logo-website
Jumat, 06 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Hari Kedua Natal, Subsatgas Tipidum Ops Lilin Salawaku 2025 Intensifkan Monitoring Gereja dan Pasar Papuanewsonline.com, Ambon – Guna memastikan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif pada perayaan Natal hari kedua, personel Subsatgas Tindak Pidana Umum Operasi Lilin Salawaku 2025 terus mengintensifkan monitoring pengamanan Gereja dan pasar di kota Ambon. Monitoring kewilayahan tersebut dipimpin Kasubsatgas Penegakkan Hukum Tipidum Ops Lilin Salawaku Polda Maluku, AKP. La Beli, Jumat (26/12/2025).Kapolda Maluku melalui Kasubsatgas Gakkum Tipidum AKP La Beli, SH., MH., menyampaikan bahwa "Fokus utama kita adalah menjamin keamanan bagi umat Kristiani yang masih menjalankan ibadah Natal pada hari kedua, serta memantau pusat keramaian masyarakat," kata AKP. La Beli.Sejumlah rumah ibadah yang dimonitoring yakni Gereja Maranatha, Gereja Silo, Gereja Katedral, dan Gereja Eden Kudamati. "Kehadiran Polri di lapangan untuk memastikan jemaat dapat beribadah dengan khidmat dan nyaman," jelasnya.Selain tempat ibadah, tim Subsatgas Tipidum juga melakukan pengawasan ketat di Pasar Mardika. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya aktivitas ekonomi dan kerumunan masyarakat di lokasi tersebut selama masa libur perayaan Natal."Pasar merupakan titik rawan terjadinya tindak kriminalitas jalanan (street crime). Oleh karena itu, personel melakukan patroli dialogis dan monitoring untuk mencegah niat maupun kesempatan bagi pelaku kejahatan," tambahnya.Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, secara umum situasi kamtibmas di titik-titik pusat ibadah dan pusat perbelanjaan di kota Ambon terpantau aman, lancar, dan terkendali. Tidak ditemukan adanya kejadian menonjol yang mengganggu jalannya perayaan Natal."Operasi Lilin Salawaku terus dilakukan dengan mengedepankan tindakan preventif dan preemtif, namun tetap didukung oleh penegakan hukum yang tegas melalui Satgas Gakkum guna menciptakan suasana perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 yang damai di Bumi Raja-Raja," pungkasnya. PNO-12 27 Des 2025, 18:18 WIT
Rotasi Akhir Tahun Kejaksaan, I Putu Eka Suyantha Resmi Ditunjuk sebagai Kajari Mimika Papuanewsonline.com, Mimika – Menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, Kejaksaan Agung Republik Indonesia melaksanakan rotasi dan mutasi pejabat secara besar-besaran. Sebanyak 68 pejabat kejaksaan mengalami pergeseran jabatan, termasuk 43 Kepala Kejaksaan Negeri di berbagai daerah di Indonesia.Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-IV-1734/C/12/2025 yang diterbitkan pada 24 Desember 2025. Rotasi ini menjadi bagian dari upaya penataan organisasi dan penguatan kinerja institusi kejaksaan di tingkat pusat maupun daerah.Dalam mutasi tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Mimika, Conny Novita Sahatapy, mendapat penugasan baru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan. Conny diketahui telah menjabat sebagai Kajari Mimika selama sekitar satu setengah tahun sejak dilantik pada 12 Juni 2024.Posisi Kajari Mimika selanjutnya diisi oleh I Putu Eka Suyantha. Penunjukan ini dilakukan bersamaan dengan rotasi pejabat lainnya dan menjadi bagian dari penyegaran struktural di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.Surat keputusan mutasi dan rotasi tersebut ditandatangani oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Hendro Dewanto. Pergantian pejabat ini sekaligus menandai berakhirnya masa tugas Conny Novita Sahatapy di Mimika dan dimulainya kepemimpinan baru di Kejaksaan Negeri setempat.Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna menyampaikan bahwa rotasi dan mutasi dilakukan untuk menjaga dinamika organisasi, mengisi kekosongan jabatan, serta memastikan pelayanan dan penegakan hukum berjalan lebih optimal.Selain Mimika, mutasi ini juga mencakup puluhan Kejaksaan Negeri di berbagai provinsi, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Pergeseran jabatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi kejaksaan di daerah masing-masing.Dengan penunjukan I Putu Eka Suyantha sebagai Kajari Mimika, diharapkan roda penegakan hukum di Kabupaten Mimika dapat terus berjalan secara profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, seiring dengan tantangan hukum yang semakin kompleks di wilayah tersebut.  Penulis: JidEditor: GF 27 Des 2025, 15:33 WIT
Dominasi Papua dalam Peta Upah Nasional, Tiga Provinsi Masuk Lima Besar UMP Tertinggi 2026 Papuanewsonline.com, Papua Tengah – Tiga provinsi di wilayah Papua berhasil menembus lima besar daerah dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) tertinggi di Indonesia tahun 2026. Papua Selatan, Papua, dan Papua Tengah menempati peringkat dua hingga empat nasional, dan hanya kalah dari DKI Jakarta yang kembali menjadi provinsi dengan UMP tertinggi di Tanah Air.DKI Jakarta berada di posisi puncak dengan UMP 2026 sebesar Rp5.729.876 per bulan. Angka tersebut mengalami kenaikan 6,17 persen atau setara Rp333.115 dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan peran Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi nasional.Di bawah Jakarta, Papua Selatan menempati peringkat kedua dengan UMP sebesar Rp4.508.850. Nilai ini naik 5,19 persen atau Rp222.221 dari UMP 2025 yang sebelumnya berada di angka Rp4.285.850, menandakan adanya penyesuaian upah di provinsi tersebut.Posisi ketiga ditempati oleh Provinsi Papua dengan UMP 2026 sebesar Rp4.436.283. Angka ini meningkat 3,51 persen atau Rp150.433 dibandingkan tahun lalu, memperkuat posisi Papua sebagai salah satu daerah dengan standar upah tertinggi secara nasional.Sementara itu, Papua Tengah berada di urutan keempat dengan UMP 2026 sebesar Rp4.285.848. Berbeda dengan dua provinsi Papua lainnya, nilai ini tidak mengalami kenaikan sama sekali dan masih sama dengan UMP tahun 2025, meskipun sebelumnya ketiga provinsi tersebut memiliki angka UMP yang setara.Tingginya UMP di wilayah Papua tidak dapat dilepaskan dari realitas biaya hidup yang juga tergolong mahal. Keterbatasan infrastruktur dan tingginya biaya logistik membuat harga kebutuhan pokok di Papua jauh lebih tinggi dibandingkan banyak wilayah lain di Indonesia.Berdasarkan perhitungan kebutuhan hidup layak (KHL), rata-rata biaya hidup di Papua bahkan mencapai sekitar Rp5,3 juta per bulan. Angka ini berada di atas UMP yang ditetapkan di ketiga provinsi Papua, sehingga masih menyisakan tantangan bagi kesejahteraan pekerja.Secara nasional, penetapan UMP 2026 menunjukkan tren kenaikan di hampir seluruh provinsi, dengan variasi persentase penyesuaian sesuai kondisi ekonomi masing-masing daerah. Papua Barat dan Papua Barat Daya juga tercatat memiliki UMP yang relatif tinggi dibandingkan banyak provinsi lain di luar Papua.Dengan tiga provinsi masuk lima besar UMP tertinggi, Papua kembali menegaskan posisinya sebagai wilayah dengan standar upah tinggi. Namun, tantangan struktural berupa tingginya biaya hidup dan ketimpangan pembangunan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi agar kenaikan upah benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.  Penulis: JidEditor: GF   27 Des 2025, 15:31 WIT
Pemerintah Tetapkan Ump Papua Tengah 2026 Tetap Sama Dengan Tahun Lalu, Rp4.285.848 Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2026 tidak mengalami perubahan dan tetap berada pada angka Rp4.285.848. Nilai tersebut sama dengan besaran UMP tahun 2025 dan berlaku di seluruh wilayah Papua Tengah.Penetapan UMP 2026 dilakukan berdasarkan regulasi terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang mengatur mekanisme penetapan upah minimum provinsi dan sektoral. Keputusan ini diambil untuk memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha sekaligus menjaga perlindungan hak pekerja di daerah.Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral Papua Tengah, Frets James Boray, menyampaikan bahwa penetapan UMP yang tidak berubah diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi pengusaha dan pekerja di seluruh provinsi. “Kita harap penetapan ini dapat memberikan kejelasan bagi pengusaha dan pekerja di seluruh provinsi,” ujarnya.Frets menjelaskan bahwa dasar penetapan tersebut mengacu pada Surat Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan RI Nomor 4/2344/HI.10.01/2/2025 yang memuat data kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan nasional dan daerah.Berdasarkan surat tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan UMP 2026 atas nama Gubernur melalui Surat Keputusan Gubernur Papua Tengah Nomor 100.3.3.1/334 Tahun 2025. Keputusan ini bersifat mengikat dan wajib dilaksanakan oleh seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah provinsi.Ia juga menegaskan bahwa para pengusaha diwajibkan mematuhi ketentuan UMP yang telah ditetapkan. Perusahaan dilarang membayar upah di bawah nilai UMP, dan pengajuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tidak boleh lebih rendah dari UMP provinsi.“Kepatuhan terhadap UMP adalah kewajiban untuk melindungi hak pekerja,” tambah Frets, menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menciptakan hubungan industrial yang adil dan berkeadilan.Disnakertrans ESDM Papua Tengah memastikan akan melakukan pengawasan terhadap penerapan UMP di lapangan. Perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan akan dikenai sanksi sesuai peraturan perundang-undangan, mulai dari teguran administratif hingga pencabutan izin usaha.Pemerintah berharap penetapan UMP 2026 ini dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah, memberikan kepastian bagi dunia usaha, serta menjamin kesejahteraan pekerja sesuai dengan kondisi ekonomi Papua Tengah saat ini.Penulis: JidEditor: GF   27 Des 2025, 15:28 WIT
Natal Berujung Duka di Yahukimo, Dua Kasus Penganiayaan Berat Terjadi dalam Satu Malam Papuanewsonline.com, Mimika – Dua peristiwa penganiayaan berat terhadap warga sipil terjadi di Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, sepanjang Kamis malam hingga Jumat pagi, 25–26 Desember 2025. Insiden tersebut mengakibatkan satu korban meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.Rentetan kekerasan ini menuai kecaman dari berbagai pihak karena terjadi di tengah suasana perayaan Hari Raya Natal. Peristiwa tersebut dinilai tidak berperikemanusiaan serta bertentangan dengan nilai moral dan ajaran agama yang menjunjung tinggi kedamaian dan penghormatan terhadap sesama manusia. “Ini adalah tindakan keji yang menyasar warga sipil di momentum sakral — kita harus segera dapatkan keadilan,” ujar seorang tokoh masyarakat Dekai.Peristiwa pertama terjadi pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 20.45 WIT di Jalan Sosial Matoa. Seorang warga bernama Ramli S (51) ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan sejumlah luka bacok di bagian leher, telapak tangan, dan pergelangan tangan kiri.Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat meminta air minum kepada warga sebelum akhirnya ditemukan tersungkur bersimbah darah. Dalam kejadian tersebut, lima orang pelaku tak dikenal yang diduga menggunakan senjata tajam langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.Aparat gabungan dari Polres Yahukimo, Brimob BKO, dan Satgas Damai Cartenz segera melakukan pengamanan lokasi, olah tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi korban ke RSUD Dekai sebelum dibawa ke ruang jenazah untuk penanganan lebih lanjut.Peristiwa penganiayaan kedua terjadi pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIT di sebuah bengkel motor di Jalan Papua. Korban bernama Ardi (45), seorang warga pendatang, mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam pada bagian leher belakang dan tangan kanan.Korban sempat menyampaikan informasi singkat kepada warga sekitar sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD Dekai. Hingga saat ini, korban dilaporkan masih dalam kondisi sadar dan menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan tim medis.Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, menyatakan bahwa aparat menduga kedua peristiwa tersebut saling berkaitan dan merupakan bagian dari gangguan keamanan yang dilakukan oleh kelompok KKB Kodap XVI Yahukimo. Aparat pun meningkatkan patroli gabungan serta razia di sejumlah titik rawan. “Kami akan terus mengidentifikasi dan memburu pelaku untuk menegakkan hukum, memberikan keadilan, serta menjamin rasa aman masyarakat,” tegas Adarma.Penulis: JidEditor: GF 27 Des 2025, 15:26 WIT
Usai Perayaan Natal, Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sentral Timika Masih Bertahan Tinggi Papuanewsonline.com, Mimika – Pasca perayaan Hari Raya Natal, harga sejumlah bahan pangan pokok di Pasar Sentral Timika, Papua Tengah, masih terpantau tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kondisi ini mulai dirasakan sejak 24 Desember 2025 dan terus berlanjut hingga akhir pekan.Kenaikan harga tersebut dikeluhkan oleh pembeli karena berdampak langsung pada pengeluaran harian rumah tangga. “Kami harap harga bisa kembali normal segera, karena ini mempengaruhi belanja sehari-hari,” ujar Bayu, salah satu pembeli yang berbelanja di pasar, Sabtu (27/12/2025).Dari sisi pedagang, Irma menjelaskan bahwa lonjakan harga terjadi pada sejumlah kebutuhan dapur utama seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan jeruk. Harga bawang merah naik dari Rp60 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram, bawang putih dari Rp50 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram, sementara cabai lokal kini dijual Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp80 ribu.Selain itu, jeruk juga mengalami kenaikan signifikan dan kini dijual Rp80 ribu per kilogram, padahal pada hari biasa harga jeruk berkisar Rp5.000 per buah.Sementara itu, penjual telur dan daging ayam di kawasan Jalan Hasanuddin menyebutkan bahwa harga daging ayam turut mengalami kenaikan dari Rp38 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang dan pasca Natal, di tengah stok dari distributor yang menipis.Harga daging sapi juga tercatat naik dari Rp135 ribu menjadi Rp145 ribu per kilogram. Meski demikian, sebagian pedagang menilai kenaikan tersebut masih dalam batas wajar jika dibandingkan dengan lonjakan pada periode tertentu sebelumnya.Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, beberapa bahan pangan lainnya seperti bawang bombai, kentang, wortel, dan tomat lokal masih dijual dengan harga relatif stabil. Stabilnya harga tersebut ditopang oleh pasokan yang masih lancar dari luar daerah.Meskipun sebagian pembeli menilai harga saat ini masih lebih baik dibandingkan saat terjadi kelangkaan, baik pedagang maupun konsumen berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. “Kita membutuhkan kestabilan harga agar belanja masyarakat tidak terbebani terlalu berat pasca perayaan,” pungkasnya, seraya mengharapkan dukungan dari pihak terkait untuk menjaga kelancaran distribusi bahan pangan. Penulis: Jid Editor: GF 27 Des 2025, 15:24 WIT
Pria Tanpa Identitas Jalani Perawatan Intensif di RSUD Mimika Usai Diduga Mengalami Mabuk Berat Papuanewsonline.com, Mimika – Seorang pria tanpa identitas saat ini masih menjalani perawatan intensif di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Mimika setelah mengalami insiden serius yang diduga dipicu oleh kondisi mabuk berat. Korban ditemukan dalam keadaan tidak berdaya dan segera dilarikan ke rumah sakit pada Jumat malam (26/12/2025).Hingga saat ini, identitas serta alamat tempat tinggal pasien belum diketahui. Oleh pihak rumah sakit, pasien tersebut dicatat dengan status Mr. X karena tidak ditemukan dokumen identitas saat pertama kali ditangani.“Kami sangat berharap ada keluarga atau kerabat yang segera datang,” ujar seorang petugas medis.Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena, mengungkapkan bahwa hingga Sabtu siang belum ada keluarga maupun pihak yang datang menanyakan kondisi pasien yang sedang dirawat tersebut.Kondisi tersebut dinilai menyulitkan tim medis untuk memperoleh informasi lanjutan terkait riwayat kesehatan pasien yang sangat dibutuhkan dalam mendukung pengambilan tindakan medis selanjutnya.“Kami berharap ada masyarakat yang mengenali ciri-ciri pasien,” kata Lucky.Pihak RSUD Mimika memastikan bahwa pasien masih mendapatkan penanganan medis secara intensif di IRD, dengan pengawasan ketat dari tenaga kesehatan yang bertugas.“Kami terus berupaya memberikan perawatan terbaik,” tambah Lucky.Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat yang merasa mengenali atau memiliki informasi terkait pasien tersebut agar segera mendatangi IRD RSUD Mimika atau menghubungi pihak rumah sakit, karena keterlibatan keluarga atau kerabat dinilai sangat penting untuk kelancaran proses perawatan dan penanganan medis lebih lanjut. “Informasi sekecil apapun sangat berarti bagi kami,” pungkasnya.Penulis: JidEditor: GF 27 Des 2025, 15:20 WIT
Aksi Solidaritas Jelang Natal, KOHATI dan KAHMI Mimika Dukung Pengamanan Perayaan Keagamaan Papuanewsonline.com, Mimika – Korps HMI-Wati (KOHATI) bersama Korps Alumni HMI (KAHMI) Kabupaten Mimika menggelar aksi sosial dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan Pengamanan (PAM) Natal 2025 di sejumlah titik pengamanan di wilayah Mimika.Aksi sosial tersebut dilakukan dengan membagikan snack kepada para petugas PAM Natal yang tetap menjalankan tugas pengamanan demi terciptanya suasana perayaan Natal yang aman, tertib, dan kondusif bagi umat Kristiani.Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi serta dukungan moril kepada aparat keamanan yang bertugas menjaga stabilitas dan kenyamanan masyarakat selama momentum perayaan keagamaan.Ketua KOHATI, Suhartina, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial sekaligus komitmen KOHATI dalam merawat nilai-nilai toleransi dan kemanusiaan di tengah masyarakat yang majemuk.“Petugas PAM Natal memiliki peran penting dalam menjaga rasa aman selama perayaan Natal. Melalui pembagian kue ini, kami ingin menyampaikan terima kasih serta memberikan semangat kepada mereka yang bertugas,” ujar Suhratina.Menurutnya, pengamanan perayaan keagamaan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan suasana damai dan harmonis.Kolaborasi antara KOHATI dan KAHMI dalam kegiatan ini mencerminkan sinergi antara kader aktif dan alumni HMI dalam menjawab kebutuhan sosial kemasyarakatan, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam kegiatan sosial lintas agama.Para petugas PAM Natal menyambut baik aksi sosial tersebut dan mengapresiasi perhatian yang diberikan, yang dinilai mampu menambah semangat dan motivasi dalam menjalankan tugas pengamanan di lapangan.Melalui kegiatan ini, KOHATI dan KAHMI Kabupaten Mimika berharap dapat terus menumbuhkan semangat toleransi antarumat beragama serta mempererat hubungan antara masyarakat dan aparat keamanan, sekaligus berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan sosial yang berorientasi pada persatuan dan kedamaian.Penulis: BimEditor: GF 27 Des 2025, 02:06 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT