Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
Tokoh Media Papua Nilai Literasi Digital dan Verifikasi Informasi Jadi Kunci Advokasi Berbasis Data
Papuanewsonline.com, Mimika - Tokoh Media Papua yang juga
Direktur Media Seputar Papua, Misbah Latuapo, menegaskan pentingnya literasi
digital dan tanggung jawab dalam menyebarluaskan informasi di tengah derasnya
arus informasi digital yang berkembang saat ini.Hal tersebut disampaikannya dalam Workshop Penguatan Riset,
Advokasi, dan Pengembangan Jejaring Aktor Lokal dalam Perlindungan Warga Sipil
Papua yang diselenggarakan oleh Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di
Hotel Horison Diana Timika, Kamis (25/6/2026).Menurut Misbah, perkembangan media sosial, aplikasi
percakapan, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah
mempercepat penyebaran informasi. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut juga
meningkatkan risiko beredarnya informasi yang tidak terverifikasi dan
berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.“Di era digital saat ini, tanggung jawab menyampaikan
informasi yang benar bukan hanya berada di tangan jurnalis profesional, tetapi
juga seluruh masyarakat yang aktif menggunakan media sosial. Karena itu, budaya
verifikasi harus menjadi kebiasaan bersama sebelum membagikan informasi kepada
publik,” ujar Misbah.Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai
maupun meneruskan informasi, foto, video, atau narasi yang beredar di media
sosial dan grup percakapan tanpa melakukan pengecekan fakta terlebih dahulu. "Penyebaran informasi yang tidak akurat dapat memicu
konflik sosial, membentuk persepsi yang keliru, bahkan berpotensi menimbulkan
persoalan hukum.Misbah juga menyoroti penggunaan teknologi kecerdasan buatan
yang kini semakin luas dimanfaatkan masyarakat", tandasnya. Menurutnya, AI dapat membantu mempercepat akses informasi,
tetapi hasil yang ditampilkan tidak selalu benar dan tetap membutuhkan proses
verifikasi melalui sumber-sumber yang kredibel.“AI hanyalah alat bantu. Informasi yang dihasilkan tetap
harus diuji, diperiksa sumbernya, dan dibandingkan dengan data lain yang dapat
dipertanggungjawabkan. Jangan sampai teknologi justru membuat kita malas
melakukan pengecekan fakta,” katanya.Dalam paparannya, Misbah menjelaskan perbedaan mendasar
antara jurnalis profesional dan jurnalis warga. Ia menuturkan, jurnalis
profesional bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik, proses verifikasi, dan
mekanisme redaksi yang ketat."Citizens journalisme memiliki peran penting dalam
mendokumentasikan peristiwa, namun sering kali belum melalui proses verifikasi
yang memadai", tegasnya. Ia menilai peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami
etika informasi menjadi kebutuhan penting, terutama bagi organisasi kepemudaan,
komunitas masyarakat sipil, dan aktor lokal yang aktif melakukan advokasi
berbagai isu publik di Papua.Lebih lanjut, Misbah menekankan bahwa media sosial
seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, advokasi, dan penyebaran
informasi yang konstruktif, bukan sekadar untuk mengejar popularitas atau
jumlah tayangan.“Setiap informasi yang kita unggah harus memiliki manfaat
sosial. Pertanyaannya sederhana, apakah informasi itu membantu menyelesaikan
masalah atau justru memperkeruh keadaan. Kesadaran ini penting agar media
sosial menjadi instrumen pembangunan masyarakat,” ujarnya.Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan riset dalam produksi
konten publik, termasuk film dokumenter. Menurutnya, dokumenter yang baik tidak
cukup hanya menampilkan fakta visual, tetapi harus didukung data, narasumber
yang kredibel, konteks persoalan, serta menawarkan perspektif solusi.Misbah menilai masih banyak organisasi kepemudaan dan
kelompok masyarakat yang aktif mengangkat isu kebijakan publik, namun belum
didukung data yang kuat dan saluran komunikasi yang efektif kepada para
pengambil kebijakan. "Kedepan diharapkan kerja advokasi selalu dibangun di
atas fondasi riset yang kredibel dan komunikasi publik yang bertanggung
jawab", tuturnya. Misbah mengajak seluruh peserta untuk menjadikan informasi
sebagai instrumen perubahan sosial yang positif. Ia juga mendorong kolaborasi antara media, lembaga riset,
pemerintah daerah, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil guna memperkuat
budaya riset dan advokasi berbasis data di Papua.“Perubahan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat harus
dibangun melalui data yang valid, informasi yang akurat, dan kolaborasi yang
kuat antaraktor lokal. Di sinilah pentingnya sinergi antara media, peneliti,
dan masyarakat sipil untuk menghadirkan advokasi yang lebih efektif dan
berdampak,” kata Misbah. Penulis: Jid
Editor: GF
26 Jun 2026, 08:06 WIT
Guru SMAN 7 Mimika Sampaikan Keluhan, Minta Bupati Luruskan Penempatan Tendik sesuai Aturan
Papuanewsonline.com, Timika – Sejumlah tenaga pendidik
(tendik) honorer di lingkungan Kabupaten Mimika menyampaikan keberatan secara
terbuka terkait draf Surat Keputusan penempatan tenaga kontrak yang disusun
Dinas Pendidikan. Keluhan ini ditujukan langsung kepada Bupati Johannes Rettob
agar dilakukan peninjauan ulang menyeluruh, mengingat proses yang dinilai
menyimpang dari jalur birokrasi yang selama ini dijunjung tinggi oleh kepala
daerah.Salah satu Guru, Norbertus Riki Lengitubun yang mengabdi di
SMA Negeri 7 Mimika, mencontohkan adanya kejanggalan pada nomor urut 14 dalam
daftar penempatan. (24/6/26) Menurutnya, nama yang tercantum bukanlah tenaga pengajar
yang selama ini bertugas dan mengampu mata pelajaran di sekolah tersebut. Jika ditetapkan, penempatan ini dianggap sebagai cara yang
tidak wajar untuk menggantikan posisi guru yang telah mengabdi selama
bertahun-tahun.Ia bersama rekannya, Murlani Silaban, merasa menjadi korban
dari praktik yang tidak sesuai aturan. Keluhan serupa juga dilaporkan terjadi di SMA Negeri 1 dan
SMA Negeri 6. Yang menjadi perhatian utama, guru yang terancam tersisihkan
justru merupakan satu-satunya pengampu mata pelajaran tertentu di sekolahnya,
sehingga perubahan ini dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran proses belajar
mengajar."Tolong berikan hak guru sesuai dengan pengabdiannya.
Guru guru yang digantikan adalah guru mapel satu satunya di sekolah tersebut.
Pak Bupati tolong tinjau berdasarkan kebutuhan sekolah bukan kepentingan dan
titipan pejabat. Sedih saja semua sektor harus politik dan kepentingan. "
Ujarnya. Penulis: Jid
Editor: GF
24 Jun 2026, 17:21 WIT
PPDB Mimika: Pengawasan Khusus di SMA Negeri 1, Semua Sekolah Setara
Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Pendidikan Kabupaten
Mimika menerapkan pengawasan khusus pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru
(PPDB) di SMA Negeri 1. Langkah ini diambil untuk mencegah adanya intervensi
atau titipan dari pihak luar, sekaligus menegaskan bahwa seluruh sekolah negeri
memiliki kualitas yang setara.Kepala Bidang SMA/SMK Dinas Pendidikan Mimika, Nius Wenda,
menjelaskan pengawasan ini bukan berarti sekolah lain lebih rendah mutunya. “Selama ini banyak yang menganggap SMA Negeri 1 lebih
istimewa, padahal semua sekolah sudah bagus dan gurunya berkualitas. Hanya di
sekolah ini pengawasan diperketat karena sering ada campur tangan pihak luar,”
ujarnya.Mekanisme PPDB tahun ini tetap mengacu pada aturan resmi,
meliputi jalur zonasi, afirmasi, dan prestasi. Pemetaan wilayah telah disusun
agar penempatan siswa berjalan adil. Orang tua diminta tidak ragu mendaftarkan anaknya ke sekolah
terdekat, dan segera melaporkan jika ada kekurangan fasilitas atau tenaga
pendidik.Nius juga menyarankan bagi warga yang memiliki kemampuan
ekonomi untuk mempertimbangkan sekolah swasta yang juga tersedia dan
berkualitas. “Jangan hanya berebut satu sekolah saja. Jika ingin
pendidikan tambahan, orang tua juga dapat memanfaatkan sekolah swasta yang
layak,” tambahnya. Penulis: Jid
Editor: GF
23 Jun 2026, 19:57 WIT
Gus Ipul Pastikan Penutupan Munas-Konbes NU Siap, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir di Bangkalan
Papuanewsonline.com, Bangkalan – Persiapan penutupan Munas
Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 terus
dimatangkan. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
sekaligus Ketua Panitia Munas-Konbes NU 2026, KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul,
turun langsung meninjau lokasi acara di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan,
Jawa Timur, Jumat (19/6/2026).Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh
kebutuhan teknis dan nonteknis telah dipersiapkan secara optimal menjelang
puncak kegiatan yang direncanakan akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk area utama kegiatan dan sarana pendukung
lainnya, menjadi fokus pengecekan panitia.Dalam peninjauan itu, Gus Ipul berkeliling memeriksa
berbagai titik strategis di lokasi acara. Ia mengecek kesiapan tenda yang telah
dipasang untuk menampung tamu undangan serta memastikan alur kedatangan peserta
dan tamu kehormatan dapat berjalan dengan baik.Selain melakukan pengecekan lapangan, Gus Ipul juga
berdiskusi dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Kapolres
Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H., Pengasuh Pesantren Syaichona Moh. Cholil
RKH Muhammad Nasih Aschal, serta perwakilan PCNU se-Madura.Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek teknis
penyelenggaraan, mulai dari penataan kawasan, kesiapan fasilitas pendukung,
hingga langkah-langkah pengamanan yang akan diterapkan saat acara berlangsung.
Koordinasi lintas lembaga dinilai penting mengingat penutupan Munas-Konbes NU
menjadi agenda nasional yang diperkirakan dihadiri ribuan peserta.Menurut Gus Ipul, setiap detail persiapan harus diperhatikan
secara serius agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib.“Kita ingin memastikan seluruh titik siap. Mulai dari lokasi
acara, alur kedatangan Presiden, alur para tamu undangan, pengamanan, hingga
pelayanan peserta. Semuanya harus tertata dengan baik,” ujar Gus Ipul.Usai meninjau lokasi, Gus Ipul melanjutkan agenda dengan
memimpin rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Bangkalan. Rapat tersebut
dihadiri Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan
Dja’far, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, Dandim Bangkalan, sejumlah pejabat
terkait, serta jajaran pengurus NU se-Madura.Dalam rapat koordinasi tersebut, panitia bersama pemerintah
daerah dan aparat keamanan membahas secara rinci berbagai skenario pelaksanaan
acara. Fokus utama pembahasan meliputi jalur kedatangan Presiden, pengaturan
tamu VVIP dan VIP, pengelolaan peserta, pengamanan kawasan, kesiapan
infrastruktur, hingga dukungan fasilitas penunjang di sekitar lokasi.Gus Ipul menegaskan bahwa keberhasilan penutupan
Munas-Konbes NU tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga oleh
sinergi seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, koordinasi yang intensif terus
dilakukan agar setiap potensi kendala dapat diantisipasi sejak dini.“Ini bukan hanya soal teknis acara, tetapi juga soal
penghormatan kepada para kiai, para peserta, para tamu, dan tentu kepada
Presiden yang kita undang hadir dalam penutupan. Karena itu semua harus
disiapkan sebaik-baiknya,” kata Gus Ipul.Di akhir kegiatan, Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada
Pemerintah Kabupaten Bangkalan, aparat keamanan, Pesantren Syaichona Moh.
Cholil, Kementerian Pekerjaan Umum, serta seluruh elemen Nahdlatul Ulama di
Madura yang turut berkontribusi dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.
“Bangkalan adalah tempat yang sangat penting bagi NU. Karena
itu kita ingin penutupan Munas-Konbes di sini menjadi momentum yang baik,
tertib, dan membawa keberkahan,” ujar Gus Ipul. (GF)
21 Jun 2026, 18:34 WIT
Polsek Tembagapura Buka "Honai Polsek Belajar" untuk Anak-anak Pedalaman
Papuanewsonline.com, Mimika – Polsek Tembagapura menggelar
kegiatan belajar mengajar di lokasi bernama “Honai Polsek Belajar”, Distrik
Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Kamis (11/6/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 10.35 WIT ini diikuti oleh 30 anak
dari kawasan Kali Kabur dan Perkampungan Waa Banti dengan penuh semangat.Dipimpin Aipda Lebu Tadan bersama dua personel lainnya,
kegiatan diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan.
Selanjutnya, anak-anak diajari materi dasar seperti membaca dan menulis
kosakata sederhana. Acara ditutup dengan pembagian makanan dan camilan sebagai
bentuk perhatian agar mereka semakin bersemangat menimba ilmu.Program ini diinisiasi menyusul kondisi sekolah formal di
Kampung Waa Banti yang belum berjalan secara optimal. “Kami tergerak melihat kondisi tersebut. Rasa lelah hilang
seketika melihat antusiasme mereka. Kami ingin memastikan anak-anak di
pedalaman tidak tertinggal kesempatan belajar,” ujar Aipda Lebu Tadan.Pihak kepolisian berharap kegiatan ini dapat memberikan
akses pendidikan dasar yang layak, sehingga anak-anak mampu mengenal huruf,
membaca, menulis, dan berhitung.Selain itu, dukungan dari instansi terkait, pihak swasta,
dan peran aktif orang tua sangat diharapkan agar mutu pendidikan di wilayah ini
semakin membaik ke depannya. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Jun 2026, 13:01 WIT
ALUMNI SD NASKAT MATHIAS II LANGGUR A SAMBUT SUKACITA TAHBISAN DIAKON FR. GABRIEL JUNIOR ELL
Papuanewsonline,com. LANGGUR-, Keluarga besar Alumni SD Naskat Mathias II Langgur A Angkatan 2010 menyampaikan ucapan proficiat atas tahbisan diakon salah satu alumninya, Fr. Gabriel Junior Ell di Ambon pada Selasa, (9/5).Ucapan syukur dan doa itu disampaikan melalui pduk digital yang beredar di kalangan alumni. Spanduk bertuliskan _“Proficiat Atas Tahbisan Diakon Fr. Gabriel Junior Ell”_ dengan mengutip ayat Kitab Suci Matius 20:28a, _“Sama Seperti Anak Manusia Datang Bukan Untuk Dilayani, Melainkan Untuk Melayani”_.Dalam pduk tersebut, para alumni angkatan 2010 menuliskan, _“Selamat & Sukses Dalam Pelayanan Baru sebagai Diakon. Salam Kasih dan Doa dari Alumni SD Naskat Mathias II Langgur A, Angkatan 2010.”_Fr. Gabriel Junior Ell, yang akrab disapa Biel, tampak mengenakan stola diakon berwarna merah-putih dengan tangan terkatup berdoa. Ia diapit dua rekannya yang juga mengenakan jubah imam.*Panggilan Pelayanan* Tahbisan diakon merupakan tahap awal dalam tahbisan suci Gereja Katolik sebelum menerima tahbisan imam. Seorang diakon bertugas mewartakan Injil, melayani perayaan Ekaristi, memberkati perkawinan, dan menjalankan karya amal kasih.Moto tahbisan yang dipilih Diakon Biel, Mat. 20:28a, menegaskan semangat dasar pelayanannya: hadir untuk melayani, bukan dilayani.Para alumni berharap Diakon Biel tetap setia dalam panggilan dan menjadi pelayan yang rendah hati bagi umat. Dukungan doa dari almamater SD Naskat Mathias II menjadi kekuatan bagi Diakon Biel dalam mengawali medan pastoral yang baru.Pewarta: HendrikEditor. : GF
09 Jun 2026, 22:23 WIT
Hmi Komisariat Lafran Pane Mimika Gelar Bakti Sosial, Wujudkan Kepedulian Bagi Anak Yatim
Papuanewsonline.com, Timika – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Komisariat Lafran Pane Cabang Mimika, menggelar kegiatan bakti sosial di Panti
Asuhan Baitur Rosul. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial serta
bentuk kasih sayang kepada anak-anak yatim dan dhuafa, sekaligus menjadi ajang
menanamkan nilai-nilai berbagi dan kebersamaan antar sesama.Berbagai bantuan yang terkumpul dari hasil donasi masyarakat
dan anggota diserahkan langsung untuk memenuhi kebutuhan serta menambah
kebahagiaan adik-adik di panti asuhan tersebut.Ketua Umum HMI Komisariat Lafran Pane, Septian Syarif,
menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab
sosial yang ingin ditularkan kepada seluruh kalangan. Ia mengutip sabda Baginda Nabi Muhammad SAW yang
diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwa barang siapa yang menyantuni dan menjaga
anak yatim, maka ia akan mendapatkan kedekatan serta kemuliaan yang istimewa di
sisi Allah SWT. Hal ini menjadi landasan semangat bagi seluruh pengurus dan
anggota untuk terus bergerak berbuat kebaikan.Sementara itu, Ketua Bidang (PTKP), Niska Putri, selaku
penanggung jawab program, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Ia
mengapresiasi partisipasi aktif dari seluruh kader HMI, para senior di KAHMI,
serta berbagai kalangan masyarakat yang telah ikut menyumbangkan sebagian
rezekinya. Dukungan yang diberikan, baik berupa uang santunan, sembako,
maupun pakaian layak pakai, sangat berarti dan membawa keceriaan bagi adik-adik
yang berada di bawah asuhan panti.Kegiatan berbagi ini berlangsung hangat dan penuh keakraban,
di mana seluruh bantuan diserahkan dengan penuh keikhlasan. Selain memberikan bantuan materiil, kehadiran para pengurus
dan donatur turut memberikan semangat dan motivasi bagi anak-anak agar tetap
bersemangat belajar, berbakti, dan optimis menyongsong masa depan. Kegiatan ini diharapkan dapat menyentuh hati serta
menggerakkan lebih banyak pihak untuk peduli terhadap nasib anak-anak yang
kurang beruntung. Penulis: Andi Ilham
Editor: GF
09 Jun 2026, 00:38 WIT
Lemhannas Tutup P3N XXVII, 85 Peserta TNI-Polri hingga Kementerian Jadi Alumni
Papuanewsonline.com, Jakarta - Lemhannas RI menutup Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional atau P3N Angkatan XXVII Tahun 2026. Sebanyak 85 peserta dari unsur TNI, Polri, kementerian, organisasi kemasyarakatan, hingga perguruan tinggi resmi dikukuhkan sebagai alumni. Upacara penutupan digelar di Gedung Pancagatra Lantai 1, Lemhannas RI, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily mengatakan pendidikan P3N berlangsung selama tiga setengah bulan. Para peserta dibekali materi kepemimpinan nasional, wawasan kebangsaan, hingga kajian strategis menghadapi dinamika global.“Hari ini Lemhannas RI menyelenggarakan penutupan Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional atau P3N Angkatan XXVII Tahun 2026. Pendidikan ini dilaksanakan selama tiga bulan setengah dan diikuti 85 peserta,” ujar Ace Hasan.Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily mengatakan Lemhannas ingin mencetak pemimpin nasional yang berkarakter negarawan, berjiwa patriotik, serta mampu berpikir strategis, komprehensif, dan holistik. Menurutnya, pemimpin nasional juga harus mampu beradaptasi dengan situasi geopolitik dan geoekonomi global yang berpengaruh terhadap Indonesia.Para peserta, kata Ace, digembleng dengan nilai-nilai empat konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Mereka juga mendapatkan penguatan ketahanan nasional, kewaspadaan nasional, serta kajian strategis di tingkat global, regional, dan nasional. “Harapannya, ketika kembali ke instansi masing-masing, para alumni memiliki bekal yang cukup untuk mengambil kebijakan. Mereka juga diharapkan punya cara pandang yang lebih visioner untuk bangsa ini,” katanya.Dalam acara tersebut, Lemhannas memberikan dua penghargaan kepada peserta terbaik. Penghargaan bidang akademik diberikan kepada Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, sedangkan penghargaan penulisan Kertas Kerja Perorangan atau KKP diberikan kepada Laksma TNI Ignatius Bayu.Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily menegaskan integritas menjadi salah satu nilai penting yang ditekankan dalam pendidikan P3N. Para peserta juga mendapatkan penguatan antikorupsi dan komunikasi publik agar mampu menjadi pemimpin nasional yang berintegritas serta dekat dengan masyarakat. PNO-12
07 Jun 2026, 22:14 WIT
Bekali Taruna Akmil, Menko Polkam: Sby Baca Buku Di Medan Tempur, Prabowo Punya Perpustakaan
Papuanewsonline.com, Magelang – Literasi jadi sorotan utama
saat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.)
Djamari Chaniago memberi pembekalan di Akademi Militer Magelang, Jumat, (5/6/2026_.
Di hadapan calon perwira TNI, Menko Polkam menyebut kegemaran membaca sebagai
kunci kualitas pemimpin militer.Djamari mencontohkan dua Presiden RI alumni Akmil: Susilo
Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto. "Tiga Presiden kita dari tentara.
Dua lahir dari Akmil ini. Kesamaannya: mereka pembaca buku," kata Djamari.Ia lalu mengungkap cerita SBY saat operasi. Meski situasi
tempur, SBY muda tetap menyelipkan buku di ransel. "Istrinya bahkan kirim
buku dari belakang ke daerah operasi," ujar Menko Polkam mengenang.Soal Presiden Prabowo, Djamari menyebut koleksi buku di
kediaman Presiden sangat besar. "Perpustakaannya satu setengah lantai. 80
persen isinya buku perang dari seluruh dunia, 15 persen ekonomi, sisanya ilmu
lain," ungkapnya.Bagi Djamari, pangkat adalah cermin kualitas. "Kapten
harus lebih berkualitas dari letnan. Terus belajar, jadi teladan,"
tegasnya ke taruna-taruni.TNI-Polri Tulang Punggung Negara Menko Polkam mengingatkan taruna soal soliditas. "Masuk
Akmil kalian beda-beda. Keluar dari sini kalian satu. TNI kuat karena
kompak," pesannya.Sinergi TNI-Polri juga ditekankan. "Negara ini tegak
karena ditopang TNI dan Polri. Kalau tulang punggung ini rapuh, negara
sulit," kata Djamari.Pesan Tak Biasa: Perwira Harus Bisa Menyanyi Ada kelakar yang disampaikan Menko Polkam: perwira harus
gagah di tempur, bijak saat latihan, tekun belajar, dan pandai menyanyi. "Kenapa menyanyi? Supaya dekat dengan prajurit dan
rakyat. Pendekatan ke masyarakat itu menentukan peran kita," jelas
Djamari.Ia menutup dengan pesan emosional soal ikatan komandan dan
anak buah. "Saat kamu gugur di operasi, yang angkat jenazahmu dan balut
lukamu pertama kali adalah anggotamu. Jaga kedekatan dengan mereka,"
ucapnya.Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Tilaar mengapresiasi
kunjungan itu. "Di tengah kesibukan, Bapak Menko Polkam sempat ke Akmil.
Ini bekal wawasan luar biasa bagi taruna dan civitas akademika," kata
Rano.Turut mendampingi Menko Polkam antara lain Seskemenko Polkam
Letjen TNI Mochammad Hasan, Deputi I, III, V, serta staf ahli dan staf khusus.
Dari Akmil hadir Wagub Akmil, Dirbindik, Dirbinlem, Danmentar, para Kadep,
Wadanmentar, dan Danyon Taruna. Penulis: Hend
Editor: GF
07 Jun 2026, 21:51 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru