logo-website
Sabtu, 21 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Politik Homepage
Pj Gubernur Papua Tinjau Langsung PSU Pilgub Papua 2025 Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua 2025 yang dilaksanakan serentak pada Rabu, 6 Agustus 2025, berlangsung aman, tertib, dan damai. Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses demokrasi berjalan sebagaimana mestinya. Ia didampingi oleh Ketua Komisi II DPR RI, Wakil Menteri Dalam Negeri, serta perwakilan Kemenko Polhukam RI, dalam kunjungan ke sejumlah TPS di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan seluruh tahapan PSU terlaksana secara jujur, adil, dan transparan, sesuai prinsip Luber dan Jurdil. Agus Fatoni dan rombongan melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan logistik, ketersediaan petugas, serta kelancaran teknis pelaksanaan pencoblosan. "Berdasarkan peninjauan kami di beberapa TPS, proses PSU sejauh ini berjalan dengan baik, aman, dan damai," ungkap Agus Fatoni saat ditemui media usai melakukan peninjauan. Pj Gubernur juga menyampaikan bahwa meskipun antusiasme pemilih pada pagi hari belum mencapai titik optimal, namun ia tetap optimis partisipasi akan meningkat seiring waktu. Ia mengimbau masyarakat yang belum memilih agar segera mendatangi TPS sebelum penutupan. "Kami berharap hingga siang nanti antusiasme masyarakat meningkat dan mereka menggunakan hak pilihnya. Ini momentum penting untuk menentukan arah pembangunan Papua ke depan," tambahnya. Kehadiran langsung pejabat-pejabat penting dari pusat menegaskan keseriusan pemerintah dalam mengawal kelancaran pesta demokrasi di Papua. Mereka tidak hanya hadir sebagai pengawas, tetapi juga sebagai penyambung komunikasi dan dukungan moral bagi para penyelenggara pemilu di daerah. Komisioner KPU Papua, Fajar Irianto, mengungkapkan keyakinannya bahwa kehadiran para pejabat pusat mampu mendorong kepercayaan publik terhadap proses PSU. "Kami optimis tingkat partisipasi akan meningkat menjelang penutupan TPS. Semangat demokrasi di Papua sangat terasa hari ini," ujar Fajar. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa logistik telah sampai tepat waktu di seluruh TPS, dan tidak ada laporan gangguan signifikan yang dapat menghambat jalannya pemungutan suara. PSU ini merupakan momentum penting bagi masyarakat Papua untuk memilih pemimpin yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen terhadap pembangunan yang merata di seluruh wilayah. Pemerintah berharap hasil PSU akan melahirkan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang mampu menjawab tantangan-tantangan besar Papua, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat adat. "Saya berharap seluruh proses ini berlangsung sukses dan masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif," tutup Agus Fatoni. (jidan) 07 Agu 2025, 00:05 WIT
Satgas Pangan Polri Temukan Pelanggaran Standar Mutu Pada Produksi Beras PT Padi Indonesia Maju Papuanewsonline.com, Serang - Satgas Pangan Polri menggelar rekonstruksi lapangan terkait produksi beras yang diduga tidak sesuai standar mutu di PT Padi Indonesia Maju, Kawasan Industri Terpadu Wilmar, Serang, Banten. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai ketentuan dan memenuhi standar kualitas pangan nasional.Dalam kesempatan tersebut, Dirtipideksus Bareskrim Polri BJP Helfi Assegaf, sekaligus Kasatgas Pangan Polri, menjelaskan bahwa proses produksi di PT Padi Indonesia Maju melibatkan mesin otomatis dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 300 ton beras per hari. Mesin-mesin tersebut meliputi pengering gabah, pemecah kulit gabah, pemulus beras, pemisah warna, pemisah beras utuh dan pecah, serta mesin pengemas dengan timbangan otomatis.“Proses produksi memakan waktu sekitar 20 jam dari bahan baku hingga pengemasan, dengan pengawasan ketat melalui ruang kendali dan laboratorium yang terintegrasi. Setiap dua jam seharusnya dilakukan uji sampling oleh Quality Control (QC) untuk memastikan kualitas produk,” ujar Helfi.Namun, pengawasan tersebut belum berjalan optimal. Satgas menemukan bahwa uji sampling QC hanya dilakukan satu hingga dua kali, jauh dari frekuensi ideal yang diatur dalam SOP. Akibatnya, produk akhir masih mengandung sisa menir, walaupun jumlahnya kecil, yang seharusnya dapat diminimalisir.“Meski produksi menggunakan sistem otomatis, hasil 100 persen sempurna sulit dijamin. Temuan sisa menir ini menjadi catatan penting dan PR bagi manajemen untuk segera melakukan perbaikan agar produk akhir benar-benar bersih dan sesuai dengan label beras premium yang dipromosikan,” tegas Helfi.Selain itu, Satgas juga menyoroti soal berat kemasan beras yang secara sengaja ditambah 200 gram per karung 25 kg untuk menghindari penolakan oleh sistem otomatis di mesin pengemas. Hal ini menandakan perlunya pengawasan lebih ketat agar konsumen mendapatkan produk dengan bobot yang tepat.Lebih jauh, Helfi menyatakan bahwa dari 22 orang petugas QC, hanya satu yang telah tersertifikasi. Kondisi ini menjadi tanggung jawab manajemen untuk segera melakukan pelatihan dan sertifikasi demi menjaga mutu produksi.“Tiga orang terkait kasus ini saat ini tidak berada di lokasi dan tengah menjalani proses hukum. Namun operasional dan distribusi perusahaan tetap berjalan normal,” pungkas Helfi.Rekonstruksi lapangan ini juga menjadi bagian dari pengawasan berkelanjutan terhadap seluruh produsen beras di Indonesia guna menjaga kualitas dan keamanan pangan nasional. PNO-11 06 Agu 2025, 18:13 WIT
PSU di Boven Digoel Berjalan Tertib dan Demokratis Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (6/8/2025), berlangsung dalam suasana yang aman, tertib, dan demokratis. Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) turut mengawal secara langsung jalannya PSU dengan menerjunkan dua tim pemantauan ke sejumlah lokasi strategis. Tim pertama dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Mohammad K. Koba. Sejak pagi, tim ini memantau pelaksanaan pemungutan suara di sekitar 25 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Distrik Mandobo. “Kami melihat langsung antusiasme masyarakat. Mereka mengantre dengan tertib, tidak ada kerumunan atau aktivitas yang mengarah kepada dukungan terhadap pasangan calon tertentu,” ujar Koba kepada wartawan usai meninjau TPS-TPS utama. Beberapa TPS yang dikunjungi Tim I di antaranya TPS 04 Sokanggo (lokasi pencoblosan Calon Bupati Athanasius Koknak), TPS 04 Persatuan (tempat mencoblos Calon Bupati Yakobus Waremba), serta TPS 08 Persatuan Jalan Arimop (Calon Wakil Bupati H. Suharto). Koba menegaskan, suasana kondusif yang tercipta menunjukkan kedewasaan politik masyarakat Boven Digoel dalam menyalurkan hak pilihnya. Ia berharap tingkat partisipasi pemilih dalam PSU ini akan tinggi, sejalan dengan semangat demokrasi yang sehat. Sementara itu, Tim kedua yang dipimpin oleh Staf Khusus Menko Polkam, Teddy Mantoro, melakukan pemantauan di TPS-TPS strategis lainnya. Mereka mengunjungi TPS 11 Kampung Persatuan (tempat Calon Bupati Roni Omba mencoblos), TPS 16 Perumahan Ampera (Calon Wakil Bupati Marlinus), serta TPS khusus 901 di Lapas Kelas III Tanah Merah. Di TPS 901, pemungutan suara berlangsung tertib di bawah pengamanan yang ketat. Dari 57 daftar pemilih tetap, 22 di antaranya merupakan warga binaan, sementara sisanya terdiri dari petugas lapas dan eks narapidana yang masih wajib lapor. Kemenko Polkam menegaskan bahwa pemantauan ini merupakan bagian dari upaya menjaga integritas proses demokrasi. Tim Desk Pilkada Serentak hadir bukan untuk mengambil alih wewenang penyelenggara, melainkan sebagai fasilitator yang memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pemantauan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, KPUD, Bawaslu, dan aparat keamanan setempat. Mereka bersama-sama memastikan bahwa PSU berlangsung sesuai asas LUBER JURDIL (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil). Dengan pengawasan yang ketat, serta antusiasme warga yang tinggi, PSU di Boven Digoel diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap hasil akhir pilkada dan menjadi tonggak penting bagi penguatan demokrasi lokal di Papua Selatan. (GF) 06 Agu 2025, 15:47 WIT
Tim Kemenko Polkam Pastikan PSU Berjalan Lancar di Tiga Wilayah Papuanewsonline.com, Jayapura – Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Rabu, 6 Agustus 2025, tim dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan teknis dan keamanan di tiga daerah penting: Provinsi Papua (Jayapura), Kabupaten Boven Digoel (Papua Selatan), dan Kabupaten Barito Utara (Kalimantan Tengah). Peninjauan ini merupakan arahan langsung dari Menko Polkam, Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, sebagai bentuk keseriusan pemerintah pusat dalam menjaga kualitas dan integritas demokrasi lokal. "Secara umum, kesiapan PSU sudah sangat matang, baik dari unsur penyelenggara maupun pengawas," tegas Mayjen TNI Heri Wiranto, Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polkam sekaligus Ketua Desk Pilkada Serentak. Tim Kemenko Polkam memantau langsung distribusi logistik hingga ke wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini dan memastikan seluruh prosedur sesuai dengan ketentuan. Heri juga menegaskan bahwa Bawaslu telah menjalankan langkah preventif, termasuk edukasi pasal-pasal pidana pemilu kepada masyarakat guna menekan potensi pelanggaran. Sementara itu, tim lainnya yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri, Mohammad K. Koba, menyambangi Boven Digoel untuk mengecek kesiapan TPS, logistik, dan menyaksikan langsung proses pemusnahan surat suara berlebih di gudang KPU sebagai bentuk transparansi. “Kami ingin memastikan bahwa semua tahapan PSU berjalan jujur, adil, dan akuntabel. Pemerintah pusat siap memfasilitasi setiap kendala di lapangan,” tegas Koba. Kesiapan serupa juga dikonfirmasi oleh Letjen TNI (Purn) Yoedhi Swastanto, Staf Khusus Menko Polkam, saat meninjau Kabupaten Barito Utara. Ia memastikan semua unsur penyelenggara PSU, mulai dari KPU, Bawaslu hingga aparat keamanan, telah siap sepenuhnya. Dalam kunjungannya ke Kecamatan Teweh Tengah, Yoedhi melihat langsung kesiapan TPS dan menyampaikan bahwa logistik tinggal didistribusikan. "Kami berharap ini menjadi PSU terakhir di Barito Utara. Komitmen semua pihak sudah kuat, tinggal memastikan eksekusi di hari H berjalan mulus," katanya. Tim juga menekankan bahwa kehadiran mereka bukan untuk mengambil alih tugas penyelenggara, tetapi sebagai fasilitator pusat-daerah agar proses berjalan sesuai hukum dan prinsip demokrasi yang sehat. (GF)   05 Agu 2025, 23:00 WIT
Kemenko Polkam Harap PSU di Papua Berjalan Sukses Papuanewsonline.com, Jayapura – Tim pemantau yang dibentuk oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyatakan harapan besar agar pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Provinsi Papua dapat berjalan lancar dan tuntas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Jayapura oleh Mayor Jenderal Heri Wiranto, Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri, usai menggelar Rapat Koordinasi Kesiapan PSU yang dilaksanakan atas arahan Menko Polkam Budi Gunawan pada Senin (4/8/2025). “Kami, tim pemantau dari Kemenko Polkam, berharap agar seluruh kesiapan yang tadi disampaikan oleh penyelenggara pemilu, termasuk pemerintah daerah, dapat terlaksana dengan baik mulai tanggal 6 Agustus dan terus berlanjut hingga pelaksanaan PSU selesai,” ujar Heri Wiranto yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pemantau PSU. Kemenko Polkam juga menyoroti pentingnya kesiapan teknis dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), khususnya terkait dengan logistik dan koordinasi anggaran. Heri mengungkapkan bahwa dukungan anggaran dari pemerintah daerah sudah disiapkan sejak sebulan yang lalu, sementara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah mulai menjalankan fungsi pengawasan di lapangan. Dalam aspek keamanan, Heri memastikan bahwa aparat TNI-Polri telah siap mengamankan seluruh jalannya PSU. Polda Papua dalam rapat koordinasi menyampaikan bahwa titik-titik rawan telah dipetakan, dan langkah-langkah mitigasi telah disiapkan untuk mencegah potensi gangguan. “Kerawanan yang ada sudah dibahas dan diantisipasi dengan baik. Kami berharap seluruh pihak yang terlibat dalam PSU ini dapat menjalankan proses sesuai aturan dan tidak ada hal-hal yang dapat merugikan jalannya pemungutan suara,” tegas Heri. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan PSU di Papua merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kualitas demokrasi. “Kami bertekad bahwa PSU yang dilaksanakan di Provinsi Papua ini harus tuntas dan berjalan sesuai rencana,” pungkasnya. Rakor Kesiapan PSU Papua dihadiri oleh pejabat dari berbagai lembaga terkait, antara lain PJ Gubernur Papua, Wakapolda Papua, Kabinda Papua, serta Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Papua. (GF) 05 Agu 2025, 13:07 WIT
Logistik PSU Papua Didistribusikan, Wamendagri Harap Berjalan Damai Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, secara resmi melepas distribusi logistik Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua di eks Terminal Entrop, Kota Jayapura. PSU ini merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menjadi bagian dari proses demokrasi di Papua. Dalam sambutannya, Wamendagri Ribka Haluk menekankan pentingnya pelaksanaan PSU yang penuh integritas dan tanggung jawab. "Pelaksanaan PSU di Papua memiliki arti strategis sebagai barometer demokrasi di wilayah timur Indonesia," ujarnya. Ribka Haluk mengapresiasi kolaborasi antara KPU, Bawaslu, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mempersiapkan PSU. "Dengan semangat gotong royong dan koordinasi lintas sektor, kita dapat menjadikan PSU ini bukan sekadar pengulangan, tetapi pembuktian bahwa Papua mampu menjadi teladan dalam menjaga martabat demokrasi," tegasnya. Wamendagri Ribka Haluk juga berpesan kepada KPU dan Bawaslu untuk menjalankan tugas dengan integritas, profesionalisme, dan keberanian moral, serta memastikan netralitas ASN. "Mari kita jaga proses ini dengan sebaik-baiknya. Jangan ada ruang bagi kesalahan, pelanggaran, manipulasi, maupun intimidasi selama pelaksanaan PSU," kata Wamendagri. Ia mengajak masyarakat Papua untuk berpartisipasi aktif dalam PSU dengan menggunakan hak pilih dengan bijak. "Mari kita datang ke TPS, gunakan hak pilih dengan bijak, dan tunjukkan bahwa masyarakat Provinsi Papua adalah masyarakat yang cerdas, cinta damai, dan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat," ucapnya. Wamendagri Ribka Haluk menyadari bahwa pelaksanaan PSU membutuhkan biaya dan waktu yang besar. "Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk PSU seharusnya bisa digunakan untuk membangun jalan, menyediakan air bersih, memperbaiki sekolah, dan meningkatkan layanan kesehatan. Ini soal tanggung jawab moral kita kepada masyarakat," tegasnya. (jidan)   05 Agu 2025, 01:43 WIT
ASN Papua Diminta Sukseskan PSU, Kobarkan Nasionalisme, dan Percepat Realisasi Anggaran Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berperan aktif dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan segera dilaksanakan. Hal ini disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, saat memimpin Apel Gabungan di halaman Kantor Gubernur Papua, Senin (4/8/25). Dalam amanatnya, Pj. Sekda menekankan bahwa partisipasi ASN dalam PSU adalah wujud tanggung jawab konstitusional sebagai warga Papua untuk memilih pemimpin yang akan memimpin provinsi ini selama lima tahun ke depan. "Partisipasi ASN adalah wujud tanggung jawab konstitusional sebagai warga Papua untuk memilih Pemimpin kita 5 Tahun ke depan," tegas Suzana Wanggai. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pj. Sekda juga mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengibarkan bendera merah putih dan umbul-umbul sebagai simbol semangat nasionalisme. "Walau terdapat keterbatasan anggaran, semangat nasionalisme harus tetap dinyatakan secara simbolik dan nyata," ungkapnya. Selain itu, Pj. Sekda mengingatkan pentingnya percepatan realisasi anggaran yang masih rendah, baru mencapai 43%. Dia meminta agar belanja dipercepat dan program disesuaikan dengan dinamika yang ada. "Jangan memaksakan kegiatan yang tidak memungkinkan. Fokus pada efisiensi dan efektivitas," jelasnya. Pj. Sekda juga menyoroti pengelolaan media sosial yang bijak. Dia menekankan bahwa ASN perlu mengelola akun media sosial secara profesional untuk mendukung citra positif pemerintah. Pj. Sekda meminta Dinas Komunikasi dan Informatika untuk terus melakukan pendampingan kepada seluruh SKPD terkait pengelolaan media sosial mereka. "Sebagai instansi teknis, Dinas Komunikasi dan Informatika diminta untuk terus melakukan pendampingan terhadap pengelola media sosial di seluruh SKPD," ujarnya. Di akhir amanatnya, Pj. Sekda mengajak ASN untuk menjaga kekompakan dan kolaborasi antar OPD, mengingat kerja kolaboratif adalah kunci kemajuan Papua. "Kerja kolaboratif adalah kunci kemajuan Papua," tutup Suzana Wanggai. Pj. Sekda juga menyampaikan rasa empati atas insiden kecelakaan yang dialami seorang ASN saat menuju apel dan menekankan pentingnya keselamatan berkendara. Sebagai bentuk perhatian, pagar halaman kantor sementara tidak ditutup. "Disiplin penting, tapi keselamatan jauh lebih utama," pungkasnya. (jidan)   05 Agu 2025, 01:38 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT