logo-website
Selasa, 10 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Dinas PKPP Mimika Sosialisasikan Kebijakan Perumahan untuk Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi kebijakan dan peraturan perumahan serta kawasan permukiman yang diikuti para kepala OPD, kepala distrik, lurah, dan pengembang perumahan.Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini dibuka secara resmi oleh Asisten III Setda Mimika, Lucas Evert Hindom, di Hotel Cartenz Timika, Selasa (11/11/2025).Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran berbagai pihak mengenai peraturan perundang-undangan yang mengatur bidang perumahan dan kawasan permukiman. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana penyampaian informasi tentang kebijakan dan program Direktorat Jenderal Perumahan Pedesaan, serta Peraturan Menteri PKP Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Perumahan dan Penyediaan Rumah Khusus.Dalam sambutannya, Lucas Evert Hindom menegaskan bahwa perumahan dan kawasan permukiman yang layak merupakan kebutuhan dasar manusia sekaligus hak konstitusional setiap warga negara.“Di Kabupaten Mimika, pembangunan perumahan dan penataan kawasan permukiman menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Melalui penyediaan hunian yang layak dan lingkungan yang tertata, kita berupaya mewujudkan kesejahteraan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Mimika secara menyeluruh,” ujarnya.Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memahami standar pembangunan rumah, hak dan kewajiban kepemilikan hunian, serta cara mengakses program pemerintah di bidang perumahan, sekaligus berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan permukiman yang tertib, sehat, dan layak huni.Evert Hindom juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas di lapangan.Penulis: JidanEditor: GF 11 Nov 2025, 20:40 WIT
Dr. Leo Tumuka: Kunci Sukses Beasiswa YPMAK Ada pada Dukungan Penuh Orang Tua Papuanewsonline.com, Timika – Ketua Pengurus Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Dr. Leonardus Tumuka, menegaskan bahwa dukungan dan peran aktif orang tua menjadi faktor utama keberhasilan program beasiswa bagi anak-anak asli Papua dari suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya.“Pendidikan pertama dan utama itu dari keluarga. Ketika orang tua tidak memberikan dukungan, motivasi, dan semangat belajar kepada anak-anak, tentu mereka bisa mengalami kesulitan merampungkan studi. YPMAK sangat membutuhkan dukungan orang tua,” ujar Dr. Tumuka, Senin (11/11/2025).Dr. Tumuka mengungkapkan, masih banyak peserta program beasiswa YPMAK yang belum mampu menyelesaikan studi tepat waktu, bahkan sebagian harus berhenti di tengah jalan. Ia berharap para orang tua tidak memprovokasi anak-anak untuk pulang karena persoalan kecil, tetapi justru memberi semangat agar mereka menuntaskan pendidikan hingga lulus.YPMAK bersama PT Freeport Indonesia terus memperbaiki formula pemberian beasiswa. Ke depan, calon penerima beasiswa lulusan SLTA akan diarahkan mengambil jurusan yang memiliki peluang besar di dunia kerja, termasuk pendidikan vokasi dan sekolah kedinasan.“Selama kepengurusan kami periode 2024–2029, komitmen itu sudah jelas,” kata Dr. Tumuka. “Beasiswa akan lebih diarahkan pada prestasi dan kualitas.”Selain itu, Dr. Tumuka juga berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk membenahi kualitas pendidikan dasar dan menengah di Mimika dan wilayah Papua Tengah.Program beasiswa PTFI melalui YPMAK telah berhasil melahirkan empat dokter asli Amungme–Kamoro, yaitu dr. Beanal, dr. Sephia Chrisilla Jangkup, drg. Fransiska Poana, dan dr. Aprilda Yulifa Thalia Thomas Karupukaro.Penulis: JidanEditor: GF 11 Nov 2025, 20:37 WIT
Alumni YPMAK Satukan Langkah Lewat PAPEDA: Siap Mengabdi dan Bangun Tanah Papua Papuanewsonline.com, Timika – Setelah menjadi penerima manfaat program pendidikan dari Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), para alumni kini memiliki wadah resmi untuk berkontribusi bagi pembangunan Papua. Mereka membentuk Perkumpulan Alumni Penerima Beasiswa Dana Kemitraan (PAPEDA–YPMAK) yang telah disahkan melalui SK Kemenkumham RI Nomor 0005128.AH.01.07 Tahun 2025. Deklarasi pembentukan PAPEDA–YPMAK berlangsung di Hotel Horison Ultima Timika, Selasa (11/11/2025), dengan mengusung tema “Anyaman Noken Sudah Siap.” Ketua Panitia Deklarasi, Dr. Krinus Kum, menyampaikan bahwa PAPEDA lahir dari kepedulian terhadap tantangan pembangunan di Papua, serta minimnya komunikasi antar-intelektual penerima beasiswa YPMAK dari tujuh suku. “PAPEDA hadir untuk memperkuat kepekaan sosial, mempererat persaudaraan, dan merespons isu-isu strategis di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, hukum, dan politik,” ujar Krinus. Organisasi ini memiliki visi besar untuk mengoptimalkan potensi alumni sebagai mitra pembangunan daerah dan nasional, mempererat hubungan kekeluargaan antaralumni, serta menumbuhkan kecintaan terhadap lembaga YPMAK. Dalam waktu dekat, PAPEDA–YPMAK akan melaksanakan sejumlah program prioritas, antara lain pendataan alumni, pengembangan kemitraan industri, peningkatan mutu alumni, temu alumni nasional, serta program tanggung jawab sosial. Deklarasi ini turut dimeriahkan dengan penampilan lagu berbahasa Kamoro dan Amungme, fragmen bertajuk “Merajut Noken Asa,” serta testimoni para alumni tentang perjuangan mereka setelah menamatkan pendidikan. Dengan berdirinya PAPEDA–YPMAK, para alumni penerima beasiswa kini memiliki wadah resmi untuk berjejaring, berbagi gagasan, dan mengabdikan diri bagi kemajuan masyarakat Papua.   Penulis: Jidan Editor: GF 11 Nov 2025, 20:36 WIT
Lanud YKU Timika Dukung Kemandirian Pangan: Babinsa Dampingi Petani Tanam Jagung di Nawaripi Papuanewsonline.com, Timika – Babinsa Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) dari Lanud Yohanes Kapiyau (YKU) Timika menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan aktif mendukung program ketahanan pangan. Serka Kasimirus Anitu, Babinpotdirga Lanud YKU, terjun langsung mendampingi kelompok tani binaannya, Taparo Izakod Bekai, di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, pada Selasa (11/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, Serka Kasimirus membantu proses penanaman bibit jagung hibrida yang diperkirakan dapat dipanen dalam waktu 115 hari. Kehadiran Babinsa di lapangan memberikan motivasi dan meringankan beban para petani dalam mengolah lahan pertanian mereka. Selain menanam jagung, para petani juga mengembangkan berbagai tanaman hortikultura seperti kangkung, tomat, labu, dan cabai sebagai bentuk diversifikasi pangan lokal. “Hasil panen nantinya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan warga setempat, tetapi juga akan dipasarkan ke beberapa pasar tradisional di Kota Timika,” ujar Serka Kasimirus, menegaskan bahwa pendampingan kepada para petani merupakan bagian dari tugas pokok TNI dalam membantu pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sementara itu, Lewi, salah satu petani yang mendapat pendampingan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan Babinpotdirga Lanud YKU. Menurutnya, keterlibatan TNI di lapangan menjadi sumber semangat baru bagi petani untuk terus mengembangkan usaha pertanian mereka. “Kami berterima kasih karena Babinsa selalu hadir membantu kami. Kehadiran mereka membuat kami semakin semangat bekerja,” ungkap Lewi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam memperkuat kemandirian pangan daerah serta mendukung program pemerintah menuju ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. Penulis: Jidan Editor: GF 11 Nov 2025, 17:03 WIT
Pemkab Mimika Restrukturisasi OPD, Bentuk Dinas Baru dan BRIDA untuk Percepat Pembangunan Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika melakukan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dengan melakukan penataan organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah ini ditandai dengan penambahan satu dinas baru serta pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan dan pelayanan publik. Bupati Mimika, Johannes Rettob, menjelaskan bahwa dinas baru yang dibentuk adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, hasil pemekaran dari Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora). Menurutnya, selama ini Disparbudpora lebih fokus pada sektor pemuda dan olahraga, sehingga pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan belum optimal. Melalui pembentukan dinas baru ini, pemerintah menargetkan Mimika menjadi daerah tujuan wisata di masa depan, dengan pengelolaan yang lebih fokus dan profesional. “Disparbudpora selama ini lebih banyak menangani kegiatan kepemudaan dan olahraga, sehingga sektor pariwisata dan kebudayaan perlu perhatian khusus. Karena itu, kami bentuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan agar pengembangannya bisa lebih maksimal,” jelas Bupati Rettob. Selain itu, pembentukan BRIDA menjadi langkah penting dalam memperkuat riset dan inovasi di tingkat daerah. Badan ini akan berperan dalam mendorong inovasi berbasis data dan riset, sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar daerah lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya itu, Pemkab Mimika juga akan membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di beberapa OPD guna memperkuat fungsi operasional di lapangan. Hal tersebut telah disahkan melalui Peraturan Bupati (Perbub) dan pejabatnya akan segera ditunjuk dalam waktu dekat. UPTD akan dibentuk di beberapa dinas, antara lain: Dinas Kesehatan (4 UPTD) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) (1 UPTD) Dinas Perhubungan (1 UPTD) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) (1 UPTD) Bupati Rettob menyampaikan bahwa masing-masing dinas telah mulai menyusun alokasi anggaran untuk operasional UPTD yang akan dibentuk. “Ini segera kita laksanakan prosesnya. Dinas terkait juga sudah mulai menyusun anggaran-anggaran untuk UPTD tersebut,” ujar Bupati saat memimpin apel di Pusat Pemerintahan Daerah, Senin (10/11/25). Restrukturisasi OPD ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan struktur organisasi yang lebih ramping, jelas, dan berbasis fungsi, Pemkab Mimika optimistis mampu menghadirkan pemerintahan yang lebih efisien, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan Mimika menuju daerah yang maju dan berkelanjutan. Penulis: Jidan Editor: GF 11 Nov 2025, 17:00 WIT
Dinas Kesehatan Gelar Rakerkesda II di Timika, Bahas Arah Kebijakan dan Penguatan Layanan Papuanewsonline.com, Timika —Suasana hangat namun penuh semangat terasa di Hotel Grand Tembaga, Timika, pada 10–11 November 2025. Lebih dari seratus peserta dari berbagai unsur kesehatan — mulai dari dinas kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit, puskesmas, hingga perwakilan Kementerian Kesehatan RI — berkumpul dalam forum penting bertajuk Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) ke-II Provinsi Papua Tengah. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Tengah ini mengusung tema besar: “Aksi Bersama untuk Papua Tengah Sehat: Strategi Efektif Peningkatan Kesehatan.” Tema tersebut mencerminkan semangat sinergi lintas sektor dalam memperkuat sistem kesehatan daerah, mempercepat pemerataan fasilitas, serta memastikan setiap warga Papua Tengah mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil, berkualitas, dan berkelanjutan. Kabupaten Mimika dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Rakerkesda tahun ini. Daerah yang dikenal memiliki infrastruktur kesehatan paling lengkap di wilayah Papua Tengah ini dinilai mampu memberikan contoh nyata dalam penerapan transformasi digital dan pelayanan kesehatan terpadu. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Rizal Ubra, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kepercayaan tersebut. “Kami bangga Mimika bisa menjadi tuan rumah Rakerkesda ke-II ini. Forum ini menjadi momentum penting bagi kita untuk berbagi praktik baik, memperkuat jejaring, dan mempercepat transformasi pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas,” ujar Reynold. Reynold menambahkan, Mimika terus mendorong digitalisasi sistem kesehatan agar layanan publik semakin cepat dan akurat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga medis, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan budaya hidup sehat. Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, drg. Yohanes Tebai, menegaskan bahwa Rakerkesda II ini menjadi ajang evaluasi sekaligus perumusan langkah strategis menghadapi tantangan nyata di lapangan — mulai dari keterbatasan tenaga kesehatan, fasilitas medis, hingga sarana prasarana yang belum merata. “Melalui Rakerkesda ini, kita ingin menyamakan persepsi dan langkah bersama dalam menerjemahkan visi-misi Gubernur Papua Tengah. Tujuan akhirnya adalah percepatan peningkatan layanan kesehatan masyarakat, dari kota hingga pelosok,” jelas Yohanes. Ia juga menyoroti perlunya memperkuat kemitraan antara pemerintah, lembaga pendidikan kesehatan, dan pihak swasta, guna memastikan ketersediaan tenaga medis di daerah terpencil tetap terjaga. “Papua Tengah butuh SDM kesehatan yang bukan hanya terampil, tapi juga punya hati melayani. Itu yang menjadi fokus kami ke depan,” tambahnya. Rakerkesda II tidak sekadar menjadi ajang pertemuan formal, tetapi forum strategis bagi para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan capaian dan kendala program kesehatan di delapan kabupaten Papua Tengah, yakni Mimika, Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya. “Keberhasilan pembangunan kesehatan di Papua Tengah tidak bisa dicapai sendiri. Harus ada sinergi dari semua pihak agar masyarakat benar-benar merasakan dampaknya,” ujarnya. Rakerkesda II di Timika menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi dasar penyusunan rencana aksi daerah bidang kesehatan tahun 2026–2030. Langkah ini diharapkan memperkuat sistem kesehatan daerah yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berbasis data.   Penulis: Jidan Editor: GF 11 Nov 2025, 16:51 WIT
Massa Geruduk DPRK Mimika, Tuntut Penutupan Freeport dan Hentikan Kekerasan di Papua Papuanewsonline.com, Timika — Ratusan massa dari Forum Independen Mahasiswa West Papua Komite Pimpinan Kota (FIMWP-KPK) Timika turun ke jalan pada Senin (10/11/2025) pagi, memenuhi halaman depan Kantor DPRK Mimika. Dengan pduk, poster, dan bendera bertuliskan pesan-pesan perdamaian, mereka menyerukan tuntutan tegas kepada pemerintah pusat dan daerah: hentikan kekerasan di Papua dan tutup PT Freeport Indonesia (PTFI). Aksi tersebut berlangsung dalam suasana panas namun tetap terkendali. Massa bergerak dengan tertib sambil meneriakkan yel-yel perjuangan, menyuarakan ketidakadilan yang mereka rasakan sebagai masyarakat adat di atas tanah sendiri. “Hari ini kami tidak datang untuk membuat kekacauan. Kami datang untuk menyuarakan suara rakyat yang selama ini dibungkam. Kami datang karena kami mencintai tanah ini,” teriak Freedom Kobogau, Koordinator Lapangan FIMWP-KPK, dalam orasinya di depan gerbang kantor DPRK Mimika. Dalam pernyataannya, Freedom Kobogau menegaskan bahwa eskalasi kekerasan di berbagai wilayah konflik Papua seperti Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, Maybrat, Pegunungan Bintang, dan Yahukimo terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, masyarakat sipil — terutama perempuan dan anak-anak — menjadi korban utama dari operasi militer yang dilakukan di wilayah-wilayah tersebut. “Kami menuntut pemerintah Indonesia untuk segera menarik aparat keamanan dari wilayah konflik dan menghentikan kekerasan terhadap warga sipil. Papua bukan medan perang, Papua adalah tanah kehidupan,” ujar Freedom lantang disambut tepuk tangan massa. Selain menyoroti kekerasan, massa juga menuntut penutupan operasional PT Freeport Indonesia (PTFI). Mereka menilai keberadaan perusahaan tambang emas raksasa itu selama puluhan tahun hanya memperkaya segelintir pihak, sementara masyarakat adat Amungme dan Kamoro yang menjadi pemilik tanah ulayat justru hidup dalam keterpinggiran sosial dan ekonomi. “Sumber daya alam kami dikuras tanpa batas, tapi rakyat pemilik tanah justru hidup di pinggiran kota. Kami yang bersuara hari ini adalah mereka yang tersisa untuk mempertahankan tanah adat kami,” ujar Freedom lagi dengan nada tegas. Setelah menyampaikan orasi dan menyerahkan surat pernyataan sikap, perwakilan massa diterima langsung oleh Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, bersama sejumlah anggota dewan. Dalam pertemuan itu, pihak DPRK menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan meneruskannya ke pemerintah provinsi dan pusat. “Kami menerima aspirasi ini dan akan meneruskannya kepada pihak-pihak berwenang. Kami juga bagian dari masyarakat Mimika, dan kami memahami keresahan ini. Diharapkan semua pihak bisa mencari solusi terbaik tanpa kekerasan,” ujar Primus dalam keterangannya kepada media. Primus juga menekankan bahwa DPRK Mimika mendukung upaya-upaya dialog dan penyelesaian damai atas setiap konflik di Tanah Papua. Ia mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan tidak terprovokasi oleh pihak manapun. Pesan ini menggema di tengah panas terik siang Timika — menandakan bahwa perjuangan keadilan di Tanah Papua masih jauh dari usai. Penulis: Jidan Editor: GF 11 Nov 2025, 16:47 WIT
Malaria di Mimika Menurun: Dinas Kesehatan Terus Tingkatkan Pelayanan Berkualitas Papuanewsonline.com, Timika — Upaya Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memperkuat pelayanan kesehatan publik mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, angka penderita malaria di wilayah tersebut menurun dari 21 persen pada tahun 2020 menjadi 18,2 persen pada 2025. Capaian ini menjadi indikator penting keberhasilan pemerintah daerah dalam mengendalikan salah satu penyakit endemik yang selama ini menjadi tantangan besar di wilayah Papua Tengah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Rizal Ubra, saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) ke-III Tahun 2025 di Timika, Selasa (11/11/2025). “Kami menyambut gembira pelaksanaan Rakerkesda di Kabupaten Mimika. Forum ini menjadi sarana penting bagi seluruh kabupaten di Papua Tengah untuk berbagi strategi dan memperkuat sinergi antar daerah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” ujar Reynold di hadapan peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit, puskesmas, dan mitra pembangunan. Dalam paparannya, Reynold menjelaskan bahwa Mimika memiliki posisi strategis dalam sistem pelayanan kesehatan di Papua Tengah. Dengan wilayah administratif yang luas dan populasi mencapai lebih dari 329 ribu jiwa, Mimika menjadi daerah rujukan utama bagi layanan kesehatan di kawasan sekitarnya. Saat ini, Kabupaten Mimika memiliki 26 puskesmas yang tersebar di 18 distrik serta tujuh rumah sakit, termasuk RSUD Mimika yang telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional sejak 2019. Selain itu, jumlah tenaga kesehatan di Mimika mencapai lebih dari 3.000 orang yang telah teregistrasi secara nasional. “Ketersediaan SDM kesehatan ini menjadi kekuatan utama kami untuk memastikan setiap warga Mimika, dari pesisir hingga pegunungan, mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” jelas Reynold. Penurunan angka malaria, menurut Reynold, tidak terjadi begitu saja. Dinkes Mimika selama lima tahun terakhir gencar melakukan pendekatan komprehensif berbasis pencegahan, mulai dari penyemprotan insektisida, pembagian kelambu berinsektisida, hingga kampanye kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Program edukasi kesehatan juga digencarkan melalui kolaborasi dengan sekolah, tokoh masyarakat, dan lembaga keagamaan. “Kami tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk mencegah. Karena malaria tidak bisa diberantas hanya dengan obat, tetapi dengan perubahan perilaku,” ujar Reynold menegaskan. Selain program lapangan, Dinkes Mimika juga mulai menerapkan digitalisasi layanan kesehatan yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan dan sistem rujukan nasional (SISRUTE). Dengan sistem ini, masyarakat bisa lebih mudah mengakses informasi layanan, membuat rujukan online, hingga melakukan pemantauan hasil pemeriksaan kesehatan tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan. Rakerkesda ke-III ini tidak hanya menjadi forum koordinasi antar daerah, tetapi juga menjadi ajang pertukaran gagasan inovatif untuk memperkuat sistem kesehatan di wilayah Papua Tengah. Dalam kegiatan tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari pengendalian penyakit menular, peningkatan gizi masyarakat, hingga penguatan sistem informasi kesehatan berbasis digital. Reynold berharap hasil dari Rakerkesda ini dapat menjadi pedoman konkret bagi setiap daerah dalam menyusun kebijakan kesehatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penulis: Jidan Editor: GF 11 Nov 2025, 16:37 WIT
Mimika Mantapkan Langkah Menuju Smart City Humanis Melalui Transformasi Digital Papuanewsonline.com, Mimika — Kabupaten Mimika terus menunjukkan keseriusannya dalam menapaki jalur transformasi digital menuju pemerintahan modern yang transparan dan berorientasi pada pelayanan publik. Melalui visi Smart City Humanis, pemerintah daerah berupaya menghadirkan tata kelola yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga berakar pada nilai kemanusiaan dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Rapat Dewan Smart City ke-3 yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Ultima Timika, Senin (10/11/2025). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tim penyusun Masterplan Smart City Kabupaten Mimika. Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa Mimika merupakan kabupaten pertama di Indonesia Timur yang bergabung dalam program nasional Smart City sejak tahun 2017. Langkah tersebut, kata Rettob, menjadi tonggak penting dalam perjalanan Mimika menuju tata kelola pemerintahan digital yang efisien, adaptif, dan akuntabel. “Pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Kita ingin memastikan setiap inovasi digital benar-benar membantu masyarakat, bukan sekadar simbol kemajuan,” ujarnya tegas. Bupati Rettob menambahkan, berbagai terobosan digital yang telah dijalankan Pemkab Mimika, seperti Mal Pelayanan Publik (MPP) dan aplikasi Mimika Center, menjadi bukti nyata komitmen pemerintah menghadirkan layanan publik yang cepat, mudah diakses, dan transparan. “Melalui MPP, warga bisa mengurus berbagai dokumen cukup di satu tempat. Sementara Mimika Center menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aduan, saran, bahkan solusi terhadap masalah yang mereka hadapi,” lanjutnya. Konsep Smart City yang diusung Mimika, menurut Bupati Rettob, bukan hanya soal kecanggihan sistem atau banyaknya aplikasi digital. Esensinya justru terletak pada kemampuan pemerintah mendengar, memahami, dan menindaklanjuti kebutuhan masyarakat dengan pendekatan yang inklusif.. Sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat Smart City, Pemkab Mimika juga menyelenggarakan Innovation Week 2025, ajang tahunan yang memberi ruang bagi setiap OPD untuk menampilkan ide dan inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Dalam kegiatan tersebut, berbagai inovasi ditampilkan — mulai dari aplikasi berbasis data kependudukan, sistem pemantauan infrastruktur, hingga program digitalisasi layanan pendidikan dan kesehatan. Wakil Bupati Mimika yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap visi besar Mimika sebagai daerah pelopor transformasi digital di Papua. Menurutnya, pengembangan Smart City bukan hanya untuk mempermudah pelayanan publik, tetapi juga untuk menciptakan sistem pemerintahan yang efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui langkah-langkah strategis tersebut, Mimika menegaskan dirinya sebagai daerah yang bukan hanya cerdas secara digital, tetapi juga humanis secara sosial. Bupati Johannes Rettob berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif mendukung visi ini agar Mimika menjadi contoh nyata penerapan Smart City yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan kearifan lokal. Penulis: Jidan Editor: GF 11 Nov 2025, 16:34 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT