logo-website
Sabtu, 18 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Dianus Omaleng Kritik Keras Pernyataan Marianus Maknaipeku Soal Dewan Adat Papua dan Freeport Papuanewsonline.com, Timika - Tokoh intelektual Amungme, Dianus Omaleng, mengkritik keras pernyataan Marianus Maknaipeku, Sekretaris LEMASKO, yang meragukan ketangguhan Dewan Adat Papua di hadapan PT Freeport Indonesia. Pernyataan ini dianggap sebagai bentuk pesimisme yang mencederai marwah kolektif masyarakat adat."Kedaulatan adat tidak bisa diukur dari kekuatan modal korporasi, melainkan pada hak ulayat yang sakral" ujar Dianus Omaleng dalam rilis pers yang diterima media papuanewsonline.com. "Sangat menyedihkan jika pemimpin adat justru memaklumi eksploitasi besar-besaran yang hasilnya dinikmati oleh berbagai negara, sedangkan pemilik sah tanah Amungme dan Kamoro hanya ditinggalkan dengan sisa limbah dan ketergantungan yang melemahkan harga diri." Tambahnya.Dianus Omaleng menekankan pentingnya integritas kepemimpinan dalam menjaga harga diri bangsa Papua. "Martabat seorang pimpinan adat diuji dari keberaniannya berdiri tegak menjaga harga diri bangsa Papua, bukan dengan mengecilkan kekuatan lembaga adat sendiri di hadapan entitas korporasi," kata Dianus dengan nada tegasSikap yang hanya memuji manfaat materi tanpa mengutuk kerusakan alam juga dikritik. "Sikap yang hanya memuji manfaat materi tanpa mengutuk kerusakan alam adalah bentuk pengabaian terhadap warisan masa depan anak cucu Amungme dan Kamoro demi kenyamanan saat ini," tambah Dianus Omaleng.Dianus Omaleng juga menyoroti kesadaran global yang ironis, di mana pemimpin adat merasa cukup dengan pemberian perusahaan, sementara dunia internasional berpesta atas kekayaan bumi yang dikuras tanpa keadilan ekonomi yang sejati bagi pemilik tanahnya. Tutup. Penulis: Hend Editor: GF 11 Apr 2026, 13:52 WIT
Direktorat Imigrasi Papua Dorong Investasi dan Keamanan Perbatasan di Boven Digoel Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Imigrasi Papua, Samuel Toba, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Boven Digoel pada Rabu (8/4/2026) untuk memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan membahas pengelolaan perlintasan lintas batas negara serta potensi pengembangan investasi di wilayah perbatasan.Dalam pertemuan dengan Bupati Boven Digoel, Samuel Toba menyampaikan bahwa Kabupaten Boven Digoel memiliki potensi besar pada sektor investasi dan mobilitas lintas batas antarnegara. "Kami melihat potensi besar di Boven Digoel, baik dari sisi sumber daya alam maupun peluang investasi. Tidak menutup kemungkinan akan hadir investor asing di masa depan, sehingga perlu kesiapan dalam pengawasan dan perizinan orang asing" ujar Samuel Toba.Bupati Boven Digoel menyambut baik kunjungan ini dan siap memberikan dukungan untuk penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pihak Imigrasi. "Kunjungan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pihak Imigrasi, khususnya dalam pengelolaan mobilitas masyarakat lintas negara serta peningkatan pengawasan orang asing di wilayah perbatasan" kata Bupati.Samuel Toba juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas dan sarana pendukung di kawasan perbatasan untuk menunjang pelayanan keimigrasian dan memperkuat aspek keamanan wilayah. "Aktivitas perlintasan masyarakat berlangsung cukup tinggi melalui beberapa titik, antara lain Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun, serta pos perlintasan lainnya di Waropko dan Mindiptana" Imigrasi juga mendorong pembangunan pasar tradisional di kawasan perbatasan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. "Kehadiran pasar perbatasan diharapkan mampu menarik warga negara Papua Nugini untuk berbelanja di Indonesia, khususnya di Kabupaten Boven Digoel, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat" Kata Samuel Toba.Bupati Boven Digoel juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Boven Digoel siap memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan fasilitas pos lintas batas serta pengembangan kawasan perbatasan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan kawasan perbatasan yang aman, teratur, dan sejahtera," tutup. Penulis: Hend Editor: GF 11 Apr 2026, 13:46 WIT
Layar Tancap “Pesta Babi” Gugah Kesadaran Publik soal Tanah Adat dan Ekologi Papua Papuanewsonline.com, Timika – Puluhan warga, pegiat komunitas, dan aktivis lingkungan berkumpul di Easy Coffee & Eatery, dalam acara bertajuk "Layar Tancap". Kegiatan yang digagas oleh Singgah Baca, Eastworks Creative, Lepemawi Timika, dan Greenpeace Indonesia ini menghadirkan pemutaran film dokumenter serta diskusi terbuka mengenai isu ekologi dan hak masyarakat adat di Tanah Papua. 10/4/26)Acara menghadirkan dua narasumber perempuan, Adolfina Kum dari Lepemawi dan Rossy You dari Greenpeace. Adolfina menekankan bahwa pembangunan harus berpijak pada kepentingan masyarakat adat, terutama kelompok rentan yang sering terpinggirkan. Sementara itu, Rossy mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam, di mana hutan bukan hanya sumber ekonomi, tapi juga identitas dan kehidupan.Puncak acara ditandai dengan pemutaran film dokumenter "Pesta Babi" karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale. Film ini menyajikan kisah perjuangan suku-suku di Papua Selatan seperti Awyu, Muyu, Yei, dan Marind dalam mempertahankan ruang hidup di tengah ekpsi industri. Visual yang kuat berhasil menyentuh hati penonton dan membuka wawasan mengenai realitas di lapangan.Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung hangat. Para peserta aktif menyampaikan pandangan dan harapan demi masa depan Papua. Melalui pendekatan kreatif ini, diharapkan kesadaran publik semakin tumbuh, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi juga terlibat aktif menjaga alam dan memperjuangkan hak-hak asli.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:37 WIT
Divpropam Mabes Polri Perkuat Dialog Humanis di Dogiyai, Komunikasi Kunci Jaga Stabilitas Daerah Papuanewsonline.com, Dogiyai – Upaya menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Dogiyai terus diperkuat melalui pendekatan humanis dan pembangunan komunikasi intensif antara masyarakat dan kepolisian. Tim dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri hadir tidak hanya untuk melakukan pengawasan, tetapi juga membangun jembatan dialog guna mencegah potensi konflik dan memperkuat kepercayaan publik.Dalam pertemuan yang berlangsung di wilayah hukum Polsek Kamuu, Sekretaris Biro Provos Divpropam Polri, Kombes Pol Prianto Teguh Nugroho, menegaskan pentingnya menyelesaikan setiap persoalan sebelum berkembang menjadi gangguan. “Kami ingin memastikan setiap masalah diselesaikan lewat komunikasi yang baik, bukan dengan kekerasan,” ujarnya. Pendekatan humanis ini dinilai kunci agar masyarakat merasa aman dan terlindungi.Hal senada disampaikan tokoh pemuda, Alex Waine, yang menyoroti perlunya keterbukaan akses bagi masyarakat dalam penyelesaian masalah. Ia mencontohkan beberapa insiden sebelumnya yang sempat memicu ketegangan akibat komunikasi yang terbatas. Oleh karena itu, ruang dialog yang inklusif harus terus dibuka agar kesalahpahaman tidak terjadi.Kombes Pol Prianto menegaskan komitmen Polri untuk terus meningkatkan hubungan saling percaya. Kehadiran tim Divpropam diharapkan mampu meningkatkan kolaborasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuda, sehingga keamanan di Dogiyai tetap terjaga kondusif dan stabilitas daerah terpelihara dengan baik.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:34 WIT
Keuskupan Timika Gelar Lokakarya: Bangkitkan Pendidikan Katolik Di Tengah Krisis Papuanewsonline.com, Timika – Keuskupan Timika mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan Lokakarya Umum Pendidikan Dasar dan Menengah yang akan berlangsung pada 14–16 April 2026 di Hotel Swiss-Belinn. Kegiatan ini mengusung tema "Membangun Kembali Pendidikan Katolik di Tanah Papua: Menemukan Terobosan di Tengah Krisis" sebagai upaya mencari solusi atas berbagai tantangan yang ada.Lokakarya ini digelar menyusul berbagai permasalahan kompleks mulai dari kondisi geografis, keterbatasan tenaga pengajar, pendanaan, hingga dampak konflik sosial yang menyebabkan menurunnya kualitas pendidikan, terutama di daerah pedalaman. Bahkan, sejumlah sekolah yang dulu menjadi kebanggaan kini tidak lagi berfungsi secara optimal. Forum ini bertujuan mengevaluasi kondisi terkini dan merumuskan arah kebijakan baru yang lebih adaptif.Sekitar 100 peserta dijadwalkan hadir, mulai dari Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA., para imam, tarekat, pengurus YPPK, kepala sekolah, guru, hingga perwakilan pemerintah dan dunia usaha.Mereka akan mendiskusikan berbagai solusi berbasis karakter wilayah, baik di daerah konflik, pegunungan, pesisir, maupun perkotaan, dengan menghadirkan praktik terbaik dari tingkat nasional.Keuskupan berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan dokumen strategis dan roadmap yang jelas, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan pendidikan Katolik. Melalui langkah ini, diharapkan kualitas pendidikan di Papua dapat kembali meningkat dan mencetak generasi yang beriman, berbudaya, dan mandiri.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:25 WIT
Menteri Koperasi Resmikan Perkebunan Kopi: Investasi Warisan Bukan Hanya Emas Papuanewsonline.com, Timika – Menteri Koperasi, Ferry Joko Juliantono, meresmikan pengembangan pertanian kopi di lokasi Yayasan Somatua, Timika. Acara ini menjadi langkah strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP) melalui komoditas perkebunan yang berbasis kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat adat.Ketua Yayasan Somatua, Maximus Tipagau, menyebut kopi sebagai investasi jangka panjang yang jauh lebih berkelanjutan. “Berbeda dengan emas yang bisa habis, kopi dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya. (9/4/26) Ia juga menegaskan pentingnya peran lembaga adat, di mana pengelolaan lahan harus selalu berdasarkan kesepakatan marga dan suku sebagai pemilik hak ulayat.Maximus optimis dalam tiga tahun ke depan, kopi Papua akan menembus pasar internasional hingga ke Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Jepang, dan Tiongkok. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan akan dilaporkan langsung kepada Presiden sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi rakyat.Menteri Ferry Joko Juliantono menilai sektor ini sangat potensial karena tidak membutuhkan keahlian khusus yang rumit. “Dengan menanam kopi, masyarakat bisa mandiri dan sejahtera,” tegasnya. Kehadiran menteri hingga larut malam menjadi bukti nyata perhatian pemerintah demi mewujudkan Timika sebagai pusat industri kopi terbesar di Papua.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:20 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT