logo-website
Rabu, 29 Jul 2026,  WIT
BERITA TAG Hukum Homepage
Hari Ketiga Tim SAR Gabungan Lanjutkan Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat SAM Air Papuanewsonline.com, Jayapura – Di hari ketiga pasca jatuhnya pesawat milik PT. Semuwa Aviasi Mandiri atau SAM Air yang jatuh di Gunung Mabualem Distrik Welarek Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, Tim SAR Gabungan melanjutkan proses evakuasi korban yang hingga kini belum ada yang berhasil dievakuasi.Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom. menyatakan pada hari ini, Senin (26/06) atau tepatnya di hari ketiga tim gabungan akan menggunakan helikopter militer yang sama pada pencarian hari sebelumnya yakni jenis Caracal HT- 7201 untuk mencapai lokasi jatuhnya pesawat.“Tim 2 evakuasi akan diturunkan di titik droping yang sama seperti kemarin Tim 1 yang akan dipimpin oleh pilot Mayor PNB Arip,” ucap Kabid Humas.Lebih lanjut, Kabid Humas mengatakan bahwa nantinya heli akan mencoba melaksanakan hover di titik jatuhnya pesawat Sam Air supaya tim SAR bisa melihat dan memperkirakan sasaran.“Tim yang diterjunkan untuk melakukan evakuasi ini sebanyak 14 personel yang terdiri dari tujuh crew Caracal, tiga personel Basarnas dan empat personel Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU,” ungkap Kombes Benny.Kombes Benny mengatakan kendala evakuasi hari ini yakni faktor cuaca dan medan yang terjal menjadi tantangan dalam proses evakuasi korban pesawat SAM Air tersebut.“Tim gabungan terkendala dengan medan yang sangat terjal dan faktor cuaca yang bisa berubah setiap saat, sehingga hal itu yang membuat tim terkendala melakukan evakuasi,” tutup Kombes Benny.Untuk diketahui, pesawat SAM Air yang sempat hilang kontak ditemukan jatuh di Pegunungan Distrik Welarek, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, Jumat (23/6).Pesawat jenis Cessna 208 Grand Caravan itu dipiloti oleh Kapten Hari Permadi dan kopilot Levi Murib yang mengangkut empat penumpang atas nama Bartolomeus (34), Ebeth Halerohon (29), Dormina Halerohon (17) dan Kilimputni (20). Hingga kini kondisi enam korban tersebut belum diketahui. (PNO-12) 27 Jun 2023, 17:48 WIT
Kabid Humas : Tim SAR Gabungan Masih Berupaya Untuk Evakuasi Korban Pesawat SAM Air Papuanewsonline.com, Yahukimo – Tim SAR Gabungan saat ini tengah diterjunkan ke lokasi titik jatuhnya pesawat SAM Air dengan menggunakan Heli Carcala milik TNI AU di Bukit sebelah Gunung Mabualem Distrik Welarek Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan dan selanjutnya akan berjalan kaki menuju lokasi pesawat.Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Benny Ady Prabowo, SH. S.IK M.Kom saat ditemui mengatakan apabila korban sudah berhasil dievakuasi dari lokasi titik jatuhnya pesawat SAM Air, selanjutnya akan dibawa ke Bandara Elelim Yalimo untuk transit dan akan diterbangkan ke Jayapura untuk dilakukan identifikasi oleh Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda Papua.“Selanjutnya para korban nantinya akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi oleh Tim DVI Polda Papua,” ucap Kabid Humas, Minggu (25/06)Kabid Humas menambahkan Tim evakuasi yang akan on board sebanyak 14 orang. Dimana Tim gabungan tersebut telah melakukan persiapan kelengkapan personel guna Safety dan akan melakukan repling di titik jatuhnya pesawat.“Dimana tim telah menuju ke lokasi jatuhnya pesawat di Kabupaten Yalimo pukul 09.54 Wit dengan menggunakan Heli Karacal milik TNI AU,” ungkap Kabid Humas.“Kami minta dukungan doa dari seluruh warga masyarakat semoga tim mendapatkan kemudahan dan kelancaran selama melakukan evakuasi para korban,” imbuhnya.Selain itu, Polda Papua juga telah mengirimkan 2 tim SAR Brimob untuk membantu dalam evakuasi para korban.Hari ini memasuki hari kedua dimana kemarin Sabtu (24/06) tim yang melakukan evakuasi terkendala cuaca buruk sehingga hari ini evakuasi dilanjutkan kembali.Perlu diketahui bersama, bahwa evakuasi ini dilaksanakan dimana Jumat (23/06) sekitar pukul 11.10 Wit Pesawat Sam Air take off dari Bandara Elelim dengan tujuan di Distrik Piok kemudian sekitar pukul 12.20 Wit pesawat dinyatakan hilang kontak.Selanjutnya Heli dari Bandara Wamena diberangkatkan untuk mengecek dan ditemukan puing pesawat sekitar 12 Kilometer arah timur Bandara Elelim Kabupaten Yalimo.Pesawat tersebut membawa 4 penumpang seusai manifest yakni Bartolomeus (34), Ebeth Halerohon (29), Dormina Halerohon (17), Kilimputni (20) dan 2 crew pesawat yakni Pilot Hari Permadi dan Co Pilot Levi Murib. (PNO-12) 27 Jun 2023, 16:04 WIT
Hari Pertama Aparat Gabungan Lakukan Evakuasi Jatuhnya Pesawat Sam Air PK – SMW di Kabupaten Yalimo Papuanewsonline.com, Jayapura – Aparat TNI-Polri bersama Tim Sar lakukan proses evakuasi jatuhnya pesawat Sam Air PK - SMW di Distrik Welarek Kabupaten Yalimo, Sabtu (23/6).Hal itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom saat dirinya dimintai keterangan perkembangan oleh awak media pasca jatuhnya pesawat tersebut.Kabid Humas menyebutkan bahwa Proses evakuasi tersebut dipimpin oleh Marinus B. Ohoirat, S.H selaku KA Ops Basarnas Jayapura dengan jumlah personel SAR Gabungan berjumlah 14 orang menggunakan Heli Caracal HT- 7201 yang di piloti Mayor PNB Arif dan co pilot Lettu Taufik.“Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 13.15 WIT setelah para personel telah selesai melakukan persiapan dan mengecek kelengkapan keselamatan masing-masing anggota yang selanjutnya bergeser ke titik jatuhnya pesawat,” ucapnya.Ia menambahkan, saat tim bergeser ke titik lokasi menggunakan Helliy Carakal HT- 7201, tim mendapatkan kendala akibat cuaca buruk yang mengharuskan untuk tidak melanjutkan proses evakuasi sehingga kembali landing di Bandara Wamena.“Karena terkendala cuaca yang buruk di sekitar titik lokasi jatuhnya Pesawat Sam Air PK–SMW, personel mengambil tindakan untuk tidak melanjutkan pencarian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sehingga diputuskan untuk dilanjutkan besok pagi, Minggu (25/6),” ungkap Kabid Humas. (PNO-12) 27 Jun 2023, 15:52 WIT
532 Tersangka TPPO Di Tangkap, Satgas: Himbau Pekerja Migran Dan Pekerja Rumah Tangga Papuanewsonline.com, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polri dan Polda jajaran yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terus melakukan penindakan terhadap para pelaku TPPO. Tercatat sejak dibentuk hingga 20 Juni, Satgas menangani sebanyak 456 Laporan Polisi (LP) TPPO.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, dari ratusan LP yang ditangani, Satgas TPPO telah menangkap 532 tersangka."Dari ratusan LP yang diterima, Satgas TPPO telah menyelamatkan 1.572 korban," kata Ramadhan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/6/2023).Dari ribuan korban tersebut, Ramadhan merinci ada 711 korban perempuan dewasa dan 86 perempuan anak. Kemudian untuk korban laki-laki dewasa ada 731 dan laki-laki anak ada 44 orang.Untuk modus kejahatan para tersangka, Ramadhan menuturkan terbanyak yakni dengan mengiming-imingi bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Pekerja Rumah Tangga (PRT) dengan 361 kasus."Selanjutnya modus dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK) ada 116 kasus, modus dijadikan Anak Buah Kapal (ABK) ada 6 kasus dan eksploitasi terhadap anak ada 25 kasus," katanya.Lebih lanjut, Ramadhan mengatakan, dari ratusan kasus yang diungkap, saat ini perkembangannya 83 kasus masuk tahap penyelidikan. Kemudian 347 di tahap penyidikan dan berkas sudah lengkap atau P21 ada satu kasus.Dalam kesempatan ini, Ramadhan mengimbau kepada masyarakat untuk tak mudah tergiur dengan tawaran bekerja dengan gaji tinggi baik di dalam maupun di luar negeri. Ia meminta masyarakat memastikan apakah perusahaan penyalur tenaga kerja ini resmi. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat mendapatkan hak-hak perlindungan sosial, kesejahteraan dan hukum.Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di acara ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) Leaders di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa, 20 Juni 2023. Mantan Kabareskrim Polri ini menuturkan, pada pertemuan SOMTC salah satu yang akan dibahas yakni Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).Menurutnya, pembahasan TPPO ini sejalan dengan kesepakatan antara Presiden Jokowi dengan beberapa pemimpin negara yang akan memberantas segala bentuk TPPO.Kapolri menyebut TPPO menjadi perhatian internasional. Di dalam SOMTC ini menjadi salah satu hal serius yang dibicarakan. Ia berharap pembicaraan tersebut ke depan bisa membuat para Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri dapat terlindungi. (PNO-12) 22 Jun 2023, 19:02 WIT
Kunjungi Polsek Kei Kecil Timur, Kapolda Maluku: Jaga Kamtibmas Serta Berikan Pelayanan Yang Baik Papuanewsonline.com, Maluku Tenggara - Usai meresmikan Monumen Pahlawan Revolusi Aipda Anumerta Karel Sadsuitubun di desa Rumadian, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (21/6/2023) kemarin, Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, menyempatkan waktunya untuk mengunjungi Polsek Kei Kecil Timur, hari ini Kamis (22/6/2023).Didampingi Karo Ops, Direktur Polair, Kabid Propam dan Kabid Humas Polda Maluku, Irjen Latif menyapa dan mengingatkan personel Polsek Kei Kecil Timur, maupun Polres Maluku Tenggara agar selalu bekerja dengan hati dalam melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat."Wajib hukumnya bagi kita untuk menjaga keamanan dan ketertiban dengan baik serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pinta Kapolda dalam arahannya.Para personel Polri di Maluku Tenggara, maupun di Kota Tual, juga diingatkan untuk senantiasa menjalankan Program Presisi Kapolri dan Program Basudara Manise Kapolda Maluku."Maluku memiliki karesteristik tersendiri. Banyak potensi konflik yang muncul di tengah masyarakat. Sehingga program Basudara Manise menjadi solusi dengan mengedepankan upaya-upaya preemtif dan preventif," harapnya. Seluruh elemen masyarakat, kata Kapolda, harus dirangkul dan diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Wilayah yang aman dan nyaman dapat meningkatkan pembangunan maupun membawa kesejahteraan bagi masyarakat."Program Basudara Manise bertujuan menjadikan Maluku aman, damai dan sejahtera. Menjaga rasa aman dan nyaman dapat menarik investor. Investor akan berani untuk berinvestasi. Apalagi Maluku Tenggara ini kaya dengan keindahan tempat-tempat wisatanya," ungkap Kapolda.Di sisi lain, tahun 2024 sudah di depan mata. Tahapan-tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) saat ini telah berjalan. Potensi konflik pun semakin terbuka. Olehnya itu, kampanye damai harus mulai dan terus digaungkan."Sebagai anggota Polri wajib netral dan harus menjadi contoh di masyarakat. Koordinasi dengan KPU dan Bawaslu agar Pemilu dapat terlaksana dengan aman dan lancar," pintanya.Pada kesempatan itu, Irjen Latif juga memberikan apresiasi kepada Kapolres Maluku Tenggara dan Kapolres Tual karena kondusifitas kamtibmas di dua wilayah tersebut sudah terjaga dengan baik. (PNO-12) 22 Jun 2023, 15:49 WIT
Hadir Di Acara SOMTC, Kapolri Tegaskan Berantas TPPO Papuanewsonline.com, Yogyakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di acara ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) Leaders di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa, 20 Juni 2023. "Alhamdulillah hari ini kita baru saja melaksanakan pembukaan SOMTC dimana kebetulan Indonesia jadi keketuaan. Untuk dapatkan ini (keketuaan) cukup lama 10 tahun jadi tentunya kegiatan ini menjadi kegiatan penting buat Polri, khususnya untuk bisa membicarakan secara lebih serius beberapa pembicaraan yang selama ini sudah kita laksanakan," kata Sigit.Sigit menuturkan, pada pertemuan-pertemuan SOMTC sebelumnya dihadapkan dengan situasi Covid-19, sehingga dilaksanakan secara virtual.Ia pun berharap, dengan acara yang saat ini berlangsung secara offline akan ada pembicaraan khusus yang bisa kemudian diharapkan tidak hanya sekedar kerja sama formalitas biasa, namun kerja sama ini betul-betul bisa dioperasionalkan, khususnya dalam hal penegakan hukum terhadap transnational crime."Karena selama ini yang  menjadi masalah pada saat pelaku tindak pidana kemudian kabur keluar negeri, sementara kita dihadapkan dengan birokrasi-birokrasi yang sulit sehingga harapan dari para korban dan harapan kita bisa menangkap pelaku tindak pidana terhambat," ujar Sigit.Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri ini menuturkan, pada pertemuan SOMTC salah satu yang akan dibahas yakni Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).Menurutnya, pembahasan TPPO ini sejalan dengan kesepakatan antara Presiden Jokowi dengan beberapa pemimpin negara yang akan memberantas segala bentuk TPPO."Tentunya TPPO menjadi perhatian internasional. Di dalam SOMTC ini menjadi salah satu hal serius yang tentunya kita harapkan ke depan betul-betul bisa melindungi WNI," ucap Sigit.Menurut Sigit, kerja sama lintas negara tidak hanya sekedar kerja sama tukar menukar informasi. Akan tetapi bagaimana bisa meningkatkan untuk dilakukan penegakan hukum dengan menangkap pelaku di luar negeri."Dengan kerja sama yang lebih operasional dan tentunya juga akan  menyelamatkan para korban-korban yang ada di luar negeri untuk bisa kembali ke Indonesia," tutur Sigit.Mantan Kapolda Banten ini menegaskan, setelah Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan, Polri telah menangkap 457 tersangka TPPO selama dua pekan. Ia pun menegaskan akan menindaktegas siapapun yang melakukan TPPO."Kita harapkan dengan langkah-langkah yang kita lakukan membuat masyarakat yang akan kerja ke luar negeri melalui jalur resmi, sehingga kemudian mendapatkan perlindungan hukum dan hak-haknya serta tidak terjadi hal-hal yang merugikan WNI kita yang bekerja di luar negeri," papar Sigit.Dalam kesempatan ini, Kapolri pun mengimbau kepada masyarakat jangan mudah terpancing akan bujuk rayu gaji tinggi, namun masalah skill dan persyaratan diabaikan."Bagi para pelaku saya sudah perintahkan ke anggota siapapun yang terlibat baik dari instansi luar maupun polisi sendiri saya minta tindak tegas. Tanpa kompromi saya kira silahkan masyarakat melapor kalau memang ada informasi seperti itu akan kami tindaklanjuti karena kita sayang kepada masyarakat. Kita ingin melindungi masyarakat kita yang kerja di luar negeri. Mereka adalah pahlawan-pahlawan Indonesia yang harus kita lindungi," tegas Sigit. (PNO-12) 22 Jun 2023, 14:23 WIT
Berhasil Ungkap Kasus TPPO, Polri Amankan 457 Tersangka Dan Selamatkan 1.476 Korban Papuanewsonline.com, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bareskrim Polri dan Polda jajaran telah mengungkap ratusan kasus TPPO di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan data bulan Juni, Satgas TPPO Bareskrim Polri dan Polda jajaran telah menerima 385 Laporan Polisi (LP) TPPO per 17 Juni 2023.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, dari 385 LP tersebut, sebanyak 457 tersangka telah ditangkap."Adapun jumlah korban yang berhasil diselamatkan yakni sebanyak 1.476 orang," kata Ramadhan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/6/2023).Ramadhan merinci, ribuan korban yang diselamatkan terdiri dari perempuan dewasa sebanyak 605 orang dan perempuan anak 80 orang. Kemudian korban laki-laki dewasa ada 766 orang dan laki-laki anak 25 orang.Untuk modus kejahatan para tersangka, Ramadhan menuturkan terbanyak yakni dengan mengiming-imingi bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Pekerja Rumah Tangga (PRT) dengan 327 kasus."Selanjutnya modus dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK) ada 87 kasus, modus dijadikan Anak Buah Kapal (ABK) ada 5 kasus dan eksploitasi terhadap anak ada 19 kasus," katanya.Lebih lanjut, Ramadhan mengatakan, dari ratusan kasus yang diungkap, saat ini perkembangannya 75 kasus masuk tahap penyelidikan. Kemudian 286 di tahap penyidikan dan berkas sudah lengkap atau P21 ada satu kasus.Dalam kesempatan ini, Ramadhan mengimbau kepada masyarakat untuk tak mudah tergiur dengan tawaran bekerja dengan gaji tinggi baik di dalam maupun di luar negeri. Ia meminta masyarakat memastikan apakah perusahaan penyalur tenaga kerja ini resmi, agar mendapatkan hak-hak perlindungan sosial, kesejahteraan dan hukum. (PNO-12) 18 Jun 2023, 19:06 WIT
Polda Maluku Berhasil Tangkap Pelaku Penganiayaan Warga Di Desa Tial Papuanewsonline.com, Maluku- Kurang dari 1x24 jam, aparat Kepolisian Resort Kota Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, berhasil menangkap satu terduga pelaku penganiayaan warga dengan menggunakan senjata tajam di Desa Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.Pelaku yang ditangkap berinisial AFN alias Falevy. Ia diamankan aparat kepolisian pada Sabtu (17/6/2023). Sementara satu rekannya yang lain hingga saat ini masih terus dikejar polisi.Perbuatan kedua tersangka menyebabkan dua warga Tial terluka. Satu diantaranya meninggal dunia. Korban meninggal yaitu FRS, 21 tahun. Sementara rekannya AH, 21 tahun, mengalami luka berat dan masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. "Satu pelaku penganiayaan sudah berhasil ditangkap kurang dari 1x24 jam. Untuk satu tersangka lain masih dalam penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M. Rum Ohoirat, Minggu (18/6/2023).Ohoirat berharap satu pelaku penganiayaan yang identitasnya telah dikantongi tersebut dapat menyerahkan diri secara baik-baik. Pihak keluarga pun diharapkan dapat membantu polisi untuk menyerahkan pelaku."Kami mengimbau warga agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kasus penganiayaan tersebut kepada aparat kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan main hakim sendiri," tegasnya.Ohoirat menekankan, kasus penganiayaan yang terjadi merupakan perbuatan oknum, dan bukan atas nama kampung atau pun suku maupun kelompok tertentu."Kami tegaskan, jangan bawa-bawa suku maupun kelompok. Kami akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku terhadap pihak-pihak yang ingin memprovokasi atau memperuncing masalah ini," pintanya.Polda Maluku juga menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan dapat menjaga kondusifitas kamtibmas yang sudah terjaga dengan baik."Mari kita jaga kamtibmas dan damai di Maluku. Serahkan pelaku untuk diproses hukum seberat-beratnya," pungkasnya. (PNO-12) 18 Jun 2023, 16:07 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT