Papuanewsonline.com
BERITA TAG Budaya
Homepage
Kapolda Sumbar Pimpin Shalat Jenazah Korban Banjir di Masjid Raya Al Minangkabawi
Papuanewsonline.com, Sumbar – Suasana duka menyelimuti Masjid Raya Sumatera Barat (Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi) hari ini. Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan Shalat Jenazah bagi 24 orang korban banjir yang telah teridentifikasi.Acara keagamaan dan penghormatan terakhir ini diselenggarakan di Aula Masjid Raya Sumatera Barat pada Rabu, 10 Desember 2025 Ba’da Dzuhur.Pembacaan doa dipimpin oleh Ustadz H. Rahimul Amin, Lc., MA, Imam Besar Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi.Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penanganan bencana di Sumbar dan menjadi wujud kepedulian Kapolda Sumbar terhadap para korban dan keluarga yang ditinggalkan.Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyatakan bahwa Shalat Jenazah massal ini adalah bentuk solidaritas institusi Polri, khususnya Polda Sumbar, kepada masyarakat yang tengah berduka.“Kegiatan ini adalah wujud nyata duka cita mendalam keluarga besar Polda Sumbar. Kami turut merasakan kesedihan yang dialami oleh keluarga korban,”kata Kabid humas.Kapolda Sumbar hadir secara langsung sebagai imam, menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam tugas pengamanan dan penyelamatan, tetapi juga dalam memberikan dukungan moral dan spiritual di saat-saat sulit seperti ini.“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan para korban dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan,” tegasnya.Pesan solidaritas, “PRAY SUMBAR”, yang menegaskan seruan untuk mendoakan wilayah Sumatera Barat pasca bencana. PNO-12
11 Des 2025, 11:38 WIT
Polda Sumbar Antar 24 Korban Bencana ke Peristirahatan Terakhir
Papuanewsonline.com, Sumbar - Dengan suasana duka yang mendalam, Polda Sumatera Barat mengantarkan 24 jenazah korban bencana alam ke peristirahatan terakhir. Prosesi pelepasan yang dipimpin Irwasda Polda Sumbar, Kombes Pol Guritno Wibowo, berlangsung khidmat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar pada Rabu (10/12), sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian Polri terhadap para korban.Sebelum diberangkatkan, para jenazah terlebih dahulu dimasukkan ke dalam peti dan dinaikkan ke ambulans oleh personel Polri dan pihak rumah sakit. Prosesi berlangsung dengan penuh penghormatan dan suasana duka mendalam.Jenazah kemudian akan dishalatkan di Masjid Raya Sumbar sebelum dimakamkan di Pemakaman Umum Teluk Kabung, Kecamatan Bungus, Kota Padang.Dalam kesempatan itu, Irwasda Polda Sumbar menyampaikan doa dan belasungkawa mendalam atas kepergian para korban.“Kita akan berangkatkan 24 jenazah korban bencana alam menuju peristirahatan terakhir. Jenazah akan dishalatkan dahulu di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Semoga seluruh rangkaian acaranya dimudahkan, dilancarkan, dan seluruh almarhum-almarhumah diberikan husnul khotimah serta ditempatkan di sisi Allah SWT,” ujar Kombes Pol Guritno Wibowo.Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, yang turut hadir, menegaskan bahwa Polda Sumbar berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada para korban dan keluarganya.“Seluruh proses, mulai dari identifikasi, perawatan jenazah, hingga pemakaman, dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan standar kemanusiaan yang tinggi. Polda Sumbar hadir untuk memastikan bahwa keluarga korban mendapatkan pendampingan dan pelayanan yang layak,” jelasnya.Ia menambahkan bahwa Polri terus bekerja maksimal dalam seluruh tahapan penanganan bencana.“Polri akan terus bekerja semaksimal mungkin di seluruh lini penanganan bencana. Mulai dari evakuasi, identifikasi, hingga membantu pemulihan warga melalui penyaluran bantuan. Kami berupaya hadir dengan cepat dan tepat, agar masyarakat yang terdampak merasa terbantu dan tidak menghadapi situasi ini sendirian,” terang Kombes Pol Susmelawati Rosya.Kabid Humas Polda Sumbar juga menyampaikan simpati dan belasungkawa yang tulus atas jatuhnya korban jiwa dalam musibah tersebut.“Atas nama Polda Sumbar, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian para korban. Ini bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi kita semua. Kami hadir untuk memastikan setiap proses dilakukan dengan penuh penghormatan dan kepedulian,” tutupnya. PNO-12
11 Des 2025, 11:33 WIT
Kapolda Maluku Pastikan Polres Tanimbar Siaga Hadapi Ancaman Keamanan di Perbatasan
Papuanewsonline.com, Tanimbar - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., melakukan peninjauan langsung ke Markas Komando (Mako) Polres Kepulauan Tanimbar sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (…). Kunjungan ini menjadi agenda strategis Kapolda untuk memastikan kesiapan satuan, kualitas pelayanan publik, dan kondisi operasional Polres di wilayah perbatasan selatan Provinsi Maluku.Kehadiran Kapolda disambut prosesi adat oleh Tua Adat Desa Olilit, ditandai dengan pengalungan syal kepada Kapolda dan pemberian bunga tangan kepada Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, sebagai simbol penghormatan kepada pimpinan kepolisian daerah.Peninjauan dilakukan setelah Kapolda menerima laporan situasi dari Wakapolres Kepulauan Tanimbar mengenai kondisi keamanan, dinamika kamtibmas, dan progres operasional satuan. Seluruh personel Polres memberikan jajar hormat sebagai bentuk penghargaan, kemudian Kapolda berjabat tangan dengan seluruh anggota sebagai simbol kedekatan dan penguatan moral personel di lapangan.Turut mendampingi Kapolda dalam peninjauan, antara lain: Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Karo SDM Polda Maluku, Dirreskrimum Polda Maluku, Dirbinmas Polda Maluku, Dirpolairud Polda Maluku, Pengurus Bhayangkari Daerah, Kapolres Kepulauan Tanimbar, pejabat utama, serta personel Polres Kepulauan Tanimbar dan Sat Brimob Polda Maluku.Dalam keterangannya, Kapolda menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas kinerja kepolisian di daerah.“Peninjauan ini adalah bagian dari rangkaian kunjungan kerja kami di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Saya ingin melihat langsung kondisi satuan, bagaimana kesiapan personel, serta bagaimana pelayanan kepada masyarakat berjalan setiap hari. Kehadiran kami di sini untuk memastikan seluruh tugas kepolisian berjalan optimal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tegas Kapolda.Kapolda juga menyoroti peran strategis Polres Kepulauan Tanimbar dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah perbatasan.“Polres Kepulauan Tanimbar memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah perbatasan selatan Provinsi Maluku ini. Saya berharap seluruh personel tetap menjaga kekompakan, meningkatkan profesionalisme, serta selalu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujarnya.Selain penguatan kinerja, Kapolda menekankan agar hubungan antara pimpinan dan anggota terus dijaga dalam suasana kebersamaan.“Kehadiran saya bukan sekadar formalitas, tetapi untuk memastikan seluruh personel mendapatkan perhatian, dukungan, dan pembinaan yang mereka butuhkan. Kita harus bekerja bersama dan menunjukkan bahwa Polri hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.Kegiatan peninjauan ditutup dengan sesi foto bersama Kapolda beserta jajaran Bhayangkari dan personel Polres Kepulauan Tanimbar. Agenda resmi berakhir pukul 16.35 WIT, sebelum Kapolda melanjutkan penyampaian arahan kepada seluruh personel.Kunjungan Kapolda Maluku ke Polres Kepulauan Tanimbar menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang berorientasi pada penguatan satuan dari dalam, bukan semata seremonial. Langkah mengecek langsung kondisi fasilitas, berdialog dengan anggota, hingga menerima laporan operasional mencerminkan komitmen pembenahan sistemik, terutama di wilayah strategis perbatasan.Kehadiran pejabat utama Polda dalam rombongan menegaskan bahwa Tanimbar mendapat perhatian serius dari Polda Maluku, baik dalam konteks stabilitas keamanan perbatasan, pelayanan publik, hingga kesiapan menghadapi dinamika kamtibmas. Penegasan Kapolda agar anggota menjaga profesionalisme dan etika pelayanan publik menjadi pesan penting di tengah tuntutan masyarakat atas institusi Polri yang transparan dan humanis.Pendekatan kepemimpinan yang membangun moral anggota, seperti jabat tangan dengan seluruh personel, menjadi simbol perubahan kultur organisasi berbasis kedekatan, bukan jarak hierarki. Praktik ini menegaskan bahwa pembinaan personel adalah faktor kunci dalam memastikan stabilitas keamanan dan kualitas pelayanan kepolisian di daerah terpencil sekalipun. PNO-12
09 Des 2025, 21:46 WIT
Kapolda Maluku Resmikan Balai Kerohanian dan Pemberian Nama Mushollah Polres MBD
Papuanewsonline.com, MBD - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si meresmikan gedung balai kerohanian dan pemberian nama mushollah Polres Maluku Barat Daya (MBD), Senin (8/12/2025). Peresmian balai kerohanian ditandai dengan Penandatanganan Prasasti yang berlangsung di Markas Polres MBD. Hadir dalam kegiatan ini Karo SDM, Direktur Reskrimum, Direktur Binmas, Direktur Polairud, Kapolres dan Wakapolres Maluku Barat Daya, Wadanki IV Yon C Pelopor Sat Brimob, dan para pejabat lainnya.Kapolda mengaku peresmian gedung balai kerohanian dan pemberian nama mushollah merupakan bentuk komitmen Polda Maluku untuk meningkatkan sarana pembinaan rohani bagi seluruh personel Polri di wilayah MBD. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi ruang penguatan spiritual, pembinaan mental, sekaligus memperkokoh akhlak dan integritas anggota Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.Balai kerohanian dan mushollah menurut Kapolda merupakan langkah penting dalam memperkuat karakter aparatur kepolisian yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga memiliki moralitas dan spiritualitas yang kuat.Pembinaan mental dan kerohanian, kata Kapolda, merupakan bagian fundamental dalam membentuk personel Polri yang berintegritas, humanis, dan mampu menjalankan tugas secara amanah.“Sarana kerohanian ini adalah tempat membangun keteduhan hati dan integritas diri. Polisi yang kuat bukan hanya kuat fisik dan kemampuan teknis, tetapi juga kuat dalam prinsip moral dan spiritual,” ungkap Kapolda. PNO-12
09 Des 2025, 14:32 WIT
Kapolda Maluku Jalin Silaturahmi di Baileo Emarina Desa Werwaru-MBD
Papuanewsonline.com, MBD - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melangkah dan maju secara bersama. Sehingga, keamanan juga harus dijaga bersama-sama.Ajakan tersebut disampaikan Kapolda saat silaturahmi dengan masyarakat di Baileo Emarina atau Rumah Damai di Desa Werwaru, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Senin (8/12/2025).Kunjungan ke Baileo Emarina merupakan salah satu agenda Kapolda dalam rangka pembinaan wilayah sekaligus memperkuat sinergi antara Polda Maluku dengan pemerintah daerah, aparat TNI–Polri, dan masyarakat.Kapolda Maluku dalam lawatannya tersebut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari masyarakat Desa Werwaru. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena bersama rombongan tiba dengan selamat di Pulau Moa.Kunjungan kerja yang dilaksanakan di MBD, kata Kapolda, tidak hanya bersifat seremonial, melainkan bentuk nyata perhatian Polda Maluku untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga dengan baik.Keamanan, tegas Kapolda, merupakan fondasi utama pembangunan, sehingga stabilitas kamtibmas harus dijaga bersama-sama dengan aparat dan masyarakat.“Jika kita ingin maju, kita harus menjaga situasi agar tetap aman. Permasalahan pasti ada, namun penyelesaiannya harus dilakukan sesuai hukum. Kekerasan bukan lagi pilihan,” tegas Kapolda.Kapolda menyoroti keberagaman masyarakat MBD yang terdiri dari berbagai pulau, suku, dan kelompok. Menurutnya, perbedaan merupakan kekuatan yang harus dijaga, bukan dijadikan alasan untuk timbulnya konflik sosial. Ia mengingatkan sejarah masa kolonial menjadi bukti bahwa perpecahan sering kali dimanfaatkan pihak luar untuk menguasai sumber daya.“Jangan biarkan perbedaan menjadi alat pemecah belah seperti pada masa Belanda. Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pedoman bersama untuk memperkuat persatuan,” ujar Kapolda.Prof Dadang juga menekankan bahwa MBD memiliki sumber daya alam melimpah, baik dari sektor perikanan maupun pertanian, sehingga seluruh pihak wajib mensyukuri dan menjaga potensi tersebut melalui stabilitas sosial.Di sisi lain, masyarakat Maluku terkenal memiliki fisik dan karakter kuat yang terbentuk dari lingkungan alam yang keras. Namun demikian, pola pikir dalam menyelesaikan persoalan harus berkembang ke arah yang lebih bijak.“Sudah saatnya kita meninggalkan cara-cara kekerasan. Penyelesaian masalah harus dilakukan dengan dialog, musyawarah, dan pendekatan hukum,” harapnya.Persoalan yang muncul di masyarakat, lanjut Kapolda, sering kali disebabkan oleh kurangnya komunikasi. Sehingga ruang-ruang untuk berdialog harus diperkuat.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda mengemukakan konsep pemanfaatan Baileo Emarina sebagai pusat deteksi dini permasalahan dan tempat musyawarah warga.Baileo, kata Prof Dadang, bukan sekadar bangunan adat, tetapi representasi dari identitas Maluku sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, dan menyelesaikan masalah secara damai.Ia mengajak masyarakat untuk memaksimalkan fungsi tersebut dan menjadikan Baileo sebagai ruang utama merajut komunikasi antara warga, pemerintah, dan aparat negara.Kapolda juga menekankan bahwa aparat pemerintah seperti Bupati, Kapolres, Dandim, dan Kejari merupakan representasi negara di daerah yang harus dijadikan tempat konsultasi ketika terjadi masalah. Masyarakat diminta untuk tidak ragu menyampaikan keluhan maupun persoalan kepada para pejabat tersebut sehingga solusi dapat dikelola secara cepat dan tepat.Khusus kepada generasi muda MBD, Kapolda mengaku kemajuan daerah hanya dapat dicapai jika anak muda memiliki keterampilan dan pemikiran modern yang relevan dengan perkembangan zaman.Penguasaan teknologi dan kemampuan berbahasa bagi pemuda MBD untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional sangat penting ditingkatkan.“Setelah menempuh pendidikan, jangan lupa kembali ke daerah untuk membangun negeri sendiri. Jangan hanya pintar di luar, tetapi tidak kembali mengabdi kepada masyarakat,” pesan Kapolda.Dalam sesi dialog, Kepala Desa Werwaru menyampaikan dua aspirasi utama. Pertama, masih belum adanya pemuda Desa Werwaru yang berhasil masuk sebagai anggota Polri. Ia berharap bimbingan serta dukungan khusus dari Kapolda Maluku untuk mendorong 1–2 putra daerah mengikuti seleksi.Kedua, kebutuhan masyarakat akan mesin pengolahan air untuk mendukung pengelolaan ladang dan kebun akibat keterbatasan sumber air di wilayah tersebut.Menanggapi permohonan tersebut, Kapolda Maluku menyatakan kesiapannya untuk mendukung, membantu masyarakat.Untuk rekrutmen Polri, Kapolda menegaskan bahwa proses penerimaan dilakukan sesuai alokasi, namun peluang terbuka bagi putra-putri daerah yang dipersiapkan dengan baik.Kapolda memberikan arahan langsung kepada Kapolres Maluku Barat Daya untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada calon yang berpotensi dari Desa Werwaru.Sementara terkait kebutuhan mesin air, Kapolda menyampaikan komitmennya untuk mencarikan solusi terbaik dan mengupayakan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat.Dalam kunjungan tersebut turut hadir Bupati MBD, Kapolres, Dandim 1511 Pulau Moa, Kajari, Sekretaris Daerah, pejabat utama Polda Maluku, Kepala Desa Werwaru, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta masyarakat desa. PNO-12
09 Des 2025, 13:55 WIT
Rayakan Natal Bersama Warga Binaan, Polda Maluku: Kuatkan Iman & Teguhkan Harapan
Papuanewsonline.com, Ambon - Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Maluku marayakan Natal 2025 bersama warga binaan di Aula Lantai 3 Rutan Polda Maluku. Tahun ini, perayaan Natal mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang diambil dari Matius 1:21–24, sebagai pengingat akan kasih dan pengharapan di tengah perjalanan hidup para warga binaan.Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri Direktur Tahti Polda Maluku AKBP Yani Reawaru, S.E, Ketua Pokjaluh Agama Kristen Kota Ambon Alfananti Yohanty, M.Th, Kabag RBP Biro Rena Polda Maluku AKBP Robert Ferdinandus AMK, S.Th, para pelayan gereja mitra Rutan, personel Dit Tahti Polda Maluku, warga binaan, serta perwakilan keluarga.Dir Tahti Polda Maluku AKBP Yani Reawaru, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Perayaan Natal bersama warga binaan ini dapat berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.AKBP Yani juga berharap momentum Natal dapat membawa perubahan positif bagi para warga binaan. “Semoga perayaan ini dapat kita maknai bersama, khususnya bagi adik-adik warga binaan. Saya berharap setelah menjalani masa hukuman, mereka bisa kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” tambahnya.Ketua Pokjaluh Agama Kristen Kota Ambon, Alfananti Yohanty, M.Th., memberikan apresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum ini menjadi penghiburan bagi warga binaan yang tidak dapat merayakan Natal bersama keluarga di luar. “Semoga kegiatan ini memberi kekuatan dan sukacita bagi mereka yang sementara menjalani masa tahanan,” tuturnya.Sementara itu, Kabag RBP Biro Rena Polda Maluku, AKBP Robert Ferdinandus juga menyampaikan terima kasih atas pembinaan yang diberikan kepada warga binaan. “Terima kasih kepada Dit Tahti Polda Maluku yang terus membina warga binaan hingga hari ini, serta kepada para pelayan Tuhan yang mendampingi mereka secara spiritual. Harapan kami, pembinaan ini dapat terus ditingkatkan agar ketika kembali ke masyarakat, mereka menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.Sebagai bentuk dukungan rohani, Dit Tahti Polda Maluku menyerahkan 25 Alkitab kepada warga binaan. Selain itu, seluruh warga binaan juga menerima bingkisan Natal sebagai wujud kepedulian dan perhatian di momen perayaan tersebut.Perayaan Natal yang dilaksanakan diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa dukungan moral dan spiritual tetap penting bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan, sekaligus meneguhkan harapan agar mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. PNO-12
06 Des 2025, 08:56 WIT
Pemkab Boven Digoel Gelar Temu Budaya 2025, Perkuat Identitas Lokal dan Dorong Ekonomi Kreatif
Papuanewsonline.com, Boven Digoel
— Pemerintah Kabupaten Boven Digoel secara resmi membuka kegiatan Temu Budaya
dengan Pelaku Budaya 2025 yang digelar selama tiga hari, mulai 3 hingga 5
Desember 2025. Agenda kebudayaan ini berlangsung di halaman dan Aula Kantor
Bupati Boven Digoel, menghadirkan sebanyak 50 pelaku budaya dari berbagai
distrik di wilayah tersebut. Kegiatan ini mengangkat tema “Suara
Budaya Membangun Negeri” sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam
menjaga dan menghidupkan kembali budaya lokal yang menjadi identitas khas
masyarakat Boven Digoel. Tema tersebut juga dipilih untuk mendorong generasi
muda agar lebih memahami dan mencintai warisan budaya leluhur. Dalam sambutannya, Wakil Bupati
Marlinus menegaskan bahwa budaya memiliki peran vital dalam membentuk karakter
masyarakat. Menurutnya, budaya tidak sekadar peninggalan masa lalu, melainkan
fondasi moral yang memperkuat persatuan dalam keberagaman. Melalui kegiatan
ini, ia berharap masyarakat semakin menyadari nilai penting kebudayaan dalam
kehidupan sehari-hari. Pemerintah Kabupaten Boven Digoel
juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan budaya melalui
penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Upaya tersebut sejalan
dengan pendataan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang menjadi fokus pengembangan
dalam kebijakan kebudayaan daerah. Selain membahas pelestarian
tradisi, kegiatan ini juga menjadi ruang penting bagi para pelaku budaya untuk
memperkenalkan karya dan kreativitas mereka. Pemerintah daerah menilai bahwa
budaya memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi
kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Temu Budaya 2025 diharapkan mampu
memperkuat jejaring antar-pelaku budaya, memperluas ruang ekspresi seni, dan
menghadirkan pemahaman yang lebih luas mengenai potensi budaya yang dimiliki
setiap distrik. Dengan terbangunnya kolaborasi tersebut, pengembangan
kebudayaan dinilai akan berjalan lebih adaptif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini pula,
pemerintah ingin memastikan bahwa keberagaman budaya di Boven Digoel tetap
terjaga. Kehadiran pelaku budaya dari berbagai wilayah memberikan warna
tersendiri dan memperkaya proses pertukaran budaya antarkomunitas. Pemerintah daerah berharap Temu
Budaya 2025 dapat menjadi momentum penting dalam memperindah keberagaman
sekaligus menjadikan adat dan tradisi sebagai energi pembangunan. Dengan
pelestarian yang kuat dan pemanfaatan budaya secara kreatif, Boven Digoel diharapkan
menuju masa depan yang lebih maju, bermartabat, dan berkarakter. Penulis: Hendrik
Editor: GF
05 Des 2025, 19:52 WIT
Kapolda Terima Silaturahmi Pengurus PP Polri Daerah Maluku
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menegaskan komitmen merawat kebersamaan dan pengabdian saat menerima kunjungan silaturahmi dari Pengurus Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri) Daerah Maluku.Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di ruang tamu Kapolda Maluku, Rabu (3/12/2025) ini turut dihadiri Karo SDM dan Kabag Analis Dit Intelkam mendampingi Kapolda. Sementara dari PP Polri Maluku hadir Ketua AKBP (Purn) Etty Nirahua beserta Sekretaris dan jajaran pengurus lainnya.Kapolda Maluku memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada PP Polri karena selama ini tetap menjaga hubungan baik dengan institusi kepolisian meskipun telah memasuki masa purnabhakti. Ia menegaskan keberadaan PP Polri tidak dapat dipisahkan dari perjalanan institusi Polri dari masa ke masa.“PP Polri merupakan bagian dari tubuh Polri itu sendiri. Pengabdian bapak dan ibu sekalian tidak berhenti hanya karena memasuki masa pensiun. Semangat dan nilai-nilai kepolisian tetap melekat dan terus memberi inspirasi bagi generasi penerus,” ujar Kapolda.Kapolda berharap para purnawirawan Polri dapat terus menjaga kesehatan dan menikmati masa purnatugas dengan perasaan bahagia. Ia menegaskan, Polda Maluku selalu membuka pintu bagi PP Polri untuk berkomunikasi, berkonsultasi, maupun berkolaborasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.“Saya berpesan agar selalu menjaga kesehatan dan menjalani masa pensiun dengan hati yang bahagia. Pola semangat pengabdian itu tetap hidup dan bisa terus ditularkan kepada anggota Polri yang masih aktif. Kami siap membantu, siap bersinergi, dan selalu terbuka bagi PP Polri,” tambah Kapolda.Sementara itu, Ketua PP Polri Daerah Maluku, AKBP (Purn) Etty Nirahua menyampaikan terima kasih atas waktu dan ruang yang diberikan Kapolda Maluku. Ia mengaku PP Polri akan terus berkomitmen menjadi mitra moral bagi Polri, sekaligus menjadi wadah kebersamaan para purnawirawan untuk tetap berkontribusi bagi bangsa dan daerah.“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolda yang telah menerima kami dengan sangat baik. PP Polri selalu menjadi daun dan pohon, memberikan keteduhan, dukungan, dan semangat bagi para penerus Polri dalam menjalankan tugas,” ucapnya.Nirahua juga menyampaikan pihaknya siap terus menjalin koordinasi dengan Polda Maluku untuk memperkuat solidaritas internal dan mendukung berbagai program kemasyarakatan. PNO-12
05 Des 2025, 15:33 WIT
Persepsi Jujur dari Senggi: Lokakarya dan Momen Perpisahan Tim Ekspedisi Patriot
Papuanewsonline.com, Keerom — Sabtu, 29 November 2025
menjadi hari yang penuh arti bagi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Senggi. Setelah
melakukan pendampingan dan penelitian intensif selama lebih dari satu bulan,
tim yang terdiri dari lima perguruan tinggi nasional menggelar Lokakarya
Persepsi Jujur dari Senggi di Balai Pertemuan SP 2 Kampung Woslay. Acara ini
sekaligus menjadi momen perpisahan antara tim akademisi dengan masyarakat yang
selama ini menjadi mitra utama dalam pengumpulan data dan pendampingan
lapangan.Suasana hangat langsung terasa sejak awal acara. Masyarakat
adat, warga transmigran, perangkat kampung, tokoh adat, tokoh agama, hingga
aparat pemerintah distrik dan kabupaten turut hadir memberikan dukungan.
Kebersamaan yang terjalin selama proses pendampingan tercermin dalam interaksi
akrab sepanjang kegiatan, menjadikan lokakarya ini bukan sekadar forum
akademik, tetapi juga ruang silaturahmi penuh kekeluargaan.Acara dimulai dengan sambutan dari Plt. Dinas Transmigrasi
Provinsi Papua, Ibu Irawati, yang memberikan apresiasi atas kerja kolaboratif
TEP. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pak Patras Kelpi selaku KUPT dan
ondoafi setempat. Keduanya menekankan pentingnya riset komprehensif yang
dilakukan lima perguruan tinggi tersebut dalam memberikan gambaran objektif
terkait dinamika transmigrasi, sosial, dan ekonomi masyarakat Senggi.Paparan materi dari tiap perguruan tinggi menjadi bagian
yang paling ditunggu. Tim ITB yang dipimpin Abdul Rohman Supandi
mempresentasikan evaluasi mengenai pelaksanaan transmigrasi di Senggi, mulai
dari kondisi infrastruktur, akses layanan dasar, hingga relasi sosial. Tim
UNPAD kemudian memaparkan kajian mengenai harmonisasi sosial antara masyarakat
adat Orang Asli Papua (OAP) dan warga transmigran, menekankan pentingnya dialog
dan pemahaman lintas budaya.Selanjutnya, tim ITS yang diketuai Dhany Arifianto
menyampaikan rekomendasi teknis terkait kebutuhan infrastruktur dasar seperti
jalan, air bersih, listrik, dan fasilitas umum lainnya. Tim UI memberikan
gambaran mengenai penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok
tani dan koperasi sebagai pilar pengembangan usaha lokal. Adapun tim IPB
University menyoroti potensi komoditas unggulan seperti padi, jagung, betatas,
dan kakao yang dinilai memiliki prospek pengembangan berbasis industrialisasi kecil.Sesi berikutnya membuka ruang bagi masyarakat untuk
menyampaikan aspirasi. Perwakilan masyarakat adat maupun transmigran berbagi
pandangan mengenai kebutuhan ekonomi, pengembangan komoditas, serta harapan
terhadap peningkatan kesejahteraan. Kepala Puskesmas Senggi juga turut
menyampaikan pentingnya ketersediaan sarana kesehatan yang memadai, tenaga
medis, dan data kependudukan yang akurat.Sebagai tanda penghormatan, masyarakat adat kemudian
menggelar prosesi bakar batu (Barapen). Prosesi ini bukan hanya bentuk
apresiasi atas kerja keras TEP, tetapi juga simbol penerimaan dan persaudaraan
antara masyarakat Senggi dengan para anggota tim dari berbagai universitas.
Puncak acara ditutup dengan pembacaan Naskah Solidaritas Senggi, yang menjadi
komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan memperkuat kerja sama dalam
pembangunan kawasan.Bagi Tim Ekspedisi Patriot, perpisahan ini bukan akhir
perjalanan, tetapi awal dari langkah baru untuk memastikan seluruh temuan dan
aspirasi yang dihimpun dapat dirumuskan menjadi rekomendasi konstruktif bagi
pemerintah daerah dan kementerian terkait. Senggi bagi mereka bukan sekadar
lokasi penelitian, tetapi ruang belajar bersama tentang kolaborasi,
keberagaman, dan nilai kebersamaan.Penulis: Tim Ekspedisi PatriotEditor: GF
03 Des 2025, 22:09 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru