logo-website
Rabu, 11 Feb 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Wakapolda Maluku Berikan Pembekalan Kepada Siswa Diktuk Bintara Polri Papuanewsonline.com, Ambon – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H memberikan pembekalan kepada Siswa Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri Angkatan 53 Gelombang II Tahun Anggaran 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Faisal Helut Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku pada Rabu (17/12/2025), Wakapolda menekankan kepada calon Bintara Polri terkait pentingnya integritas dan adaptasi digital."Kami menyampaikan apresiasi atas hasil penilaian Mabes Polri yang menempatkan SPN Polda Maluku sebagai salah satu yang memiliki literasi digital yang baik," ucap Wakapolda dalam sambutannya. Ia didampingi Kepala SPN Polda Maluku. Turut hadir para Pejabat Utama (PJU) SPN dan Pembina SPN Polda Maluku.Pada kesempatan itu, Brigjen Imam juga menekankan pentingnya peran Polisi masa depan dalam menghadapi tantangan era digitalisasi."Kalian harus menjadi generasi yang lebih baik dari kami. Zaman sekarang sudah zaman digitalisasi, dan banyak kejahatan menggunakan media sosial. Kita harus mengerti bahwa alat-alat teknologi canggih juga digunakan oleh pelaku kejahatan," tegas Wakapolda.Brigjen Imam mengingatkan para calon Bhayangkara yang adalah pemuda-pemuda terpilih wajib bersyukur karena akan segera dilantik sebagai awal pengabdian di institusi Polri.Lebih lanjut, Wakapolda menekankan tiga nilai fundamental yang harus dipegang teguh: Pertama, Integritas dan Keikhlasan: Bekerja dengan ketulusan dan keikhlasan. "Polisi yang bekerja dengan tindakan nyata, ketulusan, dan keikhlasan menurut saya dapat menjadi amal baik," ujarnya.Kedua, Etika dan Profesionalisme: Wakapolda menyoroti data PTDH di Polda Maluku yang telah mencapai 40 personel sebagai cermin pentingnya menjaga integritas dan agama. "Pentingnya Etika dan Agama kita untuk menjaga integritas, kejujuran, dan Profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai polisi."Ketiga, Mental dan Pengabdian: Menjadi Polisi adalah panggilan pengabdian untuk mendukung masyarakat dan menegakkan hukum dengan hati nurani. "Tantangan dan kesulitan dalam tugas adalah bagian dari proses pembentukan karakter. Hadapi dengan mental yang tangguh, kesiapan fisik yang prima, serta kemauan untuk terus belajar," pesannya.Kepada para calon Bhayangkara Remaja, Wakapolda berpesan agar mereka selalu memberikan pelayanan terbaik, sopan, dan ramah kepada masyarakat, karena tindakan baik atau buruk seorang polisi ada di tangan mereka sendiri, dan mereka kebanggaan keluarga.Sebelumnya, Ka SPN Polda Maluku dalam pengantarnya menyampaikan bahwa Diktuk Bintara Angkatan ke-53 TA 2025 mengalami penyesuaian kurikulum."Adanya revisi kurikulum membuat durasi pendidikan yang semula 7 bulan direvisi menjadi 5 bulan dengan penghilangan beberapa mata pelajaran," jelas Ka SPN.Meskipun terjadi pemadatan, Ia memastikan bahwa Latihan Kerja (Latja) tetap dilaksanakan selama 6 hari (dipadatkan dari seharusnya 1 bulan). Ia menekankan pada kegiatan fisik menjadi prioritas guna membentuk kesiapan fisik yang prima bagi para siswa. PNO-12 18 Des 2025, 19:44 WIT
Kapolri Pimpin Penutupan Pendidikan Sespim Polri Tahun Ajaran 2025 Papuanewsonline.com, Lembang - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menghadiri sekaligus memimpin upacara penutupan Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-34, Sespimmen Polri Dikreg ke-65, Sekolah Pembentukan Perwira Kepolisian (SPPK) Angkatan ke-2, serta Sespimma Polri Angkatan ke-74 Tahun Ajaran 2025. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 17 Desember 2025, pukul 09.00 WIB, bertempat di Gedung Utaryo Suryawinata Sespim Lemdiklat Polri, Lembang, Jawa Barat.Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi oleh Kalemdiklat Polri, AS SDM Kapolri, Kadivpropam Polri, serta Kadivhumas Polri. Kehadiran para pejabat utama Polri ini menegaskan komitmen pimpinan dalam memastikan kualitas dan integritas proses pendidikan pengembangan sumber daya manusia Polri.Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34 Tahun Ajaran 2025 diikuti oleh 114 peserta didik yang terdiri dari 78 personel Polri, 29 personel TNI (TNI AD 17 orang, TNI AL 8 orang, dan TNI AU 4 orang), serta 7 peserta tamu dari kementerian dan lembaga, yakni Kejaksaan Agung, Kemenimipas, Kemenkum, dan BSSN. Pelaksanaan pendidikan dilaksanakan secara hybrid, dengan gelombang pertama diikuti secara virtual dan gelombang kedua secara langsung.Sementara itu, Pendidikan Sespimmen Polri Dikreg ke-65 Tahun Ajaran 2025 diikuti oleh 380 peserta didik, yang terdiri dari 317 peserta Program Reguler Polri, 33 peserta Program Matrikulasi Polri, 30 peserta dari TNI (TNI AD 14 orang, TNI AL 8 orang, dan TNI AU 6 orang), serta 2 peserta mancanegara dari Timor Leste dan Fiji. Pendidikan ini juga dilaksanakan secara kombinasi virtual dan tatap muka.Adapun Pendidikan SPPK Angkatan ke-2 Tahun Ajaran 2025 diikuti oleh 63 peserta didik, sedangkan Pendidikan Sespimma Polri Angkatan ke-74 Tahun Ajaran 2025 diikuti oleh 104 peserta didik.Upacara penutupan turut dihadiri oleh sejumlah undangan VIP dari unsur TNI, kementerian dan lembaga, serta Forkopimda Provinsi Jawa Barat. Hadir di antaranya perwakilan Panglima TNI yang diwakili Dansesko TNI, perwakilan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, para perwakilan Kepala Staf Angkatan, perwakilan Dansesko tiap angkatan, serta Forkopimda Jawa Barat yang terdiri dari Kapolda Jawa Barat, perwakilan Pangdam III/Siliwangi, perwakilan Gubernur Jawa Barat, dan perwakilan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.Dalam upacara tersebut, Kapolri selaku Inspektur Upacara secara resmi menyatakan penutupan seluruh rangkaian pendidikan melalui pernyataan:“Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini, Rabu tanggal 17 Desember 2025, pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34, Sespimmen Polri Dikreg ke-65, SPPK Angkatan ke-2, dan Sespimma Polri Angkatan ke-74 Tahun Ajaran 2025, dengan resmi saya nyatakan ditutup.”Penutupan pendidikan ini menandai selesainya proses pembentukan dan penguatan kapasitas kepemimpinan bagi para perwira Polri, TNI, serta peserta dari kementerian dan lembaga, sebagai bekal strategis dalam menjawab tantangan tugas ke depan serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional. PNO-12 17 Des 2025, 19:42 WIT
Seleksi SIP, 224 Anggota Panda Polda Maluku Jalani Tes Psikologi Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 224 anggota Polri yang bertugas di Polda Maluku dan Polres Jajaran menjalani tes psikologi seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan 55 dan 56 tahun 2026.Tes psikologi yang dilaksanakan Panitia Daerah (Panda) Polda Maluku ini berlangsung di SMP YPKPM dan SMA Negeri 2 Kota Ambon, Selasa (16/12/25)."Hari ini sebanyak 224 peserta seleksi SIP angkatan ke 55 dan 56 yang berasal dari Polda Maluku dan Polres Jajaran mengikuti tes psikologi. 9 diantaranya anggota Polwan," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K.Pelaksanaan tes psikologi merupakan tahapan penting dalam seleksi SIP. Kombes Rositah menyampaikan penekanan Kapolda Maluku kepada penyelenggara mengenai integritas dan profesionalisme. Seleksi SIP harus dilakukan secara bersih, dan transparan."Bapak Kapolda telah menegaskan pentingnya pelaksanaan seleksi yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik tidak terpuji. Seluruh panitia dan peserta diingatkan untuk menjaga integritas serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam setiap tahapan seleksi," kata Kombes Rositah.Kepada para peserta, diingatkan terkait pentingnya kepercayaan diri dan sportivitas dalam menjalani setiap tahapan seleksi. "Bapak Kapolda juga mengingatkan peserta seleksi agar mengikuti setiap proses dengan baik serta mempersiapkan diri secara maksimal. Bapak Kapolda juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem seleksi internal Polri," tegasnya. PNO-12 17 Des 2025, 13:05 WIT
Sambangi SMP Negeri 14 Ambon, Satgaswil Maluku Sosialisasi Pencegahan IRET Sejak Dini Papuanewsonline.com, Ambon - Upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di kalangan pelajar terus diperkuat. Tim Cegah Satgas Wilayah (Satgaswil) Maluku hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada siswa SMP Negeri 14 Ambon, Sabtu (13/12/2025).Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 14 Ambon, Jalan Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari siswa, dewan guru, serta jajaran tenaga pendidik.Penjabat Kepala SMP Negeri 14 Ambon, Ramli, S.Pd, menegaskan pentingnya peran sekolah dalam mencegah masuknya paham intoleransi dan radikalisme di lingkungan pendidikan.“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Cegah Satgaswil Maluku atas pembinaan dan edukasi yang diberikan kepada para siswa. Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya membentengi peserta didik dari pengaruh paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme sejak dini,” ujar Ramli.Ia juga menekankan bahwa materi yang disampaikan harus menjadi pembelajaran berkelanjutan di lingkungan sekolah.“Kami mengimbau seluruh guru dan siswa untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Materi pembinaan ini akan kami tindak lanjuti dan sampaikan kembali dalam proses pembelajaran agar nilai-nilai toleransi, kebangsaan, dan cinta damai benar-benar tertanam dalam kehidupan sehari-hari di sekolah,” tambahnya.Menurutnya, sinergi antara pihak sekolah dan aparat menjadi kunci dalam menjaga lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif.“Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan aparat dan semua pihak sangat diperlukan untuk menjaga anak-anak kita agar tetap fokus pada pendidikan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun paham yang menyimpang,” tutup Ramli.Sementara itu, IPTU Irawan Rumasoreng, selaku Ketua Tim (Katim) Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 AT/Polri, dalam pemaparannya menjelaskan berbagai strategi pencegahan penyebaran paham IRET di kalangan pelajar, khususnya pada usia SMP/MTs yang dinilai rentan terpapar.Dalam kegiatan yang diawali dengan pembinaan pada apel pagi tersebut, IPTU Irawan mengangkat tema “Pengaruh Media Sosial hingga Terpaparnya Siswa SMP/MTs terhadap Aksi Terorisme di Indonesia.”Ia menegaskan bahwa terorisme bukanlah ajaran agama tertentu, melainkan sebuah proses yang berawal dari sikap dan pola pikir intoleran yang kemudian berkembang menjadi radikalisme dan ekstremisme.“Anak-anak dan remaja saat ini menjadi sasaran empuk penyebaran paham radikal, terutama melalui media sosial dan platform digital, termasuk game online. Karena itu, penting bagi siswa untuk bijak dalam menggunakan media sosial,” jelasnya.IPTU Irawan juga memaparkan potensi pelaku, modus operandi, serta modus baru yang digunakan kelompok teror, termasuk sasaran yang kerap dibidik. Ia mengungkapkan bahwa di beberapa wilayah Indonesia telah ditemukan kasus pelajar tingkat SMP/MTs yang terpapar paham radikal dan diamankan oleh Densus 88 AT Polri.Selain itu, para siswa diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk perilaku intoleransi dan radikalisme yang kerap muncul di lingkungan sekolah, indikator awal perubahan sikap, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan bagi individu maupun lingkungan sosial.Kepada pihak sekolah dan para guru, Tim Cegah Satgaswil Maluku mengimbau agar lebih peka dan melakukan pengawasan terhadap perubahan perilaku siswa, seperti menarik diri dari pergaulan, menutup diri, atau enggan mengikuti kegiatan sekolah, yang dapat menjadi indikasi awal paparan paham radikal.Di akhir kegiatan, Tim Cegah Satgaswil Maluku mengajak seluruh siswa SMP Negeri 14 Ambon untuk menolak dan menjauhi paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme, serta menumbuhkan sikap toleran, cinta damai, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.Kegiatan sosialisasi yang dilakukan Tim Cegah Satgaswil Maluku di SMP Negeri 14 Ambon menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ideologi generasi muda sejak dini. Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya konten bermuatan provokasi, pendekatan edukatif di lingkungan sekolah dinilai efektif sebagai benteng awal pencegahan radikalisme.Pelibatan aktif pihak sekolah, guru, dan siswa menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aparat, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga ruang pendidikan tetap aman, inklusif, dan berorientasi pada nilai-nilai kebangsaan. Upaya berkelanjutan seperti ini diharapkan mampu menciptakan generasi pelajar Maluku yang cerdas, toleran, serta berkarakter kuat dalam menjaga keutuhan NKRI. PNO-12 15 Des 2025, 08:59 WIT
Diskusi Dilibas STIK Episode Terakhir, Irjen Eko: Ruang Refleksi untuk Polri yang Lebih Baik Papuanewsonline.com, Jakarta - Diskusi “Dilibas: Diskusi Literasi Kebangsaan STIK” resmi memasuki episode terakhir. Ketua STIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, menyampaikan apresiasi mendalam atas atmosfer keterbukaan dan refleksi kritis yang terbangun sepanjang rangkaian kegiatan ini.“Hari ini Diskusi Dilibas memasuki episode terakhir. Luar biasa, beyond my expectation. Kita terbuka semua,” ujarnya membuka acara.Dalam forum tersebut, Irjen Eko juga menyampaikan bahwa pendidikan di STIK tidak hanya menajamkan intelektualitas, tetapi juga memperkuat kepekaan.“Di lembaga ini ada dua hal yang dididik: logika dan rasa,” tegasnya.Pada diskusi kali ini turut hadir sejumlah narasumber yang memberikan perspektif kritis dan konstruktif terkait tantangan Polri. Mereka adalah Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, Ketua PBNU; Usman Hamid, aktivis HAM, advokat, sekaligus Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia; serta Prof. Dr. Eko Prasojo, Ketua Dewan Guru Besar Universitas Indonesia.Ia menutup dengan keyakinan bahwa keterbukaan seperti inilah yang akan membawa perubahan pada Polri ke depan.“Ruangan ini menjadi saksi kebersamaan kita. Kita tidak tahu lima atau sepuluh tahun ke depan, Polri akan semakin baik,” ungkapnya.Diskusi Dilibas pun berakhir dengan catatan optimisme: bahwa perbaikan Polri bisa berjalan melalui dialog, refleksi, dan keberanian membuka diri terhadap kritik dari berbagai pihak. PNO-12 11 Des 2025, 11:43 WIT
Polda Maluku Berikan Tali Asih Kepada PAUD Kemala Bhayangkari Kepulauan Aru Papuanewsonline.com, Aru - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si bersama Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Ny. Vitri Dadang Hartanto, memberikan bantuan atau tali asih kepada PAUD Kemala Bhayangkari Kepulauan Aru, Rabu (10/12/2025). Penyerahan tali asih diberikan langsung oleh Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, selaku Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Maluku dalam rangkaian kegiatan peninjauan PAUD Kemala Bhayangkari oleh Kapolda bersama rombongan.Bantuan yang disalurkan tersebut menegaskan komitmen kuat Polda Maluku dan Bhayangkari dalam mendukung pendidikan anak usia dini. Sebelumnya, Kapolda dan Ketua Bhayangkari menyapa anak-anak satu per satu, menciptakan interaksi hangat dan membangun kedekatan antara jajaran Polda Maluku dengan lingkungan pendidikan usia dini."Bantuan ini menjadi bentuk perhatian dan dukungan kami terhadap peningkatan fasilitas pembelajaran dan kesejahteraan tenaga pengajar di PAUD Kemala Bhayangkari Kepulauan Aru," kata Ny. Vitri Dadang Hartanto di sela-sela kegiatan.Kehadiran PAUD Kemala Bhayangkari di Kepulauan Aru menunjukan komitmen Polda Maluku dan Bhayangkari beserta jajarannya terhadap dunia pendidikan usia dini.Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi yang tinggi atas hadirnya PAUD Kemala Bhayangkari. “Saya sangat mengapresiasi dedikasi para guru dan pengurus PAUD Kemala Bhayangkari yang telah membimbing anak-anak kita dengan penuh kesabaran dan kasih sayang," ungkap Kapolda. Pendidikan usia dini, kata Kapolda, merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter generasi masa depan. "Kami berharap kehadiran kami hari ini dapat memberikan semangat baru bagi para guru dan kebahagiaan bagi anak-anak,” harap Kapolda.Ia juga menegaskan komitmen Polda Maluku dan Bhayangkari dalam mendukung lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi anak-anak. PNO-12 11 Des 2025, 11:10 WIT
Jalani Tes Kesamaptaan Jasmani, Ratusan Anggota Polda Maluku Ikuti Seleksi SIP Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 202 anggota Polda Maluku dan Polres Jajaran mengikuti seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Panda Polda Maluku Tahun 2026.Hari ini ratusan peserta seleksi yang terdiri dari 9 personel Polwan dan 193 Polki ini menjalani tes kesamaptaan jasmani yang dilaksanakan Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Maluku.Tes kesamaptaan jasmani yang dilaksanakan di lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Rabu (10/12/2024), ini di pimpin Kabag Watpers Biro SDM Polda Maluku AKBP. Akhmad Kadar Ginting SH."Hari ini sebanyak 202 peserta seleksi SIP Tahun 2026 mengikuti tes kesamaptaan jasmani," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K.Pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani yang dijalani peserta seleksi meliputi Lari mengelilingi lapangan selama 12 menit, Pul Up selama satu menit, Sit Up selama satu menit, Pus Up selama satu menit, Shutlerun dan di lanjutkan dengan Tes Kemampuan Bela Diri Polri di SPN Polda Maluku.Kapolda Maluku, kata Kabid Humas, telah menekankan kepada penyelenggara mengenai integritas dan profesionalisme. Seleksi harus dilakukan secara bersih, transparan dan tanpa bayar sana-sini."Bapak Kapolda telah menegaskan pentingnya pelaksanaan seleksi yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik tidak terpuji. Seluruh panitia dan peserta diingatkan untuk menjaga integritas serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam setiap tahapan seleksi," ungkap Kombes Rositah. Kepada para peserta, diingatkan terkait pentingnya kepercayaan diri dan sportivitas dalam menjalani setiap tahapan seleksi. "Terhadap peserta seleksi, Bapak Kapolda juga mengingatkan agar mengikuti setiap proses dengan baik serta mempersiapkan diri secara maksimal. Bapak Kapolda juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem seleksi internal Polri," tegasnya. PNO-12 11 Des 2025, 08:57 WIT
Tinjau Rusun Polres Aru, Kapolda Tegaskan Komitmen Kesejahteraan Anggota Papuanewsonline.com, Aru - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si bersama Ketua Bhayangkari Daerah Maluku dan rombongan pejabat utama Polda Maluku meninjau pembangunan Rumah Susun (Rusun) Polres Kepulauan Aru serta Gedung TK/PAUD Kemala Bhayangkari Aru, Jl. Rabiadjala, Kota Dobo, Rabu(10/12/2025).Dalam peninjauan tersebut, Kapolda tampak memberi perhatian pada detail bangunan, memastikan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai perencanaan teknis dan standar keselamatan.Kapolda menegaskan, pembangunan fasilitas ini adalah bagian dari komitmen Polri untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan kualitas lingkungan belajar anak usia dini di bawah naungan Bhayangkari.“Pembangunan Rusun dan Gedung TK/PAUD ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam meningkatkan kesejahteraan anggota serta mendukung kualitas pendidikan anak-anak kita," harapnya. Prof. Dadang berharap pembangunan Rusun dan PAUD tersebut dapat bermanfaat sehingga mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. "Saya berharap, ketika bangunan ini selesai nanti, dapat dimanfaatkan dengan baik, dijaga, dan menjadi tempat yang memberi kenyamanan bagi seluruh anggota serta keluarga,” ujar Kapolda.Kapolda juga memberikan apresiasi kepada kontraktor dan konsultan yang telah bekerja keras, serta meminta agar pengerjaan dilanjutkan dengan penuh tanggung jawab dan tepat waktu.Pembangunan rusun Polres Kepulauan Aru diharapkan mampu menyediakan tempat tinggal layak bagi anggota yang berdinas, memudahkan anggota dalam melaksanakan tugas karena tinggal di lokasi strategis, mengurangi beban biaya hidup anggota, serta meningkatkan semangat dan motivasi kerja.Sementara pembangunan TK/PAUD Kemala Bhayangkari bertujuan untuk memberikan fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak-anak anggota Polri maupun masyarakat sekitar. PNO-12 11 Des 2025, 08:19 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT