logo-website
Sabtu, 18 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Bukan Batal Reses karena Mabuk, Stevanus Onawame: Ini Miskomunikasi Jadwal Papuanewsonline.com, Mimika - Anggota DPRK Mimika dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Stevanus Onawame, meluruskan pemberitaan terkait batalnya kegiatan reses di Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru. Ia menegaskan, kejadian tersebut murni karena miskomunikasi jadwal antara dirinya dengan Sekretariat Dewan (Setwan), bukan karena faktor mabuk seperti yang ramai diberitakan.Klarifikasi tersebut disampaikan Stevanus untuk menanggapi pemberitaan Papuanewsonline.com edisi Selasa dan Rabu (15/7)."Ini terjadi miskomunikasi karena tanpa sepengetahuan saya, mereka sudah pasang tenda dan kumpulkan masyarakat. Padahal bersamaan dengan jadwal reses saya di kelurahan lain. Jadi ini harus diluruskan agar jangan ada opini liar yang berkembang di masyarakat," ujar Stevanus melalui keterangan tertulisnya, Rabu (15/7).Politisi PKB tersebut menjelaskan, jadwal reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di Kelurahan Sempan seharusnya dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli."Ini kesalahannya ada di Setwan, karena pasang tenda dan kumpulkan masyarakat tanpa sepengetahuan saya. Sesuai jadwal, reses untuk Pasar Sentral itu baru besok, Kamis," terangnya.Menurut Stevanus, ada pihak yang sengaja menyebarkan undangan reses kepada masyarakat di wilayah Pasar Sentral tanpa melakukan komunikasi terlebih dahulu dengannya."Ini ada pihak yang sengaja merusak hubungan saya dengan konstituen di Pasar Sentral. Sama sekali saya tidak diberitahukan kalau ada jadwal reses di situ, padahal sesuai jadwal saya untuk menyerap aspirasi di Pasar Sentral itu besok," jelasnya.Ia pun membantah tegas ketidakhadirannya disebabkan faktor mabuk."Ketidakhadiran saya pada undangan reses kemarin bukan karena faktor mabuk atau sengaja, namun murni miskomunikasi," tegasnya.Stevanus memahami kekecewaan warga yang telah hadir, dan berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar."Wajar kalau masyarakat kecewa. Namun kami berharap informasi ini bisa meluruskan apa yang sebenarnya terjadi, sehingga diharapkan masyarakat bisa hadir dalam agenda reses yang sudah terjadwal agar aspirasi mereka bisa saya perjuangkan," katanya.Ia menambahkan, dalam reses nanti selain bertemu langsung dengan warga, ia akan menjaring aspirasi dari konstituen dan tokoh masyarakat untuk mendengarkan keluhan, saran, hingga kebutuhan nyata di lapangan, seperti masalah infrastruktur dan layanan publik."Selain menjaring aspirasi warga, saya juga akan turun langsung memantau sejauh mana program pemerintah daerah dan kebijakan benar-benar sudah menyentuh masyarakat atau belum," jelasnya.Dari hasil reses tersebut, pihaknya akan menyusun laporan rencana kerja yang akan dibawa ke rapat paripurna sebagai Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Dewan untuk direalisasikan menjadi program pemerintah daerah.Penulis: HendrikEditor: OF 15 Jul 2026, 21:37 WIT
APPOAP Mimika Apresiasi Langkah Dinas PUPR Prioritaskan Pengusaha Orang Papua Asli Papuanewsonline.com, Mimika – Aliansi Peduli Pengusaha Orang Papua Asli (APPOAP) Kabupaten Mimika menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika atas komitmennya memprioritaskan pengusaha dan kontraktor Orang Papua Asli (OPA) dalam pelaksanaan program renovasi drainase yang dijadwalkan mulai berjalan pada Agustus 2026.APPOAP menilai kebijakan tersebut merupakan langkah konkret yang menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Papua melalui keterlibatan langsung pengusaha lokal dalam pembangunan daerah.Ketua APPOAP Kabupaten Mimika, Emus Kogoya, mengatakan bahwa kebijakan tersebut patut diapresiasi dan harus mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat."Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika atas komitmen memprioritaskan pengusaha Orang Papua Asli. Ini merupakan langkah nyata yang memberikan harapan bagi pengusaha lokal untuk bertumbuh, meningkatkan kapasitas, dan ikut menjadi pelaku utama dalam pembangunan di Kabupaten Mimika. APPOAP siap mengawal agar kebijakan ini benar-benar terlaksana secara adil, transparan, dan tepat sasaran," tegas Emus Kogoya.Menurutnya, keberpihakan terhadap pengusaha Orang Papua Asli harus diwujudkan dalam implementasi yang nyata, bukan sekadar menjadi komitmen yang disampaikan kepada publik.Sementara itu, Sekretaris APPOAP Kabupaten Mimika, Andarias Lemauk, menegaskan bahwa langkah Dinas PUPR diharapkan menjadi contoh bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika."Kami berharap kebijakan seperti ini tidak berhenti di Dinas PUPR saja. Seluruh OPD di Kabupaten Mimika hendaknya memiliki semangat yang sama dalam memberikan ruang dan kesempatan kepada pengusaha Orang Papua Asli sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat Papua sebagai pemilik hak di daerah ini," ujar Andarias Lemauk.Ia menambahkan bahwa APPOAP akan terus menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mengawal setiap kebijakan pemberdayaan ekonomi agar berjalan secara profesional, akuntabel, dan memberikan manfaat yang luas.Di sisi lain, Anggota APPOAP, Faya Naa, menyampaikan bahwa implementasi kebijakan yang berpihak kepada pengusaha Orang Papua Asli merupakan jawaban nyata atas berbagai harapan masyarakat terhadap pemerintahan saat ini."Apabila seluruh kepala OPD di Kabupaten Mimika memiliki komitmen dan keberpihakan yang sama seperti yang ditunjukkan Kepala Dinas PUPR, maka saya yakin berbagai penilaian maupun opini miring terhadap kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Mimika akan terjawab dengan sendirinya melalui kerja nyata. Masyarakat tidak hanya membutuhkan janji, tetapi bukti bahwa pembangunan benar-benar memberikan ruang bagi pengusaha Orang Papua Asli untuk berkembang," kata Faya Naa.APPOAP menegaskan bahwa dukungan terhadap kebijakan pemerintah juga harus diimbangi dengan tanggung jawab dari para pengusaha Orang Papua Asli untuk menjaga integritas, meningkatkan kualitas pekerjaan, mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan, serta menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.APPOAP berharap langkah Dinas PUPR ini menjadi awal lahirnya kebijakan yang lebih luas di seluruh OPD Kabupaten Mimika, sehingga cita-cita pemberdayaan ekonomi Orang Papua Asli dapat diwujudkan secara nyata, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.Sebagai organisasi yang konsisten memperjuangkan kepentingan pengusaha Orang Papua Asli, APPOAP Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap kebijakan pemerintah yang berpihak pada pemberdayaan ekonomi masyarakat Papua serta membangun kemitraan yang konstruktif demi kemajuan Kabupaten Mimika.Penulis: JidEditor: OF 15 Jul 2026, 16:13 WIT
3 Tim E-Sport Terbaik Perebutkan Satu Tiket Nasional Papuanewsonline.com, Ambon – Persaingan menuju panggung nasional kian memanas. Tiga tim e-sport terbaik asal Kota Ambon, Kota Tual, dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dipastikan akan bertarung pada babak final Turnamen E-Sport Mobile Legends Kapolda Cup 2026 untuk memperebutkan satu tiket mewakili Polda Maluku pada Kapolri Cup 2026 tingkat nasional di Jakarta.Turnamen yang digelar Bidang Humas Polda Maluku bekerja sama dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku dan Pengurus E-Sport Indonesia (ESI) Provinsi Maluku dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 itu telah memasuki babak penentuan setelah melalui pertandingan kompetitif yang berlangsung di Gedung Presisi Polda Maluku, Selasa (14/7/2026).Sebanyak 21 tim hasil seleksi dari 11 Polres/ta jajaran Polda Maluku sebelumnya tercatat sebagai peserta Kapolda Cup 2026. Namun, delapan tim tidak hadir saat pelaksanaan pertandingan sehingga dinyatakan gugur (diskualifikasi). Sebanyak 13 tim yang hadir kemudian bertanding menggunakan sistem single elimination dengan bagan pertandingan (bracket) resmi Kapolri Cup 2026 yang ditetapkan panitia pusat.Selama hampir delapan jam pertandingan berlangsung, para atlet menampilkan permainan yang kompetitif, disiplin, dan penuh strategi. Setiap pertandingan berlangsung ketat hingga akhirnya menyisakan empat tim terbaik yang akan memperebutkan gelar juara.Dua tim asal Kota Ambon, yakni PICS Sternritter dan PICS Slytherin, berhasil memastikan tempat di partai final untuk memperebutkan gelar juara pertama sekaligus tiket menuju Kapolri Cup 2026 tingkat nasional. Sementara itu, Elat Army dari Kota Tual dan Vegeance dari Kabupaten Seram Bagian Timur akan saling berhadapan dalam laga perebutan juara ketiga.Partai final dan perebutan juara ketiga dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026 pukul 08.30 WIT di Plaza Presisi Manise Polda Maluku. Pertandingan tersebut akan menjadi penentu lahirnya wakil resmi Polda Maluku yang akan berlaga pada Turnamen E-Sport Kapolri Cup 2026 di SMESCO Indonesia, Jakarta, pada 26–28 Juli 2026, bersama para juara dari seluruh Polda di Indonesia.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan Kapolda Cup 2026 bukan sekadar kompetisi memperebutkan gelar juara, tetapi merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui e-sport sebagai cabang olahraga digital yang terus berkembang dan semakin diminati masyarakat."Turnamen ini menjadi wadah bagi atlet-atlet muda Maluku untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat nasional. Kami berharap tim yang nantinya menjadi juara mampu tampil maksimal, membawa nama baik Polda Maluku dan Provinsi Maluku di ajang Kapolri Cup 2026," ujar Kombes Pol. Rositah.Menurutnya, penyelenggaraan Kapolda Cup juga merupakan wujud transformasi Polri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan budaya digital di kalangan generasi muda."Momentum Hari Bhayangkara ke-80 kami maknai dengan menghadirkan ruang yang positif, kompetitif, dan produktif bagi generasi muda. Melalui turnamen ini, Polri ingin mendorong lahirnya atlet-atlet e-sport berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, komunitas e-sport, dan masyarakat," tambahnya.Kapolda Cup 2026 menjadi bagian dari rangkaian seleksi berjenjang menuju Kapolri Cup 2026. Selain melahirkan wakil terbaik Polda Maluku, turnamen ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem e-sport di daerah, mendorong lahirnya talenta-talenta digital yang berdaya saing, serta mempertegas komitmen Polri dalam mendukung pembinaan prestasi generasi muda Indonesia melalui olahraga berbasis teknologi. PNO-12 15 Jul 2026, 14:05 WIT
Polda Maluku Gelar Kapolda Cup Road to Kapolri Cup 2026 Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembinaan talenta digital nasional melalui penyelenggaraan Turnamen E-Sport Mobile Legends Bang-Bang Kapolda Cup Road to Kapolri Cup 2026. Ajang yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi wadah pencarian atlet-atlet e-sport terbaik sekaligus mempererat sinergi Polri dengan generasi muda dalam membangun ruang digital yang sehat, produktif, dan aman.Turnamen resmi dibuka oleh Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., di Gedung Presisi Polda Maluku, Ambon, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Bidang Humas Polda Maluku bekerja sama dengan Ditreskrimsus Polda Maluku dan Pengurus E-Sport Indonesia (ESI) Provinsi Maluku sebagai bagian dari seleksi menuju Kapolri Cup 2026.Pembukaan turnamen dihadiri Irwasda Polda Maluku Kombes Pol. I Made Sunarta, para Pejabat Utama Polda Maluku, perwakilan Kabinda Maluku, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku, KONI Provinsi Maluku, Pengurus ESI Provinsi Maluku, ESI Kota Ambon, dewan juri, panitia teknis, serta para peserta dan official dari Polres jajaran Polda Maluku.Ketua Panitia melaporkan bahwa Turnamen Kapolda Cup merupakan puncak dari proses seleksi berjenjang yang sebelumnya telah dilaksanakan di seluruh Polres jajaran Polda Maluku.Pada tahap awal, sebanyak 80 tim mendaftarkan diri mengikuti Turnamen Kapolres Cup. Setelah melalui proses verifikasi administrasi dan persyaratan peserta yang seluruhnya berusia 16 hingga 22 tahun serta berdomisili sesuai wilayah masing-masing, sebanyak 77 tim dinyatakan memenuhi syarat untuk bertanding. Tim-tim tersebut berasal dari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease (35 tim), Polres Maluku Barat Daya (8 tim), Polres Tual (8 tim), Polres Pulau Buru (6 tim), Polres Seram Bagian Barat (4 tim), Polres Seram Bagian Timur (4 tim), Polres Kepulauan Aru (4 tim), Polres Maluku Tengah (3 tim), dan Polres Kepulauan Tanimbar (3 tim). Sementara Polres Buru Selatan dan Polres Maluku Tenggara tidak melaksanakan turnamen tingkat Polres.Para juara dari masing-masing Polres kemudian berhak melaju ke tingkat Polda. Pada Turnamen Kapolda Cup tahun ini, sebanyak 13 tim tampil mewakili enam satuan kewilayahan, yakni tiga tim dari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, tiga tim dari Polres Seram Bagian Barat, tiga tim dari Polres Tual, dua tim dari Polres Maluku Barat Daya, serta masing-masing satu tim dari Polres Seram Bagian Timur dan Polres Pulau Buru. Total peserta, official pendamping, dan dewan juri yang hadir mencapai 79 orang.Turnamen tingkat Polda berlangsung selama dua hari, 14–15 Juli 2026, dengan total hadiah Rp30 juta, yakni Rp15 juta untuk juara pertama, Rp10 juta bagi juara kedua, dan Rp5 juta untuk juara ketiga. Tim terbaik akan mewakili Polda Maluku pada Kapolri Cup 2026 di SMESCO Jakarta pada 24–26 Juli 2026 bersama perwakilan dari 35 Polda se-Indonesia yang memperebutkan total hadiah Rp500 juta.Dalam sambutannya, Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman menegaskan bahwa Turnamen Kapolda Cup bukan sekadar kompetisi olahraga elektronik, tetapi merupakan implementasi nyata komitmen Polri dalam membina generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi."Turnamen Kapolda Cup ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pembinaan talenta digital sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda. Ajang ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik, memperluas pengalaman bertanding, sekaligus mempersiapkan diri mewakili Polda Maluku pada Kapolri Cup," ujar Brigjen Pol. Arif Budiman.Menurutnya, seluruh peserta harus menjadikan kompetisi sebagai wahana pembentukan karakter dengan menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta menghormati setiap lawan maupun keputusan dewan juri.Ia juga mengingatkan agar kemajuan teknologi dimanfaatkan secara positif dan tidak disalahgunakan untuk aktivitas yang melanggar hukum."Saya berharap turnamen ini menjadi contoh bagi generasi muda dalam memanfaatkan teknologi secara positif, produktif, dan bertanggung jawab. Jangan sampai kemajuan teknologi justru membawa kita pada penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perjudian online, penyalahgunaan narkoba maupun berbagai tindak pidana siber. Jadilah generasi yang cerdas, berintegritas, dan mampu menjadi pelopor keamanan di lingkungan masing-masing," tegasnya.Wakapolda juga meminta seluruh dewan juri dan panitia menjaga profesionalisme, objektivitas, transparansi, dan menjunjung tinggi prinsip fair play, sehingga kompetisi benar-benar menghasilkan atlet-atlet terbaik yang siap membawa nama baik Maluku di tingkat nasional."Turnamen ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi menjadi sarana mempererat persatuan, membangun semangat kolaborasi, memperkuat silaturahmi, serta mencetak generasi muda Maluku yang unggul, kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Saya yakin dari ajang ini akan lahir atlet-atlet e-sport terbaik yang mampu mengharumkan nama Maluku di tingkat nasional bahkan internasional," tambahnya.Polri Hadir Dekat dengan Generasi DigitalSementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan Turnamen E-Sport Kapolda Cup merupakan implementasi transformasi Polri Presisi yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dengan membangun ruang kolaborasi bersama generasi muda."Melalui kegiatan ini, Polri ingin hadir lebih dekat dengan generasi digital. E-sport bukan sekadar hiburan, tetapi telah berkembang menjadi cabang olahraga prestasi sekaligus ruang pembinaan karakter. Karena itu, Polda Maluku mendukung lahirnya atlet-atlet muda yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, sportivitas, serta kesadaran hukum dalam memanfaatkan teknologi digital," ujar Kombes Pol. Rositah Umasugi.Menurutnya, penyelenggaraan Kapolda Cup juga menjadi bagian dari upaya Polri membangun ekosistem digital yang sehat melalui pendekatan edukatif kepada generasi muda, sekaligus mengajak mereka menjauhi berbagai ancaman kejahatan siber seperti judi online, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga penyalahgunaan media digital.Turnamen E-Sport Mobile Legends Bang-Bang Kapolda Cup Road to Kapolri Cup 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya atlet-atlet e-sport terbaik asal Maluku yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat kemitraan Polri dengan generasi muda dalam mewujudkan ruang digital yang aman, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. PNO-12 15 Jul 2026, 13:53 WIT
Seperti Apa Pergaulan Anak di Boarding School? Ini Faktanya Papuanewsonline.com, Mimika - “Pergaulan di asrama seperti apa?”, pertanyaan yang hampir pasti ditanyakan setiap orang tua yang mempertimbangkan boarding school. Jawabannya bergantung pada sistem sekolah. Di boarding school yang baik, pergaulan didesain: teman sekamar dirotasi, konflik dimediasi, dan aktivitas bersama membangun ikatan yang sehat. Untuk lebih detailnya, Anda bisa baca penjelasannya di artikel ini. Pertanyaan Paling Sering: Bagaimana Pergaulan di Asrama?Pengertian boarding school selama ini selalu erat stigmanya dengan sistem yang teratur dan aman bagi siswa. Tidak heran jika pergaulan juga menjadi concern ketika anak sekolah. Apalagi di beberapa asrama bisa terjadi perundungan yang akhirnya memberikan kejadian traumatis bagi siswa. Tetapi, perlu ditekankan, “tidak semua sekolah”, melainkan hanya “beberapa sekolah yang sistem pendidikannya tidak terkontrol dengan baik”. Berbeda dengan sistem asrama di Boarding School yang justru sistem pengawasan dilakukan oleh pembina asrama dan pembina akademik hingga 24 jam. Dengan begitu, anak tetap terkontrol dan bila terjadi konflik, bisa segera dimediasi oleh pembina asrama maupun guru di sekolah. Sistem yang Membentuk Pergaulan PositifBanyak sistem dan kegiatan di asrama yang tanpa disadari sebenarnya dapat membentuk pergaulan positif antar sesama, misalnya:1. Rotasi Teman SekamarSetiap 3 atau 6 bulan sekali, setidaknya harus ada rotasi kamar, agar siswa tidak berteman dengan orang yang sama dalam setiap periode. Ini juga mengajarkan mereka agar bisa beradaptasi dengan berbagai karakter sebelum menghadapi dunia luar. Secara tidak langsung, tentunya akan memperluas relasi sosial siswa. 2. Kegiatan Bersama: Olahraga, Ibadah, Study GroupIbadah tidak hanya berupa kegiatan spiritual biasa, namun dibaliknya ada momen kebersamaan terutama jika dijalankan bersama-sama. Begitu juga dengan kegiatan lainnya seperti olahraga dan study group. Interaksi yang terjadi jauh lebih positif dan juga terjaga. 3. Peran Pembina dalam Mediasi KonflikSecara teknis, pembina juga bertanggungjawab menjadi penengah dan  pembimbing siswa terutama ketika terjadi konflik antar siswa. Pembina akan mengarahkan penyelesaian dengan cara baik-baik dan menjadikannya sebagai pembelajaran agar tidak terulang kembali. Nilai yang Tumbuh dari Kehidupan KomunalHidup bersama dalam 24 jam memang bukan hal yang mudah, terutama menghadapi orang dengan karakter berbeda. Namun, bukan soal itu, melainkan kita harus melihat nilai-nilai yang tumbuh setelah kebersamaan tersebut. Toleransi, Empati, dan Kerja SamaContohnya, toleransi, empat, dan kerjasama. Karena hidup dengan latar belakang dan kebiasaan berbeda, maka kita akan belajar untuk menerima dan menghargai perbedaan tersebut. Artinya, mengajarkan kita untuk bersikap toleransi. Begitu juga ketika teman merasa kesulitan, siswa akan belajar untuk memahami perasaannya atau bersikap empati dan membantu mereka. Dengan kebersamaan yang dilakukan setiap harinya, maka tumbuhlah sikap tanggung jawab dan mengutamakan kepentingan bersama daripada pribadi.Contoh: Kehidupan Sosial di SMA DwiwarnaNah, contoh kehidupan sosial di SMA Dwiwarna kurang lebih hampir sama dengan penjelasan sebelumnya. Sekolah ini juga menjalankan rangkaian kegiatan bersama-sama, mulai dari ibadah bersama di masjid, belajar kelompok di asrama, kegiatan keolahragaan, hingga keterlibatan pembina sebagai orang tua kedua di asrama. Rutinitas harian yang dilakukan siswa bersama-sama di asrama seperti piket harian, jadwal harian, makan bersama, dan kegiatan lainnya juga membentuk rasa kebersamaan dan rasa tanggung jawab sosial yang sangat kuat. Kegiatan bareng siswa di asrama bisa dilihat di TikTok @smadwiwarna, sedangkan cerita kehidupan asrama melalui Instagram @sma_dwiwarna.Tanda Boarding School dengan Lingkungan Sosial yang SehatMenilai lingkungan sosial itu sehat atau tidaknya bisa dinilai dari hubungan siswa dan pembina yang lebih terbuka, tidak ada kelompok yang mendominasi/ mengucilkan satu sama lain, siswa mudah beradaptasi, siswa diajarkan cara menyelesaikan masalah dengan baik-baik, banyak kegiatan positif, suasana belajar selalu kondusif dan tetap suportif meski tengah berkompetisi, interaksi antara siswa sangat natural, dan siswa terlihat sangat percaya diri dan aktif untuk berteman dengan siapa saja. Oleh karena itu, bagi orang tua, sebelum menentukan pilihan sekolah, memahami pengertian boarding school sangat penting agar tahu bedanya dengan sekolah reguler. Perlu dicatat juga, bahwa sistem boarding school yang baik tentu akan menjaga pergaulan siswa-siswanya selama di sekolah. Sebab itu, orang tua harus riset mendalam lagi terkait sekolah tujuannya. Untuk informasi seputar SMA Dwiwarna, Anda bisa mengunjungi laman resmi websitenya.Editor: OF 15 Jul 2026, 13:27 WIT
Catatan Komnas HAM: 42 Konflik di Papua Semester I 2026, Warga Sipil Paling Banyak Menjadi Korban Papuanewsonline.com, Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) merilis catatan penting situasi HAM di Papua sepanjang Januari hingga awal Juli 2026. Tercatat sedikitnya terjadi 42 peristiwa konflik, di mana warga sipil menempati posisi kelompok yang paling banyak menderita, baik menjadi korban jiwa maupun mengalami luka-luka. Data ini dipaparkan dalam penyampaian hasil pemantauan resmi di Jakarta, Selasa (14/7/2026).Dari keseluruhan peristiwa, sebanyak 59 orang meninggal dunia. Rinciannya, 43 orang adalah warga sipil, 8 orang dari unsur aparat keamanan, dan 8 lainnya anggota kelompok bersenjata. Selain itu tercatat pula 50 orang mengalami luka-luka, di mana 40 di antaranya adalah warga sipil. Sebagian besar kejadian berupa serangan terhadap warga, operasi keamanan, serta kontak senjata antarpihak. Wilayah dengan kasus terbanyak adalah Papua Tengah dan Papua Pegunungan yang mencakup sekitar 80 persen dari seluruh insiden.Komisioner Komnas HAM, Atnike Nova Sigiro, mengingatkan tren situasi saat ini mirip dengan tahun lalu yang mencatat 97 peristiwa kekerasan. Jika tidak ada perubahan mendasar pada kebijakan dan penanganan, dikhawatirkan angka di akhir tahun akan kembali tinggi. “Kekerasan ini dampaknya berlanjut lama bagi korban dan keluarga. Ini menjadi peringatan keras bagi negara untuk segera mengambil langkah nyata,” ujarnya menegaskan.Konflik ini memicu krisis kemanusiaan yang nyata. Warga terus mengungsi meninggalkan kampung halaman demi keselamatan, namun sulit untuk kembali. Layanan kesehatan, ekonomi, dan mata pencaharian terganggu parah. Pola kekerasan terhadap tenaga kesehatan, warga sipil, hingga awak pesawat juga terulang kembali. Komnas HAM menegaskan hukum harus ditegakkan adil kepada semua pihak, sekaligus perlindungan warga sipil menjadi prioritas utama.Penulis: JidEditor: OF 15 Jul 2026, 11:09 WIT
Owen Rahadiyan Lepas Jabatan Manajer Pesipura, Fokus Strategi Jangka Panjang, Bangun Tim yang Kuat Papuanewsonline.com, Jayapura – Manajer Tim Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan, secara resmi melepas jabatannya untuk musim kompetisi 2026/2027. Keputusan ini diambil agar beliau dapat kembali memfokuskan peran strategisnya sebagai Direktur Utama PT Nusantara Cendrawasih Karsa (NCK), pihak pengelola klub. Langkah ini disambut baik dan didukung penuh oleh Ketua Umum Persipura, Dr. Drs. Benhur Tomi Mano.Benhur Tomi Mano menyatakan tidak mempermasalahkan keputusan tersebut, karena hal ini sudah disepakati sejak awal kerja sama. “Kami sepenuhnya mendukung rencana Pak Owen. Pengelolaan penuh ada di tangan NCK, dan keputusan ini demi kemajuan jangka panjang klub,” ujarnya di Jayapura, Selasa (14/7/2026). Owen turun langsung menjadi manajer satu musim lalu untuk membangun kembali fondasi tim dan struktur organisasi agar berdiri kokoh.Kini setelah fondasi terbentuk, Owen beralih ke tugas yang lebih luas. “Tantangan sepak bola modern bukan hanya di lapangan, melainkan soal keuangan, bisnis, akademi, dan kelembagaan yang kuat,” ungkapnya. Fokus utamanya kini memastikan Persipura tumbuh menjadi klub yang sehat secara finansial, profesional, dan berkelanjutan bagi masa depan anak cucu Papua. Tanggung jawabnya justru semakin besar, bukan berkurang.Sementara ini, urusan operasional harian tim akan dikelola oleh Direktur Sepak Bola hingga ditemukan sosok yang tepat untuk mengisi posisi Manajer Tim. “Ini bukan langkah mundur, melainkan langkah maju agar saya bisa berkontribusi lebih besar membangun institusi Persipura yang tangguh,” tegas Owen.Ia berharap perubahan peran ini membawa kemajuan menyeluruh bagi klub kebanggaan seluruh masyarakat Papua.Penulis: JidEditor: OF 15 Jul 2026, 11:05 WIT
Percepat Eliminasi Malaria 2030, Mimika Bentuk Program Kampung Tangguh Malaria Papuanewsonline.com, Mimika – Sebagai langkah nyata menuju bebas malaria pada tahun 2030, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung serta UNICEF resmi membentuk program Kampung Tangguh Malaria. Langkah strategis ini diambil guna menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Nomor 50 Tahun 2026, melalui gerakan penanganan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat secara lintas sektor, yang digelar Selasa (14/7/2026).Data hingga awal Juli 2026 mencatat sebanyak 83.443 kasus malaria dari lebih dari 659 ribu pemeriksaan yang telah dilakukan. Distrik Mimika Baru menyumbang kasus tertinggi, diikuti Wania, Kuala Kencana, dan wilayah lain. “Fokus utama pengendalian saat ini diarahkan ke kawasan perkotaan Timika karena menjadi penyumbang kasus terbesar,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Linus Dumatubun. Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat menurunkan kecerdasan anak dan merusak kesehatan tubuh.Program ini didukung penuh melalui alokasi anggaran dari Dana Kampung tahun 2026, sebesar Rp10 hingga Rp20 juta per kampung khusus untuk kegiatan Aksi Tuntas Malaria. Langkah awal meliputi pembentukan tim resmi melalui Surat Keputusan Kepala Kampung, pendataan warga secara menyeluruh, sosialisasi, hingga pembersihan lingkungan tempat berkembang biaknya nyamuk. Diharapkan kemampuan pemeriksaan kader kesehatan meningkat dari rata-rata 80 menjadi 150 pemeriksaan setiap bulannya.Tahap selanjutnya pada tahun 2027 rencananya akan diperluas jangkauan dan kegiatannya. Dukungan akan mencakup peningkatan pemeriksaan kesehatan, pemantauan kepatuhan pengobatan, penggunaan obat pembasmi jentik, pemantauan kelambu, penyediaan sarana edukasi, hingga penyebaran pelindung nyamuk di tempat umum seperti rumah ibadah dan pos keamanan. Sinergi erat antara pemerintah daerah, kader, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan gerakan ini.Penulis: JidEditor: OF 15 Jul 2026, 09:23 WIT
Tertibkan Penyaluran BBM Subsidi, Bupati Mimika Keluarkan Aturan Baru & Batas Pembelian Papuanewsonline.com, Mimika – Bupati Mimika Johannes Rettob resmi menerbitkan Instruksi Bupati Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pengawasan, Pengendalian, serta Pengaturan Penjualan Bahan Bakar Minyak Bersubsidi. Aturan ini ditetapkan agar penyaluran Solar dan Pertalite benar-benar tepat sasaran, tidak disalahgunakan, dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat yang berhak di Kabupaten Mimika, mulai berlaku sejak 13 Juli 2026.Dalam aturan ini, secara tegas dilarang pengisian BBM bersubsidi bagi sejumlah kelompok kendaraan. Meliputi kendaraan dinas ASN, TNI, Polri; kendaraan berplat luar Papua maupun luar Papua Tengah; kendaraan milik perusahaan besar; kendaraan dengan tangki dimodifikasi; serta pembelian menggunakan jerigen tanpa surat rekomendasi resmi. Selain itu, dilarang keras penimbunan dan penjualan eceran di luar SPBU seperti Pertamini maupun transaksi daring.Pembatasan jumlah pembelian juga ditetapkan secara jelas agar pasokan cukup dan adil. Kendaraan roda dua maksimal 5 liter Pertalite per hari, roda empat pribadi maksimal 45 liter Pertalite atau 40 liter Solar per hari. Sementara untuk angkutan umum roda empat dibatasi 60 liter, dan roda enam maksimal 80 liter Solar setiap harinya. Kendaraan yang tidak berhak diarahkan menggunakan BBM non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamax.Seluruh pengelola SPBU wajib memverifikasi kesesuaian nomor polisi kendaraan dengan data pada barcode pembelian dan berhak menolak pelayanan jika syarat tidak terpenuhi. Penegakan aturan ini menjadi tanggung jawab bersama Satpol PP, Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, didukung penuh oleh Kejari, Polres, Kodim, dan Sat POM Mimika guna menjamin kepatuhan dan ketertiban.Penulis: JidEditor: OF 15 Jul 2026, 09:18 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT