Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
Piknik Buku di Mimika, Kolaborasi Singgah Baca dan Mimika Book Party Dorong Semangat Literasi
Papuanewsonline.com, Mimika — Komunitas Singgah Baca
berkolaborasi dengan Mimika Book Party menggelar kegiatan Piknik Buku pada
Minggu (3/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di area Perpustakaan Kuala Kencana
ini diikuti sekitar 18 peserta, terdiri dari laki-laki dan perempuan, dengan
rangkaian aktivitas literasi yang santai namun bermakna.Pendiri Singgah Baca, Dina Resky, menjelaskan bahwa kegiatan
ini diawali dengan sesi berbagi buku. Para peserta duduk santai di atas rumput
sambil menikmati jajanan, sembari menceritakan buku yang mereka bawa maupun
buku favorit masing-masing.“Jadi, kegiatan hari ini adalah Piknik Buku. Kali ini
Singgah Baca berkolaborasi dengan Mimika Book Party. Peserta yang ikut sekitar
18 orang. Kami berbagi cerita tentang buku dalam suasana santai di ruang
terbuka,” ujarnya.Setelah sesi berbagi, kegiatan dilanjutkan di dalam
Perpustakaan Kuala Kencana dengan sesi journaling yang dipandu oleh Zara
Meutia, seorang pegiat journaling. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk
menuliskan hal-hal yang disyukuri serta melakukan refleksi diri melalui jurnal
yang telah disediakan.Dina berharap kegiatan Piknik Buku dapat menjadi agenda
rutin, misalnya sebulan sekali, serta terus melibatkan kolaborasi dengan
berbagai pegiat literasi lainnya.“Ke depan, kami ingin kegiatan ini bisa dilakukan di
berbagai tempat. Namun, keterbatasan ruang terbuka hijau di Timika menjadi
tantangan tersendiri,” tambahnya.Selain Piknik Buku, Singgah Baca juga berencana
mengembangkan program lain seperti diskusi buku dan kegiatan literasi untuk
anak-anak. Komunitas ini juga memiliki taman baca yang dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat sebagai ruang belajar dan berbagi.Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya
generasi muda, dapat kembali membiasakan diri membaca buku serta menularkan
semangat literasi kepada lingkungan sekitar.“Semoga ke depan semakin banyak taman baca independen yang
tumbuh dan berkembang di berbagai daerah,” tutupnya. Penulis: Bim
Editor: GF
03 Mei 2026, 19:53 WIT
Hardiknas 2026 di Banyuwangi, Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan Harus Cerdaskan Bangsa
Papuanewsonline.com, Banyuwangi — Peringatan Hari Pendidikan
Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam
menegaskan arah pembangunan pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada
kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Komitmen
tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul
Mu’ti saat memimpin upacara Hardiknas di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu
(2/5/2026).Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan
Pendidikan Bermutu untuk Semua”, upacara berlangsung khidmat dengan diikuti
ribuan insan pendidikan dari berbagai daerah. Mendikdasmen Abdul Mu’ti tampil
mengenakan pakaian adat khas Banyuwangi sebagai simbol penghormatan terhadap
keberagaman budaya Indonesia.Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menyampaikan ucapan selamat
Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh insan pendidikan di Indonesia. Ia
menekankan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan
bangsa di tengah suasana Indonesia yang aman dan damai.“Pendidikan adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan juga berperan membentuk watak dan peradaban yang bermartabat,”
ujarnya di hadapan peserta upacara.Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan
manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu melahirkan generasi
yang beriman, berakhlak mulia, sehat, mandiri, jujur, dan bertanggung jawab
dalam kehidupan bermasyarakat.Kemendikdasmen, lanjut Abdul Mu’ti, saat ini terus mendorong
penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning sebagai
salah satu prioritas nasional. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada
pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berpusat pada murid.Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat
ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dimiliki. Karena itu, upaya perbaikan
pendidikan harus dimulai dari ruang-ruang kelas sebagai tempat utama proses
pembelajaran berlangsung.Selain penguatan metode belajar, pemerintah juga terus
mempercepat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi
Pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden
Prabowo Subianto. Hingga 2025, revitalisasi disebut telah menjangkau 16.167
satuan pendidikan di seluruh Indonesia.Sementara itu, program digitalisasi pembelajaran melalui
pemanfaatan Interactive Flat Panel telah diterapkan di lebih dari 288
ribu satuan pendidikan. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu meningkatkan
kualitas proses belajar mengajar secara lebih modern dan adaptif terhadap
perkembangan teknologi.Kemendikdasmen juga memberikan perhatian besar terhadap
peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Guru dinilai tetap menjadi kunci
utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mampu membangun
karakter peserta didik secara menyeluruh.Selain itu, penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman
terus didorong melalui konsep ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Lingkungan belajar yang baik diyakini akan mendukung tumbuhnya semangat belajar
dan kreativitas siswa.Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi turut dimeriahkan
dengan pagelaran budaya “Kuntulan Ewon” yang melibatkan sekitar 1.100 pelajar.
Penampilan tersebut menjadi simbol kolaborasi, keberagaman, dan semangat
persatuan dalam dunia pendidikan Indonesia.Melalui momentum Hardiknas tahun ini, pemerintah menegaskan
bahwa pendidikan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan arah besar
pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju, dan
bermartabat melalui pembelajaran yang bermakna bagi seluruh anak bangsa. (GF)
03 Mei 2026, 14:24 WIT
Kapolda Maluku Gandeng Pesantren Bentuk Generasi Muda Cinta Perdamaian
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto menegaskan pentingnya peran pesantren dalam membangun generasi muda yang berkarakter, cinta persatuan, dan mampu menjaga stabilitas keamanan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.Hal itu disampaikan saat menerima audiensi pengurus Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al Anshor Ambon di Mapolda Maluku, Jumat (1/5/2026).Menurut Dadang, lembaga pendidikan keagamaan memiliki posisi strategis dalam memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, dan semangat persaudaraan di tengah masyarakat multikultural seperti Maluku.“Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga benteng pembinaan karakter dan moral generasi muda agar tidak mudah terpengaruh paham radikal, konflik sosial, maupun pengaruh negatif lainnya,” kata Dadang.Dalam pertemuan tersebut, Kapolda didampingi Direktur Intelkam, Kabid Humas, serta Ps Wakil Direktur Binmas Polda Maluku. Sementara rombongan pesantren dipimpin Ustaz Abdul Rahim Rumbara bersama jajaran pengurus dan tenaga pengajar.Kapolda menilai, kolaborasi antara kepolisian dan lembaga pendidikan menjadi langkah penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, terutama di tengah tantangan sosial dan perkembangan informasi digital yang semakin kompleks.Ia juga berharap pesantren terus menjadi ruang pembinaan generasi muda yang mampu menghadirkan kesejukan, memperkuat toleransi, dan menjaga keutuhan persatuan bangsa.“Maluku memiliki sejarah panjang tentang pentingnya persaudaraan dan perdamaian. Karena itu, generasi muda harus dibekali nilai moral, kedisiplinan, dan rasa cinta terhadap bangsa agar mampu menjaga daerah ini tetap aman dan harmonis,” ujarnya.Sementara itu, pimpinan pesantren Abdul Rahim Rumbara menyampaikan apresiasi atas sambutan Kapolda Maluku dan berharap sinergi antara pesantren dan Polda Maluku dapat terus diperkuat, termasuk melalui pembinaan wawasan kebangsaan dan kamtibmas bagi para santri.Audiensi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi simbol penguatan kolaborasi antara aparat keamanan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menjaga persatuan dan stabilitas sosial di Maluku. PNO-12
03 Mei 2026, 13:47 WIT
AI Ignition Road to Timika, Dorong Kompetensi Generasi Muda
Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah daerah Kabupaten
Mimika mendukung kegiatan Artificial Intelligence Training: AI Ignition Road to
Timika yang diselenggarakan pada Kamis, 30 April 2026. Pemerintah daerah
mendukung kegiatan ini dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu
menghadapi era digital dengan tuntutan ketepatan dan kompetensi tinggi.Sambutan Bupati Mimika yang diwakili Asisten I Setda Mimika,
Ananias Faot, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak boleh sekadar menjadi
kegiatan seremonial. Pemerintah daerah menginginkan adanya hasil nyata dari
setiap peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.“Pelatihan ini harus menghasilkan output yang jelas. Setiap
peserta diharapkan mampu menunjukkan peningkatan kompetensi, baik melalui
karya, gagasan, maupun pemahaman yang dapat langsung diterapkan dalam tugas dan
fungsi masing-masing,” ujarnya.Lebih lanjut, ia menekankan bahwa implementasi pasca
pelatihan menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini. Ilmu yang diperoleh
peserta diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diwujudkan dalam
tindakan nyata, seperti inovasi pelayanan publik, peningkatan kinerja
organisasi, serta pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam
mendukung pembangunan daerah.Selain itu, penggunaan teknologi juga harus dibarengi dengan
etika dan tanggung jawab. Kemajuan teknologi, menurutnya, harus sejalan dengan
integritas agar tidak disalahgunakan.“Gunakan AI untuk hal-hal yang produktif, bermanfaat, serta
tidak melanggar norma dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.Pemerintah daerah juga menaruh harapan besar kepada para
peserta sebagai generasi yang akan menentukan arah kemajuan Mimika ke depan.
Para peserta diminta memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal dan
membuktikan bahwa pelatihan tersebut mampu memberikan dampak nyata.Dalam kesempatan itu, pemerintah turut menyampaikan
apresiasi kepada para narasumber, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak
yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan ini dinilai
menjadi momentum penting, terlebih karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di
Papua.Kegiatan ini juga diharapkan menjadi peluang berharga,
khususnya bagi generasi muda dan pelajar, untuk mengembangkan kemampuan di
bidang teknologi informasi.Di akhir sambutannya, pemerintah berharap seluruh peserta
dapat mengikuti pelatihan dengan baik, memahami setiap materi yang diberikan,
serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam
dunia kerja. Penulis: Bim
Editor: GF
30 Apr 2026, 19:39 WIT
Pelatihan AI di Mimika Jadi Langkah Awal Transformasi Digital Papua
Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika
menyatakan komitmennya dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis teknologi digital melalui dukungan terhadap penyelenggaraan pelatihan
Artificial Intelligence (AI) Ignition Road to Timika. Hal ini disampaikan dalam
konferensi pers usai pembukaan kegiatan pada Kamis (30/4/2026).Perwakilan Pemerintah Kabupaten Mimika, Asisten I Setda
Ananias Faot, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan yang
menyasar generasi muda dan pelaku usaha di daerah tersebut. Menurutnya,
kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperkenalkan teknologi
AI kepada masyarakat.“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang
telah berkolaborasi. Pelatihan ini sangat bermanfaat sebagai pintu masuk bagi
masyarakat untuk memahami teknologi digital. Pemerintah daerah akan terus
mendukung kegiatan serupa ke depan,” ujarnya.Sementara itu, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan
Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan
hasil kolaborasi multipihak, melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT
Freeport Indonesia, serta mitra internasional.Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong
transformasi pembangunan di Papua, mengingat keterbatasan yang dimiliki
pemerintah.“Kegiatan ini bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan
Papua yang cerdas, sehat, dan produktif. Kita tidak bisa lagi mengandalkan
cara-cara konvensional, tetapi harus menggunakan pendekatan dan metode baru,”
jelasnya.Velix juga menjelaskan bahwa keberadaan Komite Eksekutif
Papua merupakan amanat Undang-Undang Otonomi Khusus Nomor 2 Tahun 2021, yang
berfungsi mengoordinasikan dan menyinergikan program pembangunan di Papua,
sekaligus menghindari ego sektoral antar lembaga.“Kami menggerakkan dua sayap, yakni percepatan pembangunan
nasional dan penguatan otonomi khusus di Papua, agar program dan pendanaan
dapat berjalan selaras,” tambahnya.Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa
peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat internasional dari Google sebagai
nilai tambah dalam meningkatkan kompetensi mereka di bidang teknologi.Perwakilan PT Freeport Indonesia, Yoshua Gombo, Ph.D, turut
menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan SDM di Papua
melalui berbagai program, termasuk pelatihan AI ini.“Kami percaya pembangunan Papua harus dilakukan secara
kolaboratif. Pengembangan SDM menjadi sangat penting, terutama mengingat
industri pertambangan memiliki masa operasi yang terbatas,” ujarnya.Ia menambahkan, pelatihan seperti ini diharapkan dapat
mempersiapkan masyarakat agar memiliki kemampuan alternatif dalam mengembangkan
potensi daerah di masa depan.“Ketika aktivitas tambang berakhir, masyarakat harus sudah
siap dengan keterampilan lain. Karena itu, pelatihan AI menjadi sangat relevan
untuk masa depan,” tutupnya.Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam
mempercepat transformasi digital di Papua, sekaligus membuka peluang baru bagi
generasi muda untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi global. Penulis: Bim
Editor: GF
30 Apr 2026, 19:34 WIT
Sd Negeri Inauga Sempan Barat Menyongsong Hardiknas 2026 Dengan Lomba Ekskul
Papuanewsonline.com, Timika — Menyongsong Hari Pendidikan
Nasional 2 Mei 2026, SD Negeri Inauga Sempan Barat menggelar berbagai
perlombaan ekstrakurikuler yang melibatkan dewan guru, orang tua murid, dan
siswa.Kepala sekolah SD Negeri Inauga Sempan Barat, Ibu Diana
Domakubun, S.Pd., M.Pd., mengatakan lomba-lomba tersebut merupakan kegiatan
ekskul yang selama ini dilaksanakan di sekolah. “Tiap tahun memang sekolah kami
mengadakan perlombaan. Dan yang perlu dilombakan itu adalah kegiatan ekskul
yang selama ini mereka ikuti,” ujar Ibu Diana Domakubun, pada media
Papuanewsonline,com saat di di wawancarai Dalam menyongsong Hardiknas tahun ini, sekolah mengusung
tema “Menguatkan Partisipasi Semua, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Menurut ibu Diana Domakubun, lomba ekskul digelar untuk membangkitkan semangat,
minat, dan bakat siswa sesuai tema tersebut.“Supaya betul-betul membangkitkan semangat, minat, dan
bakatnya sesuai dengan tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2026,” katanya.Ia menyebut partisipasi siswa dalam menyongsong Hardiknas
kali ini cukup tinggi. “Jadi partisipasinya itu mereka semangat, aktif, ikut
serta dalam kegiatan perlombaan ini untuk menumbuhkembangkan minat dan bakat
yang selama ini ada dalam diri siswa itu sendiri,” jelas Domakubun.Kegiatan menyongsong Hardiknas 2026 di SD Negeri Inauga
Sempan Barat tidak hanya diikuti siswa, tetapi juga dimeriahkan oleh dewan guru
dan orang tua murid. Penulis: Hendrik
Editor: GF
30 Apr 2026, 15:19 WIT
Menuju Mimika Berkelanjutan, HMI Mimika Angkat Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Papuanewsonline.com, Mimika — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Cabang Persiapan Mimika menggelar seminar bertema “Mimika Pasca Tambang:
Diversifikasi Ekonomi Berbasis Kemandirian Pangan, Ekonomi Lokal, Pariwisata,
Ekonomi Kreatif, dan Keberlanjutan Lingkungan” pada 27 April 2026.Ketua Umum HMI Cabang Persiapan Mimika, Prayoga Romin
Saputra, dalam sambutannya menyoroti dampak panjang aktivitas pertambangan
terhadap masyarakat dan lingkungan di Mimika.“Faktanya, tambang itu tidak hanya berkaitan dengan
lingkungan, tetapi juga mengubah ekosistem budaya. Bahkan, masyarakat harus
bergeser dari tempat tinggalnya karena pembangunan, dan ini memicu konflik,
baik horizontal maupun vertikal,” ujarnya.Ia menilai bahwa kehadiran tambang belum sepenuhnya
memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya di lapisan bawah.
“Pendapatan daerah memang banyak berasal dari tambang, tetapi hanya sebagian
kecil masyarakat yang benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya.Menurut Prayoga, kondisi tersebut menjadi dasar bagi HMI
untuk mendorong lahirnya gagasan “Mimika wajah baru” yang tidak lagi bergantung
pada sektor pertambangan semata. Ia menyebut, potensi lain seperti pariwisata,
ekonomi lokal, dan ekonomi kreatif perlu dikembangkan secara serius.“Kami melihat banyak potensi yang bisa digali. Anak-anak
muda Papua bisa menghasilkan karya kreatif, termasuk di bidang seni dan musik,
yang berangkat dari budaya lokal,” ujarnya.Ia juga mempertanyakan sejauh mana komitmen pemerintah dalam
menyiapkan Mimika menghadapi masa depan tanpa ketergantungan pada tambang.
“Sudah seberapa berani pemerintah mengatakan bahwa kita siap menghadapi Mimika
tanpa tambang?” katanya.Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis
komunitas dalam mendorong diversifikasi ekonomi. Menurutnya, pembangunan
ekonomi harus tumbuh dari bawah melalui penguatan ekonomi lokal dan kearifan
masyarakat.“Memang pertumbuhannya tidak akan sebesar tambang, tetapi
ekonomi berbasis komunitas ini lebih berkelanjutan karena tumbuh dari
masyarakat itu sendiri,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan bentuk penolakan
terhadap tambang, melainkan penolakan terhadap dampak negatif yang ditimbulkan.
“Kita bukan menolak tambang, tetapi kita menolak kerusakan lingkungan, konflik,
dan ketidakadilan yang dirasakan masyarakat Papua,” tegasnya.Prayoga berharap seminar ini dapat menjadi ruang diskusi
terbuka untuk merumuskan langkah konkret dalam mengembangkan potensi
non-tambang di Mimika.“Forum ini diharapkan melahirkan narasi dan gagasan baru
tentang Mimika yang tidak hanya dikenal sebagai daerah tambang, tetapi juga
sebagai wilayah dengan kekuatan ekonomi lokal dan keberlanjutan lingkungan,”
pungkasnya. Penulis: Bim
Editor: GF
28 Apr 2026, 19:10 WIT
Ardi S.T Serahkan Bantuan Hadrah di Mimika, Sekolah DDI Dorong Pemerataan Program Pendidikan
Papuanewsonline.com, Timika – Anggota DPRD Provinsi Papua
Tengah, Ardi, ST, M.IST, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah DDI Nurul Islam
SP 1 Mimika (27/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan bantuan berupa
satu set alat hadrah sebagai dukungan nyata terhadap pengembangan seni budaya
Islam dan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.“Melalui bantuan ini, kami berharap siswa dan guru dapat
mengembangkan bakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan serta
kebersamaan,” ujar Ardi. Selain penyerahan bantuan, kunjungan ini juga menjadi momen
penting untuk menyerap aspirasi. Pihak sekolah menyampaikan harapan agar
lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama juga dapat menikmati
program sekolah gratis yang menjadi kebijakan unggulan Gubernur Papua Tengah.Di sisi lain, pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi
tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas program Makan Bergizi Gratis
(MBG). Program ini dinilai sangat membantu pemenuhan gizi siswa dan
berdampak positif terhadap semangat belajar anak-anak.Menanggapi hal tersebut, Ardi menegaskan akan memperjuangkan
aspirasi tersebut agar kebijakan pendidikan dapat dirasakan secara merata. “Akan saya bawa dan bahas bersama pemerintah provinsi agar
manfaatnya bisa dinikmati semua pihak,” tegasnya. Kegiatan diakhiri dengan dialog hangat dan peninjauan
langsung kondisi sekolah demi kemajuan pendidikan di daerah.
Penulis: Andi IlhamEditor: GF
27 Apr 2026, 20:51 WIT
33 Casis Akpol Polda Maluku Lolos Tes Psikologi Tahap I
Papuanewsonline.com, Ambon – Sebanyak 33 calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) dinyatakan lulus uji psikologi tahap I dalam seleksi penerimaan terpadu Polri Tahun Anggaran 2026 di Panitia Daerah (Panda) Polda Maluku. Pengumuman hasil disampaikan di SMA Negeri 2 Ambon, Sabtu (25/4/2026).Dari total 43 peserta yang mengikuti tes, 33 orang dinyatakan memenuhi syarat (MS), sementara 10 lainnya tidak memenuhi syarat (TMS).Kegiatan ini dipimpin oleh Kabag Dalpers Biro SDM AKBP Tommy Bambang Souissa, didampingi jajaran pejabat Biro SDM.AKBP Tommy menjelaskan, hasil seleksi diumumkan secara terbuka sebagai bentuk komitmen transparansi kepada peserta dan publik.“Dari 43 peserta, sebanyak 33 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya, sedangkan 10 lainnya belum memenuhi syarat. Seluruh proses dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.Adapun rincian hasil seleksi, yakni 33 peserta lulus terdiri dari 29 pria dan 4 wanita, sementara 10 peserta yang tidak lulus terdiri dari 9 pria dan 1 wanita.Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Jemi Junaidi, selaku Ketua Panitia Daerah menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).“Kami memastikan seluruh proses seleksi berjalan objektif dan transparan. Tidak ada ruang bagi praktik kecurangan maupun intervensi. Hasil yang diperoleh peserta sepenuhnya berdasarkan kemampuan masing-masing,” tegasnya.Ia juga menambahkan bahwa aspek humanis tetap dikedepankan dengan memberikan kesempatan kepada peserta yang belum lulus untuk mengetahui kekurangan mereka.“Peserta yang dinyatakan tidak memenuhi syarat diberikan ruang untuk melihat hasil penilaiannya, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengikuti seleksi di masa mendatang,” tambahnya.Untuk menjamin integritas pelaksanaan, proses seleksi diawasi secara ketat oleh pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku, serta pengawas eksternal dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Maluku dan Politeknik Negeri Ambon.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Para peserta yang dinyatakan lulus akan melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. PNO-12
26 Apr 2026, 14:11 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru