logo-website
Rabu, 25 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Wakil Bupati Mimika Tetapkan Eks 11 Tahanan Konflik Kwamki Narama Jadi Duta Pengamanan Papuanewsonline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengumumkan bahwa 11 orang yang sebelumnya terlibat dalam konflik di Kwamki Narama telah resmi dibebaskan dan akan diberdayakan sebagai Duta Pengamanan di wilayah tersebut. Langkah inovatif ini menjadi bagian dari pendekatan pemerintah daerah untuk meredam konflik sosial dengan cara melibatkan langsung mantan pelaku dalam menjaga ketertiban dan stabilitas keamanan masyarakat.“Pembebasan mereka dilakukan berdasarkan prinsip kemanusiaan serta untuk menjaga ketertiban keamanan di Kwamki Narama. Kami akan menjadikan mereka sebagai duta pengamanan agar bisa menyampaikan pesan penting tentang arti menjaga kedamaian kepada seluruh warga,” ujarnya. (26/2/26). Menurutnya, peran para duta tidak hanya terbatas pada pengamanan, tetapi juga akan didorong untuk berperan aktif dalam pengembangan kebudayaan lokal serta potensi wisata yang ada di wilayah Kwamki Narama.“Selain tugas menjaga keamanan, mereka juga akan fokus pada bagaimana meningkatkan nilai-nilai kebudayaan dan mengembangkan sektor pariwisata. Dengan demikian, masyarakat dapat terlibat dalam kegiatan positif yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan wilayah,” jelas Kemong. Harapannya, dengan terlibat dalam aktivitas produktif ini, para mantan tahanan dapat menjadi contoh bagi warga lain untuk menghindari tindakan negatif yang berpotensi memicu konflik.Kemong menegaskan bahwa pembebasan ini menjadi bukti bahwa konflik yang terjadi sebelumnya telah menemukan titik penyelesaian. Namun, ia juga memberikan teguran bahwa pemerintah daerah tidak akan menoleransi terjadinya konflik serupa di masa depan.“Ini adalah langkah tegas untuk memastikan Kwamki Narama dapat berkembang dengan baik dan tidak lagi menjadi sumber konflik. Jika hal serupa terjadi kembali, maka pihak berwenang akan mengambil tindakan sesuai dengan mekanisme hukum positif yang berlaku,” tegasnya. Penulis: Jid Editor: GF 26 Feb 2026, 22:26 WIT
Dana Otsus Triwulan I 2026 Disalurkan Ke 16 Daerah Papua, Penyaluran Tercepat Sejak Implementasi Papuanewsonline.com, Papua – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengumumkan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 Triwulan I telah berhasil disalurkan kepada 16 daerah di wilayah Tanah Papua. Penyaluran dana ini dilakukan setelah pemerintah daerah (Pemda) terkait memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan prosedur yang telah ditetapkan secara ketat. "Beberapa daerah telah berhasil merealisasikan Dana Otsus 1 persen dan 1,25 persen karena telah memenuhi semua persyaratan administrasi dan prosedur yang berlaku," ujar Ribka. (26/2/26)Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) per tanggal 19 Februari 2026, Dana Otsus Triwulan I telah ditransfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pada 13 Pemda. Daerah yang pertama kali menerima dana antara lain Kabupaten Asmat, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Supiori, Kabupaten Yahukimo, Kota Jayapura, Kota Sorong, Kabupaten Manokwari Selatan, serta Provinsi Papua, Provinsi Papua Selatan, dan Provinsi Papua Barat Daya. Kemudian tiga kabupaten lainnya yaitu Merauke, Jayawijaya, dan Sarmi telah menerima alokasi dana pada tanggal 23 Februari 2026.Total dana yang disalurkan terdiri atas komponen Dana Otsus 1 persen, 1,25 persen, dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI), dengan jumlah yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah. Contohnya, Provinsi Papua menerima dana sebesar Rp166,38 miliar, Provinsi Papua Selatan Rp91,56 miliar, Provinsi Papua Barat Daya Rp84,61 miliar, Kabupaten Yahukimo Rp142,06 miliar, serta Kabupaten Pegunungan Bintang Rp94,90 miliar. Ribka menjelaskan bahwa penyaluran tahun ini menjadi yang tercepat sejak implementasi Undang-Undang (UU) Otsus, dengan tahap pertama dimulai pada bulan Februari, jauh lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang umumnya dilakukan pada April atau Mei.Percepatan penyaluran ini didukung oleh peningkatan interoperabilitas sistem keuangan daerah melalui integrasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD), serta sistem perencanaan Bappenas."Terjadi kemajuan signifikan dalam percepatan dan perbaikan tata kelola penyaluran Dana Otsus pada tahun 2025 dan 2026. Integrasi sistem sangat berperan penting dalam meningkatkan efisiensi proses penyaluran," jelasnya. Ribka juga mengimbau daerah yang belum menyelesaikan persyaratan untuk segera menuntaskan kewajiban tersebut agar pelayanan publik pada triwulan pertama dapat berjalan optimal. Ia menegaskan bahwa Dana Otsus difokuskan pada sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, sehingga ketepatan waktu penyaluran sangat menentukan manfaat yang diterima oleh masyarakat.  Penulis: Jid Editor: GF 26 Feb 2026, 13:41 WIT
Ini Isi Deklarasi Bersama Konflik Sosial Kapiraya, Suku Kamoro Dan Mee Berkomitmen Jaga Harmoni Papuanewsonline.com, Timika – Sebuah deklarasi bersama telah resmi disahkan dalam rapat koordinasi dan harmonisasi penanganan konflik sosial wilayah Kapiraya, yang diadakan di Ballroom Grand Hotel Tembaga, Timika, Kabupaten Mimika (25/2/26). Hal ini merupakan hasil musyawarah bersama berbagai pihak terkait dengan tujuan menyelesaikan permasalahan yang muncul dan menciptakan kondisi kondusif bagi seluruh masyarakat di wilayah tersebut.Deklarasi yang terdiri dari lima poin penting ditetapkan oleh Tim Penanganan Konflik Sosial dan Tim Harmonisasi Kapiraya, bersama masyarakat adat suku Kamoro dan suku Mee dari wilayah Provinsi Papua Tengah. Isi deklarasi memuat komitmen bersama untuk menjalankan rencana aksi terpadu sebagai dasar operasional dalam menangani setiap permasalahan. Selain itu, pihak terkait akan melakukan sinkronisasi data dan batasan wilayah secara teliti untuk menghindari kesalahpahaman antar kelompok serta mencegah terjadinya tumpang tindih masalah yang dapat mengganggu ketertiban.Dalam deklarasi tersebut juga ditegaskan pentingnya menjamin keamanan, stabilitas, dan kedamaian selama proses harmonisasi serta verifikasi di lapangan berlangsung. Semua pihak diwajibkan menghormati dan menjunjung tinggi eksistensi suku Kamoro dan suku Mee sebagai pemilik sah hak ulayat di wilayah Kapiraya, sesuai dengan sejarah panjang dan hukum adat yang berlaku secara turun temurun.Rapat koordinasi dihadiri oleh sejumlah pejabat utama termasuk Bupati Mimika, Bupati Dogiyai, Bupati Deiyai beserta jajaran Forkopimda masing-masing kabupaten, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Papua Tengah, serta unsur terkait dari tingkat provinsi dan kabupaten. Seluruh tokoh adat juga turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap deklarasi bersama ini.  Penulis: Jid Editor: GF 26 Feb 2026, 13:34 WIT
Pemprov Papua Tengah Gelar Rakor Harmonisasi Konflik Kapiraya, Tim Siap Berangkat 27 Februari Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Harmonisasi penanganan konflik sosial di wilayah Kapiraya di Grand Tembaga Hotel Timika. Kegiatan ini menghadirkan tiga Bupati beserta Forkopimda dari Kabupaten Mimika, Deiyai, dan Dogiyai, serta perwakilan Majelis Rakyat Papua (MRP), DPRP Papua Tengah, tokoh dan lembaga adat, hingga para kepala OPD terkait.Rakor ini bertujuan sebagai upaya penyelesaian konflik sekaligus menetapkan jadwal pertemuan tim dari masing-masing kabupaten untuk berdialog langsung dengan masyarakat, dengan kesepakatan tim akan berangkat ke Kapiraya pada Jumat (27/2/26).Gubernur Papua Tengah yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Umum Merten Ukago menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi langkah penting untuk menyelaraskan langkah dalam mewujudkan perdamaian berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah tidak hadir untuk menentukan batas dari sisi birokrasi, melainkan memfasilitasi masyarakat adat agar dapat duduk bersama, saling menghormati, dan menyepakati tanda-tanda alam serta batas ulayat yang telah ada secara turun-temurun. "Fokus utama kita bukan mengenai batas administrasi antar kabupaten, melainkan mendengarkan suara nurani dan sejarah yang diwariskan leluhur melalui masyarakat adat yang memiliki hak ulayat di daerah tersebut," ujarnya.Ia menegaskan bahwa penyelesaian konflik harus lahir dari kesepakatan murni masyarakat adat yang memegang teguh adat istiadat leluhur. Rapat diharapkan menghasilkan pemahaman bersama berbasis pengakuan hak ulayat dan sejarah adat, komitmen antar pemerintah kabupaten untuk mendukung kesepakatan damai para tokoh adat, serta suasana kondusif agar masyarakat dapat menentukan batas wilayah sesuai tatanan adat. Plt Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Tengah Albertus Adii selaku moderator menyampaikan bahwa masing-masing kabupaten telah membentuk tim harmonisasi dan melakukan persiapan menyeluruh. "Tim sudah siap dan ketiga Bupati menyepakati untuk menyerahkan kesempatan kepada pemilik hak ulayat untuk berbicara dan berdiskusi dalam semangat kekeluargaan," ujarnya. Dalam rakor tersebut ditegaskan bahwa penyelesaian yang dilakukan bukan mengenai batas administrasi pemerintahan, melainkan hak ulayat tapal batas adat yang melibatkan suku Kamoro dan Mee asli. Rapat ditutup dengan pernyataan sikap bersama tim penanganan konflik sosial dan tim Harmonisasi dari ketiga kabupaten, bersama unsur pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, aparat keamanan, serta masyarakat adat suku Kamoro dan Mee.  Penulis: Jid Editor: GF 26 Feb 2026, 13:21 WIT
Sat Binmas Polres Boven Digoel Serahkan Alat Pendukung Kepada Satpam Kota Tanah Merah Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Boven Digoel melalui bidang Binkamsa menggelar aksi seru untuk memperkuat sistem keamanan swakarsa di Kota Tanah Merah. Kegiatan utama yang dilakukan adalah menyerahkan borgol plastik dan stiker himbauan layanan Call Center 110 ke beberapa pos satuan pengamanan (Satpam) yang ada di wilayah tersebut.Acara yang digelar mulai pukul 11.45 WIT ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas AKP Gaffar beserta personelnya. Tak hanya sekadar memberikan barang, mereka juga turut menyebarkan informasi penting terkait Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 01 Tahun 2023 tentang Pengamanan Swakarsa, serta menginformasikan proses rekrutmen satpam yang sedang berlangsung. Beberapa lokasi yang menjadi tujuan distribusi antara lain Pos Satpam Kantor DPRD Kabupaten Boven Digoel, Bank BPD Kabupaten Boven Digoel, Bank BRI Unit Tanah Merah, dan Kantor PLN Tanah Merah. Setiap pos mendapatkan 4 buah borgol plastik dan 2 buah stiker himbauan.Tak berhenti sampai di situ, tim dari Sat Binmas juga memberikan pemahaman mendalam dan demonstrasi langsung tentang cara menggunakan borgol plastik dengan benar. Mereka juga menjelaskan mekanisme menghubungi Call Center 110 sebagai saluran cepat tanggap dari pihak Kepolisian jika terjadi keadaan darurat atau masalah keamanan.Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konkret untuk meningkatkan kapasitas pos-pos Satpam di Kota Tanah Merah dalam menjalankan tugas pengamanan swakarsa. Diharapkan, dengan adanya alat bantu dan pengetahuan baru ini, para satpam dapat lebih siap dan efektif dalam menangani situasi yang mungkin terjadi, serta dapat segera berkoordinasi dengan pihak berwenang melalui layanan 110 untuk penanganan lebih lanjut. Penulis: Jid Editor: GF 26 Feb 2026, 13:18 WIT
Kapolda Maluku Jenguk Kapolres Tual yang Terluka Saat Leraikan Bentrokan Papuanewsonline.com, Langgur - Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menjenguk Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro, S.H., S.I.K., yang tengah menjalani perawatan di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (25/2/2026).Kapolres Tual dirawat pasca insiden terkena anak panah saat berupaya melerai bentrokan antar kelompok pemuda di Desa Fiditan, Kota Tual, pada Selasa (24/2/2026). Insiden tersebut terjadi ketika Kapolres memimpin langsung pengamanan dan melakukan pendekatan persuasif untuk menghentikan konflik agar tidak meluas.Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Maluku hadir bersama rombongan pejabat utama Polda Maluku, serta didampingi unsur Pemerintah Daerah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian dan dukungan moril pimpinan kepada jajaran di lapangan, sekaligus memastikan kondisi kesehatan Kapolres dan anggota yang turut terluka dalam peristiwa tersebut.Kapolda Maluku juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan tim medis dan keluarga pasien guna memperoleh informasi terkini terkait perkembangan kondisi kesehatan Kapolres Tual pascakejadian.Dalam keterangannya kepada wartawan, Kapolda kembali menegaskan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah Kota Tual, serta mengajak masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian persoalan secara damai dan bermartabat.“Ada permasalahan di lingkungan kita, mari kita selesaikan secara baik. Apalagi jika itu melibatkan saudara dan tetangga sendiri. Kedamaian adalah cerminan budaya kita,” ujar Kapolda Maluku.Kapolda juga menyampaikan pesan tegas kepada generasi muda agar mampu menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi maupun provokasi yang berujung pada konflik terbuka. Menurutnya, bentrokan antar pemuda tidak hanya merugikan pihak yang terlibat, tetapi juga berdampak luas terhadap rasa aman masyarakat dan citra daerah.“Tual adalah kota yang indah, alamnya luar biasa. Jangan sampai tindakan yang mengganggu keamanan membuat orang enggan datang. Dampaknya bisa dirasakan Maluku secara keseluruhan,” tegasnya.Lebih lanjut, jenderal bintang dua tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga kedamaian sebagai fondasi utama pembangunan daerah.“Mari kita cintai negeri kita, cintai kota kita. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tutup Kapolda.Usai menjenguk Kapolres Tual, rombongan Kapolda Maluku melanjutkan kunjungan ke Desa Fiditan sebagai bagian dari langkah penguatan situasi kamtibmas dan pendekatan kepada masyarakat pascainsiden. PNO-12 26 Feb 2026, 11:01 WIT
Resmikan Masjid Ar Rahman, Kasad: Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan Dalam Menjalani Tugas Papuanewsonline.com, Bandung – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis bukan hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga sebagai tempat berkumpul dan membina karakter prajurit. Penegasan tersebut disampaikannya saat meresmikan Masjid Ar Rahman di lingkungan Direktorat Ajudan Jenderal TNI AD (Ditajenad), Bandung, Selasa (24/2/2026).Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Kasad, didampingi Direktur Ajudan Jenderal Angkatan Darat (Dirajenad) Brigjen TNI Ridwan serta Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Simanjuntak.Dalam sambutannya, Kasad menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Ar Rahman merupakan bagian dari upaya pembinaan mental dan rohani prajurit serta keluarga besar TNI AD. Keberadaan masjid diharapkan dapat menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam mendukung pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.“Masjid bukan hanya sarana ibadah dan pembinaan spiritual, jadi saya teringat waktu kecil, masjid itu tempat kumpul segala kegiatan, jadi waktu saya kecil ada lomba cerdas cermat ya di masjid, kehidupan saya tidak jauh dari masjid,” ungkap Kasad.Kasad menegaskan bahwa kekuatan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk prajurit yang berkarakter, berintegritas, dan profesional. Dengan landasan moral yang kuat, prajurit diyakini mampu menjalankan tugas secara optimal dan bertanggung jawab.Masjid Ar Rahman yang mulai dibangun sejak Oktober 2025 tersebut hadir dengan konsep sederhana namun fungsional, serta dilengkapi fasilitas yang memadai untuk menunjang kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan yang mempererat kebersamaan antarpersonel.Usai peresmian, Kasad melanjutkan kegiatan dengan buka puasa bersama prajurit, PNS, dan anggota Persit di Markas Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AD (Makodiklatad). Di sana, Kasad dan Ketum Persit KCK juga menyerahkan santunan kepada anak yatim yang berdomisili di sekitar Makodiklatad.“Kita harus terus pelihara dan terus tingkatkan kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan nilai-nilai keagamaan kita, dan mempererat silaturahmi kita,” pungkas Kasad. PNO-12 26 Feb 2026, 07:37 WIT
"1994 Untuk Negeri", Wujud Soliditas dan Sinergitas Lintas Matra TNI–Polri Papuanewsonline.com, Ambon – Kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup kembali ditunjukkan jajaran TNI–Polri. Kapolda Maluku, Dadang Hartanto, melaksanakan penanaman simbolis bibit pohon mahoni dalam kegiatan bertajuk “1994 Untuk Negeri” yang digelar di Markas Komando Polda Maluku, Kota Ambon, Selasa (24/2/2026) sore.Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan pengabdian Alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Tahun 1994 sebagai wujud kontribusi nyata bagi bangsa dan negara, khususnya dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.Acara penanaman pohon yang berlangsung pukul 16.00 hingga 17.00 WIT ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi TNI, di antaranya Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman Sutan Nurdin, Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung, Wadankoderal IX Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, Kasrem 151/Binaiya Kolonel Inf Gatot Heru Buana, serta Liaison Officer TNI AL – Kodaeral IX Kolonel Laut (P) Ivong Wicaksono Wibowo.Program “1994 Untuk Negeri” menegaskan komitmen para alumni Akabri 1994 yang kini mengabdi di berbagai institusi strategis TNI dan Polri untuk terus berkontribusi positif di tengah masyarakat, tidak hanya melalui tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga lewat aksi nyata di bidang sosial dan lingkungan.Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol tanggung jawab moral para perwira alumni Akabri yang telah ditempa untuk mengabdi sepanjang hayat.“Sebagai alumni Akabri 1994, kami ingin meninggalkan jejak pengabdian yang nyata. Menanam pohon adalah simbol kehidupan, keberlanjutan, dan harapan untuk masa depan negeri,” ujar Kapolda.Penanaman bibit pohon mahoni dilakukan secara simbolis oleh Kapolda Maluku bersama para pejabat TNI yang hadir. Momentum ini mencerminkan soliditas dan sinergitas lintas matra TNI–Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari kepentingan nasional.Kapolda juga menegaskan bahwa isu lingkungan hidup memiliki keterkaitan erat dengan ketahanan nasional. Kerusakan lingkungan, menurutnya, dapat berdampak luas terhadap stabilitas sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.“Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga masa depan bangsa. Ketahanan nasional tidak hanya soal keamanan, tetapi juga tentang keberlanjutan alam dan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.Pohon mahoni yang ditanam di lingkungan Mako Polda Maluku diharapkan menjadi simbol pertumbuhan, kekuatan, serta keberlanjutan sinergi TNI–Polri dalam pengabdian kepada rakyat.Kegiatan penanaman berlangsung tertib, penuh semangat kebersamaan, dan berjalan aman serta kondusif. Melalui gerakan “1994 Untuk Negeri”, para alumni Akabri 1994 menegaskan komitmen untuk terus hadir, berkontribusi, dan memberikan manfaat nyata bagi bangsa, sekaligus menjaga bumi Maluku tetap hijau dan lestari bagi generasi mendatang. PNO-12 25 Feb 2026, 19:58 WIT
Optimalkan Data Teritorial, Kodim 1710/Mimika Terima Tim Pulsaji Data Satkowil Pusterad Papuanewsonline.com, Timika - Kodim 1710/Mimika menerima kunjungan Tim Pulsaji Data Satkowil Staf Direktur Pusat Informasi Teritorial Pusat Teritorial Angkatan Darat TA 2026 yang dilaksanakan di Makodim 1710/Mimika, Selasa (24/2/2026).Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rekreasi Makodim 1710/Mimika, Kabupaten Mimika, sebagai bagian dari upaya peningkatan validitas dan optimalisasi data satuan kewilayahan.Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kolonel Inf Tumpal Mangasa Tanjung, S.Sos., selaku Ketua Tim Pulsaji Data Satkowil TA 2026 dan didampingi Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Redi Dwi Yuda Kurniawan, S.I.P., Kegiatan ini turut diikuti para perwira staf, Danramil jajaran Kodim 1710/Mimika, serta para Babinsa yang berperan sebagai ujung tombak pembinaan teritorial di wilayah.Dalam sambutannya, Dandim 1710/Mimika menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Pusterad serta berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas penghimpunan, penyusunan, dan pemutakhiran data teritorial, data Apkowil, serta sarana prasarana secara akurat sebagai dasar perencanaan dan evaluasi Binter.Sementara itu, Ketua Tim dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kodim 1710/Mimika selama ini telah berupaya melaksanakan Binter mulai dari pengumpulan data teritorial hingga pelaksanaan program di wilayah. Namun demikian, masih terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi agar pelaksanaan Binter dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.Ia menegaskan bahwa kegiatan Pulsaji Data ini penting untuk mengukur sejauh mana mekanisme pengelolaan dan penyajian data teritorial telah dilaksanakan di jajaran Kodim 1710/Mimika. Oleh karena itu, seluruh peserta diharapkan mengikuti kegiatan dengan serius sehingga tercapai data yang valid dan terkini guna mendukung tugas pembinaan teritorial secara maksimal.  Penulis: Risman Serang Editor: GF 25 Feb 2026, 16:16 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT