logo-website
Selasa, 28 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Indonesia Police Watch Minta Kapolri Pecat 3 Anggota Polri Yang Aniaya Warga di Timika Papuanewsonline.com, Jakarta- Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso meminta  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, agar  melakukan pemecatan terhadap 3 anggotanya yang melakukan penganiayaan tidak manusiawi terhadap warga sipil di Kabupaten Mimika." Kapolri harus bersihkan anggota Polri tangan kotor seperti ini, karena akan mencoreng institusi," ungkap ketua IPW Sugeng Tegu Santoso di Jakarta, Jumat (6/9/2024), malam.Sugeng  mengharapakan agar Kapolda Papua yang baru dilantik, turut mengawasi proses hukum kasus tersebut." Pimpinan Polri di Polda Papua harus mengawasi penanganan kasus ini di Polres Mimika, agar proses hukumnya  secara objektif dan transparan," tegasnya.Sugeng menambahkan, perbuatan 3 orang anggota Polri tersebut telah mencoreng institusi sehingga tidak layak dipertahankan sebagai abdi Negara." Tiga Orang  Anggota Polri ini harus dipecat, karena perbuatanya tidak manusiawi, tidak layak dipertahankan, sehingga  selain menjalani pidana umum ketiganya  harus dikenakan sangsi etik pemecatan dari anggota Polri," ucap Sugeng.Lanjut Sugeng apalagi tindakan tersebut dilakukan terhadap warga Papua." IPW akan memantau perkembangan penanganan perkara ini, sehingga memberikan rasah keadilan bagi korban dan masyarakat Papua," pungkasnya.Diberitakan Media ini sebelumnya, Sembilan orang  warga sipil dan pengacara Samuel Takandare serta  3 orang Anggota Polri dalam waktu dekat akan menjadi penghuni hotel predeo, Lapas Timika.Pasalnya 13 Orang ini telah  ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus dugaan tindak pidana penculikan, penganiayaan hingga perudungan, terhadap  Warga Masyarakat Mimika berinsial MU (31).Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Regency SP3, Karang Senang, Distrik Kuala Kencana pada 13 Juli 2024 lalu." Benar, 13 orang ditetapakan jadi tersangka, sesuai hasil gelar perkara dari tingkat penyelidikan ke tahap penyidikan, selanjutnya konfirmasi ke Kasat Reskrim," ucap sumber terpercaya di Polres Mimika saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (6/9/2024).Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Fajar Zadiq mengakui, dari hasil gelar perkara ditemukan perbuatan tindak pidana yang dilakukan para terduga sebanyak  13 orang.Fajar menyebutkan gelar perkara kasus tersebut, ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan dari 24 orang saksi.Kata dia, tiga  anggota Polri yang diduga terlibat sementara menjalani proses di internal institusi." Kita kerja sesuai SOP, jadi 3 anggota Polri yang diduga terlibat selain ditangani di internal, juga diproses secara pidana umum," terangnya.Diketahui pada beberapa waktu lalu Warga Kabupaten Mimika dihebokan dengan  video penganiayaan terhadap seorang pemuda di wilayah, Kelurahan Karang Senang, SP 3, Distrik Kuala Kencana, yang beredar luas di plafom media sosial.Dalam video yang  berdurasi 0,47 detik itu, tampak terlihat jelas seorang pemuda diikat kedua tanganya  kebelakang tubuh, dengan  telanjang dada dianiaya sejumlah pria berbadan kekar, bahkan pengacara Samuel Takandare menunjukan sebua bendah yang terlihat sebagai senjata api jenis Pistol.Dalam video itu terlihat Pemuda yang dianiaya berlumuran darah, namun para bandit ini secara tidak manusiawi  berulang-ulang memukul  bagian wajah dari pemuda itu, walaupun pemuda itu terus berteriak bahwa dirinya tidak tahu apa-apa.Alhasil korban didampingi keluarga melaporkan kejadian itu ke Polres Mimika, kemudian dari serangkaian proses penyelidikan Polisi ditemukan para  terduga pelaku bukan hanya warga sipil, namun ada anggota Polri dan pengacara Samuel Takandare.(Tim) 07 Sep 2024, 00:01 WIT
Aniaya Warga di Timika, 9 Warga Sipil 1 Pengacara dan 3 Anggota Polri Jadi Tersangka Papuanewsonline.com, Timika-Sembilan orang  warga sipil dan pengacara ST serta  3 orang Anggota Polri dalam waktu dekat akan menjadi penghuni hotel predeo, Lapas Timika.Pasalnya 13 Orang ini telah  ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus dugaan tindak pidana penculikan, penganiayaan hingga perudungan, terhadap  Warga Masyarakat Mimika berinsial MU (31),Peristiwa itu diketahui terjadi di Perumahan Regency SP3, Karang Senang, Distrik Kuala Kencana pada 13 Juli 2024 lalu." Benar, 13 orang ditetapakan jadi tersangka, sesuai hasil gelar perkara dari tingkat penyelidikan ke tahap penyidikan, selanjutnya konfirmasi ke Kasat Reskrim," ucap sumber terpercaya Papuanewsonline.com di Polres Mimika saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (6/9/2024).Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Fajar Zadiq mengakui, dari hasil gelar perkara ditemukan perbuatan tindak pidana yang dilakukan para terduga sebanyak  13 orang.Fajar menyebutkan gelar perkara kasus tersebut, ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan dari 24 orang saksi.tiga  anggota Polri yang diduga terlibat sementara menjalani proses di internal institusi." Kita kerja sesuai SOP, jadi 3 anggota Polri yang diduga terlibat selain ditangani di internal, juga diproses secara pidana umum," ujar Fajar saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Jumat (6/9/2024).Fajar menyampikan, penerapan Pasal yang digunakan berdasarkan hasil gelar perkara, para calon tersangka disangkakan dengan Pasal 328 terkait penculikan dan Pasal 170 terkait pengeroyokan.Lanjut Fajar, 13 calon tersangka dalam perkara ini, dalam waktu dekat akan dipanggil oleh penyidik, untuk kepentingan penyidikan perkara tersebut.Diketahui pada beberapa waktu lalu Warga Kabupaten Mimika dihebokan dengan  video penganiayaan terhadap seorang pemuda di wilayah, Kelurahan Karang Senang, SP 3, Distrik Kuala Kencana, yang beredar luas di plafom media sosial.Dalam video yang  berdurasi 0,47 detik itu, tampak terlihat jelas seorang pemuda diikat kedua tanganya  kebelakang tubuh, dengan  telanjang dada dianiaya sejumlah pria berbadan kekar, bahkan pengacara Samuel Takandare menunjukan sebua bendah yang terlihat sebagai senjata api jenis Pistol.Dalam video itu terlihat Pemuda yang dianiaya berlumuran darah, namun para bandit ini secara tidak manusiawi  berulang-ulang memukul  bagian wajah dari pemuda itu, walaupun pemuda itu terus berteriak bahwa dirinya tidak tahu apa-apa. Alhasil korban didampingi keluarga melaporkan kejadian itu ke Polres Mimika, kemudian dari serangkaian proses penyelidikan, Polisi menemukan peran para  terduga pelaku bukan hanya warga sipil, namun ada oknum anggota Polri dan pengacara Samuel Takandare.(Tim) 06 Sep 2024, 22:50 WIT
Wakapolda Maluku Hadiri Jumat Curhat di Masjid At'Taqwa Papuanewsonline.com, Ambon - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Brigjen Pol Samudi, S.Ik menekankan kepada personel Polri agar dapat menjalankan tugas melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat secara ikhlas.Penekanan tersebut disampaikan Wakapolda Maluku melalui program jumat curhat yang dilaksanakan di Masjid At'Taqwa, Tantui, Kota Ambon, Jumat (6/9/2024).Kegiatan jumat curhat yang dihadiri para pejabat utama dan personel Polda Maluku yang beragama Islam ini dilaksanakan usai pelaksanaan sholat jumat."Program jumat curhat ini merupakan ruang bagi personel Polri dan masyarakat dalam menyampaikan permasalahan yang dihadapi untuk ditindak lanjuti," kata Brigjen Samudi.Wakapolda Maluku mengingatkan personel Polda Maluku hingga Polres jajaran agar tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun yang dapat menurunkan citra Polri di mata masyarakat."Lakukan tugas kepolisian dengan baik, maksimal dan ikhlas dalam melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat," pintanya.Kepada para pejabat utama Polda, Wakapolda berharap agar dapat memanfaatkan program jumat curhat sebagai sarana untuk menyambangi masyarakat. Hal ini penting dilakukan agar masyarakat yang tidak sempat bertemu polisi atau takut datang ke kantor polisi dapat menyampaikan permasalahan yang dialami."Dengan bertemu dan mendengar masukan masyarakat, diharapkan bisa dicari solusinya dan kedepannya kegiatan jumat curhat ini dapat di laksanakan di tempat yang mudah di jangkau masyarakat seperti pangkalan ojek, balai desa, warung kopi dan yang lainnya sehingga masyarakat tidak sungkan untuk hadir menyampaikan masukannya kepada Polri," pintanya. (PNO-12) 06 Sep 2024, 19:07 WIT
Kapolda Maluku Ajak Semua Pihak untuk Bersama Wujudkan Pilkada Damai Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol Drs. Eddy Sumitro Tambunan, M.Si, mengajak semua elemen masyarakat dan para pihak terkait agar dapat bersama-sama mewujudkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 di wilayah Maluku berjalan lancar, aman, dan damai.Ajakan tersebut disampaikan Kapolda saat menghadiri coffee morning dan diskusi yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi di kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Jumat (6/9/2024).Kegiatan yang dihelat sebagai bagian dari kesiapan pengamanan dan penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku pada Pilkada serentak tahun 2024 ini dihadiri Pj Gubernur Sadali Ie, Kapolda Irjen Eddy Sumitro Tambunan, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Syafrial, dan Forkopimda lainnya beserta Komisioner KPU, Bawaslu serta pejabat lainnya.Pj Gubernur Maluku Sadali Ie, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada seluruh Forkopimda dan tamu undangan yang telah hadir. "Coffee morning dan diskusi ini bagi kami sangat positif yang bertujuan untuk memperkuat hubungan silaturahmi di antara forkopimda Maluku. Kami berharap kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara bergiliran pada masing-masing Forkopimda Maluku," harap Pj Gubernur.Kegiatan yang dirangkai dengan diskusi ringan ini, kata Pj Gubernur, juga diharapkan dapat menyatukan pemikiran untuk bersama-sama mensukseskan jalannya Pilkada."Semoga seluruh unsur terkait yang ada di Maluku ini dapat bersama-sama kita sukseskan Pilkada serentak di Provinsi Maluku nanti," harapnya.Kapolda Maluku pada kesempatan yang sama juga mengingatkan kepada semua pihak terkait agar dapat segera memberitahukan setiap persoalan yang terjadi di lapangan."Apabila ada permasalahan agar bisa segera disampaikan kepada kami pada kesempatan pertama mungkin bisa lewat whatsapp dan sebagainya agar bisa segera ditindak lanjuti," pintanya.Dikatakan, Forkopimda Maluku maupun pimpinan kementerian/lembaga di wilayah ini sudah sepakat untuk bersama memajukan daerah Para Raja-raja ini."Oleh karenanya kami butuh dukungan dari semua pihak, sehingga Kami berharap Pilkada Maluku nantinya dapat berjalan dengan baik, lancar, aman dan damai," harapnya.Pangdam XV/Pattimura mengharapkan kepada KPU dan seluruh unsur terkait di Maluku dapat menjaga komitmen bersama agar pilkada berjalan dengan baik dan lancar."Kami Kodam XV Pattimura akan siap mensukseskan pemilu yang damai dan kami akan tetap siap mendukung Polda Maluku mana kala dibutuhkan. Saya sangat berharap kita tetap kompak dan solid untuk wujudkan Pilkada Maluku yang aman, damai dan lancar," pintanya.Pada kesempatan tersebut, komisioner KPU dan Bawaslu juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Pilkada serentak dengan baik dan lancar.KPU Maluku sendiri juga menyampaikan tahapan pilkada selanjutnya. Seperti lokasi pemasangan alat peraga kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku, akan diputuskan pemerintah daerah Provinsi Maluku. Juga mengenai debat para calon gubernur dan wakil gubernur Maluku akan diatur menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.Sementara dari pihak Bawaslu Maluku menyampaikan terkait para pemilih yang ditemukan banyak belum memiliki KTP. Pemerintah diharapkan bisa memfasilitasi agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya. (PNO-12) 06 Sep 2024, 18:58 WIT
Kepulangan Paus Fransiskus Diamankan 1.165 Personel Gabungan Papuanewsonline.com, Jakarta - Sebanyak 1.165 personel gabungan dikerahkan mengawal kepulangan Paus Fransiskus dari Indonesia usai kunjungannya mulai dari tanggal 3 September kemarin. Aparat gabungan ini berasal dari Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Pemprov DKI Jakarta dan stakeholders lainnya.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, ribuan personel gabungan tersebut ditempatkan mulai dari Kedubes Vatikan, tempat Paus Fransiskus menginap hingga di Bandara Soekarno Hatta."Pengamanan VIP room terminal 3 Bandara Soekarno Hatta sebanyak 672 personel dan rute kepulangan mulai dari Kedubes Vatikan sampai Bandara sebanyak 493 personel," kata Ade Ary dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/9/2024).Ade Ary menjelaskan, pengamanan kepulangan Paus Fransiskus dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan tindakan preemtif, preventif dan penegakan hukum."Untuk rekayasa lalu lintas bersifat situasional melihat eskalasi di lapangan," ucapnya.Dalam kesempatan ini, Ade Ary pun memberikan beberapa imbauan dalam proses pengamanan kepulangan Paus Fransiskus. Pertama, kepada masyarakat pengguna jalan untuk menghindari kawasan yang akan dilalui Paus Fransiskus dari Kedubes Vatikan menuju Bandara Soekarno Hatta."Cari alternatif jalan lain guna menghindari kepadatan lalu lintas," katanya.Kedua, kepada semua pihak untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban sehingga kepulangan Paus Fransiskus dapat berjalan aman dan tertib.Ketiga, kepada masyarakat yang akan menyaksikan kepulangan Paus Fransiskus agar selalu berhati-hati dengan menjaga barang bawaan dan perhiasaan agar tak menjadi korban tindak kejahatan."Bagi anggota yang bertugas melakukan pengamanan agar mengedepankan tindakan humanis," katanya. (PNO-12) 06 Sep 2024, 18:48 WIT
Penuhi Undangan Podcast Korem 151/Binaiya, Kapolda Diangkat sebagai Warga Kehormatan Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol Drs. Eddy Sumitro Tambunan, M.Si, diangkat sebagai warga kehormatan Korem 151/Binaiya saat memenuhi undangan podcast di Markas Korem 151/Binaiya, Kota Ambon, Kamis (5/9/2024).Orang nomor 1 Polda Maluku ini disambut dengan penuh hangat oleh Danrem 151/Binaiya, Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva, S.IP., M.Han. Penyambutan dilakukan di pintu gerbang Markas Korem 151/Binaiya. Saat itu Kapolda dipakaikan jaket dan baret TNI sebagai warga kehormatan.Tak hanya itu, Kapolda juga dikalungi kain syal oleh anak-anak dan diberikan jajar hormat dari prajurit Korem 151/Binaiya. Kapolda yang didampingi Kabid Humas Polda Maluku, serta Para Kasie Kasrem 151/Binaiya disambut dengan tarian cakalele.Atas penyambutan yang luar biasa, Kapolda menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Komandan Korem 151/Binaiya beserta jajarannya."Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Danrem 151/Binaiya dan jajaran untuk penyambutan yang sangat luar biasa. Terima kasih juga buat undangan podcast yang luar biasa ini," kata Kapolda.Irjen Eddy mengakui talenta Danrem 151/Binaiya. Ia mampu mengemas keadaan yang sederhana ini menjadi sangat luar biasa."Saya juga mengucapkan terima kasih telah diundang dan bergabung sebagai warga kehormatan Korem 151/Binaiya," tambah Irjen Eddy.Menurut Kapolda, kesan pertama yang dirasakan saat bertugas di Maluku adalah sinergitas antara TNI dan Polri. TNI dan Polri di wilayah Maluku sangat solid. "Sinegritas antara TNI Polri sangat erat, hal ini merupakan langkah baik," tambahnya. Ia berharap, kerjasama antara TNI dan Polri untuk mengamankan wilayah Maluku selama ini senantiasa dapat ditingkatkan. "Saya harapkan hubungan silaturahmi antara Korem 151/Binaiya dan Polda Maluku terus terjaga," harapnya.Sementara itu, Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva, dalam sambutannya mengaku sangat bahagia dengan kedatangan Kapolda Maluku, sebagai warga kehormatan Korem 151/Binaiya."Kami keluarga besar Korem 151/Binaiya sangat bahagia sekali karena tepat pada hari ini bapak Kapolda Maluku sudah merupakan bagian dari keluarga besar Korem 151/Binaiya," ungkapnya.Brigjen Antoninho mengatakan program podcast yang dilakukan bertujuan untuk berdiskusi dalam prespektif pembinaan teritorial. "Ke depan kita akan masuk ke dalam refolusi industri, suka tidak suka informasi merupakan sarana kita memberikan hal-hal yang positif terkait perkembangan yang akan datang," ujarnya. Dikatakan, perkembangan zaman saat ini masyarakat dapat dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi yang real dan detail terkait perkembangan siskamtibmas yang terupdate dan terpercaya. "Dengan diangkatnya bapak Kapolda menjadi bagian dari Korem harapannya Korem dan Polda menjadi dua rasa satu jiwa," harapnya. (PNO-12) 06 Sep 2024, 18:30 WIT
Lagi, Cabor Muaythai Sumbang Medali Buat Provinsi Papua Tengah Papuanewsonline.com, Banda Aceh- Atlet Cabang Olahraga  Muaythai kembali mempersembahkan medali perak buat kontingen Provinsi Papua Tengah, dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut  2024.Raihan medali ini dipersembahkan atlet Fitria Juwita, Hulda Elisabeth Sroyer, Prisilia Yuliana Sahelangi, pada Kelas Seni Muay Aerobic Putri, yang diselenggarakan  di Gedung Balee Meuseuraya  Kota Banda Aceh, Jumat (6/9/2024), Siang.Dari pantauan Media Papuanewsonline.com, perjuangan atlet Provinsi Papua Tengah, Fitria Juwita, Hulda Elisabeth Sroyer, Prisilia Yuliana Sahelangi hampir meraih medali emas, namun masih selisi 4 poent Atlet Provinsi Jawa Timur.Berikut Perolehan Nilai kelas Muay Aerobic Putri pada  Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut  2024, yang bertanding hari ini.1. Jawa barat        4:58detik       7,22. Sumatra utara  5:00detik       7,03. Jawa tengah    4:54detik        6,94. Papua tengah  5:00detik         7,35. Sulawesi utara 4:58detik         7,06. Aceh                   5:00detik        6,87. Jawa timur        5:00detik        7.8Pelatih Muay Aerobic Putri Papua Tengah Ireyne Onite Salasa mengucapkan syukur atas prestasi tersebut." Kita Bersyukur, walaupun Provinsi Papua Tengah DOB baru,  tapi Atlet kita bisa bersaing dengan Provinsi lain di Indonesia,  ini prestasi yang membanggakan, mohon Doa dan dukungan bagi anak-anak kita yang sementara berlaga di PON XXI di Aceh-Sumatera Utara 2024," Pungkasnya.Diketahui Cabor Muaythai  Muayboran Putri Papua Tengah, Fitria Juwita dan Ayu Shakira saat bertanding pada Kamis (5/92024) kemarin juga  berhasil meraih medali perak untuk kontingen Provinsi Papua Tengah.(Tim) 06 Sep 2024, 15:15 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT