logo-website
Sabtu, 27 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Politik Homepage
Kapolda Maluku Sambut Pangdam XV/Pattimura, Perkuat Sinergi TNI-Polri Jaga Stabilitas Daerah Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut kedatangan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto di Bandara Pattimura, Ambon, Minggu (12/4/2026). Penyambutan ini menjadi momentum memperkuat sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di Maluku.Kedatangan Pangdam beserta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XV/Pattimura Ny. Dian Dody Triwinarto disambut secara adat melalui prosesi pengalungan syal oleh Gubernur Maluku, sebagai simbol penghormatan dan ucapan selamat datang di Bumi Raja-RajaSuasana penyambutan berlangsung hangat dan kental dengan nuansa budaya lokal, ditandai dengan penampilan Tari Lenso yang diiringi musik tradisional tifa totobuang.Sejumlah pejabat Forkopimda turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Maluku, unsur TNI, Polri, kejaksaan, pemerintah daerah, serta pimpinan instansi terkait lainnya.Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto menyampaikan harapan agar kehadiran Pangdam XV/Pattimura dapat semakin memperkuat soliditas lintas institusi dalam menjaga keamanan wilayah.“Selamat datang di Maluku, Bumi Raja-Raja. Kami berharap sinergi TNI-Polri semakin kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Kapolda.Ia menegaskan, kolaborasi TNI-Polri bersama pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif sekaligus mendukung percepatan pembangunan di wilayah Maluku.Penyambutan ini sekaligus menandai awal koordinasi dan kerja sama strategis antara Pangdam XV/Pattimura dengan jajaran Forkopimda Maluku dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan ke depan.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. PNO-12 13 Apr 2026, 14:49 WIT
Anggaran RSUD Mimika 230 Miliar Dipersoalkan, Dugaan “Kongkalikong” Bupati dan Ketua DPRK Papuanewsonline.com, Mimika - Anggaran multiyear 230 miliar untuk pembangunan RSUD Kabupaten Mimika menuai kontroversi. Anggaran ini muncul tanpa melalui proses pembahasan APBD 2026 dan Tim Badan Anggaran Legislatif Mimika.Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Yohanes Kemong S.Ip., mempertanyakan kinerja Ketua DPRK Mimika yang diduga melakukan persetujuan tanpa prosedur yang benar. "Ada dugaan kongkalikong antara Bupati dan Ketua DPRK Mimika," Ia meminta semua pihak memperhatikan persoalan ini karena tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. "Kami akan terus mengawasi dan memperjuangkan transparansi anggaran" katanya.Dugaan kongkalikong ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan penyalahgunaan anggaran. "Kami ingin anggaran ini digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi" ujar Yohanes Kemong. dalam rilisnya yang yang beredar di grup-grup whatsapp.Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau, A.Md. T., belum memberikan komentar terkait isu ini Hinga berita ini di publikasikan Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M. menyatakan bahwa anggaran ini telah melalui proses yang benar dan akan digunakan untuk pembangunan RSUD yang berkualitas.Namun, Yohanes kemong sebagai Wakil Rakyat Provinsi Papua Tengah tetap meminta klarifikasi dan transparansi terkait anggaran ini. "Kami akan terus memantau dan memperjuangkan hak-hak masyarakat" tutup. Penulis: Hend Editor: GF 12 Apr 2026, 19:18 WIT
DPRK Mimika Soroti Pentingnya Transparansi Anggaran MBG Dan Waspadai Peran Koperasi Papuanewsonline.com, Timika – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menegaskan program unggulan nasional ini harus dikelola secara terbuka, terutama terkait mekanisme koperasi yang terlibat agar tidak terjadi kendala di lapangan.Menurut Primus, transparansi menjadi kunci utama agar tidak ada dana yang tertahan atau tersendat penyalurannya. “Kami berharap pengelolaan anggaran ini benar-benar transparan, khususnya yang berkaitan dengan koperasi, sehingga semuanya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” ujarnya. Pihak legislatif juga memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.Saat ini, pelaksanaan MBG di Mimika diketahui sedang dihentikan sementara menyusul masuknya masa libur sekolah. Program ini direncanakan akan kembali beroperasi secara penuh setelah kegiatan belajar mengajar dimulai kembali. DPRK berharap saat dimulai nanti, pelayanan dan penyaluran manfaat bisa kembali maksimal bagi para siswa.DPRK menilai program ini memiliki manfaat besar dalam mendukung pemenuhan gizi anak serta meningkatkan semangat belajar. Oleh karena itu, dengan pengawasan yang optimal, diharapkan MBG dapat berjalan berkesinambungan, memberikan dampak nyata bagi kesehatan pelajar, serta bebas dari praktik yang tidak bertanggung jawab.  Penulis: JidEditor: GF 11 Apr 2026, 13:06 WIT
DPRK Mimika Dukung Penuh Pembangunan Gedung C2 RSUD Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) resmi menyepakati pembangunan Gedung Perawatan C2 RSUD Mimika dengan nilai anggaran mencapai Rp 242 miliar. Proyek strategis ini menggunakan skema tahun jamak atau multi years selama tiga tahun.Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menilai pembangunan ini sangat mendesak karena kapasitas rumah sakit saat ini sudah tidak sebanding dengan jumlah pasien yang terus meningkat. “Kondisi rumah sakit sudah melebihi kapasitas ideal, berdampak langsung pada kualitas pelayanan,” ujar Primus.Hal senada disampaikan Bupati Johannes Rettob, yang membenarkan RSUD tipe C dengan standar 181 tempat tidur kini kerap menampung hingga 300 pasien. Akibatnya, pasien terpaksa ditempatkan di selasar dan ruang doa. RSUD ini juga menjadi rujukan utama wilayah Papua Tengah seperti Paniai, Deiyai, hingga Nduga.Pengerjaan ditangani satu kontraktor saja untuk hindari kendala teknis. Primus menegaskan pihaknya akan menjalankan fungsi pengawasan secara ketat.“Kami pastikan seluruh tahapan transparan, tepat waktu, dan anggaran dikelola efisien serta akuntabel,” tegasnya.Meski di tengah keterbatasan fiskal akibat penurunan Dana Bagi Hasil, Bupati memastikan proyek tetap jalan dengan mengoptimalkan SILPA dan PAD. Selain gedung baru, pemerintah juga berencana menambah fasilitas canggih seperti alat cuci darah dan MRI. Dengan sinergi ini, diharapkan pelayanan kesehatan di Mimika kembali optimal dan nyaman bagi masyarakat luas. Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 12:55 WIT
Perkuat Sinergitas TNI–Polri, Polda Maluku Ucapkan HUT ke-80 TNI AU di Lanud Pattimura Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku menegaskan komitmen memperkuat sinergitas TNI–Polri dengan memberikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI Angkatan Udara kepada Lanud Pattimura Ambon, Kamis (9/4/2026).Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Polairud Polda Maluku, Kombes Pol Handoyo Santoso, mewakili Kapolda Maluku. Rombongan diterima Komandan Lanud Pattimura, Kolonel Pnb Sugeng Sugiharto, bersama jajaran pejabat Lanud.Selain ucapan resmi, Polda Maluku juga menyerahkan kue ulang tahun sebagai bentuk penghormatan dan simbol soliditas antar institusi pertahanan dan keamanan negara.Direktur Polairud Polda Maluku, Kombes Pol Handoyo Santoso, menegaskan bahwa momentum HUT TNI AU menjadi penguat kolaborasi strategis di wilayah Maluku.“Sinergitas TNI–Polri adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah kepulauan seperti Maluku. Kami berharap hubungan solid ini terus terjaga dalam mendukung program pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Handoyo.Sementara itu, Danlanud Pattimura Kolonel Pnb Sugeng Sugiharto menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Polda Maluku.“Kami mengucapkan terima kasih atas ucapan dan perhatian dari Polda Maluku. Sinergitas yang telah terjalin selama ini menjadi kekuatan penting dalam menjaga keamanan dan mendorong kemajuan Maluku,” ujarnya.Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan hubungan harmonis antara TNI dan Polri di daerah. PNO-12 10 Apr 2026, 18:19 WIT
DPRK Mimika Tanggapi Demo FRP: Akui Otsus Jilid II Belum Optimal Papuanewsonline.com, Timika – Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika memberikan tanggapan resmi terhadap aksi demonstrasi yang digelar Front Rakyat Papua (FRP) di halaman kantor mereka, Selasa (7/4/2026). Para legislator menyatakan siap menerima seluruh aspirasi yang disampaikan massa dan berjanji akan menindaklanjutinya ke tingkat yang lebih tinggi agar mendapatkan perhatian serius.Anggota DPRK, Mathius Yanengga, menegaskan keterbukaan pihaknya untuk mendengar suara rakyat, khususnya Orang Asli Papua. Ia bahkan sependapat dengan tuntutan massa mengenai perlunya evaluasi besar-besaran."Saya setuju Otsus Jilid II dinilai gagal dan belum berjalan optimal. Negara harus hadir, kami tidak boleh mati di atas kekayaan sendiri," ujarnya, menyoroti juga perlunya evaluasi terhadap peran Majelis Rakyat Papua (MRP).Sementara itu, Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung tertib dan damai tanpa tindakan anarkis. Ia menilai aspirasi yang disuarakan sangat penting dan patut diperjuangkan."Kami menerima kedatangan kalian. Aspirasi ini luar biasa dan akan kami teruskan ke tingkat yang lebih tinggi," paparnyaPrimus juga menekankan pentingnya menyampaikan pendapat dengan cara-cara yang damai agar tidak menimbulkan dampak negatif. Sebagai sesama anak bangsa, ia mengajak untuk tidak ada permusuhan, melainkan bersatu memperjuangkan nasib yang lebih baik melalui jalur dialog dan peraturan yang berlaku demi kesejahteraan masyarakat Papua. Penulis: Jid Editor: GF 07 Apr 2026, 19:10 WIT
FRP Demo Di DPRK Mimika: Tuntut Tutup Freeport & Tarik Pasukan Militer Papuanewsonline.com, Timika – Massa Front Rakyat Papua (FRP) kembali menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRK Mimika, Selasa (7/4/2026). Dalam orasinya yang penuh semangat, mereka menuntut penutupan operasional PT Freeport Indonesia (PTFI) yang dianggap sebagai akar dari penindasan dan ketidakadilan di Tanah Papua. Wakil Koordinator Lapangan, Riman Onawame, mempertanyakan siapa yang sesungguhnya berhak bicara mewakili rakyat, sambil menyoroti kinerja legislatif yang dinilai belum memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.Berbagai tuntutan disuarakan, mulai dari penolakan investasi, desakan agar Presiden Prabowo Subianto menarik seluruh pasukan militer organik maupun non-organik dari Papua, hingga penolakan terhadap kebijakan Otonomi Khusus (Otsus). Mereka menilai kehadiran aparat memperpanjang konflik, sementara Otsus dan lembaga seperti Majelis Rakyat Papua (MRP) dianggap gagal dan tidak lagi mewakili aspirasi asli masyarakat. "Siapa yang sebenarnya punya hak bicara untuk orang Papua?" tanya Riman, menegaskan kekecewaan mendalam terhadap berbagai kebijakan yang berlaku.Suara perempuan juga didengungkan melalui perwakilan Ikatan Perempuan Papua yang menyoroti sejarah pengelolaan sumber daya alam yang sejak awal tidak melibatkan masyarakat adat. Hal ini dinilai memicu ketimpangan sosial dan ekonomi yang hingga kini masih dirasakan. Sementara itu, Ketua KNPB Timika, Yanto Awerkion, menegaskan kembali tuntutan pembubaran MRP dan penghapusan Otsus, yang dianggap tidak membawa perubahan signifikan bagi kehidupan rakyat.Kelompok Masyarakat Adat Independen (MAI) turut mengecam kontrak karya yang dianggap melanggar hak asasi manusia, khususnya bagi masyarakat di wilayah pegunungan. Aksi damai ini ditutup dengan seruan keras kepada pemerintah untuk segera membuka ruang dialog yang jujur dan adil. Mereka mendesak perhatian serius terhadap pemenuhan hak dasar rakyat Papua, mulai dari akses pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan ekonomi yang layak dan merata. Penulis: Jid Editor: GF 07 Apr 2026, 19:04 WIT
300 Personel Tni-Polri Siaga Amankan Demo di DPRK Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Sebanyak 300 personel gabungan dari TNI dan Polri dikerahkan untuk melaksanakan pengamanan aksi demonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, pada Selasa (7/4/26). Pasukan gabungan ini terdiri dari personel Polres Mimika, jajaran Polsek, Yonif 754, Kodim 1710/Mimika, serta Brimob Yon B yang disebar di berbagai titik strategis.Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menyatakan bahwa aparat telah membagi pengamanan di empat titik kumpul massa hingga rute perjalanan menuju gedung DPRK. Meskipun panitia telah menyampaikan pemberitahuan, pihak kepolisian belum menerbitkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) karena belum memenuhi syarat administrasi sesuai aturan, seperti ketepatan waktu H-3 dan jumlah koordinator yang sesuai."Meski belum memenuhi syarat administrasi, kami tetap memberikan pelayanan dan pengamanan demi kenyamanan bersama," ujar Kapolres. Ia menegaskan instruksi kepada seluruh anggotanya untuk mengedepankan pendekatan humanis tanpa membawa senjata api tajam. Aparat berharap massa dapat menyampaikan aspirasi dengan tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat umum.Berdasarkan informasi yang beredar, aksi ini digelar oleh kelompok yang menyebut diri Front Rakyat Papua Timika dan berkaitan dengan isu PT Freeport Indonesia (PTFI). Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pihak DPRK agar ada wakil yang menerima aspirasi sehingga tuntutan dapat disalurkan melalui jalur yang tepat dan berakhir damai. Penulis: Jid Editor: GF 07 Apr 2026, 18:48 WIT
Front Rakyat Papua Gelar Demo Damai Di Timika, Tolak Investasi Dan Militerisme di Papua Papuanewsonline.com, Timika – Ratusan massa yang tergabung dalam Front Rakyat Papua wilayah Timika menggelar aksi demonstrasi damai pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIT. Massa mulai berkumpul dan memadati kawasan Bundaran Petrosea sebagai titik awal pergerakan. Di lokasi tersebut, para pengunjuk rasa sempat menyampaikan orasi pembuka berisi sejumlah tuntutan krusial sebelum melanjutkan perjalanan menuju pusat pemerintahan.Sambil membawa berbagai atribut seperti pduk dan pamflet, massa menyuarakan penolakan tegas terhadap investasi skala besar serta praktik militerisme di tanah Papua. Tulisan-tulisan dalam pduk tersebut mencerminkan kegelisahan masyarakat terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil. Setelah berkonsolidasi di bundaran, massa kemudian melakukan long march dengan tertib menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika di Jalan Cenderawasih.Setibanya di kantor parlemen, massa menyampaikan aspirasi mereka secara langsung di hadapan para legislator yang hadir. Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Mimika guna memastikan situasi tetap kondusif dan arus lalu lintas di sekitar lokasi tidak terganggu.Petugas kepolisian tampak bersiaga penuh di sepanjang rute perjalanan hingga halaman gedung DPRK untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.Dalam orasinya, Wakil Koordinator Lapangan (Wakorlap), Riman Onawame, melontarkan kritik tajam mengenai legitimasi pihak-pihak yang kerap mengatasnamakan masyarakat Papua. Ia juga menyoroti peran lembaga legislatif yang dianggap belum memberikan dampak nyata serta perlindungan maksimal bagi kepentingan warga lokal. Aksi berlangsung dengan penyampaian pendapat yang lugas namun tetap menjaga ketertiban umum hingga seluruh rangkaian kegiatan aspirasi tersebut selesai dilaksanakan. Penulis: Jid Editor: GF 07 Apr 2026, 18:44 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT