logo-website
Senin, 11 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Politik Homepage
PSU di Boven Digoel Berjalan Tertib dan Demokratis Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (6/8/2025), berlangsung dalam suasana yang aman, tertib, dan demokratis. Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) turut mengawal secara langsung jalannya PSU dengan menerjunkan dua tim pemantauan ke sejumlah lokasi strategis. Tim pertama dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Mohammad K. Koba. Sejak pagi, tim ini memantau pelaksanaan pemungutan suara di sekitar 25 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Distrik Mandobo. “Kami melihat langsung antusiasme masyarakat. Mereka mengantre dengan tertib, tidak ada kerumunan atau aktivitas yang mengarah kepada dukungan terhadap pasangan calon tertentu,” ujar Koba kepada wartawan usai meninjau TPS-TPS utama. Beberapa TPS yang dikunjungi Tim I di antaranya TPS 04 Sokanggo (lokasi pencoblosan Calon Bupati Athanasius Koknak), TPS 04 Persatuan (tempat mencoblos Calon Bupati Yakobus Waremba), serta TPS 08 Persatuan Jalan Arimop (Calon Wakil Bupati H. Suharto). Koba menegaskan, suasana kondusif yang tercipta menunjukkan kedewasaan politik masyarakat Boven Digoel dalam menyalurkan hak pilihnya. Ia berharap tingkat partisipasi pemilih dalam PSU ini akan tinggi, sejalan dengan semangat demokrasi yang sehat. Sementara itu, Tim kedua yang dipimpin oleh Staf Khusus Menko Polkam, Teddy Mantoro, melakukan pemantauan di TPS-TPS strategis lainnya. Mereka mengunjungi TPS 11 Kampung Persatuan (tempat Calon Bupati Roni Omba mencoblos), TPS 16 Perumahan Ampera (Calon Wakil Bupati Marlinus), serta TPS khusus 901 di Lapas Kelas III Tanah Merah. Di TPS 901, pemungutan suara berlangsung tertib di bawah pengamanan yang ketat. Dari 57 daftar pemilih tetap, 22 di antaranya merupakan warga binaan, sementara sisanya terdiri dari petugas lapas dan eks narapidana yang masih wajib lapor. Kemenko Polkam menegaskan bahwa pemantauan ini merupakan bagian dari upaya menjaga integritas proses demokrasi. Tim Desk Pilkada Serentak hadir bukan untuk mengambil alih wewenang penyelenggara, melainkan sebagai fasilitator yang memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pemantauan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, KPUD, Bawaslu, dan aparat keamanan setempat. Mereka bersama-sama memastikan bahwa PSU berlangsung sesuai asas LUBER JURDIL (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil). Dengan pengawasan yang ketat, serta antusiasme warga yang tinggi, PSU di Boven Digoel diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap hasil akhir pilkada dan menjadi tonggak penting bagi penguatan demokrasi lokal di Papua Selatan. (GF) 06 Agu 2025, 15:47 WIT
Tim Kemenko Polkam Pastikan PSU Berjalan Lancar di Tiga Wilayah Papuanewsonline.com, Jayapura – Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Rabu, 6 Agustus 2025, tim dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan teknis dan keamanan di tiga daerah penting: Provinsi Papua (Jayapura), Kabupaten Boven Digoel (Papua Selatan), dan Kabupaten Barito Utara (Kalimantan Tengah). Peninjauan ini merupakan arahan langsung dari Menko Polkam, Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, sebagai bentuk keseriusan pemerintah pusat dalam menjaga kualitas dan integritas demokrasi lokal. "Secara umum, kesiapan PSU sudah sangat matang, baik dari unsur penyelenggara maupun pengawas," tegas Mayjen TNI Heri Wiranto, Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polkam sekaligus Ketua Desk Pilkada Serentak. Tim Kemenko Polkam memantau langsung distribusi logistik hingga ke wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini dan memastikan seluruh prosedur sesuai dengan ketentuan. Heri juga menegaskan bahwa Bawaslu telah menjalankan langkah preventif, termasuk edukasi pasal-pasal pidana pemilu kepada masyarakat guna menekan potensi pelanggaran. Sementara itu, tim lainnya yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri, Mohammad K. Koba, menyambangi Boven Digoel untuk mengecek kesiapan TPS, logistik, dan menyaksikan langsung proses pemusnahan surat suara berlebih di gudang KPU sebagai bentuk transparansi. “Kami ingin memastikan bahwa semua tahapan PSU berjalan jujur, adil, dan akuntabel. Pemerintah pusat siap memfasilitasi setiap kendala di lapangan,” tegas Koba. Kesiapan serupa juga dikonfirmasi oleh Letjen TNI (Purn) Yoedhi Swastanto, Staf Khusus Menko Polkam, saat meninjau Kabupaten Barito Utara. Ia memastikan semua unsur penyelenggara PSU, mulai dari KPU, Bawaslu hingga aparat keamanan, telah siap sepenuhnya. Dalam kunjungannya ke Kecamatan Teweh Tengah, Yoedhi melihat langsung kesiapan TPS dan menyampaikan bahwa logistik tinggal didistribusikan. "Kami berharap ini menjadi PSU terakhir di Barito Utara. Komitmen semua pihak sudah kuat, tinggal memastikan eksekusi di hari H berjalan mulus," katanya. Tim juga menekankan bahwa kehadiran mereka bukan untuk mengambil alih tugas penyelenggara, tetapi sebagai fasilitator pusat-daerah agar proses berjalan sesuai hukum dan prinsip demokrasi yang sehat. (GF)   05 Agu 2025, 23:00 WIT
Kemenko Polkam Harap PSU di Papua Berjalan Sukses Papuanewsonline.com, Jayapura – Tim pemantau yang dibentuk oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyatakan harapan besar agar pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Provinsi Papua dapat berjalan lancar dan tuntas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Jayapura oleh Mayor Jenderal Heri Wiranto, Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri, usai menggelar Rapat Koordinasi Kesiapan PSU yang dilaksanakan atas arahan Menko Polkam Budi Gunawan pada Senin (4/8/2025). “Kami, tim pemantau dari Kemenko Polkam, berharap agar seluruh kesiapan yang tadi disampaikan oleh penyelenggara pemilu, termasuk pemerintah daerah, dapat terlaksana dengan baik mulai tanggal 6 Agustus dan terus berlanjut hingga pelaksanaan PSU selesai,” ujar Heri Wiranto yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pemantau PSU. Kemenko Polkam juga menyoroti pentingnya kesiapan teknis dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), khususnya terkait dengan logistik dan koordinasi anggaran. Heri mengungkapkan bahwa dukungan anggaran dari pemerintah daerah sudah disiapkan sejak sebulan yang lalu, sementara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah mulai menjalankan fungsi pengawasan di lapangan. Dalam aspek keamanan, Heri memastikan bahwa aparat TNI-Polri telah siap mengamankan seluruh jalannya PSU. Polda Papua dalam rapat koordinasi menyampaikan bahwa titik-titik rawan telah dipetakan, dan langkah-langkah mitigasi telah disiapkan untuk mencegah potensi gangguan. “Kerawanan yang ada sudah dibahas dan diantisipasi dengan baik. Kami berharap seluruh pihak yang terlibat dalam PSU ini dapat menjalankan proses sesuai aturan dan tidak ada hal-hal yang dapat merugikan jalannya pemungutan suara,” tegas Heri. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan PSU di Papua merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kualitas demokrasi. “Kami bertekad bahwa PSU yang dilaksanakan di Provinsi Papua ini harus tuntas dan berjalan sesuai rencana,” pungkasnya. Rakor Kesiapan PSU Papua dihadiri oleh pejabat dari berbagai lembaga terkait, antara lain PJ Gubernur Papua, Wakapolda Papua, Kabinda Papua, serta Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Papua. (GF) 05 Agu 2025, 13:07 WIT
Logistik PSU Papua Didistribusikan, Wamendagri Harap Berjalan Damai Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, secara resmi melepas distribusi logistik Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua di eks Terminal Entrop, Kota Jayapura. PSU ini merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menjadi bagian dari proses demokrasi di Papua. Dalam sambutannya, Wamendagri Ribka Haluk menekankan pentingnya pelaksanaan PSU yang penuh integritas dan tanggung jawab. "Pelaksanaan PSU di Papua memiliki arti strategis sebagai barometer demokrasi di wilayah timur Indonesia," ujarnya. Ribka Haluk mengapresiasi kolaborasi antara KPU, Bawaslu, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mempersiapkan PSU. "Dengan semangat gotong royong dan koordinasi lintas sektor, kita dapat menjadikan PSU ini bukan sekadar pengulangan, tetapi pembuktian bahwa Papua mampu menjadi teladan dalam menjaga martabat demokrasi," tegasnya. Wamendagri Ribka Haluk juga berpesan kepada KPU dan Bawaslu untuk menjalankan tugas dengan integritas, profesionalisme, dan keberanian moral, serta memastikan netralitas ASN. "Mari kita jaga proses ini dengan sebaik-baiknya. Jangan ada ruang bagi kesalahan, pelanggaran, manipulasi, maupun intimidasi selama pelaksanaan PSU," kata Wamendagri. Ia mengajak masyarakat Papua untuk berpartisipasi aktif dalam PSU dengan menggunakan hak pilih dengan bijak. "Mari kita datang ke TPS, gunakan hak pilih dengan bijak, dan tunjukkan bahwa masyarakat Provinsi Papua adalah masyarakat yang cerdas, cinta damai, dan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat," ucapnya. Wamendagri Ribka Haluk menyadari bahwa pelaksanaan PSU membutuhkan biaya dan waktu yang besar. "Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk PSU seharusnya bisa digunakan untuk membangun jalan, menyediakan air bersih, memperbaiki sekolah, dan meningkatkan layanan kesehatan. Ini soal tanggung jawab moral kita kepada masyarakat," tegasnya. (jidan)   05 Agu 2025, 01:43 WIT
ASN Papua Diminta Sukseskan PSU, Kobarkan Nasionalisme, dan Percepat Realisasi Anggaran Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berperan aktif dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan segera dilaksanakan. Hal ini disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, saat memimpin Apel Gabungan di halaman Kantor Gubernur Papua, Senin (4/8/25). Dalam amanatnya, Pj. Sekda menekankan bahwa partisipasi ASN dalam PSU adalah wujud tanggung jawab konstitusional sebagai warga Papua untuk memilih pemimpin yang akan memimpin provinsi ini selama lima tahun ke depan. "Partisipasi ASN adalah wujud tanggung jawab konstitusional sebagai warga Papua untuk memilih Pemimpin kita 5 Tahun ke depan," tegas Suzana Wanggai. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pj. Sekda juga mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengibarkan bendera merah putih dan umbul-umbul sebagai simbol semangat nasionalisme. "Walau terdapat keterbatasan anggaran, semangat nasionalisme harus tetap dinyatakan secara simbolik dan nyata," ungkapnya. Selain itu, Pj. Sekda mengingatkan pentingnya percepatan realisasi anggaran yang masih rendah, baru mencapai 43%. Dia meminta agar belanja dipercepat dan program disesuaikan dengan dinamika yang ada. "Jangan memaksakan kegiatan yang tidak memungkinkan. Fokus pada efisiensi dan efektivitas," jelasnya. Pj. Sekda juga menyoroti pengelolaan media sosial yang bijak. Dia menekankan bahwa ASN perlu mengelola akun media sosial secara profesional untuk mendukung citra positif pemerintah. Pj. Sekda meminta Dinas Komunikasi dan Informatika untuk terus melakukan pendampingan kepada seluruh SKPD terkait pengelolaan media sosial mereka. "Sebagai instansi teknis, Dinas Komunikasi dan Informatika diminta untuk terus melakukan pendampingan terhadap pengelola media sosial di seluruh SKPD," ujarnya. Di akhir amanatnya, Pj. Sekda mengajak ASN untuk menjaga kekompakan dan kolaborasi antar OPD, mengingat kerja kolaboratif adalah kunci kemajuan Papua. "Kerja kolaboratif adalah kunci kemajuan Papua," tutup Suzana Wanggai. Pj. Sekda juga menyampaikan rasa empati atas insiden kecelakaan yang dialami seorang ASN saat menuju apel dan menekankan pentingnya keselamatan berkendara. Sebagai bentuk perhatian, pagar halaman kantor sementara tidak ditutup. "Disiplin penting, tapi keselamatan jauh lebih utama," pungkasnya. (jidan)   05 Agu 2025, 01:38 WIT
Pj Gubernur Papua Ajak Masyarakat Supiori Jaga Kondusifitas Jelang PSU Papuanewsonline.com, Supiori – Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Supiori dalam rangka menyampaikan pesan penting jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang akan digelar pada 6 Agustus 2025. Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Bupati Supiori, Sabtu (2/8/25), Fatoni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi yang damai, aman, dan kondusif demi suksesnya PSU. "Mari kita jaga bersama iklim yang kondusif ini. Jangan biarkan perbedaan politik merusak tali persaudaraan. Kita jaga kedamaian, dan pilih pemimpin terbaik untuk Papua," ujar Agus Fatoni di hadapan jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Pj Gubernur juga memberikan apresiasi tinggi terhadap Kabupaten Supiori yang dinilai mampu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika politik yang sedang berlangsung. Dalam arahannya, Fatoni menekankan bahwa pemilihan umum merupakan hak demokratis rakyat yang hanya datang lima tahun sekali. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat tidak golput dan memanfaatkan hak suara sebaik-baiknya. "Jangan sia-siakan kesempatan ini. Tanggal 6 Agustus sudah ditetapkan sebagai hari libur. Gunakan waktu itu untuk datang ke TPS dan berpartisipasi aktif dalam menentukan masa depan Papua," tegasnya. Ia juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan – mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, tokoh agama, adat, dan masyarakat umum – untuk bersinergi menyukseskan PSU agar berjalan lancar, jujur, dan adil. Selain menyerukan stabilitas, Agus Fatoni juga mengingatkan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak. Ia meminta masyarakat untuk membanjiri media sosial dengan narasi positif tentang Papua, agar semangat persatuan tetap terjaga dan tidak mudah dipecah belah oleh informasi palsu atau hoaks. "Mari kita jadikan media sosial sebagai sarana menyampaikan pesan damai, semangat persatuan, dan informasi yang membangun," pungkasnya. Fatoni berharap PSU di Papua, khususnya di Supiori, bisa menjadi contoh demokrasi yang sehat dan bermartabat. (jidan)   03 Agu 2025, 17:35 WIT
Kisruh Surat Suara di Tembagapura: DKPP Sidangkan KPU Mimika, Integritas Pemilu Dipertaruhkan Papuanewsonline.com, Jayapura – Integritas pemilu di Kabupaten Mimika kini menjadi sorotan tajam. Enam pejabat penyelenggara pemilu, termasuk Ketua dan Anggota KPU Mimika, tengah disidang oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) atas dugaan pelanggaran etik serius terkait pembagian sisa surat suara Pilkada 2024 di Distrik Tembagapura. Sidang perkara nomor 123-PKE-DKPP/IV/2025 ini digelar pada Rabu (30/7/2025) di Kantor KPU Provinsi Papua. Mereka yang disidang antara lain Ketua KPU Mimika Dete Abugau, empat anggota KPU lainnya, serta Ketua PPD Tembagapura Antonius Jamawe. Kasus bermula dari aduan Yakob Ismael Kmur, yang menuduh adanya pembagian 1.541 surat suara sisa secara tidak sah kepada seluruh pasangan calon. Dakwaan itu menyebut bahwa Antonius Jamawe secara aktif menganjurkan pembagian tersebut, sementara KPU Mimika dianggap gagal memberikan teguran sebagaimana mestinya. Namun dalam pembelaannya, Antonius menyatakan bahwa permintaan pembagian berasal dari saksi-saksi paslon yang mendesak agar surat suara digunakan. “Itu bukan inisiatif saya, para saksi ngotot minta dibagi,” ungkap Antonius di hadapan majelis DKPP. Anggota KPU Mimika, Hironimus Kia Ruma, yang juga menjadi saksi dalam sidang, mengakui telah memberi teguran langsung kepada Antonius dan memerintahkan agar surat suara dikembalikan serta perolehan suara dikoreksi. “Saya instruksikan agar surat suara sisa dikembalikan dan data dikembalikan ke kondisi awal,” tegas Hironimus. Ia juga mengklarifikasi bahwa perbedaan data pemilih tetap yang sempat ditemukan merupakan kesalahan pengetikan dan tidak memengaruhi hasil akhir. Sidang ini menjadi momen penting untuk menguji sejauh mana penyelenggara pemilu menjunjung nilai akuntabilitas, netralitas, dan profesionalisme. DKPP akan menilai secara menyeluruh apakah para teradu terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu, dan sanksi apa yang akan dijatuhkan. Publik menaruh harapan besar bahwa proses ini berjalan secara transparan dan adil, agar kepercayaan terhadap pemilu tidak terkikis. "Pemilu adalah pondasi demokrasi. Setiap pelanggaran, sekecil apa pun, dapat merusak legitimasi seluruh prosesnya," kata seorang pengamat pemilu di Jayapura. Jika terbukti melanggar, keputusan DKPP atas kasus ini akan menjadi preseden penting untuk pengawasan pemilu di Papua dan daerah lain. Keberanian menegakkan etika di tengah tekanan politik dan dinamika lapangan adalah kunci menjaga marwah demokrasi.(jidan)   02 Agu 2025, 20:24 WIT
Prabowo Pimpin Rapat Ekonomi Strategis di Hambalang: Bahas Ketahanan Nasional Papuanewsonline.com, Bogor – Di tengah dinamika ekonomi global yang tak menentu, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penting bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di kediamannya, Hambalang, Bogor, Kamis (31/07/2025). Pertemuan strategis ini membahas arah kebijakan ekonomi Indonesia ke depan, serta langkah konkret yang harus diambil untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan nasional. Dalam rapat tersebut, DEN melaporkan bahwa dunia saat ini berada dalam periode ketidakpastian ekonomi tertinggi dalam sejarah, yang dipicu oleh tensi geopolitik, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi dan pasar keuangan global. Meski tantangan membayangi, optimisme terhadap ketahanan ekonomi Indonesia tetap menguat. “Kita harus siaga, tapi jangan kehilangan arah. Justru dalam krisis seperti ini, bangsa besar menunjukkan kepemimpinannya,” ujar Presiden Prabowo dalam arahannya. Prabowo menekankan pentingnya antisipasi dini dan respon terukur terhadap perubahan global yang cepat. Ia menginstruksikan agar kebijakan ekonomi nasional difokuskan pada sektor-sektor strategis yang berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, serta penguatan daya beli masyarakat. Salah satu sorotan utama adalah keberhasilan Indonesia dalam menjalin kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat, yang membuka peluang besar untuk peningkatan ekspor produk padat karya dan masuknya investasi baru. Langkah ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi domestik sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Presiden juga kembali menegaskan urgensi deregulasi dan penyederhanaan birokrasi, agar proses investasi lebih cepat dan efisien. Ia menilai momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional menuju kemandirian dan daya saing tinggi. “Dunia berubah cepat. Kita tidak bisa berjalan lambat,” tegas Prabowo. Rapat ini menunjukkan komitmen pemerintahan Prabowo untuk secara aktif merespons tantangan global, sekaligus merumuskan kebijakan ekonomi nasional yang kokoh, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. (Ning)   01 Agu 2025, 21:00 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT