logo-website
Rabu, 25 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Usai Pimpin Perdamaian, Kapolda Maluku Sholat Magrib dan Buka Puasa Bersama Warga Fiditan Papuanewsonline.com, Tual – Usai memimpin langsung pelaksanaan Perjanjian Damai serta Penyerahan Senjata Tajam dan Bom Molotov pasca bentrokan antarwarga, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH, S.I.K., M.Si, melanjutkan agenda dengan melaksanakan Sholat Magrib Berjamaah dan Buka Puasa Bersama masyarakat Desa/Ohoi Fiditan, Kota Tual. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (26/2/2026) pukul 18.35 WIT di Balai Desa Fiditan (Masjid Sementara As-Sholeh), Kecamatan Dullah Utara, dalam suasana penuh kekhusyukan, keteduhan, dan kebersamaan yang mencerminkan kembalinya harmoni sosial pasca konflik. Kata Kabis Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K.Acara ini turut dihadiri jajaran Polda Maluku, unsur TNI, Pemerintah Kota Tual, Kejaksaan, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan warga dari Kompleks Fiditan Kampung Lama dan Kompleks Fiditan Kampung Baru.Selanjutnya menurut Kabid Humas, Pelaksanaan sholat berjamaah dan buka puasa bersama menjadi rangkaian lanjutan dari kesepakatan damai yang telah dicapai sebelumnya. Momentum ini dimaknai sebagai simbol berakhirnya konflik sekaligus dimulainya kembali kehidupan sosial masyarakat yang rukun, aman, dan harmonis.Kapolda Maluku tampak berbaur tanpa sekat dengan masyarakat, duduk dan berbuka puasa bersama para tokoh agama, pemuda, serta warga dari kedua kompleks yang sebelumnya terlibat pertikaian. Suasana yang sempat diliputi ketegangan kini berubah menjadi hangat dan penuh kekeluargaan. Sementara itu, Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Maluku menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk introspeksi diri, menahan emosi, serta memperkuat ukhuwah dan persaudaraan.“Ramadhan mengajarkan kita untuk menahan diri, memperbaiki sikap, dan memperkuat persaudaraan. Perdamaian yang sudah kita sepakati hari ini harus kita jaga bersama, bukan hanya secara simbolis, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kapolda.Ia menekankan pentingnya sikap saling menghormati, menjauhi provokasi, serta mengedepankan musyawarah dan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat.“Jangan lagi ada kekerasan. Setiap persoalan bisa diselesaikan dengan duduk bersama, berdialog, dan mengedepankan akal sehat demi masa depan daerah kita,” tegasnya.Kapolda Maluku juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemuda, agar menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, menjauhi tindakan melanggar hukum, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan.Ia menegaskan bahwa Polri bersama TNI dan pemerintah daerah akan terus hadir mengawal perdamaian, namun keberhasilan menjaga stabilitas keamanan sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi wujud nyata sinergitas TNI–Polri, Pemerintah Daerah, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di Kota Tual, khususnya di Desa Fiditan.Kehadiran unsur TNI, Kejaksaan, Pemerintah Kota Tual, serta tokoh adat dan tokoh agama menunjukkan komitmen kolektif dalam mengawal perdamaian yang telah disepakati sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektoral dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.Setelah sholat berjamaah dan buka puasa bersama, kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, persatuan, dan kemajuan Desa Fiditan serta Kota Tual secara umum.Langkah Kapolda Maluku melanjutkan agenda perdamaian dengan sholat berjamaah dan buka puasa bersama warga menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang humanis dan membumi. Tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, Kapolda tampil sebagai pemimpin yang menyentuh sisi kemanusiaan dan spiritual masyarakat.Momentum Ramadhan dimanfaatkan secara tepat sebagai ruang rekonsiliasi sosial, memperkuat pesan bahwa konflik tidak dapat diselesaikan dengan kekerasan, melainkan dengan dialog, empati, dan kebersamaan. Kehadiran lintas sektor dalam suasana ibadah bersama mempertegas bahwa perdamaian Fiditan bukan hanya komitmen aparat, tetapi kesepakatan kolektif seluruh elemen masyarakat.Pendekatan ini patut menjadi model nasional penanganan konflik berbasis rekonsiliasi, kearifan lokal, dan nilai keagamaan, guna mewujudkan keamanan yang berkelanjutan serta masyarakat yang damai dan bermartabat. PNO-12 28 Feb 2026, 19:03 WIT
Berkas Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Mimika “Parkir” di Meja Kapolda Sejak September 2025 Mimika, Papuanewsonline.com — Drama pengelolaan dana hibah Pilkada 2024 di KPU Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah memasuki babak baru. Setelah berbulan-bulan menjadi sorotan, kini Polda Papua Tengah resmi menaikkan status kasus ini ke tahap penyelidikan. Alarm bahaya telah dibunyikan.Namun yang patut disesalkan, berdasarkan data dan himpunan informasi yang dihimpun, Papuanewsonline.com, sabtu ( 28 / 2 / 2026 ), ternyata proses penyelidikan kasus ini sudah lama ” Parkir “  di meja kerja Kapolda Papua Tengah, sejak bulan september 2025, hingga kepemimpinan Kapolda Papua Tengah  Brigjen Jeremias Rontini juga belum ada kabar kasus ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan publik.Hal ini terbukti melalui surat perintah penyelidikan, ditandatangani Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Tengah, Kombes Abdullah Wakhid Prio Utomo, S.I.K, M.H, tertanggal 15 September 2025, kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada KPU Mimika ratusan miliar rupiah, sudah naik status penyelidikan oleh tim penyidik Polda Papua Tengah.Dari dokumen yang diperoleh media Papuanewsonline.com, dari orang dalam di Polda Papua Tengah yang bermarkas di Kota Nabire, Kapolda Papua Tengah, melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Tengah, Kombes Abdullah Wakhid Prio Utomo, S.I.K, M.H, sudah mengeluarkan  Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP.Lidik/41.a/IX/RES.3.3/2025/Ditreskrimsus tertanggal 15 September 2025, untuk melakukan tugas penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan pengelolaan dana pilkada pada KPU Kabupaten Mimika, tahun anggaran 2024.  “Untuk mencari suatu peristiwa yang diduga tindak pidana guna menentukan dapat tidaknya dilakukan penyidikan,  maka perlu dikeluarkan surat perintah,” demikian kutipan dalam dokumen resmi tersebut yang ditanda tangani Ditreskrimsus Polda Papua Tengah.Surat perintah penyelidikan tersebut merujuk pada Laporan Informasi Nomor: LI/II/IX/2025/Subdit III Tipidkor tertanggal 12 September 2025. Ini berarti dugaan tersebut telah melewati tahap telaah awal dan dinilai cukup serius untuk ditindaklanjuti.Dalam surat itu, Ditreskrimsus Polda Papua Tengah, memerintahkan para perwira dan bintara yang nama, pangkat, dan jabatanya tercantum dalam surat perintah yang turut ditandatangani yang memberi perintah Ajun Komisaris Polisi  Ibnu Rudihartono, S.T.K, S.I.K  untuk mengusut dugaan korupsi dana Pilkada KPU Mimika 2024, mengumpulkan alat bukti dan keterangan, berkoordinasi dengan instansi terkait dan melaporkan hasilnya kepada pimpinan. Hingga berita ini diturunkan, KPU Kabupaten Mimika belum menyampaikan klarifikasi resmi. Publik pun bertanya-tanya: mengapa belum ada penjelasan terbuka?Kasus ini tak hanya menyangkut potensi kerugian negara. Ini menyentuh jantung demokrasi lokal. Jika dana Pilkada yang seharusnya menjaga integritas pemilu justru diselewengkan, maka yang runtuh bukan hanya anggaran tetapi kepercayaan rakyat.Kini mata masyarakat Mimika dan Papua Tengah tertuju pada Ditreskrimsus Polda Papua Tengah. Akankah kasus ini dibongkar hingga tuntas? atau akan menguap seperti sejumlah kasus besar sebelumnya.Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Tengah, Kombes Abdullah Wakhid Prio Utomo, S.I.K, M.H, yang dikonfirmasi via whaatsap Jumat ( 27 / 2 ), belum membalas konfirmasi media Papuanewsonline.com, walaupun sudah membaca isi pesan konfirmasi. Selanjutnya Pemimpin Redaksi Papuanewsonline.com , Nerius Rahabav, kembali melakukan konfirmasi via telepon selulernya, sabtu ( 28 / 2 ), pukul 10.23 WIT, namun karena kesibukan tinggi, Kapolda Papua Tengah melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Tengah, Kombes Abdullah Wakhid Prio Utomo, S.I.K, M.H, juga belum menerima telepon konfirmasi media ini.Komisioner KPU Mimika Akui Diperiksa Penyidik Polda Papua TengahSementara itu Ketua KPU Mimika, Dete Abugau, melalui Anggota Komisioner KPU Devisi Hukum dan Pengawasan, Hironimus Kia Ruma yang dikonfirmasi, Papuanewsonline.com, Jumat ( 20 / 2 ) membenarkan LHP BPK RI di KPU Kabupaten Mimika, dengan potensi penyimpangan keuangan negara mencapai Rp 28 Miliar.” Benar, dugaan penyimpangan keuagan negara dana hibah pada KPU Kabupaten Mimika, sudah ditangani Polda Papua Tengah. Kami para komisioner KPU Mimika sudah diundang dan dimintai keterangan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Papua Tengah di tingkat penyelidikan tahun 2025 lalu, “ Tegas Ruma.Penulis    : Nerius Rahabav 28 Feb 2026, 13:12 WIT
Kedatangan KRI Balongan-908 dan Dorang-874 di Tual Perkuat Operasi Trisila 26 Papuanewsonline.com, Tual – Pada saat diwawancara media ini, Pasops Lanal Tual, Mayor Laut (P) Petrus Jayanta, memastikan kehadiran dua kapal perang TNI AL, KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874, di Kota Tual pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kedatangan kedua unsur laut tersebut merupakan bagian dari Operasi Trisila 26 yang digelar di wilayah kerja Komando Armada III (Koarmada III), meliputi Papua, Maluku, dan Maluku Tenggara, selama kurang lebih 40 hari.Mayor Laut Petrus menjelaskan bahwa Operasi Trisila 26 difokuskan untuk meningkatkan keamanan laut di wilayah kerja Koarmada III, menegakkan kedaulatan negara, serta memastikan kesiapsiagaan TNI AL dalam menjaga perairan Indonesia. Operasi ini juga menjadi sarana membangun pemahaman masyarakat tentang fungsi dan peran alutsista TNI AL.Menurutnya, selain aspek pertahanan, kegiatan ini turut membawa misi sosial dan edukatif. Melalui pendekatan humanis, TNI AL ingin mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah operasional sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga laut sebagai aset strategis bangsa.Kedua kapal dijadwalkan bersandar hingga 3 Maret 2026. Sebagai tuan rumah, Lanal Tual telah berkoordinasi dengan Forkopimda Kota Tual dan Forkopimda Kabupaten Maluku Tenggara serta mengundang para pejabat terkait untuk menghadiri prosesi penyambutan.Selama kapal bersandar, masyarakat diberi kesempatan mengikuti kegiatan Open Ship yang terbuka untuk umum. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 10.00–13.00 WIT, Minggu, 1 Maret 2026 pukul 08.00–12.00 WIT, serta Senin, 2 Maret 2026 pukul 09.00–12.00 WIT di Dermaga Umum Yos Sudarso Tual.Dalam kegiatan tersebut, warga dapat naik ke atas kapal, melihat fasilitas, serta mendapatkan penjelasan langsung dari prajurit TNI AL mengenai sistem persenjataan dan tugas operasional di laut. Antusiasme masyarakat diharapkan menjadi wujud kedekatan antara kekuatan pertahanan negara dan rakyat.“Kehadiran kapal perang di Kota Tual diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa kapal perang ini adalah milik rakyat. TNI Angkatan Laut hanya bertugas sebagai pengawak dan perawat alutsista, sementara kepemilikan utamanya adalah milik seluruh warga negara Indonesia. Masyarakat diizinkan untuk berkunjung, melihat fasilitas, bertanya, dan memahami apa saja yang ada di kapal perang,” ujar Mayor Petrus.Tidak hanya Open Ship, Lanal Tual juga menggelar sejumlah kegiatan sosial. Pada Sabtu sore dilaksanakan pembagian takjil bagi masyarakat di depan Mako Lanal Tual dalam rangka menyambut bulan Ramadan.Rangkaian kegiatan berlanjut pada Minggu pagi dengan bakti sosial pembersihan Taman Makam Pahlawan Maluku Tenggara, kemudian silaturahmi santai di Mako Lanal Tual pada sore harinya. Senin pagi, siswa SMK Negeri 1 Tual dijadwalkan mengikuti kunjungan edukatif ke kapal guna pembinaan jiwa kebaharian, dan sore harinya dilaksanakan pembersihan Gereja Sion.Pada Selasa pagi, Lanal Tual juga akan memberikan penyuluhan kepada siswa SMK Negeri 1 Tual mengenai bahaya narkoba dan kesehatan remaja. Mayor Laut Petrus menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini menekankan sinergi antara pertahanan negara dan kepedulian sosial, sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan laut di wilayah Maluku Tenggara. (GF) 28 Feb 2026, 07:08 WIT
Bapenda Mimika Gelar Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi di Bulan Penuh Berkah Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan buka puasa bersama dalam rangka mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan (27/02/26). Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pegawai di lingkungan Bapenda.Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antarpegawai dalam lingkup kantor. Menurutnya, momentum buka puasa bersama bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan tugas.“Buka bersama ini menjadi bagian dari pada mempererat tali silaturahmi sesama pegawai. Dengan hubungan yang baik dan solid, tentu kinerja kita dalam melayani masyarakat juga akan semakin optimal,” ujarnya.Selain sambutan dari pimpinan, kegiatan juga diisi dengan tausiah Ramadan yang disampaikan oleh Ustaz Zakir. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa waktu menjelang berbuka puasa merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.“Sesaat lagi kita akan berbuka puasa. Inilah waktu yang mustajab untuk berdoa, maka marilah kita memperbanyak doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tuturnya.Ia juga menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi madrasah bagi jiwa untuk melatih kesabaran, ketakwaan, serta meningkatkan kepedulian sosial. Melalui Ramadan, umat Islam diajak untuk merasakan penderitaan saudara-saudara yang kekurangan dan terdorong untuk lebih peduli serta gemar berbagi.Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa momentum buka puasa bersama menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat persaudaraan, baik ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa), maupun ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia). Kegiatan ditutup dengan doa bersama menjelang azan Magrib dan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.Penulis: JidEditor: GF 27 Feb 2026, 22:45 WIT
KIPP Empat DOB Papua Target Selesai 2028, Wamendagri Berharap Diresmikan Presiden Papuanewsonline.com, Papua – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menetapkan target penyelesaian pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di empat Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua pada tahun 2028. Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menyampaikan harapan agar proyek strategis ini dapat langsung diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada saat yang tepat."Kita memiliki tekad yang kuat untuk menyelesaikan pembangunan KIPP sebagai fondasi kemajuan daerah di Papua, semoga Presiden Prabowo Subianto atau Wakil Presiden dapat hadir secara langsung pada acara peresmiannya," ujarnya (26/02/26).Ribka menjelaskan bahwa pembangunan KIPP mencakup pembangunan fasilitas utama seperti kantor gubernur, gedung DPRD, kantor Majelis Rakyat Papua (MRP), serta infrastruktur pendukung meliputi jalan raya, sistem sanitasi, dan fasilitas publik lainnya. Proses pembangunan harus senantiasa mengedepankan kepastian hukum serta kerja sama sinergis antara berbagai kementerian dan lembaga terkait. Berdasarkan hasil kunjungan kerja sebelumnya, progres pembangunan di sebagian DOB menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, meskipun masih terdapat beberapa aspek hukum dan administrasi yang perlu segera diselesaikan. "Kami meminta dukungan penuh dari gubernur masing-masing daerah, bersama masyarakat dan Forkopimda untuk menjaga kelancaran seluruh tahapan pembangunan," tambahnya.Salah satu fokus utama adalah percepatan pembangunan di Provinsi Papua Pegunungan yang masih memerlukan penyelesaian dokumen kelayakan atau feasibility study (FS) serta master plan yang komprehensif. Pembahasan terkait penentuan lokasi KIPP di provinsi tersebut telah dilakukan pada tanggal 6 Februari lalu. Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), pihak berwenang berharap acara peresmian dapat dilakukan oleh Presiden atau Wakil Presiden setelah seluruh tahapan pembangunan selesai secara sempurna. "KIPP bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, melainkan juga menjadi simbol kemajuan dan pemerataan pembangunan bagi seluruh rakyat Papua," jelas Ribka.Sementara itu, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menyebutkan bahwa tiga provinsi di antara empat DOB telah menunjukkan progres yang baik. Provinsi Papua Barat Daya sudah rampung, Papua Selatan bahkan telah dapat difungsikan, dan Papua Tengah memasuki tahap pelaksanaan pembangunan yang intensif. Sedangkan Papua Pegunungan masih dalam tahap menunggu kelengkapan dokumen FS dan master plan yang ditargetkan selesai pada tahun ini agar pembangunan segera dapat berjalan lancar."Kita berharap target tahun 2028 dapat terealisasi sesuai kesepakatan bersama Komisi II DPR RI. Semoga dengan pembangunan KIPP ini, kita dapat membawa perubahan nyata yang berdampak positif bagi kehidupan masyarakat di Papua," pungkas Diana dengan harapan yang tinggi.  Penulis: Jid Editor: GF 27 Feb 2026, 14:45 WIT
Menhub Dudy Tegaskan Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas Strategis Nasional Jelang Lebaran 2026 Papuanewsonline.com, Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas strategis pemerintah dan menjadi mandat negara yang tidak dapat ditawar. Penegasan itu disampaikan dalam CEO Safety Meeting 2026 yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (25/2/2026).Menurut Menhub, dalam kerangka Asta Cita Kabinet Merah Putih, Indonesia menargetkan diri menjadi negara maju, berdaulat, dan berdaya saing dengan konektivitas nasional yang kuat serta sistem logistik yang efisien. Sektor transportasi, khususnya penerbangan, memegang peranan sentral dalam mewujudkan agenda besar tersebut.Ia menekankan bahwa keselamatan merupakan fondasi utama bagi terwujudnya konektivitas, pertumbuhan ekonomi, serta kepercayaan publik. Tanpa keselamatan, distribusi logistik, sektor pariwisata, arus investasi, hingga reputasi Indonesia di mata dunia dapat terdampak secara signifikan."Karena itu, keselamatan penerbangan adalah bagian dari strategi besar pembangunan bangsa. Keselamatan harus menjadi prioritas utama industri penerbangan nasional," kata Menhub.Lebih lanjut, Menhub menilai sistem keselamatan juga mencerminkan reputasi negara dalam tata kelola transportasi. Industri penerbangan, sebagai simbol teknologi dan profesionalisme, tidak boleh memandang keselamatan hanya sebagai persoalan teknis, melainkan sebagai isu strategis yang menyangkut kredibilitas bangsa."Keselamatan bukan sekedar pemenuhan regulasi, melainkan komitmen moral dan tanggung jawab hukum. Setiap kebijakan perusahaan harus berpijak pada prinsip bahwa keselamatan adalah prioritas utama,” ujar Menhub Dudy.Penegasan ini menjadi bagian dari penguatan sistem keselamatan nasional sekaligus langkah antisipatif menghadapi Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan penumpang dan frekuensi penerbangan. Menhub mengingatkan bahwa periode puncak mudik dan arus balik akan meningkatkan tekanan operasional maskapai.Ia meminta seluruh maskapai memastikan pemeriksaan kelaikudaraan, kesiapan awak pesawat, kelengkapan dokumen teknis, prosedur operasional, hingga aspek human factor berjalan sesuai standar yang berlaku. Tidak boleh ada penurunan standar hanya demi mengejar peningkatan layanan atau jadwal tambahan penerbangan."Saat Lebaran nanti, tekanan operasional akan meningkat. Di titik inilah disiplin keselamatan diuji, tidak boleh ada kompromi terhadap keselamatan dalam menghadapi peak season. Ramp check harus dilaksanakan secara konsisten, menyeluruh, dan tanpa toleransi terhadap penyimpangan. Saya meminta para CEO untuk tidak melihat ramp check sebagai beban, melainkan sebagai mekanisme perlindungan bersama," tegas Menhub Dudy.Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menambahkan bahwa tanggung jawab keselamatan berada langsung di tangan pimpinan tertinggi maskapai. Ia menyoroti pentingnya budaya pelaporan terbuka dan pengelolaan risiko berbasis data untuk mencegah potensi insiden selama periode angkutan Lebaran.“Keselamatan bukan hanya tugas regulator atau safety manager. Keselamatan adalah tanggung jawab langsung pimpinan tertinggi perusahaan. Setiap keputusan bisnis dan operasional harus dilandasi pertimbangan keselamatan,” kata Lukman.Dalam forum tersebut, regulator turut memaparkan capaian kinerja keselamatan nasional serta rencana penguatan pengawasan menjelang puncak Lebaran. Evaluasi berbasis indikator Effective Implementation (EI) ICAO dan target Rencana Keselamatan Penerbangan Nasional 2024–2026 menjadi pijakan dalam meningkatkan standar operasional penerbangan nasional. Penguatan komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku industri ini diharapkan mampu menjamin bahwa peningkatan mobilitas udara, termasuk selama periode Lebaran, tetap berlangsung aman, tertib, dan andal. Pemerintah menegaskan keselamatan penumpang akan selalu menjadi prioritas tertinggi dalam setiap fase operasional penerbangan nasional. (GF) 27 Feb 2026, 14:33 WIT
BPK “Semprot” KPU Mimika: Kelebihan Bayar Puluhan Miliar, Sisa Dana Hibah Pilkada Terlambat MIMIKA, Papuanewsonline.com– Aroma carut-marut pengelolaan anggaran Pilkada 2024 di tubuh KPU Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah kian menyengat.Dari data yang dimiliki, Papuanewsonline.com, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI secara tegas mengeluarkan sejumlah rekomendasi keras setelah menemukan dugaan kelebihan pembayaran belanja hingga puluhan miliar rupiah serta keterlambatan pelaporan dan pengembalian sisa dana hibah. Temuan ini bukan angka kecil. BPK memerintahkan Ketua KPU Kabupaten Mimika, Dete Abugau,  untuk segera mengambil langkah tegas terhadap jajarannya, khususnya Sekretaris KPU selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Kelebihan Bayar Miliaran Rupiah Dalam hasil pemeriksaannya, BPK menemukan adanya kelebihan pembayaran kepada penyedia barang dan jasa, di antaranya: PT APM sebesar Rp 2.880.400.000 dan CV BCL sebesar Rp 888.550.000. Tak berhenti di situ, kelebihan pembayaran belanja Pilkada juga tercatat mencapai angka fantastis sebesar Rp 24.413.155.465. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari berbagai komponen belanja, termasuk perjalanan dinas dan kegiatan lainnya. BPK secara tegas memerintahkan agar kelebihan pembayaran tersebut ditagih kepada penyedia dan disetorkan kembali ke kas negara. Pajak Kurang Setor Masalah lain yang tak kalah serius adalah temuan kekurangan penerimaan negara dari sisi pajak sebesar, Rp 44.224.540. " Bendahara pengeluaran diperintahkan agar lebih cermat dalam melakukan pemotongan dan pemungutan pajak, sekaligus mempertanggungjawabkan kekurangan tersebut dengan penyetoran ke kas negara, " Pintah BPK.Dana Hibah Rp 140,9 Miliar DipersoalkanDalam rangka Pilkada Serentak 2024, KPU Kabupaten Mimika menerima dana hibah bersama KPU Kabupaten Puncak sebesar: Rp 140.910.206.500, sesuai (NPHD Nomor 639/KU.07/9404/2023 tertanggal 10 November 2023).Namun menurut BPK, sesuai ketentuan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), KPU wajib, menyampaikan laporan penggunaan dana hibah tepat waktu, mengembalikan sisa dana hibah yang tidak digunakan ke kas daerah sesuai batas waktu yang ditetapkan.Faktanya?, Hasil pemeriksaan BPK menunjukkan, laporan penggunaan dana hibah akhir tahun 2024 tidak disampaikan tepat waktu. Laporan penggunaan dana akhir dan penyetoran sisa dana hibah terlambat disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Mimika. Padahal, KPU Mimika telah mengusulkan pengesahan calon terpilih ke DPRD pada 26 Februari 2025. " Artinya, tahapan politik berjalan, tetapi aspek administrasi keuangan justru dinilai bermasalah, " Sorot BPK. Soal Ketelitian dan Pengawasan Dipertanyakan BPK juga menyoroti lemahnya pengawasan internal dan pengendalian anggaran. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diminta lebih cermat dalam persiapan pengadaan barang dan jasa, pengendalian kontrak, verifikasi dan pengujian bukti pertanggungjawaban belanja. Pertanyaannya kini mengemuka, bagaimana mungkin anggaran ratusan miliar rupiah untuk pesta demokrasi bisa menyisakan persoalan administrasi dan kelebihan bayar dalam skala besar?. Salah satu praktisi hukum di Mimika, menegaskan, pilkada bukan sekadar soal menang dan kalah, tetapi juga soal akuntabilitas dan integritas pengelolaan dana publik. " Dana hibah yang bersumber dari APBD adalah uang rakyat. Temuan BPK ini menjadi alarm keras bagi KPU Mimika untuk segera membenahi tata kelola keuangan sebelum kepercayaan publik tergerus lebih jauh, " Sindirnya. Dia mempertanyakan,  apakah rekomendasi BPK akan ditindaklanjuti secara transparan? ataukah temuan ini akan berakhir sebatas dokumen pemeriksaan?. Penulis   : Nerius Rahabav 27 Feb 2026, 10:46 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Bagikan Bantuan Sosial, Tunjukkan Sentuhan Kemanusiaan Di Mimika  Papuanewsonline.com, Timika – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menunjukkan bahwa peran mereka tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan, melainkan juga menghadirkan sentuhan kemanusiaan melalui kegiatan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Mimika.Kegiatan yang diselenggarakan ini dipimpin langsung oleh Kasatgas Banops Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Bambang Widiatmoko S.H., M.M., bersama personel Satgas Banops dan didukung oleh tim Satgas Humas. "Kita ingin menunjukkan bahwa kehadiran negara bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk memberikan dukungan nyata yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat," ujarnya.Sebelum menuju lokasi tujuan, seluruh personel melakukan sesi konsolidasi guna memastikan kesiapan dan koordinasi yang terjalin dengan baik. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Yayasan Ibu dan Anak Cinta Bella di Kelurahan Karang Senang, Kuala Kencana. Di lembaga ini, personel menyerahkan bantuan sosial sekaligus melakukan interaksi erat dengan pengurus yayasan dan anak-anak yang tinggal di sana. Suasana yang hangat dan penuh kasih sayang terasa sangat kental, mencerminkan komitmen Polri untuk menjadi sahabat serta pelindung bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan ke Rumah Al Quran Misbah Usmaillah yang berlokasi di Jalan Utama Pelabuhan Pomako. Bantuan sosial kembali disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki peran penting dalam membangun karakter serta membentuk masa depan generasi muda Papua.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pendekatan humanis yang selalu diusung dalam setiap langkah operasi."Operasi Damai Cartenz senantiasa mengedepankan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan: stabilitas keamanan dan peningkatan kesejahteraan sosial. Kami ingin memastikan bahwa manfaat dari kehadiran negara benar-benar dapat dirasakan oleh saudara-saudara kita di tanah Papua," tegasnya. Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Adarma Sinaga S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan bantuan sosial ini bermanfaat untuk mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. "Semoga kepercayaan serta rasa kebersamaan yang terjalin saat ini dapat menjadi pondasi yang kuat untuk membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera," pungkasnya dengan penuh harapan.  Penulis: Jid Editor: GF 27 Feb 2026, 10:01 WIT
Menteri Agama Akan Percepat Pembentukan Kanwil Kemenag Di Empat Provinsi Papua Baru Papuanewsonline.com, Papua – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat proses pembentukan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama di empat provinsi baru di Papua. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi New Papua Foundation di Kantor Kementerian Agama pada Kamis (26/02), dengan tujuan memastikan layanan keagamaan lebih efektif dan terjangkau bagi masyarakat setempat."Kita sedang giat menyelesaikan proses administratif bersama sejumlah kementerian terkait, agar kehadiran negara bisa dirasakan secara nyata di pelosok Papua," ujar Menag dengan penuh tekad. Ia juga menambahkan, "Papua adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI, dan setiap warganya berhak mendapatkan pelayanan yang terbaik dari negara."Empat provinsi yang menjadi fokus pembentukan Kanwil baru adalah Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya.Menurut Menag, langkah ini sangat strategis untuk menjamin layanan keagamaan berjalan dengan baik, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat di daerah otonomi baru tersebut. Proses pembentukan sedang dilaksanakan secara menyeluruh dengan melakukan koordinasi erat bersama Kementerian Keuangan, Kementerian PAN-RB, dan Bappenas untuk menyelesaikan segala aspek yang diperlukan."Kerja sama lintas kementerian adalah kunci keberhasilan pembentukan Kanwil ini, karena tidak hanya soal struktur organisasi, tetapi juga tentang dukungan anggaran dan sumber daya manusia yang memadai," jelas Menag.Menag menjelaskan bahwa kerja sama lintas kementerian sangat penting agar pembentukan Kanwil tidak hanya terbentuk secara struktural, tetapi juga didukung oleh kesiapan anggaran, formasi sumber daya manusia yang kompeten, serta tata kelola yang akuntabel. "Ini bukan hanya soal pembentukan kantor secara fisik, melainkan memastikan setiap layanan bisa sampai ke masyarakat dengan tepat dan berkualitas," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen negara untuk memberikan pelayanan yang merata di seluruh wilayah Indonesia."Kita ingin memastikan bahwa tidak ada satu daerah pun yang tertinggal dalam mendapatkan akses layanan keagamaan yang berkualitas," tandasnya.Dalam kesempatan yang sama, Management Partner New Papua Foundation Baharuddin Farawowan menyampaikan harapan agar percepatan pembentukan Kanwil juga disertai dengan afirmasi bagi putra-putri terbaik Papua untuk memimpin di daerahnya sendiri. "Kami berharap anak-anak muda Papua bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan daerahnya sendiri," ucapnya. Menanggapi hal ini, Menag menyatakan bahwa prinsip afirmasi sejalan dengan semangat otonomi khusus, selama tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku. "Kita ingin memberikan ruang bagi anak-anak muda Papua untuk berkembang dan memimpin, namun tetap berlandaskan aturan yang ada," tambahnya. Selain itu, Menag juga menekankan pentingnya memperkuat moderasi beragama di Papua sebagai rumah toleransi yang harus terus dijaga. "Kerukunan antarumat beragama di Papua harus tetap menjadi contoh terbaik bagi seluruh negeri, kita akan terus bekerja untuk memperkuatnya," pungkas Menag.  Penulis: Jid Editor: GF 27 Feb 2026, 09:58 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT