahui bernama Dinus Kiwak dari kubu Dang. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Senin malam (29/12/2025) setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Mimika akibat luka panah yang dideritanya.Kapolsek Kwamki Narama Ipda Yusak Sawaki menyampaikan keprihatinannya atas terus bertambahnya korban jiwa dalam konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa situasi ini menjadi perhatian serius aparat keamanan, mengingat konflik telah berlangsung cukup lama dan berulang kali memicu bentrokan lanjutan.Konflik antar dua kelompok warga ini berawal dari persoalan perselingkuhan yang terjadi di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama. Meski sempat dilakukan berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan, konflik kembali memanas karena upaya perdamaian yang tidak berjalan efektif.Dinus Kiwak diketahui sempat mengalami luka panah beberapa waktu sebelum meninggal dunia. Korban memilih menjalani pengobatan secara mandiri di rumah sebelum kondisinya memburuk dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Meski mendapat penanganan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.Jenazah Dinus Kiwak kemudian dipulangkan ke rumah duka untuk prosesi adat. Keluarga melaksanakan ritual pembakaran jenazah sesuai tradisi setempat. Namun, di tengah prosesi tersebut, situasi keamanan kembali terganggu akibat bentrokan susulan antara kedua kelompok.Bentrok kembali terjadi pada Senin pagi, saat kedua kubu saling menyerang menggunakan busur dan anak panah. Peristiwa ini semakin memperlihatkan rapuhnya kondisi keamanan di wilayah tersebut meskipun aparat terus melakukan pengamanan.Dari data kepolisian, total tujuh korban meninggal dunia terdiri dari empat orang dari kubu Newegalen dan tiga orang dari kubu Dang. Aparat keamanan terus disiagakan untuk mencegah bentrokan lanjutan sekaligus meredam eskalasi konflik.Polsek Kwamki Narama bersama unsur terkait terus mengintensifkan pendekatan persuasif dan pengamanan wilayah, dengan harapan kedua belah pihak dapat menghentikan kekerasan dan membuka ruang dialog demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.  Penulis: Jid Editor: GF 29 Des 2025, 18:11 WIT
Vonis Tiga Tahun Penjara untuk Toni Tamsil dalam Perkara Obstruction of Justice Korupsi Timah Papuanewsonline.com, Pangkalpinang – Pengadilan Negeri Pangkalpinang menjatuhkan vonis pidana penjara selama tiga tahun kepada Toni Tamsil alias Akhi dalam perkara perintangan penyidikan (obstruction of justice) kasus korupsi timah dengan nilai kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp300 triliun. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang pada Senin (29/12/2025).Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 3,6 tahun. Putusan ini sekaligus mengakhiri rangkaian persidangan yang menyita perhatian publik karena keterkaitannya dengan perkara korupsi timah berskala besar.Ketua Majelis Hakim Sulistiyanto Rokhmad Budiarto menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perintangan proses hukum dalam penanganan perkara korupsi tersebut. Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan kewajiban membayar biaya perkara sebesar Rp5.000.Pembacaan putusan tersebut mengubah suasana ruang sidang yang semula tenang menjadi emosional. Keluarga terdakwa, termasuk istri dan anaknya, terlihat tidak mampu menahan tangis saat mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim.Perkara yang menjerat Toni Tamsil merupakan bagian dari rangkaian kasus besar korupsi timah yang melibatkan banyak pihak dan disebut sebagai salah satu kasus korupsi terbesar yang pernah ditangani aparat penegak hukum di Indonesia. Dalam perkara ini, Toni didakwa menghambat proses penyidikan yang tengah berjalan.Kasus obstruction of justice dinilai sebagai kejahatan serius karena secara langsung mengganggu upaya penegakan hukum dan berpotensi menghambat pengungkapan fakta-fakta penting dalam perkara korupsi. Oleh karena itu, proses hukum terhadap terdakwa menjadi perhatian luas masyarakat.Putusan pengadilan ini diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa setiap upaya menghalangi proses penegakan hukum akan tetap diproses sesuai ketentuan perundang-undangan, meskipun tidak secara langsung terlibat dalam tindak pidana korupsi utama.Pemerintah bersama aparat penegak hukum terus menegaskan komitmen dalam pemberantasan korupsi, termasuk menindak tegas pihak-pihak yang berupaya merintangi penyidikan, penuntutan, maupun proses peradilan demi memulihkan kerugian negara.  Penulis: HendrikEditor: GF 29 Des 2025, 10:32 WIT
Dominasi Generasi Muda Warnai KKB Papua, Pola Serangan Kian Agresif dan Sulit Diprediksi Papuanewsonline.com, Papua – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz mengungkapkan bahwa komposisi keanggotaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua saat ini didominasi oleh generasi muda. Pergeseran demografi tersebut dinilai berdampak langsung pada perubahan pola aksi KKB yang semakin agresif, cepat, dan sulit diprediksi sepanjang tahun 2025.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa keterlibatan anggota usia muda membuat intensitas serangan meningkat dan dilakukan tanpa memperhitungkan waktu maupun situasi sosial. Serangan kerap terjadi secara tiba-tiba, termasuk pada momentum hari besar keagamaan yang seharusnya berlangsung aman dan damai.Selain aparat TNI dan Polri, sasaran kekerasan juga meluas ke warga sipil. Kelompok ini tercatat menyerang profesi yang memiliki peran penting dalam pelayanan publik, seperti tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, sehingga menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.Satgas Damai Cartenz menilai bahwa motif utama dari rangkaian aksi kekerasan tersebut berkaitan dengan upaya menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian, baik di tingkat lokal maupun internasional. Pola ini memperlihatkan adanya strategi teror yang bertujuan menciptakan ketidakstabilan keamanan di wilayah Papua.Data penanganan sepanjang 2025 menunjukkan aparat keamanan terus melakukan langkah penegakan hukum secara terukur. Satgas mencatat sebanyak 15 anggota KKB tewas dalam kontak senjata, sementara 20 lainnya berhasil ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai kasus kekerasan.Selain penangkapan pelaku, aparat juga menyita sejumlah barang bukti berupa 29 pucuk senjata api, ribuan butir amunisi, serta berbagai perlengkapan pendukung aksi bersenjata. Upaya ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata tersebut.Di ranah digital, Satgas Damai Cartenz mengidentifikasi lebih dari 44.000 tautan yang terafiliasi dengan propaganda dan dukungan terhadap KKB. Langkah pemantauan dan penindakan terhadap konten provokatif terus dilakukan guna menekan penyebaran narasi kekerasan dan separatisme.Melalui operasi terpadu bersama TNI dan instansi terkait, Satgas Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua. Pendekatan penegakan hukum, pengamanan wilayah, serta pengendalian informasi menjadi bagian dari strategi berkelanjutan untuk meredam eskalasi kekerasan.  Penulis: HendrikEditor: GF 29 Des 2025, 10:30 WIT
Operasi Damai Cartenz 2025 Catat Puluhan KKB Ditangkap dan Senjata Disita Papuanewsonline.com, Mimika – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz merilis laporan hasil penanganan gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sepanjang tahun 2025. Dalam laporan tersebut, tercatat sebanyak 45 anggota KKB berhasil ditangkap, dengan 15 di antaranya tewas akibat melakukan perlawanan terhadap aparat keamanan.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol. Yusuf Sutejo menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari operasi gabungan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh TNI dan Polri di sejumlah wilayah rawan. Penindakan dilakukan berdasarkan pemetaan jaringan dan pergerakan kelompok bersenjata yang kerap melakukan aksi teror terhadap masyarakat.Dari total 45 anggota KKB yang diamankan, sebanyak 20 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sementara itu, sisanya masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman untuk mengungkap keterlibatan dalam jaringan dan aksi kriminal lainnya.Selain penangkapan, aparat juga berhasil mengamankan berbagai barang bukti yang diduga kuat digunakan untuk mendukung aksi kekerasan. Barang bukti tersebut meliputi 29 pucuk senjata api, 4.194 butir amunisi, dua bahan peledak, 93 senjata tajam, serta 57 lembar dokumen yang berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata.Dalam aspek nonfisik, Satgas Damai Cartenz juga menaruh perhatian besar pada perang informasi yang dilakukan oleh kelompok terafiliasi KKB. Sepanjang 2025, aparat mengidentifikasi sedikitnya 44.171 tautan berita hoaks dan konten provokatif yang beredar di ruang digital dan dinilai berpotensi memicu keresahan masyarakat.Upaya penindakan turut diperkuat dengan penguasaan wilayah. Satgas bersama TNI berhasil menduduki 14 lokasi yang diduga menjadi markas atau basis pergerakan KKB, sebagai bagian dari strategi menekan ruang gerak kelompok tersebut dan memutus jalur logistiknya.Yusuf menegaskan bahwa tantangan utama ke depan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga berupa provokasi dan disinformasi di media sosial yang kerap menyudutkan aparat keamanan. Oleh karena itu, sinergi antara TNI dan Polri terus diperkuat untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan komitmen untuk terus melaksanakan penegakan hukum secara terukur, profesional, dan berkelanjutan demi menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat Papua sepanjang tahun-tahun mendatang.  Penulis: JidEditor: GF 28 Des 2025, 17:42 WIT
Personel Polda Maluku Buka Blokade Jalan Warga Liang Papuanewsonline.com, Malteng - Aksi blokade jalan oleh warga kembali terjadi di desa Liang, kecamatan Salahutu, kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (27/12/2025).Menerima informasi tersebut personel Patroli Respon Time Direktorat Samapta Polda Maluku langsung menuju lokasi kejadian.Dibantu oleh sejumlah warga setempat, blokade jalan yang dilakukan orang tak dikenal ini berhasil dibongkar tim respon time Polda Maluku.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K mengungkapkan, aksi pemalangan jalan diketahui saat personel respon time melaksanakan patroli kamtibmas di kawasan kecamatan Salahutu pada jumat malam.Di tengah pelaksanaan tugas rutin, tim reaksi cepat Polda Maluku ini kemudian mendapatkan informasi dari masyarakat melalui operator call center 110.Mendapatkan kabar itu, sejumlah personel yang melakukan patroli menggunakan kendaraan bermotor langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP)."Blokade jalan di kawasan Desa Liang dilakukan orang yang tidak di ketahui. Personel patroli respon time yang dibantu warga sekitar kemudian berhasil membongkar blokade jalan tersebut," kata Kombes Rositah.Selain membersihkan ruas jalan dari tumpukan material batu dan kayu, personel juga menggali informasi dari masyarakat terkait aksi tersebut."Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah terprovokasi atau terhasut dengan informasi yang diterima dan belum dapat dipastikan kebenarannya," pintanya.Polda Maluku menghimbau kepada masyarakat agar dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di lingkungan masing-masing."Mari sama-sama kita jaga lingkungan kita dari gangguan kamtibmas. Dengan lingkungan yang aman dan damai maka seluruh aktivitas kita akan berjalan lancar dan baik," harapnya.Hingga saat ini situasi kamtibmas dan arus lalulintas di desa Liang terpantau aman dan terkendali. "Kami juga meminta masyarakat apabila menemukan keadaan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas agar dapat menghubungi call center 110," pintanya. PNO-12 27 Des 2025, 20:45 WIT
Polda Maluku Berhasil Redam Aksi Penyerangan Sekelompok Warga di Pos PAM Stain Ambon Papuanewsonline.com, Ambon - Personel Samapta dan Brimob Polda Maluku berhasil meredam sekelompok warga yang menyerang aparat keamanan di Pos Pengamanan depan Indomaret Stain, Kota Ambon, Jumat dini hari (26/12/2025).Aksi serangan oleh sekelompok warga di Pos Pengamanan konflik tersebut dilakukan menggunakan batu dan anak panah. Warga juga melakukan aksi blokir jalan."Pagi tadi sekitar pukul 02.00 WIT sekelompok warga menyerang Pos PAM yang berada di depan Indomaret Stain. Mereka melakukan pelemparan menggunakan batu dan juga panah-panah," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi S.I.K.Menanggapi aksi serangan tersebut, aparat gabungan dari Dit Samapta dan Sat Brimob Polda Maluku kemudian mengimbau warga untuk menghentikan aksinya. "Anggota berhasil meredam kelompok pemuda yang melakukan aksi serangan," tambahnya.Tak sampai di situ, saat terjadi pemadaman lampu, sekelompok pemuda tak dikenal tersebut kembali melakukan aksi pelemparan batu dan blokir jalan."Kami tidak terpancing dengan aksi warga tersebut dengan tetap menggunakan cara-cara yang humanis meminta warga untuk membukarkan diri," jelasnya.Sekitar pukul 04.50 WIT, Wakapolresta Ambon bersama anggota Sabhara yang berada di Pos PAM Alfamidi dikerahkan untuk bersama-sama membubarkan massa."Sampai pagi ini situasi kamtibmas di sekitar lokasi kejadian terpantau aman kondusif," ujarnya.Polda Maluku mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bersama-sama aparat kepolisian untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban."Jangan mudah terprovokasi dengan informasi yang dapat memecah belah persaudaraan dan mengganggu kamtibmas," pintanya.Masyarakat juga diminta untuk tidak main hakim sendiri. Sebab, selain telah melawan hukum, perbuatan tersebut hanya akan memperbesar persoalan. "Kalau ada kejadian laporkan kepada kami untuk dilakukan proses sesuai hukum yang berlaku," ajaknya. PNO-12 27 Des 2025, 18:30 WIT
Natal Berujung Duka di Yahukimo, Dua Kasus Penganiayaan Berat Terjadi dalam Satu Malam Papuanewsonline.com, Mimika – Dua peristiwa penganiayaan berat terhadap warga sipil terjadi di Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, sepanjang Kamis malam hingga Jumat pagi, 25–26 Desember 2025. Insiden tersebut mengakibatkan satu korban meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.Rentetan kekerasan ini menuai kecaman dari berbagai pihak karena terjadi di tengah suasana perayaan Hari Raya Natal. Peristiwa tersebut dinilai tidak berperikemanusiaan serta bertentangan dengan nilai moral dan ajaran agama yang menjunjung tinggi kedamaian dan penghormatan terhadap sesama manusia. “Ini adalah tindakan keji yang menyasar warga sipil di momentum sakral — kita harus segera dapatkan keadilan,” ujar seorang tokoh masyarakat Dekai.Peristiwa pertama terjadi pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 20.45 WIT di Jalan Sosial Matoa. Seorang warga bernama Ramli S (51) ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan sejumlah luka bacok di bagian leher, telapak tangan, dan pergelangan tangan kiri.Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat meminta air minum kepada warga sebelum akhirnya ditemukan tersungkur bersimbah darah. Dalam kejadian tersebut, lima orang pelaku tak dikenal yang diduga menggunakan senjata tajam langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.Aparat gabungan dari Polres Yahukimo, Brimob BKO, dan Satgas Damai Cartenz segera melakukan pengamanan lokasi, olah tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi korban ke RSUD Dekai sebelum dibawa ke ruang jenazah untuk penanganan lebih lanjut.Peristiwa penganiayaan kedua terjadi pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIT di sebuah bengkel motor di Jalan Papua. Korban bernama Ardi (45), seorang warga pendatang, mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam pada bagian leher belakang dan tangan kanan.Korban sempat menyampaikan informasi singkat kepada warga sekitar sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD Dekai. Hingga saat ini, korban dilaporkan masih dalam kondisi sadar dan menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan tim medis.Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, menyatakan bahwa aparat menduga kedua peristiwa tersebut saling berkaitan dan merupakan bagian dari gangguan keamanan yang dilakukan oleh kelompok KKB Kodap XVI Yahukimo. Aparat pun meningkatkan patroli gabungan serta razia di sejumlah titik rawan. “Kami akan terus mengidentifikasi dan memburu pelaku untuk menegakkan hukum, memberikan keadilan, serta menjamin rasa aman masyarakat,” tegas Adarma.Penulis: JidEditor: GF 27 Des 2025, 15:26 WIT
Pria Tanpa Identitas Jalani Perawatan Intensif di RSUD Mimika Usai Diduga Mengalami Mabuk Berat Papuanewsonline.com, Mimika – Seorang pria tanpa identitas saat ini masih menjalani perawatan intensif di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Mimika setelah mengalami insiden serius yang diduga dipicu oleh kondisi mabuk berat. Korban ditemukan dalam keadaan tidak berdaya dan segera dilarikan ke rumah sakit pada Jumat malam (26/12/2025).Hingga saat ini, identitas serta alamat tempat tinggal pasien belum diketahui. Oleh pihak rumah sakit, pasien tersebut dicatat dengan status Mr. X karena tidak ditemukan dokumen identitas saat pertama kali ditangani.“Kami sangat berharap ada keluarga atau kerabat yang segera datang,” ujar seorang petugas medis.Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena, mengungkapkan bahwa hingga Sabtu siang belum ada keluarga maupun pihak yang datang menanyakan kondisi pasien yang sedang dirawat tersebut.Kondisi tersebut dinilai menyulitkan tim medis untuk memperoleh informasi lanjutan terkait riwayat kesehatan pasien yang sangat dibutuhkan dalam mendukung pengambilan tindakan medis selanjutnya.“Kami berharap ada masyarakat yang mengenali ciri-ciri pasien,” kata Lucky.Pihak RSUD Mimika memastikan bahwa pasien masih mendapatkan penanganan medis secara intensif di IRD, dengan pengawasan ketat dari tenaga kesehatan yang bertugas.“Kami terus berupaya memberikan perawatan terbaik,” tambah Lucky.Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat yang merasa mengenali atau memiliki informasi terkait pasien tersebut agar segera mendatangi IRD RSUD Mimika atau menghubungi pihak rumah sakit, karena keterlibatan keluarga atau kerabat dinilai sangat penting untuk kelancaran proses perawatan dan penanganan medis lebih lanjut. “Informasi sekecil apapun sangat berarti bagi kami,” pungkasnya.Penulis: JidEditor: GF 27 Des 2025, 15:20 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT