Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pemerintahan
Homepage
Bupati Boven Digoel Terima Grand Desain Pendidikan Untuk Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Bupati Boven Digoel, Roni Omba, resmi
menerima Grand Desain Pendidikan dari Kepala Dinas Pendidikan Boven Digoel,
Donal Wanimbo pada Rabu, (3/12/2025). Dokumen strategis tersebut menjadi acuan
penting dalam merumuskan arah pembangunan pendidikan yang lebih terarah dan
berkelanjutan di wilayah tersebut.Grand Desain Pendidikan ini merupakan rancangan besar yang
memuat visi, misi, tujuan, strategi, serta langkah-langkah jangka panjang untuk
mewujudkan sistem pendidikan yang ideal di Boven Digoel. Penyusunan dokumen ini
juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai persoalan
pendidikan secara menyeluruh.Di dalam dokumen tersebut tercantum berbagai elemen krusial,
seperti strategi utama pembangunan pendidikan, program prioritas daerah, hingga
analisis peta masalah dan solusi yang disiapkan secara terstruktur. Indikator
keberhasilan turut disertakan untuk memastikan seluruh proses pembangunan dapat
dievaluasi secara berkala.Kepala Dinas Pendidikan Boven Digoel, Donal Wanimbo,
menegaskan bahwa Grand Desain Pendidikan akan menjadi kompas utama dalam
menyusun kebijakan pendidikan daerah. Ia menyatakan bahwa dokumen ini dirancang
agar seluruh pihak memiliki panduan yang sama dalam meningkatkan kualitas
pendidikan. “Grand Desain Pendidikan ini akan menjadi acuan bagi kami dalam
meningkatkan kualitas pendidikan di Boven Digoel,” ujarnya.Bupati Roni Omba menyambut baik penyerahan Grand Desain
Pendidikan tersebut. Ia menilai dokumen ini sebagai langkah penting yang harus
segera diimplementasikan untuk memastikan pemerataan dan peningkatan kualitas
pendidikan. “Kami akan mendukung penuh implementasi Grand Desain ini untuk
meningkatkan kualitas pendidikan di Boven Digoel,” kata Bupati.Penerimaan Grand Desain ini menandai komitmen bersama antara
pemerintah daerah, dinas pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk
menata sistem pendidikan dengan lebih matang. Dengan adanya arah pembangunan
yang jelas, proses peningkatan fasilitas, kualitas guru, hingga pembinaan siswa
dapat dilakukan secara lebih terukur.Harapannya, dokumen ini tidak hanya menjadi pedoman
administratif, tetapi juga menjadi pemicu percepatan peningkatan kualitas
pendidikan di semua wilayah Boven Digoel, termasuk di daerah-daerah terpencil
yang selama ini masih menghadapi beragam keterbatasan.Penyerahan Grand Desain Pendidikan ini sekaligus menjadi
momentum bagi sektor pendidikan di Boven Digoel untuk terus bergerak maju demi
mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Penulis: HendrikEditor: GF
03 Des 2025, 13:48 WIT
Bupati Boven Digoel Resmi Membuka Temu KIM 2025 untuk Penguatan Literasi Informasi Masyarakat
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Bupati Boven Digoel, Roni Omba,
secara resmi membuka kegiatan Temu Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang
digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Boven Digoel,
Rabu (3/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat
jaringan informasi publik di tingkat distrik hingga kampung.Acara tersebut dihadiri oleh pengurus dan anggota KIM dari
berbagai wilayah Boven Digoel. Kehadiran mereka menggambarkan antusiasme
masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas arus informasi yang lebih
terbuka, akurat, dan bermanfaat bagi publik.Dalam sambutannya, Bupati Roni Omba menegaskan bahwa
keberadaan KIM merupakan bagian penting dari strategi pemerintah daerah dalam
mendorong partisipasi masyarakat. Ia menilai bahwa informasi yang baik dapat
menjadi jembatan antara pemerintah dan warga dalam mempercepat pembangunan di
segala sektor.Menurut Bupati, kemampuan masyarakat dalam memahami,
mengelola, dan menyebarkan informasi perlu terus diperkuat. Melalui kegiatan
Temu KIM ini, ia berharap setiap anggota dapat memperoleh tambahan wawasan yang
relevan dengan perkembangan teknologi komunikasi dan kebutuhan sosial di
daerah.Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari beberapa
bidang, antara lain literasi digital, jurnalistik warga, hingga pengelolaan
komunikasi publik. Keberagaman materi yang disampaikan memberikan ruang bagi
peserta untuk meningkatkan kompetensi, terutama dalam menghadapi tantangan
informasi di era digital.Para peserta juga memanfaatkan pertemuan ini sebagai wadah
berbagi pengalaman. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang berlangsung
selama kegiatan menciptakan suasana belajar yang hangat dan produktif,
memperkuat jejaring antar-KIM di seluruh Boven Digoel.Melalui penyelenggaraan Temu KIM 2025, pemerintah daerah
berharap peran KIM di tingkat kampung dan distrik semakin aktif dalam
menyampaikan informasi yang benar, menepis hoaks, serta membantu pemerintah
menyebarluaskan program pembangunan secara lebih efektif.Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari ini ditutup dengan
komitmen bersama untuk terus mengembangkan kualitas informasi demi kemajuan
Kabupaten Boven Digoel di masa mendatang.
Penulis: HendrikEditor: GF
03 Des 2025, 10:59 WIT
Lemasa Minta Pemkab Mimika Tepati Kesepakatan Jadwal Diskusi
Papuanewsonline.com, Mimika — Lembaga Masyarakat Adat
(Lemasa) Timika meminta Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menepati jadwal
diskusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Seruan ini disampaikan menyusul
perubahan agenda yang dinilai dapat memengaruhi koordinasi antara Lemasa,
Lemasko, dan pemerintah daerah.Lemasa mengungkapkan adanya dugaan bahwa Pemkab Mimika lebih
memprioritaskan Lemasko dalam hal pendanaan maupun pelaksanaan kegiatan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait keseimbangan perlakuan terhadap
dua lembaga adat yang memiliki peran penting dalam dinamika sosial masyarakat
Mimika.Sem Bukaleng, tokoh Lemasa Timika, menyampaikan bahwa
pemerintah daerah telah mengundur jadwal diskusi dari tanggal 4 Desember
menjadi 8 atau 9 Desember. Menurutnya, perubahan tersebut tidak sesuai dengan
komitmen awal yang sudah disepakati bersama. Ia menegaskan bahwa pemerintah
seharusnya menunjukkan sikap konsisten dalam menjalin komunikasi dengan lembaga
adat.Dalam pernyataannya, Sem Bukaleng menyampaikan harapan agar
pemerintah mendukung Lemasa dan Lemasko secara setara. Ia menilai bahwa dialog
yang terjadwal dengan baik dapat memperkuat kerja sama dan mendorong
penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. “Pemerintah harus mematuhi
jadwal yang disepakati dan mendukung Lemasa dan Lemasko secara setara,”
ujarnya.Lemasa juga menekankan pentingnya mengembalikan jadwal
diskusi sesuai dengan rencana awal, yaitu pada 4 Desember. Mereka menilai
penundaan diskusi dan lemahnya koordinasi dapat berdampak pada kelancaran
program serta menghambat sejumlah inisiatif masyarakat adat yang tengah
berjalan.Menurut Lemasa, komitmen terhadap penjadwalan bukan hanya
soal waktu, melainkan juga bentuk penghargaan terhadap proses komunikasi yang
melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Ketepatan waktu dinilai sebagai
faktor penting dalam menjaga efektivitas dialog dan membangun kepercayaan
antara lembaga adat dan pemerintah.Hingga kini, Lemasa masih menunggu klarifikasi dari Pemkab
Mimika terkait perubahan jadwal tersebut. Mereka berharap pemerintah dapat
memberikan penjelasan secara terbuka dan memastikan koordinasi dengan Lemasa
dan Lemasko dapat berjalan lebih baik ke depan.Di tengah dinamika ini, Lemasa tetap menegaskan bahwa dialog
adalah jembatan penting untuk menjaga hubungan yang harmonis antara pemerintah
daerah dan lembaga adat. Oleh karena itu, keseriusan Pemkab Mimika dalam
memenuhi komitmen yang telah disepakati menjadi harapan utama masyarakat adat
Timika. Penulis: Hendrik
Editor: GF
02 Des 2025, 21:24 WIT
Bangun Jembatan Darurat di Tapteng, Polda Sumut Pulihkan Akses Warga dan Jalinsum
Papuanewsonline.com, Tapanuli Tengah -Polda Sumatera Utara bergerak cepat memulihkan akses transportasi vital yang terputus akibat bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah. Sejak pagi, sejumlah satuan dari Polda Sumut yakni Karo Log, Direktorat Polairud, Direktorat Siber, serta personel Brimob dan Polairud bersama jajaran Polres Tapteng bergotong royong membangun jembatan darurat penyambung dengan peralatan seadanya.Jembatan yang dikerjakan secara kolaboratif ini merupakan akses penting yang menghubungkan Pandan dengan Kalangan, sekaligus menjadi ruas vital pada Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Tapteng–Sidempuan. Kerusakan akses tersebut sempat menghambat mobilitas warga, distribusi bantuan, hingga arus logistik.Meski bekerja dengan kondisi terbatas dan medan yang cukup berat, tim gabungan terus melakukan upaya percepatan agar jalur darurat dapat segera digunakan masyarakat dan kendaraan darurat yang membawa bantuan.Kabid Humas Polda Sumut menegaskan bahwa langkah cepat semua unsur yang diterjunkan merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam membantu percepatan penanganan bencana.“Polda Sumut tidak membiarkan masyarakat terisolasi. Hari ini, berbagai satuan kami turun langsung membangun jembatan darurat agar Pandan dan Kalangan kembali terhubung. Ini juga demi memulihkan mobilitas di Jalinsum yang merupakan jalur strategis pergerakan logistik,” ujar Kabid Humas Polda Sumut.Beliau menambahkan bahwa kehadiran aparat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan percepatan pemulihan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada masyarakat.“Dengan peralatan seadanya, personel bekerja keras demi kepentingan warga. Ini adalah bentuk nyata aksi kemanusiaan Polri. Polda Sumut akan terus berada di lapangan sampai akses benar-benar pulih dan masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan aman,” lanjutnya.Polda Sumut memastikan bahwa setelah jembatan darurat ini selesai, distribusi bantuan dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal secara bertahap. PNO-12
02 Des 2025, 19:31 WIT
Polda Sumut Kerahkan Unit K9 Percepat Pencarian Korban Banjir dan Longsor di Tapteng–Sibolga
Papuanewsonline.com, Medan – Upaya pencarian korban banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatera Utara terus diperkuat. Polda Sumatera Utara mengerahkan unit K9 atau anjing pelacak terlatih untuk membantu proses penyisiran di sejumlah titik terdampak, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga yang merupakan lokasi dengan dampak terparah.Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pengerahan K9 ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan pencarian di area-area yang sulit ditembus oleh tim SAR konvensional. Unit K9 tersebut didatangkan sebagai perbantuan dari Mabes Polri, lengkap dengan handler profesional dan peralatan pendukung.“Tim K9 ini diperbantukan untuk mendukung proses pencarian korban yang masih dilaporkan hilang akibat banjir bandang dan longsor,” ujar Kapolda Whisnu, Senin (1/12/25).Menurutnya, anjing pelacak memiliki kemampuan deteksi yang sangat tinggi, terutama dalam mengidentifikasi keberadaan manusia di bawah tumpukan lumpur, reruntuhan material, atau area yang tidak dapat diakses kendaraan maupun alat berat. Karena itu, kehadiran unsur K9 menjadi salah satu kekuatan penting dalam mempercepat proses pencarian.Kapolda Sumut menegaskan bahwa seluruh personel handler dan anjing pelacak yang diterjunkan berada dalam kondisi optimal dan telah dilengkapi perlengkapan khusus untuk operasi di medan bencana. Polda Sumut juga memastikan dukungan logistik, komunikasi, serta koordinasi lintas instansi berjalan maksimal.“Kecepatan menemukan korban adalah bagian dari menyelamatkan martabat kemanusiaan. Setiap nyawa sangat berharga, dan kita bekerja maksimal dengan semua sumber daya yang ada, termasuk K9,” tegasnya.Selain unit K9, Polda Sumut bersama Basarnas, TNI, BPBD, dan pemerintah daerah terus mengintensifkan pencarian melalui penyisiran darat, pengerahan alat berat, serta pemetaan ulang titik-titik yang berpotensi masih terdapat korban tertimbun. Kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri, namun sinergi antarinstansi disebut tetap solid.Kapolda Whisnu menambahkan bahwa operasi pencarian akan dilaksanakan tanpa henti hingga seluruh warga yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun tidak.Dengan dukungan tambahan kekuatan K9 ini, Polda Sumut berharap proses pencarian dapat berjalan lebih efektif dan memberikan jawaban bagi keluarga yang masih menunggu kabar anggota keluarganya. PNO-12
02 Des 2025, 19:04 WIT
Kapolri Bagikan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Papuanewsonline.com, Lhokseumawe – Kapolri kembali menunjukkan komitmennya dalam percepatan penanganan bencana dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Bantuan tersebut diterbangkan menggunakan Pesawat Poludara CN 295/P-4501 dan langsung diarahkan untuk mendukung kebutuhan warga serta petugas yang bekerja di lapangan.Dalam penyalurannya, Astamaops Kapolri, Komjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, hadir mewakili Kapolri untuk menyerahkan langsung bantuan tersebut di lokasi terdampak. Selain menyerahkan bantuan, Astamaops Kapolri juga melaksanakan giat memberikan support moril kepada seluruh anggota Polri dan petugas gabungan yang terus berjibaku menanggulangi bencana alam di wilayah tersebut.Adapun bantuan dari Kapolri yang disampaikan melalui Astamaops Kapolri meliputi:1. Perahu karet 1 unit2. Mesin Yamaha 1 unit3. Alas perahu 1 unit4. Power station 2 unit5. Solar panel 4 unit6. MPT-FT 20 dus7. Pemanas MTP 10 dus8. Makanan siap saji 27 dus9. Tenda 1 unitDalam kesempatan tersebut, Astamaops Kapolri Komjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk perhatian langsung dari Kapolri terhadap kondisi masyarakat di Aceh.“Bapak Kapolri memerintahkan kami untuk memastikan bantuan ini tiba tepat waktu dan langsung diterima masyarakat yang membutuhkan. Polri hadir untuk memberikan dukungan nyata bagi warga yang terdampak bencana, sekaligus memastikan seluruh personel yang bertugas tetap bersemangat menjalankan misi kemanusiaan,” ujarnya, Selasa (2/12).Ia juga menegaskan bahwa Kapolri memberikan instruksi agar proses penanganan bencana dilakukan dengan cepat, humanis, dan terkoordinasi.“Pesan Bapak Kapolri sangat jelas: pastikan masyarakat mendapatkan bantuan, pastikan petugas tetap kuat, dan pastikan Polri selalu berada di garis terdepan untuk membantu negara dalam situasi darurat,” tambahnya.Dengan dukungan logistik dan penguatan personel dari Kapolri ini, diharapkan penanganan bencana di Lhokseumawe dapat berjalan lebih optimal serta mempercepat pemulihan bagi masyarakat yang terdampak. PNO-12
02 Des 2025, 18:50 WIT
Respon Cepat Tangani Bencana Alam, Kapolda Aceh Terobos Banjir dan Lumpur demi Tiba di Tamiang
Papuanewsonline.com, Kuala Simpang - Ketika banjir bandang dan luapan sungai menenggelamkan hampir seluruh wilayah Aceh Tamiang, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menunjukkan kepemimpinan yang tidak hanya strategis, tetapi juga sangat humanis. Didampingi Pejabat Utama Polda Aceh, beliau menempuh perjalanan darat selama lima hari penuh, melewati jalur yang terputus, terendam air, tertutup lumpur pekat, serta di sejumlah titik harus menyeberang dengan perahu karena jalan raya berubah total menjadi sungai berarus deras.Sebuah perjalanan ekstrem yang secara teknis hampir mustahil ditempuh, tetapi dilaksanakan demi satu tujuan utama: menjamin penanganan bencana berjalan cepat, menyeluruh, dan menyentuh seluruh warga terdampak, sekaligus memastikan kondisi personel, markas komando, serta layanan Kepolisian di tengah bencana.Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan misi kemanusiaan berisiko tinggi. Di sejumlah lokasi, rombongan harus memasuki jalur yang telah berubah menjadi sungai lumpur dengan ancaman longsor dan arus deras yang setiap saat dapat mengancam nyawa.“Saya harus tiba di Tamiang. Saya ingin melihat langsung kondisi saudara-saudara kita yang sedang berjuang menghadapi musibah ini. Dan mengecek langsung kondisi Mako serta memastikan Kesiapan Personil dalam penanganan dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegas Irjen Marzuki penuh ketegasan dan empati.Setibanya di lokasi, Kapolda langsung mengeluarkan instruksi darurat kepada seluruh jajaran. Ia memerintahkan percepatan evakuasi warga, terutama lansia, anak-anak, perempuan, dan kelompok rentan lainnya. Pendataan korban, tingkat kerusakan, serta kebutuhan logistik mendesak juga diperintahkan untuk dipercepat agar bantuan dapat disalurkan tanpa hambatan birokratis maupun kendala lapangan.“Banjir ini bukan hanya menguji ketahanan infrastruktur, tetapi juga mengguncang solidaritas kemanusiaan kita. Setiap warga harus mendapatkan perlindungan. Setiap keluarga harus tersentuh bantuan. Tidak boleh ada satu pun yang terabaikan,” ujarnya, didampingi Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi dan Kapolres AKBP Muliadi.Dari hasil peninjauan langsung, Kapolda menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Sebanyak 90 persen wilayah Aceh Tamiang terendam, aktivitas sosial serta ekonomi lumpuh total, dan bahkan kantor pemerintahan, Kodim, serta Polres ikut terdampak.Melihat skala bencana yang bersifat ekstrem dan meluas, Kapolda Aceh segera mengajukan bantuan tambahan kepada Mabes Polri, termasuk pengerahan pasukan recovery serta permintaan helikopter angkut untuk mempercepat distribusi logistik terutama makanan dan obat-obatann ke kawasan-kawasan yang terisolir dan tidak dapat ditembus jalur darat.“Seluruh aktivitas ekonomi berhenti. Tidak ada pedagang, tidak ada pelayanan kebutuhan dasar, dan banyak wilayah benar-benar terputus. Kita membutuhkan dukungan pusat agar penanganan bencana ini dapat dilakukan secepat mungkin. Fokus kita satu: menyelamatkan masyarakat,” tegasnya.Kapolda Aceh menegaskan bahwa Polri akan berdiri di garda terdepan, bersinergi penuh dengan pemerintah daerah dan TNI, untuk memastikan Aceh Tamiang segera bangkit dari bencana besar ini. PNO-12
02 Des 2025, 18:34 WIT
Gelar Rakernis Perencanaan 2025: Polda Maluku: Perkuat Strategi Kamtibmas di Era Teknologi
Papuanewsonline.com, Ambon - Polda Maluku melalui Biro Perencanaan (Biro Rena) menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Perencanaan Umum dan Anggaran Tahun Anggaran 2025 di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Tantui, Ambon, Selasa (2/12). Kegiatan strategis ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas perencanaan Polri demi mendukung kinerja pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tengah dinamika teknologi dan kebutuhan publik yang terus berkembang.Rakernis dibuka langsung oleh Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Kepala Biro Perencanaan Polda Maluku, ditandai pemukulan tifa sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan. Hadir pula para pejabat utama Polda Maluku, Kapolres jajaran, Kabag Perencanaan Polres, Kasubag Perencanaan dan Administrasi satker Polda, serta para operator perencanaan.Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber lintas instansi, yakni Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Maluku, Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Provinsi Maluku, serta perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Maluku, yang memberikan perspektif komprehensif terkait tata kelola anggaran, pembangunan wilayah, dan kualitas pelayanan publik.Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa fungsi perencanaan merupakan fondasi utama keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas kepolisian.“Perencanaan Polri harus kuat dalam mendukung pemeliharaan Kamtibmas. Tanpa perencanaan yang baik, tugas kepolisian ke depan tidak akan berjalan maksimal. Masyarakat membutuhkan kehadiran Polri yang prima, apalagi di era kemajuan teknologi saat ini,” ujar Kapolda.Ia juga menekankan perubahan ekspektasi publik terhadap institusi Polri.“Dulu ketika kita tersenyum saja masyarakat sudah senang. Sekarang masyarakat bilang: jangan hanya senyum, tapi mana kerja dan pengabdian Bapak. Ini berarti kita harus menjawab tantangan ini melalui kinerja nyata dan perencanaan yang tepat,” pesannya.Kapolda meminta seluruh jajaran fungsi perencanaan untuk responsif membaca perubahan zaman, mengantisipasi tantangan, dan menyusun strategi yang adaptif agar Polri tetap maksimal dalam menjaga Kamtibmas dan menegakkan hukum.Di sela kegiatan, Polda Maluku menerima Piagam Penghargaan sebagai peringkat kedua lembaga dengan kinerja penyerapan anggaran terbesar di wilayah Maluku. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kakanwil DJPB Provinsi Maluku kepada Kapolda Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto.Sebagai bentuk apresiasi internal, Kapolda turut menyerahkan piagam penghargaan kepada satker Polda dan Polres jajaran yang dinilai berprestasi dalam bidang perencanaan, sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas manajemen anggaran di lingkungan kepolisian.Rakernis Perencanaan dan Anggaran Tahun Anggaran 2025 ini digelar sebagai upaya memperkuat implementasi Pedoman Kerja Polda Maluku serta mendukung keberlanjutan Program Presisi Polri. Biro Rena memastikan kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi, sinkronisasi, dan penguatan kapasitas bagi seluruh pengelola perencanaan dan anggaran di tingkat Polda maupun Polres.Rakernis yang diselenggarakan Polda Maluku ini menunjukkan keseriusan institusi Polri dalam memperkuat tata kelola anggaran dan perencanaan strategis di era digital. Penegasan Kapolda Maluku mencerminkan perubahan paradigma pelayanan publik: dari sekadar kehadiran simbolik menuju kinerja terukur, adaptif, dan berbasis data.Pengakuan dari DJPB terhadap kinerja serapan anggaran Polda Maluku menjadi indikator bahwa tata kelola pemerintahan berbasis akuntabilitas semakin menguat di tubuh Polri. Namun, tantangan ke depan tetap besar, terutama dalam menyelaraskan percepatan layanan publik dengan peningkatan kepercayaan masyarakat.Rakernis diharapkan bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang evaluasi implementatif agar setiap satker mampu merumuskan strategi berbasis kebutuhan riil lapangan serta memperkuat pelayanan publik yang presisi, transparan, dan berorientasi pada masyarakat. PNO-12
02 Des 2025, 18:14 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru