Papuanewsonline.com
BERITA TAG Hukum
Homepage
Cegah Penyelundupan Satwa Lindung, Balai Karantina Awasi Ketat Pelabuhan dan Bandara di Timika
Papuanewsonline.com, Timika, – Penyelundupan satwa lindung keluar dari Papua Tengah terus menjadi ancaman serius, terutama di Timika sebagai daerah transit bagi Kabupaten lain di Provinsi Papua Tengah.Untuk mengantisipasi penyelundupan satwa lindung maka balai karantina hewan, Ikan, dan Tumbuhan di Kabupaten Mimika terus meningkatkan pengawasan secara ketat, baik di bandara maupun pelabuhan." Kami melakukan pengawasan secara ketat baik di pelabuhan maupun bandara, terutama barang bawaan penumpang," ujar Ferdi selaku kepala balai karantina di Timika, Rabu (11/6/2025).Kata Ferdi, dalam proses pengawasan, balai karantina secara aktif menjalin kerjasama dan koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Lembaga-lembaga seperti Kepolisian, TNI dan Dinas kehutanan." Semua dilibatkan untuk memastikan pengawasan yang komprehensif dan efektif, jadi kami juga menjalin koordinasi antar-instansi dalam pertukaran informasi, serta dalam pemantauan yang lebih terintegrasi, sehingga menutup peluang bagi para penyelundup untuk beroperasi," Tegasnya. Ferdi menegaskan bahwa Balai karantina tetap berkomitmen untuk menindak dan mengambil sikap tegas terhadap setiap pelaku yang mencoba melakukan penyelundupan satwa lindung. " Bilah ada temuan, pelaku langsung kita proses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku, dan barang bukti akan disita," Sorot Ferdi.Nantinya lanjut Ferdi, Satwa yang berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan akan diserahkan kepada Dinas kehutanan untuk mendapatkan perawatan dan rehabilitasi yang intensif sebelum dikembalikan ke habitat asli. " Kami sangat berharap bantuan dari masyarakat untuk turut serta dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati dengan melaporkan setiap kecurigaan atau informasi terkait penyelundupan satwa lindung kepada pihak berwenang," Pungkasnya.Ferdi mengatakan, Dengan kerja sama antar instansi dan dukungan partisipasi aktif dari masyarakat, merupakan upayah pencegahan yang baik dalam melindungi satwa di Papua dari penyelundupan.( Jidan )
11 Jun 2025, 22:53 WIT
Anggota TPNPB/OPM Kodap Puncak, Yekis Wanimbo Diringkus Beserta Senjata Api di Mimika
Papuanewsonline.com, Timika, – Satu Anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka ( TPNPB/OPM) Kodap Puncak, atas nama Yekis Wanimbo, alias Salahmakan Tabuni diringkus tim Gabungan Satgas Gakkum dan Satgas Intel Operasi Damai Cartenz, di Timika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (10/6/2025).Yekis Wanimbo alias Salahmakan merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Puncak.Yekis Wanimbo terlibat dalam aksi pembakaran Camp PT. Unggul di Kampung Mundidok, Kabupaten Puncak, Papua, pada 2021 silam.Usai ditangkap, Yekis Wanimbo langsung dibawa ke Posko Gakkum Unit Timika untuk diperiksa secara intensif.Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, didampingi Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyatakan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menegakkan hukum terhadap pelaku kejahatan bersenjata di Papua.“Salahmakan Tabuni merupakan bagian dari kelompok KKB pimpinan Numbuk Telenggen. Ia berperan aktif dalam aksi pembakaran fasilitas vital milik PT. Unggul di Puncak pada Tahun 2021,” ujar Brigjen Faizal.Faizal mengatakan, Berdasarkan penyelidikan, Salahmakan terlihat bersama Beniku Tabuni dan Alenus Tabuni saat membakar camp PT. Unggul." Pelaku ini terlihat dengan dua rekanya menyiram bangunan dengan bensin dan membakarnya menggunakan korek api," Ucap Faizal.Brigjen Faizal mengakui Tersangka diketahui bernama lengkap Yekis Wanimbo, lahir di Ilaga, 1 Februari 1994, beralamat di Desa Walani, Kwamki Narama. " Selain berprofesi sebagai petani, ia juga diketahui aktif mendulang emas di Kali Kuluk, Distrik Tembagapura, yang hasilnya diduga digunakan untuk mendanai kegiatan KKB, termasuk pembelian senjata api," tegas Brigjen Faizal.Brigjen Faizal menjelaskan Dalam proses penangkapan itu, Tim gabungan menyita sejumlah barang bukti penting yaitu:- 1 pucuk senjata api jenis Revolver buatan Pindad, nomor seri AE S 030190- 1 tas bercorak Bintang Kejora- 1 foto berlatar merah almarhum Nanditer Waker (Kepala Desa Walani)- Uang tunai pecahan Rp100.000, Rp10.000, dan koin logam- Buku tabungan Bank Papua atas nama tersangka- 2 bungkus emas hasil pendulangan- 2 unit HP (Nokia dan Vivo)- Dompet berisi dokumen pribadi dan materaiBrigjen Faizal membenarkan bahwa Dari hasil sinyal intelijen, diketahui bahwa pada Senin (9/6/2025), Salahmakan merencanakan pergeseran ke Timika dan mengubah penampilannya dengan mencukur rambut serta jenggot untuk menghindari identifikasi. " Tersangka turun ke kota Timika hendak menemui seseorang bernama Yoyakim Mujizau, yang kini juga tengah dalam penyelidikan," jelas Faizal.Lanjut Faizal Saat dilakukan pengembangan terhadap kasus kepemilikan senjata, aparat berhasil mendapatkan senjata api revolver milik tersangka melalui penggalangan informasi.Senjata tersebut diserahkan di Kampung Utikini, Distrik Tembagapura, dan kemudian dibawa ke Posko Gakkum Mimika pada Rabu (11/6/2025) pukul 05.03 WIT," Terangnya.Brigjen Faizal menjelaskan bahwa Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui terlibat dalam aksi pembakaran, meski mengklaim hanya ikut serta tanpa menyulut api. " Tersangka juga mengakui membeli senjata revolver tersebut seharga Rp30 juta dari seseorang warga suku Damal di Distrik Tembagapura, tanpa disertai amunisi," tegas Faizal.Sementara itu Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo menyampaikan bahwa Polri bekerja di bawah payung hukum dan Undang-Undang yang berlaku. Dalam setiap penegakan hukum, pendekatan persuasif selalu diutamakan.“Jika dalam proses penangkapan tidak ada perlawanan, maka upaya persuasif menjadi prioritas. Namun, apabila aparat diserang, maka tindakan tegas berupa tembakan balasan adalah langkah perlindungan diri yang sah secara hukum,” tegas Kombes Yusuf.Kombes Yusuf mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh propaganda kelompok bersenjata dan terus mendukung aparat dalam menjaga keamanan di Papua.“Keberhasilan ini tidak lepas dari peran serta masyarakat. Kami harap kerja sama ini terus berlanjut demi terciptanya Papua yang aman dan damai,” pungkasnya.Lanjut kata Dia, Saat ini Satgas Operasi Damai Cartenz masih mendalami keterlibatan tersangka dalam jaringan distribusi senjata dan pendanaan KKB lainnya." Pemeriksaan lanjutan akan menjadi dasar pengembangan terhadap jaringan kelompok bersenjata pimpinan Numbuk Telenggen di Kabupaten Puncak," jelas Kombes Yusuf.(Hendrik)
11 Jun 2025, 20:54 WIT
Wakapolda Maluku Apresiasi Perawatan dan Kelengkapan Kendaraan Brimob
Papuanewsonline.com, Ambon - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Samudi, S.IK., M.H, memberikan apresiasi kepada Satuan Brimob Polda Maluku karena telah merawat kendaraan dinas dengan baik.Apresiasi disampaikan saat Wakapolda Maluku memimpin kegiatan pemeriksaan kendaraan dinas dan personel Sat Brimob di Lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Kota Ambon, Rabu (11/6/2025).Pemeriksaan kendaraan dinas mencakup roda dua (R2), roda empat (R4), dan roda enam (R6). Sementara pemeriksaan personel mencakup tampang dan kelengkapan pribadi seluruh anggota Brimob. "Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polda Maluku dalam memastikan kesiapan operasional dan kedisiplinan personel di lapangan," kata Wakapolda dalam sambutannya. Hadir dalam kegiatan itu, Karo Logistik, Kabid Propam, Dansat dan Wadansat Brimob Polda Maluku.Wakapolda menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab setiap personel, khususnya dalam hal kehadiran dan izin. Ia menegaskan, personel yang sakit harus menyertakan keterangan medis yang sah. Sementara personel yang melaksanakan tugas luar harus memiliki surat perintah (sprin) yang jelas.“Saya apresiasi kondisi kendaraan dinas Satuan Brimob yang terlihat sangat rapi dan lengkap. Ini menunjukkan kesiapan dan kedisiplinan yang baik,” ungkap Irjen Samudi.Pemeriksaan personel dan kendaraan dilakukan oleh tim Propam dan Biro Logistik Polda Maluku. PNO-12
11 Jun 2025, 14:37 WIT
Kapolda Maluku Terima Kunjungan Danguspurla Koarmada III
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Drs. Eddy Sumitro Tambunan, M.Si, menerima kunjungan dari Komandan Guspurla Koarmada III, Laksamana Pertama TNI Lewis N. Nainggolan.Kedatangan Laksma TNI Lewis Nainggolan bertujuan untuk berpamitan, sekaligus memperkenalkan Pejabat Guspurla Koarmada III yang baru, yaitu Kolonel Laut (P) Andri Kristianto.Rencananya, proses serah terima jabatan Danguspurla Koarmada III akan dilakukan pada 12 Juni 2025. Laksma TNI Lewis Nainggolan mendapatkan promosi jabatan sebagai Wasrena KASAL di Mabes TNI Angkatan Laut.Kedatangan Danguspurla bersama pejabat yang baru beserta sejumlah staf, disambut hangat oleh Kapolda Maluku di ruang tamu Kapolda, Markas Polda Maluku, Selasa (10/6/2025).Dalam kunjungan silaturahmi tersebut, Kapolda Maluku didampingi Direktur Polairud, Lalu Lintas, Pamobvit, Reskrimum, Dansat Brimob, dan Kepala SPN Polda Maluku.Saat pertemuan, Laksma TNI Lewis Nainggolan menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk bersilaturahmi. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergitas yang telah terbangun sangat baik antara Guspurla dan Polda Maluku selama masa jabatannya.“Kami mohon ijin pamit karena telah dipromosikan sebagai Wasrena KASAL. Terima kasih kepada Bapak Kapolda dan seluruh jajaran atas kerja sama yang telah terjalin baik. Sinergitas antara Guspurla dan Polda Maluku selama ini berjalan cukup solid,” ungkapnya.Kapolda Maluku menyambut positif kedatangan rombongan. Ia juga memberikan apresiasi atas peran serta Guspurla dalam mendukung tugas-tugas Kepolisian, khususnya dalam menjaga wilayah maritim Maluku.“Saya ucapkan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Untuk Laksma TNI Lewis, semoga amanah dan sukses di tempat tugas baru. Dan kepada Kolonel Laut (P) Andri Kristianto, selamat atas jabatan baru. Kami berharap sinergi ini terus dilanjutkan dan ditingkatkan,” pinta Kapolda.Kapolda menegaskan, Polda Maluku dan Guspurla Koarmada III akan terus bersinergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga keutuhan NKRI di wilayah strategis Maluku yang dikenal sebagai Bumi Raja-Raja.Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, di akhir kegiatan dilakukan penukaran plakat antara Kapolda Maluku dan Danguspurla Koarmada III, dilanjutkan dengan foto bersama. PNO-12
11 Jun 2025, 14:21 WIT
1 Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak Dengan Satgas Ops Damai Cartenz
Papuanewsonline.com, Jayawijaya — Satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga anak buah Egianus Kogoya tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz di Kampung Pugima, Distrik Welalelama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (9/6) malam.Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., membenarkan adanya kontak tembak tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Hari Senin sekitar pukul 18.36 WIT saat Tim Satgas Gakkum melakukan patroli, dan tiba-tiba terdengar tembakan dari arah kiri depan kendaraan tim. Aparat kemudian membalas tembakan tersebut.“Tim Gakkum yang disusul oleh Satgas Tindak dari arah longsoran Kurima langsung melakukan penyekatan menuju Jalan Tembus Pugima. Sekitar pukul 21.18 WIT, kembali terjadi kontak tembak antara Tim Satgas Gakkum 2 yang dipimpin AKP Budi Basra dengan sekitar tujuh anggota KKB di wilayah Kampung Maima, Distrik Asotipo,” ujar Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.Dalam baku tembak itu, satu anggota KKB dilaporkan tewas dan ditemukan jatuh ke jurang. Jenazah KKB tersebut kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk proses identifikasi. Adapun identitasnya masih didalami namun diduga kuat bahwa jenazah anggota KKB tersebut merupakan salah satu anak buah Egianus Kogoya."Dari hasil identifikasi sementara, jenazah anggota KKB tersebut merupakan anggota KKB pimpinan Egianus Kogoya. Hal ini berdasarkan kecocokkan ciri fisik, wajah, pakaian, serta dokumentasi visual yang pernah beredar saat mereka bersama Egianus Kogoya. Saat ini kami masih melakukan pendalaman untuk identitasnya" tambah Brigjen Faizal.Barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian antara lain satu unit handy talky (HT), satu unit ponsel Vivo Y17, dan satu bungkus ganja kering. Anggota KKB tersebut juga diduga merupakan residivis kasus narkotika jenis ganja.Diperkirakan, kekuatan kelompok KKB yang terlibat dalam insiden ini berjumlah sekitar 15 orang, dengan persenjataan tujuh pucuk senjata laras panjang dan satu pucuk senjata api pendek.Kelompok Egianus Kogoya diketahui aktif melakukan serangkaian aksi kekerasan bersenjata sepanjang tahun 2025 di wilayah Jayawijaya. Berikut beberapa catatan kejahatan yang dilakukan :- 1 Februari 2025: Penembakan terhadap Aiptu Syam di Distrik Kurima.- 17 Mei 2025: Penyerangan terhadap Koramil Kurima.- 27 Mei 2025: Penembakan terhadap anggota Lantas Polres Jayawijaya, Bripka Marsidon Debataraja yang mengakibatkan Bripka Marsidon terluka di Kota Wamena.- 4 Juni 2025: Penembakan dua warga sipil, Rahmat Hidayat dan Saepudin, di Kap. Air Garam.- 5 Juni 2025: Tembakan ke arah Polsek Kurima.Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., saat dikonfirmasi menyatakan bahwa aparat keamanan terus meningkatkan patroli dan penindakan guna mencegah eskalasi konflik bersenjata di wilayah Pegunungan Tengah Papua."Kami terus meningkatkan intensitas patroli serta melakukan langkah-langkah penegakan hukum yang terukur dan terarah, guna memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah terjadinya eskalasi konflik bersenjata di wilayah Pegunungan Tengah," tutupnya. PNO-12
10 Jun 2025, 18:01 WIT
Wakapolda Maluku Pimpin Pemeriksaan Personel dan Kendaraan Dinas Polri
Papuanewsonline.com, Ambon - Untuk meningkatkan kedisiplinan dan kesiapan operasional, Polda Maluku terus melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan personel dan kendaraan dinas Polri.Pemeriksaan kali ini terhadap Satuan Reserse Polda Maluku yang meliputi Direktorat Reskrimsus, Reskrimum dan Resnarkoba yang dihelat di lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Kota Ambon, Selasa (10/6/2025).Pemeriksaan dipimpin langsung oleh Wakapolda Maluku, Irjen Pol. Samudi, S.IK., M.H. Ia didampingi Karo Logistik, Direktur Reskrimum, Reskrimsus, dan Resnarkoba Polda Maluku.Kegiatan pemeriksaan diawali dengan apel bersama yang dipimpin Wakapolda Maluku. Irjen Samudi menekankan pentingnya disiplin dalam berpenampilan, serta kelengkapan identitas pribadi seperti KTA, KTP, SIM, dan surat-surat penting lainnya.Kesiapan identitas bagi setiap anggota Polri penting disiapkan sebagai bentuk integritas dan tanggung jawabnya sebagai aparat penegak hukum.“Kedisiplinan dimulai dari diri sendiri. Penampilan dan kelengkapan identitas personel adalah cerminan dari profesionalitas kita sebagai anggota Polri,” tegas Wakapolda.Pada kesempatan itu, Wakapolda juga menyoroti banyaknya Laporan Polisi (LP) yang belum ditindaklanjuti. Ia pun menginstruksikan agar perkara yang masih tertunda segera dituntaskan.Setelah apel dilakukan, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik kendaraan oleh personel Rolog Polda Maluku. Kendaraan dinas Polri yang dicek kesiapannya yaitu meliputi kendaraan roda dua (R2), roda empat (R4), dan roda enam (R6). Pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi kendaraan, kondisi fisik kendaraan, serta perlengkapan pendukung operasional. Sementara pemeriksaan personel meliputi seragam dinas, dan atribut atau identitas lainnya. Pemeriksaan bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh anggota berada dalam kondisi siap dan layak dalam menjalankan tugas."Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polda Maluku untuk terus meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat," tambah Wakapolda Maluku. PNO-12
10 Jun 2025, 17:54 WIT
Delegasi TNI AL Hadiri Rapat WPNS WORKSHOP 2025 Di Victoria, Kanada
Papuanewsonline.com, Kanada - Situasi perkembangan lingkungan strategis dunia saat ini dalam keadaan yang sangat dinamis, untuk menghadapi situasi tersebut, negara-negara yang tergabung dalam forum Western Pacific Naval Symposium (WPNS) berkumpul untuk membahas permasalahan bidang maritim khususnya di kawasan Indo-Pasifik. TNI AL turut mengambil peran serta pada kegiatan WPNS Workshop 2025 yang diselenggarakan pada tanggal 2 s.d. 6 Juni 2025 di Victoria, Kanada.Dalam pertemuan tersebut, delegasi TNI AL dipimpin oleh Paban V Straops dan Diplomasi Sopsal Kolonel Laut (P) Alfred Daniel Matthews didampingi Pabanda Multilateral Ban V Sopsal, Mayor Laut (P) Anugrah Aldino Putra. Adapun jumlah negara yang hadir pada kegiatan WPNS Workshop 2025 berjumlah 20 negara dari anggota dan observer forum WPNS. Kegiatan WPNS Workshop bertujuan mempersiapkan kegiatan WPNS Symposium 2026 yang akan dihadiri oleh para Kepala Staf Angkatan Laut negara anggota dan observer forum WPNS.Bertindak selaku tuan rumah yaitu Royal Canadian Navy yang memaparkan tentang pentingnya kolaborasi antar negara untuk menjaga kelestarian kehidupan maritim. Royal Canadian Navy menyampaikan inisiatif tentang Ocean Collaboration melalui tiga pilar yaitu Understand, Promote and Support. Ketiga pilar tersebut mengandung makna tentang pentingnya kerjasama dan saling menghormati antar angkatan laut.Pada kegiatan tersebut, TNI AL memaparkan kesiapan kegiatan WPNS Junior Officer Interaction Program (JOIP) 2025 yang akan diselenggarakan pada medio Oktober 2025 di Surabaya. Selain itu, TNI AL juga dipercaya untuk menjadi tuan rumah pada kegiatan WPNS MCMEX/DIVEX tahun 2028 dan WPNS Naval Medicine Seminar tahun 2029. Kegiatan internasional tersebut selain bertujuan untuk meningkatkan dan sharing kemampuan masing-masing negara sesuai bidang pembahasan, juga dapat menjadi ajang promosi kebudayaan bagi Indonesia selaku tuan rumah.WPNS Workshop merupakan kegiatan strategis dalam rangka penguatan Confidence Building Measures (CBM) antar negara di kawasan Indo-Pasifik. WPNS Workshop 2025 telah menghasilkan beberapa point rekomendasi untuk dibawa pada kegiatan WPNS Workshop 2026 dan 20th WPNS Symposium yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 di Tahiti Island, French Polynesia.Keikutsertaan TNI AL dalam WPNS Workshop merupakan salah satu implementasi dari penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam rangka memperkuat diplomasi untuk mendukung kebijakan politik luar negeri Pemerintah RI, berkontribusi pada keamanan dan stabilitas maritim di kawasan dan global. PNO-12
09 Jun 2025, 16:18 WIT
Anggota DPR RI Yan Mandenas Desak APH Periksa Proses Izin Tambang di Papua
Papuanewsonline.com, Jakarta- Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Papua Yan Mandenas meminta aparat penegak hukum agar nemeriksa izin pertambangan di Papua.Anggota Fraksi Gerindra ini menyebutkan penerbitan izin tambang nikel di kawasan Raja Ampat diwarnai praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), sehingga ini menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk membongkar semua izin tambang di seluruh pelosok Papua." Pasti ada indikasi KKN dalam proses penerbitan izin tambang di Papua karena kebanyakan tidak prosedural,” ucap Yan Mandenas melalui keterangan tertulis yang diterimah Media ini, Senin (9/8/2025).Politisi Partai Gerindra ini meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memeriksa pejabat berwenang yang menerbitkan izin penambangan di tanah Papua." Dari Kasus tambang di Raja Ampat, menjadi pintu masuk pemerintah untuk memeriksa semua izin pertambangan di Papua, karena ada indikasi mafia dalam penerbitan perizinan," Terangnya.Kata Yan, Fraksi Gerindra akan mendorong pemerintah guna menertibkan izin tambang yang melanggar prosedur dan ketentuan administrasi di seluruh wilayah Papua. " Wajib diperiksa pejabat yang berwenang dengan indikasi-indikasi lain yang menyebabkan izin itu diterbitkan,” tegas Yan Mandenas.Sosok yang sering bersuara keras dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di Komisi III DPR RI ini, berharap agar pemerintah mengkaji ulang guna memastikan kegiatan eksplorasi lingkungan diterbitkan sesuai ketentuan.Mandenas menjelaskan, Proses Penerbitan izin tambang tidak segampang bolak balik telapak tangan, karena proses izin tambang sesusi prosedur lebih dari satu Kementrian." Untuk Izin tambang, ada beberapa kementrian baik Izin, maupun rekomendasi “Apalagi, Raja Ampat yang masuk sebagai kawasan wisata dan hutan lindung,” Sorot Yan Mandenas.Yan Mandenas juga menyoroti banyak aktifitas tambang ilegal di Papua yang dibekingi oknum pemerintah dan TNI-Polri." Kami dapat laporan dari masyarakat bahwa banyak tambang ilegal di berbagai daerah di Papua yang masih beroperasi, kuat dugaan dibekengi oknum pemerintah dan TNI/Polri," tegas Yan.Sesuai dengan laporan dari masyarkat, lanjut Yan Mandenas ada beberapa tambang ilegal masih beroperasi diantaranya, Timika (Wakia) , Yahukimo, Pegunungan Bintang, Nabire, Waropen, dan beberapa kabupaten lain di Papua.(Risky)
09 Jun 2025, 12:37 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru