logo-website
Rabu, 11 Feb 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Polda Maluku Pastikan Program Makan Bergizi Polri Berjalan Sesuai Standar Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri yang dicanangkan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak usia sekolah. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Maluku, sebanyak 3.465 ompreng makanan bergizi disalurkan kepada pelajar dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Ambon.Kegiatan pengawasan dan distribusi makanan bergizi tersebut dilaksanakan pada Kamis, (16/10/2025), di bawah pengawasan langsung Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K.Hasil pengawasan menunjukkan seluruh tahapan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan standar gizi, perencanaan menu, serta alur penyiapan dan penyaluran yang telah ditetapkan oleh Polri.“Dari hasil pengecekan, seluruh komponen program Makan Bergizi Polri di wilayah Polda Maluku telah memenuhi standar yang ditetapkan. Menu, gizi, hingga proses distribusinya berlangsung tertib, higienis, dan tepat sasaran,” ujar Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K.Program ini menjangkau ribuan siswa dari 17 sekolah di wilayah Ambon. Distribusi dilakukan dalam dua sesi:Pengantaran pagi (08.00–11.00 WIT): sebanyak 2.322 ompreng untuk siswa TK dan sekolah pagi.Termasuk di antaranya TK Bhayangkari, SD Negeri 23 Ambon, SMP Negeri 9 Lateri Ambon, dan SMK Jaya Negara.Pengantaran siang (12.00–14.00 WIT): sebanyak 1.240 ompreng untuk sekolah yang beroperasi pada jam siang, seperti SD Negeri 1 Galala Ambon dan SMP Negeri 9 Lateri Ambon.Total keseluruhan mencapai 3.465 ompreng makanan bergizi, disiapkan dan disalurkan langsung oleh tim dapur SPPG Polda Maluku.Menu yang disajikan terdiri dari kombinasi bahan pangan bergizi seimbang, meliputi nasi putih, tumis buncis dan tahu, ayam kari, perkedel jagung, serta buah anggur sebagai pelengkap vitamin.Kombinasi ini dirancang untuk memastikan kebutuhan karbohidrat, protein, dan vitamin anak-anak terpenuhi dengan baik, mendukung pertumbuhan serta konsentrasi belajar di sekolah.Selama kegiatan pengawasan, seluruh proses berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif. Polda Maluku memastikan bahwa kegiatan ini bukan hanya pemenuhan administrasi program, tetapi juga bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan dan masa depan generasi muda Maluku.“Program Makan Bergizi Polri adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap tumbuh kembang anak bangsa. Kami memastikan pelaksanaannya sesuai standar agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutup Kombes Pol Indera Gunawan.Program Makan Bergizi Polri merupakan inisiatif nasional yang digagas oleh Polri untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia, meningkatkan kesehatan, dan mencegah kekurangan gizi di kalangan pelajar. Melalui kolaborasi lintas satuan, program ini menjadi salah satu langkah strategis Polri dalam memperkuat peran sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat. PNO-12 17 Okt 2025, 11:50 WIT
Kapolda Lampung Ajak Mahasiswa dan OKP jadi Agen Perdamaian dan Pengawal Demokrasi Papuanewsonline.com, Bandar Lampung - Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika mengajak para mahasiswa dan organisasi kepemudaan (OKP) di Provinsi Lampung terus berperan aktif menjaga kondusifitas daerah hingga menjadi teladan dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan beretika.Pesan itu disampaikan Kapolda saat kegiatan ramah tamah bersama OKP Cipayung Plus dan BEM Universitas Provinsi Lampung di Siger Lounge Mapolda Lampung, Rabu (15/10/2025).Irjen Pol Helmy Santika menekankan, pentingnya peran generasi muda sebagai agent of change dan moral force yang memiliki tanggung jawab besar terhadap masa depan bangsa.“Mahasiswa dan pemuda adalah agen perubahan yang strategis dalam mengawal demokrasi, menjaga persatuan bangsa, serta menyuarakan aspirasi rakyat dengan cara yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya melalui keterangan resmi.Kapolda menegaskan, kedekatan antara institusi kepolisian dengan mahasiswa perlu terus dijaga dalam semangat kolaborasi dan komunikasi berlangsung secara terbuka. Menurutnya, upaya menciptakan keamanan dan ketertiban tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan seluruh elemen bangsa, termasuk pemuda. Maka dari itu, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan bagian dari komitmen bersama untuk mempererat hubungan antara Polri dan mahasiswa.“Melalui acara ini, kami berharap tercipta relasi yang sehat dan saling menghormati antara kepolisian dan mahasiswa," imbuhnya.Lebih lanjut ia juga mengajak para pemuda untuk berperan aktif melawan disinformasi dan menjaga semangat toleransi di tengah masyarakat."Polda Lampung ingin terus membuka ruang komunikasi dan sinergi, untuk bersama menjaga kedamaian dan kemajuan daerah,” ucap jenderal polisi bintang dua tersebut. Di lokasi sama, Ketua HMI Badko Sumbagsel, Tommy Perdana, mewakili Cipayung Plus, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Kapolda Lampung dinilai responsif terhadap berbagai isu masyarakat.“Kami dari Cipayung Plus mengapresiasi dedikasi dan kepemimpinan Bapak Kapolda selama lebih dari dua tahun ini. Gaya kepemimpinannya sangat responsif dan terbuka terhadap aspirasi pemuda,” ucapnya.Senada, Koordinator Daerah BEM SI Lampung, M Dafa Alfitrah juga menyampaikan terima kasih atas ruang dialog telag difasilitasi Polda Lampung. Ia berharap sinergi antara mahasiswa dan kepolisian dapat terus terjalin.“Kami siap bersinergi dengan Polda Lampung untuk mengawal berbagai isu dan permasalahan yang harus diselesaikan bersama demi masyarakat,” tandas Dafa. PNO-12 16 Okt 2025, 21:10 WIT
Hadiri Kuliah Umum di Unidar Ambon, Densus 88 Dorong Gerakan Kampus Harmoni Indonesia Damai Papuanewsonline.com, Ambon – Dalam upaya memperkuat ketahanan ideologi di kalangan akademisi, Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 Antiteror Polri menghadirkan Dr. Rida Hesti Ratnasari, M.Si., CRGP, mantan petinggi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), sebagai narasumber dalam Kuliah Umum bertema “Urgensi Pencegahan Penyebaran Paham IRET dalam Gerakan Ideologis di Lingkungan Kampus”.Kegiatan yang digelar pada Kamis (16/10/2025) di Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, Jl. Pangeran Limboro, Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, ini dihadiri oleh lebih dari 200 Civitas Akademika. Turut hadir Rektor Universitas Darussalam Ambon, Dr. M. Riyadh Ulupatty, M.P., Ketua Yayasan Unidar sekaligus Ketua MUI Provinsi Maluku, Prof. Dr. Abdullah Latuapo, M.Pd.I., para Wakil Rektor, dan jajaran akademisi universitas.Kegiatan ini merupakan bentuk Kerja Sama (Kerma) antara Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri dengan Universitas Darussalam Ambon dalam rangka meningkatkan literasi dan kesadaran ideologis di lingkungan kampus.Rektor Unidar: Sinergi Kampus dan Densus 88 Wujud Pencegahan Terorisme yang CerdasDalam sambutannya, Rektor Unidar Ambon Dr. M. Riyadh Ulupatty, M.P. menyampaikan apresiasi tinggi kepada Densus 88 AT Polri atas langkah strategis menggandeng kampus dalam pencegahan penyebaran paham intoleran dan radikal di lingkungan pendidikan tinggi.“Kami berterima kasih atas kolaborasi ini. Kuliah umum ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat semangat kebangsaan Civitas Akademika Universitas Darussalam Ambon,” ujar Rektor.Riyadh juga menegaskan komitmen kampus dalam mendukung upaya deradikalisasi melalui pendidikan dan riset, serta mendorong mahasiswa agar menjadi agen perdamaian di tengah dinamika sosial-keagamaan yang kompleks.Eks Petinggi HTI Ungkap Proses Radikalisasi dan Bahaya Gerakan IdeologisDalam penyampaian materinya, Dr. Rida Hesti Ratnasari, M.Si., CRGP, yang kini aktif sebagai konsultan dan pemerhati isu-isu kebangsaan, mengungkap bagaimana radikalisme lahir dari pola pikir intoleran yang kemudian bermetamorfosis menjadi aksi terorisme.“Terorisme adalah proses. Ia bermula dari penyimpangan pemikiran berupa intoleransi, berkembang menjadi radikalisme dalam sikap, dan akhirnya bermuara pada tindakan teror,” ungkap RidaIa menjelaskan bagaimana Hizbut Tahrir (HT) sebagai gerakan ideologis memiliki agenda membangun Negara Khilafah yang bertentangan dengan konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Rida juga menyoroti konsep inqilabiyah atau revolusi ideologis yang menjadi bagian dari strategi gerakan tersebut.Selain itu, Rida menekankan pentingnya peran kampus sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah infiltrasi paham-paham ekstrem di ruang akademik.“Kampus harus menjadi ruang berpikir kritis yang bebas dari narasi intoleran. Civitas akademika perlu menjadi duta toleransi, peneliti yang meluruskan paham terindikasi IRET, dan penjaga harmoni kebangsaan,” ujarnya.Ia juga memberikan apresiasi kepada Densus 88 AT Polri atas kinerja yang konsisten dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.“Sejak 2022 hingga kini, strategi Zero Attack yang dijalankan Densus 88 terbukti efektif dalam menekan potensi serangan teror di Indonesia,” tambahnya.Densus 88 Dorong Gerakan “Kampus Harmoni, Indonesia Damai”Kegiatan ini menjadi bagian dari program pencegahan dini (preventive strike) Densus 88 AT Polri dalam mengantisipasi penyebaran ideologi radikal, terutama di lingkungan pendidikan tinggi.IPTU Irawan Rumasoreng, yang memimpin tim dari Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri, menyatakan bahwa kolaborasi dengan kampus merupakan bentuk nyata pendekatan soft power dalam memerangi terorisme.“Pencegahan ideologi radikal tidak cukup dengan penindakan. Edukasi, dialog, dan kolaborasi lintas institusi adalah kunci utama membangun daya tangkal bangsa,” tegasnya.Melalui kegiatan ini, Densus 88 mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda dan kalangan akademisi, untuk mewarnai tanpa terwarnai, meluruskan pemahaman keagamaan yang menyimpang, serta menyebarkan kesadaran menjaga NKRI dari ancaman ideologis.Kuliah umum yang berlangsung dinamis ini diakhiri dengan pesan moral bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat terutama insan akademik untuk terus memperkuat fondasi ideologi Pancasila di tengah derasnya arus globalisasi dan narasi ekstremisme digital. PNO-12 16 Okt 2025, 19:03 WIT
Wapres RI Sambangi SMA Siwalima Ambon: Kapolda Maluku Komitmen Dukung Setiap Program Pemerintah Papuanewsonline.com, Ambon - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi SMA Negeri Siwalima Ambon, salah satu sekolah unggulan Garuda Tranformasi di Indonesia, Selasa (14/10/25).Didampingi langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, bersama seluruh Forkopimda Maluku, kunjungan Wapres beserta rombongan disambut hangat oleh para siswa, dewan guru, serta para pejabat pemerintah daerah. Dalam kunjungannya, Wapres Gibran tampak menyaksikan secara langsung kegiatan pembelajaran di kelas, berinteraksi dengan siswa-siswi, dan berbincang dengan para guru mengenai proses belajar-mengajar serta pengembangan karakter di lingkungan sekolah unggulan di timur Indonesia ini.Wapres Gibran dalam arahannya memberikan motivasi kepada para pelajar agar terus meraih prestasi dan memiliki semangat belajar tinggi untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas, inovatif, dan berdaya saing.“Anak-anak Maluku harus percaya diri, berani bermimpi besar, dan terus berusaha menggapainya. Pendidikan adalah kunci masa depan, dan kalian semua memiliki potensi besar untuk membawa nama baik Maluku di tingkat nasional maupun internasional,” kata Wapres Gibran yang disambut tepuk tangan oleh para siswa.Setelah berdialog dengan para siswa, Wapres Gibran kembali meninjau fasilitas sekolah, termasuk ruang kelas, laboratorium, asrama siswa, serta sarana penunjang kegiatan belajar. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah timur Indonesia melalui pemerataan sarana dan prasarana pendidikan.Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto menyampaikan kehadiran Wapres RI di SMA Siwalima Ambon menjadi momentum penting untuk mendorong semangat pendidikan di Maluku.“Pendidikan adalah pondasi utama dalam membangun bangsa yang maju. Kehadiran Bapak Wakil Presiden hari ini memberikan motivasi luar biasa bagi para pelajar di Maluku untuk terus belajar dan berprestasi,” ujar Kapolda.Polri, lanjut Kapolda, siap mendukung setiap program pemerintah dalam bidang pendidikan, baik melalui kegiatan pembinaan, pengamanan, maupun kemitraan dengan sekolah-sekolah.“Kami akan terus mendukung upaya pemerintah dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan cinta tanah air,” tegasnya.Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Wakil Presiden, Forkopimda Maluku, jajaran guru, serta para siswa-siswi SMA Negeri Siwalima Ambon. Momen tersebut berlangsung penuh keakraban, menggambarkan semangat kebersamaan dan harapan besar akan masa depan pendidikan yang lebih baik di Maluku.Suasana haru dan bangga terpancar dari wajah para siswa yang mendapat kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan Wakil Presiden RI. Banyak dari mereka menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan di daerah kepulauan ini.Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming di SMA Negeri Siwalima Ambon menjadi simbol nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Maluku, sekaligus memperkuat semangat transformasi pendidikan menuju generasi emas Indonesia. PNO-12 16 Okt 2025, 14:04 WIT
Jangkau Ribuan Anak di Kupang: Kapolda NTT Jamin Kualitas dan Keamanan Pangan SPPG Polri Papuanewsonline.com, ​Kupang - Dalam upaya menjaga dan mendukung tumbuh kembang anak-anak serta siswa sekolah di Nusa Tenggara Timur, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) terus berinovasi melalui penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan lewat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) POLRI. Program yang telah berjalan sejak bulan Juli ini telah memberikan manfaat kepada 2.692 penerima, terdiri dari siswa sekolah, guru, dan petugas posyandu di berbagai wilayah di Kota Kupang dan sekitarnya.Kegiatan MBG di bawah pengelolaan SPPG POLRI SPN Kupang Polda NTT menjadi salah satu bukti nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda. Di balik setiap porsi makanan bergizi yang diterima anak-anak sekolah, tersimpan kerja keras, disiplin, dan semangat pengabdian dari para petugas yang setiap hari menyiapkan hidangan sehat dengan penuh tanggung jawab.Sejak pagi hari, suasana dapur SPPG sudah dipenuhi aktivitas para petugas yang menyiapkan bahan-bahan segar seperti sayuran, daging, telur, dan bahan pelengkap lainnya. Semua bahan dicuci bersih dan ditakar sesuai kebutuhan agar hasil masakan benar-benar higienis serta memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan oleh tenaga ahli.Setelah bahan siap, juru masak mulai bekerja dengan penuh semangat. Wajan berdesis, aroma masakan menggugah selera, dan koordinasi yang teratur menunjukkan profesionalisme tim di dapur. Di sinilah tercipta makanan bergizi yang bukan hanya lezat, tetapi juga seimbang dan berguna untuk mendukung pertumbuhan anak-anak dan siswa sekolah menengah penerima manfaat.Sebelum MBG dikirimkan, tim pengawas melakukan pemeriksaan kualitas secara menyeluruh. Makanan yang akan disalurkan harus dipastikan matang sempurna, tidak terkontaminasi, dan memenuhi standar gizi. Tahap ini menjadi wujud tanggung jawab moral dari SPPG POLRI untuk menjamin mutu setiap sajian yang dikonsumsi masyarakat.Setelah lulus pemeriksaan, makanan bergizi dikemas dengan sistem tertutup dan higienis. Setiap wadah diberi label sesuai jenis menu dan waktu makan pagi, siang, atau malam. Petugas bekerja dengan cepat dan penuh kehati-hatian agar makanan tetap dalam kondisi hangat dan layak konsumsi hingga sampai di lokasi penerima.Usai pengemasan, seluruh peralatan dapur dan wadah makanan dibersihkan melalui proses “cuci ompreng”. Proses ini menjadi tahapan penting untuk menjaga sanitasi dan mencegah kontaminasi silang pada siklus pengolahan berikutnya. Prinsip “bersih, aman, dan siap pakai” selalu dijunjung tinggi dalam setiap kegiatan SPPG POLRI.Setelah seluruh proses selesai, tim distribusi bergerak cepat menyalurkan MBG menggunakan kendaraan operasional menuju titik-titik distribusi yang telah ditentukan. Hingga saat ini, MBG dari SPPG POLRI SPN Kupang Polda NTT telah disalurkan ke berbagai lembaga pendidikan dan layanan masyarakat seperti SMK Negeri 1 Kupang, SMP Negeri 1 Kupang, TK Kemala Bhayangkari, PAUD Belajar Mandiri, Posyandu Mawar, dan Posyandu Kemala Bhayangkari.Di setiap lokasi, sambutan antusias selalu terlihat. Para siswa, guru, dan petugas posyandu dengan senang hati menerima paket makanan bergizi yang telah disiapkan dengan penuh ketulusan. Wajah-wajah ceria dan semangat para penerima menjadi bukti bahwa program ini benar-benar memberikan dampak positif terhadap semangat belajar dan kesehatan masyarakat.Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K, M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa​ program ini tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga menjamin kualitas dan keamanan makanan. Polda NTT menempatkan peran Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) dan ahli gizi sebagai pilar utama dalam proses penyediaan makanan.​“Kami tidak hanya menyalurkan, tetapi juga menjamin bahwa setiap porsi makanan yang diterima anak-anak kita adalah makanan yang betul-betul aman dan bergizi. Tim dari Biddokkes Polda NTT melakukan pengawasan ketat, mulai dari bahan baku hingga proses masak,” ujar Kabidhumas Polda NTT.​Hasil pemeriksaan oleh tim food safety menunjukkan standar kebersihan yang tinggi telah diterapkan. “Pengecekan meliputi kebersihan dapur dan kualitas bahan baku. Kami pastikan kondisi dapur dalam keadaan baik, bahan baku yang digunakan segar, serta ompreng dan peralatan masak bersih,” tegas Kombes Henry.Kabidhumas menyampaikan bahwa program MBG adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap masa depan bangsa, khususnya di NTT.​“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah investasi kita untuk masa depan generasi penerus bangsa. Anak-anak yang sehat dan memiliki gizi yang baik akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan kuat, yang pada akhirnya akan membangun Nusa Tenggara Timur ini menjadi lebih maju. Kami di Polda NTT berkomitmen untuk terus mendukung program prioritas ini dengan standar pelayanan terbaik, memastikan penyaluran berjalan lancar dan kualitas gizi tetap terjaga. Kesehatan dan kecerdasan anak-anak NTT adalah prioritas kami,” pungkas Kombes Henry Novika Chandra.​Diharapkan, dengan adanya program MBG yang didukung penuh oleh Polda NTT ini, pemenuhan gizi di kalangan pelajar dan anak-anak usia dini di Kota Kupang dapat ditingkatkan, sekaligus membangun citra Polri yang semakin dekat dan melayani masyarakat. PNO-12 16 Okt 2025, 13:34 WIT
Wali Murid di Timika Geruduk SMP Kalam Kudus: Tuntut Keadilan atas Dugaan Rasisme Papuanewsonline.com, Timika — Suasana depan SMP Kalam Kudus Timika, Jalan Kudus, Mimika, mendadak tegang pada Senin pagi. Puluhan orang tua siswa dan warga Papua menggelar aksi damai sebagai bentuk protes terhadap dugaan tindakan rasisme yang dialami oleh seorang siswi Papua di sekolah tersebut. Mereka datang membawa sejumlah poster bertuliskan “Sa Bukan Monyet”, “Stop Rasisme di Sekolah”, hingga “Kami Ingin Sekolah Tanpa Diskriminasi”. Aksi ini menjadi bentuk kekecewaan para orang tua terhadap sikap pihak sekolah yang dinilai lamban menanggapi insiden tersebut. Dugaan rasisme itu terjadi pada Jumat (10/10/2025) di ruang kelas saat kegiatan belajar berlangsung. Berdasarkan keterangan keluarga korban, seorang siswa diduga memanggil siswi Papua bernama Brigita dengan sebutan “monyet” sebanyak tiga kali, bahkan saat wali kelas masih berada di ruangan. “Saya sangat kecewa dan sakit hati,” ujar ibu Brigita, saat ditemui di lokasi aksi. “Pendidikan di sini memang bagus, tapi kalau kami lihat, anak-anak Papua seperti dikucilkan. Kadang anak saya di dalam kelas tidak punya teman, jadi dia harus keluar cari teman di kelas lain,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Sejak kejadian itu, Brigita dikabarkan trauma dan enggan bersekolah. Sang ibu mengaku telah mencoba menenangkan anaknya agar bertahan hingga akhir semester, sebelum dipindahkan ke sekolah lain. “Anak saya bilang, ‘Mama, saya mau pindah sekolah.’ Tapi saya bilang, sekolah ini mahal, kenapa mau pindah? Dia jawab, ‘Saya tidak punya teman, Mama’. Jadi kami sepakat tunggu semester ini selesai dulu baru pindah,” ungkapnya. Para orang tua siswa yang hadir menegaskan bahwa insiden ini tidak bisa dianggap remeh. Mereka menyebut kasus tersebut bukan sekadar perundungan (bullying), melainkan tindakan rasisme yang melukai martabat anak-anak Papua. “Ini bukan soal dibuli, tapi sudah rasis. Waktu kejadian, anak saya sudah lapor ke wali kelas, tapi cuma dijawab ‘Sabar, Yana’. Setelah itu, wali kelas keluar dan tidak menanggapi lagi,” ucap ibu Brigita dengan nada kesal. Massa yang hadir pun mendesak agar pihak sekolah segera mengambil tindakan tegas terhadap siswa pelaku serta guru yang dinilai abai dalam menangani laporan tersebut. “Kami minta anak-anak yang melakukan rasis itu dikeluarkan dari sekolah. Kalau satu wali kelas saja bisa hancurkan satu kelas, bagaimana kalau ada banyak guru seperti itu?” tegas seorang perwakilan wali murid lainnya. Dari pantauan lapangan, sejumlah peserta aksi menyebut bahwa Brigita bukan satu-satunya korban. Beberapa siswa Papua lain, terutama siswi perempuan, juga disebut mengalami perlakuan diskriminatif serupa. “Yang paling kena itu anak-anak perempuan. Mereka pakai perasaan. Setelah dibuli, mereka langsung tidak mau berangkat sekolah,” tutur salah satu orang tua yang hadir. Kondisi ini, menurut mereka, mengancam semangat belajar anak-anak Papua yang berjuang menempuh pendidikan di sekolah swasta bergengsi tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga korban mengaku belum menerima permintaan maaf baik dari siswa pelaku maupun pihak sekolah. “Belum ada permintaan maaf sampai sekarang. Kami bicara di muka umum supaya semua tahu bahwa kami bukan monyet, kami manusia sama seperti kalian. Hentikan bully dan rasisme di sekolah ini,” ujar ibu Brigita lantang. Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, terutama lembaga pendidikan, agar lebih peka terhadap isu rasisme dan diskriminasi di lingkungan sekolah. “Kami ingin anak-anak Papua belajar di lingkungan yang aman dan saling menghargai. Jangan kecilkan mereka, karena mereka juga punya hak yang sama untuk berhasil,” pungkasnya.     Penulis: Abim Editor: GF 15 Okt 2025, 12:43 WIT
Pemkab Mimika Tegaskan Majukan Pendidikan: Wabup Serahkan SK Plt Kepala SMAN 1 Mimika Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika kembali menegaskan komitmennya untuk menata dunia pendidikan agar lebih profesional dan berorientasi pada mutu. Hal itu dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mimika oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, kepada Yeniy Gogani, yang resmi ditunjuk menggantikan pejabat sebelumnya. Penyerahan SK Bupati Mimika Nomor 800.1.11.1/113/2025 ini dilakukan secara langsung oleh Wabup Kemong di aula sekolah pada Senin (13/10/2025), disaksikan oleh jajaran guru, staf administrasi, serta perwakilan Dinas Pendidikan Mimika. Momen ini menjadi babak baru bagi salah satu sekolah tertua dan paling berpengaruh di Kabupaten Mimika. SK yang diserahkan Wakil Bupati Mimika tersebut sekaligus membatalkan penunjukan sebelumnya yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkab Mimika untuk memastikan setiap proses mutasi atau pengangkatan jabatan strategis, termasuk di sektor pendidikan, berjalan sesuai ketentuan hukum dan prinsip profesionalitas. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses penunjukan jabatan, terutama di bidang pendidikan, dilakukan secara prosedural dan transparan agar menghasilkan pemimpin yang benar-benar layak dan mampu membawa perubahan,” tegas Wabup Kemong dalam sambutannya. Emanuel Kemong juga menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung sekolah-sekolah di Mimika agar dapat berkembang lebih maju, terutama dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang menuntut guru dan siswa lebih adaptif, kreatif, dan berkarakter. Sebagai salah satu sekolah unggulan dan tertua di Mimika, SMA Negeri 1 memiliki peran penting dalam mencetak generasi penerus bangsa. Dalam arahannya, Wabup Kemong mengajak seluruh guru dan tenaga pendidik di sekolah tersebut untuk bekerja dengan semangat baru di bawah kepemimpinan Plt Kepala Sekolah yang baru. “Kita berharap SMAN 1 Mimika bisa terus berbenah, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya di Mimika,” ujar Wabup. Ia juga memberikan pesan moral agar kepemimpinan yang baru tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang berintegritas, berdisiplin, dan mencintai tanah Papua. Dalam kesempatan itu, Wabup Kemong juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan para guru. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras mereka selama ini dalam mendidik generasi muda Mimika di tengah berbagai keterbatasan sarana dan prasarana. “Guru adalah ujung tombak perubahan bangsa. Pemerintah akan terus berupaya memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan dan pengembangan kompetensi guru di Mimika,” tutur Wabup Kemong. Selain itu, ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar soal prestasi akademik, melainkan juga tentang menumbuhkan nilai kemanusiaan, toleransi, dan cinta tanah air di dalam diri setiap siswa. Pemkab Mimika melalui Dinas Pendidikan juga merencanakan program penguatan kapasitas kepala sekolah dan tenaga pendidik, termasuk pelatihan manajemen sekolah, pelatihan kurikulum merdeka, dan penguatan karakter berbasis budaya lokal. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola sekolah dan memperkuat peran kepala sekolah sebagai manajer pendidikan yang efektif. “Kami ingin setiap kepala sekolah memiliki visi kepemimpinan yang kuat, mampu membimbing guru, serta menjadikan sekolahnya sebagai tempat yang inspiratif bagi para siswa,” ujar Wabup Kemong menutup sambutannya.       Penulis: Jid Editor: GF 14 Okt 2025, 03:20 WIT
“Guru Harus Lebih dari Sekadar Pintar!” Disdik Mimika Tegaskan Evaluasi Total Profesionalitas Guru Papuanewsonline.com, Timika — Kasus dugaan ujaran rasisme di SMP Kalam Kudus Timika terus bergulir dan kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mimika. Dinas Pendidikan (Disdik) Mimika menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap profesionalitas guru dan pola pendidikan di sekolah tersebut, menyusul protes keras para orang tua murid yang menilai insiden itu bukan kejadian pertama. Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jeni Ohestin Usmani, menegaskan bahwa langkah evaluasi ini bukan sekadar reaksi spontan atas peristiwa viral, melainkan upaya sistematis untuk mengidentifikasi akar masalah — apakah berasal dari sistem pendidikan yang lemah atau guru yang tidak memenuhi standar profesionalitas. “Kita akan evaluasi bersama, apakah yang salah itu pola pendidikannya atau gurunya yang tidak memenuhi syarat profesional sebagai guru,” tegas Jeni Usmani saat diwawancarai awak media usai menghadiri aksi penolakan rasisme di halaman Sekolah Kalam Kudus, Senin (13/10/2025). Dalam keterangannya, Jeni menekankan bahwa seorang guru tidak boleh hanya diukur dari kecerdasan akademiknya semata. Tugas utama seorang pendidik, katanya, adalah membentuk karakter, sikap, dan empati sosial peserta didik, bukan hanya sekadar mengajarkan rumus dan teori. “Guru bukan hanya dituntut pintar, tapi juga berkarakter dan mampu menanamkan nilai kemanusiaan serta menghargai keberagaman,” ujarnya. Pernyataan ini menjadi refleksi penting bagi seluruh lembaga pendidikan di Mimika. Menurut Jeni, banyak sekolah yang masih menitikberatkan pada prestasi akademik tanpa memberi ruang cukup bagi pembentukan kepribadian dan etika sosial siswa — padahal hal itu adalah pondasi utama menciptakan masyarakat yang beradab dan toleran. Kepala Disdik Mimika juga menegaskan bahwa pemerintah menghormati hak masyarakat dan yayasan dalam mendirikan serta mengelola sekolah, sebagaimana diatur dalam undang-undang. Namun, ia mengingatkan bahwa karena mayoritas siswa di Sekolah Kalam Kudus berasal dari masyarakat Mimika, maka pemerintah memiliki kewajiban moral dan hukum untuk melindungi hak-hak mereka sebagai peserta didik. “Meski para guru di Kalam Kudus direkrut oleh pihak yayasan, pemerintah tetap berkewajiban melakukan evaluasi,” tegasnya. Disdik Mimika juga menerima laporan dari sejumlah orang tua yang menyebutkan bahwa praktik rasisme di lingkungan sekolah itu sudah terjadi berulang kali. Hal ini memperkuat alasan bagi pemerintah untuk turun langsung dan melakukan penilaian objektif terhadap mutu pengajaran dan perilaku tenaga pendidik di sekolah tersebut. Jeni Usmani menegaskan, setelah proses evaluasi selesai, Disdik tidak akan segan menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti lalai — baik itu guru kelas, tenaga pendidik, maupun siswa pelaku tindakan rasis. Ia juga mengimbau agar semua kepala sekolah dan guru di Mimika menjadikan kasus ini sebagai pelajaran penting dalam membangun budaya sekolah yang toleran dan humanis. “Kejadian di Kalam Kudus harus menjadi pengingat bagi semua sekolah. Kita sama-sama tidak mengharapkan hal seperti ini terjadi lagi,” ujarnya dengan nada tegas. Sebagai langkah pencegahan, Disdik Mimika akan mendorong program edukasi anti-bullying dan pelatihan guru tentang pendidikan karakter berbasis keberagaman, agar sekolah dapat benar-benar menjadi ruang aman bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang suku, ras, atau latar belakang sosial. Kasus Kalam Kudus telah membuka mata banyak pihak bahwa pendidikan bukan sekadar urusan nilai dan ijazah, tetapi tentang membentuk manusia yang menghargai sesama. Evaluasi yang dilakukan Disdik Mimika diharapkan tidak hanya menyelesaikan kasus ini, tetapi juga menjadi langkah awal menuju sistem pendidikan yang lebih berempati, setara, dan berkeadilan sosial. “Kami ingin sekolah di Mimika bukan hanya mencetak anak pintar, tapi anak yang berkarakter dan menghormati keberagaman,” tutup Jeni Usmani.     Penulis: Jid Editor: GF 14 Okt 2025, 03:11 WIT
Kunjungi SMA Kristen YKPM, Polresta Ambon Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba Papuanewsonline.com, Ambon – Dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease melaksanakan kegiatan sambang serta sosialisasi di SMA Kristen YKPM Kota Ambon, Senin (13/10/2025).Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini dipimpin oleh Kabag Log Polresta Ambon, Kompol Jandry F. Alfons, didampingi Kabag SDM AKP Richard W. Hahury, Kasat Binmas AKP Djafar Lessy, Kasat Tahti Iptu D.E. Sapulette, Kasi Humas Polresta Ambon, dan Kanit Bhabinkamtibmas Iptu Kartini Pelu.Dalam kesempatan tersebut, para personel memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya tawuran antar pelajar, penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya menjaga disiplin dan etika di lingkungan sekolah.“Pelajar harus menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter. Hindari pergaulan negatif yang bisa merusak masa depan, serta jadilah pelopor keamanan dan ketertiban di sekolah,” pesan Kompol Jandry F. Alfons dalam arahannya di hadapan ratusan siswa.Selain memberikan penyuluhan kamtibmas, personel Polresta Ambon juga menyampaikan informasi mengenai tata cara pendaftaran menjadi anggota Polri, termasuk persyaratan administrasi dan tahapan seleksi yang berlangsung secara transparan dan objektif.Para siswa terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab, terutama saat membahas peluang menjadi anggota Polri serta tips mempersiapkan diri sejak dini.Tak hanya itu, sosialisasi juga mencakup pengenalan layanan darurat Kepolisian “Call Center 110”, yang dapat digunakan masyarakat dan pelajar untuk melaporkan kejadian atau potensi gangguan keamanan secara cepat dan gratis.Pihak sekolah memberikan apresiasi atas kegiatan ini dan menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan kepolisian dalam menjaga situasi kondusif di lingkungan pendidikan.“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan pembinaan dari Polresta Ambon. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter pelajar yang disiplin dan bertanggung jawab,” ujar perwakilan pihak sekolah.Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab, penuh semangat, dan berakhir dengan tertib pada pukul 09.40 WIT. Melalui kegiatan ini, Polresta Ambon berharap terbangun sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan bebas dari pengaruh negatif. PNO-12 13 Okt 2025, 19:47 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT