logo-website
Rabu, 11 Feb 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Tinjau SMP Kemala Bhayangkari Karanganyar, Kapolri: Wujudkan Generasi Emas Papuanewsonline.com, Jateng - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau SMP Kemala Bhayangkari di Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng). Hal sebagaimana mengawal dan mendukung visi dari Presiden Prabowo Subianto. "Adanya SMP Kemala Bhayangkari ini untuk mewujudkan generasi emas sesuai visi Presiden Prabowo Subianto," kata Sigit, Jumat (7/11/2025).Dalam kunjungannya, Sigit melakukan peninjauan aktivitas belajar di ruang kelas SMP Kemala Bhayangkari serta menyaksikan para murid menerima program MBG.Pada kesempatan ini, dilakukan juga penyerahan paket alat tulis kepada para siswa berisi buku gambar, buku tilis, penggaris, bolpoint, pensil, penghapus, dan stabilo.SMP Kemala Bhayangkari ini juga sudah mendapat surat rekomendari dari Dinas Pendidikan Kebudayaan tentang sekolah layak untuk kegiatan belajar mengajar di gedung baru tahun ajaran 2025/2026. Program unggulan sekolah ini yakni penguatan karakter kebhayangkaraan, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan murid.Total ada 5 tenaga kependidikan dan 11 tenaga pendidik di SMP Kemala Bhayangkari ini. Tiap kelas nantinya terdiri dari 32 siswa. SMP Kemala Bhayangkari ini juga sudah mendapat berbagai sertifikat yakni Sertifikat Penghargaan Sekolah Sehat Stratifikasi Standar, Sertifikat Laik Operasi Instalasi Kelistrikan. Sertifikat Sekolah Ramah Anak, Sertifikat Sekolah Unggul, Sertifikat Adiwiyata Teks, Sertifikat Nomor Pokok Perpustakaan, Sertifikat Pengelolaan UKS, Sertifikat Gerakan Pramuka, Sertifikat Kelayakan Air Tanah oleh PDAM, Sertifikat telah dilakukannya Sosialisasi dan Simulasi Bencana dari BPBD, Sertifikat Penghargaan Prestasi Siswa.Sigit hadir didampingi Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto dan Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Juliati Sigit Prabowo. PNO-12 07 Nov 2025, 18:25 WIT
FH Uncen Resmikan Kelas Magister Ilmu Hukum di Mimika Papuanewsonline.com, Timika — Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen) resmi membuka Program Magister Ilmu Hukum di Kabupaten Mimika, menandai babak baru dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di wilayah yang menjadi jantung ekonomi Papua. Peresmian program ini disertai kegiatan matrikulasi perdana yang berlangsung di Timika, Selasa (4/11/2025), dan dihadiri oleh jajaran akademisi, pejabat pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan hukum lanjutan di Mimika, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berbasis pada supremasi hukum dan keadilan sosial. Dekan Fakultas Hukum Uncen, Dr. Yustus Pondayar, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya pembukaan kelas magister ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran program tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Uncen dalam memperluas jangkauan pendidikan tinggi berkualitas ke daerah-daerah strategis di Papua. “Kehadiran kelas magister ini adalah bukti komitmen kami untuk mendekatkan pendidikan hukum berkualitas kepada masyarakat. Kami ingin memberi ruang bagi aparatur pemerintahan, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan semua pihak yang berperan dalam pembangunan daerah,” ujar Pondayar. Program ini tidak hanya sekadar memperluas kesempatan belajar, tetapi juga menjadi upaya konkret dalam membangun generasi pemimpin masa depan Papua yang memiliki landasan hukum yang kuat, berpikir kritis, dan berintegritas tinggi. Kurikulum Program Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Uncen dirancang dengan tiga pilar utama, yaitu, mengembangkan kemampuan berpikir analitis dan kritis terhadap sistem hukum nasional dan global, menanamkan kepekaan etika dalam penegakan hukum dan penyusunan kebijakan publik dan memberikan ruang akademik untuk mengkaji hukum adat dan kearifan lokal Papua. Yustus Pondayar menjelaskan bahwa Mimika, sebagai pusat ekonomi yang dinamis dengan kehadiran perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia, membutuhkan pemimpin dan profesional hukum yang tidak hanya memahami peraturan, tetapi juga mampu mengelola konflik, menegakkan keadilan, dan menjaga harmoni sosial di tengah kompleksitas ekonomi daerah. “Dinamika sosial dan ekonomi di Mimika menuntut hadirnya pemimpin lokal yang berkarakter dan berwawasan hukum kuat. Kami ingin menyiapkan mereka agar mampu menjadi pengambil kebijakan yang bijak, profesional, dan berintegritas,” tegasnya. Pondayar juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pembukaan program ini. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat terus ditingkatkan dalam upaya memperkuat kapasitas SDM Papua di berbagai sektor. “Tanpa dukungan Pemkab Mimika dan berbagai pihak, program ini tidak mungkin terwujud. Ini adalah bukti bahwa dunia akademik dan pemerintah daerah bisa berkolaborasi membangun SDM Papua dari akar rumput,” ujarnya. Selain itu, pihak Uncen juga berencana menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga hukum, pengadilan, dan kejaksaan di Mimika agar mahasiswa magister dapat mendapat pengalaman langsung dalam praktik hukum dan penyusunan kebijakan publik. Kepada mahasiswa angkatan pertama Program Magister Ilmu Hukum Mimika, Dekan Yustus Pondayar memberikan pesan penuh makna agar menjadikan kesempatan belajar ini sebagai momentum perubahan diri dan kontribusi nyata bagi daerah. “Hadirlah sebagai pribadi pembelajar yang rendah hati namun berprinsip. Kalian adalah calon pemimpin hukum Papua masa depan. Gunakan ilmu ini untuk membangun daerah, bukan hanya untuk status,” pesannya disambut tepuk tangan hadirin. Dengan dibukanya Program Magister Ilmu Hukum Uncen di Timika, Kabupaten Mimika semakin mengokohkan diri sebagai salah satu pusat pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Papua Tengah. Program ini diharapkan menjadi wadah lahirnya sarjana hukum berkualitas, berjiwa nasionalis, dan memiliki kepedulian terhadap keadilan sosial di Tanah Papua. Langkah Fakultas Hukum Uncen ini juga sejalan dengan visi besar pemerintah untuk mendistribusikan akses pendidikan tinggi ke wilayah-wilayah potensial di luar Jayapura, sehingga tidak semua mahasiswa harus ke ibu kota provinsi untuk melanjutkan studi lanjutan. Pembukaan kelas magister ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi simbol dari semangat perubahan dalam mencetak SDM Papua yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional. Fakultas Hukum Uncen menegaskan akan terus mendukung program-program pendidikan berbasis daerah yang berpihak pada masyarakat lokal dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan di Papua. Penulis: Abim Editor: GF 05 Nov 2025, 15:17 WIT
Siswa Diktuk Bintara Polri Gelar Baksos Bersama Siswa SMP Xaverius di Gereja Santo Yosep Passo Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam semangat menjadikan Polisi yang Humanis, dekat dan bersahabat dengan masyarakat, siswa Diktuk Bintara Polri Angkatan 53 SPN Polda Maluku melaksanakan kegiatan bhakti sosial, berbaur dengan siswa SMP Xaverius di Gereja Katolik Santo Yosep, Passo, Kota Ambon, Jumat (31/10/2025).Bhakti sosial (baksos) yang dilaksanakan tersebut juga merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sejak masa pendidikan.Selain baksos di Gereja Santo Yosep, kegiatan yang dihelat tersebut juga dirangkai dengan program Police Goes To School di SMP Xaverius, untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para pelajar.Aksi sosial yang dilaksanakan dipimpin oleh Komandan Kompi Pengasuh SPN Polda Maluku, IPTU Romeo Pentury, S.H. Dalam kegiatan di SMP Xaverius, para siswa bintara berbaur dengan pelajar sekolah, bercerita, bercanda, dan bersenda gurau. "Kami berbaur bersama anak-anak sekolah dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Interaksi yang hangat ini mencerminkan kedekatan antara calon anggota Polri dengan masyarakat, khususnya generasi muda," kata Iptu Romeo.Kegiatan yang dilaksanakan tersebut, lanjut Romeo, menjadi pengalaman berharga bagi siswa Diktuk Bintara Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sejak dini.“Kami belajar menjadi sahabat bagi masyarakat, berinteraksi dengan adik-adik sekolah, dan menumbuhkan rasa empati serta semangat kebersamaan,” ujarnya.Kegiatan baksos dan police goes to school diapresiasi oleh Kepala SMP Xaverius Passo, Henrika Ohoiwirin. Ia juga menyampaika terima kasih atas kunjungan para siswa bintara. "Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan, karena memberikan dampak positif dan menumbuhkan citra Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat," jelasnya.Usai kegiatan di sekolah, para siswa Diktuk Bintara melanjutkan aksi sosial di Gereja Katolik Santo Yosep Paso. Dalam kegiatan Polisi Sahabat Masyarakat ini, mereka melaksanakan pembersihan lingkungan gereja bersama pihak pengurus dan jemaat setempat. Kegiatan dilakukan dengan semangat gotong royong dan kebersamaan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan tempat ibadah dan lingkungan masyarakat.Kepala SPN Polda Maluku Kombes Pol Romi Agusriansyah,S.I.K, menegaskan kegiatan ini merupakan wujud pembinaan karakter bagi para siswa agar menjadi anggota Polri yang humanis dan peduli terhadap masyarakat.“Polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi juga sahabat bagi masyarakat. Melalui kegiatan sosial seperti ini, para siswa belajar menanamkan nilai empati, gotong royong, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.Program ini menjadi bagian dari komitmen SPN Polda Maluku dalam membentuk personel Polri yang berintegritas, profesional, serta selalu hadir sebagai sahabat dan pelindung masyarakat. PNO-12 01 Nov 2025, 18:36 WIT
Dir Intelkam Sambangi SMAN 3 Ambon Sosialisasi Kamtibmas Papuanewsonline.com, Ambon - Direktur Intelkam Polda Maluku, Kombes Pol I Gede Arsana, S.I.K menyambangi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 di kawasan Jalan Pantai Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Kamis (30/10/2025).Salah satu program Kapolda Maluku (police goes to school) ini bertujuan untuk bersilaturahmi memperkuat sinergi dengan lingkungan pendidikan sekaligus menyampaikan pesan kamtibmas. Tak hanya itu, kehadiran Polisi di sekolah juga untuk menjaring aspirasi, menerima saran dan masukan.Kedatangan Direktur Intelkam Polda Maluku diterima langsung oleh Kepala SMAN 3 Ambon, Drs. M. J. Joisangadji, Jd beserta jajaran dewan guru."Kami menyampaikan terima kasih sudah menerima kedatangan kami dengan baik," ungkap Dir Intelkam Kombes Pol. I Gede Arsana.Menurutnya, kehadiran pihak Kepolisian bertujuan untuk saling bertukar informasi, khususnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah dan sekitarnya."Pertemuan ini tidak lain adalah kiranya adanya masukan kepada kami pihak Kepolisian. Kita saling memberikan informasi, karena di sekolah tidak lepas dari kenakalan siswa, baik menyangkut Tawuran antar pelajar, perkelahian, pelecehan, kekerasan kepada anak, juga konsumsi miras jenis sopi," ungkapnya. Pertemuan yang dilaksanakan ini, kata Kombes Arsana, diharapkan menjadi awal yang baik dalam menjalin komunikasi dan koordinasi terkait pembentukan generasi penerus bangsa yang unggul."Harapan kami pertemuan ini bukan yang pertama dan yang terkahir namun juga bisa saling komunikasi dan terus dilanjutkan," harapnya.Kunjungan Polda Maluku diterima hangat oleh Kepala Sekolah beserta dewan guru SMAN 3 Ambon. "Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Pak Dir Intelkam dan anggota ke sekolah kami," ungkap Joisangadji.Sebelumnya, lanjut Dia, sekolah ini kerap dikunjungi pihak Kepolisian baik dari Polda Maluku, Polresta Ambon, Polsek Teluk Ambon dan Bhabinkamtibmas dalam menyampaikan sosialisasi terkait kamtibmas, kekerasan, dan ketertiban berlalulintas."Kedatangan Polri sangat membantu kami untuk memberikan pencerahan kepada anak-anak di sekolah, sebelumnya juga sudah pernah datang baik dari Ditlantas, Kapolsek Baguala, juga Babinkamtibmas untuk memberikan sosialisasi," katanya.Pihak sekolah juga berharap kehadiran Kepolisian khususnya Bhabinkamtibmas pada jam pulang sekolah untuk mencegah terjadinya perkelahian antar pelajar."Karena jika ada polisi maka siswa juga merasa aman dan takut untuk melakukan tindakan perkelahian dan sebagaianya," pungkasnya. PNO-12 01 Nov 2025, 08:22 WIT
GMKI Apresiasi Langkah Pemerintah dan Polri Berantas Narkoba Papuanewsonline.com, Jakarta – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas pemerintah dan Kepolisian Republik Indonesia dalam pemberantasan narkoba. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI Masa Bakti 2025–2027, Prima Surbakti, usai menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba hasil ungkapan Polri, yang nilainya mencapai Rp29 triliun, Rabu (29/10).Dalam kegiatan yang turut dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pemerintah menegaskan komitmen kuat dalam memerangi jaringan kartel narkoba dan praktik judi online yang merusak generasi muda bangsa.“Saya pikir semangat pemerintah hari ini luar biasa dalam hal pemberantasan narkoba. Pak Prabowo juga tadi sampaikan bahwa pemerintah akan fokus melawan kartel-kartel, mafia-mafia narkoba. Ini langkah besar untuk membersihkan hambatan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Prima Surbakti.Prima menegaskan, sebagai bagian dari elemen civil society, GMKI siap berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah dan Polri melalui gerakan edukatif di kalangan mahasiswa. Ia menyoroti bahwa ancaman narkoba telah merambah ke lingkungan kampus dan mahasiswa, sehingga diperlukan langkah konkret dari seluruh pihak.“Mahasiswa sudah banyak yang terpapar, baik judi online maupun narkoba. Karena itu, kami akan melakukan sosialisasi kepada seluruh kader GMKI tentang bahaya dan dampak negatif dari kedua hal tersebut terhadap kehidupan pribadi, sosial, dan bangsa,” ungkapnya.Lebih lanjut, Prima menegaskan sikap tegas GMKI terhadap kader yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.“Kami akan bersikap tegas secara organisatoris. Siapa pun kader yang terlibat narkoba akan kami tindak. Ini komitmen kami untuk menjaga integritas organisasi dan mendukung upaya pemerintah,” tegasnya.Di akhir pernyataannya, Prima menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., atas langkah konsisten Polri dalam memerangi peredaran narkoba.“Kami GMKI mendukung penuh kepolisian dalam memberantas narkoba, serta menegakkan hukum terhadap para kartel dan produsen narkoba yang merusak masa depan bangsa. GMKI akan terus menjadi bagian dari gerakan masyarakat sipil yang mendukung Indonesia bebas narkoba dan judi online,” pungkasnya. PNO-12 01 Nov 2025, 08:11 WIT
Tutup Tanwir IMM di Malang, Kapolri Ajak Dukung Program Pemerintah Papuanewsonline.com, Jatim - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan sekaligus menutup acara Tanwir ke-XXXIII IMM di UMM Dome, Malang, Jawa Timur (Jatim), Jumat, 31 Oktober 2025. Dalam kesempatan ini, Sigit mengajak seluruh peserta untuk berkontribusi dalam rangka mendukung program Pemerintah Indonesia. "Seluruh mahasiswa dan generasi muda bangsa untuk turut berkontribusi dalam mendukung seluruh kebijakan pemerintah," kata Sigit mengawali sambutannya. Menurut Sigit, kegiatan ini merupakan bentuk dan wujud nyata dari terciptanya semangat kolaborasi antara pemuda, mahasiswa, Pemerintah dan seluruh stakeholder. "Untuk terus saling mendukung saling bekerjasama, gotong royong untuk mendorong program pembangunan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi wujudkan Indonesia leboh baik dan tentunya dibutuhkan kerja sama seluruh pihak dan elemen bangsa," tutur Sigit. Sigit menjelaskan, Polri dan elemen mahasiswa memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian bangsa, mewujudkan SDM unggul dan kompetitif serta pemberdayaan sektor UMKM. "Mahasiswa harus turut berkontribusi dalam menjaga keamanan dalam menghadapi tantangan bangsa, seperti perkembangan teknologi, maraknya judi daring, dan peredaran narkoba guna mewujudkan stabilitas kamtibmas," ujar Sigit. Menurut Sigit, Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Karenanya, para mahasiswa harus mempersiapkan diri menjadi sumber daya yang unggul. "Teruslah menjadi SDM unggul, SDM yang betul-betul siap menjadi aktor-aktor yang akan menjadi pemain utama di Indonesia Emas 2045," ujar Sigit.Oleh karena itu, Sigit menyebut, pentingnya sinergisitas antara Polri, mahasiswa dan seluruh elemen bangsa demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. "Pentingnya sinergisitas antara Polri, mahasiswa dan seluruh elemen bangsa untuk membangun negeri mewujudkan visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045," tutup Sigit. PNO-12 01 Nov 2025, 08:05 WIT
Polda Maluku Laksanakan Pembinaan Rohani & Sosialisasi Anti Kekerasan di SMA Negeri 2 Ambon Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku melalui Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Sosialisasi Anti Kekerasan bagi siswa-siswi SMA Negeri 2 Ambon, Rabu (29/10/2025).Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam membentuk karakter pelajar yang berakhlak, toleran, dan menjauhi budaya kekerasan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.Acara yang berlangsung di Aula SMA Negeri 2 Ambon ini dihadiri oleh Kepala Sekolah Ferdinan Philips Soumokil, S.Pi., M.Pd, Pamong Budaya Ahli Muda Kementerian Agama Provinsi Maluku Pdt. Carl H. Thenu, S.Si., M.Si, Penyuluh Agama Kristen Provinsi Maluku Lesly Taribuka, S.Th, serta Aipda Ronald Rafles Pakey, S.Sos., M.Th selaku Ps. Kanit 3 Sijagatah Dittahti Polda Maluku.Kegiatan diikuti dengan antusias oleh para siswa dari berbagai latar belakang agama. Dalam suasana penuh keakraban, mereka diajak memahami bahaya kekerasan, dampak buruk tawuran, serta pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.Dalam materinya, Aipda Ronald Rafles Pakey menegaskan bahwa perilaku kekerasan seperti tawuran dan bullying bukanlah bentuk keberanian, melainkan cerminan lemahnya kontrol diri. Ia mengajak para siswa menjadi pelopor perdamaian dan saling menghargai sesama.“Budaya kekerasan tidak menunjukkan kehebatan, justru merusak masa depan. Mari bersama-sama hentikan bullying, hentikan tawuran. Gunakan energi muda kita untuk hal-hal yang positif dan membangun,” tegasnya.Ia juga mengingatkan agar pelajar bijak menggunakan media sosial. Dunia maya, kata Aipda Ronald, bisa menjadi ruang yang bermanfaat bila digunakan untuk menyebarkan inspirasi dan kebaikan, bukan kebencian atau provokasi.Kegiatan ini juga diisi dengan pembinaan rohani lintas agama oleh para tokoh pendidikan dan keagamaan. Melalui pendekatan spiritual dan moral, para narasumber menanamkan nilai-nilai kasih, toleransi, dan tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda.Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Ambon, Ferdinan Philips Soumokil, mengapresiasi langkah Polda Maluku yang turun langsung ke sekolah.“Kami berterima kasih atas kepedulian Polda Maluku yang hadir memberikan edukasi moral dan spiritual kepada siswa kami. Anak-anak perlu bimbingan agar tidak mudah terbawa arus kekerasan yang kini marak di lingkungan remaja,” ujarnya.Langkah Polda Maluku dalam melakukan pendekatan pembinaan rohani dan moral di kalangan pelajar merupakan strategi humanis yang patut diapresiasi. Di tengah meningkatnya kasus kekerasan remaja dan maraknya cyberbullying, kehadiran Polri di ruang-ruang pendidikan menunjukkan komitmen untuk menanamkan nilai damai sejak dini.Gerakan “Stop Bullying, Stop Tawuran” bukan sekadar slogan, melainkan ajakan nyata untuk membangun generasi muda Maluku yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak.Sinergi antara Polri, tokoh agama, dan lembaga pendidikan menjadi kunci penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. PNO-12 31 Okt 2025, 14:16 WIT
Police Goes To School ke SMAN 9 Ambon, Polresta Ambon Sampaikan Pesan Kamtibmas Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Resort Kota Pulau Ambon dan Pp Lease melalui Satuan Binmas menggelar kegiatan Police Goes To School di SMA Negeri 9 Waiheru, kota Ambon, Rabu (29/10/2025).Kegiatan yang dipimpin oleh Kasat Binmas Polresta Ambon AKP. Djafar Lessy, S.E ini mengingatkan para pelajar tentang bahaya bullying atau perundungan, kekerasan seksual, dan aksi tawuran aksi tawuran.Kasat Binmas Polresta Ambon AKP. Djafar Lessy, mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan ini penting untuk meningkatkan kesadaran para pelajar akan bahaya dari dampak bullying, kekerasan seksual maupun aksi tawuran. "Kami juga menyampaikan pesan-pesan kepada para pelajar untuk dapat bersama-sama dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Djafar Lessy.Para pelajar diminta untuk tidak terjerumus dalam penggunaan narkoba maupun minuman keras. Sebab hal itu akan dapat merusak masa depan mereka sebagai generasi penerus bangsa."Pada kesempatan itu kami juga memberikan sosialisasi terkait penerimaan anggota anggota Polri dan pembagian brosur penerimaan anggota Polri," ungkapnya.Kunjungan pihak Kepolisian dalam kegiatan Police Goes To School di SMA Negeri 9 Ambon disambut antusias oleh para pelajar maupun dewan guru. "Kegiatan ini akan terus kami lakukan di sekolah-sekolah untuk memberikan kesadaran bagi para pelajar terkait bahaya perundungan, kekerasan seksual, narkoba, miras dan mengajak untuk bersama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," pungkasnya. PNO-12 31 Okt 2025, 09:22 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT