logo-website
Minggu, 29 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
TPP ASN Papua Tetap Aman! Pemprov Pastikan Pegawai Tak Terdampak Pemangkasan Transfer Pusat Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memastikan bahwa pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat tidak akan mempengaruhi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kepastian ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua, Jimmy Alberto Thesia, dalam keterangannya di Jayapura, Jumat (24/10/2025). Langkah ini menjadi sinyal positif bagi ribuan ASN di lingkungan Pemprov Papua yang sempat khawatir dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran nasional. Pemerintah Provinsi menegaskan bahwa kesejahteraan ASN tetap menjadi prioritas utama, meskipun sejumlah sumber dana mengalami penyesuaian. Dalam penjelasannya, Jimmy Alberto Thesia mengungkapkan bahwa Dana Alokasi Umum (DAU) untuk Papua justru mengalami kenaikan signifikan di tengah isu pengurangan transfer ke daerah. “DAU kita justru mengalami kenaikan sebesar Rp99 miliar. Jadi, sebenarnya tidak semua dana transfer berkurang,” terang Jimmy. Ia menjelaskan, peningkatan DAU tersebut mencerminkan kepercayaan pemerintah pusat terhadap kemampuan Pemprov Papua dalam mengelola keuangan daerah dengan baik dan transparan. Namun, di sisi lain, beberapa sumber pendapatan lain seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Otsus tambahan memang mengalami penurunan yang cukup terasa. Saat ini, Pemprov Papua memiliki sekitar 8.000 ASN aktif yang tersebar di berbagai instansi. Meski jumlah pegawai tetap besar, Jimmy memastikan bahwa pemberian TPP tidak akan terganggu, karena sudah diantisipasi dalam perencanaan fiskal daerah. “Beban pegawai kita memang tetap sama, namun Pemprov Papua tetap berkomitmen menjaga TPP sebagai bentuk kesejahteraan dan motivasi kerja bagi ASN,” ujar Jimmy dengan tegas. Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan efisiensi dalam pos belanja non-prioritas agar anggaran belanja pegawai tetap aman. Menurutnya, strategi ini dilakukan tanpa mengorbankan kualitas layanan publik dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat. Jimmy mengakui bahwa penurunan sebagian dana transfer berdampak pada penyelenggaraan program pembangunan dan pelayanan pemerintahan, terutama pada kegiatan yang bersifat non-urgent. Namun, kondisi ini dijadikan momentum bagi Pemprov Papua untuk lebih fokus pada program strategis dan visi-misi gubernur menjelang tahun 2026. “Dampak pengurangan dana transfer lebih terasa pada penyelenggaraan pemerintahan, bukan pada kesejahteraan ASN. Karena itu, kami akan menyesuaikan program sesuai prioritas gubernur dan kebutuhan paling mendesak di lapangan,” jelasnya. Jimmy juga memastikan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema penyesuaian anggaran yang realistis, agar seluruh program prioritas tetap berjalan, termasuk peningkatan layanan publik di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di tengah dinamika fiskal yang dihadapi seluruh daerah di Indonesia, Jimmy menegaskan bahwa Pemprov Papua tidak akan panik menghadapi perubahan kebijakan transfer ke daerah. Sebaliknya, ia menilai bahwa situasi ini menjadi ujian bagi daerah untuk menunjukkan kemampuan adaptasi dan inovasi dalam pengelolaan anggaran. “Saya yakin dengan kepemimpinan gubernur yang sekarang, ada skema yang sudah disiapkan. Dampak terhadap kekurangan dana transfer bisa kita tutupi dengan efisiensi dan pengelolaan anggaran yang lebih tepat sasaran,” tutur Jimmy optimis. Ia juga mengajak seluruh ASN untuk tetap fokus bekerja, meningkatkan produktivitas, dan menjaga semangat pengabdian di tengah tantangan fiskal yang ada. “Tugas kita adalah melayani masyarakat sebaik mungkin, bukan mengeluh karena situasi anggaran,” tambahnya. Pemprov Papua menegaskan bahwa TPP tidak hanya sekadar tunjangan tambahan, melainkan bentuk apresiasi pemerintah terhadap dedikasi ASN dalam melayani masyarakat dan menjalankan roda pemerintahan. Dengan pengelolaan fiskal yang disiplin dan terarah, pemerintah optimis mampu menjaga keseimbangan antara belanja pegawai dan belanja publik. “TPP adalah komitmen kami terhadap kesejahteraan ASN. Selama manajemen fiskal kita kuat dan tertib, hak pegawai akan tetap terjamin,” tutup Jimmy. Penulis: Jid Editor: GF   25 Okt 2025, 04:25 WIT
Rp4,8 Triliun Masuk Kas Daerah, Bapenda Mimika Optimis Lampaui Target Pendapatan Papuanewsonline.com, Mimika — Kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Mimika menunjukkan tren yang sangat positif menjelang akhir tahun 2025. Berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika, hingga pertengahan Oktober 2025, realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp4,8 triliun, atau sekitar 78 persen dari target tahunan sebesar Rp6,1 triliun. Capaian ini menandakan bahwa mesin ekonomi daerah bergerak dengan baik dan potensi pendapatan asli daerah (PAD) maupun dana transfer dari pusat masih menunjukkan tren yang stabil. Dengan sisa waktu dua bulan menuju penutupan tahun anggaran, Bapenda optimis dapat melampaui target yang telah ditetapkan. Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah, menyampaikan bahwa performa Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu penopang utama realisasi pendapatan tahun ini. Menurutnya, PAD telah melampaui ekspektasi awal, menjadi indikator keberhasilan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah yang dilakukan selama 2025. “PAD tercatat sebesar Rp369 miliar lebih, melampaui target awal yang sebesar Rp349 miliar lebih. Ini bukti bahwa kesadaran wajib pajak di Mimika meningkat, didukung dengan sistem pelayanan pajak yang semakin mudah dan transparan,” jelas Dwi Cholifah saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/10/2025). Dwi menjelaskan, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari upaya digitalisasi pelayanan pajak dan retribusi yang telah diterapkan Bapenda. Dengan sistem berbasis elektronik, masyarakat kini bisa melakukan pembayaran secara online, sehingga mempercepat arus penerimaan daerah dan mengurangi potensi kebocoran pendapatan. Selain dari PAD, Dana Bagi Hasil (DBH) juga menjadi salah satu sumber pendapatan utama Mimika. Hingga Oktober, DBH yang telah diterima mencapai Rp1,6 triliun dari target Rp2,3 triliun, masih menyisakan kekurangan sekitar Rp785 miliar yang diharapkan akan masuk pada triwulan keempat. “Biasanya, DBH untuk triwulan IV akan kami terima pada bulan November atau awal Desember. Komponen DBH ini meliputi royalti, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor pertambangan, serta Pajak Penghasilan (PPh),” ungkap Dwi. Ia menambahkan bahwa sektor pertambangan, khususnya dari perusahaan tambang besar di wilayah Mimika, menjadi penyumbang terbesar dalam penerimaan DBH. Namun, Bapenda juga terus berupaya menjaga keseimbangan dengan memperkuat sektor ekonomi lokal seperti perdagangan, pariwisata, dan jasa agar tidak bergantung sepenuhnya pada pendapatan berbasis sumber daya alam. Meski masih terdapat selisih sekitar Rp1,3 triliun untuk mencapai target akhir tahun, Dwi Cholifah menyatakan optimisme penuh bahwa angka tersebut dapat tercapai bahkan berpotensi melampaui target pendapatan 2025. “Kami optimis realisasi pendapatan akan menembus target yang telah ditetapkan. Dengan dukungan seluruh OPD dan masyarakat, kami yakin Mimika bisa terus tumbuh secara fiskal dan berkelanjutan,” tegasnya. Optimisme tersebut juga didukung dengan kebijakan Pemkab Mimika yang terus memperkuat tata kelola keuangan daerah, memperluas basis pajak, dan memperbaiki sistem pengawasan agar pendapatan daerah benar-benar digunakan secara efektif untuk pembangunan masyarakat. Dengan realisasi pendapatan yang terus meningkat, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap dapat mempertahankan momentum pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Peningkatan pendapatan daerah bukan hanya soal angka, tetapi tentang bagaimana setiap rupiah digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Mimika,” ujar Dwi. Ia menambahkan bahwa sinergi antar instansi dan kedisiplinan fiskal menjadi kunci utama agar pembangunan Mimika dapat berjalan berkesinambungan. Penulis: Jid Editor: GF   25 Okt 2025, 04:21 WIT
FGD Bela Negara di Mimika: ASN Diminta Tingkatkan Pengabdian dan Profesionalitas Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana serius namun penuh semangat terlihat di ruang pertemuan Hotel Grand Tembaga, Mimika, pada Jumat (24/10/2025). Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah tampak antusias mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bertema “Bela Negara sebagai Wujud Pengabdian Profesi ASN” yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika. Kegiatan ini digelar untuk memperkuat pemahaman para ASN tentang makna bela negara dalam konteks birokrasi modern, sekaligus mendorong mereka menjadi pelayan publik yang profesional, berintegritas, dan memiliki semangat nasionalisme tinggi. Dalam sambutannya, Kepala Kesbangpol Mimika, Yan Slamet Purba, menegaskan bahwa konsep bela negara harus dimaknai secara luas. Ia menyebutkan, bela negara bukan semata kewajiban TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab setiap warga negara — termasuk ASN — yang mengabdi melalui tugas dan fungsinya. “Bela negara bukan berarti harus memanggul senjata. Bagi ASN, bela negara diwujudkan lewat disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab dalam bekerja melayani masyarakat,” ujar Yan Slamet Purba. Ia menambahkan bahwa saat ini semangat nasionalisme dan kedisiplinan mulai mengalami penurunan di berbagai sektor. Karena itu, pemerintah pusat pun mengeluarkan kebijakan agar setiap instansi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengucapkan Pancasila setiap pukul 10.00 waktu setempat sebagai bentuk pembiasaan nilai-nilai kebangsaan. Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Evert Lukas Hindom, yang hadir mewakili Bupati Mimika, mengingatkan bahwa ASN adalah ujung tombak pemerintahan dan harus menjadi teladan bagi masyarakat. Menurutnya, pengabdian ASN merupakan bagian dari bela negara yang sesungguhnya — menjaga kehormatan bangsa melalui pelayanan publik yang jujur, cepat, dan berkeadilan. “ASN harus memiliki jiwa dan sikap bela negara serta cinta tanah air, yang diwujudkan melalui pelaksanaan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab,” tegas Evert. Ia juga menyoroti pentingnya menjunjung tinggi kearifan lokal sebagai bagian dari wawasan nusantara. Dalam konteks Papua, katanya, hal itu berarti memahami karakter masyarakat, menghargai perbedaan budaya, dan memberikan pelayanan dengan pendekatan humanis. “Pelayanan publik yang berlandaskan Pancasila dan semangat bela negara akan melahirkan birokrasi yang berjiwa pengabdian. ASN bukan hanya pelaksana administrasi, tapi juga pejuang kemanusiaan,” ujarnya. FGD ini juga mengupas empat konsensus kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika — sebagai nilai dasar yang wajib dijadikan pedoman dalam setiap aspek pekerjaan ASN. Peserta didorong untuk mengintegrasikan semangat bela negara ke dalam kebijakan, pelayanan publik, serta inovasi di bidang tugas masing-masing. Selain materi dari narasumber, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Para ASN saling bertukar pandangan tentang bagaimana nilai bela negara bisa diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari, seperti peningkatan pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan. “Bela negara bukan hanya slogan. Ia harus hadir dalam sikap kerja, tanggung jawab moral, dan ketulusan dalam melayani masyarakat,” ujar salah satu peserta dari Dinas Sosial Mimika. FGD Bela Negara ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mencetak ASN yang berkarakter kuat, profesional, dan berintegritas tinggi. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk pola pikir ASN agar senantiasa menempatkan kepentingan bangsa dan daerah di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Sebagaimana disampaikan Evert Lukas Hindom dalam penutupannya, nilai-nilai Pancasila harus senantiasa menjadi pedoman kerja dan landasan moral bagi ASN dalam mengemban amanah publik. “Pancasila adalah roh pengabdian ASN. Dari situlah lahir etos kerja, semangat gotong royong, dan cinta tanah air yang sejati,” pungkasnya. Penulis: Bim Editor: GF   25 Okt 2025, 04:11 WIT
Brigadir Renita Rismayanti Raih Penghargaan Dunia UN Woman Police Officer of The Year 2023 Papuanewsonline.com, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali mencatat prestasi membanggakan di kancah internasional. Brigadir Renita Rismayanti, S.H., anggota Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, berhasil meraih penghargaan bergengsi United Nations Woman Police Officer of The Year 2023 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Brigadir Renita, yang lahir di Kota Magelang, 28 Oktober 1996, merupakan personel Bhayangkara Administrasi Pelaksana Lanjutan Taud Divhubinter Polri, yang pernah bertugas sebagai Crime Database Officer dalam Misi Perdamaian PBB MINUSCA (United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic).Dalam tugasnya di MINUSCA, Brigadir Renita berperan penting dalam konseptualisasi dan pengembangan Database Criminal Internal Security Force serta UNPOL Case Management Platform, dua inovasi penting yang meningkatkan kemampuan Polisi PBB (UNPOL) dalam memetakan serta menganalisis titik-titik rawan kejahatan dan kekacauan (crime hotspots).Inovasi ini memungkinkan pasukan keamanan setempat untuk merencanakan operasi secara lebih efektif dan memberikan perlindungan yang lebih baik kepada kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak-anak. Kontribusinya telah diakui sebagai langkah besar dalam mendukung stabilitas dan keamanan masyarakat sipil di Republik Afrika Tengah.Apresiasi dari Pimpinan PolriWakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi luar biasa yang diraih oleh Brigadir Renita.“Prestasi Brigadir Renita menjadi bukti bahwa anggota Polri memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk teknologi dan inovasi yang bermanfaat dalam pencegahan kejahatan di wilayah penugasan. Polri akan terus memberikan dukungan penuh kepada setiap personel yang berprestasi dan membawa nama baik institusi. Kami ingin seluruh anggota terus mengasah kemampuan, berinovasi, dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Wakapolri.Senada dengan itu, Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri (Kadivhubinter) Irjen Pol. Amur Chandra Juli Buana juga memberikan apresiasi atas kiprah Brigadir Renita yang telah mengharumkan nama Polri dan Indonesia di forum dunia.“Brigadir Renita adalah sosok Polwan inspiratif yang menunjukkan kapasitas dan kompetensi luar biasa di kancah internasional. Melalui kerja keras dan dedikasinya, ia mampu membuktikan bahwa Polwan Indonesia mampu bersaing dan diakui secara global. Prestasi ini juga menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung kesetaraan gender serta peran perempuan dalam menjaga perdamaian dunia,” ujar Kadivhubinter.Apresiasi Dunia InternasionalCapaian Brigadir Renita juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan internasional. Salah satunya datang dari Jacquilline O’Neill, Duta Besar Kanada untuk Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan, yang menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi tertulis atas prestasi Brigadir Renita.“Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terpilihnya Anda sebagai UN Woman Police Officer of the Year 2023 atas kerja luar biasa Anda sebagai Crime Database Officer di MINUSCA. Saya memahami bahwa pekerjaan Anda telah memberikan dampak positif terhadap kemampuan aparat keamanan lokal dalam merencanakan operasi demi melindungi warga sipil, serta berkontribusi besar dalam meningkatkan keamanan bagi komunitas rentan, termasuk perempuan dan anak-anak,” tulis O’Neill.“Sebagai penerima termuda dalam sejarah penghargaan ini, Anda tanpa diragukan telah menginspirasi banyak perempuan, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Saya berkesempatan mengunjungi Pusat Misi Internasional Polri Police Peacekeeping Center di Indonesia pada bulan Mei, dan saya sangat terkesan dengan dedikasi para Polwan yang saya temui. Indonesia menunjukkan kepemimpinan luar biasa dalam mengirimkan personel perempuan ke misi perdamaian PBB,” lanjutnya.“Saya memahami bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan semangat luar biasa. Anda telah memberikan kontribusi penting bagi misi perdamaian, bagi keamanan masyarakat di Republik Afrika Tengah, dan bagi misi kemanusiaan PBB di seluruh dunia. Saya mendoakan kesuksesan Anda terus berlanjut dalam karier dan pengabdian yang mulia ini,” tutup O’Neill.Kebanggaan Indonesia di Kancah DuniaKeberhasilan Brigadir Renita menjadi Polwan pertama dari Indonesia yang menerima penghargaan tertinggi bagi Polisi Wanita Dunia dari PBB merupakan bukti nyata profesionalisme, dedikasi, dan kemampuan anggota Polri di panggung internasional.Prestasi ini menegaskan peran Polwan Indonesia dalam misi perdamaian dunia, sekaligus memperkuat posisi Polri sebagai institusi yang modern, adaptif, dan berkelas dunia.“Polwan Inspiratif, Polri untuk Dunia.” PNO-12 24 Okt 2025, 15:55 WIT
Nasir Djamil Apresiasi Kinerja Polri Dalam Mengungkap 38 Ribu Kasus Narkoba Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia mencatat capaian besar dalam pemberantasan narkoba sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Sebanyak 38.934 kasus berhasil diungkap dengan total barang bukti hampir mencapai 200 ton dan lebih dari 51 ribu pelaku ditangkap di seluruh Indonesia.Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, mengapresiasi langkah Polri yang dinilai konsisten menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba.“Keberhasilan pengungkapan peredaran gelap narkoba oleh Polri dalam jumlah besar sepanjang Januari hingga Oktober, menunjukkan komitmen Korps Bhayangkara untuk menyelamatkan Indonesia dari bahaya narkoba,” kata Nasir kepada wartawan, Kamis (23/10/2025).Nasir menilai angka tersebut bukan hanya capaian, melainkan juga cerminan bahwa sindikat narkoba masih terus bergerak dan harus dihadapi dengan serius.“Angka 38 ribu kasus dan barang bukti hampir mencapai 200 ton adalah angka yang besar dan realitas bahwa sindikat peredaran gelap narkoba masih eksis,” ujarnya.Ia menekankan pentingnya dukungan negara dalam bentuk peralatan modern, peningkatan kompetensi, hingga penambahan anggaran untuk aparat yang bertugas.Selain itu, Nasir juga mengingatkan agar Polri menjaga integritas internal.“Pimpinan Polri juga diharapkan untuk memastikan jangan pernah ada lagi anggota mereka di semua level yang membeking peredaran gelap narkoba. Keterlibatan oknum polisi itu akan meruntuhkan moral institusi polisi dan masyarakat. Akhirnya mereka tidak total memutuskan mata rantai sindikat peredaran gelap narkoba di Indonesia,” tegasnya.Lebih jauh, Nasir menyebut capaian Polri ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita.“Ini adalah wujud Polri menjalankan program Asta Cita Presiden Prabowo yang salah satunya soal pemberantasan narkoba,” ujarnya.Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono menegaskan hal senada. Menurutnya, pengungkapan puluhan ribu kasus ini merupakan bukti nyata Polri menjalankan amanat Asta Cita ke-7 pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni memberantas narkoba hingga ke akar.“Pemberantasan dan pencegahan narkoba harus dilakukan terus-menerus. Pak Kapolri sudah menegaskan, perang melawan narkoba dari hulu ke hilir tidak boleh berhenti,” kata Syahar dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (22/10). PNO-12 24 Okt 2025, 15:49 WIT
Sambut Hari Jadi ke-74, Humas Polri Laksanakan Donor Darah Serentak Papuanewsonline.com, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-74 Tahun 2025, Divisi Humas Polri menggelar kegiatan donor darah serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan kemanusiaan ini berhasil mengumpulkan 16.619 kantong darah dari 24.039 peserta donor yang terdiri atas personel Polri, ASN, serta masyarakat umum.Kegiatan donor darah tersebut diselenggarakan serentak oleh seluruh Bidang Humas di tingkat Polda dan Polres sebagai wujud kepedulian sosial Humas Polri terhadap sesama serta kontribusi nyata Polri dalam memenuhi kebutuhan stok darah nasional.Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari semangat “Humas Polri Presisi untuk Negeri” yang menekankan sinergi, empati, dan pelayanan kepada masyarakat.“Kegiatan donor darah ini bukan hanya simbol peringatan Hari Jadi Humas Polri, tetapi juga bentuk nyata kepedulian dan pengabdian kami untuk masyarakat. Melalui kegiatan serentak ini, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di berbagai daerah,” ujar KBP Erdi A. Chaniago di Jakarta.Lebih lanjut, Erdi menambahkan bahwa keberhasilan pengumpulan lebih dari 16 ribu kantong darah merupakan hasil kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh jajaran Humas Polri di pusat maupun daerah, serta dukungan dari berbagai pihak seperti PMI dan masyarakat umum.“Partisipasi yang luar biasa dari seluruh peserta menunjukkan bahwa semangat berbagi dan gotong royong masih sangat kuat. Ini menjadi bukti bahwa Humas Polri hadir tidak hanya dalam memberikan informasi, tetapi juga berbuat nyata untuk kemanusiaan,” tambahnya. PNO-12 24 Okt 2025, 09:04 WIT
Gelar Gaktibplin, Polda Maluku Perketat Pengawasan Disiplin & Etika Anggota Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku terus mengintensifkan langkah pengawasan melekat terhadap seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik personel Polri maupun Aparatur Sipil Negara (ASN), guna meminimalisir potensi pelanggaran disiplin, kode etik, maupun pidana di lingkungan kerja.Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Maluku melaksanakan kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) pada Kamis (23/10/2025), dengan sasaran personel Biro Logistik dan Direktorat Binmas Polda Maluku.Kegiatan Gaktibplin tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Hartib Subbid Provos Bidpropam Polda Maluku, AKP Yabez Payung, bersama sejumlah perwira dan personel pengawas lainnya.Sementara itu Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K. menegaskan, pelaksanaan Gaktibplin merupakan bagian dari strategi Polda Maluku dalam mengoptimalkan pengawasan melekat terhadap PNPP, agar setiap personel senantiasa menjaga integritas, kedisiplinan, dan profesionalisme dalam bertugas.“Gaktibplin bukan hanya rutinitas, tapi bentuk nyata komitmen kami untuk menumbuhkan budaya disiplin dan kepatuhan di internal Polri. Setiap anggota harus menjadi teladan dalam hal kerapian, kepatuhan administrasi, dan perilaku sehari-hari,” tegas Kabid Propam.Dalam kegiatan tersebut, Bidpropam melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap personel di dua satuan kerja, mencakup kelengkapan administrasi pribadi (KTA, STNK, identitas diri), kedisiplinan penampilan (sikap tampang), pemeriksaan senjata api dinas (senpi), penggunaan handphone terkait judi online (judol), serta tes urine.Dari hasil pemeriksaan terhadap total 96 personel, kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Meski sebagian besar personel menunjukkan kepatuhan tinggi, Bidpropam masih menemukan sejumlah pelanggaran ringan, di antaranya:Rambut tidak sesuai ketentuan,Penggunaan papan nama tidak standar,Beberapa personel tidak dapat menunjukkan STNK kendaraan pribadi,KTA yang telah habis masa berlaku.Sementara hasil pemeriksaan terhadap senjata api, penggunaan gawai, dan tes urine menunjukkan nihil pelanggaran, yang mencerminkan kesadaran tinggi anggota terhadap aturan dan tanggung jawabnya.“Bagi personel yang melanggar, kami berikan teguran disiplin dan segera melaporkan hasilnya kepada pimpinan satuan kerja masing-masing. Kami ingin memastikan penegakan aturan berjalan objektif dan konsisten,” ujar Kabid Propam.Pada kesempatan terpisah saat dikonfirmasi menyangkut kegiatan Gaktiblin yang di gelar oleh Bidpropam, Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan apresiasi atas langkah Bidpropam yang terus menjaga kedisiplinan internal. Menurutnya, pengawasan melekat (waskat) menjadi bagian penting dalam mewujudkan institusi Polri yang bersih dan profesional.“Keteladanan anggota Polri harus dimulai dari dalam. Disiplin internal adalah fondasi untuk membangun kepercayaan publik. Kami ingin setiap anggota menunjukkan integritas dan tanggung jawab penuh dalam tugasnya,” tegas Kapolda.Kapolda menambahkan, kegiatan pengawasan tidak hanya dimaknai sebagai tindakan penegakan hukum, tetapi juga upaya pembinaan untuk memperkuat karakter dan mental personel Polri agar tetap Presisi dan beretika.Bidpropam Polda Maluku akan terus melaksanakan kegiatan Gaktibplin secara berjenjang, terjadwal, dan berkelanjutan di seluruh satuan kerja. Pengawasan dilakukan tidak hanya dengan pendekatan represif, tetapi juga edukatif dan preventif, agar kesadaran disiplin tumbuh secara alami di setiap individu.“Kami tidak hanya menegur, tapi juga membina. Tujuan akhirnya adalah membentuk personel Polri yang disiplin, berintegritas, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” tutup Kabid Propam Polda Maluku.Melalui langkah konsisten ini, Polda Maluku terus meneguhkan komitmennya dalam mewujudkan Polri yang Presisi, profesional, dan berintegritas tinggi,dengan pengawasan melekat sebagai pilar utama reformasi internal. PNO-12 24 Okt 2025, 08:47 WIT
Ramah Tamah Purna Bhakti, Kapolda Maluku: Jadilah Teladan Bagi Masyarakat Papuanewsonline.com, Ambon - Usai pelaksanaan upacara wisuda purna bhakti personel dan ASN, Kepolisian Daerah Maluku menggelar kegiatan ramah tamah yang berlangsung di lantai 2 Mapolda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Rabu (22/10/2025).Kegiatan ramah tamah dihadiri langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto S.H., S.I.K., M.Si bersama Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni S.I.K., M.H, Irwasda Kombes Pol. Marthin Luther Hutagaol S.I.K dan seluruh Pejabat Utama Polda Maluku.Turut hadir dalam acara tersebut yaitu pimpinan PP Polri Wilayah Maluku AKBP. (Pur) Esterlina Nirahua S.H., M.H bersama Pimpinan PT. Asabri Cabang Ambon.Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto dalam arahannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel dan ASN Polda Maluku yang telah Purna Bhakti. Ucapan tersebut disampaikan atas dedikasi dan loyalitas mereka selama bertugas di Polda Maluku."Atas nama pimpinan Polri menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu semua yang telah mengabdikan diri di institusi Polri selama kurang lebih 30 tahun," ungkapnya.Puluhan tahun mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui institusi Polri, kata Profesor Dadang Hartanto, bukan waktu yang singkat. "Terima kasih atas pengabdiannya selama ini, sudah membawa Polda Maluku menjadi lebih baik," ujarnya.Meski telah purna tugas dari institusi Polri, Kapolda mengingatkan para purnawirawan tersebut agar tetap menjadi insan Rastra Sewakottama, sebagai abdi utama daripada nusa dan bangsa."Walau sudah tidak berada di institusi Polri namun sebagai insan Rasta Sewakotama kewajiban kita adalah tetap menjaga Polri dengan baik. Saya juga berharap nantinya setelah kembali ke masyarakat Bapak dan Ibu semua bisa tetap berkarya dan menjadi garda terdepan dalam menjaga Kamtibmas yang kondusif untuk Nusa dan Bangsa yang kita cintai," pintanya.Para pensiunan Polri juga diingatkan untuk terus menjalankan janji setia. Kapolda menekankan agar dapat menjadi panutan di tengah masyarakat. "Sekali Bhayangkara kita tetap Bhayangkara," tegas Kapolda.Kepada para pensiunan, Kapolda juga meminta untuk selalu menjaga tali silaturahmi dengan Polri, khususnya Polda Maluku. "Seluruh personel dan ASN yang purna bakti agar dapat menjaga kesehatan diri dan terus berkarya dengan tetap menjaga jati diri sebagai insan Rasta Sewakotama," pungkasnya.Pada acara ramah tamah tersebut, Kapolda yang didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, juga menyerahkan bingkisan cendramata kepada perwakilan personel Polri dan ASN Polda Maluku yang telah masuk purna bhakti. PNO-12 24 Okt 2025, 08:31 WIT
Polri Perkuat Literasi Digital Pelajar Ambon, Dorong Generasi Muda Melek Etika dan Keamanan Siber Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berperan aktif dalam upaya pembentukan karakter digital generasi muda. Hal ini diwujudkan melalui partisipasi Polri dalam kegiatan Dialog Kebangsaan dan Demokrasi bertajuk “Kesbangpol Goes To School” yang digelar di Aula SMK Negeri 3 Ambon, Kamis (23/10/2025).Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Maluku tersebut, Polri diwakili oleh IPTU Sofia Ch.E. Alfons, S.H., M.H., Panit I Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Maluku, serta Aipda Abdul Fihir Tehuayo, S.H., Brigadir Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Maluku.Keduanya hadir sebagai pemateri dengan mengusung tema “Etika Digital dan Keamanan Siber bagi Generasi Muda”, sebuah topik yang relevan dengan tantangan era teknologi informasi saat ini.Dalam pemaparannya, IPTU Sofia menekankan pentingnya etika digital di tengah masifnya penggunaan media sosial oleh kalangan pelajar. Ia mengingatkan bahwa dunia maya tidak bebas nilai, dan setiap pengguna memiliki tanggung jawab hukum serta moral dalam setiap aktivitas digitalnya.“Generasi muda harus memahami bahwa jejak digital tidak bisa dihapus begitu saja. Bijaklah dalam bermedia sosial dan pahami konsekuensinya,” ujar IPTU Sofia di hadapan ratusan siswa SMK Negeri 3 Ambon.Sementara itu, Aipda Abdul Fihir menjelaskan tentang pentingnya keamanan siber dan cara-cara melindungi data pribadi di dunia maya. Menurutnya, ancaman kejahatan siber kian meningkat, sehingga literasi digital menjadi bekal penting bagi pelajar di era serba digital ini.“Jangan mudah membagikan data pribadi, foto, atau informasi sensitif. Edukasi siber harus dimulai dari sekolah agar pelajar bisa menjadi pelopor keamanan digital,” tegasnya.Kegiatan Kesbangpol Goes To School ini dihadiri oleh pejabat Kesbangpol Provinsi Maluku, yakni Rosaria M. Renyaan, S.Sos., Kasubid Bela Negara dan Karakter Bangsa, serta Abdi Wasahua, S.Sos., Kasubid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. Dari pihak sekolah hadir Kepala SMK Negeri 3 Ambon, para wakasek, dan siswa-siswi.Para peserta menyambut antusias materi yang disampaikan, dan sejumlah siswa bahkan aktif berdiskusi serta mengajukan pertanyaan terkait kasus kejahatan digital yang kerap mereka temui dalam keseharian.Melalui kegiatan ini, Polri menunjukkan komitmen dalam memperkuat karakter kebangsaan dan ketahanan masyarakat di ruang digital. Sinergi antara Polri dan Kesbangpol menjadi langkah strategis dalam membangun generasi muda yang kritis, cerdas, dan beretika di dunia maya.Kehadiran personel Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Maluku dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pendidik dan mitra masyarakat dalam meningkatkan kesadaran hukum dan etika di ruang digital.Melalui edukasi siber seperti ini, Polri berharap generasi muda dapat menjadi pengguna internet yang bertanggung jawab serta berkontribusi positif terhadap iklim digital yang sehat dan beradab. PNO-12 24 Okt 2025, 08:19 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT