logo-website
Selasa, 31 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Kapolri Kunjungi Dua Ponpes di Jawa Timur Papuanewsonline.com, Jombang — Dalam suasana penuh kehangatan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan silaturahmi ke dua pondok pesantren (ponpes) ternama di Jawa Timur, yakni Ponpes Langitan di Tuban dan Ponpes Majma’al Bahroin Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah di Ploso, Jombang, Rabu (20/8). Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari langkah strategis Polri untuk mempererat hubungan ulama dan umara (pemimpin agama dan pemimpin pemerintahan), serta memperkuat fondasi kerukunan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tanah air. Dalam kesempatan itu, Kapolri menegaskan pentingnya merawat hubungan erat antara Polri dengan para tokoh agama, ulama, dan masyarakat luas. “Yang pertama tentunya ini bagian dari kegiatan kami untuk terus membangun silaturahmi, membangun sinergitas, membangun hubungan antara umara dan seluruh ulama,” ujar Sigit di hadapan para pengasuh dan santri ponpes. Menurutnya, Polri sadar bahwa kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh aparat keamanan, tetapi juga oleh kontribusi tokoh agama yang selama ini menjadi teladan moral dan penyejuk umat. Jenderal Sigit menegaskan bahwa agenda silaturahmi ini juga merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden Joko Widodo agar seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan kerukunan. “Sebagaimana perintah Bapak Presiden, kita diminta untuk terus menjaga kerukunan. Polri berkomitmen hadir, mendengarkan, dan bekerja sama dengan para ulama serta masyarakat agar persaudaraan kebangsaan tetap terjaga,” tegas Kapolri. Ia menambahkan, kerukunan bukan hanya soal meredam konflik, tetapi juga membangun optimisme bersama dalam menghadapi tantangan global, termasuk pangan, teknologi, dan pembangunan sumber daya manusia. Dalam dialognya, Kapolri menyinggung tentang visi besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa pondok pesantren memiliki peran sentral dalam mencetak generasi muda berkarakter, berilmu, sekaligus berakhlak mulia. “Baik dalam hal ketahanan pangan, swasembada, maupun mempersiapkan SDM unggul, kita harus bersama-sama mengelola potensi bangsa agar bisa membawa Indonesia masuk ke era generasi emas sesuai dengan cita-cita kita semua,” ucapnya. Menurut Sigit, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu melahirkan kader bangsa yang siap menghadapi tantangan zaman. Tidak hanya menyampaikan pesan, Kapolri juga dengan rendah hati meminta masukan langsung dari para tokoh agama terkait peran Polri dalam melayani masyarakat. “Kami mohon wejangan, mohon masukan, sehingga kami bisa bekerja lebih baik, mendengar lebih baik, dan memberikan pelayanan yang sesuai dengan harapan masyarakat,” tutup Sigit. Kunjungan Kapolri ke dua pesantren besar di Jawa Timur ini disambut hangat oleh para pengasuh ponpes, tokoh agama, serta para santri. Silaturahmi ini diharapkan mampu memperkuat ikatan kepercayaan antara Polri dan masyarakat, sekaligus menjaga harmoni kebangsaan di tengah tantangan dinamika sosial.   Penulis : GF Editor : GF 21 Agu 2025, 23:10 WIT
Tokoh Adat Papua Dukung Satgas Damai Cartenz Papuanewsonline.com, Jayapura — Suara dukungan untuk Polri, khususnya Satgas Operasi Damai Cartenz, kembali mengalir dari masyarakat adat Papua. Kali ini, Ondofolo Sentani Yanto Eluay, salah satu tokoh adat yang disegani di Tanah Papua, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh langkah kepolisian dalam menindak tegas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kerap menimbulkan gangguan keamanan di wilayah pegunungan maupun daerah rawan konflik lainnya. “Kami seluruh masyarakat Papua, khususnya para tokoh adat, memiliki tanggung jawab menjaga tanah Papua agar tetap aman dan damai. Apa pun yang negara lakukan melalui Satgas Ops Damai Cartenz adalah untuk mewujudkan Papua yang aman dan damai,” ujar Yanto Eluay di Jayapura. Dalam keterangannya, Yanto menegaskan bahwa berbagai tindakan penegakan hukum yang dilakukan Satgas Damai Cartenz patut diapresiasi, terutama karena menyasar pihak-pihak yang masih melakukan aksi kekerasan, penembakan, hingga gangguan terhadap aktivitas masyarakat. “Harapan kami, semua tindakan yang mengganggu situasi kamtibmas segera dihentikan. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri yang sudah berupaya menjaga keamanan di tanah ini,” tambahnya. Menurut Yanto, keberadaan Satgas Damai Cartenz telah memberikan dampak positif, khususnya dalam menekan ruang gerak kelompok bersenjata yang selama ini menghambat ketenteraman warga dan jalannya pembangunan di Papua. Lebih jauh, Yanto mengajak seluruh masyarakat Papua, baik di perkotaan maupun pedalaman, untuk tidak tinggal diam. Ia menekankan pentingnya kebersamaan semua elemen masyarakat dalam mendukung langkah Polri. “Mari kita jaga selalu Papua yang aman dan damai sehingga pembangunan dapat berjalan lancar dan masyarakat bisa merasakan kesejahteraan bersama,” tegasnya. Menurutnya, kondisi aman dan damai adalah kunci bagi Papua untuk terus maju. Tanpa stabilitas, pembangunan infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan akan sulit dirasakan secara merata oleh masyarakat. Dukungan yang disampaikan Ondofolo Sentani ini bukan sekadar bentuk solidaritas, tetapi juga simbol legitimasi budaya. Sebagai tokoh adat, Yanto Eluay menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki peran penting dalam mengawal keamanan di Papua. Suara tokoh adat, menurutnya, bisa menjadi penguat moral bagi aparat dan juga pengingat bagi masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah. “Kami tokoh adat siap berada di garis depan untuk mendukung langkah penegakan hukum. Keamanan adalah milik bersama, bukan hanya urusan aparat,” ujarnya. Yanto juga menitipkan pesan khusus kepada generasi muda Papua agar menjauhi segala bentuk kekerasan dan tidak terjebak dalam provokasi kelompok bersenjata. Ia mengingatkan bahwa masa depan Papua ada di tangan anak-anak mudanya. “Generasi muda harus berperan aktif membangun tanahnya sendiri. Jangan biarkan energi muda habis untuk hal-hal yang merusak. Mari fokus pada pendidikan, ekonomi, dan kegiatan positif yang bermanfaat untuk masa depan,” pungkasnya. Dengan dukungan para tokoh adat, langkah Polri melalui Satgas Damai Cartenz dalam menegakkan hukum terhadap KKB kian mendapat legitimasi sosial. Hal ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya Papua yang benar-benar aman, damai, dan sejahtera. Penulis : GF Editor : GF   21 Agu 2025, 22:45 WIT
Kapolri Pimpin Sertijab Pejabat Tinggi Polri Papuanewsonline.com, Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan perombakan besar di jajaran pejabat tinggi. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung prosesi serah terima jabatan (sertijab) dan pelantikan sejumlah perwira tinggi Polri di Rupattama Mabes Polri. Agenda penting ini menjadi penanda penyegaran organisasi sekaligus strategi Polri untuk meningkatkan kinerja menghadapi dinamika tantangan tugas yang semakin kompleks, baik di bidang penegakan hukum, keamanan, maupun pelayanan publik. Dalam upacara tersebut, Komjen Pol Drs. Wahyu Widada, M.Phil. resmi dilantik menjadi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Jabatan strategis ini menuntut figur pengawasan internal yang kuat, demi memastikan seluruh lini organisasi berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip good governance. Posisi Kabareskrim Polri kini diisi oleh Komjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si., menggantikan Wahyu Widada. Jabatan ini memegang peran vital dalam penegakan hukum, pemberantasan kejahatan, hingga penguatan digitalisasi sistem penyidikan. Pergantian berlanjut pada Kabaintelkam Polri, yang kini dipercayakan kepada Komjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M.. Sementara jabatan Astamaops Kapolri diisi oleh Komjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., sebelumnya Kabaharkam Polri. Untuk posisi Kabaharkam sendiri kini dijabat oleh Irjen Pol Karyoto, S.I.K., yang sebelumnya memimpin Polda Metro Jaya. Jabatan Kapolda Metro Jaya, salah satu kursi panas di lingkungan Polri karena memimpin wilayah dengan kompleksitas tinggi, kini dipercayakan kepada Irjen Pol Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si. Tak hanya di level Mabes, sejumlah Kapolda di berbagai provinsi juga mengalami peralihan, antara lain: Kapolda Kaltara, Irjen Pol Hary Sudwijanto digantikan oleh Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K, Kapolda Gorontalo, Irjen Pol R. Eko Wahyu Prasetyo digantikan oleh Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H., Kapolda Maluku, Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan digantikan oleh Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., Kapolda Banten, Irjen Pol Suyudi Ario Seto digantikan oleh Brigjen Pol Hengki, S.I.K., M.H., Kapolda Aceh, Irjen Pol Dr. Achmad Kartiko digantikan oleh Brigjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. Selain itu, posisi Kadivhubinter Polri yang sebelumnya dijabat oleh Irjen Pol Dr. Krishna Murti, S.I.K., M.Si., kini dipercayakan kepada Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana, S.H., M.H. Di bidang sejarah, Kapusjarah Polri juga mengalami peralihan dari Brigjen Pol Dr. Idodo Simangunsong, S.E., S.I.K., M.M. kepada Kombes Pol Bagas Uj Nugroho, S.I.K. Dalam sambutannya, Kapolri menekankan bahwa mutasi dan rotasi adalah bagian dari kebutuhan organisasi yang sifatnya rutin sekaligus strategis. “Mutasi adalah langkah penyegaran organisasi. Setiap pejabat yang mendapat amanah harus mampu menghadirkan energi baru, melanjutkan capaian pejabat sebelumnya, sekaligus menjawab tantangan tugas ke depan,” ujar Kapolri. Hal senada juga ditegaskan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K. yang menyebut bahwa rotasi ini penting untuk menjaga ritme organisasi. “Mutasi jabatan adalah hal wajar di Polri. Tujuannya penyegaran, peningkatan kinerja, dan penyesuaian kebutuhan organisasi menghadapi tantangan yang semakin beragam. Dengan adanya rotasi, pejabat baru diharapkan segera menyesuaikan diri dan menghadirkan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” tegas Trunoyudo. Sertijab kali ini tak sekadar pergantian nama dan jabatan, melainkan regenerasi kepemimpinan yang diharapkan membawa angin segar bagi tubuh Polri. Dengan para pejabat baru di kursi strategis, Polri meneguhkan tekad untuk menghadirkan kinerja yang semakin presisi, modern, dan humanis. Acara diakhiri dengan doa bersama dan ucapan selamat kepada para pejabat yang dilantik maupun yang mengakhiri masa tugasnya. Suasana penuh khidmat itu menjadi simbol bahwa estafet kepemimpinan Polri terus berjalan, dengan semangat pengabdian tanpa henti kepada bangsa dan negara.   Penulis : GF Editor : GF  21 Agu 2025, 06:39 WIT
Kapolda Maluku Hadiri Purna Tugas Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri dan Pengantar Tugas Wakapolri Papuanewsonline.com, Jakarta – Sebuah momen penuh makna tersaji di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Selasa (19/8/2025) ketika Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar Tradisi Purna Tugas Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Dofiri, M.Si serta Pengantar Tugas Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.M. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh penghormatan, dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Hadir dalam kesempatan itu jajaran pejabat tinggi Polri, di antaranya Wakapolri, Wakil Menteri Perhubungan RI, Ketua Umum Bhayangkari, Ketua Harian Kompolnas, Ketua PP Polri, 36 Kapolda se-Indonesia termasuk Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, serta tamu undangan lainnya. Tradisi purna tugas dimulai dengan penyambutan hangat, foto bersama, dan prosesi penghormatan bagi Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri yang resmi menutup pengabdian panjangnya di Kepolisian RI. Dalam sambutannya, Kapolri Listyo Sigit menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Ahmad Dofiri yang disebutnya sebagai teladan bagi generasi penerus Bhayangkara. “Selamat memasuki masa purna bakti, Kakak Asuh. Dalam nadi beliau mengalir jiwa Bhayangkara yang akan terus terpatri. Nilai-nilai yang ditanamkan akan menjadi warisan dan inspirasi bagi generasi penerus Polri. Walaupun telah purna tugas, seorang Bhayangkara akan tetap menjadi penjaga marwah institusi,” ujar Kapolri dengan penuh penghormatan. Rangkaian acara juga menayangkan selayang pandang perjalanan karier Ahmad Dofiri, mengingatkan kembali kiprah panjangnya yang selalu konsisten membela kepentingan bangsa, menjaga stabilitas keamanan, hingga membina sinergi lintas elemen masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, Kapolri juga memberikan sambutan khusus bagi Wakapolri yang baru, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo. Kapolri menegaskan bahwa tantangan Polri ke depan semakin kompleks, mulai dari penguatan digitalisasi pelayanan publik, menjaga stabilitas keamanan menjelang Pemilu, hingga mengawal program pembangunan nasional. “Selamat bertugas kepada Wakapolri yang baru. Tantangan tugas semakin konkret. Visi Polri ke depan adalah mengawal penuh program prioritas pemerintah sekaligus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan,” tegas Jenderal Sigit. Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto, yang turut hadir dalam prosesi ini, menyampaikan penghargaan mendalam kepada Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri. “Kami di Polda Maluku menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Bapak Ahmad Dofiri yang telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi. Beliau adalah sosok teladan yang mengajarkan arti pengabdian sejati,” tutur Dadang. Lebih lanjut, ia juga menegaskan dukungannya terhadap kepemimpinan Wakapolri yang baru. “Kepada Wakapolri yang baru, kami siap mendukung setiap kebijakan dan arahan. Polda Maluku akan terus memperkuat sinergi, menjaga keamanan, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bersama-sama, kita wujudkan Polri yang semakin presisi, humanis, dan terpercaya,” ujarnya. Prosesi dilanjutkan dengan tradisi khas Polri yang sarat makna, mulai dari kadga pora, penyerahan atribut purna bakti, hingga pelepasan melalui payung pora dan gerbang pora. Momen ini berlangsung penuh keharuan, menandai berakhirnya satu babak pengabdian dan dimulainya babak baru estafet kepemimpinan di tubuh Polri. Acara ditutup dengan ramah tamah yang mempererat kekeluargaan antara keluarga besar Polri. Lebih dari sekadar seremoni, tradisi ini menegaskan bahwa Polri adalah institusi dengan roh kebersamaan, semangat pengabdian, dan penghormatan terhadap nilai-nilai Bhayangkara yang abadi.   Penulis : GF Editor : GF 21 Agu 2025, 06:31 WIT
Irjen Pol Dadang Hartanto Resmi Jabat Kapolda Maluku Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian Daerah Maluku resmi memiliki pemimpin baru. Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH., S.IK, M.Si, kini mengemban amanah sebagai Kapolda Maluku, menggantikan Irjen Pol. Drs. Eddy Sumitro Tambunan, M.Si yang memasuki masa purna tugas. Pergantian pucuk pimpinan ini ditandai dengan Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si di Rupattama Lantai I Mabes Polri, Selasa (19/8/2025). Sertijab Kapolda Maluku dirangkaikan dengan pelantikan Irwasum Polri, Sertijab Pejabat Utama Mabes Polri, serta sejumlah Kapolda lainnya di Indonesia. Prosesi Sertijab berlangsung khidmat melalui pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara serah terima, hingga penandatanganan pakta integritas. Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan langkah strategis untuk memperkuat soliditas, memperbaharui energi organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri terhadap masyarakat. “Mutasi adalah bagian dari penyegaran organisasi. Setiap pejabat yang mendapat amanah harus mampu membawa energi baru, menghadirkan terobosan, serta memperkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa,” ujar Jenderal Sigit. Kepada pejabat yang baru, Kapolri juga menitipkan harapan agar mereka mampu meneruskan capaian pendahulunya sekaligus menjawab tantangan-tantangan kompleks di masa mendatang, khususnya dalam menjaga kamtibmas, penegakan hukum, serta pelayanan publik. Mengakhiri masa baktinya, Irjen Eddy Sumitro Tambunan menyampaikan rasa haru dan apresiasi kepada seluruh jajaran kepolisian, Forkopimda, serta masyarakat Maluku yang selama ini mendukung penuh tugasnya. “Maluku adalah rumah kedua bagi saya. Dukungan penuh dari Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh masyarakat menjadi kekuatan besar dalam menjaga Maluku tetap kondusif. Saya percaya dengan kepemimpinan baru, Maluku akan semakin maju dan damai. Saya titipkan Maluku kepada Kapolda baru dengan penuh optimisme,” ungkap Eddy. Di masa kepemimpinannya, Irjen Eddy dikenal aktif dalam pemberantasan narkoba, memperkuat deteksi dini konflik sosial, serta membangun komunikasi erat dengan tokoh masyarakat hingga ke pelosok daerah. Kapolda Maluku yang baru, Irjen Dadang Hartanto, menegaskan tekadnya untuk tidak hanya melanjutkan program yang sudah berjalan, tetapi juga menghadirkan inovasi dalam menjawab tantangan baru. “Kami akan melanjutkan capaian yang sudah dibangun pejabat sebelumnya. Polda Maluku siap hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Bersama Forkopimda dan seluruh elemen, kami akan bekerja menjaga keamanan, memperkuat harmonisasi sosial, serta mendukung pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Dadang. Dengan latar belakang pengalaman yang panjang di bidang kepolisian, Dadang diyakini mampu membawa Polda Maluku semakin profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik. Upacara Sertijab ditutup dengan doa bersama serta pemberian ucapan selamat dari Kapolri, Wakapolri, pejabat utama Mabes Polri, hingga tamu undangan. Suasana penuh kekeluargaan tersebut mencerminkan semangat soliditas dan kebersamaan yang kuat di tubuh Polri. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi awal baru bagi Polda Maluku untuk semakin dekat dengan masyarakat, sekaligus mempertegas komitmen Polri sebagai institusi yang presisi, humanis, dan profesional. Penulis : GF Editor : GF  21 Agu 2025, 06:29 WIT
Bareskrim Polri Sosialisasikan Pedoman Diversi untuk Anak di Bawah 12 Tahun Papuanewsonline.com, Jakarta — Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA PPO) Bareskrim Polri terus memperkuat komitmen perlindungan anak melalui kegiatan Sosialisasi Pedoman Pelaksanaan Diversi dan Penanganan Anak yang Belum Berumur 12 Tahun. Acara ini digelar di Ruang RPK Dittipid PPA PPO Bareskrim Polri, Lantai 1, dengan melibatkan peserta dari internal Polri maupun lintas instansi terkait, baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dir PPA PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, didampingi Wadir, para Kasubdit, dan jajaran personel. Sementara secara daring hadir perwakilan Kementerian Sosial RI, Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Direktorat Pelayanan Tahanan dan Anak, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, pekerja sosial profesional, Kasubdit Renakta Polda jajaran, Kanit PPA Satreskrim Polres jajaran, hingga penyidik PPA dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Nurul Azizah menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) serta penyesuaian dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru, UU Nomor 1 Tahun 2023. “Anak adalah generasi penerus bangsa yang wajib kita lindungi. Dalam penegakan hukum, anak tidak boleh diperlakukan semata-mata sebagai pelaku tindak pidana, melainkan juga sebagai individu yang berhak mendapatkan perlindungan, pembinaan, dan pendidikan,” ujar Brigjen Pol. Nurul. Brigjen Pol. Nurul menekankan pentingnya pedoman teknis ini sebagai acuan seragam dan aplikatif bagi seluruh penyidik anak di Indonesia. Dengan adanya pedoman ini, Polri berharap tidak ada lagi perbedaan penafsiran di lapangan yang dapat menghambat penanganan perkara anak. “Melalui pendekatan keadilan restoratif, kita ingin mengembalikan anak pada keadaan semula, bukan menghukum atau memberi stigma. Diversi, pendampingan menyeluruh, serta reintegrasi sosial harus diutamakan agar anak bisa kembali ke keluarga dan masyarakat,” tegasnya. Sosialisasi ini juga menjadi forum penyamaan persepsi antar aparat penegak hukum — mulai dari Polri, kejaksaan, pemasyarakatan, hingga pekerja sosial — agar penanganan anak di bawah 12 tahun yang berhadapan dengan hukum (ABH) dapat berjalan konsisten di seluruh wilayah Indonesia. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan solusi menyeluruh, mulai dari musyawarah diversi, rehabilitasi, hingga reintegrasi sosial anak. Dengan begitu, proses peradilan pidana anak benar-benar berpihak pada prinsip perlindungan anak dan keadilan restoratif. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Polri berkomitmen tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam perlindungan hak-hak anak sebagai kelompok rentan. Pendekatan yang humanis ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik bahwa penegakan hukum di Indonesia semakin berorientasi pada nilai keadilan dan kemanusiaan. Penulis : GF Editor : GF 21 Agu 2025, 06:21 WIT
Polda Maluku Dorong Modernisasi Kehumasan Lewat PoliceTube Papuanewsonline.com, Ambon— Polri terus melakukan transformasi digital dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik. Sebagai bagian dari langkah besar tersebut, Polda Maluku melalui Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) menggelar sosialisasi penggunaan PoliceTube kepada operator Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dari seluruh satuan kerja (Satker) di jajaran Polda Maluku. Kegiatan ini berlangsung di Rupattama Polda Maluku, dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., dan dihadiri oleh seluruh operator PPID Satker serta para perwira Bidhumas. PoliceTube merupakan platform berbagi video yang digagas oleh Divhumas Polri bekerja sama dengan PT Digital Unggul Gemilang, perusahaan karya anak bangsa. Kehadiran platform ini dimaksudkan sebagai sarana publikasi resmi kepolisian dengan pendekatan yang lebih modern, komunikatif, dan dekat dengan masyarakat. “PoliceTube hadir bukan sekadar kanal informasi, tetapi juga sebagai jembatan kepercayaan antara Polri dan masyarakat. Peran PPID sangat penting dalam menyajikan konten yang positif, berkualitas, dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” ujar Kombes Rositah dalam sambutannya. Kabid Humas juga menekankan pentingnya menjaga standar kualitas dan etika dalam setiap konten yang diunggah. Beberapa poin penting yang ditekankan yaitu Konten fokus pada kegiatan Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti operasi kemanusiaan, kegiatan humanis, pengungkapan kasus, maupun prestasi anggota, Konten wajib memenuhi standar komunikasi publik, menyertakan logo resmi Polri, menghindari personal branding, serta tidak menimbulkan polemic, Konsistensi unggahan dijaga tanpa mengorbankan mutu. Aktivitas unggahan dari tiap Polda, Polres, hingga Polsek akan menjadi bagian dari evaluasi nasional. “Ini bukan hanya soal unggah video, tapi bagaimana kita menampilkan wajah Polri yang profesional, humanis, dan transparan. PoliceTube adalah etalase kita di ruang digital,” tegas Kombes Rositah. Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Polda Maluku dalam mendukung program Presisi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang menekankan pada transformasi digital Polri. Dengan adanya PoliceTube, Polri diharapkan semakin mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat modern yang haus akan informasi cepat, akurat, dan transparan. “PoliceTube bukan sekadar platform digital, tapi wajah Polri di mata masyarakat. Mari kita kelola dengan profesional dan penuh tanggung jawab,” pungkas Kabid Humas. Kegiatan ini menandai langkah maju Polri, khususnya Polda Maluku, dalam menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat melalui inovasi komunikasi digital.   Penulis : GF Editor : GF 21 Agu 2025, 06:18 WIT
Polri Luncurkan “Polri Awards 2025” untuk Dukung Kesetaraan Gender Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menorehkan langkah progresif dalam sejarah transformasinya. Melalui Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, institusi ini secara resmi meluncurkan “Polri Awards in Support of HeForShe Movement” 2025, sebuah penghargaan bergengsi yang memberikan apresiasi khusus kepada para pemimpin laki-laki di tubuh Polri atas kontribusinya dalam mendorong kesetaraan gender serta memperkuat peran Polisi Wanita (Polwan). Dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-77 Polwan RI, penghargaan ini menjadi bagian dari kerja sama strategis Polri bersama UN Women Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya berskala nasional, tetapi juga menempatkan Polri sejajar dengan institusi-institusi kepolisian dunia yang berkomitmen terhadap inklusivitas. “Pengarusutamaan gender di tubuh Polri adalah strategi kelembagaan. Ini memperkuat profesionalisme, membuka jalan bagi Polwan menempati posisi strategis, dan menegaskan bahwa Polri berkomitmen pada tata kelola keamanan yang adil, humanis, dan menghormati HAM,” ujar Irjen Pol. Arradina Zessa Devy, salah satu senior Polwan RI, dalam peluncuran program tersebut. Nominasi dibuka bagi Kepala Satuan Kerja (Kasatker) dan Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil). Proses seleksi tidak main-main. Para kandidat dinilai berdasarkan tiga kriteria utama: Kepemimpinan, yaitu integritas, komitmen, dan inovasi dalam mendorong kesetaraan gender, Dampak, yaitu sejauh mana kebijakan dan aksi nyata mereka memberi pengaruh positif di internal maupun eksternal Polri, Keberlanjutan , yaitu upaya menjaga konsistensi serta keberlanjutan program kesetaraan gender. Dewan juri terdiri dari tokoh-tokoh kredibel lintas bidang, seperti Jaleswari Pramodhawardani (Kepala Lab45), Choirul Anam (Komisioner Kompolnas), Ratna Batara Munti (Wakil Ketua Komnas Perempuan), Nur Hasyim (Co-Founder Aliansi Laki-Laki Baru), serta Sonya Hellen Sinombor (jurnalis senior). Proses nominasi dimulai sejak 19 Agustus 2025 melalui distribusi panduan teknis ke seluruh jajaran Polri. Setelah itu, akan ada kampanye publik hingga 25 Agustus, pengumuman nominator pada 1 September, serta visitasi lapangan 5–10 September 2025. Puncak acara akan digelar pada 24 September 2025, ditandai dengan malam penganugerahan dan peluncuran buku “HeForShe Indonesia: Praktik Baik Menuju Kesetaraan”. Menurut Jaleswari Pramodhawardani, penghargaan ini tidak hanya penting bagi Polri, tetapi juga menjadi praktik baik yang bisa diadopsi oleh institusi lain, baik nasional maupun global. “Polri telah menerjemahkan komitmen dalam aksi nyata. Ini bisa menjadi contoh bagi lembaga lain di seluruh dunia,” ungkapnya. Sementara itu, Choirul Anam menilai langkah ini akan meningkatkan kepercayaan publik. “Pengakuan terhadap pemimpin Polri yang mendorong kesetaraan gender membuat institusi ini lebih humanis dan akuntabel. Ini bukti Polri serius berbenah,” jelasnya. Dari perspektif Komnas Perempuan, Ratna Batara Munti menekankan pentingnya peran pimpinan laki-laki sebagai pendukung strategis Polwan. “Dengan penghargaan ini, pimpinan didorong menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari kekerasan. Ini vital untuk memperkuat peran Polwan, terutama dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan,” tuturnya. Dukungan penuh datang dari UN Women Indonesia melalui Dwi Yuliawati, Head of Programmes, yang menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan hanya urusan perempuan. “Kesetaraan gender adalah tujuan bersama. Butuh keterlibatan semua pihak, baik laki-laki maupun perempuan, untuk menciptakan lingkungan kerja kepolisian yang inklusif dan adil,” ucapnya. Sebagai penanggung jawab kegiatan, Kombes Pol. Bayu Dewantoro, Kabaggassus Robinkar SSDM Polri, menutup dengan optimisme. “Kami berharap para pemimpin Polri terus menjadi agen perubahan, memberi inspirasi, dan kontribusi nyata. Proses penilaian akan ketat dan objektif, sehingga pemenang benar-benar terbukti berdampak di lapangan,” jelasnya. Dengan inisiatif ini, Polri semakin meneguhkan diri sebagai institusi modern dan inklusif, sejalan dengan visi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam mewujudkan Polri Presisi.   Penulis : GF Editor : GF 21 Agu 2025, 06:10 WIT
Ditpolairud Polda Maluku Selamatkan 25 Warga Hunut dari Keramba Apung Papuanewsonline.com, Ambon — Gelombang rasa syukur dan lega menyelimuti warga Desa Hunut, Kecamatan Teluk Ambon, setelah sebanyak 25 orang berhasil dievakuasi dari sebuah keramba apung yang nyaris menjadi tempat terjebaknya puluhan nyawa. Aksi penyelamatan dramatis itu dilakukan oleh Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku pada Selasa (19/8), usai menerima laporan masyarakat mengenai kondisi darurat tersebut. Di bawah pimpinan Direktur Ditpolairud Kombes Pol Handoyo Santoso, S.I.K., M.Si., tim bergerak cepat dengan mengerahkan kapal patroli menuju lokasi. Situasi mendesak mengingat di antara korban terdapat anak-anak, balita, hingga seorang lansia berusia 72 tahun yang membutuhkan penanganan segera. “Keselamatan jiwa masyarakat adalah hukum tertinggi. Sesuai arahan Bapak Kapolda Maluku, kami berkomitmen untuk memberikan respons cepat dalam setiap kondisi darurat,” tegas Kombes Handoyo kepada awak media. Proses evakuasi berlangsung penuh kewaspadaan. Petugas Ditpolairud secara bertahap memindahkan korban dari keramba apung ke kapal patroli. Balita berusia 3 tahun dan seorang lansia langsung dievakuasi lebih dulu. Begitu tiba di darat, keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Ottoquik Passo untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, warga lainnya dibawa menuju Markas Komando (Mako) Ditpolairud Lateri. Di sana mereka menerima pertolongan lanjutan, termasuk pemeriksaan kesehatan, logistik, dan pendampingan psikologis ringan. Kombes Handoyo menjelaskan, operasi penyelamatan ini juga melibatkan koordinasi intensif dengan instansi terkait. Tujuannya adalah memastikan kebutuhan warga pasca-evakuasi dapat segera ditangani dengan baik. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menghubungi aparat keamanan terdekat jika menghadapi situasi darurat. Kehadiran Polri adalah untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah pesisir dan perairan,” tambahnya. Aksi cepat Ditpolairud ini menjadi bukti bahwa peran Polri tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan secara langsung. Dengan medan geografis Maluku yang sebagian besar berupa laut, kemampuan dan kesiapsiagaan aparat kepolisian laut menjadi sangat vital. Keberhasilan evakuasi ini pun diapresiasi oleh warga Desa Hunut yang merasa terbantu dengan hadirnya aparat di saat krisis. “Kami sangat berterima kasih kepada polisi. Kalau tidak segera ditolong, entah apa yang akan terjadi pada kami,” ujar seorang warga dengan mata berkaca-kaca. Penulis : GF Editor : GF 21 Agu 2025, 06:03 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT