logo-website
Sabtu, 21 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Politik Homepage
Pj Gubernur Papua Ajak Warga Jaga Kedamaian Pasca-PSU Papuanewsonline.com, Jayapura – Pasca pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua, suasana politik di Bumi Cenderawasih memasuki fase krusial. Menyikapi hal ini, Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian, persaudaraan, dan persatuan demi stabilitas Papua. Dalam keterangan persnya di Jayapura, Jumat (22/8/2025), Fatoni didampingi sejumlah tokoh masyarakat, agama, adat, serta pemuda Papua. Mereka bersama-sama menegaskan pentingnya sikap dewasa dan kedewasaan politik seluruh elemen masyarakat setelah melewati proses demokrasi yang melelahkan. Agus Fatoni menegaskan bahwa demokrasi sejati bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat menerima hasil dengan lapang dada. “Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Papua adalah masyarakat yang cinta damai, menjunjung tinggi persaudaraan, dan menghormati hukum. Jangan mudah terprovokasi isu-isu yang bisa memecah belah kita,” tegas Fatoni di hadapan awak media. Ia menekankan bahwa perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk merusak kerukunan yang sudah terjalin. Justru, momentum pasca-PSU ini harus dijadikan ajang memperkuat solidaritas antarwarga. Pj Gubernur juga mengingatkan bahwa perjalanan demokrasi Papua masih berlanjut. Setelah pleno penetapan hasil PSU oleh KPU Papua, tahapan berikutnya akan berada di tangan Mahkamah Konstitusi (MK). “Apapun hasilnya nanti, itulah yang terbaik untuk Papua. Mari kita hormati keputusan MK dan laksanakan dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya. Menurut Fatoni, menjaga kedamaian selama menunggu putusan MK adalah wujud kedewasaan politik sekaligus kontribusi nyata masyarakat dalam memperkuat demokrasi di Papua. Seruan Fatoni mendapat dukungan luas dari berbagai tokoh masyarakat Papua. Tokoh adat menekankan bahwa budaya Papua selalu menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan rekonsiliasi. Tokoh agama pun menyerukan doa bersama lintas gereja dan masjid agar Papua tetap dalam suasana damai. Sementara itu, para pemuda menegaskan komitmennya untuk tidak terprovokasi serta terus menjadi motor penggerak kedamaian di tengah masyarakat. Lebih jauh, Fatoni berharap seluruh masyarakat dapat melihat PSU bukan sebagai ajang perpecahan, melainkan sebagai bukti kedewasaan demokrasi Papua di mata nasional maupun internasional. “Jika kita bisa menjaga kedamaian, itu artinya kita sudah menang lebih dulu. Menang bukan hanya karena politik, tapi karena kita bisa merawat Papua agar tetap maju dan damai,” pungkasnya. Dengan semangat persatuan ini, Papua diharapkan mampu melewati fase politik pasca-PSU dengan tenang, tanpa gejolak, dan tetap fokus pada pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.   Penulis : Jidan Editor : GF 23 Agu 2025, 19:02 WIT
DPRK dan Pemda Bahas APBD Perubahan 2025 di Bali, Disahkan di Timika Rp.6,8 Triliun Papuanewsonline.com,Timika- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika resmi mengesahkan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp6,8 triliun. Keputusan itu diambil usai delapan fraksi DPRK Mimika menyatakan setuju dalam rapat paripurna IV masa sidang III yang berlangsung di Gedung DPRK Mimika, Jumat (22/8/2025).Delapan fraksi yang menyetujui yakni Fraksi Golkar, PKB, PDI Perjuangan, Demokrat, Gerindra, Eme Neme Yauware, Rakyat Bersatu, dan Kelompok Khusus. Pandangan akhir fraksi disampaikan masing-masing oleh H. Iwan Anwar (Golkar), Benyamin Sarira (PKB), Adrian Andhika Thie (PDIP), Dessy Putrika Rosa Rante (Demokrat), Elinus B. Mom (Gerindra), Hj. Rampeani Rachman (Eme Neme Yauware), serta Abrian Katagame (Rakyat Bersatu dan Kelompok Khusus).Diketahui sebelum pengesahan APBD Perubahan, semua anggota DPRK Mimika dipimpin ketua DPRK Primus Natikapereyau   dan seluruh OPD dipimpin Bupati Mimika Johanes Rettob berangkat ke Bali melakukan pembahasan APBD perubahan 2025 di sana, sekitar hampir 3 Minggu di Hotel mewah di Bali.Pembahasan APBD diluar Kabupaten Mimika merupakan lost kontak dari pengawasan masyarakat, sehingga diduga banyak anggaran siluman dalam APBD Perubahan Tahun 2025 di Kabupaten Mimika.Giyan Trika Pongbangka salah satu mahasiswa di Timika  menyebutkan pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Mimika tahun 2025 yang dilakukan oleh DPRD dan Pemerintah Kabupaten Mimika di Bali, dinilai rawan dengan anggaran 'siluman' atau anggaran yang disembunyikan dari publik Mimika karena tidak ada pengawasan.Giyan mengatakan pembahasan APBD-P Mimika di Bali  sebagai praktik yang tidak patut dilakukan, karena pembahasan anggaran seharusnya dilakukan di Kantor DPRD atau di tempat lain di wilayah Kabupaten Mimika. " Kebijakan Pemerintah pusat, langsung dari Presiden Prabowo Subianto tentang efesiensi anggaran, tapi di Kabupaten ini aneh, malah bahas di Bali, lalu kembali dan disahkan di Timika," ujar Giyan di Timika, Sabtu (23/8/2025).Giyan menyatakan seharusnya pembahasan APBD-P dilaksanakn di Timika sehingga ada partisipasi dan pengawasan publik dari masyarakat Mimika." Apa urgensinya bahas APBD-P di Bali dan disahkan di Timika, kenapa tidak dibahas di Timika dan disahkan di Timika," sorot Giyan.Giyan menjelaskan pembahasan APBD-P Mimika Tahun 2025 di Bali merupakan pemborosan anggaran." Ini bagian dari Pemborosan anggaran, dimana  penggunaan dana secara tidak efektif, tidak efisien, dan tidak sesuai kebutuhan, yang mengakibatkan kerugian finansial dan tidak memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat," Pungkasnya.(Quri) 23 Agu 2025, 12:56 WIT
APBD-P Mimika 2025: DPRK Kompak Beri Apresiasi dan 'PR' ke Pemerintah Papuanewsonline.com, Mimika – Rapat Paripurna II Masa Sidang III DPRK Mimika pada Kamis (21/8/2025) berlangsung penuh warna. Agenda utama rapat adalah pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2025. Dalam forum terhormat itu, delapan fraksi DPRK Mimika tampil kompak: memberi apresiasi kepada pemerintah daerah, sekaligus menitipkan catatan kritis sebagai “PR” yang harus ditindaklanjuti. Sikap ini menunjukkan bahwa wakil rakyat di Mimika tidak hanya sekadar mengiyakan, tetapi benar-benar menjalankan fungsi kontrol terhadap arah pembangunan daerah. Dalam pandangan umum fraksi, apresiasi pertama ditujukan kepada Bupati Mimika atas penunjukan Abraham Kateyau sebagai Plt Sekda Mimika. Keputusan ini dianggap tepat untuk memperkuat roda birokrasi. Selain itu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) juga mendapat apresiasi karena dinilai berhasil menyusun KUA-PPAS Perubahan 2025 dengan baik. Namun, di balik apresiasi itu, fraksi-fraksi juga melontarkan catatan kritis. Fraksi PKB, melalui juru bicaranya Benyamin Sarira, menekankan agar pelaksanaan APBD-P benar-benar selaras dengan program prioritas daerah dan sesuai kemampuan keuangan daerah. “Fraksi PKB berharap target pendapatan daerah dioptimalkan melalui potensi sumber-sumber pendapatan baru yang bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya. Fraksi Demokrat, lewat Dessy Putrika Rosa Rante, tegas menolak alokasi anggaran untuk kegiatan seremonial yang dianggap tak menyentuh kepentingan rakyat. “Fraksi Demokrat menolak anggaran seremonial. APBD Perubahan 2025 harus benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Mimika,” tandasnya. Fraksi Gerindra memberi perhatian khusus pada pemberdayaan pengusaha Orang Asli Papua (OAP) dalam proyek-proyek daerah. Mereka juga mendesak percepatan pembangunan fisik dan penyediaan rumah layak huni bagi OAP.Fraksi Eme Neme Yauware menyoroti pentingnya meningkatkan PAD dari sektor perikanan, sektor potensial yang dinilai belum digarap maksimal.Fraksi Rakyat Bersatu memberikan apresiasi kepada pemerintah atas keseriusannya di bidang pendidikan, salah satu sektor yang dianggap vital bagi pembangunan SDM Mimika.Fraksi Kelompok Khusus mengingatkan soal pentingnya harmoni eksekutif dan legislatif. Menurut mereka, tanpa sinergi kedua lembaga, kesejahteraan masyarakat sulit diwujudkan. Sikap fraksi-fraksi ini memberi pesan jelas: DPRK Mimika ingin anggaran daerah benar-benar menjadi instrumen kesejahteraan rakyat, bukan sekadar angka-angka di atas kertas. Kekompakan memberi apresiasi dan catatan kritis adalah wujud kontrol politik yang sehat. Artinya, DPRK tidak hanya memuji, tapi juga memastikan pemerintah punya kewajiban untuk memperbaiki hal-hal yang belum maksimal. APBD-P 2025 akan menjadi instrumen penting dalam menjawab tantangan pembangunan Mimika. Tantangan besar seperti pemberdayaan ekonomi lokal, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur menjadi pekerjaan rumah bersama. Diharapkan, melalui sinergi eksekutif dan legislatif, Mimika bisa melahirkan kebijakan anggaran yang pro rakyat, berpihak pada Orang Asli Papua, serta berorientasi pada kemajuan daerah, bukan sekadar proyek jangka pendek.   Penulis : Jidan Editor : GF 22 Agu 2025, 13:22 WIT
Kemenko Polkam Tegaskan Peran Strategis Talenta Global Indonesia Papuanewsonline.com, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan kontribusi strategis diaspora Indonesia dalam pembangunan nasional. Hal ini disampaikan dalam forum internasional Diaspora Global Summit 2: Connecting Global Talent with Home yang diselenggarakan oleh Indonesian Diaspora Network United (IDN-U) di Jakarta, Selasa (12/8/2025). Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara diaspora Indonesia dari berbagai negara dengan pemangku kebijakan nasional, membahas kontribusi diaspora di sektor-sektor kunci seperti sains, teknologi, teknik, matematika (STEM), kewirausahaan, dan diplomasi ekonomi. Isu strategis yang diangkat meliputi perekrutan talenta diaspora ke dalam ekosistem pembangunan, penyempurnaan regulasi perbankan bagi diaspora eks-WNI, wacana pemberlakuan kewarganegaraan ganda, serta gagasan skema Overseas Citizenship of Indonesia (OCI) yang memberikan hak-hak tertentu bagi diaspora tanpa harus melepaskan kewarganegaraan Indonesia. Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Mohammad K. Koba, menegaskan bahwa diaspora adalah aset bangsa yang tidak boleh diabaikan. “Diaspora Indonesia bukan sekadar bagian komunitas di luar negeri. Mereka adalah aset yang harus didengar dan diberdayakan, terutama untuk memperkuat daya saing bangsa di panggung global,” ujarnya. Koba juga menyoroti peran penting diaspora dalam memajukan sektor STEM yang menjadi kunci transformasi menuju Indonesia Emas 2045. Kontribusi mereka dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM, penguatan daya saing ekonomi, dan pembangunan yang inklusif. Salah satu langkah afirmatif yang telah dijalankan pemerintah adalah penerapan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) untuk memperkuat ikatan identitas diaspora dengan tanah air. Namun, Kemenko Polkam menilai regulasi tersebut masih perlu disempurnakan agar mampu menjawab tantangan dan kebutuhan diaspora secara lebih konkret, baik dari sisi akses layanan publik, peluang investasi, hingga transfer pengetahuan dan teknologi. Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional seperti Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan; Ketua Dewan Ekonomi Nasional; Menteri Pariwisata; Wakil Menteri Luar Negeri; perwakilan kementerian/lembaga; pelaku usaha; akademisi; hingga profesional diaspora yang datang dari berbagai negara. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam membangun kemitraan yang berkesinambungan dengan diaspora. Melalui forum seperti Diaspora Global Summit 2, pemerintah berharap dapat memperkuat diplomasi ekonomi, memperluas jaringan profesional, dan memfasilitasi kolaborasi strategis yang akan memberikan dampak langsung pada kemajuan bangsa. Kemenko Polkam menegaskan akan terus mendorong koordinasi lintas kementerian dan lembaga, agar potensi diaspora tidak hanya diakui, tetapi juga diintegrasikan secara nyata ke dalam kebijakan pembangunan nasional. “Pemerintah hadir untuk memastikan bahwa setiap potensi diaspora menjadi kekuatan nyata dalam membangun negeri. Sinergi ini bukan sekadar wacana, tetapi menjadi pilar penting dalam perjalanan Indonesia menuju 2045,” pungkas Koba. Penulis : GF Editor : GF  13 Agu 2025, 22:35 WIT
TPNPB/OPM Tembak Mati Dua Anggota Brimob di Nabire Dan Berhasil Rampas 2 Pucuk Senjata Papuanewsonline.com, Nabire- Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) TPNPB/OPM  mengaku telah menembak mati dua orang aparat keamanan (Anggota Brimob)  di Kilo 128 Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Rabu (13/8/2025) sekitar jam 9 tadi pagi.Juru Bicara  TPNPB OPM, Sebby Sambom, membenarkan pembunuhan terhadap dua aparat militer Indonesia tersebut." Penyerangan dilakukan pada 13 Agustus 2025, pukul 07.30  di Jalan Trans Papua Kilo meter 128 Distrik Uapa, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah," Jelasnya.Sebby menyampaikan pihaknya sudah menerima laporan dari pasukan bahwa  telah terjadi pembunuhan terhadap dua orang aparat militer Indonesia dari Satuan Brimob. Kedua korban ditembak pasukan TPNPB dan  mengalami luka potong pada bagian kepala dan wajah." Pasukan TPNPB dipimpin Mayor Aibon Kogoya Dari Batalion D Dulla berhasil menyergap  Dua anggota militer Indonesia  di Jalan Trans Nabire–Dogiyai, tepatnya di kilometer 128, Papua Tengah, Rabu," Ucapnya.Sementara itu Pasukan TPNPB Mayor Aibon Kogoya Dan Batalion D Dulla mengakui  Bertanggung Jawab Atas pembunuhan dua anggota Brimob tersebut." Kami juga merampas  Dua pucuk senjata Ak China empat megasen peluru," ujar Aibon Kogoya melalui keterangan tertulis, Rabu (13/8).Aibon Kogoya mengatakan penyergapan terhadap dua aparat militer indonesia di Nabire tepatnya di KM 128." Kami bertanggungjawab terhadap pembunuhan ini, dan merampas dua senjata AK47 China dan 4 Magazen milik aparat militer indonesia, dan sekarang menjadi aset TPNPB," Tegasnya.Dalam laporan lebih lanjut, Mayor Aibon Kogoya menghimbau kepada seluruh masyarakat sipil dan aparat militer indonesia untuk tidak melewati jalan Trans Nabire tujuan Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya dan Puncak Ilaga dengan mobil sambil menutup kaca." Jika kedapatan kami siap tembak karena itu bagian dari intelejen militer pemerintah Indonesia, karena jalan trans merupakan wilayah  perang," Pungkasnya.Diketahui  informasi yang dihimpun Papuanewsonline.com, bahwa dua Anggota Brimob gugur disaat tengah mengawasi pekerjaan jalan Trans Nabire–Dogiyai.Dua Anggota Brimob yang gugur yakni Brgpol Arif Maulana dan Bripda Nelson Coter Runaki.Hingga berita ini dipublikasikan belum ada keterangan resmi dari TNI/Polri.(Hendrik)  13 Agu 2025, 15:41 WIT
Reses di Ilaga, DPR Papua Tengah Jemi Patabang Serap Aspirasi Warga dan Pengungsi di Distrik Ilaga Papuanewsonline.com, Ilaga — Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Daerah Pemilihan (DAPIL) III Puncak, Jemi Patabang, S.Pd., M.Si, dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaksanakan Reses Masa Sidang II Tahun 2025 di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak pada Jumat (08/08/2025). Agenda reses ini dijadwalkan berlangsung mulai 7 hingga 13 Agustus 2025. Reses di Ilaga tersebut dihadiri masyarakat setempat serta warga yang tengah mengungsi dari sejumlah distrik dan kampung lain akibat situasi keamanan, antara lain Kampung Niponi, Kibogolome (Distrik Ilaga) kampung  Aminggaru, Eromaga (Distrik Omukia), serta Kampung Wako (Distrik Gome). Dalam dialog yang berlangsung, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi, antara lain perbaikan infrastruktur dasar, akses layanan kesehatan, peningkatan dukungan pendidikan, serta perhatian khusus bagi warga pengungsi. Salah satu kebutuhan yang paling mendesak adalah penyediaan BAMA (Bahan Makanan) bagi pengungsi yang saat ini masih bertahan di Ilaga. Perwakilan warga pengungsi, mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi sehari-hari. “Kami sudah berapa bulan di sini, jauh dari rumah,stok beras dan bahan makanan cepat habis, bantuan tidak datang rutin. Anak-anak mulai kekurangan gizi, kami butuh perhatian segera,” ujarnya dengan nada harap. Menanggapi hal tersebut, Jemi Patabang menegaskan bahwa ia akan memperjuangkan aspirasi tersebut dalam pembahasan di tingkat provinsi. “Kehadiran saya di sini bukan sekadar menjalankan kewajiban reses, tetapi untuk memastikan suara masyarakat termasuk saudara-saudara kita yang mengungsi dapat tersampaikan secara langsung ke pemerintah provinsi. Kebutuhan BAMA bagi pengungsi akan saya sampaikan secara khusus agar mendapatkan perhatian segera,” tegasnya. Kegiatan reses diakhiri dengan diskusi terbuka yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Jemi Patabang menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi yang dihimpun selama reses ini dan mendorong pemerintah provinsi memberikan perhatian serius bagi seluruh pengungsi, termasuk daerah terdampak konflik. (Red) 10 Agu 2025, 23:32 WIT
Kembalinya Jabatan Wakil Panglima TNI Setelah Seperempat Abad Papuanewsonline.com, Jakarta – Setelah vakum selama 25 tahun, Indonesia akhirnya akan kembali memiliki Wakil Panglima TNI, posisi strategis yang sempat dihapus dan kini dihidupkan kembali dalam kerangka transformasi besar Tentara Nasional Indonesia. Upacara pelantikan dijadwalkan berlangsung secara khidmat dalam format upacara kehormatan militer di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu, 10 Agustus 2025. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, membenarkan kabar tersebut. Ketika dikonfirmasi awak media pada Rabu (6/8), ia hanya memberikan jawaban singkat namun sarat makna: “Iya.” Jawaban ini cukup untuk mengonfirmasi bahwa institusi pertahanan negara tengah bersiap menghidupkan kembali jabatan yang sudah lama "ditidurkan". Reformasi Pertahanan: Kembalinya Figur Strategis untuk Panglima TNI Terakhir kali jabatan Wakil Panglima TNI diemban oleh Jenderal (Purn) Fachrul Razi pada masa transisi reformasi, tepatnya dari 26 Oktober 1999 hingga 20 September 2000. Setelah masa itu, posisi ini ditiadakan karena dinilai tidak memiliki fungsi yang terdefinisi dengan baik dan rawan menjadi simbol semata. Namun kini, konteks geopolitik dan kebutuhan institusi TNI telah berubah. Transformasi organisasi, penyesuaian postur kekuatan, hingga keterlibatan TNI dalam isu-isu lintas sektoral menjadi alasan kuat bahwa posisi Wakil Panglima bukan sekadar ‘figuran’ dalam tubuh komando tertinggi militer. Menurut Khairul Fahmi, Co-Founder dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), kehadiran Wakil Panglima di masa kini justru dapat menjadi tulang punggung dalam pelaksanaan agenda-agenda reformasi TNI. “Posisi Wakil Panglima bisa mengambil peran signifikan, tentu dengan prasyarat adanya pembagian kewenangan yang jelas dan tidak menjadi pusat kekuasaan bayangan,” ujar Fahmi. Fahmi juga menekankan bahwa jabatan ini harus dirancang secara fungsional, bukan seremonial. Ia menyarankan agar Wakil Panglima diberi peran strategis sebagai pendamping Panglima dalam urusan pengawasan internal, diplomasi militer, serta koordinasi lintas kementerian/lembaga dalam penanganan isu pertahanan dan keamanan nasional. Figur Kandidat Mulai Mengemuka, Siapa yang Pantas? Meski TNI dan Kementerian Pertahanan belum secara resmi mengumumkan nama, sejumlah nama perwira tinggi mulai dikaitkan sebagai calon kuat Wakil Panglima. Dua nama yang paling santer dibicarakan adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak, serta Wakil Kepala Staf TNI AD, Letjen Tandyo Budi Revita. Keduanya memiliki rekam jejak panjang dalam tubuh militer dan dikenal memiliki hubungan strategis dengan pemangku kebijakan pertahanan, termasuk Presiden dan Panglima TNI. Penunjukan siapa pun dari keduanya tentu akan menandai arah baru politik militer Indonesia. Namun demikian, pemilihan ini bukan semata-mata tentang senioritas atau loyalitas, tetapi juga tentang visi reformasi dan kapasitas menjembatani dinamika internal TNI yang semakin kompleks. “Yang dibutuhkan bukan hanya figur kuat, tapi juga negarawan dalam tubuh militer. Wakil Panglima harus mampu membaca arah politik pertahanan dan membawa TNI ke masa depan,” ujar Fahmi. Simbol Baru, Harapan Baru Upacara kehormatan militer di Batujajar nanti tidak hanya menjadi ajang pelantikan, tetapi juga simbolisasi lahirnya kembali jabatan strategis dengan semangat baru. Pelantikan ini juga akan dibarengi dengan validasi organisasi baru di lingkungan TNI, menandakan bahwa lembaga pertahanan terus berbenah dalam kerangka besar reformasi. Langkah ini sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan TNI yang profesional, modern, dan siap menghadapi tantangan multidimensi – mulai dari ancaman tradisional, siber, hingga bencana alam dan krisis kemanusiaan. Dengan kehadiran Wakil Panglima TNI yang baru, diharapkan komando TNI dapat bekerja lebih efektif, solid, dan siap menghadapi dinamika kawasan yang terus berubah. (GF)   07 Agu 2025, 21:28 WIT
Tim Pemantau Kemenko Polkam Pastikan PSU Berlangsung Aman dan Tertib Papuanewsonline.com, Jayapura – Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga wilayah strategis — Provinsi Papua, Kabupaten Boven Digoel, dan Kabupaten Barito Utara — pada Rabu (6/8/2025) mendapat sorotan positif dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam). Antusiasme masyarakat yang tinggi serta situasi yang kondusif menjadi indikator kuat bahwa proses demokrasi berjalan sesuai harapan. Tim Pemantau PSU Kemenko Polkam yang dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri, Mayjen TNI Heri Wiranto, melakukan pemantauan intensif di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jayapura. Kegiatan ini merupakan bagian dari Desk Koordinasi Pilkada Serentak yang dibentuk oleh Menko Polkam, Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, sebagai wujud pengawasan aktif terhadap pelaksanaan demokrasi di daerah. "Secara umum kami melihat pelaksanaan PSU kali ini berlangsung dengan baik, aman, dan kondusif. Masyarakat juga terlihat sangat antusias. Sejak pagi mereka sudah datang ke TPS dan mengikuti prosedur pencoblosan dengan tertib," ujar Heri Wiranto dalam konferensi pers di Jayapura. Tim Kemenko Polkam membagi tugas ke berbagai TPS untuk memastikan proses berjalan sesuai prinsip Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (LUBER JURDIL). Heri Wiranto dan sejumlah anggota tim mengunjungi empat TPS sebagai sampel utama di Jayapura, sementara anggota lainnya disebar ke lokasi-lokasi di Boven Digoel dan Barito Utara. Hingga pukul 13.00 WIT, yang merupakan batas waktu pencoblosan, situasi tetap aman dan tertib. Bahkan di beberapa lokasi, warga terlihat sudah mengantre sejak sebelum TPS dibuka. “Laporan dari lapangan, baik di Boven Digoel maupun Barito Utara, menyebutkan hal serupa. Tidak ada laporan gangguan, semua berjalan tertib dan demokratis,” ungkap Heri. Meski pelaksanaan hari pencoblosan berjalan lancar, Heri menegaskan bahwa tugas tim pemantau tidak berhenti sampai di situ. Pemerintah pusat akan terus memonitor perkembangan di ketiga wilayah hingga seluruh proses tuntas, termasuk tahapan rekapitulasi dan penetapan hasil. “Tujuan kita bukan hanya memastikan pencoblosan berjalan aman, tapi juga menjamin proses lanjutan berlangsung jujur dan adil. Harapannya, ini bisa menghasilkan pemimpin daerah yang legitimate dan dipercaya rakyat,” imbuhnya. Kemenko Polkam juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban dan mencegah potensi konflik pasca-pemilu. Pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat diimbau terus bersinergi demi menjaga stabilitas politik. Dengan PSU yang berlangsung lancar di wilayah-wilayah yang selama ini rawan dinamika politik, pemerintah berharap kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemilu semakin meningkat. Heri Wiranto menyebut pelaksanaan PSU ini sebagai contoh bahwa demokrasi Indonesia bisa tumbuh dan berkembang, bahkan di daerah-daerah yang penuh tantangan geografis maupun sosial-politik. "Stabilitas politik dan keamanan adalah prasyarat utama pembangunan. Kami harap seluruh pihak tetap menjaga suasana damai hingga tahapan pilkada benar-benar selesai," tutupnya. (GF) 07 Agu 2025, 21:19 WIT
Rekapitulasi Suara PSU Pilgub Papua Diminta Transparan, Pemprov Lakukan Pengawasan Ketat Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua terus memantau ketat proses rekapitulasi suara Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua 2025.  Usai pelaksanaan PSU yang berlangsung serentak hari ini, Desk Pilkada Pemprov Papua langsung memantau proses penghitungan suara di setiap TPS melalui platform digital resmi KPU.  Langkah ini bertujuan untuk memastikan proses rekapitulasi berjalan transparan dan akuntabel. (6/8/25) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua, Musa Isir, menyatakan bahwa pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh proses perhitungan suara sesuai prosedur.  “Kami memantau progres unggahan Formulir C2 Plano dari TPS ke kanal resmi KPU,” ujar Musa Isir.  Pemantauan ini juga mencakup pengawasan terhadap dinamika pelaksanaan PSU di seluruh kabupaten/kota di Papua. "Hal ini penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas proses penghitungan suara," tambahnya. Musa Isir menjelaskan bahwa pemantauan berbasis digital ini bergantung pada kecepatan dan ketepatan KPPS dalam mengunggah data, serta ketersediaan infrastruktur dan akses internet di lokasi TPS.  Meskipun terdapat kendala teknis yang mungkin terjadi,  platform digital KPU ini tetap dinilai sebagai bentuk nyata transparansi karena publik dapat memantau hasil secara real time.  "Kami terus berkoordinasi dengan KPU untuk memastikan kelancaran proses ini," kata Musa Isir. Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen untuk memastikan seluruh tahapan PSU, dari pencoblosan hingga rekapitulasi, berlangsung aman, tertib, transparan, dan akuntabel.  Pemantauan yang ketat ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga integritas proses demokrasi di Papua dan memastikan hasil PSU Pilgub Papua 2025 diterima semua pihak.  "Kami berharap proses ini berjalan lancar dan hasilnya dapat diterima semua pihak," tutup Musa Isir. ( Jidan ) 07 Agu 2025, 00:28 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT