logo-website
Selasa, 31 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Wakapolri Tekankan Profesionalisme Personel Lalu Lintas di HUT RI ke-80 Papuanewsonline.com, Jakarta – Menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo memberikan arahan langsung kepada jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya. Pertemuan yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (16/8/2025) itu menjadi momen penting untuk meneguhkan kesiapan pengamanan, mengingat skala perayaan kali ini diperkirakan akan dihadiri ratusan ribu masyarakat dari berbagai daerah. Dalam arahannya, Komjen Dedi mengingatkan potensi kepadatan yang luar biasa besar, dengan estimasi massa mencapai 200 ribu hingga 300 ribu orang. Jumlah tersebut tidak hanya berasal dari warga DKI Jakarta, tetapi juga masyarakat dari kawasan penyangga seperti Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, hingga Jawa Barat. “Dengan keterbatasan kantong parkir dan akses jalan, seluruh personel Ditlantas harus benar-benar disiplin dan bertanggung jawab. Kehadiran polisi harus memberi rasa aman, nyaman, dan sejuk bagi masyarakat,” tegas Dedi. Ia menekankan agar jajarannya tidak meremehkan situasi. “Kita jangan sampai under estimate. Apabila masyarakat benar-benar memenuhi jalur dari Monas hingga Gelora Bung Karno, kita harus siap. Tidak boleh ada penugasan setengah hati,” tambahnya. Wakapolri menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara sikap humanis dan ketegasan dalam pelaksanaan tugas. Ia menegaskan, polisi harus tetap persuasif dan ramah dalam menghadapi masyarakat, namun tetap tegas dan tanpa kompromi terhadap segala bentuk ancaman keselamatan. “Untuk hal-hal yang membahayakan, tidak ada toleransi. Tapi dalam menghadapi masyarakat, gunakan pendekatan humanis. Jangan sampai terpancing provokasi sekecil apa pun,” jelas Dedi. Selain jajaran Ditlantas, Wakapolri juga meminta dukungan penuh dari Brimob dan Sabhara untuk memperkuat pengamanan. Pasukan cadangan diinstruksikan untuk selalu siaga sebagai lapis kedua, khususnya dalam pengendalian arus lalu lintas maupun penanganan massa. Tidak kalah penting, Dedi menegaskan perlunya kesiapan jalur darurat, termasuk akses cepat bagi ambulans dan kendaraan medis. Hal ini, menurutnya, merupakan bagian dari pengamanan berbasis pelayanan yang tidak boleh diabaikan. “Operasi Merdeka Jaya ini bukan sekadar pengamanan acara, tapi momentum menunjukkan wajah Polri yang profesional. Apalagi ini perayaan kemerdekaan pertama di era Presiden baru. Harus benar-benar meriah, aman, dan meninggalkan kesan positif bagi masyarakat,” ungkapnya. Mengakhiri arahannya, Komjen Dedi memberikan apresiasi kepada seluruh personel Ditlantas Polda Metro Jaya atas dedikasi mereka dalam berbagai event besar sebelumnya. Menurutnya, sikap sabar, tenang, dan humanis yang ditunjukkan jajaran Ditlantas patut menjadi teladan nasional. “Tepuk tangan untuk rekan-rekan semua. Polisi Metro Jaya harus jadi kiblat bagi polisi-polisi di daerah lain. Tunjukkan bahwa kalian adalah polisi hebat,” pungkas Wakapolri. Dengan arahan ini, Polri berharap pengamanan HUT RI ke-80 berjalan lancar, penuh makna, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh masyarakat yang hadir maupun yang menyaksikan dari berbagai penjuru negeri.   Penulis : GF Editor : GF 17 Agu 2025, 23:18 WIT
Polri Hadir di Parade Kendaraan Hias HUT RI ke-80 Papuanewsonline.com, Jakarta – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin terasa di Ibu Kota. Tak hanya melalui upacara kenegaraan dan pesta rakyat, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) juga akan turut serta meramaikan parade kendaraan hias bertema “Polri untuk Masyarakat”, yang digelar Minggu malam, 17 Agustus 2025. Parade tersebut akan dimulai dari kawasan Monumen Nasional (Monas) pada pukul 19.00 WIB, melintasi jalan-jalan protokol ibu kota seperti Jalan MH Thamrin dan Sudirman, hingga berakhir di kawasan Semanggi. Ribuan masyarakat diperkirakan akan tumpah ruah menyaksikan atraksi budaya dan kendaraan hias yang penuh warna dalam perayaan akbar kemerdekaan ini. Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa partisipasi Polri dalam parade bukan sekadar keikutsertaan seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen institusi untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjalin kedekatan dengan masyarakat. “Tema yang kami usung adalah Polri untuk Masyarakat. Ini merupakan simbol semangat transformasi Polri menuju institusi yang modern, adaptif, serta mengedepankan pendekatan humanis. Melalui parade ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri bukan hanya hadir dalam fungsi penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan bangsa,” ujar Brigjen Trunoyudo. Menurutnya, parade kendaraan hias menjadi medium kreatif Polri untuk menyampaikan pesan tentang keterlibatan aktif dalam berbagai bidang pembangunan nasional, mulai dari ketahanan pangan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga perlindungan sosial. Sebagai bentuk sinergi dengan program Asta Cita Presiden RI, Polri juga akan menampilkan elemen visual dalam kendaraan hiasnya yang menggambarkan dukungan terhadap agenda prioritas nasional. Ornamen dan simbol yang digunakan mencerminkan peran kepolisian dalam memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. “Ini adalah bagian dari upaya kami mendukung visi Indonesia Emas 2045. Polri ingin selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan sekaligus memastikan transformasi bangsa berjalan secara inklusif dan berkelanjutan,” tambah Trunoyudo. Dalam parade ini, kendaraan hias Polri akan tampil dengan desain sarat makna, memadukan simbol kebangsaan dengan kekayaan budaya Nusantara. Tidak hanya menampilkan kendaraan hias, Polri juga menghadirkan pasukan tematik yang mewakili keberagaman budaya bangsa, seperti, Pasukan Ketahanan Pangan dengan visualisasi kemandirian pangan nasional, Pasukan Majapahit yang menggambarkan kejayaan sejarah Nusantara, Pasukan Kabasaran Minahasa dari Sulawesi Utara, simbol keberanian dan pengabdian, Pasukan Baleganjur Bali, yang menyuguhkan semangat harmoni dan persatuan lewat seni tabuh khas Pulau Dewata. Rangkaian tersebut diharapkan menjadi daya tarik utama sekaligus menyampaikan pesan mendalam bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa Indonesia. Kehadiran Polri dalam parade kendaraan hias HUT RI ke-80 diharapkan bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, melainkan juga pengingat bahwa Polri hadir sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat dalam arti sesungguhnya. “Parade ini kami harapkan bisa mendekatkan Polri dengan masyarakat. Bahwa Polri bukan hanya aparat keamanan, tapi juga bagian dari rakyat yang sama-sama berjuang membangun negeri,” pungkas Brigjen Trunoyudo.   Penulis : GF Editor : GF 17 Agu 2025, 23:11 WIT
Komjen Dedi Prasetyo Resmi Jabat Wakapolri Papuanewsonline.com, Jakarta Selatan – Suasana khidmat menyelimuti Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu pagi (16/8/2025). Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung prosesi pelantikan Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri). Upacara yang dimulai pukul 10.30 WIB ini dihadiri seluruh pejabat utama Mabes Polri. Dalam prosesi tersebut, Kapolri menegaskan pentingnya keberlanjutan estafet kepemimpinan di tubuh Polri sebagai bagian dari upaya memperkuat institusi dan menjaga soliditas organisasi. Pelantikan Komjen Dedi sebagai Wakapolri sebelumnya telah tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1764/VIII/KEP./2025 tertanggal 5 Agustus 2025. Surat tersebut ditandatangani oleh Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol. Anwar. Dalam kesempatan yang sama, Komjen Dedi secara resmi menyerahkan jabatan lamanya sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri kepada Kapolri, menandai transisi menuju peran barunya. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Sandi Nugroho, menjelaskan bahwa pelantikan ini bukan hanya seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar yang diemban Komjen Dedi. “Pada pagi hari ini telah dilaksanakan kegiatan pelantikan Bapak Wakapolri, Bapak Komjen Dedi Prasetyo yang sebelumnya menjabat Irwasum Polri. Dan pada hari ini juga sekaligus dilaksanakan penyerahan jabatan Irwasum Polri kepada Bapak Kapolri,” ujar Sandi. Lebih jauh, Sandi menyampaikan bahwa Komjen Dedi telah menyatakan kesiapan penuh untuk bekerja all out mendukung Kapolri dalam menjalankan tugas-tugas strategis kepolisian. Salah satunya adalah menindaklanjuti arahan Presiden RI melalui program Asta Cita, yang merupakan agenda prioritas pemerintah dalam pembangunan nasional. “Beliau menyatakan kesiapan untuk all out mendukung Bapak Kapolri, terutama menindaklanjuti arahan Bapak Presiden dalam program Asta Cita agar segera dapat diwujudkan di masyarakat dengan semaksimal mungkin,” tegas Sandi. Komjen Dedi bukan sosok baru dalam jajaran elite Polri. Karier panjangnya di institusi kepolisian, mulai dari bidang reserse, hingga dipercaya sebagai Kadiv Humas Polri dan terakhir Irwasum, membuatnya dikenal sebagai figur berpengalaman yang memiliki kemampuan manajerial dan komunikasi publik yang baik. Dengan pengalaman tersebut, kehadirannya sebagai Wakapolri diharapkan mampu memperkuat sinergi internal Polri sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam arahannya menekankan pentingnya soliditas, sinergi, dan profesionalitas dalam menghadapi tantangan ke depan. Ia menegaskan, Polri harus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang modern, humanis, dan terpercaya. “Polri harus terus bertransformasi menjadi institusi yang adaptif terhadap perubahan zaman, menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung program-program prioritas nasional. Soliditas adalah kunci untuk mencapai semua itu,” ujar Kapolri. Dengan dilantiknya Komjen Dedi sebagai Wakapolri, Polri kini meneguhkan langkahnya untuk semakin siap mengawal berbagai agenda nasional, termasuk pengamanan HUT ke-80 Kemerdekaan RI dan pemeliharaan stabilitas keamanan menjelang agenda politik maupun pembangunan nasional lainnya.   Penulis : GF Editor : GF  16 Agu 2025, 22:52 WIT
Polisi Matangkan Skema Lalu Lintas Jelang HUT ke-80 RI di Jakarta Papuanewsonline.com, Jakarta – Menyambut puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polda Metro Jaya telah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas yang matang demi kelancaran arus kendaraan di sekitar Istana Negara, Monas, hingga kawasan protokol Jakarta Pusat. Rangkaian acara yang meliputi upacara pengibaran bendera, kirab pusaka, pesta rakyat, hingga karnaval malam diperkirakan akan menyedot ratusan ribu warga. Untuk itu, polisi menggunakan Tactical Floor Game sebagai metode simulasi pemetaan lalu lintas, guna memastikan setiap jalur dan akses kendaraan dapat dikendalikan secara situasional. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menjelaskan bahwa pengalihan arus akan diberlakukan sejak pagi saat upacara bendera berlangsung di Istana Negara. Jalur Medan Merdeka Utara, Jalan Veteran 3, hingga Medan Merdeka Barat sisi timur menjadi jalur utama kirab bendera pusaka dan teks proklamasi dari Monas menuju Istana. “Untuk tamu undangan yang menuju Istana, kami imbau hadir lebih awal. Akses bisa melalui Medan Merdeka Barat sisi barat, Jalan Juanda, dan drop off di Jalan Veteran Raya serta Jalan Majapahit,” kata Komarudin. Seusai upacara, kemeriahan akan berlanjut dengan pesta rakyat di kawasan Monas mulai pukul 11.00 WIB. Diperkirakan lebih dari 100 ribu masyarakat hadir, sehingga penutupan jalan akan dilakukan secara dinamis menyesuaikan kepadatan massa. Untuk mengantisipasi kemacetan, Komarudin menegaskan masyarakat sebaiknya menggunakan transportasi umum. Pemprov DKI Jakarta bahkan menetapkan tarif khusus Rp 80 pada 17-18 Agustus untuk layanan transportasi publik. “Kantong parkir terbatas, dan kami akan menindak tegas juru parkir liar yang mengganggu sirkulasi lalu lintas,” tegasnya. Puncak hiburan rakyat akan digelar malam hari lewat karnaval dan lima panggung hiburan yang tersebar dari Monas, Sarinah, Bundaran HI, Dukuh Atas, hingga Sampoerna Strategic. Arak-arakan karnaval akan melalui Jalan Medan Merdeka Barat – MH Thamrin – Sudirman hingga Senayan. Mulai pukul 19.00 WIB, sejumlah jalan utama ditutup untuk kendaraan pribadi. Hanya kendaraan umum seperti Transjakarta yang diizinkan melintas. “Arus lalu lintas akan dialihkan penuh selama karnaval berlangsung. Masyarakat bisa menikmati hiburan tanpa terganggu lalu lintas kendaraan pribadi,” jelas Komarudin. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menambahkan bahwa ribuan personel akan disebar di sepanjang jalur karnaval. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, mengantisipasi potensi kerawanan mulai dari copet, juru parkir liar, hingga anak hilang. “Semua skenario sudah kami siapkan, baik menghadapi ancaman rendah maupun tinggi. Tujuannya agar warga bisa menikmati pesta rakyat dengan aman dan nyaman,” ujarnya. Rangkaian perayaan akan ditutup dengan pesta kembang api megah di Bundaran HI, simbol kegembiraan kolektif rakyat Indonesia. Polisi berharap masyarakat tetap tertib, mematuhi arahan petugas, dan bersama-sama menjaga suasana kondusif. “Ini momentum bersejarah. Mari rayakan dengan gembira, penuh semangat kemerdekaan, tanpa mengorbankan ketertiban dan keamanan,” pungkas Susatyo.   Penulis : GF Editor : GF 16 Agu 2025, 22:42 WIT
Operasi Merdeka Jaya 2025 Pastikan HUT ke-80 RI Berjalan Aman dan Khidmat Papuanewsonline.com, Jakarta – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan kesiapannya melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Merdeka Jaya 2025”. Apel tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 16 Agustus 2025, di Parkir Timur Senayan, Jakarta, dengan melibatkan ribuan personel lintas satuan dan instansi terkait. Operasi Merdeka Jaya 2025 merupakan operasi pengamanan khusus yang digelar selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Agustus 2025, di bawah koordinasi Polda Metro Jaya dengan dukungan penuh Mabes Polri serta stakeholder lainnya. Fokus utama operasi adalah menjamin keamanan, kelancaran, dan kenyamanan masyarakat dalam merayakan momentum bersejarah bangsa ini. Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa apel pasukan bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi representasi kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan di lapangan. “Apel Gelar Pasukan ini menjadi bentuk kesiapsiagaan dan komitmen seluruh personel yang akan bertugas dalam Operasi Merdeka Jaya 2025. Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat merayakan HUT RI ke-80 dalam suasana yang aman, nyaman, dan damai,” ujar Trunoyudo di Jakarta, Jumat (15/8). Didampingi oleh Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Erdi A. Chaniago, ia menjelaskan bahwa pola pengamanan telah disusun secara detail, mencakup antisipasi keramaian, pengaturan lalu lintas, hingga pengamanan jalur VVIP dan tamu negara yang menghadiri upacara kenegaraan. Operasi ini juga menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga. Selain Polri, pengamanan melibatkan TNI, instansi pemerintah daerah, serta stakeholder lain. Strategi terpadu tersebut diharapkan mampu menghadirkan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat yang akan berpartisipasi dalam perayaan, baik di tingkat nasional maupun daerah. “Sinergi adalah kunci. Dengan perencanaan matang, simulasi taktis, dan koordinasi intensif, kami yakin seluruh agenda HUT ke-80 RI dapat berjalan tertib dan lancar,” tambah Trunoyudo. Polri juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Menurut Trunoyudo, keberhasilan pengamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan hasil kerja sama seluruh elemen bangsa. “Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung langkah pengamanan, mematuhi aturan lalu lintas, dan menjaga ketertiban umum. Dengan begitu, perayaan kemerdekaan akan benar-benar menjadi pesta rakyat yang penuh kegembiraan dan kebanggaan,” tegasnya. Dengan Operasi Merdeka Jaya 2025, Polri memastikan peringatan HUT RI ke-80 akan berlangsung aman, khidmat, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia.   Penulis : GF Editor : GF  16 Agu 2025, 22:12 WIT
Kakorlantas Pimpin Apel: Ribuan Personel Disiagakan untuk Amankan HUT ke-80 RI Papuanewsonline.com, Jakarta – Menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Polri menggelar apel pasukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Terpusat Merdeka Jaya 2025. Apel akbar ini dipimpin langsung oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryo Nugroho, di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu pagi (16/8/2025). Apel tersebut menjadi momentum strategis, sekaligus menandai kesiapan penuh jajaran kepolisian dan instansi terkait dalam memastikan rangkaian perayaan HUT RI ke-80 berjalan aman, tertib, dan khidmat. Ribuan personel gabungan hadir dalam barisan, mulai dari Satlantas, Sabhara, Brimob, TNI, hingga aparat pemerintah daerah. Dalam kesempatan itu, Irjen Agus Suryo Nugroho memimpin langsung penyematan tanda operasi kepada perwakilan personel lintas instansi sebagai simbol dimulainya Operasi Merdeka Jaya 2025. Dalam amanatnya, Irjen Agus menekankan bahwa pengamanan peringatan HUT RI bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan sejarah bangsa. Menurutnya, setiap petugas yang bertugas mengamankan perayaan kemerdekaan sesungguhnya sedang melanjutkan perjuangan para pahlawan, dengan cara menjaga situasi tetap aman dan kondusif. “Momen ini bukan hanya soal pengamanan. Ini adalah penghormatan kepada para pejuang bangsa dan cerminan kesiapan kita menjaga kepercayaan rakyat. Semua potensi kerawanan, baik lalu lintas, kerumunan masyarakat, hingga gangguan keamanan, harus diantisipasi dengan cepat, tepat, dan humanis,” tegas Irjen Agus. Polri menyiapkan lebih dari 9.000 personel untuk operasi ini. Fokus pengamanan difokuskan pada jalur yang akan dilalui oleh tamu VVIP dan tamu negara, pengaturan lalu lintas di titik rawan kemacetan, serta pengawasan arus massa yang diperkirakan membludak di sejumlah lokasi perayaan, termasuk sidang kenegaraan, upacara bendera, hingga pesta rakyat. Irjen Agus juga mengungkapkan bahwa strategi pengamanan dilakukan secara detail melalui tactical floor game (TFG) yang telah disimulasikan sebelumnya. Dengan metode ini, seluruh personel dapat memahami alur pengamanan mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. “Dengan simulasi itu, kami pastikan tidak ada celah yang luput dari perhatian. Semua jalur, titik kumpul, hingga skenario darurat sudah dipetakan,” jelasnya. Operasi Merdeka Jaya 2025 menjadi bukti keseriusan Polri untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat di momen penting sejarah bangsa. Kakorlantas menegaskan, keberhasilan operasi ini bukan hanya menjadi tolok ukur kinerja aparat, tetapi juga wujud nyata menjaga stabilitas nasional di tengah semangat kemerdekaan. “Polri akan selalu hadir untuk memastikan setiap warga dapat merayakan HUT ke-80 RI dengan aman, tertib, dan penuh kebanggaan. Mari kita rayakan kemerdekaan dengan tetap menjaga persatuan,” tutup Irjen Agus.   Penulis : GF Editor : GF 16 Agu 2025, 22:09 WIT
Pengamanan HUT RI Ke-80, Polri Laksanakan Operasi Merdeka Jaya 2025 Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “MERDEKA JAYA-2025” pada Sabtu, 16 Agustus 2025 bertempat di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari kesiapan personel menghadapi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.Operasi MERDEKA JAYA-2025 merupakan operasi kepolisian terpusat yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 16 hingga 18 Agustus 2025, di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Operasi ini melibatkan personel dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya, serta didukung oleh berbagai instansi terkait, termasuk stakeholders lainnya.Tujuan dari Operasi Merdeka Jaya 2025 adalah untuk menjamin kelancaran serta menjamin keamanan dan keselamatan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dalam memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.“Apel Gelar Pasukan ini menjadi bentuk kesiapsiagaan dan komitmen seluruh personel yang akan bertugas dalam Operasi Merdeka Jaya 2025,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.Dengan sinergi lintas lembaga dan perencanaan matang, Polri menegaskan kesiapannya dalam mengawal dan mengamankan seluruh agenda perayaan kemerdekaan. “Ini adalah wujud pengabdian Polri untuk memastikan seluruh masyarakat dapat merayakan HUT RI ke-80 dalam suasana yang aman, nyaman, dan damai,” pungkas Trunoyudo. PNO-12 16 Agu 2025, 12:57 WIT
Pemprov Papua Apresiasi Daerah dengan Kinerja Terbaik dalam Penurunan Stunting Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresiasi khusus kepada tiga daerah yang berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam upaya percepatan penurunan stunting tingkat provinsi tahun 2025. Kota Jayapura berhasil meraih peringkat pertama, diikuti Kabupaten Jayapura di posisi kedua, dan Kabupaten Mamberamo Raya di urutan ketiga. Penghargaan yang diberikan pada Jumat (15/8/2025) ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menurunkan prevalensi stunting yang selama ini menjadi persoalan nasional. Asisten II Setda Papua, Setiyo Wahyudi, menyampaikan bahwa keberhasilan ini bukan hanya milik tiga daerah pemenang, melainkan juga hasil kerja bersama seluruh kabupaten/kota yang berupaya keras mengatasi stunting. Enam kabupaten lain yang juga dinilai memiliki capaian baik turut mendapatkan apresiasi sebagai bentuk motivasi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja. “Prestasi ini harus menjadi pemacu semangat. Penurunan stunting adalah agenda prioritas pembangunan daerah yang memerlukan komitmen lintas sektor. Kita tidak boleh berpuas diri, justru harus bekerja lebih keras agar target nasional dapat tercapai,” ujar Setiyo. Setiyo menekankan bahwa program penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Keberhasilan memerlukan peran aktif berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pertanian, hingga pemberdayaan masyarakat. Berbagai strategi telah dijalankan, antara lain intervensi gizi spesifik untuk ibu hamil dan balita, peningkatan akses layanan kesehatan berkualitas, pemberdayaan kader posyandu, serta edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya gizi seimbang dan perilaku hidup bersih. “Kerja ini harus berkesinambungan. Kita perlu mengubah kebiasaan yang kurang mendukung pola hidup sehat. Edukasi harus dimulai dari rumah tangga hingga komunitas, agar semua merasa menjadi bagian dari solusi,” tambahnya. Pemprov Papua mengakui tantangan terbesar ada pada perubahan perilaku masyarakat. Faktor budaya, pola asuh, dan kebiasaan makan menjadi pekerjaan rumah yang memerlukan pendekatan persuasif dan berkelanjutan. Kampanye gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, serta promosi sanitasi dan air bersih akan terus digencarkan. Program ini tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah terpencil yang memiliki tingkat prevalensi stunting tinggi. Dengan penghargaan ini, diharapkan daerah yang telah berprestasi dapat menjadi role model bagi wilayah lain di Papua. Pemprov berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan, baik dalam bentuk pendampingan teknis, pelatihan tenaga kesehatan, maupun penyediaan anggaran yang memadai. Langkah-langkah ini diharapkan mampu mewujudkan generasi Papua yang sehat, cerdas, dan bebas stunting, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.   Penulis : Jidan  Editor : GF 16 Agu 2025, 00:55 WIT
Harmoni di Tanah Papua: Pj Gubernur Agus Fatoni Rangkul Pemimpin Adat Papuanewsonline.com, Jayapura – Sejarah baru tercipta di tanah Papua. Untuk pertama kalinya, seorang Gubernur Papua duduk bersama secara langsung dengan para ondoafi—pemimpin adat yang memegang peran penting dalam tatanan sosial masyarakat—dari seluruh wilayah provinsi. Pertemuan yang berlangsung di D’Jimbaran Resto, Kota Jayapura, Selasa (12/8/2025) ini menjadi simbol harmoni dan komitmen antara pemerintah daerah dengan penjaga adat Papua. Acara ini dihadiri tokoh-tokoh penting, mulai dari Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Nerlince Wamuar, Kabinda Papua Brigjen TNI Bayu Sudarmanto, para Kepala OPD, hingga jajaran Forkopimda. Nuansa kebersamaan terasa kental ketika para pemimpin adat, pemerintah, dan aparat keamanan berkumpul dalam satu forum, bukan untuk membicarakan perbedaan, melainkan untuk mencari titik temu demi kemajuan Papua. Ketua MRP, Nerlince Wamuar, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Ia menyebut momen ini sebagai pertemuan bersejarah yang tak pernah terjadi sebelumnya. “Puji syukur Tuhan sangat baik bisa pertemukan kita orang adat dengan bapak gubernur. Ini tidak pernah terjadi. Jadi saya percaya keluh kesah kita sebagai orang adat pasti akan dijawab oleh bapak gubernur, dan biarlah itu menjadi hadiah bagi kami,” ujarnya dengan nada penuh keyakinan. Nerlince juga berharap momentum ini menjadi titik awal sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat adat, sekaligus mendorong percepatan penetapan kepala daerah definitif setelah proses Pemungutan Suara Ulang (PSU). Dalam sambutannya, Pj Gubernur Papua Agus Fatoni menyampaikan rasa syukur dan penghargaan yang mendalam atas sambutan hangat para pemimpin adat. Ia menegaskan bahwa penugasan sebagai Pj Gubernur Papua bukan sekadar amanah administratif, tetapi panggilan untuk bekerja dan berjuang layaknya putra daerah. “Saya diberikan tugas menjadi Pj Gubernur Papua berarti saya akan berjuang sebagai orang Papua. Aspirasi sudah disampaikan, sudah dituliskan, ini akan menjadi bahan kajian kami untuk mengambil kebijakan,” tegas Fatoni. Ia berjanji untuk membawa aspirasi para tokoh adat ini ke tingkat yang lebih tinggi, baik di pemerintahan provinsi maupun pusat, agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada masyarakat. Pertemuan ini bukan hanya menjadi ajang formal penyampaian aspirasi, melainkan juga forum untuk membangun rasa saling percaya. Di meja yang sama, pemerintah provinsi dan pemimpin adat menyatukan visi dalam menjaga harmoni sosial, melindungi nilai-nilai kearifan lokal, sekaligus mengawal pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Di akhir acara, suasana hangat semakin terasa ketika dialog dilakukan tanpa sekat, disertai senyum dan candaan ringan. Para peserta yakin, pertemuan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kerja sama yang lebih solid antara pemerintah dan masyarakat adat.   Penulis : Jidan Editor : GF 16 Agu 2025, 00:46 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT