Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Bulog Timika Punya Stok Beras 2.460 Ton, Aman hingga Lima Bulan
Papuanewsonline.com, Timika –
Perum Bulog Cabang Timika memastikan ketersediaan beras di gudang mereka aman
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama lima (5) bulan ke depan. Kepala Kantor Cabang Bulog Timika, Dedy Wahyudi,
menyatakan stok beras medium mencapai 2.460 ton dan beras premium 25 ton. "Untuk stok beras medium
penyaluran golongan anggaran, ASN, TNI/Polri, ketahanan stoknya kurang lebih
empat sampai lima bulan," ungkap Dedy di Timika, Jumat, (8/8/2025). Bulog Timika setiap bulannya
menyalurkan 200-300 ton beras untuk memenuhi kebutuhan TNI/Polri, ASN golongan
anggaran, dan penugasan pemerintah. "Untuk teknis penyalurannya,
kami hanya melayani sampai di pintu gudang.
Selanjutnya, Perusahaan Daerah Irian Bakti yang ditunjuk DJPb yang akan
mendistribusikannya," jelas Dedy. Beras yang disalurkan berasal
dari dalam negeri, didatangkan dari Merauke, Papua Selatan, Makassar, Sulawesi
Selatan, dan Jawa Timur. Selain melayani Kabupaten Mimika,
Bulog Timika juga mendistribusikan beras ke Kabupaten Puncak dan Yahukimo di
Provinsi Papua Pegunungan, serta Wamena untuk memenuhi kebutuhan Provinsi Papua
Pegunungan. Meskipun demikian, Dedy mengakui
keterbatasan kapasitas gudang Bulog Timika yang hanya berkapasitas 2.000
ton. Untuk mengatasi hal ini, Bulog
Timika menyewa gudang tambahan di Bandara Mozes Kilangin Timika dengan kapasitas
yang sama.
"Kami memang sangat
membutuhkan penambahan gudang. Kami sudah mengusulkan ke kantor pusat, namun
sampai sekarang belum ada persetujuan," pungkasnya. ( Jidan )
09 Agu 2025, 00:38 WIT
Pemkab Mimika Dukung UMKM Lokal Lewat Gebyar UMKM
Papuanewsonline.com, Timika –
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) menggelar Gebyar UMKM selama tiga hari, mulai tanggal 7 hingga 9
Agustus 2025, di Lapangan Timika Indah. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional yang jatuh
pada tanggal 12 Agustus 2025. Gebyar UMKM ini
menampilkan berbagai produk unggulan UMKM Kabupaten Mimika. Asisten III Bidang Administrasi
Umum Setda Mimika, Everth Lukas Hindom, dalam sambutannya menyampaikan
apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
"Gebyar UMKM ke-10 tahun
2025 ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam meningkatkan
eksistensi UMKM di Mimika," ujar Everth Lukas Hindom di Timika, Kamis (7/8/2025). Ia menekankan pentingnya kegiatan
ini sebagai platform promosi dan pemasaran produk lokal agar mampu bersaing di
pasar regional maupun nasional. Everth Lukas Hindom juga
menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika secara konsisten memberikan
dukungan terhadap pengembangan UMKM melalui berbagai program, seperti
pembinaan, pemberdayaan, permodalan, dan promosi usaha. "Saya mengajak seluruh
stakeholder, baik swasta, perbankan, akademisi, dan komunitas untuk terus
mendukung para pelaku UMKM Mimika agar semakin meningkatkan kualitas
produknya," imbuhnya.
Gebyar UMKM ini diharapkan dapat
mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku
UMKM di Kabupaten Mimika. ( Jidan )
09 Agu 2025, 00:32 WIT
Cegah Kanker Serviks, Dinkes Mimika Vaksinasi Ratusan Siswa SD
Papuanewsonline.com, Timika –
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika melaksanakan Bulan Imunisasi Anak
Sekolah (BIAS) dengan memberikan vaksin Tetanus Difteri (TD) dan Human
Papillomavirus (HPV) kepada sekitar 600 siswa sekolah dasar (SD). Sasaran imunisasi meliputi siswa kelas 2, 5,
dan 6 di 22 SD di wilayah Kabupaten Mimika.
Vaksin HPV diberikan untuk mencegah kanker serviks, sementara vaksin TD
untuk mencegah penyakit tetanus dan difteri.Salah satu perawat pada puskesmas Wania Elis Mety, yang
memimpin kegiatan imunisasi di SD Nabawi, menjelaskan bahwa pelaksanaan program BIAS ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan bagi anak-anak di Kabupaten Mimika. "Hari ini kami melaksanakan
BIAS di SD Nabawi. Siswa kelas 2 menerima imunisasi TD, sedangkan kelas 5
mendapat vaksin TD dan HPV. Untuk kelas
6, kami prioritaskan yang belum menerima vaksin HPV," jelas Elis. Ia menambahkan bahwa pemberian
vaksin HPV saat ini hanya satu dosis, berbeda dengan tahun lalu yang dua dosis. Elis Mety juga menyampaikan bahwa
seluruh imunisasi dilakukan dengan aman dan telah mendapat persetujuan dari
orang tua murid. "Program ini rutin
dilaksanakan setiap tahun, dan masyarakat sudah mengetahui serta mempercayai
keamanannya," ujarnya. Dia menambahkan bahwa program BIAS
akan berlanjut hingga November 2025, dengan target pemberian 600 dosis vaksin
HPV dan 100 dosis vaksin campak serta TD.
"Untuk vaksin campak masih
dalam tahap persiapan," kata Elis. Diketahui Melalui program BIAS ini, Dinkes
Mimika menunjukkan komitmennya dalam melindungi generasi muda dari penyakit
menular.
Pemberian vaksin HPV secara
khusus bertujuan untuk mencegah kanker serviks pada perempuan di masa
mendatang. ( Jidan )
08 Agu 2025, 18:16 WIT
Dinas Perikanan Kabupaten Mimika Gelar Pasar Murah Ikan Segar di Lapangan Timika Indah
Papuanewsonline.com, Timika
– Dinas Perikanan Kabupaten Mimika menggelar pasar murah khusus ikan
segar dan beku di Lapangan Timika Indah, Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini menjadi angin segar bagi warga Timika yang selama ini mengeluhkan
tingginya harga ikan di pasaran. Selain untuk membantu masyarakat, program ini
juga bertujuan menjaga stabilitas inflasi di wilayah setempat. Subsidi Hingga Rp 10.000 per
Kilogram Pasar murah ini disambut antusias
oleh warga. Pasalnya, pemerintah daerah memberikan subsidi harga sebesar Rp
10.000 untuk setiap kilogram ikan yang dijual. “Luar biasa, karena pemerintah
daerah melalui Dinas Perikanan memberikan subsidi harga sebesar Rp 10.000 untuk
setiap jenis ikan,” ujar Lastri, salah satu pengunjung yang ikut berbelanja. Lastri mencontohkan, ikan layang
atau ikan mumar yang biasanya dijual Rp 35.000/kg di pasaran umum, kini hanya
dibanderol Rp 25.000/kg di pasar murah ini.
“Hal ini tentu sangat membantu dan memberi penghematan yang signifikan bagi
masyarakat,” tambahnya. Pilihan Ikan Segar dan Produk
Olahan Berbagai jenis ikan segar dan
beku dijual dengan harga lebih terjangkau, di antaranya yaitu Ikan Mumar dengan
harga Rp 25.000/kg (harga normal Rp 35.000/kg) dan Ikan Layang dengan harga Rp
20.000/kg (harga normal Rp 30.000/kg) Selain ikan segar, pengunjung
juga bisa mendapatkan produk olahan perikanan seperti ikan asin, ikan asap,
nugget ikan, bakso ikan, MPMP (Makanan Pendamping MP-ASI), hingga produk
UMKM binaan Dinas Perikanan. Langkah Kendalikan Inflasi Kabid Pengolahan dan Pemasaran
Hasil Perikanan Dinas Perikanan Mimika, Feky Walalayo, menjelaskan bahwa
kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menekan inflasi daerah,
khususnya dari komoditas ikan. “Di Timika, ikan mumar dan ikan
lema termasuk komoditas yang memicu inflasi karena banyak diminati, tapi
produksinya tidak ada di sini,” jelasnya. Menurut Feky, tingginya harga
ikan di Timika disebabkan sebagian besar pasokan didatangkan dari luar daerah
seperti Dobo, Tual, dan Kaimana.
“Karena pasokan dari luar, harga ikan tidak stabil. Jadi pemerintah harus
mengambil langkah agar komoditas ini tidak memicu inflasi,” tegasnya. Berlangsung Satu Hari,
Manfaatnya Besar Pasar murah ikan segar ini hanya
digelar satu hari, sementara pameran produk olahan perikanan akan berlangsung
hingga keesokan harinya.
Acara ini diselenggarakan bersama Dinas Koperasi dan UMKM, dengan Dinas
Perikanan sebagai salah satu peserta utama penyedia produk. Program ini diharapkan memberi
akses yang lebih mudah dan murah bagi masyarakat Timika untuk mendapatkan
protein hewani berkualitas. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti komitmen
Pemkab Mimika dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi,
khususnya pada komoditas pangan strategis. Pasar murah ini pun mendapat
sambutan positif dari warga yang berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan
membeli ikan dengan harga lebih terjangkau. (Cori)
08 Agu 2025, 13:50 WIT
Thifal Tazkya Wishal Juarai Storytelling Competition 2025 di Diana Mall Timika
Papuanewsonline.com, Timika –
Siswa SMAN 7 Timika, Thifal Tazkya Wishal, berhasil meraih juara pertama dalam English Storytelling Competition 2025 yang diselenggarakan di Diana Mall Timika.
Kompetisi yang mengangkat tema pelestarian cerita rakyat Papua ini diikuti oleh
18 peserta dari tujuh sekolah menengah atas se-Kabupaten Mimika. Kegiatan yang merupakan
kolaborasi antara Brother Leon English Club (BLEC) dan Program Studi Pendidikan
Bahasa Inggris STKIP Hermon Timika ini berlangsung meriah dengan antusiasme
tinggi dari para peserta dan pengunjung mall. "Kami melihat bahwa potensi
anak-anak muda untuk bahasa Inggris itu besar di Timika. Hanya saja wadahnya
yang masih kurang dalam bentuk kegiatan kompetisi lomba," ungkap Deasy
Natalia Lessu, S.Pd., M.Hum, selaku Ketua Panitia penyelenggara. DAFTAR PEMENANG Juara 1: Thifal Tazkya Wishal
(SMAN 7 Timika) Juara 2: Zivanna Hawa Omega Romer
(SMAN 1 Timika) Juara 3: Sherina Anggie Esterlyta
(SMA Kristen Kalam Kudus) Juara 4: Shelomita Apriliani (SMA
Kristen Kalam Kudus) Kompetisi tahun ini mengangkat
cerita rakyat dari tiga suku di Papua, yaitu Kamoro, Amungme, dan Asmat.
Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan, mengingat pembelajaran bercerita di
sekolah-sekolah sering kali menggunakan cerita dari luar Papua bahkan luar negeri. "Sementara cerita di sini
siapa lagi yang mau melestarikan? Kami mengusung cerita-cerita tersebut
sehingga lebih dikenal lagi untuk kalangan luas. Tidak hanya lingkup nasional,
karena ini bahasa Inggris otomatis global," tambah Deasy. SEKOLAH PESERTA * SMAN 1 Timika * SMA Al-Falah * SMA Kristen Kalam Kudus * SMK Negeri 6 * SMAN 7 Timika * SMA Tiga Raja * SMK Yapis Tim juri yang terdiri dari
Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal, S.Pd.M.TESOL.Ed, dan
Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd memberikan penilaian berdasarkan kemampuan
berbahasa Inggris, teknik bercerita, dan pemahaman terhadap cerita rakyat yang
dibawakan. Kegiatan ini merupakan kompetisi
kedua setelah sukses diselenggarakan tahun lalu di gedung MPCC YPMAK. Pemilihan Diana
Mall sebagai venue tahun ini dimaksudkan agar kegiatan menjadi lebih terbuka
untuk publik dan tidak eksklusif. "Setiap pengunjung bisa
datang untuk melihat, jadi bagian dari strategi promosi secara tidak langsung.
Diana Mall juga merupakan salah satu sponsor kami yang mendukung dari awal
kegiatan pertama," jelas Deasy di Timika, Jumat (8/7/2025). Para peserta menunjukkan
antusiasme tinggi dalam menyampaikan cerita-cerita tradisional Papua dengan
bahasa Inggris yang fasih. Tidak hanya kemampuan berbahasa yang dinilai, tetapi
juga kemampuan interpretasi dan penghayatan terhadap nilai-nilai budaya yang
terkandung dalam setiap cerita. Dengan berhasilnya kompetisi
tahun ini, panitia optimis kegiatan serupa dapat terus berlanjut setiap tahun
sebagai wadah pengembangan talenta muda Papua dalam berbahasa Inggris sekaligus
melestarikan kekayaan budaya lokal. (Giant)
08 Agu 2025, 13:33 WIT
Pelestarian Cerita Rakyat Papua Melalui Storytelling Competition: Upaya Mandiri Tanpa Dukungan Pemda
Papuanewsonline.com, Timika – Di
tengah gencarnya arus globalisasi yang mengancam kelestarian budaya lokal,
sekelompok pendidik di Timika berjuang sendirian melestarikan cerita rakyat
Papua. English Storytelling Competition 2025 yang diselenggarakan di Diana Mall Timika
menjadi bukti nyata upaya mandiri tanpa dukungan pemerintah daerah. Deasy Natalia Lessu, S.Pd.,
M.Hum, Ketua Panitia dari Brother Leon English Club (BLEC) yang berkolaborasi
dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Hermon Timika,
mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pembelajaran bercerita di
sekolah-sekolah. "Sering kali pembelajaran di
sekolah untuk soal bercerita itu memakai cerita-cerita dari luar Papua maupun
bahkan luar negeri. Sementara cerita di sini siapa lagi yang mau
melestarikan," Ujar Deasy di Timika, Kamis (7/8/2025). Kompetisi yang mengangkat cerita
rakyat dari tiga suku besar di Papua - Kamoro, Amungme, dan Asmat - ini menjadi
langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi
muda. Namun, upaya mulia ini harus dilakukan tanpa dukungan dari pemerintah
daerah. "Dukungan untuk kami dari
pemerintah memang belum besar. Kami sudah melakukan pendekatan beberapa kali,
tapi dukungan dari pemerintah daerah tidak ada bagi kegiatan kami," ungkap
Deasy dengan nada kecewa. Meski menghadapi keterbatasan,
panitia tidak menyerah. Mereka memilih Diana Mall sebagai venue dengan
pertimbangan strategis untuk menjangkau publik yang lebih luas. "Alasan kami lakukan di sini
adalah biar menjadi perhatian bahwa ini sudah publik, bukan hanya dalam lingkup
secara eksklusif tapi setiap pengunjung bisa datang untuk melihat. Jadi, bagian
dari strategi promosi secara tidak langsung," jelas Deasy. Diana Mall, sebagai sponsor
utama, menjadi penyelamat kegiatan ini. "Diana Mall merupakan salah satu
sponsor kami yang mendukung dari awal kegiatan pertama," ungkap Deasy
dengan penuh apresiasi. Kompetisi yang diikuti 18 peserta
dari tujuh sekolah menengah atas se-Kabupaten Mimika ini dinilai oleh tim juri
berkualitas: Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal,
S.Pd.M.TESOL.Ed, dan Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini memiliki dampak
ganda yang sangat positif. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris
siswa, juga menjadi media pelestarian budaya Papua yang terancam terlupakan. "Tujuan utamanya memberikan
wadah bagi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan
kepercayaan diri untuk tampil di publik, kemudian yang kedua melestarikan
cerita rakyat Papua," tegas Deasy. Panitia berharap kegiatan ini
dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memberikan dukungan yang lebih
besar di masa mendatang. "Kami berkontribusi dalam peningkatan literasi
berbahasa Inggris anak-anak di Papua dengan mengusung tema melestarikan cerita
rakyat suku-suku di Papua melalui bahasa Inggris," ujar Deasy. Dengan berhasilnya kompetisi
kedua ini setelah sukses tahun lalu di gedung MPCC YPMAK, panitia optimis dapat
melanjutkan kegiatan serupa setiap tahun. "Harapan kami jangka panjang
adalah kegiatan ini bisa terjadi setiap tahun," tambah Deasy.
Storytelling Competition 2025
bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan gerakan pelestarian budaya yang
dilakukan dengan penuh dedikasi oleh para pendidik. Tanpa dukungan pemerintah,
mereka tetap berjuang memastikan cerita rakyat Papua tidak hilang ditelan
zaman. (Cori)
08 Agu 2025, 13:25 WIT
Dinas Ketahanan Pangan Gelar Gerakan Pangan, Cabai Rawit Turun Rp30 Ribu Per Kilo
Papuanewsonline.com, Timika –
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM)
selama tiga hari berturut-turut di Lapangan Timika Indah, mulai 7-9 Agustus
2025. Program yang memasuki hari kedua ini berhasil menekan harga sejumlah
komoditas pangan hingga Rp30.000 per kilogram. Husnia SP., M.Si., Kepala Seksi
Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, menjelaskan bahwa
kegiatan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dalam rangka
peringatan hari ulang tahun UMKM. "Kami bergabung selama 3
hari, dari hari Kamis kemarin tanggal 7 Agustus 2025 sampai hari Sabtu besok
penutupan. Jadi selama 3 hari kita standby di Lapangan Timika Indah,"
ungkap Husnia saat diwawancarai di lokasi, Kamis (8/8/2025). Drastis! Cabai Rawit Turun
dari Rp100 Ribu ke Rp70 Ribu Komoditas yang paling menarik
perhatian warga adalah cabai rawit yang mengalami penurunan harga signifikan.
Di pasar reguler, cabai rawit dijual Rp90.000-Rp100.000 per kilogram, namun di
GPM hanya Rp70.000 per kilogram. "Cabai rawit sangat diminati
oleh warga, di pasar itu per hari ini harga dari kemarin itu Rp90.000 sampai
Rp100.000 per kilo. Kami di pasar murah ini menjual dengan harga Rp70.000, per
setengah kilonya Rp35.000," jelas Husnia. Selain cabai rawit, beberapa
komoditas lain juga mengalami penyesuaian harga: - Bawang merah: Rp50.000/kg
(harga pasar Rp65.000/kg) - Bawang putih: Rp40.000/kg - Tomat: Rp15.000/kg (harga pasar
Rp25.000/kg) - Telur: Rp55.000/kg - Beras SPHP: Rp65.000/kg (HET
Rp67.500/kg) Program SPHP Pusat Untuk
Stabilisasi Beras Khusus untuk beras, Dinas
Ketahanan Pangan menurunkan beras dari program pusat yaitu beras SPHP
(Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). "Beras memang isu sangat
inflasi saat ini semua daerah, jadi kita turun beras itu beras dari program
pusat yaitu beras SPHP. Di sini juga kita menjual dengan harga eceran tertinggi
itu di bawah HET, berkarunya itu Rp65.000 kita jual, HETnya itu Rp67.500,"
papar Husnia. Program ini juga menyediakan
minyak goreng, gula, serta pangan lokal seperti kacang tanah dan ubi jalar
(petatas). Target Inflasi dan
Keberlanjutan Program Husnia menegaskan tujuan utama
GPM adalah menjaga stabilisasi dan memastikan harga pangan serta mengendalikan
inflasi di Timika. "Selain kami turun untuk
menjaga stabilisasi dan memastikan harga pangan dan menjaga inflasi yang ada di
Timika. Karena ada beberapa komoditi pangan-pangan untuk pangan konsumsi
masyarakat ini selalu ada inflasi," ungkapnya. Program pasar murah ini bukan
yang pertama kali. Menurut Husnia, ini merupakan kegiatan ke-12 yang
dilaksanakan dinas tersebut. "Untuk di pasar murah ini
kami turun dengan kegiatan ini bukan hanya sekarang ini kami bergabung dengan
Dinas Koperasi, namun kami juga ada beberapa, sudah ada jadwal, sering kami
turun, kemarin itu terakhir kayak 11 kali, sekarang mungkin untuk 3 hari ini
terhitung kayak 12 kali," jelasnya. Agenda GPM Mendatang Sambut
HUT RI Dinas Ketahanan Pangan telah
menyiapkan agenda GPM lanjutan dalam rangka menyambut HUT RI ke-80: - 12 Agustus 2025: Lokasi Iwaka,
kemungkinan Kampung Naina Muktipura - 16 Agustus 2025: Kuala Kencana "Jadi tujuan GPM yang
tanggal 12 dan tanggal 16 itu untuk menyambut hari ulang tahun RI yang
ke-80," tambah Husnia. Ajakan Kepada Masyarakat
Mimika Husnia mengajak seluruh warga
Mimika memanfaatkan program subsidi pemerintah ini secara maksimal. "Kami dari Dinas Ketahanan
Pangan kepada warga Mimika, ayo warga Mimika mari memanfaatkan program
pemerintah dengan harga subsidi, pemerintah menawarkan dengan harga subsidi
yang sangat jauh berbeda dengan harga pasar tentunya," serunya. "Jadi warga harapan kami
semoga warga Mimika datang belanja memanfaatkan program pemerintah yang sangat
murah tentunya sehingga inflasi bisa turun," pungkasnya. Program Gerakan Pangan Murah ini
diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat Mimika dalam
menghadapi tekanan inflasi harga pangan, sekaligus mempersiapkan perayaan
kemerdekaan Indonesia yang ke-80 dengan lebih meriah. (Fadli)
08 Agu 2025, 13:13 WIT
Dinkes Mimika Latih Tenaga Kesehatan: Cegah Penularan Hepatitis, HIV, dan Sifilis
Papuanewsonline.com, Timika –
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar pelatihan triple eliminasi
bagi tenaga kesehatan selama dua hari. Pelatihan yang difokuskan pada
pencegahan penularan hepatitis, HIV, dan sifilis dari ibu ke anak ini diikuti
oleh 26 puskesmas, lima rumah sakit, dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya.(
7/8/25) Para peserta mendapatkan materi
dari narasumber kompeten, termasuk perwakilan Kementerian Kesehatan dan pakar
penyakit menular. Kepala Seksi Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mimika, Linus Dumatubun S.KM, berharap
pelatihan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam
melaksanakan program triple eliminasi. "Kami berharap pelatihan ini
meningkatkan pemahaman dan kemampuan tenaga kesehatan dalam menerapkan program
triple eliminasi," ujar Linus. Ia menambahkan bahwa peningkatan
kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak merupakan tujuan utama kegiatan ini. Linus Dumatubun juga menekankan
pentingnya membangun jejaring kerja yang kuat antar tenaga kesehatan. "Dengan jejaring yang solid,
cakupan program triple eliminasi dapat meningkat dan angka penularan penyakit
menular dari ibu ke anak dapat ditekan," jelasnya. Ia optimistis pelatihan ini akan
berdampak positif terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten
Mimika. Pelatihan ini merupakan langkah
strategis Dinkes Mimika dalam upaya menurunkan angka penularan penyakit menular
dari ibu ke anak. Dengan peningkatan kapasitas
tenaga kesehatan, diharapkan program triple eliminasi dapat berjalan efektif
dan mencapai target yang telah ditetapkan. ( Abim )
08 Agu 2025, 12:30 WIT
Pemerintah Satukan Kekuatan Berantas Kejahatan SDA
Papuanewsonline.com, Bandung – Pemerintah
Indonesia mengibarkan bendera perang terhadap kejahatan yang menggerogoti
sumber daya alam (SDA) dan kekayaan negara. Dalam Rapat Koordinasi Nasional
yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko
Polkam) di Bandung, Kamis (7/8/2025), diputuskan bahwa strategi pemberantasan
kejahatan SDA tidak lagi bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus
dilaksanakan dengan kekuatan penuh lintas kementerian dan lembaga. Forum strategis ini mempertemukan
perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian
Kelautan dan Perikanan (KKP), Direktorat Jenderal Imigrasi, serta Bareskrim
Polri. Fokus pembahasan mencakup kejahatan tambang ilegal, penyelundupan hasil
tambang, perambahan hutan, pembakaran lahan, perdagangan hasil laut ilegal,
hingga keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam aktivitas melanggar hukum di
wilayah strategis Indonesia. Asisten Deputi Penanganan
Kejahatan Konvensional dan Kekayaan Negara Kemenko Polkam, Brigjen Pol
Irwansyah, menegaskan bahwa masalah ini bukan hanya soal pelanggaran hukum,
tapi juga menyangkut harkat, martabat, dan kedaulatan bangsa. “Kejahatan terhadap kekayaan
negara bukan sekadar tindak kriminal, melainkan ancaman terhadap kedaulatan.
Kita tidak bisa lagi bergerak secara sektoral. Dibutuhkan langkah kolektif,
sinergis, dan terstruktur agar kerugian negara dan kerusakan lingkungan tidak
terus berlanjut,” tegas Irwansyah di hadapan peserta rakornas. Polri, melalui Direktorat Tindak
Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim, mengusulkan pembentukan Satuan Tugas
Terpadu Penegakan Hukum SDA yang bersifat permanen. Satgas ini akan memadukan
fungsi penyelidikan, penindakan, dan pemulihan kerugian negara. Pendekatan hukum juga akan
diperkuat dengan mekanisme Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), untuk
menelusuri aliran dana hasil kejahatan lingkungan hingga ke akar. Dengan cara
ini, aparat tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga menghantam
jaringan keuangan di baliknya. Direktorat Jenderal Imigrasi
mengungkap adanya pola baru keterlibatan WNA dalam aktivitas ilegal SDA, mulai
dari pendanaan hingga operasi langsung di lapangan. Untuk menutup celah ini,
Imigrasi meluncurkan Operasi Jagratara, mengembangkan sistem e-Monitoring Orang
Asing, serta membentuk Unit Respons Cepat Imigrasi di daerah rawan tambang dan
perbatasan. Pemerintah menyadari bahwa
penegakan hukum saja tidak cukup. Oleh karena itu, strategi penanganan
kejahatan SDA akan dipadukan dengan langkah-langkah preventif. Program ini mencakup edukasi publik, pemberlakuan regulasi yang berpihak pada
kelestarian lingkungan, serta pemberdayaan komunitas lokal agar mereka menjadi
garda terdepan dalam menjaga kekayaan alam. “Kita ingin masyarakat bukan
hanya menjadi penonton, tapi juga menjadi pelindung dan pengelola sumber daya
alam yang bijak,” kata Irwansyah. (GF)
08 Agu 2025, 12:22 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru