Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Bupati Jayapura Gerak Cepat, Tertibkan Tambang Emas Yang diduga Ilegal di Kali Jaifuri
Papuanewsonline.com, Jayapura - Bupati Jayapura, Dr. Yunus
Wonda, S.H., M.H., menemukan aktivitas penambangan emas di Kali Jaifuri,
Sentani, Jumat (10/4/2026). Menindaklanjuti temuan tersebut, Bupati akan
menertibkan seluruh aktivitas pertambangan yang tidak memiliki izin resmi."Kami akan cek seluruh perizinan, apakah ada izin dari
provinsi atau tidak," tegas Bupati Yunus Wonda, seperti dikutip dari akun
Pemerintah Kabupaten Jayapura.Bupati menyatakan aktivitas pertambangan tidak dilarang
selama dilakukan secara legal, melibatkan masyarakat adat, memenuhi kewajiban,
dan tidak merusak lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga aliran
sungai agar tidak terganggu."Kalau air naik dan kali tersumbat, kampung-kampung di
sekitar danau bisa tenggelam," ujar Fransiska Awoitauw, seorang petani
kebun.Warga berharap pemerintah daerah segera memperbaiki sistem
pengelolaan kebersihan kali, termasuk memastikan dukungan anggaran dan
operasional tersedia secara berkelanjutan.Bupati Yunus Wonda juga mengimbau masyarakat untuk tidak
melakukan aktivitas penambangan emas secara ilegal dan merusak lingkungan.
"Kami akan bekerja sama dengan aparat keamanan untuk menertibkan aktivitas
penambangan ilegal," tambahnya. Penulis: Hend
Editor: GF
12 Apr 2026, 19:13 WIT
Dianus Omaleng Kritik Keras Pernyataan Marianus Maknaipeku Soal Dewan Adat Papua dan Freeport
Papuanewsonline.com, Timika - Tokoh intelektual Amungme,
Dianus Omaleng, mengkritik keras pernyataan Marianus Maknaipeku, Sekretaris
LEMASKO, yang meragukan ketangguhan Dewan Adat Papua di hadapan PT Freeport
Indonesia. Pernyataan ini dianggap sebagai bentuk pesimisme yang mencederai
marwah kolektif masyarakat adat."Kedaulatan adat tidak bisa diukur dari kekuatan modal
korporasi, melainkan pada hak ulayat yang sakral" ujar Dianus Omaleng
dalam rilis pers yang diterima media papuanewsonline.com. "Sangat
menyedihkan jika pemimpin adat justru memaklumi eksploitasi besar-besaran yang
hasilnya dinikmati oleh berbagai negara, sedangkan pemilik sah tanah Amungme dan
Kamoro hanya ditinggalkan dengan sisa limbah dan ketergantungan yang melemahkan
harga diri." Tambahnya.Dianus Omaleng menekankan pentingnya integritas kepemimpinan
dalam menjaga harga diri bangsa Papua. "Martabat seorang pimpinan adat
diuji dari keberaniannya berdiri tegak menjaga harga diri bangsa Papua, bukan
dengan mengecilkan kekuatan lembaga adat sendiri di hadapan entitas
korporasi," kata Dianus dengan nada tegasSikap yang hanya memuji manfaat materi tanpa mengutuk
kerusakan alam juga dikritik. "Sikap yang hanya memuji manfaat materi
tanpa mengutuk kerusakan alam adalah bentuk pengabaian terhadap warisan masa
depan anak cucu Amungme dan Kamoro demi kenyamanan saat ini," tambah
Dianus Omaleng.Dianus Omaleng juga menyoroti kesadaran global yang ironis,
di mana pemimpin adat merasa cukup dengan pemberian perusahaan, sementara dunia
internasional berpesta atas kekayaan bumi yang dikuras tanpa keadilan ekonomi
yang sejati bagi pemilik tanahnya. Tutup. Penulis: Hend
Editor: GF
11 Apr 2026, 13:52 WIT
Direktorat Imigrasi Papua Dorong Investasi dan Keamanan Perbatasan di Boven Digoel
Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Kepala Kantor Wilayah
Direktorat Imigrasi Papua, Samuel Toba, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten
Boven Digoel pada Rabu (8/4/2026) untuk memperkuat koordinasi dengan Pemerintah
Daerah dan membahas pengelolaan perlintasan lintas batas negara serta potensi
pengembangan investasi di wilayah perbatasan.Dalam pertemuan dengan Bupati Boven Digoel, Samuel Toba
menyampaikan bahwa Kabupaten Boven Digoel memiliki potensi besar pada sektor
investasi dan mobilitas lintas batas antarnegara. "Kami melihat potensi
besar di Boven Digoel, baik dari sisi sumber daya alam maupun peluang
investasi. Tidak menutup kemungkinan akan hadir investor asing di masa depan,
sehingga perlu kesiapan dalam pengawasan dan perizinan orang asing" ujar
Samuel Toba.Bupati Boven Digoel menyambut baik kunjungan ini dan siap
memberikan dukungan untuk penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pihak
Imigrasi. "Kunjungan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat
sinergi antara pemerintah daerah dan pihak Imigrasi, khususnya dalam
pengelolaan mobilitas masyarakat lintas negara serta peningkatan pengawasan
orang asing di wilayah perbatasan" kata Bupati.Samuel Toba juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas
dan sarana pendukung di kawasan perbatasan untuk menunjang pelayanan
keimigrasian dan memperkuat aspek keamanan wilayah. "Aktivitas perlintasan
masyarakat berlangsung cukup tinggi melalui beberapa titik, antara lain Pos
Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun, serta pos perlintasan lainnya di Waropko
dan Mindiptana" Imigrasi juga mendorong pembangunan pasar tradisional di
kawasan perbatasan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. "Kehadiran pasar
perbatasan diharapkan mampu menarik warga negara Papua Nugini untuk berbelanja
di Indonesia, khususnya di Kabupaten Boven Digoel, sehingga dapat meningkatkan
kesejahteraan masyarakat setempat" Kata Samuel Toba.Bupati Boven Digoel juga menegaskan bahwa Pemerintah
Kabupaten Boven Digoel siap memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan
fasilitas pos lintas batas serta pengembangan kawasan perbatasan yang
berorientasi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Kami berharap kunjungan
ini dapat menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara pemerintah dan
pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan kawasan perbatasan yang aman,
teratur, dan sejahtera," tutup. Penulis: Hend
Editor: GF
11 Apr 2026, 13:46 WIT
Layar Tancap “Pesta Babi” Gugah Kesadaran Publik soal Tanah Adat dan Ekologi Papua
Papuanewsonline.com, Timika – Puluhan warga, pegiat
komunitas, dan aktivis lingkungan berkumpul di Easy Coffee & Eatery, dalam
acara bertajuk "Layar Tancap". Kegiatan yang digagas oleh Singgah
Baca, Eastworks Creative, Lepemawi Timika, dan Greenpeace Indonesia ini
menghadirkan pemutaran film dokumenter serta diskusi terbuka mengenai isu
ekologi dan hak masyarakat adat di Tanah Papua. 10/4/26)Acara menghadirkan dua narasumber perempuan, Adolfina Kum
dari Lepemawi dan Rossy You dari Greenpeace. Adolfina menekankan bahwa
pembangunan harus berpijak pada kepentingan masyarakat adat, terutama kelompok
rentan yang sering terpinggirkan. Sementara itu, Rossy mengingatkan pentingnya keseimbangan
antara pembangunan dan kelestarian alam, di mana hutan bukan hanya sumber
ekonomi, tapi juga identitas dan kehidupan.Puncak acara ditandai dengan pemutaran film dokumenter
"Pesta Babi" karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale. Film ini menyajikan
kisah perjuangan suku-suku di Papua Selatan seperti Awyu, Muyu, Yei, dan Marind
dalam mempertahankan ruang hidup di tengah ekpsi industri. Visual yang kuat berhasil menyentuh hati penonton dan
membuka wawasan mengenai realitas di lapangan.Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang
berlangsung hangat. Para peserta aktif menyampaikan pandangan dan harapan demi
masa depan Papua. Melalui pendekatan kreatif ini, diharapkan kesadaran publik
semakin tumbuh, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi juga
terlibat aktif menjaga alam dan memperjuangkan hak-hak asli. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Apr 2026, 13:37 WIT
Divpropam Mabes Polri Perkuat Dialog Humanis di Dogiyai, Komunikasi Kunci Jaga Stabilitas Daerah
Papuanewsonline.com, Dogiyai – Upaya menjaga stabilitas
keamanan di Kabupaten Dogiyai terus diperkuat melalui pendekatan humanis dan
pembangunan komunikasi intensif antara masyarakat dan kepolisian. Tim dari
Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri hadir tidak hanya untuk
melakukan pengawasan, tetapi juga membangun jembatan dialog guna mencegah
potensi konflik dan memperkuat kepercayaan publik.Dalam pertemuan yang berlangsung di wilayah hukum Polsek
Kamuu, Sekretaris Biro Provos Divpropam Polri, Kombes Pol Prianto Teguh
Nugroho, menegaskan pentingnya menyelesaikan setiap persoalan sebelum
berkembang menjadi gangguan. “Kami ingin memastikan setiap masalah diselesaikan lewat
komunikasi yang baik, bukan dengan kekerasan,” ujarnya. Pendekatan humanis ini
dinilai kunci agar masyarakat merasa aman dan terlindungi.Hal senada disampaikan tokoh pemuda, Alex Waine, yang
menyoroti perlunya keterbukaan akses bagi masyarakat dalam penyelesaian
masalah. Ia mencontohkan beberapa insiden sebelumnya yang sempat
memicu ketegangan akibat komunikasi yang terbatas. Oleh karena itu, ruang
dialog yang inklusif harus terus dibuka agar kesalahpahaman tidak terjadi.Kombes Pol Prianto menegaskan komitmen Polri untuk terus
meningkatkan hubungan saling percaya. Kehadiran tim Divpropam diharapkan mampu meningkatkan
kolaborasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuda, sehingga keamanan
di Dogiyai tetap terjaga kondusif dan stabilitas daerah terpelihara dengan
baik. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Apr 2026, 13:34 WIT
Pihak Sekolah di Mimika Keluhkan MBG Berhenti, Satgas Akan Turun Cek 18 Sppg
Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika
segera melakukan monitoring dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil menyusul adanya laporan
dari sejumlah sekolah yang mengaku sempat mendapatkan layanan, namun belakangan
ini justru terhenti dan tidak lagi menerima jatah makan siang.Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas MBG, Emanuel Kemong,
menegaskan pihaknya tidak mau hanya mengandalkan laporan di atas kertas. "Selama ini kami terima laporan administratif, tapi
faktanya ada sekolah yang mengeluh tidak dapat lagi. Karena itu kami akan turun
langsung cek kondisi riil di lapangan," ujarnya usai kegiatan di RSUD
Mimika, (10/4/26).Saat ini terdapat 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
yang beroperasi. Evaluasi akan difokuskan pada kualitas dapur, standar
kelayakan, menu, hingga kapasitas distribusi. Pemerintah ingin memastikan apakah SPPG tersebut benar
berjalan efektif atau justru bermasalah sehingga layanan ke sekolah-sekolah
terputus.Hasil pengecekan ini nantinya akan menjadi dasar kebijakan
perbaikan."Yang terpenting program ini memenuhi standar dan
manfaatnya benar sampai ke anak didik, tidak boleh ada yang terhenti tanpa
alasan jelas," tegasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Apr 2026, 13:28 WIT
Keuskupan Timika Gelar Lokakarya: Bangkitkan Pendidikan Katolik Di Tengah Krisis
Papuanewsonline.com, Timika – Keuskupan Timika mengambil
langkah strategis dengan menyelenggarakan Lokakarya Umum Pendidikan Dasar dan
Menengah yang akan berlangsung pada 14–16 April 2026 di Hotel Swiss-Belinn.
Kegiatan ini mengusung tema "Membangun Kembali Pendidikan Katolik di Tanah
Papua: Menemukan Terobosan di Tengah Krisis" sebagai upaya mencari solusi
atas berbagai tantangan yang ada.Lokakarya ini digelar menyusul berbagai permasalahan
kompleks mulai dari kondisi geografis, keterbatasan tenaga pengajar, pendanaan,
hingga dampak konflik sosial yang menyebabkan menurunnya kualitas pendidikan,
terutama di daerah pedalaman. Bahkan, sejumlah sekolah yang dulu menjadi
kebanggaan kini tidak lagi berfungsi secara optimal. Forum ini bertujuan mengevaluasi kondisi terkini dan
merumuskan arah kebijakan baru yang lebih adaptif.Sekitar 100 peserta dijadwalkan hadir, mulai dari Uskup
Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA., para imam, tarekat, pengurus YPPK,
kepala sekolah, guru, hingga perwakilan pemerintah dan dunia usaha.Mereka akan mendiskusikan berbagai solusi berbasis karakter
wilayah, baik di daerah konflik, pegunungan, pesisir, maupun perkotaan, dengan
menghadirkan praktik terbaik dari tingkat nasional.Keuskupan berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan
dokumen strategis dan roadmap yang jelas, tetapi juga menjadi titik awal
kebangkitan pendidikan Katolik. Melalui langkah ini, diharapkan kualitas pendidikan di Papua
dapat kembali meningkat dan mencetak generasi yang beriman, berbudaya, dan
mandiri. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Apr 2026, 13:25 WIT
Menteri Koperasi Resmikan Perkebunan Kopi: Investasi Warisan Bukan Hanya Emas
Papuanewsonline.com, Timika – Menteri Koperasi, Ferry Joko
Juliantono, meresmikan pengembangan pertanian kopi di lokasi Yayasan Somatua,
Timika. Acara ini menjadi langkah strategis dalam upaya meningkatkan
kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP) melalui komoditas perkebunan yang berbasis
kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat adat.Ketua Yayasan Somatua, Maximus Tipagau, menyebut kopi
sebagai investasi jangka panjang yang jauh lebih berkelanjutan. “Berbeda dengan emas yang bisa habis, kopi dapat diwariskan
kepada generasi berikutnya,” ujarnya. (9/4/26) Ia juga menegaskan pentingnya peran lembaga adat, di mana
pengelolaan lahan harus selalu berdasarkan kesepakatan marga dan suku sebagai
pemilik hak ulayat.Maximus optimis dalam tiga tahun ke depan, kopi Papua akan
menembus pasar internasional hingga ke Amerika Serikat, Jerman, Inggris,
Jepang, dan Tiongkok. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah
pusat dan akan dilaporkan langsung kepada Presiden sebagai bagian dari program
pemberdayaan ekonomi rakyat.Menteri Ferry Joko Juliantono menilai sektor ini sangat
potensial karena tidak membutuhkan keahlian khusus yang rumit. “Dengan menanam kopi, masyarakat bisa mandiri dan
sejahtera,” tegasnya. Kehadiran menteri hingga larut malam menjadi bukti nyata
perhatian pemerintah demi mewujudkan Timika sebagai pusat industri kopi
terbesar di Papua. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Apr 2026, 13:20 WIT
Bupati Mimika: Jangan Panic Buying, Gas 13-14 April Sudah Normal
Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes
Rettob, menenangkan masyarakat mengenai kelangkaan gas LPG. Ia mengimbau warga
untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian panik atau panic buying.
Pemerintah memastikan pasokan akan kembali normal dalam waktu dekat.Menurut John Rettob, saat ini baru masuk sekitar 700 tabung
ukuran 12 kg. Karena jumlah yang terbatas, distribusi dilakukan secara khusus
langsung dari gudang dan diawasi ketat oleh Satpol PP. "Kami tidak jual
lewat agen dulu, tapi langsung dari gudang. Kami awas supaya tidak ada yang
mengambil berlebihan atau borong," ujarnya, Jumat (10/4/2026).Kabar baiknya, pada tanggal 13 dan 14 April mendatang,
diperkirakan akan masuk pasokan besar mencapai 3.000 hingga 5.000 tabung dengan
berbagai ukuran. "Masyarakat jangan khawatir, mulai tanggal 13 ke atas
gas sudah tersedia lengkap kembali. Tenang saja, kebutuhan Anda akan
terpenuhi," tegasnya.Saat ini, pemerintah juga terus melakukan pengawasan ketat
di lapangan untuk mencegah penimbunan. Langkah pembatasan pembelian diterapkan agar distribusi
merata dan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan. Diharapkan dengan kepastian jadwal ini, situasi segera
kondusif dan warga tidak lagi kesulitan mendapatkan gas. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Apr 2026, 13:17 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru