logo-website
Minggu, 19 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Wamen ESDM Tinjau Jargas Sleman, Program Energi Bersih Dipercepat untuk Jangkau Jutaan Rumah Tangga Papuanewsonline.com, Sleman – Pemerintah terus mempercepat pengembangan jaringan gas bumi (Jargas) sebagai bagian dari upaya memperluas akses energi bersih, meningkatkan efisiensi energi rumah tangga, dan memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satu implementasi yang dinilai berhasil saat ini berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui sistem distribusi gas berbasis Compressed Natural Gas (CNG) Clustering atau beyond pipeline. Keberhasilan program tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot yang melakukan kunjungan kerja ke Sleman pada Jumat (19/6/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pemanfaatan gas bumi yang kini telah menjangkau masyarakat di wilayah yang sebelumnya belum terhubung dengan jaringan pipa transmisi gas. Menurut Yuliot, inovasi distribusi gas berbasis CNG menjadi solusi efektif dalam mempercepat pemerataan energi bersih di berbagai daerah. Melalui sistem tersebut, masyarakat tidak perlu menunggu pembangunan jaringan pipa utama untuk dapat menikmati manfaat gas bumi sebagai sumber energi yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. "Jadi untuk tahun 2026 ini, kita ada target 160.000 satuan sambungan rumah tangga di berbagai kota. Ini akan dilakukan proses percepatan. Untuk lelangnya baru akan dilakukan pada akhir Juli ini. Jadi secara teknis, ada kajian untuk kesiapan masing-masing kota yang saat ini sedang kita selesaikan. Dan 160.000 satuan rumah tangga ini ada di Pulau Jawa, ada di Sumatera, ada di Kalimantan, dan juga tergantung dari kedekatan sumber gas untuk daerah yang bersangkutan. CNG, ya CNG semuanya," ujar Yuliot. Saat ini, Jargas berbasis CNG di Sleman telah melayani 4.545 sambungan rumah tangga, enam pelanggan kecil, serta empat pelanggan komersial. Untuk mendukung layanan tersebut, telah dibangun jaringan distribusi gas sepanjang lebih dari 141 kilometer yang memungkinkan penyaluran energi secara aman dan berkelanjutan kepada masyarakat. Berdasarkan data yang dihimpun, rata-rata konsumsi gas bumi pelanggan Jargas di Sleman mencapai sekitar 84 ribu meter kubik per bulan. Jumlah tersebut setara dengan penghematan penggunaan sekitar 64 metrik ton LPG setiap bulan, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Pemanfaatan gas bumi tidak hanya difokuskan pada sektor rumah tangga. Pemerintah juga mendorong perluasan layanan ke sektor produktif seperti UMKM, restoran, hotel, dan fasilitas kesehatan. Salah satu contoh nyata adalah Rumah Makan Payakumbuah Yogyakarta yang berhasil menekan biaya energi hingga 30 sampai 33 persen setelah beralih menggunakan gas bumi. Pemerintah bahkan telah menyiapkan target yang lebih besar untuk tahun-tahun mendatang. Selain 160 ribu sambungan rumah yang ditargetkan pada 2026, program pengembangan Jargas akan diperluas secara signifikan melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Dan tahun depan, dari pembiayaan APBN, justru kita akan tingkatkan totalnya menjadi 1 juta satuan sambungan rumah. Jadi ini juga lagi kita persiapkan untuk anggaran tahun 2027. Untuk tahun 2028, itu sudah bisa untuk 1 juta satuan sambungan rumah terlaksana. Jadi yang 160.000 itu bisa melayani masyarakat," kata Yuliot. Secara nasional, pengelolaan Jargas saat ini telah menjangkau sekitar 827 ribu sambungan rumah yang tersebar di 18 provinsi dan 74 kabupaten/kota. Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026–2029, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 350 ribu sambungan rumah baru setiap tahun melalui berbagai skema pendanaan. Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian ESDM dan seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan Jargas di Sleman. Menurutnya, teknologi CNG Clustering telah membuktikan kemampuannya sebagai solusi distribusi gas yang efektif untuk wilayah yang belum memiliki jaringan transmisi utama. "Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan, karena CNG yang bertekanan tinggi sekitar 200 bar telah disesuaikan dengan sistem klaster agar mengalir dengan aman ke dapur-dapur rumah tangga. Dengan pengawasan yang ketat dan teknologi pengaturan tekanan (PRS) yang andal, aliran gas bumi ke dapur-dapur dipastikan aman untuk penggunaan sehari-hari," jelas Arief. Melalui pengembangan Jargas yang semakin luas, pemerintah berharap masyarakat dapat menikmati energi yang lebih murah, bersih, dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kesejahteraan rumah tangga, program ini juga diharapkan mampu memperkuat sektor usaha produktif, mengurangi beban subsidi energi negara, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berdaya saing. (GF) 21 Jun 2026, 18:44 WIT
Gus Ipul Pastikan Penutupan Munas-Konbes NU Siap, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir di Bangkalan Papuanewsonline.com, Bangkalan – Persiapan penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 terus dimatangkan. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Panitia Munas-Konbes NU 2026, KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, turun langsung meninjau lokasi acara di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (19/6/2026).Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dan nonteknis telah dipersiapkan secara optimal menjelang puncak kegiatan yang direncanakan akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk area utama kegiatan dan sarana pendukung lainnya, menjadi fokus pengecekan panitia.Dalam peninjauan itu, Gus Ipul berkeliling memeriksa berbagai titik strategis di lokasi acara. Ia mengecek kesiapan tenda yang telah dipasang untuk menampung tamu undangan serta memastikan alur kedatangan peserta dan tamu kehormatan dapat berjalan dengan baik.Selain melakukan pengecekan lapangan, Gus Ipul juga berdiskusi dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H., Pengasuh Pesantren Syaichona Moh. Cholil RKH Muhammad Nasih Aschal, serta perwakilan PCNU se-Madura.Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek teknis penyelenggaraan, mulai dari penataan kawasan, kesiapan fasilitas pendukung, hingga langkah-langkah pengamanan yang akan diterapkan saat acara berlangsung. Koordinasi lintas lembaga dinilai penting mengingat penutupan Munas-Konbes NU menjadi agenda nasional yang diperkirakan dihadiri ribuan peserta.Menurut Gus Ipul, setiap detail persiapan harus diperhatikan secara serius agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib.“Kita ingin memastikan seluruh titik siap. Mulai dari lokasi acara, alur kedatangan Presiden, alur para tamu undangan, pengamanan, hingga pelayanan peserta. Semuanya harus tertata dengan baik,” ujar Gus Ipul.Usai meninjau lokasi, Gus Ipul melanjutkan agenda dengan memimpin rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Bangkalan. Rapat tersebut dihadiri Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Dja’far, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, Dandim Bangkalan, sejumlah pejabat terkait, serta jajaran pengurus NU se-Madura.Dalam rapat koordinasi tersebut, panitia bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan membahas secara rinci berbagai skenario pelaksanaan acara. Fokus utama pembahasan meliputi jalur kedatangan Presiden, pengaturan tamu VVIP dan VIP, pengelolaan peserta, pengamanan kawasan, kesiapan infrastruktur, hingga dukungan fasilitas penunjang di sekitar lokasi.Gus Ipul menegaskan bahwa keberhasilan penutupan Munas-Konbes NU tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga oleh sinergi seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, koordinasi yang intensif terus dilakukan agar setiap potensi kendala dapat diantisipasi sejak dini.“Ini bukan hanya soal teknis acara, tetapi juga soal penghormatan kepada para kiai, para peserta, para tamu, dan tentu kepada Presiden yang kita undang hadir dalam penutupan. Karena itu semua harus disiapkan sebaik-baiknya,” kata Gus Ipul.Di akhir kegiatan, Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan, aparat keamanan, Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Kementerian Pekerjaan Umum, serta seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Madura yang turut berkontribusi dalam menyukseskan agenda nasional tersebut. “Bangkalan adalah tempat yang sangat penting bagi NU. Karena itu kita ingin penutupan Munas-Konbes di sini menjadi momentum yang baik, tertib, dan membawa keberkahan,” ujar Gus Ipul. (GF) 21 Jun 2026, 18:34 WIT
TNI Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 1.500 Titik, Perkuat Persatuan dan Semangat Kebangsaan Papuanewsonline.com, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar kegiatan Nonton Bersama (Nobar) Kebangsaan Piala Dunia 2026 secara gratis di lebih dari 1.500 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan yang berlangsung sejak 11 hingga 19 Juni 2026 ini menjadi salah satu agenda nonton bersama terbesar yang pernah difasilitasi TNI bagi masyarakat dari Sabang sampai Merauke.Program tersebut merupakan bagian dari upaya TNI menghadirkan hiburan yang merata bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan di tengah momentum ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.Pelaksanaan Nobar Kebangsaan terselenggara melalui sinergi antara TNI dan TVRI. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan tontonan olahraga berkualitas bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga di berbagai daerah.Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Momen menyaksikan pertandingan Piala Dunia dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat rasa persaudaraan, solidaritas sosial, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.TNI menilai olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan. Karena itu, Nobar Kebangsaan diharapkan mampu menjadi media yang efektif dalam membangun semangat nasionalisme dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.Selain memberikan manfaat sosial, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan warga di lokasi penyelenggaraan turut membuka peluang usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar area nobar.Perputaran ekonomi yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan menjadi salah satu nilai tambah yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di daerah.TNI juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana yang aman, tertib, dan kondusif selama kegiatan berlangsung. Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa.Melalui Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026, TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pertahanan negara, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial yang mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong menuju Indonesia yang semakin maju dan bersatu. (GF) 21 Jun 2026, 18:32 WIT
Satgas PRR Desak Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah terus memacu proses rehabilitasi dan rekonstruksi permanen di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Upaya percepatan tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Tim Pengarah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera yang digelar di Kompleks Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kamis (18/6/2026).Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua I Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M., yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, mendampingi Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian dalam membahas langkah percepatan pemulihan pascabencana di sejumlah daerah terdampak.Setelah fase tanggap darurat dan pemulihan layanan dasar dinilai berhasil dilalui, pemerintah kini mengalihkan fokus pada pembangunan kembali secara permanen. Program tersebut mencakup pemulihan infrastruktur, perumahan masyarakat, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan sektor ekonomi yang terdampak bencana.Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp100,1 triliun untuk periode 2026 hingga 2028. Dana tersebut akan digunakan secara bertahap guna memastikan proses pemulihan berjalan menyeluruh dan berkelanjutan.Berdasarkan Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera 2026–2028, alokasi anggaran akan direalisasikan sebesar Rp38,9 triliun pada tahun 2026, Rp32,9 triliun pada 2027, dan Rp28,2 triliun pada 2028. Program besar ini melibatkan sedikitnya 33 kementerian dan lembaga sebagai pelaksana utama maupun pendukung.Perkembangan pelaksanaan program mulai menunjukkan kemajuan. Hingga 17 Juni 2026, lima kementerian dan lembaga telah menerima pagu anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi, yakni Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara sejumlah kementerian dan lembaga lainnya masih menjalani proses administrasi dan evaluasi di Kementerian Keuangan.“Ada lima yang sudah dicairkan, artinya sudah ditransfer. Yang lainnya sedang berproses di Kementerian Keuangan. Mudah-mudahan kita secepatnya. Tadi kami mohon dukungan dari ketua tim pengarah, anggota pengarah, dan juga Menteri Keuangan untuk mempercepat proses pengajuan tersebut. Kalau sudah ditransfer maka speed-nya akan kencang sekali,” ujar Tito didampingi Letjen TNI Richard Tampubolon.Selain mengandalkan anggaran kementerian dan lembaga, Satgas PRR juga mendorong pemerintah daerah memaksimalkan pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun yang telah disalurkan pemerintah pusat sejak awal Mei 2026. Dana tersebut terdiri dari sekitar Rp1,6 triliun untuk Aceh, Rp6,3 triliun untuk Sumatera Utara, dan Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat.Tambahan dukungan fiskal itu diharapkan mampu mempercepat penanganan kebutuhan prioritas masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur dasar, layanan publik, dan fasilitas penunjang yang masih memerlukan penguatan pada tahap rehabilitasi permanen. Pemerintah juga mengapresiasi semangat gotong royong antardaerah melalui skema hibah yang mulai berjalan di sejumlah wilayah terdampak.Menurut Tito, keberhasilan pemulihan pascabencana tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan komitmen seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah. Karena itu, daerah yang telah menerima tambahan anggaran diminta segera merealisasikan program-program prioritas tanpa menunggu proses lain yang tidak diperlukan.“Daerah-daerah saya dorong untuk bisa segera bergerak menggunakan TKD masing-masing. Kemudian yang kedua dari kementerian dan lembaga yang sudah anggarannya cair seperti PU kita minta untuk speed-nya lebih kencang lagi,” katanya.Dengan dukungan anggaran yang telah disiapkan serta koordinasi lintas kementerian dan daerah yang terus diperkuat, pemerintah berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat terdampak segera merasakan manfaat nyata dari program pemulihan permanen tersebut. (GF) 21 Jun 2026, 18:27 WIT
Jadi Wadah Pemuda, PSI Hadirkan Gaya Politik Baru di Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Di tengah kejenuhan masyarakat terhadap gaya politik lama yang penuh drama, transaksional, dan hanya mengutamakan kepentingan sempit, kehadiran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membawa angin segar bagi kehidupan demokrasi. Meskipun belum menjadi partai besar secara elektoral, PSI memiliki kekuatan dalam keberanian dan kejujuran. Partai ini hadir bukan untuk mengejar kekuasaan, melainkan mengubah budaya politik yang dinilai gagal mewujudkan keadilan dan peradaban.Lebih dari sekadar partai anak muda, PSI disebut sebagai partai masa depan. Hal ini bukan hanya karena banyak kadernya berusia muda, melainkan karena gagasan yang diusung terasa segar, relevan, dan sesuai tantangan zaman. PSI meyakini kemajuan bangsa tidak akan tercapai jika masih terbebani praktik politik lama yang koruptif, eksklusif, dan mengabaikan keberagamanKetua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPD PSI Mimika, Aling Ubra, menegaskan peran strategis generasi muda. “Anak muda harus siap menjawab tantangan masa depan. Jika tidak terlibat dalam politik, kita tidak akan memahami persoalan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.Ia mengajak pemuda dan mahasiswa memilih jalan positif dengan bergabung ke PSI. “Melalui partai ini kita bisa berbuat nyata untuk negeri dan menyuarakan kesulitan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di pedalaman agar tidak terpinggirkan,” tambahnya. Penulis: Jid Editor: GF 20 Jun 2026, 19:10 WIT
Rp8 Miliar Anggaran APBD 2025 Untuk Media Mimika Center Jadi Temuan BPK, Diskominfo Di pertanyakan Papuanewsonline.com, Timika – Pengelolaan anggaran sebesar Rp8 miliar dari APBD Kabupaten Mimika Tahun 2025 yang dialokasikan untuk Media Mimika Center menjadi sorotan publik setelah ditemukan adanya temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Berdasarkan hasil pemeriksaan, lembaga tersebut meminta pengembalian dana sesuai dengan temuan yang tercatat dalam laporan auditnya.Kasus ini memunculkan berbagai pertanyaan mengenai tata kelola keuangan yang seharusnya digunakan untuk mendukung kegiatan dan operasional Media Mimika Center. Sejumlah pihak mendesak Dinas Komunikasi dan Informatika Mimika untuk membuka informasi secara transparan, mulai dari mekanisme penggunaan anggaran hingga pihak yang bertanggung jawab atas kewajiban pengembalian dana tersebut.Beredar informasi adanya dugaan ketidaksesuaian dalam pengelolaan dana, namun hal ini masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait. “Jika terbukti ada kerugian daerah atau penyimpangan, aparat penegak hukum wajib menindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku,” ujar salah satu sumber.BPK memiliki kewenangan memberikan rekomendasi, termasuk kewajiban mengembalikan dana jika ditemukan kelebihan pembayaran atau ketidaksesuaian.Masyarakat kini menunggu tanggapan resmi dari Kepala Dinas Kominfo, bendahara, serta Pemerintah Kabupaten Mimika terkait langkah penyelesaian temuan ini.Hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang disampaikan ataupun klarifikasi dari pihak Dinas kominfo maupun pihak terkait temuan BPK, agar pemberitaan ini menjadi berimbang. Penulis: Jid Editor: GF 20 Jun 2026, 18:48 WIT
TPNPB Kodap XVI Klaim Bakar Ekskavator Aparat di Dekai Yahukimo, "Perintah Operasi" Diberl Papuanewsonline.com, Yahukimo – Kelompok TPNPB Kodap XVI Batalion Yallenang mengklaim telah membakar satu unit ekskavator milik aparat militer Indonesia di Jalan Seredala, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (19/6/2026).Kronologi Versi TPNPB  Klaim itu disampaikan Juru Bicara Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Sebby Sambom melalui siaran pers resmi yang diterima redaksi, Jumat sore. Dalam rilisnya, TPNPB menyebut aksi pembakaran dilakukan oleh Batalion Yallenang atas "perintah operasi" Panglima Kodap XVI Yahukimo Brigjen Elkius Kobak. Alat berat tersebut disebut milik aparat militer Indonesia yang beroperasi di wilayah Dekai.TPNPB juga menyatakan bahwa "perintah perang" berlaku di seluruh batalion di bawah Kodap XVI Yahukimo. Kelompok itu mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan pengerahan pasukan TNI ke Papua dengan alasan operasi militer berdampak pada keselamatan warga sipil.Respons Aparat & Pemerintah Belum Ada  Hingga berita ini diturunkan, Kodim 1715/Yahukimo, Polres Yahukimo, dan Pemerintah Kabupaten Yahukimo belum memberikan keterangan resmi terkait kebenaran peristiwa, kondisi terkini di lokasi, maupun identitas kepemilikan alat berat yang diklaim dibakar.Redaksi telah berupaya menghubungi Dandim 1715/Yahukimo, Kapolres Yahukimo, dan Kabag Humas Pemkab Yahukimo untuk konfirmasi serta memperoleh data berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik. Jawaban dari pihak terkait masih ditunggu.Konteks Wilayah  Kabupaten Yahukimo merupakan salah satu daerah di Papua Pegunungan yang masuk kategori rawan gangguan keamanan. Sejumlah insiden pembakaran fasilitas umum dan bentrok bersenjata antara aparat keamanan dengan kelompok bersenjata pernah dilaporkan terjadi di wilayah tersebut sepanjang 2024-2026.Pemerintah Indonesia sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa penyelesaian masalah Papua ditempuh melalui tiga pendekatan paralel: peningkatan kesejahteraan, penegakan hukum, dan dialog damai. Penulis: Hend Editor: GF 20 Jun 2026, 18:44 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT