logo-website
Rabu, 11 Feb 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
STIE Jambatan Bulan Resmi Bertransformasi Jadi Institut, Alumni Sambut dengan Apresiasi dan Dukungan Papuanewsonline.com, Timika – Kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Mimika. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jambatan Bulan Timika kini resmi naik status menjadi Institut Jambatan Bulan, sebuah langkah besar yang diyakini akan membawa dampak signifikan bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di daerah ini. Transformasi ini disambut hangat oleh berbagai pihak, tak terkecuali oleh para alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni (IKA) STIE Jambatan Bulan. Mereka menilai perubahan ini bukan hanya sekadar pergantian nama, melainkan tonggak sejarah yang menandai babak baru perjalanan almamater tercinta. Ketua IKA STIE Jambatan Bulan, Markus Ubro, S.E., menyampaikan apresiasinya atas pencapaian monumental tersebut. Dalam pesannya, Markus menyebut bahwa transformasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika yang patut dibanggakan. “Perubahan status ini bukan hanya soal nama, tetapi mencerminkan visi besar untuk membawa institusi kita ke arah yang lebih maju, progresif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Atas nama Ikatan Alumni STIE Jambatan Bulan, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh sivitas akademika atas pencapaian luar biasa ini,” ujarnya pada Rabu (1/10/2025). Lebih jauh, Markus menekankan bahwa status institut membuka peluang lebih luas untuk pengembangan lembaga, baik melalui penambahan program studi baru, peningkatan kapasitas penelitian, maupun peningkatan mutu tenaga pengajar. “Kami yakin Institut Jambatan Bulan akan menjadi motor penggerak dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki etika, integritas, dan semangat pengabdian yang kuat bagi masyarakat Mimika dan Papua pada umumnya,” tegasnya. Tak hanya memberikan apresiasi, IKA STIE Jambatan Bulan juga menegaskan komitmennya untuk terlibat langsung dalam mendukung transformasi ini. Sinergi alumni dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat jejaring, memberikan kontribusi nyata di lapangan kerja, serta mendukung pengembangan kelembagaan di masa depan. “Kami mengajak seluruh alumni untuk tetap terhubung, bergandengan tangan, dan berkontribusi nyata. Institut Jambatan Bulan adalah rumah besar kita bersama. Mari kita jaga, kembangkan, dan banggakan almamater ini, karena dari sinilah fondasi awal kita semua dibangun,” pungkas Markus. Perubahan status STIE Jambatan Bulan menjadi institut dipandang sebagai lompatan besar dalam dunia pendidikan Mimika, sekaligus menjadi harapan baru bagi generasi muda untuk meraih pendidikan tinggi yang lebih berkualitas dan kompetitif.       Penulis: Abim Editor: GF 02 Okt 2025, 00:39 WIT
Disdik Mimika Luruskan Polemik Bantuan Pendidikan Mahasiswa OAP: Penyaluran Dilakukan Bertahap Papuanewsonline.com, Timika – Setelah sempat memicu keresahan di kalangan mahasiswa, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika akhirnya angkat bicara terkait polemik bantuan pendidikan bagi mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) dan Papua lainnya. Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Kabid SMP, SMA, dan SMK Disdik Mimika, Manto Ginting, menyusul aksi puluhan mahasiswa yang mendatangi kantor Disdik pada Rabu (1/10/2025). Menurut Manto, kesalahpahaman muncul akibat pemberitaan yang menyebutkan bantuan pendidikan disalurkan sekaligus dengan nominal Rp14 juta hingga Rp20 juta per mahasiswa. Padahal, kenyataannya bantuan tersebut memang direncanakan dalam dua tahap penyaluran, sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 275 Tahun 2025. “Para mahasiswa salah pengertian. Sejak awal kami sudah sampaikan bahwa penyaluran bantuan ini dibagi dua tahap. Jadi tidak langsung penuh seperti yang diberitakan,” tegas Manto Ginting. Selain soal persepsi nominal, Manto juga mengungkapkan adanya hambatan teknis yang menyebabkan sebagian mahasiswa belum menerima bantuan. Salah satunya adalah perbedaan rekening bank yang digunakan mahasiswa. Penyaluran dana dilakukan melalui Bank Papua, sementara banyak mahasiswa tercatat menggunakan rekening bank lain. “Selain itu, kami temukan ada 69 mahasiswa yang bermasalah dengan rekeningnya. Awalnya kami diberi waktu satu minggu untuk menyelesaikan, tapi pada praktiknya itu kembali ke mahasiswa masing-masing untuk mengurus rekening mereka,” jelasnya. Disdik Mimika menegaskan bahwa program bantuan pendidikan ini sudah melalui proses verifikasi yang panjang. Pada 2024, jumlah penerima tercatat hanya 231 mahasiswa. Namun setelah dilakukan pendataan ulang, jumlah mahasiswa penerima melonjak menjadi 1.047 orang yang terdiri dari mahasiswa OAP dan Papua lainnya. “Program ini mengalami pembenahan besar sejak dialihkan ke Disdik. Itu sebabnya jumlah penerima naik signifikan, karena kita lakukan verifikasi ulang dan validasi data,” terang Manto. Lebih jauh, Manto menekankan bahwa bantuan pendidikan ini sifatnya fleksibel untuk menunjang kebutuhan akademik mahasiswa, bukan hanya untuk pembayaran semester atau buku saja. “Bantuan ini tergantung kemampuan daerah, jadi tidak diatur harus bayar kuliah atau buku. Prinsipnya, bantuan ini untuk mendukung kebutuhan akademik mahasiswa agar mereka bisa tetap melanjutkan studi,” pungkasnya. Dengan penjelasan ini, Disdik Mimika berharap polemik yang sempat menimbulkan protes mahasiswa dapat mereda, dan seluruh penerima bisa segera memperoleh haknya sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.       Penulis: Jid Editor: GF 02 Okt 2025, 00:36 WIT
Mimika Dapat 20 Kuota Revitalisasi Sekolah dari Pemerintah Pusat, Dana Langsung Ke Rekening Sekolah Papuanewsonline.com, Timika – Pendidikan kembali menjadi sorotan di Kabupaten Mimika setelah pemerintah pusat resmi menetapkan 20 sekolah sebagai penerima program revitalisasi pendidikan tahun 2025. Program ini menghadirkan angin segar bagi dunia pendidikan di Mimika karena seluruh bantuan dana dikucurkan langsung ke rekening sekolah masing-masing. Namun, kabar gembira ini juga diwarnai nada kecewa dari Bupati Mimika, Johannes Rettob. Ia menyampaikan secara tegas bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) Mimika kurang memberikan pendampingan teknis kepada sekolah-sekolah yang terpilih menerima bantuan revitalisasi. Dalam keterangannya, Bupati Johannes yang akrab disapa Jhon Rettob, menekankan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar soal kucuran dana, tetapi juga soal bagaimana sekolah mampu melaksanakan program dengan benar sesuai regulasi. “Saya sesalkan tidak adanya pendampingan dari Disdik. Tidak mungkin saya (Bupati) lagi yang mendampingi program ini. Harusnya dinas hadir memberikan dukungan teknis agar sekolah tidak salah langkah,” ungkapnya, Selasa (30/9/2025). Bupati menambahkan, sekolah penerima bantuan tentu membutuhkan pendampingan terkait administrasi, perencanaan, hingga pelaporan agar dana revitalisasi bisa digunakan tepat sasaran. Mekanisme bantuan kali ini sedikit berbeda. Dana revitalisasi tidak lagi melalui pemerintah daerah atau dinas, melainkan langsung ditransfer ke rekening sekolah penerima. Dari 30 sekolah yang diusulkan oleh Pemkab Mimika, hanya 20 sekolah yang disetujui pemerintah pusat. “Kita usulkan 30 sekolah, tapi pusat hanya menyetujui 20 sekolah. Dan dana ini langsung dikirim ke rekening sekolah. Artinya sekolah harus benar-benar siap mengelola anggaran itu,” jelas Bupati Jhon. Langkah pemerintah pusat ini diyakini bisa mempercepat proses revitalisasi sekaligus meminimalisir birokrasi berbelit. Namun, konsekuensinya sekolah dituntut lebih mandiri dan transparan dalam penggunaan dana. Untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan, 20 kepala sekolah penerima kuota revitalisasi akan mendapatkan bimbingan langsung dari Kementerian Pendidikan. Bimbingan tersebut mencakup teknis pengelolaan anggaran, laporan penggunaan dana, hingga pengawasan pembangunan fasilitas sekolah. “Jadi nanti 20 kepala sekolah ini akan mendapat bimbingan dari Kementerian Pendidikan, yang mana bimbingan diberikan dalam bentuk teknis penggunaan anggaran,” tutur Bupati Jhon Rettob. Bupati Mimika berharap, meskipun tanpa pendampingan intens dari Disdik kabupaten, sekolah-sekolah penerima dapat memaksimalkan kesempatan ini demi meningkatkan mutu pendidikan di Mimika. Ia menegaskan bahwa keberhasilan revitalisasi sekolah akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas belajar siswa serta ketersediaan fasilitas pendidikan yang lebih layak. “Harapan kita, revitalisasi ini benar-benar membawa perubahan nyata. Bukan hanya bangunan sekolah yang bagus, tetapi juga kualitas pembelajaran dan semangat anak-anak kita untuk belajar semakin meningkat,” pungkasnya.  Penulis: Jid Editor: GF 02 Okt 2025, 00:29 WIT
Janji Manis Beasiswa Tak Sesuai Fakta, IPMAMI Geruduk dan Palang Kantor Dinas Pendidikan Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Ketegangan mewarnai suasana di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika pada Rabu siang (1/10/2025), ketika puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika (IPMAMI) melakukan aksi pemalangan. Gerakan ini merupakan bentuk kekecewaan atas kebijakan penyaluran beasiswa yang dinilai jauh dari janji manis Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jenny Usmani, yang sebelumnya disampaikan melalui media. Dalam pernyataannya, Kadisdik menyebutkan bahwa dana beasiswa telah disalurkan dengan rincian: Rp20 juta untuk mahasiswa Amungme, Rp20 juta untuk Kamoro, serta Rp14 juta untuk lima suku kerabat. Namun kenyataan yang diterima mahasiswa ternyata berbeda jauh. Menurut pengakuan IPMAMI, beasiswa yang mereka terima hanya Rp10 juta untuk Amungme, Rp10 juta untuk Kamoro, dan Rp7 juta untuk lima suku kerabat. “Pernyataan di media tidak sesuai dengan kenyataan yang kami terima. Inilah alasan kami datang dan meminta penjelasan langsung dari Kepala Dinas,” tegas Fidel Ombak, koordinator lapangan aksi, dalam orasinya di depan kantor dinas. Selain menyoroti perbedaan nominal bantuan, mahasiswa juga mempermasalahkan keterlambatan dan kurangnya transparansi dalam daftar penerima beasiswa. Daftar yang baru ditempel di kantor dinas menyebutkan bahwa 69 mahasiswa terkendala berkas dan administrasi, hal ini semakin memperkuat kecurigaan mahasiswa akan adanya ketidakjelasan dalam proses penyaluran. Aksi ini berlangsung cukup panas dan sempat diwarnai keributan kecil antara mahasiswa dan aparat yang berjaga. Namun, IPMAMI menegaskan bahwa gerakan mereka tetap akan berlanjut dengan cara-cara damai sampai ada penjelasan resmi yang dapat dipertanggungjawabkan oleh Dinas Pendidikan Mimika. “Kami tidak akan mundur sebelum ada transparansi. Mahasiswa tidak butuh janji kosong, kami butuh bukti nyata dan keadilan dalam distribusi beasiswa,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa dalam orasi lanjutan. Mahasiswa juga menyampaikan tuntutan agar Kepala Dinas segera membuka data secara jelas dan menghadirkan bukti realisasi anggaran. Mereka menilai, kebijakan pendidikan seharusnya berpihak pada kepentingan generasi muda, bukan justru memunculkan ketidakpastian dan polemik baru. Hingga berita ini diturunkan, pemalangan kantor masih berlangsung. Aktivitas pelayanan publik di Dinas Pendidikan Mimika pun terganggu akibat aksi mahasiswa tersebut. Situasi terus dipantau oleh aparat keamanan yang berjaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi eskalasi lebih lanjut.       Penulis: Abim Editor: GF  01 Okt 2025, 22:13 WIT
Kapolda Aceh Ajak Mahasiswa USK Jadi Garda Depan Harmoni Sosial dan Penegakan Hukum yang Berkeadilan Papuanewsonline, Banda Aceh - Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (USK) dipadati ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas pada Selasa (30/9/2025), saat Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah hadir sebagai pembicara dalam kuliah umum bertema “Harmoni Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta Penegakan Hukum.” Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian, melainkan merupakan hasil kerja sama dan partisipasi seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda. “Mahasiswa memiliki posisi istimewa sebagai agen perubahan. Dengan pengetahuan, sikap kritis, dan energi positif yang dimiliki, mereka dapat menjadi motor penggerak terciptanya harmoni sosial, sekaligus mitra strategis Polri dalam menjaga kamtibmas,” ujar Kapolda di hadapan para mahasiswa. Irjen Pol. Marzuki juga mengingatkan bahwa penegakan hukum harus dilaksanakan dengan mengedepankan rasa keadilan dan nilai-nilai kearifan lokal. Menurutnya, hukum bukan hanya sarana untuk menghukum, tetapi juga instrumen untuk membina, mencegah, dan menciptakan rasa aman. “Tujuan besar kepolisian adalah membangun masyarakat madani, yakni masyarakat yang adil, makmur, beradab, dan menjunjung tinggi hukum serta moral. Konsep ini sangat sejalan dengan jati diri Aceh sebagai daerah yang religius, berbudaya, dan demokratis,” tegasnya. Lebih jauh, ia menekankan bahwa Aceh memiliki potensi besar di bidang sumber daya alam, budaya, dan letak geografis yang strategis. Namun, semua itu hanya bisa dikelola jika daerah tetap stabil dan kondusif. Keamanan, menurutnya, adalah fondasi utama kemajuan ekonomi, pendidikan, hingga sosial masyarakat. Dalam kuliah umum itu, Kapolda juga menguraikan tiga pilar utama dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan: aturan hukum yang jelas, aparat penegak hukum yang berintegritas, serta kesadaran masyarakat untuk menaati aturan. Ketiga unsur tersebut harus berjalan seimbang agar tercipta rasa aman yang berkelanjutan. Selain penyampaian materi, sesi dialog interaktif dengan mahasiswa menjadi bagian menarik dari kuliah umum tersebut. Pertanyaan seputar tantangan hukum di era digital, keamanan data, hingga upaya pencegahan kriminalitas dunia maya mencuat dalam diskusi yang berlangsung hangat. Menutup kegiatan, Kapolda Aceh mengajak mahasiswa untuk terus menjaga persatuan, mengedepankan musyawarah, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. “Harmoni kamtibmas hanya bisa diwujudkan jika kita mampu menumbuhkan sikap saling percaya, saling menghormati, dan menjadikan persatuan sebagai kekuatan utama,” pungkasnya.(GF)  01 Okt 2025, 21:49 WIT
Polda Maluku Lakukan Kunjungan Ke SD 3 Poka Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku melalui Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) terus mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya menyetop kasus perundungan atau bullying maupun kekerasan yang sering terjadi di sekolah.Hari ini, Selasa (30/9/25), tim yang dipimpin oleh Kanit Subdit IV Ditreskrimum Polda Maluku, AKP. Lilian J. Siwabessy, S.Sos., S.H, ini mengunjungi Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Ambon di Poka, Kecamatan Teluk Ambon.Dalam kunjungannya, tim menyampaikan materi tentang bahaya perundungan dan kekerasan kepada para siswa-siswi sambil bermain.Anak-anak didorong untuk berani bersuara dan bertindak melawan kekerasan, eksploitasi, dan segala bentuk ketidakadilan demi menciptakan perubahan positif, terutama untuk perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya."Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk menyikapi maraknya kasus bullying/perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah dan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi guna pencegahan terjadinya kasus-kasus tersebut terhadap anak," ungkap AKP. Lilian J. Siwabessy.Sosialisasi dan edukasi yang gencar dilaksanakan ini merupakan implementasi dari Program Kapolda Maluku yang senantiasa mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku untuk "Tarus Biking Bae, dan Basudara Tarus Biking Bae."Berbagai sosialisasi dan edukasi diberikan kepada anak-anak tentang apa itu bullying/perundungan, jenis-jenis bullying, dampak bullying bagi korban, cara pencegahan, dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi bullying."Kami juga memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah tentang upaya pencegahan terjadinya kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur dengan cara memberikan pemahaman tentang bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang asing," jelasnya.Edukasi lainnya diberikan, yaitu tentang pentingnya menjaga diri dari orang asing yang berusaha untuk melakukan kejahatan serta menghindari ajakan dari orang yang tidak dikenal. PNO-12 30 Sep 2025, 22:17 WIT
Kolaborasi Densus 88 dan Kementan, Eks Napiter Diberdayakan Lewat Pelatihan Juru Sembelih Halal Papuanewsonline.com, Batu – Suasana berbeda terlihat di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Jawa Timur, pada Jumat (26/9/2025). Bukan sekadar pelatihan teknis peternakan, tetapi juga momentum penting kolaborasi antara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Kementerian Pertanian RI, dan pemerintah daerah. Para eks narapidana terorisme (napiter) bersama masyarakat umum duduk berdampingan, mengikuti dengan antusias penutupan Pelatihan Juru Sembelih Halal dan Pengolahan Susu yang berlangsung sejak 24 September. Pelatihan ini diikuti peserta dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera Selatan. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung, mulai dari penyembelihan hewan sesuai standar halal, hingga pengolahan susu menjadi produk bernilai tambah seperti yoghurt, es lilin, dan burger susu. Acara penutupan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kadensus 88 AT Polri Irjen Pol Sentot Prasetyo, Dir Idensos Brigjen Pol Arif Makhfudiharto, Kasatgaswil Jatim Kombes Pol Samsul Priasmoro, Kepala BBPP Batu Roby Darmawan, Wali Kota Batu Nurochman, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranatha, serta jajaran Forkopimda. Kepala Pusat Pelatihan Kementerian Pertanian, Dr. Tedy Dirhamsyah, turut memberikan arahan secara daring. Dalam sambutannya, Kepala BBPP Batu menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab dua kebutuhan sekaligus: meningkatkan keterampilan teknis peserta sekaligus mempererat kohesi sosial. “Peserta bukan hanya mendengar teori, tetapi terjun langsung menyembelih kambing, unggas, hingga belajar teknik pengolahan susu menjadi berbagai produk turunan yang bernilai ekonomis,” ungkapnya. Kadensus 88 Irjen Pol Sentot Prasetyo menyoroti perubahan paradigma dalam penanganan mantan napiter. “Jika dulu fokus Densus 88 adalah mengejar dan menindak, kini kami juga hadir di jalur preemtif dan pembinaan. Bersama Kementan, kami sudah melaksanakan tiga jenis pelatihan, termasuk inseminasi buatan dan formulator pakan ternak. Harapannya, keterampilan ini bisa menjadi bekal ekonomi dan membuka jalan integrasi sosial bagi para peserta,” tegasnya. Menurutnya, langkah-langkah humanis seperti ini bukan hanya mencegah potensi radikalisasi ulang, tetapi juga memberi peluang nyata bagi eks napiter untuk berkontribusi positif bagi masyarakat. Prof. Joniarto Parung, Ph.D., Direktur Ubaya Training Center, yang turut menjadi narasumber, menambahkan dimensi lain dalam pelatihan ini. Ia menekankan pentingnya rantai pasok yang solid dalam menjaga ketersediaan, keamanan, dan harga produk peternakan yang terjangkau. “Ilmu yang didapat peserta hanya akan berdaya guna bila ditopang sistem distribusi yang baik. Kita perlu memperkuat koperasi, memanfaatkan transportasi berpendingin, dan membangun kolaborasi antar-pihak untuk memastikan hasil peternakan sampai ke konsumen secara efisien dan berkelanjutan,” jelasnya. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta, diikuti dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri, doa bersama, serta ramah tamah. Kehangatan suasana penutupan mencerminkan semangat kebersamaan lintas latar belakang—sebuah simbol kecil namun bermakna besar bagi perjalanan bangsa menuju keamanan, kemandirian, dan perdamaian yang berkelanjutan.(GF) 28 Sep 2025, 12:50 WIT
Brimob Maluku Sambangi SD Negeri Kariu: Wujud Nyata Kepedulian pada Generasi Muda Papuanewsonline.com, Maluku Tengah – Satuan Brimob Polda Maluku kembali menunjukkan perannya sebagai sahabat masyarakat. Melalui Patroli Sambang yang dilaksanakan pada Jumat pagi (26/9/2025) di SD Negeri Kariu, Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah, tiga personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor hadir bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan, melainkan juga memberikan sentuhan kepedulian terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak. Dipimpin Danton 2 Kompi 4 A Pelopor, Aipda Asrul P. Ely, patroli dimulai sekitar pukul 09.30 WIT. Para personel Brimob menyapa guru dan berinteraksi dengan 15 siswa-siswi SD Negeri Kariu, menciptakan suasana penuh keakraban yang membuat sekolah kecil di Pulau Haruku itu dipenuhi semangat baru. “Kami ingin anak-anak sejak dini memiliki rasa aman, disiplin, dan cinta tanah air. Kehadiran Brimob bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendekatkan diri kepada generasi penerus bangsa,” ujar Aipda Asrul. Kegiatan patroli sambang ini disambut antusias oleh para tenaga pendidik. Salah seorang guru SD Negeri Kariu menyampaikan apresiasinya karena kehadiran Brimob memberikan motivasi lebih bagi anak-anak. “Kami berterima kasih kepada Brimob yang mau peduli pada pendidikan anak-anak di sini. Mereka merasa senang, aman, dan termotivasi. Harapan kami kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkapnya. Selain menyoroti pentingnya dukungan pada dunia pendidikan, sang guru juga menitipkan pesan perdamaian bagi masyarakat Kariu dan negeri-negeri tetangga. “Kami menghimbau seluruh warga, baik yang seiman maupun berbeda iman, agar tetap hidup rukun, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga lingkungan yang aman serta damai demi masa depan anak-anak kita,” tambahnya. Kegiatan patroli ini tidak hanya sebatas upaya Brimob menjaga situasi kamtibmas, melainkan juga bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan humanis, aparat kepolisian berusaha mempererat hubungan dengan masyarakat di akar rumput, khususnya dunia pendidikan. Situasi selama kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana persaudaraan. Anak-anak tampak ceria menerima kehadiran Brimob, sementara para guru menilai kegiatan ini sebagai wujud sinergi antara aparat keamanan dan lembaga pendidikan. Melalui kegiatan ini, Brimob Polda Maluku menegaskan bahwa keberadaannya tidak hanya identik dengan operasi keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam membangun generasi muda yang cerdas, tangguh, dan berkarakter. Dengan terus menjalin hubungan baik melalui kegiatan sosial dan edukatif, Brimob berharap dapat memperkuat persaudaraan lintas iman dan menumbuhkan semangat kebersamaan di Pulau Haruku serta seluruh Maluku.(GF)  26 Sep 2025, 20:38 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT