logo-website
Rabu, 29 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Bulog Timika Punya Stok Beras 2.460 Ton, Aman hingga Lima Bulan Papuanewsonline.com, Timika – Perum Bulog Cabang Timika memastikan ketersediaan beras di gudang mereka aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama lima (5) bulan ke depan. Kepala Kantor Cabang Bulog Timika, Dedy Wahyudi, menyatakan stok beras medium mencapai 2.460 ton dan beras premium 25 ton.  "Untuk stok beras medium penyaluran golongan anggaran, ASN, TNI/Polri, ketahanan stoknya kurang lebih empat sampai lima bulan," ungkap Dedy di Timika, Jumat, (8/8/2025). Bulog Timika setiap bulannya menyalurkan 200-300 ton beras untuk memenuhi kebutuhan TNI/Polri, ASN golongan anggaran, dan penugasan pemerintah.  "Untuk teknis penyalurannya, kami hanya melayani sampai di pintu gudang.  Selanjutnya, Perusahaan Daerah Irian Bakti yang ditunjuk DJPb yang akan mendistribusikannya," jelas Dedy. Beras yang disalurkan berasal dari dalam negeri, didatangkan dari Merauke, Papua Selatan, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Selain melayani Kabupaten Mimika, Bulog Timika juga mendistribusikan beras ke Kabupaten Puncak dan Yahukimo di Provinsi Papua Pegunungan, serta Wamena untuk memenuhi kebutuhan Provinsi Papua Pegunungan.  Meskipun demikian, Dedy mengakui keterbatasan kapasitas gudang Bulog Timika yang hanya berkapasitas 2.000 ton.  Untuk mengatasi hal ini, Bulog Timika menyewa gudang tambahan di Bandara Mozes Kilangin Timika dengan kapasitas yang sama. "Kami memang sangat membutuhkan penambahan gudang. Kami sudah mengusulkan ke kantor pusat, namun sampai sekarang belum ada persetujuan," pungkasnya. ( Jidan ) 09 Agu 2025, 00:38 WIT
Pemkab Mimika Dukung UMKM Lokal Lewat Gebyar UMKM Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggelar Gebyar UMKM selama tiga hari, mulai tanggal 7 hingga 9 Agustus 2025, di Lapangan Timika Indah. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional yang jatuh pada tanggal 12 Agustus 2025.  Gebyar UMKM ini menampilkan berbagai produk unggulan UMKM Kabupaten Mimika.  Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Everth Lukas Hindom, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.  "Gebyar UMKM ke-10 tahun 2025 ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam meningkatkan eksistensi UMKM di Mimika," ujar Everth Lukas Hindom di Timika, Kamis (7/8/2025). Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai platform promosi dan pemasaran produk lokal agar mampu bersaing di pasar regional maupun nasional. Everth Lukas Hindom juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika secara konsisten memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM melalui berbagai program, seperti pembinaan, pemberdayaan, permodalan, dan promosi usaha.  "Saya mengajak seluruh stakeholder, baik swasta, perbankan, akademisi, dan komunitas untuk terus mendukung para pelaku UMKM Mimika agar semakin meningkatkan kualitas produknya," imbuhnya. Gebyar UMKM ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM di Kabupaten Mimika. ( Jidan ) 09 Agu 2025, 00:32 WIT
Cegah Kanker Serviks, Dinkes Mimika Vaksinasi Ratusan Siswa SD Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dengan memberikan vaksin Tetanus Difteri (TD) dan Human Papillomavirus (HPV) kepada sekitar 600 siswa sekolah dasar (SD).  Sasaran imunisasi meliputi siswa kelas 2, 5, dan 6 di 22 SD di wilayah Kabupaten Mimika.  Vaksin HPV diberikan untuk mencegah kanker serviks, sementara vaksin TD untuk mencegah penyakit tetanus dan difteri.Salah satu perawat pada puskesmas Wania Elis Mety, yang memimpin kegiatan imunisasi di SD Nabawi, menjelaskan bahwa pelaksanaan program BIAS ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan bagi anak-anak di Kabupaten Mimika. "Hari ini kami melaksanakan BIAS di SD Nabawi. Siswa kelas 2 menerima imunisasi TD, sedangkan kelas 5 mendapat vaksin TD dan HPV.  Untuk kelas 6, kami prioritaskan yang belum menerima vaksin HPV," jelas Elis.  Ia menambahkan bahwa pemberian vaksin HPV saat ini hanya satu dosis, berbeda dengan tahun lalu yang dua dosis. Elis Mety juga menyampaikan bahwa seluruh imunisasi dilakukan dengan aman dan telah mendapat persetujuan dari orang tua murid. "Program ini rutin dilaksanakan setiap tahun, dan masyarakat sudah mengetahui serta mempercayai keamanannya," ujarnya.  Dia menambahkan bahwa program BIAS akan berlanjut hingga November 2025, dengan target pemberian 600 dosis vaksin HPV dan 100 dosis vaksin campak serta TD.  "Untuk vaksin campak masih dalam tahap persiapan," kata Elis. Diketahui Melalui program BIAS ini, Dinkes Mimika menunjukkan komitmennya dalam melindungi generasi muda dari penyakit menular.  Pemberian vaksin HPV secara khusus bertujuan untuk mencegah kanker serviks pada perempuan di masa mendatang.  ( Jidan ) 08 Agu 2025, 18:16 WIT
Dinas Perikanan Kabupaten Mimika Gelar Pasar Murah Ikan Segar di Lapangan Timika Indah Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Perikanan Kabupaten Mimika menggelar pasar murah khusus ikan segar dan beku di Lapangan Timika Indah, Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini menjadi angin segar bagi warga Timika yang selama ini mengeluhkan tingginya harga ikan di pasaran. Selain untuk membantu masyarakat, program ini juga bertujuan menjaga stabilitas inflasi di wilayah setempat. Subsidi Hingga Rp 10.000 per Kilogram Pasar murah ini disambut antusias oleh warga. Pasalnya, pemerintah daerah memberikan subsidi harga sebesar Rp 10.000 untuk setiap kilogram ikan yang dijual. “Luar biasa, karena pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan memberikan subsidi harga sebesar Rp 10.000 untuk setiap jenis ikan,” ujar Lastri, salah satu pengunjung yang ikut berbelanja. Lastri mencontohkan, ikan layang atau ikan mumar yang biasanya dijual Rp 35.000/kg di pasaran umum, kini hanya dibanderol Rp 25.000/kg di pasar murah ini. “Hal ini tentu sangat membantu dan memberi penghematan yang signifikan bagi masyarakat,” tambahnya. Pilihan Ikan Segar dan Produk Olahan Berbagai jenis ikan segar dan beku dijual dengan harga lebih terjangkau, di antaranya yaitu Ikan Mumar dengan harga Rp 25.000/kg (harga normal Rp 35.000/kg) dan Ikan Layang dengan harga Rp 20.000/kg (harga normal Rp 30.000/kg) Selain ikan segar, pengunjung juga bisa mendapatkan produk olahan perikanan seperti ikan asin, ikan asap, nugget ikan, bakso ikan, MPMP (Makanan Pendamping MP-ASI), hingga produk UMKM binaan Dinas Perikanan. Langkah Kendalikan Inflasi Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Mimika, Feky Walalayo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menekan inflasi daerah, khususnya dari komoditas ikan. “Di Timika, ikan mumar dan ikan lema termasuk komoditas yang memicu inflasi karena banyak diminati, tapi produksinya tidak ada di sini,” jelasnya. Menurut Feky, tingginya harga ikan di Timika disebabkan sebagian besar pasokan didatangkan dari luar daerah seperti Dobo, Tual, dan Kaimana. “Karena pasokan dari luar, harga ikan tidak stabil. Jadi pemerintah harus mengambil langkah agar komoditas ini tidak memicu inflasi,” tegasnya. Berlangsung Satu Hari, Manfaatnya Besar Pasar murah ikan segar ini hanya digelar satu hari, sementara pameran produk olahan perikanan akan berlangsung hingga keesokan harinya. Acara ini diselenggarakan bersama Dinas Koperasi dan UMKM, dengan Dinas Perikanan sebagai salah satu peserta utama penyedia produk. Program ini diharapkan memberi akses yang lebih mudah dan murah bagi masyarakat Timika untuk mendapatkan protein hewani berkualitas. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemkab Mimika dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas pangan strategis. Pasar murah ini pun mendapat sambutan positif dari warga yang berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan membeli ikan dengan harga lebih terjangkau. (Cori) 08 Agu 2025, 13:50 WIT
Thifal Tazkya Wishal Juarai Storytelling Competition 2025 di Diana Mall Timika Papuanewsonline.com, Timika – Siswa SMAN 7 Timika, Thifal Tazkya Wishal, berhasil meraih juara pertama dalam English Storytelling Competition 2025 yang diselenggarakan di Diana Mall Timika. Kompetisi yang mengangkat tema pelestarian cerita rakyat Papua ini diikuti oleh 18 peserta dari tujuh sekolah menengah atas se-Kabupaten Mimika. Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Brother Leon English Club (BLEC) dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Hermon Timika ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan pengunjung mall. "Kami melihat bahwa potensi anak-anak muda untuk bahasa Inggris itu besar di Timika. Hanya saja wadahnya yang masih kurang dalam bentuk kegiatan kompetisi lomba," ungkap Deasy Natalia Lessu, S.Pd., M.Hum, selaku Ketua Panitia penyelenggara. DAFTAR PEMENANG Juara 1: Thifal Tazkya Wishal (SMAN 7 Timika) Juara 2: Zivanna Hawa Omega Romer (SMAN 1 Timika) Juara 3: Sherina Anggie Esterlyta (SMA Kristen Kalam Kudus) Juara 4: Shelomita Apriliani (SMA Kristen Kalam Kudus) Kompetisi tahun ini mengangkat cerita rakyat dari tiga suku di Papua, yaitu Kamoro, Amungme, dan Asmat. Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan, mengingat pembelajaran bercerita di sekolah-sekolah sering kali menggunakan cerita dari luar Papua bahkan luar negeri. "Sementara cerita di sini siapa lagi yang mau melestarikan? Kami mengusung cerita-cerita tersebut sehingga lebih dikenal lagi untuk kalangan luas. Tidak hanya lingkup nasional, karena ini bahasa Inggris otomatis global," tambah Deasy. SEKOLAH PESERTA * SMAN 1 Timika * SMA Al-Falah * SMA Kristen Kalam Kudus * SMK Negeri 6 * SMAN 7 Timika * SMA Tiga Raja * SMK Yapis Tim juri yang terdiri dari Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal, S.Pd.M.TESOL.Ed, dan Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd memberikan penilaian berdasarkan kemampuan berbahasa Inggris, teknik bercerita, dan pemahaman terhadap cerita rakyat yang dibawakan. Kegiatan ini merupakan kompetisi kedua setelah sukses diselenggarakan tahun lalu di gedung MPCC YPMAK. Pemilihan Diana Mall sebagai venue tahun ini dimaksudkan agar kegiatan menjadi lebih terbuka untuk publik dan tidak eksklusif. "Setiap pengunjung bisa datang untuk melihat, jadi bagian dari strategi promosi secara tidak langsung. Diana Mall juga merupakan salah satu sponsor kami yang mendukung dari awal kegiatan pertama," jelas Deasy di Timika, Jumat (8/7/2025). Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyampaikan cerita-cerita tradisional Papua dengan bahasa Inggris yang fasih. Tidak hanya kemampuan berbahasa yang dinilai, tetapi juga kemampuan interpretasi dan penghayatan terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap cerita. Dengan berhasilnya kompetisi tahun ini, panitia optimis kegiatan serupa dapat terus berlanjut setiap tahun sebagai wadah pengembangan talenta muda Papua dalam berbahasa Inggris sekaligus melestarikan kekayaan budaya lokal. (Giant)   08 Agu 2025, 13:33 WIT
Pelestarian Cerita Rakyat Papua Melalui Storytelling Competition: Upaya Mandiri Tanpa Dukungan Pemda Papuanewsonline.com, Timika – Di tengah gencarnya arus globalisasi yang mengancam kelestarian budaya lokal, sekelompok pendidik di Timika berjuang sendirian melestarikan cerita rakyat Papua. English Storytelling Competition 2025 yang diselenggarakan di Diana Mall Timika menjadi bukti nyata upaya mandiri tanpa dukungan pemerintah daerah. Deasy Natalia Lessu, S.Pd., M.Hum, Ketua Panitia dari Brother Leon English Club (BLEC) yang berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Hermon Timika, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pembelajaran bercerita di sekolah-sekolah. "Sering kali pembelajaran di sekolah untuk soal bercerita itu memakai cerita-cerita dari luar Papua maupun bahkan luar negeri. Sementara cerita di sini siapa lagi yang mau melestarikan," Ujar Deasy di Timika, Kamis (7/8/2025). Kompetisi yang mengangkat cerita rakyat dari tiga suku besar di Papua - Kamoro, Amungme, dan Asmat - ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda. Namun, upaya mulia ini harus dilakukan tanpa dukungan dari pemerintah daerah. "Dukungan untuk kami dari pemerintah memang belum besar. Kami sudah melakukan pendekatan beberapa kali, tapi dukungan dari pemerintah daerah tidak ada bagi kegiatan kami," ungkap Deasy dengan nada kecewa. Meski menghadapi keterbatasan, panitia tidak menyerah. Mereka memilih Diana Mall sebagai venue dengan pertimbangan strategis untuk menjangkau publik yang lebih luas. "Alasan kami lakukan di sini adalah biar menjadi perhatian bahwa ini sudah publik, bukan hanya dalam lingkup secara eksklusif tapi setiap pengunjung bisa datang untuk melihat. Jadi, bagian dari strategi promosi secara tidak langsung," jelas Deasy. Diana Mall, sebagai sponsor utama, menjadi penyelamat kegiatan ini. "Diana Mall merupakan salah satu sponsor kami yang mendukung dari awal kegiatan pertama," ungkap Deasy dengan penuh apresiasi. Kompetisi yang diikuti 18 peserta dari tujuh sekolah menengah atas se-Kabupaten Mimika ini dinilai oleh tim juri berkualitas: Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal, S.Pd.M.TESOL.Ed, dan Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini memiliki dampak ganda yang sangat positif. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa, juga menjadi media pelestarian budaya Papua yang terancam terlupakan. "Tujuan utamanya memberikan wadah bagi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan kepercayaan diri untuk tampil di publik, kemudian yang kedua melestarikan cerita rakyat Papua," tegas Deasy. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memberikan dukungan yang lebih besar di masa mendatang. "Kami berkontribusi dalam peningkatan literasi berbahasa Inggris anak-anak di Papua dengan mengusung tema melestarikan cerita rakyat suku-suku di Papua melalui bahasa Inggris," ujar Deasy. Dengan berhasilnya kompetisi kedua ini setelah sukses tahun lalu di gedung MPCC YPMAK, panitia optimis dapat melanjutkan kegiatan serupa setiap tahun. "Harapan kami jangka panjang adalah kegiatan ini bisa terjadi setiap tahun," tambah Deasy. Storytelling Competition 2025 bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan gerakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan penuh dedikasi oleh para pendidik. Tanpa dukungan pemerintah, mereka tetap berjuang memastikan cerita rakyat Papua tidak hilang ditelan zaman. (Cori) 08 Agu 2025, 13:25 WIT
Dinas Ketahanan Pangan Gelar Gerakan Pangan, Cabai Rawit Turun Rp30 Ribu Per Kilo Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama tiga hari berturut-turut di Lapangan Timika Indah, mulai 7-9 Agustus 2025. Program yang memasuki hari kedua ini berhasil menekan harga sejumlah komoditas pangan hingga Rp30.000 per kilogram. Husnia SP., M.Si., Kepala Seksi Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dalam rangka peringatan hari ulang tahun UMKM. "Kami bergabung selama 3 hari, dari hari Kamis kemarin tanggal 7 Agustus 2025 sampai hari Sabtu besok penutupan. Jadi selama 3 hari kita standby di Lapangan Timika Indah," ungkap Husnia saat diwawancarai di lokasi, Kamis (8/8/2025). Drastis! Cabai Rawit Turun dari Rp100 Ribu ke Rp70 Ribu Komoditas yang paling menarik perhatian warga adalah cabai rawit yang mengalami penurunan harga signifikan. Di pasar reguler, cabai rawit dijual Rp90.000-Rp100.000 per kilogram, namun di GPM hanya Rp70.000 per kilogram. "Cabai rawit sangat diminati oleh warga, di pasar itu per hari ini harga dari kemarin itu Rp90.000 sampai Rp100.000 per kilo. Kami di pasar murah ini menjual dengan harga Rp70.000, per setengah kilonya Rp35.000," jelas Husnia. Selain cabai rawit, beberapa komoditas lain juga mengalami penyesuaian harga: - Bawang merah: Rp50.000/kg (harga pasar Rp65.000/kg) - Bawang putih: Rp40.000/kg  - Tomat: Rp15.000/kg (harga pasar Rp25.000/kg) - Telur: Rp55.000/kg - Beras SPHP: Rp65.000/kg (HET Rp67.500/kg) Program SPHP Pusat Untuk Stabilisasi Beras Khusus untuk beras, Dinas Ketahanan Pangan menurunkan beras dari program pusat yaitu beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). "Beras memang isu sangat inflasi saat ini semua daerah, jadi kita turun beras itu beras dari program pusat yaitu beras SPHP. Di sini juga kita menjual dengan harga eceran tertinggi itu di bawah HET, berkarunya itu Rp65.000 kita jual, HETnya itu Rp67.500," papar Husnia. Program ini juga menyediakan minyak goreng, gula, serta pangan lokal seperti kacang tanah dan ubi jalar (petatas). Target Inflasi dan Keberlanjutan Program Husnia menegaskan tujuan utama GPM adalah menjaga stabilisasi dan memastikan harga pangan serta mengendalikan inflasi di Timika. "Selain kami turun untuk menjaga stabilisasi dan memastikan harga pangan dan menjaga inflasi yang ada di Timika. Karena ada beberapa komoditi pangan-pangan untuk pangan konsumsi masyarakat ini selalu ada inflasi," ungkapnya. Program pasar murah ini bukan yang pertama kali. Menurut Husnia, ini merupakan kegiatan ke-12 yang dilaksanakan dinas tersebut. "Untuk di pasar murah ini kami turun dengan kegiatan ini bukan hanya sekarang ini kami bergabung dengan Dinas Koperasi, namun kami juga ada beberapa, sudah ada jadwal, sering kami turun, kemarin itu terakhir kayak 11 kali, sekarang mungkin untuk 3 hari ini terhitung kayak 12 kali," jelasnya. Agenda GPM Mendatang Sambut HUT RI Dinas Ketahanan Pangan telah menyiapkan agenda GPM lanjutan dalam rangka menyambut HUT RI ke-80: - 12 Agustus 2025: Lokasi Iwaka, kemungkinan Kampung Naina Muktipura - 16 Agustus 2025: Kuala Kencana "Jadi tujuan GPM yang tanggal 12 dan tanggal 16 itu untuk menyambut hari ulang tahun RI yang ke-80," tambah Husnia. Ajakan Kepada Masyarakat Mimika Husnia mengajak seluruh warga Mimika memanfaatkan program subsidi pemerintah ini secara maksimal. "Kami dari Dinas Ketahanan Pangan kepada warga Mimika, ayo warga Mimika mari memanfaatkan program pemerintah dengan harga subsidi, pemerintah menawarkan dengan harga subsidi yang sangat jauh berbeda dengan harga pasar tentunya," serunya. "Jadi warga harapan kami semoga warga Mimika datang belanja memanfaatkan program pemerintah yang sangat murah tentunya sehingga inflasi bisa turun," pungkasnya. Program Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat Mimika dalam menghadapi tekanan inflasi harga pangan, sekaligus mempersiapkan perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-80 dengan lebih meriah. (Fadli)   08 Agu 2025, 13:13 WIT
Dinkes Mimika Latih Tenaga Kesehatan: Cegah Penularan Hepatitis, HIV, dan Sifilis Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar pelatihan triple eliminasi bagi tenaga kesehatan selama dua hari. Pelatihan yang difokuskan pada pencegahan penularan hepatitis, HIV, dan sifilis dari ibu ke anak ini diikuti oleh 26 puskesmas, lima rumah sakit, dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya.( 7/8/25) Para peserta mendapatkan materi dari narasumber kompeten, termasuk perwakilan Kementerian Kesehatan dan pakar penyakit menular. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mimika, Linus Dumatubun S.KM, berharap pelatihan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam melaksanakan program triple eliminasi. "Kami berharap pelatihan ini meningkatkan pemahaman dan kemampuan tenaga kesehatan dalam menerapkan program triple eliminasi," ujar Linus. Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak merupakan tujuan utama kegiatan ini. Linus Dumatubun juga menekankan pentingnya membangun jejaring kerja yang kuat antar tenaga kesehatan. "Dengan jejaring yang solid, cakupan program triple eliminasi dapat meningkat dan angka penularan penyakit menular dari ibu ke anak dapat ditekan," jelasnya. Ia optimistis pelatihan ini akan berdampak positif terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Mimika. Pelatihan ini merupakan langkah strategis Dinkes Mimika dalam upaya menurunkan angka penularan penyakit menular dari ibu ke anak. Dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, diharapkan program triple eliminasi dapat berjalan efektif dan mencapai target yang telah ditetapkan. ( Abim )   08 Agu 2025, 12:30 WIT
Pemerintah Satukan Kekuatan Berantas Kejahatan SDA Papuanewsonline.com, Bandung – Pemerintah Indonesia mengibarkan bendera perang terhadap kejahatan yang menggerogoti sumber daya alam (SDA) dan kekayaan negara. Dalam Rapat Koordinasi Nasional yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) di Bandung, Kamis (7/8/2025), diputuskan bahwa strategi pemberantasan kejahatan SDA tidak lagi bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus dilaksanakan dengan kekuatan penuh lintas kementerian dan lembaga. Forum strategis ini mempertemukan perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Direktorat Jenderal Imigrasi, serta Bareskrim Polri. Fokus pembahasan mencakup kejahatan tambang ilegal, penyelundupan hasil tambang, perambahan hutan, pembakaran lahan, perdagangan hasil laut ilegal, hingga keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam aktivitas melanggar hukum di wilayah strategis Indonesia. Asisten Deputi Penanganan Kejahatan Konvensional dan Kekayaan Negara Kemenko Polkam, Brigjen Pol Irwansyah, menegaskan bahwa masalah ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga menyangkut harkat, martabat, dan kedaulatan bangsa. “Kejahatan terhadap kekayaan negara bukan sekadar tindak kriminal, melainkan ancaman terhadap kedaulatan. Kita tidak bisa lagi bergerak secara sektoral. Dibutuhkan langkah kolektif, sinergis, dan terstruktur agar kerugian negara dan kerusakan lingkungan tidak terus berlanjut,” tegas Irwansyah di hadapan peserta rakornas. Polri, melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim, mengusulkan pembentukan Satuan Tugas Terpadu Penegakan Hukum SDA yang bersifat permanen. Satgas ini akan memadukan fungsi penyelidikan, penindakan, dan pemulihan kerugian negara. Pendekatan hukum juga akan diperkuat dengan mekanisme Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), untuk menelusuri aliran dana hasil kejahatan lingkungan hingga ke akar. Dengan cara ini, aparat tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga menghantam jaringan keuangan di baliknya. Direktorat Jenderal Imigrasi mengungkap adanya pola baru keterlibatan WNA dalam aktivitas ilegal SDA, mulai dari pendanaan hingga operasi langsung di lapangan. Untuk menutup celah ini, Imigrasi meluncurkan Operasi Jagratara, mengembangkan sistem e-Monitoring Orang Asing, serta membentuk Unit Respons Cepat Imigrasi di daerah rawan tambang dan perbatasan. Pemerintah menyadari bahwa penegakan hukum saja tidak cukup. Oleh karena itu, strategi penanganan kejahatan SDA akan dipadukan dengan langkah-langkah preventif. Program ini mencakup edukasi publik, pemberlakuan regulasi yang berpihak pada kelestarian lingkungan, serta pemberdayaan komunitas lokal agar mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kekayaan alam. “Kita ingin masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tapi juga menjadi pelindung dan pengelola sumber daya alam yang bijak,” kata Irwansyah. (GF)   08 Agu 2025, 12:22 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT