logo-website
Jumat, 27 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Budaya Homepage
Lemasa Minta Pemkab Mimika Tepati Kesepakatan Jadwal Diskusi Papuanewsonline.com, Mimika — Lembaga Masyarakat Adat (Lemasa) Timika meminta Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menepati jadwal diskusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Seruan ini disampaikan menyusul perubahan agenda yang dinilai dapat memengaruhi koordinasi antara Lemasa, Lemasko, dan pemerintah daerah.Lemasa mengungkapkan adanya dugaan bahwa Pemkab Mimika lebih memprioritaskan Lemasko dalam hal pendanaan maupun pelaksanaan kegiatan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait keseimbangan perlakuan terhadap dua lembaga adat yang memiliki peran penting dalam dinamika sosial masyarakat Mimika.Sem Bukaleng, tokoh Lemasa Timika, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengundur jadwal diskusi dari tanggal 4 Desember menjadi 8 atau 9 Desember. Menurutnya, perubahan tersebut tidak sesuai dengan komitmen awal yang sudah disepakati bersama. Ia menegaskan bahwa pemerintah seharusnya menunjukkan sikap konsisten dalam menjalin komunikasi dengan lembaga adat.Dalam pernyataannya, Sem Bukaleng menyampaikan harapan agar pemerintah mendukung Lemasa dan Lemasko secara setara. Ia menilai bahwa dialog yang terjadwal dengan baik dapat memperkuat kerja sama dan mendorong penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. “Pemerintah harus mematuhi jadwal yang disepakati dan mendukung Lemasa dan Lemasko secara setara,” ujarnya.Lemasa juga menekankan pentingnya mengembalikan jadwal diskusi sesuai dengan rencana awal, yaitu pada 4 Desember. Mereka menilai penundaan diskusi dan lemahnya koordinasi dapat berdampak pada kelancaran program serta menghambat sejumlah inisiatif masyarakat adat yang tengah berjalan.Menurut Lemasa, komitmen terhadap penjadwalan bukan hanya soal waktu, melainkan juga bentuk penghargaan terhadap proses komunikasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Ketepatan waktu dinilai sebagai faktor penting dalam menjaga efektivitas dialog dan membangun kepercayaan antara lembaga adat dan pemerintah.Hingga kini, Lemasa masih menunggu klarifikasi dari Pemkab Mimika terkait perubahan jadwal tersebut. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan secara terbuka dan memastikan koordinasi dengan Lemasa dan Lemasko dapat berjalan lebih baik ke depan.Di tengah dinamika ini, Lemasa tetap menegaskan bahwa dialog adalah jembatan penting untuk menjaga hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan lembaga adat. Oleh karena itu, keseriusan Pemkab Mimika dalam memenuhi komitmen yang telah disepakati menjadi harapan utama masyarakat adat Timika. Penulis: Hendrik Editor: GF 02 Des 2025, 21:24 WIT
Subuh Berjamaah di Masjid Al-Burhan Air Kuning, Kapolda Maluku Sampaikan Pesan Kamtibmas Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si melaksanakan Sholat Subuh berjamaah di Masjid Al-Burhan, Lorong Alaka, Air Kuning, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (30/11/2025).Sholat subuh keliling yang merupakan program rutin Kapolda Maluku ini selain untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, juga sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat guna memperkuat hubungan sinergi Polri dengan warga dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku.Saat melaksanakan ibadah sholat subuh, Kapolda didampingi Kabid Keu Polda Maluku, dan sejumlah personel Polsek Sirimau, Polresta Pulau Ambon & P. P. Lease. Usai sholat, Kapolda menyampaikan sejumlah pesan penting terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Seluruh jamaah diajak untuk senantiasa berperan aktif menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman, damai, dan kondusif. Kapolda menekankan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi merupakan tugas bersama antara pemerintah, aparat, dan seluruh elemen masyarakat.Pada kesempatan itu, Kapolda juga menyinggung pentingnya mencegah tindakan main hakim sendiri. Ia menegaskan, setiap permasalahan sekecil apa pun harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku dengan cara melapor ke pihak Kepolisian. Polri, tegas Kapolda, selalu siap hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat kapan pun diperlukan. “Polri akan selalu hadir bagi masyarakat. Mari katong jaga kedamaian di bumi Maluku,” pintanya. PNO-12 01 Des 2025, 14:32 WIT
Kapolda Maluku Safari Kamtibmas ke Gereja Katolik Paroki Santo Jacobus Ambon Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si melaksanakan kegiatan safari kamtibmas dan silaturahmi dengan umat Gereja Katolik Paroki Santo Jacobus di Ahuru, Kota Ambon, Minggu (30/11/2025).Kegiatan rutin yang merupakan bagian dari agenda Kapolda ini untuk memperkuat komunikasi dialogis serta membangun kedekatan emosional dengan masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku.Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi Kabidkum Polda Maluku, Kasat Intelkam Polresta Ambon, dan Wakapolsek Sirimau. Hadir dalam kegiatan itu Pastor Paroki St. Yakobus Ahuru, Pastor Karoldus Jamrevav MSC, para pengurus Dewan Pastoral, Ketua Stasi, Ketua Rukun, serta sekitar 500 jemaat yang memenuhi Gereja Santo Jacobus.Kapolda Maluku menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak gereja dan umat Paroki Santo Jacobus. Menurutnya, kehadiran langsung di tengah masyarakat merupakan wujud komitmen Polri untuk mendengar, memahami, serta merespons kebutuhan keamanan masyarakat secara nyata.“Saya berterima kasih atas kesempatan dan kehormatan yang diberikan kepada saya untuk hadir di sini. Saya ingin mendengar apa yang dirasakan masyarakat, karena keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.Kapolda menekankan, keamanan adalah unsur paling mendasar dalam aktivitas kehidupan masyarakat. Dalam konteks Maluku yang dikenal indah, kaya budaya, dan bernilai sejarah, keamanan menjadi modal penting untuk menghadirkan kenyamanan hidup, stabilitas sosial, serta kemajuan daerah.“Keamanan adalah bagian terpenting dari hidup manusia. Di Maluku yang indah ini, mari kita terus ‘bikin bae’. Kita jaga keamanan bersama-sama, karena ketika aman, semua aktivitas bisa berjalan lancar dan kita bisa hidup rukun,” tegas Kapolda.Pada kesempatan itu, Kapolda juga mengingatkan pentingnya kedewasaan sosial dalam menghadapi berbagai persoalan yang mungkin timbul di tengah masyarakat. Ia mengajak umat gereja serta seluruh masyarakat Maluku untuk mengedepankan kesabaran dan pikiran yang jernih saat menghadapi konflik interpersonal maupun persoalan kelompok.“Masalah pasti akan ada dalam hidup. Tetapi mari kita hadapi dengan kepala dingin. Jangan terpancing. Dengan bersabar dan berpikir bijak, kita bisa mencegah hal-hal kecil berkembang menjadi persoalan besar,” pesannya.Irjen Dadang menegaskan keamanan bukan semata hasil kerja aparat, melainkan buah sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Maluku.“Kami TNI-Polri dan pemerintah daerah tidak bisa berbuat apa-apa jika tidak didukung masyarakat. Keamanan dan nuansa damai yang kita rasakan hari ini adalah hasil kerja bersama,” ungkapnya.Menutup arahannya, Kapolda memberikan ucapan terima kasih kepada para pastor, pemimpin gereja, dan seluruh jemaat yang selama ini turut mendukung terciptanya kerukunan dan kedamaian di Maluku.“Saya menyampaikan terima kasih kepada para pastor dan seluruh jemaat. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan perlindungan bagi kita semua, baik dalam tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita terus memberikan kebaikan bagi sesama,” ucap Kapolda menutup sambutannya dengan salam persaudaraan. Selamat pagi, Shalom.”Setelah penyampaian pesan kamtibmas, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piala kepada para pemenang Lomba Bertutur Kitab Suci yang diserahkan langsung oleh Kapolda Maluku. Suasana penuh keakraban terlihat saat sesi foto bersama Kapolda, para pastor, pengurus gereja, dan jemaat. PNO-12 01 Des 2025, 11:39 WIT
KKSS Mimika Rayakan HUT ke-49, Tekankan Filosofi Bugis-Makassar sebagai Perekat Persaudaraan Papuanewsonline.com, Mimika - Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 dengan penuh kebersamaan di Gedung Eme Neme Yauware, Rabu (26/11/2025). Acara ini menjadi momentum penting yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat Sulawesi Selatan yang telah menetap dan berkontribusi bagi Mimika selama puluhan tahun.Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum KKSS, Abdul Rivai Ras, mengajak seluruh warga Sulsel untuk terus memegang teguh tiga prinsip budaya Bugis-Makassar, yakni Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge. Menurutnya, nilai-nilai ini bukan hanya identitas budaya, tetapi juga pedoman hidup dalam menjaga hubungan sosial yang rukun dan saling menghargai.Ia menekankan bahwa nilai tersebut harus dijaga dan diterapkan di tanah rantau agar warga Sulsel dapat terus memberi manfaat bagi Mimika, Papua, dan Indonesia secara luas. Rivai juga menyinggung bahwa sekitar 16 juta warga Sulawesi Selatan kini tersebar di berbagai negara, menandakan kuatnya tradisi merantau yang menjadi bagian dari karakter masyarakat Sulsel.Ketua DPW KKSS Papua Tengah, Amirullah Hasyim, menegaskan bahwa perayaan HUT ini tidak hanya dirayakan sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap para pendiri KKSS yang sejak 12 November 1976 telah membangun jejaring persaudaraan tanpa embel-embel politik. Ia menyebut organisasi ini selalu siap mendukung kebijakan pemerintah, terutama dalam sektor ekonomi.Sementara itu, Ketua BPD KKSS Mimika, Iwan Anwar, menggarisbawahi bahwa warga KKSS memiliki sejarah panjang dalam perjalanan pembangunan Mimika. Ia menyebut beberapa tokoh dari KKSS yang pernah menduduki posisi strategis, mulai dari ketua lembaga legislatif hingga pejabat pemerintahan daerah.Iwan menegaskan bahwa warga KKSS akan terus mendukung program-program pembangunan pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Baruga Center akan menjadi ruang kontribusi baru KKSS bagi masyarakat Mimika, sekaligus wadah kolaborasi yang terbuka bagi suku asli Amungme dan Kamoro.Menurutnya, kehadiran Baruga Center menjadi bukti bahwa KKSS ingin memberi manfaat nyata bukan hanya bagi perantau Sulsel, tetapi juga bagi masyarakat Papua. Ia menegaskan kembali filosofi yang selalu dipegang warga Sulsel ketika hidup di tanah orang lain: “Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung.”Perayaan HUT ke-49 ini ditutup dengan suasana meriah dan penuh kekeluargaan, menandai komitmen KKSS Mimika untuk terus menjaga persatuan dan berkontribusi dalam pembangunan sosial maupun ekonomi di kabupaten yang menjadi rumah bagi berbagai suku dan budaya tersebut.  Penulis: JidEditor: GF 27 Nov 2025, 02:58 WIT
Polri Gerak Cepat Turunkan Personel Bantu Warga Terdampak Bencana di Sumut Papuanewsonline.com, Sumut - Polri menyampaikan perkembangan terbaru terkait bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Hingga hari ini tercatat 20 kejadian bencana, terdiri dari 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang yang tersebar di 6 kabupaten/kota, yakni Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, dan Nias. Peristiwa ini menyebabkan 19 warga menjadi korban, dengan rincian 10 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka, dan 6 orang masih dalam pencarian. Dampak kerusakan juga cukup luas, yaitu 2.393 kepala keluarga terdampak kerusakan rumah dan 445 warga harus mengungsi, sementara sejumlah akses jalan utama masih tertutup material longsor.Di Tapanuli Tengah, tanah longsor pada pukul 07.00 WIB mengakibatkan 4 warga meninggal dan merusak satu rumah. Banjir yang terjadi sepanjang 17–22 November berdampak pada 1.902 KK serta memaksa 45 warga mengungsi. Di Mandailing Natal, longsor menutup Jembatan Aek Inumon II, sementara banjir di Muara Batang Gadis membuat 400 warga mengungsi dan merendam 470 rumah. Di Tapanuli Selatan, insiden pohon tumbang menewaskan 1 warga dan melukai 1 orang lainnya. Tapanuli Utara mengalami 3 titik longsor yang mengakibatkan 1 warga luka-luka, merusak 2 rumah, serta menutup badan jalan. Kota Sibolga menjadi wilayah dengan dampak paling besar, dengan 6 kejadian longsor yang mengakibatkan 5 warga meninggal, 3 luka-luka, serta 4 warga masih dalam pencarian, dan merusak 17 rumah. Di Nias, longsor juga menutup akses jalan utama di Desa Hiligodu, Gunungsitoli.Sejak laporan pertama masuk, Polri langsung bergerak cepat melakukan TPTKP, mengevakuasi warga, serta mengamankan dan mengatur lalu lintas di sejumlah titik terdampak. Upaya pencarian terhadap 6 warga yang belum ditemukan terus dilakukan bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan unsur relawan. Sebagai penguatan, Sat Brimob Kompi Sipirok dan Kompi Siantar telah dikerahkan ke berbagai lokasi untuk membantu evakuasi, pencarian, serta pembukaan akses jalan.Tidak hanya itu, Polda Sumut melalui Karo Ops, Kombes Pol Victor Togi Tambunan, S.H., S.I.K., melaporkan penggelaran kekuatan penuh Satbrimob sebanyak 4 SSK dalam rangka perbantuan SAR dan penanganan dampak bencana. Pada pukul 09.30 WIB, 1 SST Yon C Por dipimpin IPDA Slamet telah berada di Jalan Lintas Padang Sidempuan–Tarutung membantu evakuasi warga dan pengaturan lalu lintas sambil menunggu alat berat. Pada waktu yang sama, 1 SST Yon C Por lainnya di bawah IPDA Erwinsyah S telah tiba di Desa Parsalakan, Tapanuli Tengah, untuk membantu evakuasi warga akibat jalan yang terputus oleh longsor. Di Kecamatan Batangtoru, 1 SST Yon C Por pimpinan IPDA Marbun telah berada di Batujomba menunggu eskavator untuk membuka badan jalan. Pukul 14.15 WIB, 1 SST Kompi 2 Yon B Por bergerak menuju Sibolga namun perjalanan tertunda karena membantu evakuasi kecelakaan lalu lintas di Simpang Marjarunjung sehingga waktu tempuh diperkirakan mencapai enam jam.Penguatan juga terus dilakukan melalui unit-unit lain. 1 SST Makoyon B Por Tebing Tinggi di bawah AKP Achmad Fahri sedang mempersiapkan keberangkatan menuju Tapanuli Utara. 1 SSK Yon A Por Medan yang dipimpin Kompol Muhtar I. Kadoli, S.I.K., M.H., sedang mempersiapkan pergerakan menuju Sibolga, dan 2 SST Yon A Por di bawah AKP Alamsyah Surbakti bersiap bergerak menuju Tapanuli Tengah. Untuk dukungan di wilayah banjir, 2 SST Kompi 4 Yon C di bawah AKP Sandro Situngkir tengah bersiap bergerak menuju kawasan terdampak di Nias.Malam ini, Polda Sumut kembali mengerahkan dukungan tambahan berupa 1 SST Samapta, 2 Tim Dokkes, dan 1 Tim Bidang Teknologi Informasi (Bid TI) untuk memperkuat layanan evakuasi, kesehatan, komunikasi, dan pendataan di Tapanuli Tengah. Selain itu, besok pagi direncanakan akan diberangkatkan tambahan 2 SST Samapta untuk memperluas jangkauan penanganan dan memastikan seluruh wilayah terdampak mendapat perhatian penuh.Bencana ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah wilayah masih mencatat ketinggian banjir hingga 1 meter, sementara cuaca malam hari masih menunjukkan potensi hujan deras yang berisiko memicu bencana susulan. Polri mengimbau masyarakat tetap waspada dan menjauhi kawasan rawan longsor maupun aliran banjir.Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Polri akan terus hadir dan bekerja tanpa henti untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Keselamatan dan kemanusiaan adalah prioritas utama. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara terbuka agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan dapat mengambil langkah aman,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa langkah cepat ini merupakan bagian dari Transformasi Polri agar semakin responsif, dekat, dan benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat.Polri memastikan seluruh kekuatan terus dikerahkan untuk menangani dampak bencana. Setiap upaya dilakukan dengan sepenuh hati guna memulihkan situasi dan memberikan perlindungan terbaik bagi warga. PNO-12 26 Nov 2025, 19:46 WIT
Cinta Bersemi di Tongkonan: 52 Pasangan Mimika Sah dalam Nikah Massal Gratis Papuanewsonline.com, Timika - Sebanyak 52 pasangan di Kabupaten Mimika mengikat janji suci pernikahan dalam acara nikah massal yang diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Mimika pada Selasa (25/11/2025). Acara yang berlangsung di Gedung Tongkonan Timika ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, memastikan pernikahan sah secara agama dan negara.Kepala Disdukcapil Mimika, Slamet Sutejo, menjelaskan bahwa setelah akad nikah, para pasangan langsung menerima dokumen pernikahan, termasuk KTP dengan status perkawinan yang telah diperbarui."Setelah nikah ini pasangan langsung terima dokumen pernikahan berupa KTP sebagai suami istri dengan status kawin dan tercatat secara sah di negara," ujarnya.Selain itu, Disdukcapil juga memberikan hadiah berupa voucher menginap gratis di hotel berbintang di Mimika.Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, menyampaikan bahwa pelayanan terpadu itsbat dan nikah massal adalah bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. "Saya menyampaikan selamat kepada semua pasangan yang dinikahkan disahkan hari ini, semoga keluarga yang dibangun menjadi keluarga yang sakinah, rukun, penuh kasih, dan mampu menghadirkan teladan serta masa depan yang baik bagi anak-anak," pesannya.Ananias juga menegaskan bahwa legalitas perkawinan merupakan dasar penting untuk mengakses berbagai layanan negara, seperti administrasi kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen untuk terus mendukung program pelayanan terpadu seperti nikah massal, karena keluarga yang kuat adalah fondasi penting bagi pembangunan daerah. Diketahui, acara nikah massal ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54.  Penulis: Jid Editor: GF 26 Nov 2025, 01:47 WIT
Hak Ulayat Tak Bisa Dinego, Masyarakat Mimikawe Ultimatum Pemerintah Soal Batas Wilayah Papuanewsonline.com, Timika - Ratusan masyarakat adat Mimikawe menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Mimika pada Selasa (25/11/2025), menyuarakan penolakan terhadap klaim wilayah adat yang diduga dilakukan oleh Kabupaten Deiyai dan Dogiyai. Aksi ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terkait upaya pemekaran kampung di wilayah administrasi kedua kabupaten tersebut, yang dianggap mengancam hak ulayat mereka di Kabupaten Mimika.Aksi unjuk rasa ini bertepatan dengan agenda sidang paripurna RAPBD yang dihadiri oleh para pemangku kebijakan daerah.Rafael Taorekeyau, juru bicara aksi, menegaskan bahwa gerakan ini murni berasal dari masyarakat adat Mimikawe sebagai pemilik hak ulayat Kabupaten Mimika. "Kami tidak terima wilayah adat Mimikawe diklaim oleh kabupaten tetangga. Ini dilakukan demi kepentingan administratif pemekaran Kabupaten Deiyai dan Dogiyai. Hari ini kami datang untuk menyampaikan aspirasi kami secara langsung," tegas Rafael di sela-sela aksi. Ia juga menyoroti kurangnya keterbukaan dari Pemerintah Kabupaten Mimika terkait informasi batas wilayah, yang justru diketahui masyarakat melalui pernyataan Bupati Deiyai di media sosial.Massa aksi mendesak pemerintah daerah untuk segera memfasilitasi pertemuan resmi antara pemerintah dengan Front Pemilik Hak Ulayat Mimika. Pertemuan ini diharapkan dapat membuka ruang dialog yang transparan dan konstruktif untuk membahas persoalan batas wilayah secara komprehensif, mulai dari tingkat daerah hingga pusat. "Pemerintah Mimika sampai hari ini belum terbuka. Sementara dari pihak lain justru terus bersuara melalui Facebook, WhatsApp, dan TikTok. Masyarakat jadi bertanya-tanya dan merasa perlu tahu kondisi sebenarnya," ungkap Rafael.Selain itu, masyarakat adat juga menuntut kehadiran aparat keamanan, khususnya pos TNI dan Polri, di wilayah yang tengah disengketakan, yang saat ini masih berada di bawah pengawasan Polsek Kokonau. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan mencegah potensi konflik berkepanjangan. "Kami minta kehadiran pos TNI dan Polri untuk memastikan keamanan di wilayah adat yang sedang disengketakan," tegas Rafael. Aksi ini turut didukung oleh komunitas anak cucu perintis yang telah lama bermukim di Mimika sejak 1921, yang merasa memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan masyarakat Mimikawe. Mereka berharap agar pemerintah segera merespons tuntutan ini dengan langkah-langkah konkret demi menghindari terjadinya gesekan yang lebih besar di kemudian hari. Penulis: Abim Editor: GF 25 Nov 2025, 21:04 WIT
Wadansat Brimob Terima Penghargaan dari Raja dan Kades Se-Kabupaten SBB Papuanewsonline.com, SBB - Wakil Komandan Satuan Brimob (Wadan Satbrimob) Polda Maluku, AKBP Dennie Andreas Dharmawan,SIK, didatangi oleh belasan perwakilan Raja dan Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), di Makosat Brimob Polda Maluku.Kedatangan belasan perwakilan raja dan Kades yang dipimpin Raja Hatusua, Kecamatan Kairatu, Petrus Tuhuteru ini sontak mendapatkan perhatian serius dari personil yang ada di Mako tersebut. Kedatangan mereka bukan untuk melakukan aksi, tetapi menyerahkan piagam penghargaan sebagai Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) terbaik, yang pernah memimpin Polres di kabupaten bertajuk Saka Mese Nusa itu.Raja Hatusua, Petrus Tuhuteru mengatakan, piagam penghargaan Kapolres SBB terbaik ini sudah disiapkan sejak delapan bulan silam. Terutama sesaat sebelum AKBP Dennie Andreas Dharmawan, meninggalkan kabupaten SBB."Kedatangan kami (perwakilan raja dan Kades se-kabupaten SBB) di Makosat Brimob Polda Maluku ini untuk menyerahkan penghargaan kami kepada beliau (AKBP Dennie Andreas Dharmawan), semasa menjabat sebagai Kapolres SBB. Sebenarnya piagam penghargaan ini sudah seharusnya kami berikan pada saat lepas sambut dengan pak Kapolres saat ini, tetapi pada saat itu ada beberapa teman yang tidak sempat hadir, jadi kami sepakat untuk nanti kami mencari waktu yang pas untuk menyerahkan langsung kepada beliau di Mako Brimob ini,"kata Tuhuteru, dalam keterangannya yang diterima media, Selasa (25/11/2025).Tuhuteru menjelaskan, penghargaan ini sebagai bentuk dari penilaian 92 Raja dan Kades se-Kabupaten SBB, sebab selama AKBP Dennie Andreas Dharmawan menjabat sebagai Kapolres SBB, telah memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan dan pemeliharaan situasi kamtibmas di kabupaten tersebut."Menurut penilaian kami beliau Kapolres terbaik yang pernah ada. Beliau selalu dekat dengan kami. Beliau juga selalu melihat berbagai masalah yang terjadi di masyarakat, begitu juga untuk kegiatan-kegiatan rohaniawan, untuk seluruh agama di SBB,"paparnya.AKBP Dennie Andreas Dharmawan, kata dia, telah mewujudkan SBB sebagai daerah yang multikulturalisme, dan rumah bersama bagi seluruh agama. Kondisi itulah yang membuat SBB, kondusif selama ia memimpin Polres SBB.  "Pak Dennie ini bisa membantu kami dalam menghadirkan tokoh-tokoh agama baik ditingkat Provinsi maupun tingkat nasional, seperti pendeta Yandry Manobe, ustad Das'ad Latif, KH Umar Farouq, dan beberapa ustad dan pendeta ternama di Republik ini,"beber dia.Tuhuteru menegaskan, dalam piagam penghargaan sebagai Kapolres SBB terbaik itu ditandatangi oleh seluruh raja dan kades se-kabupaten SBB."Piagam penghargaan ini ditandatangani langsung oleh 92 raja dan Kades dari 11 Kecamatan, se-SBB. Kami berikan penghargaan ini tanpa ada paksaan atau unsur apapun. Inilah murni penilaian kami dari seluruh Raja dan Kades. Terima kasih buat AKBP Dennie Andreas Dharmawan yang telah memberikan yang terbaik bagi kami di SBB,"tandasnya.Sementara itu, Wadansat Brimob Polda Maluku, AKBP Dennie Andreas Dharmawan mengaku, sangat kaget dengan kedatangan perwakilan raja dan Kades tersebut.Dirinya mengaku, bersyukur atas penghargaan yang diberikan itu. "Yang jelas saya bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh raja-raja di SBB yang sudah datang jauh-jauh, hanya untuk memberikan sebuah penghargaan,"kata dia.Perwira dengan dua melati dipundaknya itu menegaskan, bukan masalah penghargaannya tapi rasa persaudaraan yang terus melekat selama kurang lebih 8 bulan sudah meninggalkan kabupaten SBB."Luar biasa seluruh raja dan Kades se-kabupaten SBB, masih ingat dan mau memberikan penghargaan. Penghargaan ini menunjukkan bahwa masih ada rasa saudara. Saya sangat senang dan ini membuktikan bahwa untuk menjadi saudara itu tidak harus sedarah,"tegas Dennie.Perwira menengah Polri ini berpesan, kepada seluruh masyarakat terutama bagi raja dan Kades, untuk sama-sama menjaga dan memelihara situasi kamtibmas di bumi Saka Mese Nusa itu. "Oleh sebab itu mari kita jaga sama-sama seperti yang disampaikan Bapak Kapolda terus bikin bae. Mungkin ini menjadi momen baik, bagi kita semua untuk melayani masyarakat dan terus bikin baik bagi SBB. Mari sama-sama terus kita menjaga Kamtibmas karena keamanan dan ketertiban ini menjadi hal penting untuk kita bisa maju melangkah kearah yang lebih baik dari saat ini,"pesan mantan Kapolres SBB ini. PNO-12 25 Nov 2025, 19:30 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT