logo-website
Jumat, 27 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Prof Juanda: Perpol 10/2025 Sejalan Putusan MK, Polri Tak Bisa Lantik Pejabat di Luar Struktur Papuanewsonline.com, Jakarta - Pasca diberlakukannya Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) Nomor 10 Tahun 2025, dinamika perdebatan publik terus mengemuka. Berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga para ahli lintas disiplin, menyampaikan pandangan pro dan kontra atas regulasi tersebut.Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Esa Unggul, Prof. Dr. Juanda, S.H., M.H, menilai perbedaan pandangan tersebut merupakan hal wajar dalam negara demokrasi. Menurutnya, kebebasan berpendapat dijamin oleh UUD NRI Tahun 1945, selama tidak memaksakan kehendak atau membangun stigma negatif terhadap pihak yang berbeda pendapat.Menanggapi pernyataan Prof. Jimly Asshiddiqie yang menyebut “Polri tak bakal lantik pejabat di luar struktur usai penerbitan Perpol 10 Tahun 2025”, Prof Juanda menilai pandangan tersebut objektif dan memiliki dasar hukum yang kuat.“Pendapat Prof Jimly sangat objektif dan sesuai dengan semangat, jiwa, serta alasan filosofis, sosiologis, dan yuridis atau ratio decidendi dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 114/PUU-XXIII/2025,” ujar Prof Juanda, Sabtu (20/12).Prof Juanda menjelaskan, dalam pertimbangan hukum Putusan MK tersebut ditegaskan bahwa Pasal 28 ayat (3) UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian NRI tetap berlaku, yakni:“Anggota Kepolisian NRI dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian.”Namun demikian, MK hanya menyatakan bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945 terhadap frasa “atau tidak berdasarkan penugasan dari Kapolri”. Artinya, penjelasan lain mengenai makna jabatan di luar kepolisian tetap diakui dan tidak dibatalkan.“Makna jabatan di luar kepolisian adalah jabatan yang tidak mempunyai sangkut pautnya dengan kepolisian atau tidak berdasarkan penugasan dari Kapolri,” jelasnya.Atas dasar itu, Prof Juanda menegaskan bahwa pasca Putusan MK Nomor 114, Kapolri tidak memiliki kewenangan melantik pejabat yang menduduki jabatan di luar kepolisian karena tidak memiliki hubungan fungsional dengan tugas kepolisian.“Secara hukum, Polri memang tidak boleh melantik pejabat yang tidak memiliki sangkut paut dengan kepolisian. Tapi jika jabatan tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan tugas kepolisian, maka masih dimungkinkan dan sah sepanjang mengikuti prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.Terkait Perpol Nomor 10 Tahun 2025, Prof Juanda sependapat bahwa regulasi tersebut harus dilihat sebagai sarana hukum antara untuk mengisi kekosongan hukum pasca Putusan MK 114. Meski demikian, ia mencatat adanya perbedaan pandangan dengan Prof Jimly dalam hal perincian jumlah kementerian, lembaga, atau badan yang disebutkan dalam Perpol tersebut.“Menurut saya, penyebutan jumlah kementerian atau lembaga dalam Perpol 10 Tahun 2025 justru penting agar tidak menimbulkan bias dan multiinterpretasi di tengah masyarakat,” katanya.Ke depan, Prof Juanda mendorong agar pengaturan mengenai jenis-jenis jabatan yang memiliki keterkaitan dengan tugas kepolisian diatur secara limitatis dalam undang-undang atau peraturan pemerintah, sehingga Perpol memiliki landasan dan payung hukum yang lebih kuat.“Untuk saat ini, Perpol 10 Tahun 2025 tetap sah berlaku sebagai sarana hukum antara, sambil menunggu adanya pengaturan perundang-undangan yang lebih tinggi,” pungkas Prof Juanda, yang juga Ketua Dewan Pembina Peradi Maju Indonesia dan Founder Treas Constitutum Institute. PNO-12 20 Des 2025, 18:09 WIT
Kombes Agus Pimpin Apel Perdana Operasi Lilin Salawaku 2025 Papuanewsonline.com, Ambon – Direktur Samapta Polda Maluku, Kombes Pol. Agus Pujianto, S.H., M.Si, menekankan kepada seluruh personel Satgas Operasi Lilin Salawaku 2025 agar dapat melayani masyarakat secara humanis.Penekanan ini disampaikan Kombes Agus sebagai Kepala Satuan Tugas Daerah (Kasatgasda) saat memimpin apel perdana Operasi Lilin Salawaku 2025 di Lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Sabtu (20/12/2025).Kombes Agus Pujianto menegaskan pelaksanaan Operasi Lilin Salawaku dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah resmi dijalankan hari ini."Operasi ini dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Ini adalah Operasi Kepolisian terpusat, sehingga kehadiran dan dedikasi setiap personel sangat diutamakan," tegasnya.Setiap personel yang menjalankan tugas diingatkan terkait beberapa hal penting. Pertama yaitu kedisiplinan. Seluruh personel wajib mengikuti apel pagi dan melaksanakan tugas sesuai ploting yang telah ditentukan. Kehadiran fisik merupakan bentuk kesiapan Polri dalam melayani masyarakat.Kedua, Kombes Agus menekankan pelaporan secara berjenjang wajib dilakukan. Setiap Satgas diinstruksikan untuk melaporkan hasil kegiatan dan perkembangan situasi secara rutin. Laporan setiap hari penting sebagai bahan evaluasi pimpinan.Ketiga, pelayanan secara humanis. Personel ditekankan untuk menjaga profesionalisme dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan ibadah Natal maupun aktivitas libur akhir tahun."Saya berharap seluruh personil memahami tanggung jawabnya masing-masing, berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pastikan juga situasi kamtibmas di Maluku tetap kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman," tutup Kombes Agus Pujianto. PNO-12 20 Des 2025, 17:57 WIT
Tinjau Pos Pam, Kapolda Maluku Tekankan Pendekatan Humanis dan Respons Cepat Dalam Pengamanan Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan pengecekan langsung Pos Pengamanan (Pos PAM) Antisipasi Konflik Wilayah Jembatan Jodoh STAIN, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (19/12/2025) dini hari.Pengecekan yang dilakukan sekitar pukul 05.40 WIT ini merupakan bagian dari pengawasan langsung pimpinan Polda Maluku guna memastikan kesiapsiagaan personel pada wilayah yang memiliki potensi kerawanan konflik, khususnya pada jam-jam rawan menjelang pagi.Kegiatan tersebut dilaksanakan usai Kapolda Maluku menunaikan Sholat Subuh berjamaah di Masjid Nurrunisa, Arbes, Desa Batu Merah. Momentum ini sekaligus mencerminkan pendekatan religius dan sosial Kapolda Maluku kepada masyarakat setempat, sebagai wujud bahwa tugas kepolisian berjalan seiring dengan nilai keimanan, keteladanan, dan pengabdian.Dalam pengecekan tersebut, Kapolda Maluku didampingi oleh Dansat Brimob Polda Maluku, Kapolsek Sirimau Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, serta personel Dit Samapta Polda Maluku dan Polresta Pulau Ambon & P.P. Lease. Kehadiran unsur lintas fungsi ini menegaskan kesiapan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara terpadu.Kapolda Maluku secara langsung memantau kehadiran dan kesiapsiagaan personel, kelengkapan peralatan pengamanan, serta pola pengamanan dan pemetaan wilayah rawan konflik di sekitar kawasan Jembatan Jodoh.Dalam arahannya, Kapolda Maluku menekankan pentingnya tanggung jawab, kewaspadaan, serta kedekatan dengan masyarakat.“Saya tekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab. Lakukan sambang kepada masyarakat sekitar, karena tindak pidana dapat terjadi apabila ada kesempatan. Ajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah,” tegas Kapolda.Ia juga mengingatkan agar setiap personel mengedepankan pendekatan humanis dan respons cepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.“Lakukan pendekatan secara humanis, jangan arogan. Kehadiran Polri adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Apabila masyarakat membutuhkan bantuan, kita harus cepat hadir dan melayani,” ujarnya.Lebih lanjut, Kapolda Maluku menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan konflik sebagai langkah pencegahan dini.“Petakan titik-titik rawan terjadinya konflik, datangi, dan berikan himbauan kamtibmas. Terus berbuat kebaikan, jaga kesehatan, dan jadilah pelindung serta pengayom masyarakat. Polri hadir dan ada untuk masyarakat,” pungkasnya.Pengecekan Pos PAM ini merupakan bagian dari langkah preventif Polda Maluku dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan konflik sosial, sekaligus memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki kerawanan kamtibmas.Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 05.55 WIT dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta kondusif.Langkah Kapolda Maluku meninjau langsung Pos Pengamanan di wilayah rawan konflik pada dini hari mencerminkan kepemimpinan yang responsif, proaktif, dan membumi. Kehadiran pimpinan Polri di lapangan, terlebih setelah melaksanakan ibadah bersama masyarakat, tidak hanya memperkuat aspek pengawasan internal, tetapi juga membangun kepercayaan publik.Pendekatan humanis yang ditekankan Kapolda Maluku sejalan dengan semangat Polri Presisi, di mana pencegahan konflik dilakukan melalui komunikasi, kedekatan sosial, dan deteksi dini. Sinergi lintas satuan yang ditampilkan menjadi gambaran kesiapan aparat dalam menjaga stabilitas kamtibmas secara profesional dan berkelanjutan.Upaya preventif semacam ini diharapkan mampu meredam potensi konflik sejak dini serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Ambon, khususnya di kawasan yang memiliki dinamika sosial tinggi. PNO-12 20 Des 2025, 08:15 WIT
Wakapolda Maluku Terima Kunjungan Reses Anggota DPD RI Papuanewsonline.com, Ambon - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H, menerima kunjungan reses anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Bisri As Shiddiq Latuconsina, S.Sos., M.Si.Reses dalam rangka penyerapan aspirasi terkait dinamika keamanan di wilayah hukum Polda Maluku ini berlangsung di Ruang Tamu Kapolda Maluku, Kamis (18/12/2025).Turut hadir dalam pertemuan itu Irwasda, Kabidkum, Wadir Reskrimum, Kasubdit III Tipikor Dit Reskrimsus, dan Ps. Kasubbid Wabprof Bid Propam Polda Maluku, serta Wakapolresta P. Ambon & PP. Lease, termasuk jajaran Kantor Perwakilan DPD RI Provinsi Maluku.Dalam pertemuan tersebut Wakapolda menyampaikan gambaran umum mengenai stabilitas Kamtibmas di wilayah Maluku. Meski situasi secara umum terkendali, sejumlah daerah masih memiliki potensi kerawanan yang tinggi akibat gesekan horizontal berbasis hubungan antar-kampung, sengketa batas wilayah adat, serta aksi balasan yang bersifat turun-temurun.Ia juga menjelaskan fenomena perkelahian antar remaja yang melibatkan kelompok pemuda di kawasan perkotaan maupun pinggiran Ambon yang terus menjadi perhatian serius jajaran kepolisian. Perkelahian, kata Wakapolda biasanya dipicu persoalan sepele mulai dari saling ejek, konsumsi minuman keras, hingga tantangan melalui media sosial kerap berkembang menjadi keributan massal yang mengganggu ketertiban masyarakat.Terhadap kondisi tersebut, Polri telah meningkatkan pola patroli dialogis, penguatan peran Bhabinkamtibmas, serta koordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat guna meminimalisir potensi konflik yang mengarah pada benturan fisik. "Hal ini juga perlu adanya kolaborasi multi-level antara pemerintah daerah, lembaga adat, serta masyarakat guna menciptakan ruang sosialisasi yang lebih positif bagi generasi muda," ungkapnya.Bisri Latuconsina pada kesempatan itu menyoroti tantangan keamanan yang masih menghantui masyarakat Maluku, khususnya konflik bermotif sosial dan kekerabatan yang bisa muncul sewaktu-waktu. Ia penyampaian aspirasi tersebut, sekaligus menegaskan bahwa masyarakat menaruh harapan besar kepada Polri untuk menciptakan stabilitas yang berkelanjutan.Bisri mendorong peningkatan pendekatan komunitas serta penguatan dialog antarwarga sebagai bagian dari strategi pencegahan konflik jangka panjang, mengingat struktur sosial Maluku yang kaya budaya namun juga sensitif terhadap sentimen historis.Menanggapi hal tersebut, jajaran Polda Maluku menyampaikan sejumlah langkah konkret yang telah dan akan dilakukan. Di antaranya meningkatkan kehadiran polisi di titik rawan konflik dan lokasi yang sering menjadi arena tawuran pemuda; mengoptimalkan Tim Patroli Respon Time pada areal rawan ganguan krimimal; mempercepat penanganan kasus yang berpotensi menimbulkan ketegangan antar komunitas; menggandeng tokoh adat dan pemuda untuk menciptakan ruang komunikasi yang konstruktif."Kami juga berkomitmen dalam menjaga profesionalisme dan transparansi penegakan hukum agar kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian terus meningkat," tutup Wakapolda. PNO-12 20 Des 2025, 08:11 WIT
Operasi Lilin Salawaku 2025, Kapolda Maluku Turunkan Personel Gabungan Amankan Nataru Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku resmi melaksanakan operasi kepolisian terpusat Lilin 2025. Operasi pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru ini menggunakan sandi Lilin Salawaku 2025.Operasi Lilin Salawaku 2025 resmi berjalan melalui apel gelar pasukan yang dipimpin Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, didampingi Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos., M.M, dan Dankodaeral IX/Ambon Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H yang dihelat di Lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Jumat (19/12/2025).Kepada wartawan gubernur Hendrik menyampaikan apel gelar pasukan merupakan kegiatan untuk memastikan tim gabungan dari TNI Polri dan berbagai pihak. "Ini adalah agenda tahunan. Kita tahu bahwa ada peningkatan mobilitas manusia dalam liburan Nataru tahun 2025," ungkapnya.Peningkatan yang terjadi, kata Hendrik secara Nasional mencapai 8,7 juta orang. Dengan peningkatan mobilutas ini tentu berimplikasi. Karena itu tim gabungan untuk operasi Lilin 2025 diperlukan untuk mengantisipasi. "Bukan cuma gangguan Kamtibmas tapi juga mengantisipasi potensi bencana hidroklimatologi seperti banjir, tinggi gelombang, angin dan sebagainya."Karena itu dari berbagai pihak dinas perhubungan dan pihak yang terkait dengan angkutan darat laut maupun udara," katanya.Gubernur berharap semoga liburan Nataru 2025 berjalan lancar, aman dan tertib. "Kita semua berdoa semoga dijauhkan dari musibah dan sebagainya, segala yang tidak kita kehendaki," harapnya. Di tempat yang sama, Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto menegaskan komitmen bersama dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif menjelang hingga berakhir perayaan Nataru 2025-2026."Kita akan menurunkan kekuatan gabungan TNI Polri, Pemerintah Daerah dan bahkan didukung oleh organisasi masyarakat," ungkapnya.Untuk menjaga situasi keamanan, Polda Maluku mengerahkan kekuatan gabungan sebanyak 3.421."Jumlah total kita 3521 itu bisa bertambah dengan stand by yang beroperasi di lapangan, kekuatan yang stand by juga kita siagakan," ujarnya.Target pengamanan, lanjut Kapolda yaitu semua pelaksanaan kegiatan masyarakat, baik ibadah, berlibur maupun aktivitas pergerakan itu berjalan dengan lancar, aman dan sukses. "Oleh karena itu akan dibentuk beberapa pos sebagaimana disampaikan Pak Gubernur dalam sambutan dari Pak Kapolri," jelasnya.Sejumlah Pos yang disiapkan, kata Kapolda meliputi Pos Terpadu yang terdiri dari beberapa instansi. Ada juga Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan. "Di tempat kita sendiri, Gereja-gereja, kemudian transportasi di pusat-pusat aktivitas bisnis, pasar dan sebagainya dan juga konsentrasi masyarakat merayakan tahun baru nanti juga akan menjadi perhatian kita semua," ungkapnya.Orang nomor 1 Polda Maluku ini menginginkan dukungan semua pihak agar pengamanan perayaan Nataru dapat berjalan dengan baik. Kepada seluruh masyarakat, Kapolda juga menghimbau agar tidak melakukan pelanggaran hukum sekecil apapun. "Jadi jangan menjadi pelaku maupun jangan menjadi korban. Oleh karena itu silahkan Setiap kegiatan bisa dikomunikasikan mulai dari tingkat RT RW ada Bhabinkamtibmas, Babinsa, Lurah dan secara berjenjang," pintanya.Kapolda juga kembali mengingatkan masyarakat yang hendak meninggalkan rumah untuk mudik agar dapat dilaporkan sehingga pihak kepolisian atau tim gabungan dapat melakukan patroli rutin."Apabila ada yang akan meninggalkan kediaman supaya melapor, nanti rumah-rumah yang ditinggalkan warga bisa kita lakukan penjagaan," pungkasnya.Pelaksanaan Operasi Lilin Salawaku 2025 menjadi penanda kuat keseriusan negara dalam menjamin rasa aman dan kenyamanan masyarakat Maluku selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sinergi yang ditunjukkan antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah, serta unsur pendukung lainnya merefleksikan pendekatan pengamanan yang komprehensif, terukur, dan berorientasi pada pelayanan publik.Peningkatan mobilitas masyarakat pada momentum Nataru tidak hanya menghadirkan potensi gangguan kamtibmas, tetapi juga risiko keselamatan akibat faktor cuaca dan dinamika transportasi antarwilayah kepulauan. Dalam konteks ini, kehadiran kekuatan gabungan sebanyak 3.421 personel yang disiagakan Polda Maluku menjadi langkah strategis yang relevan dan responsif terhadap karakteristik geografis Maluku sebagai wilayah maritim.Komitmen Kapolda Maluku yang menekankan pengamanan humanis, pencegahan dini, serta keterlibatan aktif masyarakat mencerminkan paradigma Polri yang semakin mengedepankan pendekatan kolaboratif. Imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran hukum, melapor saat meninggalkan rumah, serta memanfaatkan jalur komunikasi berjenjang, menunjukkan bahwa keamanan bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab bersama.Lebih dari sekadar agenda rutin tahunan, Operasi Lilin Salawaku 2025 diharapkan menjadi momentum penguatan kepercayaan publik terhadap institusi keamanan. Dengan perencanaan matang, kesiapsiagaan personel, dan dukungan seluruh elemen masyarakat, perayaan Nataru di Maluku diharapkan berlangsung aman, tertib, dan penuh sukacita, sejalan dengan semangat persaudaraan dan kedamaian yang menjadi nilai utama perayaan tersebut. PNO-12 20 Des 2025, 07:58 WIT
Bupati Boven Digoel Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2025 di Polres Boven Digoel Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Bupati Boven Digoel, Roni Omba, S.IP, menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2025 di Polres Boven Digoel pada Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pengamanan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.Apel gelar pasukan menjadi bagian dari langkah kesiapsiagaan aparat dalam menjaga situasi kamtibmas selama masa libur akhir tahun. Melalui kegiatan ini, unsur pemerintah daerah, TNI Polri, dan pemangku kepentingan terkait menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan kondisi yang kondusif di wilayah Boven Digoel.Dalam pelaksanaan apel, sinergi lintas unsur ditekankan sebagai kunci agar pengamanan berjalan efektif. Pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan operasi, sejalan dengan tujuan operasi yang menitikberatkan pada perlindungan masyarakat selama rangkaian perayaan dan mobilitas meningkat.“Pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan operasi ini demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif,” kata Bupati Roni Omba. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban.Operasi Lilin 2025 diharapkan memastikan kelancaran ibadah Natal, aktivitas sosial, serta pergerakan warga di berbagai titik layanan publik. Aparat keamanan juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat selama periode tersebut.Polres Boven Digoel bersama unsur pengamanan lainnya menyatakan kesiapan dalam menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman. Kesiapan ini diharapkan berdampak pada situasi yang stabil, sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah dan merayakan pergantian tahun tanpa kekhawatiran.Melalui pelaksanaan Operasi Lilin 2025, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk hadir dalam memastikan keamanan sebagai fondasi kenyamanan warga. Koordinasi dan dukungan lintas pihak akan terus dijalankan agar upaya pengamanan tetap terarah sesuai kebutuhan lapangan.Dengan adanya operasi ini, diharapkan masyarakat Boven Digoel dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan damai. Pemerintah dan aparat keamanan akan terus bekerja sama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Penulis: HendrikEditor: GF   19 Des 2025, 22:04 WIT
DISTRIK WANIA GELAR JUMAT BERSIH DI KAWASAN IRIGASI UJUNG, KAMORO JAYA Papuanewsonline.com, Mimika - Distrik Wania telah menggelar Program Friday Clean-Up atau Jumat Bersih di kawasan Irigasi Ujung, Kelurahan Kamoro Jaya, pada Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini melibatkan seluruh perangkat kelurahan dan kampung di distrik sebagai bentuk partisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan.“Kita semua turut berperan dalam membuat lingkungan lebih bersih dan sehat,” ujar salah satu perangkat yang terlibat.Kepala Distrik Wania Merlyn Temorubun menjelaskan bahwa Jumat Bersih merupakan program kerja prioritas yang dijalankan secara berkelanjutan sejak Agustus 2025. Tujuan program adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan tetap sehat. “Sejak Agustus, kita terus jalankan program ini untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap sampah,” jelasnya.Merlyn menambahkan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari dukungan lintas sektor, khususnya Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika. Ia menyatakan bahwa penanganan sampah membutuhkan kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi yang baik antara DLH dan seluruh distrik di Mimika. “Ini penting untuk menjaga Mimika tetap bersih dan sejahtera,” katanya.Ia juga mengapresiasi DLH yang menurunkan satu armada truk pengangkut sampah untuk kegiatan ini. “Kami berharap koordinasi ini terus terjaga agar bersama-sama kita dapat mensejahterakan masyarakat melalui lingkungan yang bersih dan sehat,” tegas Merlyn, mengajak seluruh warga untuk terus terlibat dalam program Jumat Bersih secara konsisten.  Penulis: Jid Editor: GF 19 Des 2025, 21:40 WIT
Ibadah Natal Keluarga Besar Bapenda Mimika: Perkuat Iman, Toleransi, dan Semangat Kebersamaan Papuanewsonline.com, Mimika - Dalam rangka menyambut Natal, Keluarga Besar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika menggelar Ibadah Natal Keluarga Besar pada Jumat (19/12/2025) dalam suasana penuh sukacita. Kegiatan ini mengusung tema “Allah Hadir Menyelamatkan Kita” dengan subtema “Bersama Kristus, Keluarga Bapenda Bertumbuh dalam Iman, Kasih, dan Tanggung Jawab.” Tema ini mengingatkan kita pada makna kelahiran Yesus dan mendorong kita menumbuhkan iman serta kebersamaan,” ujar Ice Silolongan, S.E., M.Si. dalam wawancara.Ice menyampaikan rasa syukur karena semua pegawai bisa merayakan bersama. Ia menegaskan bahwa Natal bukan hanya mengenang kelahiran Yesus, tetapi juga sarana mempererat persatuan dan kekeluargaan di Bapenda. Meskipun tugas utama adalah meningkatkan pendapatan daerah, kebersamaan menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Bapenda dan Bapak Dwi Kholifa yang memberikan kesempatan untuk merayakan. Apresiasi diberikan kepada rekan beragama Muslim yang turut hadir sebagai bukti toleransi antarumat beragama. “Ini membuktikan semangat persatuan dan toleransi di Bapenda sangat terjaga,” jelasnya.Ice berharap Keluarga Besar Bapenda semakin kompak dalam menjalankan tugas. Ia mengajak pegawai untuk dikuatkan dalam iman, menjalankan tugas dengan kejujuran dan integritas. Dengan kerja sama yang baik, Bapenda Mimika optimistis pendapatan daerah akan terus meningkat untuk mendukung pembangunan Mimika. “Mari kita terus bekerja sama dengan hati yang penuh kasih dan tanggung jawab,” pungkasnya. Penulis: AbimEditor: GF 19 Des 2025, 20:19 WIT
Polda Maluku Gelar Upacara Hari Bela Negara ke-77 Papuanewsonline.com, Ambon - Polda Maluku menyelenggarakan Upacara Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 yang bertempat di Lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Kota Ambon, Jumat (19/12/2025). Upacara yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H ini turut dihadiri Irwasda, dan para Pejabat Utama Polda Maluku.Wakapolda Maluku dalam sambutannya membacakan amanat Presiden RI, Prabowo Subianto. Ia menyampaikan peringatan tahun ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Tema ini menekankan pentingnya kesiapan seluruh rakyat dalam menghadapi dinamika global dan ancaman yang kian beragam.Presiden menyampaikan saat ini dunia berada dalam situasi penuh ketidakpastian, mulai dari rivalitas geopolitik, krisis energi, hingga percepatan disrupsi teknologi. Ancaman terhadap negara, menurut Presiden, tak lagi bersifat konvensional tetapi juga mencakup serangan siber, radikalisme, serta bencana alam yang semakin sering terjadi. Karena itu, semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif bangsa.Presiden juga menyinggung bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengingatkan pentingnya solidaritas nasional. Di mana, ketiga wilayah itu disebut memiliki peran historis dalam perjalanan Republik.“Tanpa Aceh, tanpa Sumatera Utara, dan tanpa Sumatera Barat, sejarah bela negara tidak akan lengkap,” ucap Wakapolda Maluku membacakan amanat Presiden.Presiden menguraikan keteguhan rakyat Aceh sebagai “Daerah Modal”, perjuangan Medan Area di Sumatera Utara, serta peran vital PDRI yang lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, sebagai penyelamat Republik ketika ibu kota negara jatuh ke tangan penjajah.Momentum peringatan ini, harus menjadi pengingat bahwa cinta Tanah Air harus diwujudkan dalam tindakan nyata: membantu sesama yang dilanda bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, hingga berkontribusi dalam pembangunan sesuai peran masing-masing.Pada rangkaian kegiatan yang sama, Wakapolda Maluku juga menyerahkan penghargaan kepada dua personel berprestasi pada Pekan Olahraga Nasional Kapolri Cup VI Taekwondo Tahun 2025. Dua penghargaan tersebut diberikan kepada Bripka Yohanis B. Fasak dari Satbrimob Polda Maluku dan Brigpol Gladys Pattipeilohy, S.H, dari Ditreskrimum Polda Maluku. PNO-12 19 Des 2025, 15:10 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT