Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
Seleksi PAG dan SBP, 118 Anggota Polda Maluku Dinyatakan Lulus
Papuanewsonline.com, Ambon – Sebanyak 118 anggota Polda Maluku dinyatakan lulus seleksi Perwira Alih Golongan (PAG) Tahun 2025 dan Sekolah Bintara Polisi (SBP) Tahun 2026. Seleksi PAG yang dinyatakan lulus berjumlah 12 orang dan SBP sejumlah 106 orang. Ratusan personel dinyatakan lulus melalui sidang Penetapan Kelulusan Tingkat Panitia Daerah (Panda) yang dibuka secara langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H. Sidang ini digelar di Aula Basudara Manise Lantai 5, Mapolda Maluku, Jumat, 24 Oktober 2025.Sidang Penetapan Kelulusan Seleksi PAG 2025 dan SBP 2026 merupakan puncak dari rangkaian seleksi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan personel Polri yang ideal dan mewujudkan postur Polri yang berkualitas.Dalam sidang tersebut hadir para Pejabat Utama Polda Maluku. Turut hadir para peserta seleksi yaitu dari PAG sejumlah 31 orang dan SBP sebanyak 108 orang. Mereka yang hadir setelah melalui proses seleksi ketat meliputi enam aspek penilaian, termasuk Tes Kesamaptaan Jasmani (TKJ) dan Psikologi.Untuk seleksi SBP, 106 peserta yang dinyatakan lulus terdiri dari anggota Brimob 103 orang dan anggota Polairud Polda Maluku 3 orang.Wakapolda Maluku dalam amanatnya pertama-tama menyampaikan rasa syukur dan ucapan selamat kepada para peserta yang dinyatakan lulus terpilih.Wakapolda juga membagikan kisah historisnya saat mengikuti seleksi hingga bisa mencapai posisi sebagai Wakapolda Maluku saat ini. "Perjalanan karier di Polri penuh perjuangan. Saya juga pernah berada di posisi kalian, menghadapi berbagai seleksi. Kunci utamanya adalah keimanan, menjaga fisik, menyiapkan mental, dan yang terpenting, jangan pernah berhenti belajar," ungkapnya.Secara khusus, Brigjen Imam Thobroni memberikan motivasi dan spirit kepada para peserta yang belum terpilih/tidak memenuhi syarat pada tahun ini.“Bagi yang belum terpilih, saya tegaskan, jangan mudah menyerah. Jadikan hasil hari ini sebagai evaluasi dan dorongan untuk bangkit lebih kuat. Kalian beruntung hidup di era sekarang, di mana segala sesuatu mudah untuk dijangkau dan dipelajari. Manfaatkan teknologi, seperti Google atau YouTube, untuk mempersiapkan diri kalian secara maksimal di seleksi tahun depan,” tegas Wakapolda.Wakapolda berpesan agar peserta yang lulus selalu meningkatkan disiplin dan menghindari pelanggaran selama pendidikan, serta menjunjung tinggi prinsip seleksi yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis untuk menghasilkan calon personel Polri yang berkualitas.Ia juga menceritakan historis saat mengikuti seleksi hingga bisa sampai saat ini menjadi Wakapolda. Wakapolda juga memberikan motivasi dan spirit kepada peserta yang tidak terpilih/memenuhi syarat. "Jangan mudah menyerah dan selalu semangat untuk mengikuti seleksi di tahun depan," pintanya. PNO-12
25 Okt 2025, 08:00 WIT
Brigadir Renita Rismayanti Raih Penghargaan Dunia UN Woman Police Officer of The Year 2023
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali mencatat prestasi membanggakan di kancah internasional. Brigadir Renita Rismayanti, S.H., anggota Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, berhasil meraih penghargaan bergengsi United Nations Woman Police Officer of The Year 2023 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Brigadir Renita, yang lahir di Kota Magelang, 28 Oktober 1996, merupakan personel Bhayangkara Administrasi Pelaksana Lanjutan Taud Divhubinter Polri, yang pernah bertugas sebagai Crime Database Officer dalam Misi Perdamaian PBB MINUSCA (United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic).Dalam tugasnya di MINUSCA, Brigadir Renita berperan penting dalam konseptualisasi dan pengembangan Database Criminal Internal Security Force serta UNPOL Case Management Platform, dua inovasi penting yang meningkatkan kemampuan Polisi PBB (UNPOL) dalam memetakan serta menganalisis titik-titik rawan kejahatan dan kekacauan (crime hotspots).Inovasi ini memungkinkan pasukan keamanan setempat untuk merencanakan operasi secara lebih efektif dan memberikan perlindungan yang lebih baik kepada kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak-anak. Kontribusinya telah diakui sebagai langkah besar dalam mendukung stabilitas dan keamanan masyarakat sipil di Republik Afrika Tengah.Apresiasi dari Pimpinan PolriWakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi luar biasa yang diraih oleh Brigadir Renita.“Prestasi Brigadir Renita menjadi bukti bahwa anggota Polri memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk teknologi dan inovasi yang bermanfaat dalam pencegahan kejahatan di wilayah penugasan. Polri akan terus memberikan dukungan penuh kepada setiap personel yang berprestasi dan membawa nama baik institusi. Kami ingin seluruh anggota terus mengasah kemampuan, berinovasi, dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Wakapolri.Senada dengan itu, Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri (Kadivhubinter) Irjen Pol. Amur Chandra Juli Buana juga memberikan apresiasi atas kiprah Brigadir Renita yang telah mengharumkan nama Polri dan Indonesia di forum dunia.“Brigadir Renita adalah sosok Polwan inspiratif yang menunjukkan kapasitas dan kompetensi luar biasa di kancah internasional. Melalui kerja keras dan dedikasinya, ia mampu membuktikan bahwa Polwan Indonesia mampu bersaing dan diakui secara global. Prestasi ini juga menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung kesetaraan gender serta peran perempuan dalam menjaga perdamaian dunia,” ujar Kadivhubinter.Apresiasi Dunia InternasionalCapaian Brigadir Renita juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan internasional. Salah satunya datang dari Jacquilline O’Neill, Duta Besar Kanada untuk Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan, yang menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi tertulis atas prestasi Brigadir Renita.“Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terpilihnya Anda sebagai UN Woman Police Officer of the Year 2023 atas kerja luar biasa Anda sebagai Crime Database Officer di MINUSCA. Saya memahami bahwa pekerjaan Anda telah memberikan dampak positif terhadap kemampuan aparat keamanan lokal dalam merencanakan operasi demi melindungi warga sipil, serta berkontribusi besar dalam meningkatkan keamanan bagi komunitas rentan, termasuk perempuan dan anak-anak,” tulis O’Neill.“Sebagai penerima termuda dalam sejarah penghargaan ini, Anda tanpa diragukan telah menginspirasi banyak perempuan, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Saya berkesempatan mengunjungi Pusat Misi Internasional Polri Police Peacekeeping Center di Indonesia pada bulan Mei, dan saya sangat terkesan dengan dedikasi para Polwan yang saya temui. Indonesia menunjukkan kepemimpinan luar biasa dalam mengirimkan personel perempuan ke misi perdamaian PBB,” lanjutnya.“Saya memahami bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan semangat luar biasa. Anda telah memberikan kontribusi penting bagi misi perdamaian, bagi keamanan masyarakat di Republik Afrika Tengah, dan bagi misi kemanusiaan PBB di seluruh dunia. Saya mendoakan kesuksesan Anda terus berlanjut dalam karier dan pengabdian yang mulia ini,” tutup O’Neill.Kebanggaan Indonesia di Kancah DuniaKeberhasilan Brigadir Renita menjadi Polwan pertama dari Indonesia yang menerima penghargaan tertinggi bagi Polisi Wanita Dunia dari PBB merupakan bukti nyata profesionalisme, dedikasi, dan kemampuan anggota Polri di panggung internasional.Prestasi ini menegaskan peran Polwan Indonesia dalam misi perdamaian dunia, sekaligus memperkuat posisi Polri sebagai institusi yang modern, adaptif, dan berkelas dunia.“Polwan Inspiratif, Polri untuk Dunia.” PNO-12
24 Okt 2025, 15:55 WIT
Polri Perkuat Literasi Digital Pelajar Ambon, Dorong Generasi Muda Melek Etika dan Keamanan Siber
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berperan aktif dalam upaya pembentukan karakter digital generasi muda. Hal ini diwujudkan melalui partisipasi Polri dalam kegiatan Dialog Kebangsaan dan Demokrasi bertajuk “Kesbangpol Goes To School” yang digelar di Aula SMK Negeri 3 Ambon, Kamis (23/10/2025).Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Maluku tersebut, Polri diwakili oleh IPTU Sofia Ch.E. Alfons, S.H., M.H., Panit I Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Maluku, serta Aipda Abdul Fihir Tehuayo, S.H., Brigadir Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Maluku.Keduanya hadir sebagai pemateri dengan mengusung tema “Etika Digital dan Keamanan Siber bagi Generasi Muda”, sebuah topik yang relevan dengan tantangan era teknologi informasi saat ini.Dalam pemaparannya, IPTU Sofia menekankan pentingnya etika digital di tengah masifnya penggunaan media sosial oleh kalangan pelajar. Ia mengingatkan bahwa dunia maya tidak bebas nilai, dan setiap pengguna memiliki tanggung jawab hukum serta moral dalam setiap aktivitas digitalnya.“Generasi muda harus memahami bahwa jejak digital tidak bisa dihapus begitu saja. Bijaklah dalam bermedia sosial dan pahami konsekuensinya,” ujar IPTU Sofia di hadapan ratusan siswa SMK Negeri 3 Ambon.Sementara itu, Aipda Abdul Fihir menjelaskan tentang pentingnya keamanan siber dan cara-cara melindungi data pribadi di dunia maya. Menurutnya, ancaman kejahatan siber kian meningkat, sehingga literasi digital menjadi bekal penting bagi pelajar di era serba digital ini.“Jangan mudah membagikan data pribadi, foto, atau informasi sensitif. Edukasi siber harus dimulai dari sekolah agar pelajar bisa menjadi pelopor keamanan digital,” tegasnya.Kegiatan Kesbangpol Goes To School ini dihadiri oleh pejabat Kesbangpol Provinsi Maluku, yakni Rosaria M. Renyaan, S.Sos., Kasubid Bela Negara dan Karakter Bangsa, serta Abdi Wasahua, S.Sos., Kasubid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. Dari pihak sekolah hadir Kepala SMK Negeri 3 Ambon, para wakasek, dan siswa-siswi.Para peserta menyambut antusias materi yang disampaikan, dan sejumlah siswa bahkan aktif berdiskusi serta mengajukan pertanyaan terkait kasus kejahatan digital yang kerap mereka temui dalam keseharian.Melalui kegiatan ini, Polri menunjukkan komitmen dalam memperkuat karakter kebangsaan dan ketahanan masyarakat di ruang digital. Sinergi antara Polri dan Kesbangpol menjadi langkah strategis dalam membangun generasi muda yang kritis, cerdas, dan beretika di dunia maya.Kehadiran personel Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Maluku dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pendidik dan mitra masyarakat dalam meningkatkan kesadaran hukum dan etika di ruang digital.Melalui edukasi siber seperti ini, Polri berharap generasi muda dapat menjadi pengguna internet yang bertanggung jawab serta berkontribusi positif terhadap iklim digital yang sehat dan beradab. PNO-12
24 Okt 2025, 08:19 WIT
Kapolda Maluku Pimpin Upacara Wisuda Purna Bakti Personel dan ASN Polri
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku menggelar upacara Wisuda Purna Bhakti personel dan ASN Polda Maluku yang bertempat di ruang loby Markas Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Rabu (22/10/25). Upacara pelepasan personel dan ASN Polri yang memasuki masa pensiun tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.Hadir dalam upacara tersebut Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H, Irwasda Kombes Pol. Marthin Luther Hutagaol S.I.K dan seluruh Pejabat Utama Polda Maluku dan Kapolresta Ambon.Personel Polri dan ASN di lingkup Polda Maluku yang purna tugas berjumlah 25 orang. 19 diantaranya anggota Polri dan 6 lainnya ASN Polda Maluku.Kapolda pada kegiatan itu menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh personel dan ASN yang memasuki masa pensiun atas jasa dan pengabdian serta dedikasinya kepada Polri, khususnya Polda Maluku."Kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan loyalitasnya yang selama ini diberikan kepada Polri khususnya Polda Maluku," ungkap Kapolda.Kepada seluruh personel yang purna tugas tahun 2025, Kapolda mengingatkan untuk selalu menjaga nama baik Polri di tengah masyarakat. "Jadilah panutan di tengah-tengah masyarakat. Tetap jadi insan Rastra Sewakottama, Abdi Utama daripada nusa dan bangsa," tegasnya. PNO-12
24 Okt 2025, 07:16 WIT
E-Unggul Hadir! Layanan Beasiswa di Mimika Kini Lebih Transparan dan Efisien
Papuanewsonline.com, Timika —
Pemerintah Kabupaten Mimika terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas
layanan publik, terutama di sektor pendidikan. Melalui kolaborasi dengan Yayasan
Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Pemkab Mimika resmi
meluncurkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Berbasis Elektronik (E-Unggul),
sebuah platform digital yang dirancang untuk mengelola program beasiswa secara
transparan, efisien, dan akuntabel. Langkah ini menandai babak baru
dalam tata kelola pendidikan di Mimika, di mana digitalisasi diharapkan mampu
meminimalisir potensi penyimpangan, mempercepat proses administrasi, serta
memastikan bantuan pendidikan tersalurkan tepat sasaran. Seminar awal implementasi
E-Unggul untuk bidang Pembangunan Manusia digelar di ruang rapat Bappeda Mimika
pada Jumat (17/10/2025). Acara tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang
Ekonomi dan Pembangunan, Inosensius Yoga Pribadi, yang hadir mewakili Bupati
Mimika, Yohannes Rettob. Turut hadir Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling,
serta Deputi YPMAK Bidang Perencanaan Program Pendidikan, Kesehatan, dan
Ekonomi, Billy Korwa. Dalam sambutannya, Inosensius
Yoga Pribadi menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)
merupakan salah satu prioritas utama Pemkab Mimika dalam periode pembangunan
2025–2029. Ia menyoroti bahwa selama ini pengelolaan beasiswa masih menghadapi
berbagai tantangan, seperti keterlambatan administrasi, kurangnya transparansi
data penerima, dan lemahnya akuntabilitas dalam penyaluran dana. “Kami menyadari bahwa pendidikan
adalah fondasi utama kemajuan daerah. Karena itu, sistem yang modern dan
transparan seperti E-Unggul sangat penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah
yang dialokasikan benar-benar sampai kepada penerima yang berhak,” ujar
Inosensius. Ia juga menambahkan bahwa sistem
ini merupakan bagian dari transformasi digital pemerintahan daerah (SPBE), yang
tidak hanya meningkatkan efisiensi birokrasi, tetapi juga memperkuat
kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran pendidikan. Kepala Bidang Pemerintahan dan
Pembangunan Manusia Bappeda Mimika, Regina Wenda, menjelaskan bahwa sistem
E-Unggul dirancang untuk mengintegrasikan seluruh data penerima manfaat
beasiswa dari berbagai sumber, termasuk beasiswa pemerintah daerah dan program
bantuan pendidikan lainnya. “Melalui sistem ini, proses
verifikasi penerima akan dilakukan secara lebih cepat, berbasis data valid, dan
dapat dipantau secara terbuka oleh pihak terkait,” jelas Regina. Ia menambahkan, sistem ini juga
akan memudahkan proses evaluasi dan pelaporan, sehingga pemerintah dapat
memantau dampak program beasiswa terhadap peningkatan angka partisipasi
pendidikan di Mimika. Deputi YPMAK Bidang Perencanaan
Program Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi, Billy Korwa, menyatakan bahwa YPMAK
siap memberikan dukungan teknis dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan
program beasiswa berbasis data. “Selama ini YPMAK telah mengelola
berbagai program beasiswa dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini
diharapkan dapat memperkuat sistem dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat
di Mimika,” ujar Billy. Sementara itu, Ketua Aliansi
Pemuda Kamoro, Rafel, memberikan apresiasi terhadap inisiatif digitalisasi ini.
Menurutnya, E-Unggul adalah langkah maju menuju pemerintahan yang lebih
terbuka, efisien, dan berpihak pada masyarakat. “Kami berharap sistem ini juga
dapat memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi dan memastikan bahwa
bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya. Penerapan sistem E-Unggul di
Mimika menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan
masyarakat lokal dalam memajukan pendidikan berbasis teknologi. Ke depan,
Pemkab Mimika berencana memperluas implementasi sistem ini ke sektor lain,
seperti kesehatan dan ekonomi, untuk membangun pemerintahan daerah yang semakin
modern dan responsif terhadap kebutuhan rakyat. Dengan digitalisasi tata kelola
beasiswa ini, diharapkan tidak ada lagi hambatan administratif, sehingga
generasi muda Mimika dapat tumbuh sebagai sumber daya manusia unggul, berdaya
saing, dan mampu membawa perubahan positif bagi Papua. Penulis: Jidan Editor: GF
24 Okt 2025, 00:29 WIT
Kunjungi MTs Negeri Ambon, Densus 88 Edukasi Bahaya Radikalisme dan Pengaruh Media Sosial
Papuanewsonline.com, Ambon - Upaya mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) terus diperkuat oleh Densus 88 Antiteror Polri. Melalui Tim Cegah Satgaswil Maluku, Densus 88 menggelar sosialisasi dan pembinaan ideologi bagi ratusan pelajar di MTs Negeri Ambon, Senin (19/10/2025).Kegiatan yang diikuti sekitar 600 siswa dan tenaga pendidik ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini tentang bahaya paham radikal serta dampak penyalahgunaan media sosial yang dapat mengarah pada tindakan intoleran dan terorisme.Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala MTs Negeri Ambon Riyadi Kamis, S.Ag., M.MPd., jajaran dewan guru, serta IPTU Irawan Rumasoreng beserta delapan personel Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri.Dalam sambutannya, Kepala MTs Negeri Ambon Riyadi Kamis menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran Densus 88 AT Polri atas inisiatif memberikan pembinaan ideologis kepada siswa dan tenaga pendidik.“Kami berterima kasih atas perhatian Densus 88 terhadap dunia pendidikan. Pembinaan seperti ini sangat penting agar siswa dapat membentengi diri dari pengaruh paham radikal dan intoleran,” ujar Riyadi.Ia juga mengimbau para guru agar menindaklanjuti materi yang disampaikan dengan mengulangnya di ruang kelas agar nilai-nilai kebangsaan dan toleransi semakin tertanam dalam diri siswa.Sementara itu, IPTU Irawan Rumasoreng, selaku Ketua Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri, menegaskan bahwa generasi muda, termasuk pelajar tingkat SMP dan MTs, kini menjadi sasaran utama penyebaran ideologi radikal melalui media sosial."Fenomena terbaru menunjukkan adanya siswa usia MTs atau SMP yang terpapar paham radikal bahkan terlibat dalam aktivitas teror karena pengaruh dunia maya, termasuk game online seperti Roblox,” ungkapnya dalam paparannya berjudul ‘Pengaruh Media Sosial hingga Terpaparnya Siswa untuk Melakukan Aksi Terorisme di Indonesia."Dalam kegiatan tersebut, IPTU Irawan juga menjelaskan berbagai aspek penting, mulai dari strategi pencegahan IRET di sekolah, modus baru perekrutan remaja, indikator perilaku intoleran, hingga peran guru dalam deteksi dini perubahan sikap siswa.“Radikalisme tidak berawal dari tindakan, tapi dari pola pikir yang intoleran. Karena itu, penting bagi siswa untuk berhati-hati, berpikir kritis, dan selalu mengedepankan nilai kemanusiaan serta cinta tanah air,” tegasnya.Densus 88 juga mengajak para guru untuk lebih aktif melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap siswa yang menunjukkan perubahan perilaku mencurigakan, seperti menutup diri, enggan bergaul, atau menarik diri dari kegiatan sekolah.Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari program “Sekolah Tangguh Ideologi” yang digagas Densus 88 untuk memperkuat ketahanan ideologi bangsa melalui pendidikan. Melalui kegiatan ini, Densus 88 berharap para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi muda yang toleran, nasionalis, dan berkarakter cinta damai.Densus 88 Bersama Dunia Pendidikan Bentengi Generasi Muda dari Bahaya Intoleransi dan Radikalisme.” PNO-12
20 Okt 2025, 18:47 WIT
Presiden Prabowo Ajak Generasi Muda Pahami Peran dan Tanggung Jawab dalam Kehidupan Berbangsa
Papuanewsonline.com, Bandung — Presiden
Prabowo Subianto menghadiri Sidang Senat Terbuka Universitas Kebangsaan
Republik Indonesia (UKRI) dalam rangka Pengukuhan Mahasiswa Baru Sarjana dan
Magister Tahun Ajaran 2025/2026 serta Wisuda Sarjana dan Dies Natalis UKRI
Tahun 2025, yang digelar di Trans Convention Centre, Kota Bandung, Jawa Barat,
pada Sabtu (18/10/2025). Kehadiran Kepala Negara disambut
hangat oleh para civitas akademika UKRI dan ratusan wisudawan yang memenuhi
ruangan dengan semangat dan rasa bangga. Momen ini menjadi istimewa ketika
Presiden secara langsung menganugerahkan penghargaan kepada wisudawan terbaik,
menandai simbol apresiasi negara terhadap generasi muda yang berprestasi dan
berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. Dalam sambutannya yang penuh
makna, Presiden Prabowo menyampaikan pesan mendalam kepada para wisudawan dan
mahasiswa baru. Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan tidak seharusnya berhenti
pada diri sendiri, melainkan menjadi alat untuk mengabdi kepada bangsa dan
kemanusiaan. “Ilmu bukanlah untuk diri
sendiri. Belajarlah sepanjang hidup. Karena ilmu sejati akan membimbing kita
untuk berbuat baik dan memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,”
ujar Presiden. Presiden juga mengingatkan bahwa
perjalanan intelektual tidak pernah berakhir di bangku kuliah. Pendidikan yang
sejati, menurutnya, adalah proses yang berlangsung seumur hidup — proses
memahami makna tanggung jawab, empati, dan keikhlasan dalam mengabdi. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo
menjelaskan pandangannya tentang tiga peran utama dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara, yakni pemimpin, pengikut, dan mereka yang belum memahami perannya. Menurutnya, keseimbangan dan
keberhasilan suatu bangsa ditentukan oleh bagaimana setiap individu memahami
dan menjalankan peran tersebut dengan penuh tanggung jawab. “Tidak semua harus menjadi
pemimpin, tetapi setiap pemimpin membutuhkan pengikut yang sadar akan tanggung
jawabnya. Sebaliknya, seorang pengikut sejati adalah yang memiliki sikap
disiplin, dedikasi, dan cinta terhadap negaranya,” tegasnya. Presiden menambahkan, generasi
muda Indonesia harus mampu mengenali di mana posisi mereka berada, serta
menyiapkan diri untuk berkontribusi sesuai kapasitas dan potensi masing-masing.
“Bangsa ini akan kuat jika seluruh warganya memahami peran dan tanggung
jawabnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya. Lebih lanjut, Presiden Prabowo
menguraikan empat prinsip utama kepemimpinan yang menurutnya harus dimiliki
setiap calon pemimpin bangsa di masa depan, yaitu menggunakan akal sehat, dalam
setiap pengambilan keputusan, bertindak berdasarkan perhitungan yang teliti dan
matang, menjadikan kebenaran sebagai dasar dari setiap langkah dan kebijakan dan
menjaga kepribadian dan akhlak sebagai cerminan moral seorang pemimpin. “Kepemimpinan bukan soal
kekuasaan, tetapi soal tanggung jawab dan pengorbanan. Pemimpin sejati adalah
mereka yang mampu menahan diri, berpikir dengan jernih, dan selalu menempatkan
kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi,” tutur Presiden Prabowo yang
disambut tepuk tangan meriah dari hadirin. Presiden juga menekankan
pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat pengabdian sejak dini
kepada generasi muda. Ia berharap para lulusan UKRI tidak hanya membawa pulang
ijazah, tetapi juga membawa tekad kuat untuk menjadi bagian dari solusi bangsa. “Tugas kalian bukan hanya mencari
pekerjaan, tapi menciptakan perubahan. Indonesia membutuhkan anak muda yang
berani bermimpi, bekerja keras, dan berkomitmen menjaga kehormatan bangsa,”
ujarnya penuh semangat. Acara wisuda UKRI 2025 ini
ditutup dengan prosesi simbolis penyerahan ijazah dan penganugerahan kepada
wisudawan terbaik oleh Presiden Prabowo. Suasana penuh haru dan kebanggaan
menyelimuti ruangan ketika Presiden memberikan ucapan selamat secara langsung
kepada para lulusan.(GF)
19 Okt 2025, 15:19 WIT
Gelar Bootcamp Genpeace, Densus 88: Bangun Generasi Muda Cerdas Digital & Anti Radikal
Papuanewsonline.com, Jakarta - Densus 88 AT Polri melalui Direktorat Pencegahan (Ditcegah) menggelar kegiatan Bootcamp Genpeace yang diikuti oleh 50 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Kota Jakarta Selatan pada Rabu-Kamis, 15-16 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi DKI Jakarta.Kasubdit Kontra Ideologi Kombes Pol. Moh. Dofir, S.Ag., S.H., M.H menyampaikan kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya kita bersama dalam membangun generasi muda madrasah yang cerdas secara digital, kuat dalam nilai kebangsaan, dan moderat dalam beragama. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan materi kelas tentang moderasi agama, penguatan ideologi, dan kontra naratif. Selain itu, mereka juga mengikuti kegiatan outdoor, fun game, leadership, dan malam makrab untuk membangun karakter dan solidaritas peserta. Peserta juga diberikan capacity building bermedsos dan menyusun narasi positif di ruang media digital.Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat membangun generasi muda yang cerdas digital, anti radikal, dan cinta NKRI. Kegiatan berlangsung dengan antusias, partisipatif, dan bahagia. PNO-12
17 Okt 2025, 18:59 WIT
Densus 88 Gandeng Mantan Petinggi HTI Perkuat Ketahanan Ideologi di Kampus UIN Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Upaya pencegahan penyebaran ideologi intoleran dan radikal di lingkungan pendidikan terus diperkuat. Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 Antiteror Polri menggandeng mantan petinggi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Dr. Rida Hesti Ratnasari, M.Si., CRGP, sebagai narasumber dalam One Day Seminar bertema “Pencegahan Bahaya Ideologi yang Mengancam NKRI dan Kemanusiaan sebagai Manifestasi Kurikulum Cinta.”Kegiatan yang digelar di Auditorium UIN A.M. Sangadji Ambon, Jumat (17/10/2025) itu menghadirkan sekitar 1.000 peserta dari kalangan civitas akademika, pelajar, dan tokoh pendidikan di Maluku. Seminar ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Densus 88 AT Polri dan UIN A.M. Sangadji Ambon dalam memperkuat ketahanan ideologi di dunia pendidikan.Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon Dr. Abidin Wakano, M.Ag., Ketua MUI Provinsi Maluku Drs. Abdullah Latuapo, jajaran pimpinan universitas, serta sejumlah kepala sekolah dan perwakilan Kementerian Agama Kota Ambon.Dalam sambutannya, IPTU Irawan Rumasoreng selaku Ketua Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri, mewakili Kasatgaswil Maluku KBP I Wayan Sukarena, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.“Kegiatan ini merupakan bagian dari vaksinasi ideologis bagi generasi muda agar tidak terpapar paham intoleran, radikal, ekstrem, dan terorisme. Kita ingin memastikan dunia pendidikan menjadi benteng utama keutuhan NKRI dan nilai kemanusiaan,” ujar IPTU Irawan.Ia juga memberikan apresiasi kepada Rektor UIN Ambon dan Ketua MUI Maluku atas sinergi yang kuat dengan Densus 88, serta kepada Dr. Rida Hesti Ratnasari yang kini aktif berkolaborasi dalam program pencegahan ideologi radikal di kalangan akademisi.Sementara itu, Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon, Dr. Abidin Wakano, M.Ag., menegaskan pentingnya kolaborasi dengan aparat penegak hukum dalam membangun lingkungan kampus yang inklusif dan bebas dari paham ekstrem.“Kurikulum Cinta yang digagas Kementerian Agama RI menanamkan nilai-nilai cinta, kedamaian, dan kemanusiaan. Melalui kerja sama dengan Densus 88, kami ingin menjadikan kampus sebagai ruang yang melahirkan generasi cinta tanah air dan anti kekerasan,” ungkapnya.Dalam pemaparannya, Dr. Rida Hesti Ratnasari, yang pernah menjadi petinggi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), memberikan perspektif mendalam tentang cara kerja infiltrasi ideologi radikal di kalangan muda. Ia menjelaskan konsep “Conveyor Belt”, yaitu proses bertahap yang menjerumuskan seseorang dari pemahaman intoleran hingga ekstrem dan terlibat dalam aksi teror.“Paham intoleran dan radikal sering berawal dari ketidaktahuan. Mahasiswa harus mampu menjadi benteng yang cerdas, toleran, dan cinta tanah air,” tegas Dr. Rida.Ia juga menyoroti peran media sosial sebagai lahan subur penyebaran ideologi radikal, serta menjelaskan tentang daya lenting Hizbut Tahrir yang masih bergerak secara sembunyi meski telah dibubarkan secara resmi oleh pemerintah.Melalui kegiatan ini, Densus 88 dan UIN A.M. Sangadji Ambon menegaskan komitmen bersama dalam membangun “ketahanan ideologi nasional” di lingkungan pendidikan. Seminar ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan generasi muda yang humanis, nasionalis, dan religius, sekaligus menutup ruang gerak penyebaran paham-paham yang mengancam keutuhan NKRI.“Kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga arena pembentukan karakter bangsa. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membangun benteng ideologis yang kuat bagi Indonesia,” pungkas IPTU Irawan.Bersama Menjaga NKRI dari Bahaya Ideologi Intoleran dan Terorisme.” PNO-12
17 Okt 2025, 18:42 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru