Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
Satgas Preemtif Operasi Zebra Salawaku 2025 Gencar Edukasi Tertib Lalu Lintas
Papuanewsonline.com, Ambon - Satgas Preemtif Operasi Zebra Salawaku 2025 kembali mengintensifkan kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas di Kota Ambon, Sabtu (22/11/2025). Sosialisasi yang menyasar pelajar dan komunitas ojek online ini menjadi bagian dari upaya Polda Maluku menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di kalangan pengguna jalan.Giat pertama dilaksanakan di SMK Negeri 2 Ambon, di mana petugas memberikan pembekalan kepada para siswa mengenai pentingnya menaati aturan lalu lintas. Materi yang disampaikan meliputi kelengkapan administrasi kendaraan seperti SIM dan STNK, hingga kewajiban menggunakan perlengkapan keselamatan, terutama helm berstandar SNI.Pelajar juga diingatkan bahwa perilaku tertib berlalu lintas tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi menjaga keamanan bersama di jalan raya.Usai menyasar pelajar, Satgas Preemtif melanjutkan sosialisasi kepada komunitas ojek online di kawasan Teluk Ambon. Pada kesempatan ini, para pengemudi ojol diajak untuk menjadi teladan keselamatan, mengingat profesi mereka sangat bergantung pada aktivitas berkendara setiap hari.Petugas mengimbau para pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan diri dan penumpang, serta mematuhi aturan demi mengurangi risiko kecelakaan.Satgas Preemtif menegaskan bahwa kegiatan edukasi ini diharapkan mampu mendorong pelajar maupun komunitas ojek online menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas.“Dengan tertib bersama, keselamatan di jalan dapat kita wujudkan,” demikian pesan yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan tersebut.Program edukasi keselamatan oleh Satgas Preemtif Operasi Zebra Salawaku 2025 ini menjadi langkah strategis untuk menyasar kelompok pengguna jalan yang memiliki tingkat mobilitas tinggi: pelajar dan pengemudi ojek online. Pendekatan langsung ke sekolah dan komunitas lapangan menunjukkan bahwa upaya perubahan perilaku berlalu lintas tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga pembinaan intensif.Di tengah meningkatnya kasus kecelakaan yang melibatkan remaja serta pekerja sektor transportasi daring, kegiatan seperti ini layak mendapat apresiasi karena menyentuh akar persoalan: kesadaran dan kedisiplinan. Redaksi menilai, keberlanjutan program edukasi di ruang-ruang publik akan semakin memperkuat budaya tertib berlalu lintas di Maluku, sekaligus menekan angka kecelakaan secara signifikan. PNO-12
22 Nov 2025, 17:10 WIT
Seleksi SIP, Sespimma, dan SPPK 2026, Kapolda Maluku: Pentingnya Kepercayaan Diri dan Sportivitas
Papuanewsonline.com, Ambon - Panitia Daerah Polda Maluku akan menyelenggarakan seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP), Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma), dan Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK) Polri Tahun 2026.Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menekankan integritas dalam penyelenggaraannya. Seleksi harus dilakukan secara bersih, tanpa bayar sana-sini.Penekanan ini disampaikan Kapolda saat memberikan pengarahan kepada para panitia dan peserta seleksi SIP, Sespimma dan SPPK Polri yang digelar di Rupattama Polda Maluku, Jumat (21/11/2025).Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H, dan sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku, pengawas internal, pengawas eksternal, serta seluruh peserta seleksi.“Seleksi Dikbang internal ini harus benar-benar bersih, tidak ada bayar sana-sini,” tegas Kapolda dalam arahannya.Kapolda menegaskan pentingnya pelaksanaan seleksi yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik tidak terpuji. Ia mengajak seluruh panitia dan peserta untuk menjaga integritas serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam setiap tahapan seleksi. Para panitia internal maupun eksternal diminta bekerja secara profesional dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.Lebih lanjut, Kapolda menekankan pentingnya kepercayaan diri dan sportivitas. “Jika kita percaya pada diri sendiri, kita pasti bisa. Namun bila tidak lulus, mari kita akui ketidaktulusan kita, bukan mencari kambing hitam,” tegasnya.Khusus bagi peserta seleksi SIP, Kapolda mengingatkan agar mengikuti setiap proses dengan baik serta mempersiapkan diri secara maksimal. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem seleksi internal Polri. Kapolda juga menyapa langsung seluruh peserta dan memberikan semangat untuk menjalani tahapan seleksi berikutnya.Seleksi terpadu tahun ini diikuti oleh 260 peserta SIP, 42 peserta Sespimma, dan 1 peserta SPPK. PNO-12
22 Nov 2025, 07:50 WIT
Police Goes to School, Kapolsek Leksula: Cegah Kenakalan Remaja di Buru Selatan
Papuanewsonline.com, Ambon – Polres Buru Selatan terus memperkuat kemitraan strategis antara Polri dan dunia pendidikan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan “Police Goes to School” yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Leksula, IPTU Bastian Tuhuteru, S.Pd, pada Kamis (20/11/2025) di SMA Negeri 8 Buru Selatan dan SMP Negeri 9 Buru Selatan.Program edukatif tersebut disambut antusias oleh ratusan siswa serta jajaran tenaga pendidik, mulai dari Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Buru Selatan, Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Buru Selatan, para dewan guru, hingga Bhabinkamtibmas Desa Waemulang. Kehadiran Polri di lingkungan pendidikan dinilai membawa suasana belajar yang lebih inspiratif dan mendorong tumbuhnya kesadaran hukum sejak dini.Dalam pemaparannya, IPTU Bastian Tuhuteru memberikan materi mendalam terkait pencegahan kekerasan seksual terhadap anak serta penanganan kenakalan remaja di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa masa remaja adalah fase kritis yang ditandai dengan pencarian jati diri, perubahan emosi, dan berbagai tantangan yang dapat memicu perilaku menyimpang.“Remaja rentan menjadi pelaku maupun korban kekerasan. Karena itu penting bagi semua pihak memahami bentuk-bentuk kekerasan, faktor penyebab, serta langkah pencegahannya,” tegas IPTU Bastian.Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua, guru dan sekolah, serta pemerintah dalam menciptakan lingkungan aman dan responsif terhadap potensi kekerasan seksual maupun perilaku menyimpang lainnya.Sementara itu Kapolres Buru Selatan, AKBP Andi P. Lorena, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan Kapolsek Leksula dan jajarannya. Menurutnya, program “Police Goes to School” merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda.“Kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen Polri dalam dunia pendidikan. Edukasi langsung kepada pelajar sangat penting untuk membangun karakter generasi penerus yang cerdas, beretika, dan patuh hukum,” ujar Kapolres.Program “Police Goes to School” di Buru Selatan menunjukkan pendekatan humanis Polri dalam menjalankan fungsi pemeliharaan Kamtibmas. Pendekatan edukatif ke sekolah-sekolah tidak hanya mempersempit ruang kekerasan seksual dan kenakalan remaja, tetapi juga memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat sejak usia muda. Langkah ini dinilai relevan dan efektif di tengah meningkatnya kasus kekerasan anak dan remaja yang marak terjadi di berbagai daerah.Dengan sinergi yang dibangun Polri, Pendidikan seperti ini; pembentukan generasi emas Indonesia yang lebih sadar hukum, lebih berkarakter, dan lebih terlindungi menjadi semakin mungkin terwujud. PNO-12
20 Nov 2025, 20:21 WIT
537 Casis Bintara Brimob Polri Panda Polda Maluku Jalani Rikmin Tahap Satu
Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 537 orang calon siswa (casis) Bintara Brimob Polri Tahun 2026 menjalani pemeriksaan administrasi (rikmin) yang dilaksanakan Panitia Daerah dari Biro Sumberdaya Manusia (SDM) Polda Maluku.Proses rikmin awal penerimaan Bintara Brimob Polri dilaksanakan di ruang aula RTMC Direktorat Lalulintas Markas Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Kamis 20/11/2025.Pemeriksaan administrasi tersebut melibatkan tim pemeriksa dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Ambon dan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku.Pemeriksaan tersebut menghadirkan tim pengawas dari LSM Mavindo Maluku, perwakilan wartawan dan pengawas Internal dari Bidang Propam Polda Maluku, Bid Dokkes Polda dan Itwasda Polda Maluku."Hari ini dilaksanakan proses seleksi penerimaan Bintara Brimob Polri Tahun 2026 yang dimulai dengan pemeriksaan awal administrasi. Pemeriksaan dilakukan terhadap sebanyak 537 peserta," ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K.Rikmin tahap satu yang dilakukan meliputi pemeriksaan tinggi dan berat badan, Ijazah sekolah (SD, SMP, SMA dan Ijazah Sarjana), pemeriksaan Akte Kelahiran, Kartu Keluarga dan KTP serta Scan Berkas secara keseluruhan melalui aplikasi.Kapolda Maluku, tegas Kabid Humas, telah menekankan bahwa seleksi penerimaan Bintara Brimob Polri Panda Polda Maluku berlangsung dengan menggunakan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis)."Seleksi penerimaan anggota Polri merupakan pintu awal pembentukan SDM Polri yang unggul. Olehnya itu, Bapak Kapolda Maluku telah menginstruksikan agar seluruh tahapan harus dijalankan secara profesional dan bebas dari penyimpangan," tegasnya.Dalam penerimaan anggota Polri, Kombes Rositah mengaku Polda Maluku telah menyiapkan nomor aduan dan kontak pengaduan secara terbuka bagi orang tua maupun peserta untuk menyampaikan keluhan apabila menemukan kejanggalan selama proses seleksi berlangsung.“Bapak Kapolda juga sudah menegaskan bahwa tidak ada titip-menitip, tidak ada transaksi, dan sistem sudah berjalan otomatis. Siapa pun yang mencoba bermain, tidak akan mempengaruhi hasil,” tegas Kombes Rositah mengutip arahan Kapolda Maluku. PNO-12
20 Nov 2025, 19:45 WIT
Bupati Boven Digoel Tinjau Asrama Mahasiswa di Merauke dan Tegaskan Perbaikan Fasilitas Asrama
Papuanewsonline.com, Merauke — Bupati Boven Digoel, Roni
Omba S.IP, melakukan kunjungan langsung ke asrama mahasiswa Boven Digoel di
Merauke pada Kamis (20/11/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau
kondisi fasilitas dan memastikan kebutuhan mahasiswa yang tinggal di asrama
dapat terakomodasi dengan baik.Kehadiran Bupati disambut hangat oleh para mahasiswa yang
selama ini menjadikan asrama tersebut sebagai tempat tinggal sekaligus pusat
aktivitas belajar. Momen silaturahmi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa
untuk menyampaikan aspirasi dan harapan mereka terhadap peningkatan kualitas
fasilitas hunian.Dalam kesempatan itu, Bupati Roni Omba mengungkapkan rencana
pemerintah daerah untuk memperbaiki asrama tersebut dalam waktu satu hingga dua
tahun ke depan. Ia berharap upaya tersebut dapat terlaksana sesuai harapan
bersama. “Mohon doanya kami, semoga niat baik ini bisa terealisasi demi
meningkatkan kualitas SDM Boven Digoel,” ujarnya.Bupati juga menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan
merupakan prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, lingkungan tinggal
yang layak dan nyaman dapat berpengaruh langsung terhadap fokus belajar serta
perkembangan akademik mahasiswa asal Boven Digoel. “Kami ingin adik-adik
mahasiswa dapat belajar dengan nyaman dan fokus, sehingga dapat menjadi
generasi penerus yang cerdas dan berprestasi,” katanya.Kunjungan tersebut turut memperlihatkan komitmen pemerintah
untuk hadir lebih dekat dengan para mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar
daerah. Dengan melihat langsung kondisi fasilitas, pemerintah dapat merumuskan
langkah perbaikan yang lebih tepat dan terencana.Para mahasiswa yang hadir menyampaikan rasa terima kasih
atas perhatian Bupati. Mereka berharap rencana perbaikan asrama dapat segera
diwujudkan agar hunian menjadi lebih layak dan mendukung kegiatan belajar
mereka sehari-hari.Kunjungan ini menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara
pemerintah dan mahasiswa dalam menciptakan generasi muda Boven Digoel yang
berkualitas. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, diharapkan para mahasiswa
dapat menyelesaikan studi dengan hasil terbaik dan kembali membangun daerah.Penulis: Hendrik Editor: GF
20 Nov 2025, 17:31 WIT
Seleksi Penerimaan Brimob Polri 2026, Kapolda Maluku: Yakin Pada Kemampuan dan Berikan Hasil Terbaik
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, menekankan penerimaan anggota Brimob Polri Tahun 2026 harus dikelola secara jujur, objek, dan berkeadilan sesuai prinsip Presisi.Penekanan ini disampaikan Kapolda Maluku dalam amanatnya yang dibacakan Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni S.I.K., M.H saat memimpin kegiatan Penandatanganan Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah Panitia, Pengawas, Peserta serta Orang Tua/Wali pada Seleksi Penerimaan Bintara Brimob Polri Tahun Anggaran 2026. Penandatanganan Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah berlangsung di Gedung Plaza Presisi Manise Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Rabu (19/11/2025). Kegiatan Penandatanganan Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah yang diikuti oleh sebanyak 537 calon siswa (casis) terverifikasi turut dihadiri Pejabat Utama Polda Maluku, panitia, pengawas, peserta, dan orang tua/wali seleksi. Wakapolda Maluku saat membacakan amanat Kapolda menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen moral untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan bersih, transparan, akuntabel, humanis, serta bebas dari penyimpangan. "Rekrutmen merupakan pintu awal pembentukan sumber daya manusia Polri, sehingga proses seleksi harus dikelola secara jujur, objektif, dan berkeadilan sesuai prinsip Presisi," tegasnya.Kepada seluruh panitia dan unsur pengawasan, Kapolda menekankan beberapa hal diantaranya; Menjunjung tinggi integritas tanpa toleransi terhadap praktik penyimpangan, KKN, maupun permainan dalam proses seleksi; Melaksanakan tugas dengan penuh kejujuran, objektivitas, dan tanggung jawab; Menghapus persepsi keliru bahwa menjadi anggota Polri harus melalui pembayaran atau jalur tidak resmi; Membangun koordinasi erat antara panitia dan pengawas agar setiap tahapan seleksi berlangsung tepat prosedur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.Orang nomor 1 Polda Maluku ini juga menyampaikan pesan kepada seluruh casis, agar yakin pada kemampuan diri dan berupaya memberikan hasil terbaik. Tidak mempercayai calo atau pihak mana pun yang mengaku dapat meluluskan peserta. Mengikuti setiap tahapan seleksi dengan disiplin dan kesungguhan.Kapolda juga menegaskan pentingnya peran orang tua/wali dalam menjaga integritas proses seleksi. Ia mengimbau para orang tua agar tidak memberikan uang kepada pihak mana pun yang menjanjikan kelulusan. Segera melaporkan jika menemukan oknum yang menawarkan praktik tersebut, disertai identitas yang jelas.Irjen Dadang Hartanto berharap proses penerimaan anggota Brimob Tahun 2026 dapat melahirkan anggota Polri yang berkualitas, berkarakter, berintegritas, serta siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. PNO-12
20 Nov 2025, 07:14 WIT
Kepala Kampung Nawaripi ajak SMA Negeri 1 Timika Prioritaskan Sistem Zonasi
Papuanewsonline.com, Mimika - Kepala Kampung Nawaripi,
Norman Ditubun, menyuarakan harapannya agar SMA Negeri 1 Timika mengedepankan
sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru tahun ajaran mendatang. Hal ini
disampaikan menyusul kekecewaan atas banyaknya anak-anak dari Kampung Nawaripi
yang tidak diterima di SMA Negeri 1 Timika pada tahun sebelumnya, padahal
wilayah sekolah tersebut masuk dalam zonasi Nawaripi."Harapan kami dari Pemerintah Kampung Nawaripi ke depan
adalah agar dalam proses penerimaan siswa baru, SMA Negeri 1 benar-benar
mengedepankan sistem zonasi," tegas Norman Ditubun. Ia menyoroti ketidakadilan yang terjadi pada tahun
sebelumnya, di mana banyak siswa dari kampungnya yang seharusnya memiliki
prioritas, justru tidak diterima.Norman juga menekankan pentingnya kekompakan antara
pemerintah kampung, pihak sekolah, dan semua pemangku kepentingan untuk
memikirkan kemajuan bersama. "Karena itu, ke depan saya berharap kepada pihak
sekolah dan semua pemangku kepentingan agar kita tetap kompak—baik pemerintah
kampung maupun pihak sekolah—untuk memikirkan kemajuan bersama," ujarnya.Lebih lanjut, Norman Ditubun berharap SMA Negeri 1 Timika
dapat terus mempertahankan posisinya sebagai sekolah favorit di Kabupaten
Mimika. "SMA Negeri 1 Timika harus tetap menjadi sekolah favorit di
Kabupaten Timika," pungkasnya. Ia meyakini bahwa dengan sistem zonasi yang diterapkan
dengan benar, SMA Negeri 1 Timika akan semakin berkualitas dan memberikan
kesempatan yang adil bagi semua siswa di wilayah zonasinya. Penulis: Jid
Editor: GF
20 Nov 2025, 01:01 WIT
Lindungi Siswa dari Debu Proyek, Pemkam Nawaripi Salurkan 2 Ribu Masker ke SMA Negeri 1 Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kampung Nawaripi
mengambil langkah cepat mengatasi dampak proyek pembangunan yang semrawut di
SMA Negeri 1 Mimika. Kepala Kampung Nurman Ditubun, bersama BUMDes, Karang
Taruna, dan Babinpotdirga Lanud YKU, membagikan 2.000 masker kepada siswa dan
guru pada Senin (17/11/2025).Aksi ini merupakan respon atas keluhan debu dan material
proyek yang mengganggu proses belajar mengajar. Namun, pembagian masker
hanyalah puncak gunung es dari masalah yang lebih besar.Nurman Ditubun, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite
Sekolah, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kontraktor yang dinilai abai
terhadap keselamatan dan kenyamanan warga sekolah. "Kontraktor tidak memasang pagar pembatas, padahal
siswa dan guru beraktivitas di area itu. Gedung sudah naik ke lantai dua. Jika
ada material jatuh dan mengenai anak-anak, siapa yang bertanggung jawab? Ini
sangat tidak safety!" tegasnya dengan nada geram.Tak hanya debu, banjir pun menjadi momok bagi warga sekitar
sekolah. Sisa material pembangunan yang dibuang sembarangan oleh kontraktor
menyumbat saluran drainase, menyebabkan banjir setinggi selutut di permukiman
warga. "Kontraktor membuang sisa bangunan ke drainase dan
membangun basecamp tepat di atas saluran air, sehingga menyebabkan kemacetan
aliran," beber Nurman.Lebih lanjut, Nurman meminta Bupati Mimika untuk
menginstruksikan OPD terkait melakukan pemeriksaan terhadap tiga proyek yang
sedang berjalan di sekolah tersebut. "Ini bukan hanya soal debu dan banjir, tapi juga soal
keselamatan dan kenyamanan anak-anak kita dalam belajar. Jangan sampai proyek
yang seharusnya meningkatkan kualitas pendidikan, justru menjadi ancaman bagi
masa depan mereka," pungkasnya dengan nada prihatin. Dalam kesempatan ini, Kepala kampung Nurman menyampaikan
apresiasi kepada Bupati Mimika atas bantuan 2.000 masker yang disalurkan
melalui Dinas Kesehatan. "Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati
Mimika atas perhatian dan bantuannya. Masker ini sangat bermanfaat untuk
melindungi siswa dari dampak buruk debu proyek," ujarnya. Penulis: Jid
Editor: GF
19 Nov 2025, 01:18 WIT
Proyek SMA Negeri 1 Mimika: Dana Miliaran Rupiah, Diduga Libatkan Oknum DPR Aktif
Papuanewsonline.com, Mimika - Proyek pembangunan gedung baru
dua lantai senilai 9,7 Miliar Rupiah di SMA Negeri 1 Mimika menjadi sorotan
tajam. Ketua Komite Sekolah, Nurman Ditubun, yang juga Kepala Kampung Nawaripi,
mengungkapkan dugaan keterlibatan oknum anggota DPR sebagai pemilik perusahaan
kontraktor.Hal ini menambah daftar masalah yang sudah ada, mulai dari
kondisi proyek yang semrawut, membahayakan keselamatan siswa, hingga tudingan
kontraktor lalai dan tidak bertanggung jawab. Dugaan ini memicu pertanyaan
tentang transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pendidikan di
Kabupaten Mimika. (18/11/25) "Dana sebesar 9,7 M sekian seharusnya bisa menghasilkan
bangunan yang berkualitas dan aman bagi siswa. Tapi kenyataannya, proyek ini
malah menjadi sumber masalah dan diduga dikuasai oleh oknum yang tidak
bertanggung jawab," ujar Nurman dengan nada geram. Informasi ini diperoleh dari para buruh yang bekerja di
lokasi proyek, yang menyatakan bahwa pemilik perusahaan adalah anggota DPR
berinisial H.T.. Keterangan ini diperkuat oleh Kepala Sekolah, yang mengaku
pernah ditelepon oleh oknum anggota DPR tersebut dan diminta untuk
memfasilitasi perusahaan tersebut."Saya juga memiliki rekaman suara yang berisi pengakuan
para buruh bahwa perusahaan ini milik oknum anggota DPR H.T.. Dari situ saya
berpikir, mungkin karena yang bersangkutan merasa sebagai anggota DPR, sehingga
ia merasa bebas bertindak semaunya dan tidak ada yang bisa menegurnya.
Akibatnya, pekerjaan di lapangan tidak memperhatikan aspek keselamatan kerja,
bahkan saluran air juga ditutup sembarangan. Karena merasa sebagai pejabat, ia
bertindak semaunya," beber Nurman dengan nada berapi-api.Nurman berjanji akan membawa masalah ini ke pihak berwajib
jika terbukti ada penyimpangan. "Kita tidak boleh biarkan oknum seperti ini merusak
dunia pendidikan," tegasnya. Ia juga meminta pemerintah daerah lebih selektif memilih
kontraktor dan memastikan proyek dikerjakan profesional. Penulis: Jid
Editor: GF
19 Nov 2025, 01:16 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru